Happy reading~
.
.
.
.
.
###
Baekhyun's POV
Kadang aku berpikir, bolehkah kita membunuh seseorang jika mendesak? Karna detik ini aku hampir saja akan mencekik leher milik Kris tanpa ampun. Bagaimana bisa lelaki setinggi tiang bendera itu menempatkanku ke tempat neraka seperti ini pada hari pertama kerja.
Aku duduk di ruangan rapat dengan diam, duduk di kursi paling pojok agar tidak mencolok. Kris menyuruhku untuk duduk manis dan mendengarkan rapat agar aku paham dan tidak akan bertanya-tanya lagi seterusnya. Dan setelah rapat berjalan selama 10 menit lebih aku sangat bosan. Benar-benar bosan.
Aku tidak paham sama sekali. Masalahnya adalah keseriusan semua orang di dalam ruangan ini, aku bahkan bisa melihat lipatan di kening Kris bertanda dia sangat serius kali ini. Ya ampun aku bisa apa? Aku tidak mengerti apa yang sedang mereka bahas, kebanyakan mereka membahas kasus korupsi atau tentang kasus politik yang membuatku akan semakin cepat tua.
Selang beberapa menit aku dapat mendengar seorang lelaki tengah menegur teman lelakinya agar fokus pada rapat, dan ketika aku menoleh lelaki yang sedang ditegur itu sepertinya tidak mendengar dan masih sibuk dengan lamunannya sambil menatap ke arahku. Mataku mengerjap beberapa detik, boleh aku bilang jika lelaki itu sangatlah tampan? Mata lelaki itu besar, aku juga bisa melihat bahwa bibirnya sangat seksi. Dan terakhir dari gagahnya otot tangan lelaki itu aku bisa berkesimpulan bahwa lelaki itu pastilah sangat hot jika sedang mandi di bawah guyuran air shower.
Ketika lelaki itu sadar dari lamunannya aku bisa melihat bahwa seketika wajahnya memerah. Ya ampun dia benar-benar sangat lucu. Aku rasanya ingin sekali mengelus-elus rambut hitam lurusnya itu dan berkata bahwa dia adalah keturunan malaikat. Benar-benar sebuah hal yang tidak diduga dihari pertama kerja ketika seseorang lelaki tampan plus hot melirikmu diam-diam.
Namanya Chanyeol. Dan dia dari tim jurnalis. Ah aku bisa memahami kenapa stasiun TV ini membutuhkan wajahnya di balik layar acara berita. Bukan kah itu sangat mengagumkan?
Bahkan cara berpakaiannya bukan seperti orang amatiran. Dia mengenal fashion dan itu sangat keren. Saat dia memakai kacamata bacanya, dia terlihat sangat hot bukan seperti kutubuku. Apalagi cara dia melepaskan kacamatanya dengan perlahan—aku rasanya ingin memakannya hidup-hidup. Aku menambahkan nilai plus Chanyeol dari otakku.
Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya rapat selesai. Aku merapihkan barang-barangku hendak keluar dari ruangan ini tapi apa yang kulihat sekarang sepertinya keberuntunganku.
Entah Kris memang melupakan kehadiranku atau memang sengaja, lelaki itu sudah pergi meninggalkanku di dalam ruangan rapat ini bersama Chanyeol. Dia masih sibuk dengan berkas-berkas yang sedang ia baca.
Aku berdiri dari dudukku dan mencoba berpikir apa yang aku harus lakukan saat ini. Aku harus mencari cara agar laki-laki itu mau membuka suaranya. Sangat disayangkan jika pertemuan pertama dengan seorang Chanyeol tidak mengesankan.
Tiba-tiba tanpa sepengetahuanku dia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk keluar. Dengan cepat aku menghentikan langkahnya.
"Um.. maaf tuan – ah aku lupa namamu." Jangan menyalahkan diriku. Aku juga tidak tahu mengapa aku mengeluarkan omong kosong itu dari mulutku.
"Park Chanyeol." Suara huskynya menggema dalam otakku. Ya Tuhan rasanya aku mau merekam suaranya dan mendengarkannya saat ingin tidur. Atau paling tidak saat aku sedang ingin—oh berhentilah Byun Baekhyun.
"Ah iya.. bahkan namamu saja sangat keren."
Demi Tuhan aku melihat dia mengerutkan kening. Aku tidak tersinggung sama sekali. Aku malah terkesima. Bahkan disaat dia melakukan pergerakan sekecil apapun itu dia masih tetap tampan.
"Namaku Byun Baekhyun." Aku mengulurkan tanganku agar bisa berjabat tangan dengan Chanyeol. Tanpa disangka Chanyeol membalas jabatan tanganku dan mengangguk kecil.
"Ada apa?" Tanya Chanyeol. Sebenarnya aku bisa saja mengulur-ulur waktu lebih lama untuk bersamanya tetapi dari gelagatnya yang sudah tidak sabaran aku harus mempercepat aksiku.
Aku memamerkan senyum terbaikku. Bahkan pagi ini aku sengaja menyikat gigiku dua kali. Aku ingin orang yang sedang menatapku itu terkesima dengan diriku dan aku yakin pastilah Chanyeol akan terkesima denganku.
"Jadi begini, hari ini adalah hari pertamaku bekerja tetapi aku tidak tahu dimana seharusnya aku mendapatkan meja kerjaku, jadi apakah kau—"
"Kau harus bertanya pada HRD." Potong Chanyeol.
Chanyeol hendak pergi meninggalkanku, sepertinya lelaki ini tidak ingin tahu urusanku. Aku menarik jaket yang ia pakai dan berhasil membuatnya berhenti melangkah.
"Jadi kau tidak tahu?"
Chanyeol menghela napasnya. Bisa kulihat bahwa dia sangat jengkel padaku. Lalu Chanyeol berputar menghadapku. "Tidak."
Aku menyeringai, sungguh sangat menyenangkan. Menyenangkan untuk membuat seorang Chayeol merasa jengkel padaku.
"Tapi kau pasti tahu nomor telepon ponselmu 'kan?"
.
..
...
..
.
To Love You More
Main Cast;
Park Chanyeol
ByunBaekhyun
Others
Genre; Romance, Drama, Humor
Rate; M
Length; Chaptered
This story is written by two different authors – Nagun for Baekhyun's POV and Zara for Chanyeol's POV
.
..
...
..
.
Chanyeol's POV
"Tapi kau pasti tahu nomor ponselmu 'kan?" Tanyanya sambil mengeluarkan senyuman teraneh yang pernah ku lihat, yang membuatku hampir bergidik geli.
Aku memutar kedua bola mataku lalu berbalik dan pergi meninggalkannya. Entah bagaimana reaksinya sekarang, yang pasti sepertinya ia belum bergerak dari tempatnya berdiri.
Aku melangkahkan kakiku menuju ruang kerjaku, hari ini aku ada janji dengan salah satu pejabat negara di kantor miliknya, persoalan korupsi memang tidak pernah ada habisnya sampai aku hampir bosan mencari tahu soal hal itu.
Masih ada waktu tiga puluh menit sebelum aku berangkat menuju kantor pejabat itu, jadi aku memutuskan untuk memesan makanan ringan di cafe langgananku.
Jurnal yang berisi beberapa pertanyaan yang akan di ajukan nanti sudah ada ditanganku, dengan teliti aku membacanya kembali, takut – takut ada kesalahan. Pertanyaan tidak banyak, karna hampir seluruh warga Korea tahu bahwa menteri Kang sudah korupsi sejak lama, hanya saja hingga saat ini ia masih berkeliaran dengan bebasnya.
Saat aku tengah fokus ke jurnalku, tiba – tiba pintu terbuka. Ah, itu pesanan makananku sudah datang. Hanya dua potong sandwich tuna dengan satu cup teh hangat. Karna aku bukan orang yang rela menghabiskan uang beribu – ribu won hanya untuk mengisi perut, padahal makanan sesederhana ini saja bisa menahan laparku sampai jam tiga sore nanti.
Seseorang mengetuk pintu, yang membuatku menghentikan acara makanku. Saat pintu terbuka menghadirkan sosok tinggi di baliknya, "Kapan kau akan berangkat kesana?"
"Setelah menghabiskan satu potong yang lain sandwich ini, siapkan saja dulu kameramu." Pria itu hanya mengangguk.
"Aku tunggu di mobil. Jangan lama." Lalu ia menutup pintu begitu saja membuatku menggelengkan kepalaku. Sikap dinginnya itu terkadang tidak bisa terkontrol.
Dan mungkin itu menjadi poin plus seorang Oh Sehun, karna sikapnya yang dingin dan terkesan cuek, ia mau melakukan apa saja tanpa mengeluh seperti kebanyakan jurnalis lainnya di timku.
Setelah sandwichku habis, aku segera melangkahkan kakiku ke parkiran mobil seperti yang tadi Sehun bilang. Dan disana, di mobil Audi hitam milikku sudah duduk seorang pria yang hanya memandang kosong kedepan, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
###
"Terimakasih atas waktunya, tuan Lee... dan terimakasih sudah mempersilahkan kami untuk mewawancarai anda," Ucapku sambil membungkukkan tubuhku.
Setelah wawancara selesai dan kami sempat berbincang sebentar, kami langsung meninggalkan kantor tuan Lee dan kembali ke kantor kami.
Aku tengah menyalin beberapa jawaban yang tadi tuan Lee berikan kepada kami agar nanti saat dikantor pekerjaanku tidak terlalu menumpuk. Sementara Sehun tengah memfokuskan pandangannya ke arah jalan di depan.
"Aku akan turun di cafe depan sana, ada pertemuan dengan Joan," Ucap Sehun yang sekarang tengah meminggirkan mobil kami di dekat cafe bernuansa merah itu.
Joan penyanyi blasteran Korea – Amerika itu tengah menjadi perbincangan publik baru – baru ini, karna ia membatalkan konser ke tiganya di seluruh negara yang masuk dalam tournya. Fansnya mengamuk, bahkan aku melihat disosial media ada beberapa yang berpindah menjadi hatersnya hanya karna hal itu. Ada juga yang hampir melakukan percobaan bunuh diri, maka dari itu kami mencoba untuk menanyakan apa penyebab ia membatalkan seluruh rangkaian tour dunianya.
Setelah Sehun turun, aku segera menjalankan mobilku menuju kantor. Namun sebelum aku memasuki kantor, aku menyempatkan diri untuk mampir di tempat makan yang ada di seberang kantor JMB.
Tempat makan ini kebetulan milik temanku, Junmyeon dan suaminya membuka tempat makan ini disini sekitar dua tahun lalu – kalau aku tidak salah ingat.
"Woah Chanyeol, kemana saja kau? Kenapa jarang mampir kesini?" Junmyeon dengan celemek khas pelayan yang melekat di pinggangnya mengampiriku.
Aku tersenyum, "Sedikit sibuk akhir – akhir ini," Ucapku sambil menulis pesananku seenaknya di atas selembar kertas.
"Woah, menjadi si pengejar berita memang sangat sibuk ya..." Aku hanya terkekeh. Junmyeon mengambil kertas yang tadi aku tuliskan beberapa pesananku, dengan catatan kecil di bawahnya agar pesananku di letakan di kotak makan saja karna aku akan membawanya ke kantor.
"Junmyeon bisa kau kemari sebentar, aku tidak mengerti ia menulis apa," Seseorang dari dapur berteriak menggunakan bahasa Mandarin, dan itu adalah suami Junmyeon, Yixing.
Aku hanya terkekeh saat melihat Junmyeon yang menghampiri suaminya dengan malas. Dan kejadian ini tidak hanya terjadi hari ini, namun juga hari – hari sebelumnya. Kurasa suami Junmyeon yang berasal dari China itu belum begitu fasih berbahasa Korea, sehingga ia sedikit kesulitan membaca tulisan itu.
Setelah menunggu empat puluh lima menit, akhirnya Junmyeon memberiku kotak makan yang berisi pesananku tadi. Percayalah, meskipun yang memasak seorang pria tapi makanan ini sangat enak bahkan hampir menyamai enaknya masakan ibuku.
Di kantor seperti biasanya, semua orang sibuk. Mulai dari yang mengurusi siaran yang sedang berlangsung saat ini, karna ini sudah memasuki tengah hari, atau bahkan yang tengah menyiapkan untuk siaran nanti malam.
Dan disana, Kris tengah berbicara kepada timnya, dan bocah itu – aku lupa siapa nama bocah itu – tengah berusaha untuk membuat matanya tetap tebuka. Aku berdecih, bahkan saat sedang briefing seperti ini bisa – bisanya ia mengantuk.
Aku menggelengkan kepalaku, entah mengapa aku jadi sering kehilangan fokusku akhir – akhir ini. Aku melanjutkan langkahku menuju ruanganku dan langsung menghampiri sofa maroon yang berada di sudut ruangan ini, tanpa aba – aba, aku langsung menjatuhkan tubuhku di atasnya. Aku sungguh lelah.
.
.
.
Suara ketukan pintu yang cukup keras menyadarkanku, rupanya aku tertidur dan saat ini sudah pukul tiga sore. Bahkan makanan yang aku pesan di tempat makan milik Junmyeon belum kusentuh sama sekali. Aku membuka pintu dan sudah berdiri Kris disana.
"Mana hasil wawancaramu dengan tuan Lee?" Tanpa kusuruh masuk bahkan sekarang ia sudah duduk di sofa yang aku menjadi tempat tidurku.
"Nanti kukirim saja lewat e – mail," Balasku malas.
Aku melihatnya memejamkan mata, menarik napas lalu membuangnya perlahan, kurasa ia sedang sangat lelah hari ini, ah bahkan setiap hari pekerjaannya memang melelahkan. Aku berjalan menuju mejaku lalu memesankan secangkir kopi untuknya.
"Apa sangat lelah hari ini?" Tanyaku.
"Seperti biasa, namun bedanya aku juga harus mengurus Baekhyun untuk beberapa minggu," Balasnya. Ah, anak magang yang tanpa tahu malu meminta nomor ponselku itu.
"Mengapa kau tidak meminta orang lain untuk mengurusnya?"
"Tidak bisa, dia itu sangat – um... berbeda, mungkin?" Lalu ia tertawa dengan ucapannya sendiri.
"Menurutku ia terlihat seperti anak manja yang hanya tahu cara menghabiskan uang, bukan mencari uang." Lalu pintu tebuka menampilkan salah satu office boy yang mengantarkan kopi untuk Kris.
"Maka dari itu, langsung aku yang mengurusnya." Dan lagi – lagi, tanpa aku suruh untuk meminumnya, ia bahkan sudah hampir menghabiskan setengan cangkir kopi dalam satu tenggak.
Kris bangkit dengan membawa gelas kopi tadi, "Aku harus kembali bekerja, jangan lupa laporanmu."
Aku menganggukan kepalaku, "Um... baiklah," Balasku.
.
.
.
Aku membereskan meja kantorku, beberapa berkas aku masukan kedalam tas untukku kerjakan nanti dirumah. Sehun juga ikut merapihkan meja yang ada di pojok ruangan, seharusnya meja itu digunakan untuk menghidangkan makanan saat ada tamu, namun di ubah fungsi oleh Sehun menjadi meja kerja miliknya.
"Bagaimana dengan Joan?" Tanyaku. Ia masih fokus dengan berkas – berkas yang ia pegang.
"Aku sudah konfirmasi dengan bagian produksi, aku juga sudah menyerahkan video hasil wawancaranya. Sepertinya nanti malam JMB Exclusive talking with the star juga akan ditayangkan setelah wawancaramu dengan tuan Lee," Jawabnya. Seperti yang kubilang, cara kerja Sehun selalu membuatku senang sekaligus bangga, dia sangat cepat namun juga tepat.
"Um... terimakasih sudah bekerja keras hari ini Sehun. Besok jangan sampai terlambat," Ucapku sambil melangkahkan kakiku keluar ruanganku dan berjalan menuju parkiran.
.
.
.
"Coba kau geser berdiri disana Baekhyun, aku ingin melihat apakah terlihat bagus di kamera," Teriak Kris kepada seseorang yang tengah berdiri di depan set untuk berita olahraga. Dan kelihatannya orang itu sedikit kesal karna Kris menyuruhnya berpindah – pindah tempat.
Aku menyapa Kris untuk sekedar basa – basi, saat mataku menangkap orang itu ia tengah menatapku dengan tatapan yang cukup mengerikan. Apa – apaan bocah itu? Menatapku seperti aku melakukan kesalahan padanya, dan bahkan tiba – tiba ia memalingkan mukanya yang membuatku mengerutkan keningku. Sebenarnya ada apa dengan dia?
"Hati – hati di jalan, Yeol," Ucap Kris sambil menepuk bahu kiriku yang membuatku sedikit terkejut. Aku tersenyum lalu mengangguk dan setelah itu aku langsung berjalan menuju parkiran.
###
Rumahku sudah sangat sepi sekarang, yang pasti ayah dan ibuku sudah tidur dan mungkin begitu juga dengan kakakku. Aku berjalan menuju dapur, mengeluarkan kotak makan yang tadi aku bawa dari tempat makan Junmyeon dan memasukannya kedalam microwave. Sambil menunggu makananku yang sedang di hangatkan, aku membukan laptopku dan memeriksa beberapa laporan yang masuk di e – mailku.
Aku mengeceknya satu – persatu, mulai dari berita politik, dunia entertaiment, olahraga dan lain – lain. Mulai dari berita yang sangat penting hingga berita yang tidak layak tayang, tapi aku tetap menghargai kerja keras timku, mereka sangat hebat.
Microwave berbunyi, aku langsung mengambilnya dan mendiamkannya sejenak di atas meja dan lanjut memeriksa e – mail yang masuk. Dan... Apa – apaan ini?
From: Byun Baekhyun
(baekhyun_byun-jmbkr)
To: Park Chanyeol
(chanyeol_park-jmbkr)
Subject: Tidak tahu sopan santun?
Hallo Mr. Tidak tahu sopan santun Kau seenaknya meninggalkanku bahkan tanpa memberi nomor ponselmu... kau akan menyesal menyia – nyiakan pria sepertiku, Park Chanyeol.
Regards,
Pria tampan, Byun Baekhyun.
Aku mengerutkan keningku, dia benar – benar seorang bocah, hanya karna hal seperti itu ia sampai mengirimku sebuah e – mail, yang benar saja.
Dan akupun segera mengetikan balasan untuknya,
From: Park Chanyeol
(chanyeol_park-jmbkr)
To: Byun Baekhyun
(baekhyun_byun-jmbkr)
Subject: Re:[Tidak tahu sopan santun?
Maaf, aku tidak berminat dengan mu
Regards,
Mr. Tidak tahu sopan santun.
Bukankah sangat mengerikan jika ada seseorang seperti itu padamu, bahkan orang itu sampai mengirimkan e – mail, dan menurutku Byun Bakhyun ini adalah seseorang yang harus aku hindari mulai hari ini.
Bahkan dia saja terlihat merepotkan, entah bagaimana Kris bisa bertahan untuk membimbing bocah yang satu itu, aku cukup prihatin.
Setelah menghabiskan makananku, aku segera membersihkan peralatan makanku. Kotak makan ini bisa kupakai lagi sebagai tempat makan anjingku, sayang jika harus dibuang padahal masih sangat berguna.
Notifikasi laptopku berbunyi, satu e – mail masuk
From: Byun Baekhyun
Subject: Lihat saja nanti!
.
.
.
.
###
TBC~
Aku ngga ngerti kenapa ffn ngga bisa pake 'at', so untuk e-mailnya aku buat seperti itu..
Hallo, salam kenal! Kami Nagun dan Zara!
Terimakasih sebelumnya yang sudah menyempatkan untuk membaca & mereview cerita kami.. kami harap kalian suka~
