Hallo~ Mitsuki here... Ya langsung aja nyokk...

Disclaimer : Vocaloid bukan punya Mitsuki

Happy Reading~

Len POV

Aku yang tadinya hanya berjalan menuju sesuatu yang berwarna merah, bertemu dengan seorang gadis muda berjubah merah yang baru saja diserang oleh para penjahat yang berkeliaran di sekitar hutan.

Para penjahat tersebut berhasilku kalahkan dan hanya mendapat luka kecil.

"Ukh..."

"Ah, maaf... Tunggu, sebentar lagi selesai kok."

Oke, bukan luka kecil melainkan luka yang cukup dalam di tangan kiriku. Gadis berjubah merah itu membalut luka ku dengan perban putih secara perlahan di sebuah pohon besar yang rindang.

"...Terima kasih..." ucapku sambil memegang lengan yang baru saja dibalut oleh perban.

Ia menggelengkan kepalanya lalu berkata,
"Aku yang seharusnya berterima kasih..."

Lalu kita berdua diam sesaat sampai akhirnya ada suara yang datang dari perutku.

Kruuukk...

Hah... aku lupa, aki belum makan apa-apa hari ini...

"Um... Serigala, kau lapar...?" tanya gadis itu sedangkan aku hanya mengangguk pelan, "kalau begitu ini, sebagai tanda terima kasihku!" Ia tersenyum lebar sambil mengulurkan sebuah apel di tangannya.

Aku meneguk air liurku dan bertanya,
"Tapi, bukankah ini untuk Nenekmu?"

"Tidak apa-apa, ini ambil,"

Aku meraih apel tersebut dari tangan kecilnya perlahan dan kemudian berkata,
"Terima kasih," dan tersenyum.

Ia melihat ke arahku dengan pipinya yang merona dan juga tersenyum dengan ramah. Melihat hal itu jadi membuat pipiku panas.

Lalu ku lihat ke arah langit yang mulai gelap dan suara burung gagak yang mulai terdengar. Gadis itu bangkit dari duduknya dan mengambil keranjangnya.

"Maaf, aku harus segera ke rumah Nenek ku..." Aku berdiri ketika melihatnya berlari menuju rumah Neneknya dan melambaikan tangannya, "Sampai jumpa lagi Serigala..!"

Aku pun membalas lambaian tangannya.

Rin POV

Aku berlari ke rumah Nenek dan kemudian mengetuk pintunya.

"Nenek.. Ini aku, Rin!" teriak ku dari luar.

Aku bisa mendengar suara langkah kaki perlahan menuju pintu kayu yang ada di depanku.

"Rin!" Nenek langsung memelukku dengan erat, "kau lambat sekali datang! Ku kira kau kenapa-napa! Tidak ada yang terjadikan Rin?" Tanya Nenek khawatir.

Aku tidak ingin Nenek tau kalau aku tadi bertemu dengan 2 orang penjahat karena nantinya Nenek akan lebih khawatir dan ibu juga akan memarahiku karena tidak mematuhi perkataannya. Karenya aku berbohong kepada Nenek.

"Aku tadi berjalan melewati jalan yang lebih panjang daripada biasanya. Aku bosan karenanya aku memilih jalan itu, Nek," jelasku dan Nenek menatapku curiga. Ya, sebenarnya itu juga tidak sepenuhnya bohong karena padang bunga itu ada di jalan lain, bukan jalan yang biasanya aku lewati.

"Baiklah, yang penting kau selamat, Rin."

Aku dan Nenek masuk ke rumahnya dan makan malam bersama. Kami berbicara sepanjang malam sampai akhirnya aku tertidur lelap di paha Nenekku.

Len POV

Aku yang tadinya hanya berjalan menuju sesuatu yang berwarna merah, bertemu dengan seorang gadis muda berjubah merah yang baru saja diserang oleh para penjahat yang berkeliaran di sekitar hutan.

Para penjahat tersebut berhasilku kalahkan dan hanya mendapat luka kecil.

"Ukh..."

"Ah, maaf... Tunggu, sebentar lagi selesai kok."

Oke, bukan luka kecil melainkan luka yang cukup dalam di tangan kiriku. Gadis berjubah merah itu membalut luka ku dengan perban putih secara perlahan di sebuah pohon besar yang rindang.

"...Terima kasih..." ucapku sambil memegang lengan yang baru saja dibalut oleh perban.

Ia menggelengkan kepalanya lalu berkata,

"Aku yang seharusnya berterima kasih..."

Lalu kita berdua diam sesaat sampai akhirnya ada suara yang datang dari perutku.

Kruuukk...

Hah... aku lupa, aki belum makan apa-apa hari ini...

"Um... Serigala, kau lapar...?" tanya gadis itu sedangkan aku hanya mengangguk pelan, "kalau begitu ini, sebagai tanda terima kasihku!" Ia tersenyum lebar sambil mengulurkan sebuah apel di tangannya.

Aku meneguk air liurku dan bertanya,

"Tapi, bukankah ini untuk Nenekmu?"

"Tidak apa-apa, ini ambil,"

Aku meraih apel tersebut dari tangan kecilnya perlahan dan kemudian berkata,

"Terima kasih," dan tersenyum.

Ia melihat ke arahku dengan pipinya yang merona dan juga tersenyum dengan ramah. Melihat hal itu jadi membuat pipiku panas.

Lalu ku lihat ke arah langit yang mulai gelap dan suara burung gagak yang mulai terdengar. Gadis itu bangkit dari duduknya dan mengambil keranjangnya.

"Maaf, aku harus segera ke rumah Nenek ku..." Aku berdiri ketika melihatnya berlari menuju rumah Neneknya dan melambaikan tangannya, "Sampai jumpa lagi Serigala..!"

Aku pun membalas lambaian tangannya.

Rin POV

Aku berlari ke rumah Nenek dan kemudian mengetuk pintunya.

"Nenek.. Ini aku, Rin!" teriak ku dari luar.

Aku bisa mendengar suara langkah kaki perlahan menuju pintu kayu yang ada di depanku.

"Rin!" Nenek langsung memelukku dengan erat, "kau lambat sekali datang! Ku kira kau kenapa-napa! Tidak ada yang terjadikan Rin?" Tanya Nenek khawatir.

Aku tidak ingin Nenek tau kalau aku tadi bertemu dengan 2 orang penjahat karena nantinya Nenek akan lebih khawatir dan ibu juga akan memarahiku karena tidak mematuhi perkataannya. Karenya aku berbohong kepada Nenek.

"Aku tadi berjalan melewati jalan yang lebih panjang daripada biasanya. Aku bosan karenanya aku memilih jalan itu, Nek," jelasku dan Nenek menatapku curiga. Ya, sebenarnya itu juga tidak sepenuhnya bohong karena padang bunga itu ada di jalan lain, bukan jalan yang biasanya aku lewati.

"Baiklah, yang penting kau selamat, Rin."

Aku dan Nenek masuk ke rumahnya dan makan malam bersama. Kami berbicara sepanjang malam sampai akhirnya aku tertidur lelap di paha Nenekku.

Matahari terbit di sebelah barat (readers : OI AUTHOR! ITU KIAMAT! #Authordibakar)

~~~~~~~~ Maaf ada kesalahan pada mata anda. Tolong kucek sebentar~~~~~~~~~ #authordigampar

Matahari terbit di sebelah timur. Perlahan-lahan seluruh orang di desa dan juga binatang yang tinggal di hutan bangun dari mimpi mereka.

Seorang gadis berjubah merah berdiri di depan pintu kayu rumah Neneknya, pamit untuk pulang.

"Nenek aku pulang ya. Lain kali akan ku bawakan makanan lagi kemari!" seru Rin berpelukan dengan Neneknya.

"Iya, hati-hati di jalan... Sampaikan salam nenek ke ibumu ya," pesan Nenek.

"Baik Nek!" Rin kemudian berlari ke dalam hutan sambil melambaikan tangannya ke arah Nenek.

Di perjalanan Rin berjalan sambil bersenandung sebuah lagu. Tak jauh dari tempat Rin berjalan, Rin melihat padang bunga putih yang ia temui kemarin. Rin pun pergi kesana lagi, berharap dapat bertemu dengan Serigala yang menyelamatkannya kemarin.

-w-

Di dekat padang bunga tersebut, ada sebuah pohon besar dan rindang, tempat mereka berdua kemarin saling berbicara. Sang Serigala tersebut sedang duduk di bawah pohon tersebut dan menggoyangkan ekornya.

Saat itu sinar matahari bersinar dengan terang melalui celah-celah di sekitar dedaunan pohon itu menyinari sebagian kecil tubuh Serigala. Serigala itu mengangkat tangannya perlahan. Terlihat seekor burung kecil mendekati tangannya. Rin diam sesaat melihat hal yang indah itu. Burung kecil itu semakin mendekat ke tangan Serigala tapi akhirnya pergi terbang menjauh.

Rin lalu mendekat.

"Serigala...?" panggil Rin kepada Serigala tersebut.

Serigala yang dimaksud pun terkejut mendengar suara yang tiba-tiba muncul saat dia sedang melamun. Serigala itu langsung berdiri dan menghadap ke arah Rin.

Rin, melihat hal itu, kemudan tertawa kecil.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rin duduk di bawah pohon tersebut dan diikuti oleh Serigala.

"Tidak ada apa-apa... Hanya melamun..." jawab Serigala itu.

"Oh..." Mereka berdiam diri lagi setelah itu dan kemudian Rin memecahkan suasana dengan berkata, "Serigala terima kasih untuk yang kemarin! Oiya, namaku Rin!"

Serigala itu hanya melihat wajah Rin yang tersenyum dengan manisnya itu dan kemudian berkata,

"Aku... Len..." Serigala atau yang lebih baik kita panggil sekarang Len itu memperkenalkan namanya.

"Len...?" Rin memanggil namanya dan Len menganggukan kepalanya, "Len, menjadi seekor serigala itu... Rasanya seperti apa?" tanya Rin memiringkan kepalanya sedikit.

"Ya... Mungkin sama seperti serigala yang lainnnya, kami lahir di hutan dan tinggal di sana," jelas Len, "tapi keluargaku adalah serigala yang tidak memakan daging."

"Eh? Jadi kalian hanya memakan tumbuh-tumbuhan?" tanya Rin kaget.

"Iya, aku lupa mengapa... Tapi sejak keturunan Ibu ku lahir, kita tidak memakan daging lagi."

"Hmm... Lalu bagaimana dengan pemburu...?" tanya Rin sedikit ragu.

"Ah... Pemburu masih memburu keluargaku karena mereka tidak tau apapun tentang hal yang ku ceritakan tadi," Len menundukkan kepalanya, "Kakek dan Pamanku terbunuh oleh mereka..."

"Ah, ma-maaf..." Rin juga ikut menundukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa!" seru Len ketika ia menyadari bahwa sekarang suasana berat yang ia buat, "Aku tidak terlalu mengenal mereka, jadi ya... um... aku..." Len jadi panik sendiri ketika melihat Rin yang ikut-ikutan kelihatan sedih di depannya, tetapi akhirnya ia tak sengaja mengigit lidahnya dan menutup mulutnya dengan pipi merah di wajahnya.

Rin yang melihat tingkah laku Len yang aneh itu tertawa kecil dan kemudian semakin membesar. Len pun ikut-ikutan tertawa bersamanya.

Len dan Rin kemudian terus berbicara dan bercanda sepanjang hari sampai akhirnya Rin pulang ke rumahnya.

"Sampai jumpa lagi, Len!" Rin melambaikan tangannya dan pergi pulang ke rumahnya dengan senyuman dan pipi merah di wajahnya.

Len pun juga ikut melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Rin.

Terimakasih yg sudah membaca dan mereview cerita ini XD

I'm SO HEPI! #Ripinglis

Thank you for Reading

Sorry for Mistakes

Please Review