.
-Pretty Woman-
.
.
Seorang gadis berjalan anggun dengan hells pink yang berwarna sama seperti tas dan rok rufflenya, kemeja lengan bishop berwarna putih menutupi tubuh indah gadis itu. Rambut hitam panjang terurai halus, bibir shape m, hidung sempurna dengan mata sipit yang imut, dan sebuah buku bersampul putih bertuliskan ABBA ada di dalam genggaman tangannya. Gadis itu bernama Park Jimin, gadis yang selalu mencuri perhatian setiap orang yang melihatnya.
"Waahhh. Bagaimana bisa ada wanita secantik itu?!"
"Dia seperti malaikat!"
Jimin tersenyum mendapati banyak pujian. Ia memang selalu tampil mengagumkan dengan gaya yang manis dan imut, memiliki logat busan yang ramah, kepribadian yang baik, serta nilai yang baik di setiap mata kuliah. Park Jimin adalah mahasiswa seni pertunjukan dengan program studi musik, ia mengambil Minat utama vocal yang menambah nilai ditingkat sosialnya. Wanita sesempurna seperti Park Jimin tentu merupakan idaman setiap lelaki. Dengan segala kesempurnaan tanpa celah, Jimin dengan mudah menjadi mahasiswa baru yang cukup populer di kalangan mahasiswa jurusan musik.
.
-I Like It-
.
Jimin tersenyum menatap kamera depan ponselnya dan menekan tombol bergambar lensa kamera disana. Satu jepretan foto saja, foto wajahnya terlihat sempurna. Matanya terlihat lebih besar karena kontak lens dan eye liner yang ia pakai, make-upnya sempurna di kamera sehingga ia memutuskan untuk menguploadnya. Baru beberapa menit, like dan komentar sudah membanjiri fotonya. Jimin tersenyum puas.
"Kerja bagus Park Jimin!" ucap Jimin pada dirinya sendiri.
Jimin membaca Komentar berisi pujian kecantikannya, samapi sebuah komentar membuatnya tersenyum, itu komentar dari teman yang kini ada satu ruangan dengannya, dia mengajaknya hang-out bersama. Jimin menatap Jungkook yang tersenyum memperlihatkan gigi kelinci padanya.
"Mau kemana?!" tanya Jimin pada Jungkook yang duduk disebelah Hoseok.
"Makan ayam di Yummy Chicken."
"Ikutlah Jimin!" pinta Hoseok terlihat penuh harap.
Jung Hoseok adalah seniornya di jurusan musik, dia adalah seorang conductor musik yang malah menjadi ketua klub Dance di jurusan tari. Orang-orang sering mengatakan bahwa Hoseok salah masuk jurusan, sama halnya dengan Jimin. Karena sama-sama dari jurusan musik dan ikut klub dance, Jimin sering disebut the next Hoseok, dan lebih lucunya lagi Jungkook yang ada di kelas tari memiliki suara yang bagus layaknya mahasiswa vokal. Mereka bertiga jadi sering disebut 'si salah Jurusan' oleh anggota klub lain. Mereka bertiga menjadi akrab begitu mendapat julukan tersebut. Seperti sekarang ini, mereka memang sering makan bersama setelah latihan.
"waaahhh... enak!" Ucap Jin melahap habis satu porsi ayam demeja.
Jimin terkejut diam-diam, seniornya di minat utama vokal yang terkenal cantik itu sedang makan ayamnya dengan rakus. Seolah dia tak pernah makan berhari-hari.
"Aku akan melakukan reservasi disini saja untuk acara perayaan kelulusan Namjoon." Jin melihat Jimin dan Jungkook bergantian "Kalian ikut datang juga ya!"
Jungkook tersenyum kecut "Tapi aku bukan mahasiswa Jurusan musik!"
"Apa aku berkata hanya anak musik yang boleh ikut?! Teman Hoseok berarti teman Namjoon dan aku juga. Besok aku akan memberikan undangannya pada kalian."
Jin rela mengurus pesta kelulusan namjoon padahal ia sedang tugas akhir. Jimin berfikir bahwa seniornya itu sangat mencintai sang legenda jurusan musik Kim Namjoon. mereka adalah pasangan yang cukup terkenal karena mereka pacaran sejak kim namjoon masuk ke institut. The best Couple di Jurusan musik, Kim Seokjin yang Cantik dengn bekat vokal yang mampu menghanyutkan pendengarnya, dan Kim Namjoon maestro Jenius yang menyelesaikan kuliahnya dalam dua setengh tahun yang membut gempar seluruh institut.
...
Sebuah pengumuman pembagian kelompok untuk ujian bahasa membuat semua siswa angkatan Jimin resah. Karena pembagian terlihat tidak adil ketika satu kelompok anak pintar seperti Jimin dan Tehyung dalam satu kelompok sedangkan mahasiswa yang tak begitu bagus bahasanya dalam satu kelompok sendiri.
"Bagaimana ini?! Kita akan hancur. Bagaimana bisa kelompok tak adil begini?!"
Protes salah satu siswi begitu sang Profesor keluar kelas. Bukan hanya dia tapi hampir setengah dari kelas mengeluh. Melihat keresahan mahasiswa lain terhadap nilainya, Jimin yang kasihan, merasa harus membantu. Ia naik ke podium dosen dan menyalakan micnya.
"Selamat pagi semuanya!" sapaan Jimin sukses membuat semua mata tertuju padanya.
"Saya setuju dengan pendapat beberapa mahasiswa tentang pembagian kelompok ini, dilihat dari sisi manapun ini terlihat tidak seimbang." Pendapat Jimin diiyakan hapir seluruh kelas. "Saya memiliki saran untuk kalian. Karena kelompok tak bisa dirubah, bagaimana kalau kita belajar bersama saja?!"
Seluruh kelas bersorak setuju, dan berteriak memuji Jimin bergantian. Kelas vocal selalu jadi mata kuliah yang menyenangkan begitu Jimin menjadi ketua kelas. Jimin yang dikenal memiliki hati semanis wajahnya, dengan rela mengajari semua mahasiswa. Tentunya dengan dibantu Kim Taehyung, sahabat Jimin.
...
Valentine Day
Hari yang indah ketika ia mendapat banyak cokelat dan bunga di meja yang sering ia tempati. Lalu seorang pria bernama Kim Jungkook, temannya di klub tari menyatakan cintanya. Jimin terkejut ia juga menyukai Jungkook. tetapi entah mengapa terasa sulit untuk menerima Jungkook dihatinya. Ia menatap pintu kaca yang samar masih menampakan dirinya.
"Selain suka apa ada hal lain dariku yang membuatmu suka?!" Tanya Jimin menatap mata Jungkook.
"Itu pertanyaan cukup sulit." Jungkook tersenyum dan berfikir "mmm,, Aku suka senyummu, aku suka ketika melihatmu ternyum membuat orang-orang disekitarmu ikut tersenyum, dan Semakin aku mengenalmu aku semakin banyak melihat hal manis dan mengagumkan dari dirimu yang sebenarnya."
Diriku yang sebenarnya?dalam hati Jimin menertawakan sosok dirinya yang terlihat dikaca.
Bagaimana bisa orang berfikir bahwa ini adalah sosok dirinya yang sebenarnya ketika mereka belum melihat Jimin lebih dekat. Jimin melihat mawar di tangan Jungkook. Ia ingat masalalu dimana hari valentinenya selalu membuatnya patah hati karena setangkai mawar merah seperti yang Jungkook berikan padanya. Jimin menerimanya, Jimin harus menerima Jungkook untuk melupakan mantan kekasih yang membuatnya patah hati. Jika ia tak ingin terlihat terpuruk setelah putus dengan mantannya dulu, Jimin tak cukup hanya merubah penampilannya tapi juga ia harus memiliki kekasih bukan?!. Kekasih seperti Jungkook yang tampan dan banyak disukai senior-seniornya di jurusan tari akan membuat Jimin terlihat lebih baik.
"ne! Nado Joahae! Jeon Jungkook!"
Jimin menerimanya, berharap Jungkook bisa membuatnya merasa lebih baik tanpa mantannya.
Belum lama Para mahasiswa musik angkatan baru patah hati dengan kabar mengenai kencan Kim Taehyung dengan Park Bo Gum seniornya yang merupakan conductor multitalent, Hari valentine ini para mahasiswa jurusan musik kembali patah hati karena kabar resminya Park Jimin pacaran dengan Jeon Jungkook dihari spesial, Valentine.
...
Keputusannya menerima Jungkook terasa tak sia-sia, ia merasa bahagia dengan Jungkook. Jimin berfikir bahwa Jungkook dan dia saling mengerti karena mereka mempunyai selera humor yang sama, hobi yang sama, dan memiliki selera musik dan makan yang sama. Setiap moment bahagia mereka unggah bersama. Memperlihatkan kebahagian mereka ke dunia.
Matahari terlihat akan tenggelam, Jimin berjalan dari gedung musik menuju gedung jurusan tari. Ia mengintip ruangan studio tari dari balik pintu. Ia bisa melihat Jungkook menari mengikuti alunan musik. Jimin masuk dengan senyum manisnya, hanya ada satu kursi diruangan tersebut, Jimin mendekati kursi itu dan duduk. Jungkook berhenti menari, begitu melihat kekasihnya datang.
"Kenapa berhenti?! Teruslah latihan!"
Jungkook tersenyum dan kembali menari dengan gerakan yang semakin mendekat ke arah Jimin, melihat mata Jungkook yang seolah akan memakan Jimin. Jimin bangkit dan menghindar. "yah! mau apa kau!" betak Jimin.
"Park Jimin kemana kau?!" tanya Jungkook terus menari mendekati Jimin yang terus menghindar sambil tersenyum.
"menghindarimu!" Jimin mengeluarkan lidahnya mengejek. Tawa Jimin memenuhi ruangan ketika Jungkook mempercepat tempo tariannaya mengejar Jimin.
Jungkook yang tak mau menyerah kemudian lari dan menangkap pinggang kekasihnya, membuat kekasihnya itu teriak dan tertawa karena jari Jungkook mulai mengelitik perutnya.
"Hajima! Ha ha ha"
Jungkook tersenyum melihat tawa di wajah Jimin. Itu adalah hal paling indah yang pernah ia lihat. Jungkook berhenti menggelitik perut Jimin, tapi tangannya belum berpindah dari perut kekasihnya. Ia sedang memeluknya sekarang, membuat Jungkook bisa mencium wangi parfum Jimin.
"Park Jimin kau harum!"
"Jeon Jungkook kau bau!"
Jimin melepas pelukannya, mendorong kekasihnya menjauh. Jungkook mendengus kesal membuat Jimin tertawa lagi. tiba-tiba musik berganti, Lagu Danger milik BTS terdengar membuat Jimin menunjuk udara dan terkejut, itu lagu kesukaan Jimin. Jimin mulai menggerakan badanya, hanya saja ia tak menari hanya menggerakan bahunya menikmati beat.
"Jimin menarilah!" perintah Jungkook sudah siap dengan poselnya, ia berniat merekam. Jungkook tau bahwa kekasihnya sering menari lagu BTS. Jimin melihat kamera, begitu suara vokal tinggi member terdengar Jimin menyanyikan baitnya, mengangkat telunjuknya ke udara lalu turun ke kamera dan mulai menari, tetapi rok yang dipakainya membuat Jimin membatasi gerakannya membuat Jungkook tertawa. Jimin terus menari sambil menahan tawa.
"Berhenti merekam! Ayo menari bersama!"
Jungkook mematikan ponselnya dan mengambil kemejanya yang ada di atas tasnya. Ia mendekati Jimin dan memakaikan kemeja tersebut di pinggang Jimin. "Berhentilah memakai rok pendek jika ingin bebas menari!"
"Aku bisa pinjam kemejamu seperti ini lagi!" Jimin menggerakan pundaknya mengikuti beat.
Selesai memasangkan kemejanya Jungkook mencium bibir Jimin. Ia gemas dengan tingkah kekasihnya yang menggemaskan. Jungkook memang tipe lelaki yang menyukai gadis aktif dan imut seperti Jimin.
"Stop!" Jimin mendorong bahu Jungkook ketika ciuman Jungkook berpindah ke lehernya. "ini di kampus! Bagaimana kalau ada yang lihat."
"Kita pacarankan. Kenapa memangnya kalau ada yang melihat hm!?"
"Itu terlihat mesum Jeon Jungkook!,,," . Jimin mencoleh hidung Jungkook ",,,Apa kau masih mau latihan?! Aku lapar sekarang!" kali ini Jimin merajuk, sangat imut. Membuat lelaki manapun rela mengikuti segala kemauannya.
.
-Pretty Woman-
.
Selesai kuliah, Jimin dan Taehyung makan siang bersama di sebuah Cake shop yang terkenal enak di sekitar kampus. Mereka memesan makanan, namun karena di dalam penuh, mereka memutuskan makan di meja luar sekalian menikmati pemandangan. Banyak teman klub dancenya yang juga makan disana sehingga mereka bisa semakin ramai. Mereka membicarakan topik pembicaraan yang biasa wanita bicarakan. Apalagi kalau buakan gossip seputar kampus. Itu adalah topik yang menyenangkan untuk dibicarakan bukan?!. Sampai pembicaraan beralih pada Jimin. Teman seklubnya menunjukan Short video Jimin yang menari Danger.
"kalian hanya berdua disana!"
"Apa yang kalian lakukan dengan Jeon Jungkook di studio lusa kemarin Park Jimin?!"
Semua orang tersenyum penuh maksud, dan Jimin tau maksud mereka. Mereka pasti melihat Jungkook yang menciunya di lantai dansa. Semua bersorak begitu melihat Jimin tersenyum bersandar di pundak Tae. Jimin memakan cakenya mencoba mengacuhkan godaan teman-temannya tetang kekasihnya. Senyum Jimin luntur ketika melihat seseorang yang ia kenal keluar dari Coffe Shop elit di sebrang jalan.
"o! Itu Min Yoongi sunbaenim!" teriak seorang gadis yang duduk dimeja sebelah meja Jimin.
"Waaa,,, Min sunbae terlihat semakin tampan."
"Aku melihat dia latihan piano di kampus kemarin dan OMGGGG! Dia sangat tampan dengan pianonya"
Ya! Yoongi oppa memang tampan ketika bermain piano!Jimin terus menatap kepergian Yoongi, ia melihat beberapa orang menyapanya tapi ia terlihat cuek. Oppa tak banyak berubah!.Seketika kue yang dimakan Jimin jadi tak seenak tadi. Hatinya terasa sakit lagi.
.
-I Like It-
.
Jimin melihat daftar orang-orang yang menerima undangan tersebut untuk datang ke pesta Kim Namjoon. Ada nama Min Yoongi dalam daftar orang yang akan menghadiri pesta. Jimin seketika merasa perutnya tak enak. Ia akan bertemu Min Yoongi, mantan kekasihnya. Orang yang dulu selalu mengabaikannya demi gadis-gadis yang sederajat denganya. Mengingat rasa sakitnya, ia langsung mencari pakaian terbaiknya. "TAEEE-AHHH! TOLONG KEMARILAH! BANTU AKU!" teriak Jimin memanggil sahabatnya.
Jungkook terpana melihat betapa cantiknya kekasihnya saat ini. Dengan vintage dress berwarna blue ocean, dengan pita dibelakangnya. Rambutnya dibiarkan terurai rapi, dan yang membuat Jimin semakin terlihat imut adalah kalung hitam dengan lonceng dilehernya. Wajah imut dan manis seperti kucing yang membuat Jungkook ingin menciumnya saat itu juga.
Jimin dan Jungkook tiba dan langsung disambut oleh Jin. Mereka dipersilahkan untuk memilih tempat manapun yang ia suka, lalu Jungkook mengajak Jimin duduk dekat jendela. Beruntung masih ada teman kelas vokal yang Jimin kenal sehingga ia bisa ngobrol bersama. Jimin terus menatap pintu, merasa was-was. Sungguh ia belum siap bertemu Yoongi. Jimin merasakan tangan Jungkook memeluk pinggangnya dan ia menoleh, tapi Jungkook masih asyik mengobrol, dan Jimin terus memaksakan senyumnya mendengar obrolan mereka.
Deg!
Jantung Jimin terasa seperti berhenti saat itu juga begitu melihat Yoongi datang dengan Hoseok. Jimin tak tau kalau Hoseok dekat dengan Yoongi sampai berangkat bersama, fikirannya berkecamuk sekarang, bagaimana kalau Hoseok akan memperkenalkan Yoongi pada Jimin dan apa yang akan Jimin katakan pada Yoongi, berbagai pertanyaan muncul dibenak Jimin. Melihat pergerakan mata Yoongi yang seolah ingin melihat-lihat seluruh tamu, Jimin mengalihkan pandangannya pada ponsel di mejanya.
Jimin tercekat ketika tanpa sadar matanya menatap ke arah mata Yoongi langsung, untuk beberapa detik Dunia terasa berhenti. Jimin ingin bernafas, sungguh. Mata itu, mata yang sering ia tatap dulu. Jimin menatap ponselnya lagi. Apakah Dia mengingatku?Jimin menunduk menatap Jarinya yang terasa dingin Tidak! dia tak akan peduli walaupun dia mengingatku!
"Aku menyukai penampilanmu saat ini. Sangat! Tapi aku juga sangat membencinya karena sejak tadi banyak sekali pria yang menatap kearahmu. Itu menyebalkan!"
Jimin tersenyum, menahan tawa mendengar pernyataan kekasihnya. Meskipun dalam hatinya ia tak ingin tersenyum.
.
.
tbc
.
