Disclaimer: All Harry Potter world and character concepts are belong to JK Rowling.
2. Apologize
Draco's POV
Aku membeku melihat Granger. Aku tidak berbuat apa apa, hanya menatapnya seakan dia terkena kutukan Crucio. Bedanya Granger tidak berteriak dan menjerit jerit. Ia batuk batuk dan tidak sanggup berteriak dan dari raut wajahnya terlihat rasa kesakitannya.
Aku masih membeku, dan kulihat Dumbledore dan Snape membawa pergi Granger bersama Potter dan Weasley keparat itu. Aku tidak membencinya gara gara dia. Maksudku aku memang sebal dengan sikapnya saat bersama Granger. Sudah jelas si Weasley itu suka padanya, tapi terlalu pengecut untuk melakukan sesuatu. Itu salah satu hal yang kubenci darinya.
Pikiranku kembali ke Granger.
'Granger...'
Aku masih ingat tepat bagaimana ia berdansa dengan Viktor Crum. Ia sangat cantik, aku terus menatapnya sepanjang malam dan aku ingin sekali mengajaknya berdansa. Tapi Pansy menghalangiku pergi semalaman. Aku masih menyesal mengingat malam itu.
Pikiran dan akal sehatku kembali ke asalnya. Aku tersadar, cepat cepat berbalik dan melihat Granger sudah tidak ada.
Kakiku memijak lantai. Otakku berkata lebih dahulu ,'Apa yang kau lakukan? Ia darah-lumpur demi merlin dan kau tidak akan pergi mengunjunginya!'
Hatinya berkata, 'Aku tidak peduli. Granger.. aku harus mengunjunginya!'
'Demi Merlin kau baru saja berkata kalau kau akan menjenguk seorang darah-lumpur!'
Hati dan otakku berseteru. Tapi pada akhirnya hati yang menang. Dalam sekejap aku berlari ke luar aula besar, menghiraukan teriakan dan seruan Pansy, Blaise, dan Theo.
'Aku harus bertemu dengannya..'
Normal POV
Draco berlari menyusuri lorong lorong gelap Hogwarts yang sepi. Ia berbelok ke tempat lukisan dan sampai didepan Hospital Wing. Didengarnya bunyi pintu dibuka dan refleks ia bersembunya dibalik tembok. Dumbledore, Snape, serta Potter dan Weasley keluar Hospital Wing. Sekilas didengarnya Snape berkata pada Dumbledore, "Saya kira saya tahu dari mana ramuan ini berasal. Ramuannya ditambahkan Batu Folifox yang dipunyai Draco Malfoy."
Dilihatnya Dumbledore tersenyum, dan berkata tenang. "Draco Malfoy hm.. Anak yang menarik."
Lalu mereka berjalan pergi. Draco melangkah masuk Hospital Wing, dan tanpa sadar ia tidak mendengar bisikan pelan Dumbledore, "Ya .. Memang sudah dimulai.."
Madam Pomfrey menoleh dan berkata, "Kau pasti datang untuk Hermione Granger, kukira?"
Draco menggigit bibir dan mengangguk.
Madam Pomfrey berkata, "10 menit."
Draco menghampiri tempat tidur Hermione. Ia sudah diam, barangkali dengan ramuan penenang. Matanya tertutup tapi berkedip. Menandakan ia masih mencoba tidur. Draco duduk dikursi sebelahnya. Ia menepuk pelan lengan Hermione.
"Granger." Hermione masih tidak merespon. "Granger."
Draco mendesah, "Hermione"
Beberapa detik kemudian Hermione mengerjapkan mata, dan menoleh terkejut.
"Apa yang kau lakukan disini, Malfoy" Hermione berkata dengan suara nyaris dingin.
"A.. aku ingin emm..." Draco berkata gugup. Pipinya memerah.
Hermione mengangkat alisnya. "Mm apa tadi kau memanggilku 'Hermione' Malfoy?" tanyanya.
Pipi Draco semerah tomat. "Eh.. ya"
"Kenapa?" Pandangan mata Hermione sulit dibaca, entah ia sedih atau marah.
"Tidak kenapa kenapa." Draco memalingkan wajah.
"Malfoy, sebetulnya apa tujuan kau disini?"
"Aku yang menaruh ramuan itu dipiala yang kau minum." kata kata itu meluncur keluar begitu saja dari mulutnya.
Hermione memandangnya tidak percaya, "A.. apa? Kenapa? Apa salahku?"
"Itu bukan salahmu." Draco berkata. "Aku.. Maaf."
Hermione membelalak, "Kau, minta maaf Malfoy?" ujarnya heran.
"Ya." Draco berkata sedikit jengkel.
"Tapi.. Itu piala Ron. Kau ingin meracuni Ron, Malfoy? Ke.. kenapa ?"
Draco melihat mata Hermione, "A..aku tidak bisa." Ia bangkit berdiri dari kursinya, tapi tangan Hermione lantas memegang lengannya.
"Granger?" Draco nyaris melompat melihat tangankecil Hermione memegang lengannya.
"Kenapa Malfoy?"
"Bukannya aku sudah bilang Granger kalau aku tidak bisa?" bentak Draco.
"Kau tidak usah seperti itu Malfoy. Beritahu aku, lagipula gara-gara kau juga aku sakit."
"Gara-gara aku? Itu salahmu sendiri minum dari piala si Weasley!"
"Salahmu menaruh ramuan itu di piala Ron!"
"Ada apa disitu?" suara Madam Pomfrey terdengar.
Mereka langsung diam. Draco memelankan suara dan mendesis, "Dengar Granger. Aku sudah minta maaf padamu dan itu sudah cukup."
"Well, aku berterima kasih atas ucapan maaf tadi tapi aku harus tahu."
Draco mendesah ,"Kau mau tahu yang sebenarnya?"
Hermione mengangguk tidak sabar.
Dan kata-kata itu keluar begitu saja, "Alasan aku meracuni piala Weasley adalah karena aku cemburu padanya!" ia berbalik dan berjalan cepat keluar Hospital Wing, meninggalkan Hermione yang terdiam. Terlalu kaget untuk berkata-kata.
Draco berlari keluar Hospital Wing dengan menghentakkan kaki. Ia menghempaskan diri frustasi. Sekarang ia sudah bilang ke Hermione bahwa ia cemburu pada Weasley! Dan itu berarti bilang kepadanya tentang perasaannya. Ia melakukan kesalahan. Ia kembali menghempaskan diri. Dan Hermione... apa pendapatnya nanti setelah ia berkata begitu? Ia mengingat wajah Hermione terbaring di Hospital Wing, memanggilnya 'Draco' dan bukan Malfoy. Ia nyaris melompat ketika Hermione memegang lengannya. Draco menutupi mukanya dengan tangannya. Ia memutuskan kembali ke Slytherin. Ia melewati bawah tanah dan bergumam kepada lukisan penjaga Slytherin yang langsung menggeser membuka.
Ia duduk di ruang rekreasi Slytherin, merasa capek. Beberapa menit kemudian lukisan kembali bergeser dan anak anak Slytherin sudah kembali. Draco menggerutu dan sedang perjalanan menaiki tangga batu menuju kamarnya ketika Pansy memanggil.
Draco mengeluh dan menoleh, "Apa?"
"Kau tidak apa apa Drakie? Kami sangat khawatir melihatmu berlari begitu saja, lagipula kemana kau pergi?" Pansy menyapa kelihatan cemas.
"Bukan urusanmu." sahut Draco malas dan kembali menaiki tangga.
"Tunggu!"
"Lihat Pansy, tinggalkan aku sendiri." Draco menoleh dan berkata dengan dingin. Ia lalu membanting pintu kamarnya keras.
2 hari sudah berlalu sejak insiden itu. Hermione sudah sehat dan kembali belajar seperti semula dan Draco sama sekali tidak berbicara apa pun dengannya.
Saat itu pelajaran Herbologi bersama Slytherin. Mereka ditugaskan untuk mencabut Mandrake (lagi) dan berpasang pasangan dengan anak Slytherin. Dan seperti takdir, Hermione dengan Draco.
Draco merengut dan berusaha untuk tidak menatap partnernya. Mata cokelat-caramel Hermione memandang Draco dan menaikkan satu alis, "Apa kau tidak akan mengambil penutup telinga, Draco?"
Draco bergantian memandang Hermione, "Sejak kapan kita memanggil dengan nama depan, Granger?" menekankan kata terakhir.
Hermione mendesah dan menatapnya, "Kita harus membicarakan ini Malfoy."
"Membicarakan apa? Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."
"Tentu saja ada karena kau dengan polosnya berkata bahwa kau cemburu pada Ron!" Hermione mendelik.
"Well Granger, jangan sok pintar dulu. Aku cemburu padanya karena ia mempunyai sesuatu yang tidak aku punya, dan jangan yakin dulu kalau itu kau Granger."
Hermione memerah, ia memalingkan wajahnya menatap Mandrake itu dan mencabutnya sehingga keluar jeritan memekakkan. Dengan cepat ia menaruh Mandrake itu di pot baru dan cepat cepat menyelesaikan tugasnya. Draco memandang Hermione dengan tatapan bersalah karena hanya itu satu satunya alasan yang Draco pikirkan.
Pelajaran Herbologi berlangsung cepat. Sekarang sudah waktunya makan malam. Semua murid berkumpul di aula besar dan makanan makanan bermunculan.
Pansy duduk disebelah Draco. Draco yang sedang tidak nafsu makan hanya mencicipi sedikit dan minum jus labu. Ia melirik Hermione di meja Gryffindor sedang makan puding dengan ogah-ogahan. Kelihatannya ia juga tidak nafsu makan. Draco tersenyum kecil, dan melihat Hermione memandangnya tapi kemudian cepat cepat memalingkan wajah. Pansy yang duduk disebelahnya melirik Hermione.
"Oh, lihat Drakie. Si darah-lumpur Granger melihat kearah kita. Bagaimana kalau kutunjukkan padanya untuk tidak melihat ke pacarku lagi hmm?" Pansy mengerling.
Dan belum sempat Draco memberi jawaban, Pansy sudah membenamkan mulutnya di bibir Draco. Draco yang shock langsung melepasnya. Pansy kelihatan tidak percaya dan saat Draco melihat ke meja Gryffindor, Hermione sudah tidak ada.
Haiii, thank you banget ya review-review nya *nyengir.
Hohoho kita bertemu lagi *maaf geje wkwkwk maklum lagi stress soalnya. Bentar lagi ujian, AAAA tidak! Jadi update nya hmmm kapan ya? maunya kapan? wkwk review please :)))
