Tittle : Stay with Me
Chapter : 2
Cast : Kyuwook and other.
Rated : T+
Genre : Romance, Drama
Warning : GS, typo, aneh, cerita pasaran, DLL
Author : Kim Hae Rim
Disc : They are belong to God, SMent, and themselves. But this fic is mine.
Summary : Saat 2 hati yang sling mencintai bersatu dalam ikatan suci yang disebut pernikahan, akankah tergoyahkan hanya karena kembalinya cinta pertama?
.
.
.
Pagi ini cuaca tidak terlalu cerah. bahkan mendung yang menghiasi langit kota Seoul mulai dimeriahkan dengan gemericik air yang jatuh membasahi bumi. Membuat sepasang pengantin baru yang masih berbaring dikasur empuknya semakin berat untuk terbangun.
Kyuhyun mengerjapkan matanya. Menyesuaikan dengan cahaya temaram yang memasuki jendela besar dikamar mewah tersebut. Dialihkannya pandangannya kesekitar. "Hujan..." lirihnya pelan saat menyadari gorden kamarnya menari-nari tertiup angin. "Hm... Dingin!" Dieratkan pelukannya pada sesosok yeoja mungil yang tengah tertidur nyaman dalam pelukannya. Mata indahnya masih terpejam. Begitupun bibir tipisnya masih tertutup rapat. Hidungnya bernafas dengan tenangnya. Dari wajah imutnya terlihat sedikit rona lelah akibat kegiatan mereka tadi malam.
Dibelainya sayang pipi tirus Ryeowook. Diusapnya bibir tipis Ryeowook yang masih terlihat membengkak dengan ibu jarinya. Kemudian dilumatnya bibir menggoda itu. Hanya sebentar, beberapa detik saja.
"Euunghhh.." Ryeowook menggeliat kecil dalam tidurnya. Sepertinya dia sedikit terganggu karena ulah nakal Kyuhyun yang memang tidak diketahuinya itu. Perlahan dibuka mata caramelnya. Mengerjap beberapa kali. Mencoba membiasakan cahaya yang masuk ke dalam renita matanya.
"Morning chagi!" ucap Kyuhyun lembut. Ryeowook tersenyum manis sebagai jawaban dari ucapan selamat pagi Kyuhyun. Kyuhyun memajukan bibir tebalnya tepat kearah Ryeowook. Ryeowook mengernyit bingung.
"Morning Kiss pooh!" rengek Kyuhyun sok manja.
"Pooh?" Wookie semakin mengernyit kan dahinya.
Kyuhyun tersenyum seraya mencubit gemas pipi Ryeowook. "Pooh... Winnie the pooh! Kau suka beruang madu itu kan? Dan kau mirip dengannya. My Pooh!" jelas Kyuhyun lagi.
"Aku mirip dengan Pooh?" Ryeowook kembali memasang tampang berfikirnya. Benar-benar imut dan menggemaskan. "Maksudmu, aku gendut?" teriak Wookie heboh.
Kyuhyun mendenggus kesal. "Bukan itu maksudku. Kau ini! apa tidak berkaca. Mananya dari dirimu yang gendut?" jelas Kyuhyun seraya memandangi tubuh Ryeowook yang masih tertutupi selimut.
Ryeowook mengerjapkan matanya. "Eh... Benar juga! Lalu?" tanyanya lagi.
"Aku merasa panggilan Pooh itu sangat manis untuk orang ynag juga sangat manis."
Ryeowook berblushing ria mendengar gombalan Kyuhyun pagi-pagi begini. Pooh? Bukankah itu panggilan yang sangat manis?
Kyuhyun mencubit gemas hidung Wookie. "Appo... Kyu..." rengek Wookie.
"Morning Kiss..." Kyuhyun memasang tampang memelasnya. Dengan jar telunjuknya yang mengarah pada bibir teblnya yang sudah mengerucut sempurna.
"Eh? Bukannya tadi kau sudah menciumku, Kyunnie..." tanya Ryeowook dengan tampang polosnya. Memang... tadi saat Kyuhyun menciumnya secara diam-diam, Ryeowook memang merasakannya. Namun antara sadar atau tidak sadar. Hanya mimpi, atau benar-benar terjadi?
"Eh? Aku? Menciummu?" Kyuhyun balik bertanya dengan tampang babbo-nya. Ehm... pura-pura babbo. Seketika otak pintarnya yang mesum itu bekerja. Menunjukkan sedikit belangnya.
"Aigooo... Kau mimpi kucium, Pooh?" Kyuhyun menaikkan alisnya secara bergantian. Mencoba menggoda Ryeowook. Bukannya tergoda atau merasa gugup, wookie malah menunjukkan tampang babbo-nya. Tampang polos tak berdosanya. Dia memasang pose berfikir yang terkesan imut. Mencoba memikirkan ucapan Kyuhyun.
"Akh... Mungkin kyunnie benar. Tadi pasti aku hanya bermimpi." Ucap Ryeowook polos. Tanpa sadar dia sudah dibohongi suaminya yang memiliki otak terlalu mesum ini.
Wookie menatap mata obsidan Kyuhyun dengan mata bulat caramelnya. Membuat Kyuhyun mendesah frustasi. Bukankah tadi dia yang berusaha menggoda Wookie, tapi kenapa sekarang malah dia yang tergoda dengan tampang pols nan imut Wookie.
Chhuuuuuuppppp
"Morning kiss, Kyunnie..."
Ryeowook menyambar bibir tebal Kyuhyun. Melumat bibir itu sekilas dan membuat si empunya terkejut. Ryeowook lagi-lagi hanya tersenyum polos kearah Kyuhyun. Hah... ryeowook benar-benar tidak tau kalau sekarang dia dalam bahaya!
Dipeluknya erat tubuh mungil Ryeowook yang masih berbalut selimut. Ryeowook berjengit kaget. Bukan karena tingkah Kyuhyun yang tiba-tiba memeluknya. Tapi karena dia merasakan kulit mereka bersentuhan satu sama lain. Dia baru sada kalau mereka masih sama-sama dalam keadaan polos tanpa busana. Hanya selimut tebal yang membungkus tubuh mereka berdua. Dan itu membuatnya kembali memanas. Dan pastinya kembali gugup.
Kyuhyun menyeringai setan ke arah Wookie. "Aku kedinginan! Diluar sedang hujan..." ujar Kyuhyun.
Ryeowook mengalihkan tatapannya kearah jendela. "Benar juga. Kenapa aku baru sadar ya? Pantas saja dingin!" Gumamnya. Sekarang gantian Wookie yang mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Kyuhyun? Haiissshh... coba lihat seringai setan yang entah dipelajarinya dari mana. Sebegitu senangnya dipeluk Wookie, eoh?
Sepertinya uri, Ryeowook memiliki sedikit ke-unikan, sama seperti Yesung –kakak laki-laki Ryeowook-. Ingatkan, tadi dia memanas dan gugup begitu bersentuhan dengan Kyuhyun. Kenapa sekarang malah mempererat pelukan suaminya? Kemana hilangnya rasa gugup itu?
"Hm... Baiklah! Kalau begitusekarang ayo kita berbagi 'kehangatan'!" Ujar Kyuhyun penuh arti. Ditatapnya mata caramel Ryeowook. Dan wookie hanya tersenyum sekilas sebagai balasannya. Kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh jangkung Kyuhyun. Menenggelamkan wajah imutnya.
"Apa sudah hangat ,Kyu?" tanya Ryeowook polos.
"Hangat?" Kyuhyun balik bertanya.
"Bukankah kita sudah saling menghangatkan?" Ryeowook menatap kedalam mata caramel Ryeowook. Kemudian mendesah frustasi. Istrinya ini benar-benar polos. Padahal kan yang dia maksud bukan menghangatkan yang seperti ini.
Kyuhyun menarik Ryeowook dari pelukannya. Melepas tubuh yang sudah saling menempel itu. Dibelainya pipi tirus Ryeowook.
"Bukan menghangatkan yang seperti ini, Pooh... Tapi yang seperti ini!" Kyuhyun langsung menyambar bibir tipis Wookie. Ryeowook kaget dengan tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Semua yang ada didirinya kini bukankah sudah sah menjadi milik Kyuhyun, namja tampan tapi evil dan mesum.
"Euunnggghhhh..." Ryeowook mendesah saat ciuman yang awalnya lembut itu berubah menjadi ganas. Ditambah lagi Kyuhyun yang sudah berada diatas tubuhnya, tangan nakal Kyuhyun pun tak tinggal diam. Mulai bergerak menjelajahi tiap inchi tubuh polos Ryeowook.
Kalau bengini, orang sepolos Ryeowook pun mengerti arti dari kata 'menghangatkan' versi Kyuhyun. Ryeowook memukul pelan dada Kyuhyun. Mengisyaratkan untuk melepas ciumannya karena paru-paru Ryeowook mulai menyempit, membutuhkan pasokan oksigen.
Mengerti tanda yang diberi Ryeowook, Kyuhyun pun dengan berat hatu melepas ciuman panas mereka. Ryeowook mencoba meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Sedangkan Kyuhyun sibuk menciumi cuping telinga Ryeowook.
"Kyu... ah... jang...jangan... ah... bilanghh... kau...kau mau... mela...ku..kan hal yang tadi ma...lam...kita...lakukan.. eeuunnggghhh..." Ryeowook berucap susah payah disela-sela kegiatan Kyuhyun yang membuatnya mendesah.
Kyuhyun berhenti dari aktifitasnya. Kemudian menatap satau pada sang istri yang tengah terengah-engah mengatur nafasnya. Keringat mulai membasahi dahi dan tubuh mereka. Ryeowook yang berkeringat dengan nafasnya yang tersengal seperti itu, terlihat sangat menggoda dimata Kyuhyun.
Ditenggelamkannya kepalanya di dada polos Ryeowook karena Kyuhyun memang sudah menyingkap selimut tebal mereka. Hal itu membuat ryeowook semakin gugup, dan jantungnya semakin berdetak cepat. Mendengar detakan jantung istrinya, sepertinya menjadi hal yang disukai Kyuhyun mulai kemarin.
Ryeowook merona malu. Apalagi saat Kyuhyun mengecup dada polosnya yang masih dipenuhi hickey karya Kyuhyun. Hanya sebentar. Beberapa detik saja. Kemudian diarahkannya tangan mungil Ryeowook tepat diatas kepalanya. Mengisyaratkan agar tangan mungil itu mengelus rambut ikalnya. Seolah mengerti, Ryeowook pun mulai membelai lembut rambut ikal Kyuhyun.
"Wookie~ah... Apa boleh sekali lagi?" Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati tiap sentuhan lembut jemari Wookie dirambutnya. tiba-tiba senyum mengembang dibibir tebalnya. detakan jantung Ryeowook kembali berdetak tidak normal. entah kenapa, walau Kyuhyun sangat ingin, tapi dia pasti meminta izin lebih dulu pada Wookie.
"Apa aku punya hak untuk menolak, Kyu? Bukankah aku milikmu seutuhnya?" Ucap Ryeowook yakin.
Ucapan Ryeowook tadi sudah pasti seperti angin surga untuk Kyuhyun. Bukankah itu tandanya Wookie tidak menolak sama sekali, bahkan terdengar pasrah. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan oleh Kyuhyun. Tak perlu menunggu waktu bermenit-menit dia sudah memulai aksinya. Apa mereka tidak merasa lapar sama sekali? Bahkan sekarang sudah menunjukkan pukul 10 pagi waktu setempat. Hah... dasaaarr pengantin baru. *Tampang iri* *ditendang Kyuwook*
.
.
.
keajaiban cinta pertama adalah ketidaktahuan kita bahwa ia tiada mungkin berakhir.
(Kahlil Gibran)
.
1 minggu menjalani hidup sebagai suami istri bersama Kyuhyun, merupakan hal yang membahagiakan untuk Ryeowook. Setiap harinya berusaha menjadi istri yang lebih baik. Saat pagi, Ryeowook akan membangunkan Kyuhyun untuk pergi ke kantor, menyiapkan pakaiannya juga sarapan pagi untuk mereka. Saat Kyuhyun bekerja, maka Ryeowook akan membersihkan rumah mungil mereka. Ryeowook tidak pernah mau menggunakan jasa asisten rumah tangga. itulah kenapa Kyuhyun memilihkan sebuah rumah Mungil nan minimalis untuk mereka tempati berdua.
Sore hari saat Kyuhyun pulang kerja, maka Ryeowook akan menyambut Kyuhyun dengan senyum cerianya. Kyuhyun bilang, senyum Ryeowook adalh obat lelahnya dari bekerja. Tak jarang juga Kyuhyun membawakan sebucket mawar merah untuk istrinya. Bahkan Kyuhyun sering mengajak Wookie untuk makan siang diluar. Mengingat Wookie memang tidak memiliki kegiatan apa pun. Sehingga itulah cara Kyuhyun untuk menghilangkan kebosanan Ryeowook.
namun siang ini, Ryeowook meminta ijin kepada Kyuhyun untuk berkunjung kerumah Eunhyuk, sahabatnya. Dan sekita 15 menit lalu, Wookie tiba dirumah eunhyuk. Sekarang mereka tengah bersantai di teras belakang rumah eunhyuk.
"Wookie-ah... bagaiman rasanya menjadi seorang istri?" tanya Eunhyuk.
wookie menatap heran kearah Eunhyuk. "Bukannya unnie duluan yang menjadi seorang istri? Kenapa tanya aku?" Ryeowook menyeruput teh hangat yang disiapkan oleh asisten rumah tangga Eunhyuk.
"Haiiisshhh... kau ini. Maksud unnie, suamimu itu. Kyuhyun. Bagaimana dia?" tanya Eunhyuk lagi. Kali ini penuh selidik.
"Apanya yang bagaimana? Dia tentu saja sangat baik. Aku kan selalu memberinya makanan yang sehat." jawab Wookie polos.
Pleetttakkkk
Eunhyuk tanpa rasa bersalahnya memukul pelan kepala Ryeowook.
"Unnie... Appo..." Rengek Ryeowook sembari mengusap kepalanya yang dipukul Eunhyuk.
"Ummm...ma..."
Suara cempreng khas anak kecil sedikit mengusik pembicaraan para ibu muda itu. Perlu diketahui kalau Eunhyuk sudah menikah dengan Donghae -sepupu Ryeowook- sekitar 1 tahun yang lalu. Eunwook menoleh kesumber suara. terlihat seorang bey lelaki mungil nan tampan berumur hampir 1 tahun yang tengah mengucek-ngucek matanya dalam gendongan si babby sitter.
"Umm...ma..." ulangnya lagi. Wajah tampannya masih memerah, diakibatkan baru bangun tidur.
"Dong Jae... Sudah bangun, hm?"
Eunhyuk berjalan kearah si babby sitter dan mengambil Dong jae - anaknya dan Dongahe- dari gendongan si babby sitter. "Buatkan susu untuk Dong Jae!" Perintahnya pada si babby sitter. Dan dia hanya mengangguk, kemudian pergi meninggalkan majikannya itu.
Ryeowook berjalan ke arah Eunhyuk yang masih berdiri menggendong Dong jae. "Aiigooo... kau sudah besar Dongie~ah... Tampan seperti appa-mu, ne.." Ryeowook mencubit gemas pipi Chubby keponakannya itu. Dong Jae menggerakkan tangan mungilnya, seolah meminta Wookie untuk menggendongnya. Dengan cekatan Ryeowook mengambil Dong Jae dari gendongan Eunhyuk, kemudian kembali duduk ditempat semula. "KAu merindukan ahjumma,eoh?" Ryeowook mengusap lembut rambut hitam lurus Dong Jae yang tengah duduk tenang dipangkuannya. Dengan susu botolnya yang baru saja diantar oleh babby sitternya.
"Unnie... bagaimana rasanya jadi ibu?" tanya Ryeowook.
Eunhyuk tersenyum manis menatap bergantian ke arah DOng Jae dan Ryeowook. "Benar-benar menyenangkan wookie. Dong Jae selalu membuat kami merasa tertawa, walau kadang juga repot karena di umur dia yang sekarang dia sedang aktif-aktifnya. Tapi, semua terbayar hanya dengan melihat senyumnya saja. Bahkan Donghae ingin cepat-cepat pulang kerumah. Dia selalu merindukan jagoan kecil kami ini." Eunhyuk memajukan tubuhnya ke arah Dong Jae, menyeka susu yang belepotan disekitar bibir tebal dan seksinya. Benar-benar bibir yang mirip dengan Eomma-nya.
"Umm...ma..." celoteh Dong Jae sambil tersenyum manis kearah Eunhyuk. Membuat mata sipitnya semakin tenggelam. Mata yang mirip dengan mata Appa-nya.
Ryeowook dan Eunhyuk hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan Dong Jae. "Makanya, cepat-cepatlah punya anak." Ujar Eunhyuk, terdengar sedikit menggoda.
"Yak... Unnie. Kami baru menikah seminggu yang lalu. bagaimana mungkin bisa cepat!"
Eunhyuk menyeringai ke arah Ryeowook. Ryeowook hanya bergidik ngeri. aneh sekali melihat wajah manis Eunhyuk berubah menjadi mesum seperti itu. "Seringlah melaukukannya. Mungkin akan cepat punya anak." Usul Eunhyuk asal.
Ryeowook terlihat kaku mendengar ucapan Eunhyuk. Sepolos apa pun dia, dia pasti tau maksud dari ucapan Eunhyuk tadi. Sering-sering melakukannya? Bisa remuk badan mungilnya itu. Mengingat Kyuhyun yang diam-diam sama yadongnya dengan pasangan Haehyuk. Kalau sudah melakukannya, Kyuhyun bahkan tidak kenal waktu. 1 ronde hanya dianggap sebagai pemanasan.
"Yak~ unnie. Hati-hati dengan ucapanmu. Kau mau Dong Jae seyadong dirimu? Jangan bicara yang aneh-aneh di depan anak kecil." Teriak Ryeowook kesal. Ditutupnya kedua telinga Dong Jae dengan tangannya.
"Jangan berlabihan. Dong Jae masih kecil dia tidak akan mengerti." ujar Eunhyuk dengan santainya.
Dong Jae hanya mengerjapkan matanya. memandang bergantian ke arah dua yeoja manis itu.
"Dongie~ah... jangan dengarkan ucapan umma-mu, ne!" Ryeowook berbisik ditelinga Dong Jae.
Eunhyuk hanya memutar bola matanya. Sedangkan Dong Jae tengah berusaha melepas cekalan tangan Ryeowook ditelinganya. Uri Wookie benar-benar berlebihan! ckckckckc
.
.
.
Kyuhyun baru pulang dari kantornya. Sekarang jam ditangannya menunjukkan pukul 5 sore. Setelah membaca pesan dari Ryeowook, dia melajukan mobil silvernya menuju kediaman pasangan Haehyuk. Malam ini mereka akan makan malam bersama. Sebelum tiba dirumah Haehyuk, Kyuhyun mampir sebentar ke mini market untuk membeli beberapa cemilan dan roti babby kesukaan Dong Jae. setelahnya dia melajukan lagi mobil mewahnya tepat ke toko Bunga, langganannya. Membawa bunga sepulang kerja untuk Ryeowook sudah menjadi kewajibannya seminggu ini.
ckkittttttttt...
Diparkirkannya mobil silvernya begitu dia sampai dirumah haehyuk. "Aku datang~~~" Teriaknya dari pintu depan rumah haehyuk.
Wookie yang tengah memasak di dapur bersama Eunhyuk, langsung mendatangi sumber suara. Dia sudah sangat hapal dengan suara bass nan seksi milik suaminya itu.
"Kyuu..." Ryeowook berlari dan langsung menerjang tubuh tinggi Kyuhyun.
Kyuhyun mengecup kening Ryeowook, kemudian melumat bibir tipis itu sekilas, setelah Wookie melepas pelukannya. "Merindukanku, eooh?" Godanya, kemudian memberikan sebucket bunga pada Wookie.
"Ne. aku sangat merindukan Kyunnie..." Jawab Ryeowook jujur. SEtelahnya mereka masuk ke dalam rumah Haehyuk. Kyuhyun bergabung bersama Dong jae dan Donghae yang sedang menonton TV, sedangkan Wookie kembali membantu Eunhyuk didapur.
.
.
.
aku tidak perduli dengan teriakan-teriakan yang terus mencaci makiku. yang kufikirkan sekarang adalah aku harus berlari sejauh mungkin dari orang-orang yang terus mengejarku. aku harus berlari sejauh yang aku bisa untuk segera bebas dari kepedihan yang tak berujung.
aku benci harus melakukan ini. tapi aku lebih benci menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri. aku benci saat orang-orang itu memperlakukanku sesuka hatinya. dan merenggut kebahagiannku.
hari ini, jika bukan aku yang mengakhirinya, maka merekalah yang akan mengakhiri kebahagiaanku.
.
.
.
"Kami pulang dulu Hyung. Terima kasih makan malamnya. kapan-kapan kalianlah yang berkunjung kerumah kami, ne." ujar Kyuhyun.
setelah makan malam yang menyenangkan, akhirnya waktu juga yang memisahkan kyuwook dan Haehyuk *Lebaiiii*.
Ryeowook mencium gemas pipi Dong Jae yang tengah digendong Donghae. "Dongie~ah... Nanti main-main kerumah ahjumma, ne. Ahjumma pasti merindukanmu." diusapnya lembut pipi Chubby Dongjae.
"Juh...mma..." Ucapnya polos. kemudian beralih mencium bibir wookie yang tepat berada didepannya.
"Yak... kau ini. kecil-kecil mesum." Kyuhyun mencubut gemas pipi Dong Jae, dan berteriak heboh melihat 'miliknya' dikonsumsi orang lain, sekalipun itu anak umur 1 tahun? -_-"
Plettaakkkk
Eunhyuk menghadiahkan jitakan dikepala Kyuhyun, dan membuat si empunya mendengus sebal. "Kau yang mesum. Dasaar berlebihan." Cibir Eunhyuk.
"Hati-hati dijalan, ne." nasihat Donghae.
"Kami pulang unnie, oppa..." pamit Ryeowook. dan hanya dibalas pelukan oleh Eunhyuk dan Donghae secara bergantian.
"Kami pulang Nonna, hyung..." pamit Kyuhyun. kemudian membawa Wookie masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menjauhi rumah pasangan ikan-monyet itu. #digampar Haehyuk*
.
.
.
"Kyu... Dong Jae sangat menggemaskan yah. Mungkin kalau dia dirumah kita, aku tidak akan kesepian sendiri dirumah." Ujar Ryeowook dengan polosnya.
Kyuhyun menatap sekilas ke arah Ryeowook, tersenyum manis. Dan kemudian fokus pada kemudinya. "Jangan minta Lee junior kalau aku bisa memberimu Cho junior. bahakn lebih menggemaskan dan lebih tampan dari Lee junior itu." Ujar Kyuhyun dengan percaya dirinya.
"Kyunniee~~~~" Ryeowook merona mendengar ucapan Kyuhyun. padahal suaminya ini bukan sekali saja kan berucap frontal dan terkesan err... mesum.
Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah malu-malu Ryeowook. sampai...
"Kyuunnnie~~~ Awas..." teriak Wookie seketika.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya kembali ke jalanan. Dan langsung menginjak rem-nya begitu melihat sesosok manusia melintas di depannya.
Ckkitttttttttttt
Bunyi gesekan antara ban dan aspal pun terjadi. Ryeowook mungkin akan terpenta kalau saja dia tidak menggunakan safety belt-nya.
"Cwenchana?" Tanya Kyuhyun cemas begitu dia berhasil menginjak rem-nya.
"Kyu... apa kita menabrak seseorang?" Tanya Wookie takut-takut. jantungnya sudah berpacu cepat. Mendadak dia menjadi takut dan gugup. Kyuhyun sontak memeluk tubuh Wookie yang mulai bergetar.
"Tenanglah! semua pasti baik-baik saja." Kyuhyun membelai rambut panjang Wookie.
"Kita harus melihatnya Kyu..." Ujar Wookie lagi. Ditatapnya mata obsidan Kyuhyun. Seolah menegaskan bahwa ia baik-bik saja. Tanpa menunggu lama, Kyuwook segera keluar dari mobilnya.
Ryeowook berjenggit kaget melihat sosok yeoja yang tengah terbaring tepat di depan mobil mereka. Hanya jarak 5 cm dari mobilnya, menandakkan bahwa mereka tidak menabrak orang itu. "Kyu... kita harus menolongnya..."
Ryeowook berlari ke arah sosok itu. Kyuhyun pun mengikutinya. karena posisi korban yang tengkurap (?) maka, Kyuhyun pun membalik tubunya. Mata obsidannya membulat sempurna saat tau siapa sosok yang hampir saja ditabraknya itu.
"Miinnniiieee..."
.
.
.
anyyeongg...^^
masih inget sama fict ini?
Mianhee aku telat BANGET up date-nya...
maklum sibuk persiapan lebaran...
hehehehe
mian juga karena chapter ini sedikit aneh...
kependekkan kah?
atau egak puas?
aku buatnya beberapa jam yang lalu, dan ini langsung di post.
jadi kalau banyak TYPO, harap maklum.
jangan hajar aku ya,,,,
XD
nah... diakhir udah ada yang nongol tuh.
cinta pertama...
udah pada tau kan?
aiiggoooo
gk nyangka banyak yg review. malah ada yg follow dan nge-fav lagi...
aku terharu...
#Cipok reader satu-satu
akhir kata, gomawo buat yang Review :
R'wife, Drabble Wookie, ryeohaeme, kyuwook lyna, Kim Ryuna, vebry novita, vebry novita, Guets -Ryeosung Couple YeWook, kyuwooksbaby, dhia bintang, babyryou, Sesha, lee minji elf, rizkyeonhae, Niutt, Widyaflys24, zakurafrezee, harumisujatmiko, choi Ryeosomnia, park min mi, kimryeowii, SparKSomniA0321, Eun Byeol, yoon HyunWoon
Maaf gk bisa bales satu-satu.
tapi, terima kasih teman-teman... ^^
Buat yang merayakan IDUL FITRI
MINAL AIDIN WALFAIZIN y...
sampai ketemu lg setelah lebaran...
*AUTHOR banyak cakap nih...*
