Soonyoung adalah orang yang dingin. Dia tidak akan berbicara jika itu tidak penting. Dia juga tidak pernah memulai percakapan pada teman-temannya disekolah yang dulu. Namja 10:10 itu lebih sering berkomunikasi pada mahluk-mahluk tak kasat mata tapi dia hanya menanggapi sekedarnya saja ketika mahluk-mahluk tersebut menceritakan kisah kematian mereka dan meminta Soonyoung untuk membantu mereka. Tentu saja Soonyoung akan berbicara jika itu ditempat sepi seperti kamarnya, tidak dijalan maupun disekolah, bisa-bisa dikira gila dia.
Title : Indigo
Cast : Seventeen, Exo and Bts Member
Pairing : Soonhoon
Slight : Meanie, Verkwan, Chanbaek, Vkook, Yoonmin
Rate: T
Lenght : Chaptered
Disclaimer : Cerita milik saya dan Karakter milik orang tua masing-masing, Agensin dan Tuhan YME
Maaf jika ada kesamaan cerita itu tidak disengaja!
Summary : Soonyoung seseorang yang dingin menyukai teman barunya, dan tanpa sengaja membantu kakaknya yang koma.
Shinrin Present
"Halo Soonyoung kenalin aku Jihoon" ucap Jihoon dengan nada ceria sambil menatap Soonyoung.
"Hm salam kenal kenal Jihoon" jawab Soonyoung, setelah tadi agak terkejut ketika dia sedang mengamati namja yang diakuinya manis ini tiba-tiba menoleh kearahnya.
"Wah kau tampan sekali Soonyoung. Aku iri" ucap Jihoon dengan nada yang sedikit iri.
" Terima kasih" ucap Soonyoung dengan senyum tipis. Dia merasa sedikit aneh pada dirinya, padahal sudah berapa orang yang menyebutnya tampan tapi baru kali ini dia merasa senang.
Soonyoung juga berkali-kalii ingin membaca pikiran namja manis itu tapi tetap saja dia tidak bisa.
'Ini aneh' pikirnya
"Wah sepertinya kau orang yang dingin ya" ucap Jihooon sambil tersenyum manis.
Deg!
"Senyumnya manis" batin Soonyoung.
"Apa terlihat?" tanya Soonyoung. Ntah kenapa dia menanggapi Jihoon padahal menurutnya pembicaraan ini tidak penting.
"Emm" Jihooon mengangguk.
"Kau terlihat keren, aku sangat beruntung duduk denganmu" lanjut Jihoon, sambil menatap Soonyoung dengan mata berbinar.
"Hn. Terima kasih". Lebih baik sekarang kita mengerjakan tugas" ucap Soonyoung dan menaruh perhatian pada bukunya.
Jihoon haya mengangguk dan mengikuti Soonyoung untuk mengerjakan tugasnya.
Skip
Bel istirahat berbunyi, siswa dan siswi yang sedang belajar langsung menghentikan kegiatan mereka dan bersorak senang karena akhirnya mereka bisa terbebas dari tugas angka-angka maupun teori yang membuat kepala mereka serasa mau pecah.
"Wahh Soonyoung kau hebat sekali bisa menyelesaikan tugas Matematika tadi dalam waktu 10 menit pdahal rumusnya susah sekali. Kau pasti sangat pintar" ucap Jihoon dengan nada riang.
"Terima kasih Jihoon" ucap Soonyoung dengan senyum tipis – lagi
"Sama-sama Soonyoung. Kajja kita kekantin akan aku tunjukan arahnya pasti kau belum tahu. Ahh atau kau ingin aku menunjukan seluk beluk sekolah ini?" ucap Jihoon lalu berdiri.
'Tanpa kau memberitahu ku aku bahkan sudah tahu seluk beluk sekolah ini' batin Soonyoung
"Tidak perlu Jihoon kita langsung kekantin saja" jawab Soonyoung lalu berdiri didepan Jihoon.
"Ahh baiklah kajja" ucap Jihoon lalu menarik tangan Soonyoung. Soonyoung hanya mengikuti Jihoon.
Sebenarnya dari tadi dikelas bayak yang iri pada kedekatan Jihoon dengan Soonyoung yang bahkan belum ada 24 jam. Yang iri tentu saja yeoja-yeoja penghuni/? kelas.
Soonyoung dan Jihoon kini sudah duduk berhadapan de meja kantin dengan makanan masing-masing didepan mereka.
Jihoon terus saja berbicara dan Soonyoung hanya menjadi pendengar dan menanggapi jika Jihoon bertanya padanya.
Seperti biasa Soonyoung melihat-lihat sekitar dan benar saja disini bahkan sangat banyak sosok hantu bahkan ada yang duduk disamping Jihoon. Tidak seram bahkan terlihat seperti manusia biasa hanya wajahnya saja yang pucat. Tapi agak aneh sosok tersebut terus memandang Jhon dengan tatapan sedih.
"Young.. Soonyoung" pangil Jihoon.
"Ne" tanya Soonyoung dan menatap Jihoon.
"Kau tidak mendengarku?" tanya Jihoon sambil mempoutkan bibirnya.
"Aku mendengarnya" jawab Soonyoung.
"Tadi aku mengatakan apa?" tanya Jihoon lagi.
"Tentang kau yang sangat menyukai musik dan menjadi ketua klub vokal, benar?" jelas Soonyoung.
"Wahh benar. Kau pendengar yang sangat baik ternyata" ucap Jihoon.
Soonyoung tidak menanggapi dan dia melanjutkan makannya. Jihoon juga melanjutkan makannya yang tinggal setengah itu.
Istirahat telah usai dan mereka masuk kekelas dan mulai belajar lagi.
Skip
Bel pulang berbunyi. Semua siswa dan siswi SSHS keluar kelas dan menuju rumah masing-masing.
"Bye Soonyoung besok kita bertemu lagi" ucap Jihoon sambil melambaikan tangannya.
"Ne" jawab Soonyoung lalu berjalan kearah parkiran untuk mengambil mobilnya.
Setelah dia masuk kedalam mobilnya dia langsung menghidupkan mesin dan menjalankan mobilnya menuju rumah. Dijalan dia masih merenungi kejadian tadi, dimulai dia tidak bisa membaca pikiran Jihoon, dan ada sosok namja yang terus menatap Jihoon dengan raut wajah sedih.
Dia sudah sampai dikediamannya dan langsung memarkirkan mobilnya disamping sebuah mobil berwarna merah yang berada dihalaman rumahnya. Dan dia sangat tahu mobil itu milik siapa.
Kemudia ia keluar dari mobil trsebut dan langsung membuka pintu rumahnya.
"Aku pulang" walupun dingin tapi dia masih memiliki sopan santun untuk mengucapkan salam ketika pulang. Soonyoung lalu melepaskan sepatunya dan menatanya dirak sepatu samping pintu.
"Selamat datang Soonyoungie" jawab seorang namja manis yang tengah duduk disofa ruang tengah dengan menyandarkan kepalanya pada dada seorang namja tampan dibelakangnya.
Yang menjawab tadi adalah hyung Soonyoung – Kwon Baekhyun, dan namja yang menjadi sandarannya itu adalah kekasih Baekhyun – Park Chanyeol.
Soonyoung hanya tinggal berdua dengan Baekhyun, karena orang tua mereka tinggal di Namyangju tempat kelahiran mereka. Soonyoung memilih ikut kakaknya ke Seoul. Dia hanya tidak ingn tinggal bersama orang tuanya karena dia pasti akan merasa bosan, karena orang tuanya hanya malam saja berada dirumah. Itu sebabnya dia pindah dari sekolah lamanya di Namyangju ketika dia tahu kakaknya akan pindah ke Seoul karena dipindah tugas oleh atasannya.
Soonyoung lalu melangkahkan kakinya kekamarnya, bahkan tidak menyapa kedua orang yang berada di ruang tengah tersebut.
"Astga Baek adikmu tidak berubah" ucap Chanyeol.
"Yahh seperti biasa taeap dingi" tanggap Baekhyun acuh.
"Aku heran, kepribadian kalian sangat berbeda, kau pencicilan sedangkan adikmu tidak banyak berbicara." Ucap Chanyeol sambil sedikit tertawa.
"Orang pencicilan ini adalah orang yang kau cintai Chan. Apa kau lupa?" tanya Baekhyun sambil mendongakan kepalanya ke Chanyeol.
"Tentu saja aku tidak lupa sayang. Aku bahkan sangat mencintai orang pencicilan ini" jawab Chanyeol lalu mencium bibir Baekhyun. Pertama hanya lumatan-lumatan kecil tapi semakin lama ciuman mereka semakin panas. Bahkan mereka tidak menyadari jika Soonyoung sudah keluar dari kamar nya dan melihat mereka. Soonyoung hanya memutar kedua bola matanya.
"Berhentilah memakan bibir satu sama lain" ucap Soonyoung dengan nada acuh sambil berjaln mendekati pasangan itu.
Baekhyun yang mendengar suara Soonyoung langsung mendorong dada Chanyeol dan ciuman mereka terlepas. Mereka berdua masih terengah dan mencari oksigen sebanyak-banyaknya. Chanyeol yang sudah bernafas normal melirik Soonyoung sinis.
"Kau iri Soonyoung. Makanya cari pacar sana" ucap Chanyeol.
"Aku tidak iri. Dan aku tidak membutuhkan yang namanya pacar" jawab Soonyoung, dan mendudukan dirinya disofa single sebelah kanan mereka. Chanyeol hanya mendengus mendengar jawaban Soonyoung.
"Soonyoungie tidak makan" tanya Baekhyun mengalihkan pertanyaan agar Chanyeol tidak mengajak adiknya ribut.
"Aku tidak lapar" jawab Soonyoung singkat lalu menonton televisi yang menampilkan acara musik itu.
Baekhyun mengangguk dia tidak memaksa adiknya.
"Bagaimana hari pertama sekolah baru?" tanya Baekhyun lagi
"Biasa saja" jawab Soonyoung. Bekhyun hanya menghela nafas menghadapi sifat adiknya ini.
"Apa disana banyak hantu?" tanya Baekhyun.
"Hn. Setidaknya tidak menyeramkan seperti sekolah lama" jawab Soonyoung. Walaupun Soonyoung dingin tapi dia masih sopan untuk menanggapi orang bertanya.
"Kau sangat hebat Soonyoung bahkan kau tidak takut setiap melihat sosok-sosok tak kasat mata tersebut" ucap Chanyeol yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja.
"Biasa saja" jawab Soonyoung yang masih fokus pada tontonan musik video itu.
'Aisssh jika saja dia bukan adik dari Baekhyun sudah aku terbangkan dia kegalaxy Kris hyung" batin Chanyeol ngelantur.
Soonyoung tahu apa yang dipikirkan Chanyeol tetapi dia diam saja. Baekhyun hany tertawa melihat Chanyeol dan Soonyoung. Walupun soonyoung itu dingin tapi dia sangat perhatian pada Baekhyun. Dan Baekhyun sangat menyayangi adik satu-satunya ini.
Soonyoung sekarang sedang berada dikamarnya. Ini sudah menunjukan pukul delapan malam. Baekhyun juga sedang dikamarnya dan Chanyeol sudah pulang sekitar dua jam yang lalu. Dia masih memikirkan tentang Jihoon dan tentang siapa hantu namja yang melihat Jihoon dengan tatapan sesedih itu. Dia juga masih bingung kenapa dia tidak bisa membaca pikiran Jihoon. Mungkin karena lelah memikirkan hal itu Soonyoung hari ini lebih cepat terlelap dari malam-malam sebelumnya, karena hari ini juga dia tidak diganggu oleh mahluk-mahluk yang masih terikat waktu dibumi.
TBC
Halo-halo maafin Rin yang lama update ff ini, soalnya Rin lagi sibuk ngurus laporan prakerin dan sekarang rin sudah masuk sekolah lagi jadinya mungkin updatenya agak ngaret maaf sekali lagi ya...
Tapi apa masih ada yang nungguin ff ini ya?
Rin gak yakin tapi Rin harap masih ada yang mau baca ya,
Seira Minkyu : terima kasih, ini chapter duanya udah dilanjut semoga ceritanya bagus ya hehe
Blxckorz : ini sudah dilanjut terima kasih sudah mampir
Uhee : nahh itu nanti liat diceritanya aja ya, tapi gak tau dichap berapa dijelasinnya. Ditunggu ya
Dinochanurus : iya ini udah dlanjut
Jeon Jaeri : iyaa udah ditaruhin Soonhoonnya kok
Anggi Wardani751 : iya ini udah dilanjut, tapi belum ada konflik disini
Terima kasih yang sudah read, fav, and follow ff Rin
Oh iya ada yang nonton fanmeet Seventeen?
Rin nggak nonton karena terhalang kota hiks :'(
Yang nonton salamin rink e Hoshi ne :D
oke terima kasih sekali lagi buat yang udah nyempatin baca ff Rin Bye!
