Hohoho~ Akhirnya Shinji telah melakukannya XD Shinji telah membuat chap. 2 dari fic Hinata Sensation. Yosh! Kalau ada yang mau memberi kritik, saran, pendapat, dan yang lainnya silakan di tumpahkan di dalam kotak yang bernama kotak review. Daripada berlama-lama, mending langsung baca saja XD..

.

.

.

~ Happy Reading ~

_ cerita sebelumnya _

Hinata: "Sudah kuputuskan, aku akan pergi dari rumah. Merubah identitasku menjadi Sho Hiragani. Mungkin, Hinata Hyuuga yang ada di dalam diriku akan kuhilangkan"

Yah~ Hinata telah pergi dari rumahnya dan memutuskan untuk tidak kembali lagi. Hinata juga tidak menjadi Hinata yang dulu lagi, melainkan menjadi orang yang baru yang menjalani hidup dengan bebas!

Hinata Sensation –

~ Hinata P.O.V ~

Aku, Hinata Hyuuga. Tidak! Sosok Hinata Hyuuga kini telah hilang dari dalam diriku. Aku akan menjalani hidupku sebagai Sho Hiragami yang memiliki kehidupan yang bebas! Yah~ seperti yang kalian pikirkan, aku menyamar menjadi seorang pria. Dari kecil, aku tidak pernah berhadapan langsung dengan pria. Oleh karena itu, aku akan menyamar menjadi pria dan menginap di asrama pria juga. Setelah itu, aku akan menjalani kehidupanku dengan bebas!

Duniaku yang baru baru saja akan dimulai. Sesaat aku berpikir, apa mudah menjalani hidup sebagai seorang pria? Yah~ walaupun aku bukan seorang pria tulen, tapi aku akan berusaha untuk menjadi pria dimata mereka. Supaya tidak ketahuan, aku harus merubah sifatku ini dan aku harus mempersiapkan mental juga!

~ End of Hinata P.O.V ~

Kini, waktu menunjukkan pukul enam pagi. Hinata, bukan! Tapi Sho telah bersiap-siap untuk menuju ke sekolah dia yang baru. Konoha Gakuen High School, Sho akan bersekolah disana. Seperti yang kalian tahu, Sho adalah Hinata. Tentunya Hinata sudah menyiapkan semuanya, agar menjadi Sho sejati. Mulai dari rambut, alat untuk memperkecil ********, dan hal yang lainnya untuk menjadi seorang pria.

Kini, Hinata sudah sampai di sekolah tersebut. Belum sampai seutuhnya, baru sampai di halaman sekolahnya. Sepertinya Hinata dalam sosok Sho ini kebingungan kemana arah masuk ke sekolah tersebut. Sho memutari halaman tersebut, tapi tetap saja tidak mengetahui pintu masuk sekolah. Lalu…

BRUUUKK!# suara jatuh siapa tuh? Seseorang telah menimpa Hinata dalam bentuk Sho! Siapa yang jatuh ya?

"Aduh~" rintih Sho-Hinata. Posisi mereka saat itu adalah Hinata bagian bawah yang sedang tengkurep ditimpa oleh orang yang sedang duduk di atasnya yang baru saja terjatuh dari pohon.

"Gomen" kata orang tersebut yang bernama Naruto. Naruto masih tetap duduk di atas Hinata tanpa berpindah tempat sama sekali. Malahan dia hanya cengar-cengir tak karuan.

"Minta maaf sih udah, tapi kenapa kau masih duduk di atasku! Berat tau!" kata Hinata mendendang Naruto dengan kakinya sehingga Naruto sedikit terpental dari tempat tersebut.

"Baiklah~" kata Naruto berpindah dari tubuh Hinata ke tempat lain. "Oh ya, aku Naruto Uzumaki. Salam kenal! Namamu siapa?" Tanya Naruto yang sudah mengulurkan tangannya.

Hinata menyambut tangan tersebut dan memperkenalkan diri juga. "Aku Hi.. eh! Sho Hiragani. Salam Kenal juga!" jawab Hinata bersemangat. Sedangkan Naruto hanya tersenyum melihat tingkah Hinata.

"Ya, aku baru pertama kali melihatmu. Mukamu asing, apa kau orang baru? Dari klan Hyuuga ya?" Tanya Naruto membuat Hinata kaget. Yah~ teman Naruto ada yang salah satunya dari klan Hyuuga. Naruto bertanya hal itu karena Sho memiliki mata dari klan Hyuuga.

"Ti..tidak, eh, tapi iya. Mamaku dari klan Hyuuga, papaku dari klan Hiragani. Mataku keturunan dari mama dan sisanya dari papa" jelas Hinata, Ia berdiri dari tempat Ia jatuh dan membersihkan pakaiannya yang kotor.

Hinata dalam bentuk Sho menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia tersesat di suatu halaman sekolah yang ia tidak kenal. Yah~ selama ini Hinata selalu berada di dalam rumah tanpa pernah keluar sama sekali. Jadi, baru kali ini dia mengenal dunia luar. Tapi Hinata bercerita bahwa dia dari luar negeri, makanya tidak tau jalan di kota itu. Naruto menaggapinya dan membantu Hinata menuju ruangan yang Hinata cari.

Akhirnya mereka telah sampai tempat tujuan. Naruto meninggalkan Hinata di tempat itu. Hari pertama Hinata sudah bertemu dengan pria yang sesungguhnya. 'Jadi begitu ya pria yang sebenarnya' batin Hinata menerawang.

Hinata masuk ke ruangan tersebut dan berbicara kepada kepala sekolahnya. Kepala sekolah tersebut bernama Tsunade, Hinata menceritakan asal dia dari mana dan semua hal kebohongan yang lainnya. Tsunade menanggapinya, karena Hinata tidak punya tempat tinggal, jadinya Hinata tinggal dia asrama pria yang tempat tinggalnya khusus untuk seorang pria.

"Kamarmu ada di lantai tiga nomer sepuluh ya. Jangan sampai tersesat" kata Tsunade memberitahu dimana kamar Hinata berada. Hinata langsung menanggapinya dan keluar dari ruang kepala tersebut. Tapi sebelum keluar, Hinata mengucapkan terima kasih kepada Tsunade atas semuanya.

Hinata telah berada di luar ruangan. Sekarang ia mau mencari kamarnya tersebut. Keliling-keliling, naik tangga ke lantai satu, mencari ke tangga berikutnya, mencari terus, melihat nomer kamar, naik ke lantai dua, dan mencari ke tangga berikutnya. Kini, Hinata tersesat di lantai dua. Dari tadi mengelilingi tempat yang sama. Untungnya dia bertemu dengan pemuda yang baik hati yang mau membantu dia mencari tangga berikutnya.

Tampangnya keren, tapi sepertinya agak jutek, tapi walaupun begitu dia tetap membantu Hinata. Akhirnya Hinata menemukan tangga menuju lantai tiga. Untung dia bertemu dengan pemuda yang baik hati itu. Kalau tidak dia akan tetap seperti it uterus sampai malam. Sekarang Hinata naik di lantai tiga, menaiki tangga, lalu…

'Neji-nii' Oh tidak! Hinata bertemu Neji di tangga. Tapi tidak perlu khawatir, hanya melewatinya saja pasti dia tidak akan mengetahui bahwa dia itu Hinata. Cuma tinggal lewat, lagian bentuk Hinata kan sudah berubah, tidak akan ada yang mengetahui bahwa dia Hinata. Tapi ka nada satu yang tidak berubah…

"Kamu.." kata Neji tiba-tiba.

Karena Neji berbicara, Hinata pun berhenti dan menunjuk dirinya sendiri dan berkata 'aku' dalam bentuk pertannyaan. Neji berkata ia akan pertanyaan Hinata tersebut. Hinata agak takut berbicara dengannya, karena takut ketahuan kalau dia itu Hinata. Neji bertanya sesuatu tentang matanya itu. Apa dia keturunan klan Hyuuga, karena dia memiliki mata yang sama dengan Klan Hyuuga.

Hinata bercerita sesuatu yang mirip ceritannya yang ia ceritakan kepada Naruto. Dan Nejipun menanggapi cerita tersebut, Hinata juga bercerita tentang yang lainnya. Tentunya semua kebohongan yang telah ia buat. Dan dengan percayanya Neji mempercayai hal tersebut. Setelah pembicaraan mereka selesai, Hinata langsung saja mencari kamar dimana ia akan tempati.

'Fiuh~ untung Neji-nii mudah percaya' batin Hinata mencari kamarnya tersebut. Hinata sekarang telah menemukan kamarnya tersebut. Ia memasuki kamarnya dan menemukan kamar yang berantakan. Tenyata dia punya teman sekamar yang beranmtakkan. Tapi sepertinya orang tersebut sedang mandi. Langsung saja Hinata membereskan barang-barangnya. Ia memasukkan semua alat yang Hinata bawa ke dalam lemari yang telah disediakan. Setelah barang-barang Hinata rapih semua, Hinata merapihkan barang-barng milik orang berantakkan tersebut.

"Haa~ kalau begini kan jadi enak dilihatnya" kata Hinata melihat sekelilingnya yang sudah rapi. Hinata menuju ke kasurnya dan tiduran di sana. Memeluk guling dan memikirkan siapa yang akan menjadi teman sekamarnya nanti.

Waktu berlalu lima menit, kini orang yang berantakkan tadi sudah keluar dari kamar mandi. Orang tersebut heran melihat kamar yang sebelum ia tinggali berantakan sekarang sudah rapi seperti itu. Lalu dia melihat orang yang sedang tiduran di kasur sebelahnya.

"Sho" kata orang tersebut. "Jadi dia yang membereskan kamar berantakkan ini. Sebagai seorang pria, dia rapi juga ya. Tak menyangka. Oh! Sebaiknya aku bangunkan dia. Mungkin dia mau mandi"

Naruto membangunkan Hinata dengan kasarnya. "Hei kau! Jangan tidur aja!" teriak lelaki yang bernama Naruto tersebut. Naruto melemparkan bantal miliknya ke muka Hinata. Untungnya wig yang digunakan Hinata tidak lepas karena hantaman keras itu.

Tapi alhasilnya Hinata sekarang sudah bangun. Hinata terbangundari tidurnya yang tidak panjang tersebut. Hinata melihat siapa orang yang telah menggangu tidurnya itu.

"Naruto!" kata Hinata setengah kaget. Apalagi sekarang Naruto sedang bertelanjang dada. Yah~ habis mandi naruto memang suka telanjang dada. Apa yang dirasakan Hinata sekarang? Deg-degan yang ia rasakan itu telah membuat pipinya memerah dan akhirnya pingsan di tempat.

"Hei kau! Udah dibangunin malah tidur lagi!" kata Naruto. Ia heran dengan Hinata yang telah tertidur lagi. Padahal sebenarnya Hinata pingsan. Itu juga karena Naruto.

Hinata tertidur lagi. Ternyata sudah cukup lama Hinata tidak membaca masa depannya sendiri. Yah~ tapi Hinata mau menjalankan hidupnya tnpa mengetahui apa masa depannya. Biarlah waktu yang menentukan apa masa depan yang akan ia lakukan nanti.

Paginya~

"Hei Sho! Bangun!" teriak Naruto. Sepertinya ia juga membangunkan Sho dengan cara yang sama. Akhirnya Hinata terbangun dari tidurnya. Dia melihat Naruto yang sudah rapi memakai seragam sekolah.

"Sekarang jam berapa?" Tanya Hinata mengucek matanya.

"Jam 6.30. Kau harus cepat, kalau nggak kau akan terlambat masuk sekolah di hari pertamamu" kata Naruto sambil memakai dasinya dan mengambil tas di kursinya.

"APA!" Hinata langsung saja bangun dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Tapi karena kelupaan sesuatu, Hinata kembali keluar untuk mengambil pakaiannya. Lalu masuk ke kamar mandi lagi.

"Aneh" kata Naruto keluar meninggalkan kamar tersebut.

Hinata yang berada di kamar mandi dengan cepatnya melakukan sesuatu yang harus ia lakukan. Sudah dikatakan dari awal, Hinata itu cepat! Dia bisa melakukan semua pekerjaannya dengan cepat. Yah~ Hinata kini telah selesai mandi dan sekarang ia menggunakan pakaiannya, merapihkan wig, menyiapkan buku pelajaran, dan langsung keluar dari kamar!

Lari! Lari! Lari! Hinata ternyata dapat menyusul Naruto. Hinatalah yang sampai duluan di sekolah daripada Naruto.

'cepat juga tuh anak' pikir Naruto.

Kelas~

Wali kelas kelas yang akan di tempati Hinata adalah guru Kakashi. Guru tersebut sangat baik kepada murid-muridnya. Yah~ Kakashi memperkenalkan Hinata kepada murid-murid di kelasnya tersebut. Hinata berkenalan sebagai Sho, bukan sebagai Hinata. Dan murid disana mudah percaya. Sesi perkenalan sudah selesai, sekarang waktunya sesi belajar.

Sekarang sesi belajar telah selesai, waktunya untuk istirahat! Anak-anak langsung menyerbu menuju Hinata dan menanyakan hal-hal yang berbeda. Seperti… 'Kamu asalnya dari mana?' lalu, 'Kamu sudah ada orang yang disukai nggak?' yang seperti ini juga ada, 'Kau pria atau wanita? Mukamu mirip seperti wanita sih, jadi seperti pria cantik' Yah~ memang aneh. Tapi Hinata bisa menjawab itu semua dengan lancar.

Setelah melewati hari-hari tersebut, akhirnya waktu untuk pulang sudah tiba. Ada orang yang mengajak jalan-jalan, tapi Hinata tidak mau ikutan. "Gomen, hari ini aku tidak bisa ikut" kata Hinata langsung saja pergi.

Hinata memutuskan untuk langsung kembali ke kamarnya. Semua orang yang Hinata kenal pada mau jalan-jalan. Jadi Hinata bisa bebas berada di kamar sendirian. Naruto nanti juga tidak ada di kamar. Kemungkinan mereka akan pulang malam.

Yah~ ada suatu pekerjaan yang harus Hinata lakukan. Yaitu, membeli alat-alat khusus pria! Kini Hinata sudah menjadi pria, ia juga harus menggunakan semua perlengkapan pria. Tapi yang ia bawa hanya perlengkapan untuk menjadi wanita. Yah~ Hinata akan pergi untuk membeli perlengkapan tersebut.

Jalan~ Jalan~ Jalan~

Alat-alat sudah terpenuhi. Tapi ia membeli semua alat itu dengan sosok Hinata. Jadi, banyak pedagang yang menanyakan untuk pacarnya ya? Dan Hinata hanya mengangguk saja.

"Semua sudah selesai! Waktunya kembali ke asrama!" kata Hinata dengan bangganya. Ia jalan ke jalanan yang cukup sepi. Tapi sepertinya ada yang mengikutinya dari belakang. Hinata yang menyadari bahwa itu adalah bodyguard keluarganya langsung saja berlari. Tentu saja para Bodyguard tersebut juga ikut berlari.

Lari~ Lari~ Lari~

Hinata terus berlari untuk menghindari para bodyguard tersebut. Tapi karena dia tak tau arah, Hinata malah terjerumus ke dalam jalan buntu.

"Nona Hinata, akhirnya kami menemukanmu. Kau tidak bisa kabur lagi sekarang" kata salah satu bodyguard tersebut. Baru saja Bodyguard tersebut mau menangkap Hinata, seseorang telah menolongnya.

"Tidak sepantasnya kalian melakukan tindakan tidak terpuji itu!" kata orang tersebut. Ia melompat dari tempat pijakannya dan menolong Hinata kabur dari tempat tersebut. Mereka berhasil kabur? Tentu saja!

Orang itu berhasil menolong Hinata dalam keadaan selamat~

'Na..Naruto' batin Hinata.

"Terima ksih atas semuannya!" ucap Hinata membungkuk 90 derajat. Naruto hanya tersenyum dan menanyakan apa yang sebenarnta terjadi. Hinata menceritakan sesuatu kebohongan lagi. Benar-benar, Hinata telah berbuat kebohongn lagi! Lalu, sekarang Hinata yangbertanya, kenapa Naruto bisa menolongnya.

"Jadi begini ceritanya…"

FLASHBACK

"Naruto! Kau kenapa?"

"Nggak, sepertinya tadi aku melihat ada seorang gadis dikejar oleh segerombolan pria berpakaian hitam"

"Kalau begitu kau harus menyelamatkannya"

"Baiklah!"

FLASHBACK End

"Oh, jadi begitu. Makasih atas semuannya" Hinata bangkin dari tempat duduknya. Hinata sudah memutuskan untuk kembali ke asrama sekarang.

"Yah~ mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Tapi, aku akan memberitahukan sesuatu yang sangat penting"

"Apa itu?" Tanya Naruto ikut-ikutan berdiri.

"Kebahagiaan adalah masa depanmu. Kalau gitu, selamat tinggal!" Hinata langsung berlari meninggalkan Naruto yang bingung dengan ucapan Hinata.

"Hmm~ sudahlah!" Naruto kembali kepada teman-temannya lagi…

_ Hinata P.O.V _

Aku kembali ke asrama sebelum Naruto pulang. Langsung saja aku merapikan semua alat-alat yang telah kubeli. Mumpung nggak ada orang, aku mau menjadi Hinata untuk sementara waktu. Aku melepas wigku dan tergerailah rambutku yang panjang tersebut.

Lalu, aku tiduran di ranjangku. Aku berpikir, apa suatu hari akan ada yang menyadari kalau aku ini perempuan ya? Tapi itu tidak penting! Ternyata susah juga menjalani hidup sebagai pria. Tapi, baru kali ini aku tau bahwa pria itu ernyata menyenangkan juga. Sudah lama aku berpikir, aku memutuskan untuk menjadi Sho kembali. Aku berjalan ke cermin untuk emulai memasang wig yang biasanya aku pakai. Tapi, tiba-tiba ada yang membuka pintu…

_ End of Hinata P.O.V _

'Tidak! Naruto melihatnya! Naruto mengetahui wujudku yang sebenarnya'

"Sho… Kau…"

To Be Continue

Yaha! Cukup sekian saja cerita di chapter dua ini. Bagaimana menurut kalian? Pendapat, saran, kritik silakan tumpahkan semuannya di kotak yang bernama review. Silakan tunggu chap berikutnya XD

Oh ya! Ini balesan review dari Shinji untuk yang sudah meriview chap pertama…

Mitsu-Tsuki: Salam kenal juga Mitsu-san XD

Arigatou XD

Yap! Aku akan mencobanya di cahp berikutnya :D

Arigatou udah mau review ^^

Lucky-Human: Arigatou Lucky-san

Oke! _^

Arigatou udah di review ^^

Yah~ ternayat memang susah dapet review, tapi walaupun riviewnya sedikit, Shinji akan tetap melanjutkan fic ini XD Mudah-mudahan yang kali ini banyak review# berharap. Ah! Sudahlah! Waktunya pergi. Jaa~!

Kotak Riview

.

.

.

.

.

V