Tittle: I Already Know.
Genre: Fluff, Romance.
Main Cast: SEVENTEEN's Woozi ∞ SEVENTEEN's Hoshi.
Other Cast: Find by yourself~
-Disclaimer: Plots and story are mine, so dont judge and dont be plagitor please...respect the author. if you dont like the story, closetab button is always here for you, xixixi thankies!~~~
-Notes: ANNYEONG! Its the first time i made fanfict with soonhoon as the main cast, xoxo. Maaf kalo aneh, gajelas dan masih banyak typo ya trs romance dan fluffnya ga ngefeel TuT hehehe maklumin author awam ini... hope you like it!:D
.
.
ITS YAOI! BOYS LOVE STORY!
.
.
.
4 pages & 1.008 words
.
.
.
di sarankan untuk mendengarkan lagu Phantom - I Already Know,
dan siapkan kantong keresek masing-masing ya, siapa tau kalian mual abis baca ini:D
.
.
.
© flawxless's present
.
.
.
oOoOo
I don't know but back then, rain fell in my heart
Happiness only avoided me
My love may seem like a coward rather than a war
But you gave me courage, telling me that I could do it
That the world is still warm
Your small hand held my hand tightly
And I won't let it go
oOoOo
.
.
.
"Kau menjauhiku, Soon." Soonyoung tersentak saat melihat Jihoon kini telah berdiri di sampingnya, Soonyoung menoleh untuk melihat kekasih mungilnya yang kini tengah menunduk. "Kau menjauhiku, kau tidak pernah mendekatiku, kau jarang membuat moment denganku lagi sekarang." Ucap Jihoon –lagi, membuat Soonyoung terdiam dan menghela nafas berat.
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, Hoon." Balas Soonyoung tenang tanpa tahu kini Jihoon tengah membulatkan matanya.
"Soonyoung, bodoh." Ucap Jihoon lirih. Kini, Jihoon dalam keadaan berjongkok dengan kedua tangan menutupi wajahnya yang hal itu benar-benar membuat Soonyoung cemas lalu dengan cepat duduk berlutut di hadapan Jihoon. "Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku." Ucap Soonyoung berkali-kali dengan kedua tangan yang membawa Jihoon kedalam pelukannya.
"Soonyoung bodoh, Soonyoung jahat, Soonyoung-"
Jihoon berhenti berbicara, matanya membulat disaat dirinya merasakan sesuatu yang lembut dan sedikit basah menyentuh bibir mungilnya. Soonyoung menciumnya. Hanya mengecup namun hal itu berhasil membuat kakinya lemas dan sontak Jihoon akhirnya jatuh berlutut seperti Soonyoung dengan tubuh yang semakin menempel memeluk Soonyoung.
"Maafkan aku, Hoon." Soonyoung melepaskan kecupannya pada bibir Jihoon, lalu membawa kedua tangannya menyentuh kedua pipi Jihoon, mengelusnya pelan lalu mengecup pipi bulat kekasihnya dengan kilat, membuat darah Jihoon berdesir untuk kesekian kalinya.
"Jangan menjadi pengecut, Soon. Jangan menjauhiku lagi, kau jelas tahu aku tidak pernah suka kalau kau sudah bertingkah seperti itu. Menjadikan Seokmin tameng dan menjauhiku, kau benar-benar jahat." Soonyoung hanya tersenyum kecil memperhatikan Jihoon yang sedang memarahinya dengan bibir yang sering sekali mengerucut. Soonyoung gemas.
"Kau kan juga tahu, aku hanya bisa melakukan skinship denganmu karena kau itu kekasihku. Aku juga sudah berulang kali bilang padamu kalau kau bisa melakukan skinship kapan saja denganku, tapi ternyata kau malah menghindariku terus. Kau menyebalkan sekali. Emangnya aku tidak tahu kalau kau selama ini tertekan karena menahan tidak skinship denganku?" Jihoon masih mengeluarkan kemarahannya pada Soonyoung, tanpa sadar kekasih jahilnya kini sedang duduk bersila dengan kedua tangan menopang dagu.
"Kau sangat menggemaskan saat sedang marah, Hoon. Bibirmu sering kali mengerucut, aku jadi ingin menciummu lalu melumat dalam bibirmu sampai bengkak. Boleh?" Tanya Soonyoung dengan kurang ajarnya membuat Jihoon memukul keras pundak Soonyoung kencang hingga membuat Soonyoung nyaris terjengkang kebelakang.
"Soonyoung bodoh! Aku sedang memarahimu!" Teriak Jihoon kesal lalu menghampiri Soonyoung dan memukul pundaknya keras-keras, bukannya mengaduh kesakitan, Soonyoung hanya tertawa kecil melihat Jihoon yang sangat menggemaskan saat bertingkah seperti ini.
"Hoon." Soonyoung berhasil menangkap kedua tangan Jihoon yang sedang berusaha untuk memukul pundaknya lagi. Soonyoung menatap mata Jihoon dalam dengan tangan yang masih memegang erat pergelangan tangan Jihoon. Soonyoung perlahan mendorong Jihoon, hingga posisinya kini Jihoon berada di bawah kukungan tubuh Soonyoung.
Sekedar info, saat ini mereka sedang berada di dorm, tepatnya di ruangan yang biasa di gunakan Seungcheol untuk berdiskusi/mendisiplinkan member SEVENTEEN yang lain, dan saat ini hanya ada mereka berdua di dorm karena yang lainnya sibuk dengan urusan masing-masing.
"Terimakasih, Hoon." Ucap Soonyoung dengan mata yang masih menatap Jihoon dalam, Jihoon membuang muka untuk menyembunyikan warna merah pada pipinya akibat perlakuan Soonyoung. "Jangan mengalihkan wajahmu dan tolong tatap aku, Hoon." Ucap Soonyoung sedikit memaksa, dan Jihoon mau tidak mau harus menuruti kekasihnya jika sudah bertingkah seperti itu.
"Terimakasih telah memarahiku. Kau akhirnya berhasil membuat keberanian dalam diriku tumbuh kembali, maaf kalau aku sering sekali bertingkah seperti pengecut yang tidak berani untuk mendekatimu bahkan untuk mengobrol denganmu. Terimakasih, karena kau sudah memilihku, sudah mencintaiku dan aku tidak akan pernah melepaskanmu, Hoon. Peganglah kata-kataku, dan akan kubuktikan padamu juga kalau itu bukanlah sebuah janji semata." Jihoon mendengarkan kata-kata Soonyoung dengan mata yang sedikit memerah. Ya, Jihoon sedang menahan tangisnya sekarang.
"Aku mencintaimu, Hoon." Ucap Soonyoung dengan kedua tangan yang kini menggenggam kedua tangan Jihoon, menguncinya erat seakan tangan Jihoon akan pergi jika Soonyoung tidak menahannya.
"Kau tahu jawabanku, Soon." Ucap Jihoon pelan.
"Aku tidak tahu, Hoon. Ayo katakan dengan jelas, aku ingin mendengarnya."
"Tidak, Soon. Kau sudah tahu, jadi lepaskan aku dari kukunganmu ini, masalah akan bertambah jika maknae kita melihat ini, Soon."
"Tidak ada maknae line disini, Hoon. Hanya kita berdua, ingat? Jadi katakan sebelum aku benar-benar melumat bibirmu sampai bengkak, Hoon."
"YA! Berhenti berkata kotor!" Teriak Jihoon yang sudah lelah mendengar kata-kata frontal Soonyoung.
"Aku benar-benar akan membuat bibirmu bengkak kalau kau benar-benar tidak menjawab yang tadi, Hoon."
"BERHENTI KUBILANG!"
BUGH!
Jihoon akhirnya berhasil melepaskan diri, ia berhasil menendang perut Soonyoung dengan kedua lututnya, tidak begitu kencang namun lumayan membuat Soonyoung mengaduh kesakitan.
"AWWWW, YA! JIHOON! KAU TIDAK MENENDANG PERUTKU, KAU MENENDANG SOONYOUNG KECILKU!" Jihoon berlari memasuki kamarnya, menguncinya rapat dan hanya tertawa kencang di dalam kamarnya saat mendengar Soonyoung berteriak kesakitan akibat tendangan Jihoon yang salah arah.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAIIIIIIIIIIIIIII, INI PART 2-NYA YAAA! EHEHEHEHE, setelah ku pikir-pikir kayanya aku bakal ngelanjutin ini sampe lyrics dari Phantom – I Already Know-nya habis hehehehe.
DAAAAAAAAAAN, INI EMANG PENDEK YA. K. JADI JANGAN BERHARAP FF-NYA PANJANG TT_TT wkwkwkwk, selamat membaca lagi! Aku tunggu review berserta kritik dan sarannya!:D
.
.
.
Sincerely,
flawxless
