FLASHBACK PT 1
"kenapa? kau menyukai ku ya?" tanyanya tepat pada sasaran
"h-hah? menyukaimu? aku normal tau!" balasku bohong
"Jangan berbohong, aku tau kamu gay, its okay aku juga gay.. dulunya" akui nya dengan jujur
"o-ohh.. lalu sekarang? kau normal kan? punya pacar?" tanyaku hati hati
"pacar? ya, aku punya, Krystal Jung pacarku, dia cantik sekali, aku menyayanginya. Kalau kau? Punya pacar?" jelasnya jujur
Sakit hati sekali saat dirinya memuji orang lain di hadapanku. Ughh.. rasanya ingin kembali kerumah.
"O-oh.. begitu... t-tidak aku tidak punya pacar, aku sedang menunggu seseorang" Jongin membalas pernyataanku dengan mulutnya yang dibentuk huruf O, kupikir itu cute.
"aku pergi dulu ya, kekasihku memanggil" bisa kulihat dari kejauhan, Kekasihnya yang bernama Krystal Jung itu mengisyaratkannya untuk mendekatinya
Lalu Jongin pergi dan mendekati kekasihnya, mereka berpelukan dan Jongin mencium pipi pacarnya.
Sungguh sakit...
.
.
.
.
.
SEHUN POV
Bel pulang sekolah baru berbunyi 5 menit yang lalu, tandanya pulang sekolah. Bel pulang sekolah adalah salah satu musik favorite para murid, kurasa. Karena setelah pulang sekolah mereka bisa bebas pergi kemana saja atau pulang kerumah bertemu keluarga.
"wah hujan" aku menyadari setitik air dari lain yang mengenai hidungku, aku mengelap wajahku dengan lengan baju.
Rintik rintik hujan yang tadinya kecil menjadi besar, memaksa semua orang yang sedang berlalu lalang untuk berlindung di halte bus atau masuk ke cafe. Aku sendiri memilih untuk berlindung disalah satu gerai bubble tea yang ada didekatku. Tiba tiba hujan serasa berhenti karena aku tidak merasakan air hujan lagi di atas kepalaku, aku menengok keatas
Payung
Seseorang memayungiku
Aku memberanikan diri menengok ke samping untuk melihat siapa yang telah baik hati memayungi diriku
Ternyata..
Kim Jongin
Hatiku bergejolak senang. Ingin rasanya aku terbang ke atas menembus awan awan dan melawan hujan di langit. Aku tersenyum lebar sampai pipiku terangkat sekali keatas, aku menundukan kepalaku menyembunyikan semburat merahku di pipi
"kau tidak bawa payung?" tanya si tampan-Kim Jongin itu
"a-ah tidak, kukira hari ini cerah makanya aku tidak membawa payung" jawabku setengah malu. Padahal berita tadi pagi, seoul mendung berawan. Aku merutuki jawaban bodohku ini.
"Hei, apa kau suka bubble tea?" tanya si tampan aka Kim Jongin
"y-ya" jawabku gugup
Jongin menarik tanganku ke meja yang terletak di pinggir gerai bubble tea itu, aku duduk didepannya sementara ia memesan bubble tea yang tadi kutitip padanya. Sungguh aku ingin mencium pipinya sekarang juga, dia kembali duduk didepanku dengan tangannya yang menumpu wajahnya dan menatap kearahku, tatapannya membuat semburat merah di pipiku muncul. Sialan.
"jadi.. ceritakan dirimu" celetuknya memecah keheningan diantara kami berdua
"maksudmu?" tanyaku kurang mengerti. Otakku lemot kalau berhadapan dengannya
"ya, kisah hidupmu"
"oh, aku lahir 12 april 1994 dari keluarga Oh, bersekolah di Seoul International School dari playgroup sampai SMP dan sekarang bersekolah di SM Star High School" jelasku sambil menyeruput bubble tea yang tinggal setengah, bubble tea ini enak.
"oh begitu, kudengar SIS bagus, kenapa kau tidak melanjutkan disana?" tanyanya denga raut muka penasaran
"Jarak rumahku ke SIS jauh, makanya aku pindah sekolah setelah lulus SMP, lagi SM Star School juga bagus kok"
"Oh begitu" jawabnya singkat sambil menyedot bubble teanya sampai habis. Aku terkagum, dia bisa minum minuman dingin diwaktu dingin seperti ini dalam 5 kali teguk
"Kalau kau sendiri? Bagaimana kisah hidupmu?" tanyaku penasaran. Seru sekali bukan jika mendengar kisah hidup dari seseorang yang kita suka, terasa seperti kita teman yang sangat dekat dengannya
"Aku Kim Jongin lahir 14 January 1994 dari keluarga Kim, hidupku penuh dengan kebahagiaan dan kasih sayang sampai sekarang. Aku bersekolah di EXO International School dari playgroup sampai SMA kelas 2 lalu pindah ke SM Star High School dengan alasan, aku ingin belajar mandiri dengan cara tinggal sendiri di apartemen keluarga, kebetulan apartemen keluargaku dekat dengan SMSHS dan jauh dari EIS, makanya aku pindah kesini" jawabnya panjang lebar menceritakan kisah hidupnya, tak salah aku memilih pacar idaman seperti dirinya, dia mandiri dan aku suka orang mandiri
Hujan telah reda, Jongin berpamitan pulang padaku 5 menit yang lalu. Aku sendiri sedang berjalan pulang kerumah, rasanya ingin kupeluk boneka kesayanganku, si Pinku Pinku. Sore ini adalah sore terbaik yang pernah kualami, aku tersenyum senyum terbayang kejadian sore ini di bubble tea bersama Kim Jongin.
.
.
.
.
Kini aku berada dirumah menyantap makan malam bersama keluargaku. Kakakku Oh Xiumin sedang membicarakan masalah kuliahnya, sesekali ayah dan ibu tertawa juga karena tingkah laku adikku Oh Hayoung. Inilah gambaran keluarga yang penuh kebahagiaan, menghabiskan waktu untuk canda tawa serta keluh kesah bersama keluarga tersayang. Aku sungguh bersyukur memiliki mereka, mereka yang peduli terhadapku
Aku bisa merasakan hpku bergetar, aku membuka pesan tersebut dan membacanya, dahiku mengeryit melihat pesan pertama dari nomor yang tidak dikenal
"Hei apa yang kau lakukan?"
"Ini aku Kim Jongin"
Aku tersenyum melihat pesan kedua, aku segera membalasnya
"Aku? habis makan dan merenung di balkon kamar (ins emoji grins)"
"Apa yang kau renungkan?"
'Tentu saja kau' ucapku dalam hati
"Aku merenungkan seseorang"
"Oh, haha. Hei Sehun, apa kau tau kado yang pas untuk seseorang spesial?"
'Kira kira siapa someone specialnya?'
'ah, tentu saja pacarnya'
"Kau beri saja dia bunga dan bubble tea, mungkin? hahaha"
"Oh begitu ya, akan ku pertimbangkan"
.
.
.
.
"Kenapa kau tidak membalas pesanku semalam?" sebuah suara mengagetkan ku, ternyata si Kim Jongin disampingku, wajahku memerah lagi
"Ah, itu.. maaf aku ketiduran hehe" jawabku sedikir meringis dan menggaruk kepala belakangku yang tidak gatal sebenarnya
"JONGINNIEEEE" sebuah suara mengintrupsi kami berdua, perempuan itu lebih tepatnya pacar Jongin, bergelayut manja di tangan Jongin. Aku hanya bisa melihat mereka dengan cemburu dan iri terhadap yeoja itu
"Jonginieee ayo kekantinn~ aku lapar" rajuk pacar Jongin itu yang entah aku tidak tau namanya
"Ah, baiklah. Oh ya, sehun maaf ya aku harus menemani Krystal ke kantin, sampai jumpa nanti!" jawabnya halus dan pergi berjalan bersama Krystal. Bisa kulihat Krystal tersenyum miring kepadaku, kenapa dia?
Aku melangkah gontai masuk ke dalam kelas, kelas dalam keadaan gaduh ini sama sekali tidak menggangguku, aku duduk di bangku pojok dan terdiam masih memikirkan hal tadi, Krystal dan Jongin.
Pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran Kim Sonsaengnim, guru favoriteku. Biasanya aku mendengarkan ocehannya, kali ini aku menulikan telingaku, memandang Kim Saem dengan tatapan kosong tanpa bergerak sedikitpun
.
.
.
.
Kini aku berada di koridor menuju ke kamar mandi, 5 menit yang lalu aku izin ke Kim Ssaem untuk izin ke toilet
"Krystal-ah, jawab aku" sebuah percakapan terdengar sampai ke telingaku, aku mengandap endap dan mengintip seperti stalker. Disana ada Kris Wu dan Krystal? PACAR JONGIN? apa yang mereka lakukan? Aku akan mendengarkan mereka
"Baiklah aku menerimamu, Kris" jawab Krystal sambil tersenyum
"jinjja terimakasih baby, you're mine, now" Kris memeluk Krystal dan Krystal membalasnya. Apa ini? jadi Krystal selingkuh? Bagaimana bisa?! Dia kan pacar Jongin? Bolehkah kukatakan dia playgirl? Dia berselingkuh dibelakang Jongin! Aku harus memberi tau Jongin tentang ini
Aku berlari di koridor sekolah menciptakan suara gaduh disepanjang koridor yang sunyi ini, aku kembali ke kelas dengan nafas tak beraturan dan kembali duduk di kursi, bisa kulihat teman temanku melirik aneh kearahku seperti habis dikejar petugas polisi.
Aku tak mempedulikan mereka, yang ada dipikiranku sekarang adalah memberitau Jongin setelah pulang sekolah, kalau Krystal berselingkuh dengan Kris!
.
.
.
.
.
"Kim Jo-" teriakku saat melihat Jongin berjalan ke arah parkiran motor, tetapi kata kataku terpotong saat melihat Krystal menghampiri Jongin, sepertinya mereka pulang bersama. Ugh.
Rencana gagal.
Musnahlah kau Krystal!
Aku memutuskan untuk memberitau Jongin besok saja disekolah. Aku melangkahkan kakiku gontai pulang kerumah, suara motor menggangguku, aku menoleh dan melihat Jongin memboncengi Krystal
Sakit
Bolehkah aku teriak cemburu dihadapan mereka berdua?
Ugh..
Aku tetap berjalan sendirian pulang kerumah dengan rasa kesal yang membuncah di dada dan pikiranku
.
.
.
.
TBC
HEHEHEHE(?)
ADUH MAAF YA BARU UPDATE T_T sibuk dan buntu pikiran ;-;
Kemarin pertama update, aku dapat komen katanya ff aku gak jelas :( yakalo gak jelas gak usah di baca mbak :( komen itu sepat buat aku down dan aku baca review positif dr kalian lalu aku senang dan lanjuti ff ini walaupun dikit :|
Aku harap kalian masih suka sm ff aku ini ya! :D
Bakalan ada 1 / 2 chap lg soalnya aku bikin cepat, sengaja. Kalo banyak respon positif diakhir cerita, aku buatin sequel :)
TOLONG JGN BENCI KRYSTAL YA ;-;
NO BASH NO FLAME NO PLAGIATOR!
