The Dark Girl

Chapter 1

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rating: T

Pairing: Sasusaku


"Sasuke!" teriak seorang pemuda berambut kuning dari kejauhan. Pemuda itu menghampiri sahabatnya yang sedang berjalan menuju kelasnya.

"Hn" balas pemuda berambut raven itu dingin.

"Apa kau sudah dengar, Sasuke, kalau di kelasku akan ada murid baru?"

"Belum" Pemuda berambut raven itu tampak tidak tertarik dengan cerita temannya itu.

"Kudengar dia itu perempuan, pasti akan menarik." Ucap pemuda berambut kuning itu dengan semangat.

"Hah, apanya yang menarik.. Sudahlah, Naruto, kita kan tidak sekelas. Jadi, aku tak ada hubungannya dengan murid baru itu."


Krriiiiiinnnngggggg...

Murid-murid berhamburan memasuki kelas mereka. Beberapa menit berlalu, tetapi guru di kelas 10-A belum juga tiba.

"Hah.. guru ini benar-benar, deh. Tak pernah sekali saja datang tepat waktu." Keluh Naruto.

"Kau benar, Naruto. Guru yang satu ini memang tidak bertanggu jawab." Sambung Kiba.

Sreett..

Tiba-tiba saja pintu terbuka, dan seorang guru berambut perak memasuki kelas.

"Maaf, aku telat." Katanya dengan wajah tak berdosa yang membuat seluruh murid menjadi kesal.

"haha.. sudah-sudah jangan kesal seperti itu. Dari pada itu ada anak baru yang ingin kuperkenalkan pada kalian. Ayo silakan masuk!"

Seorang gadis berambut panjang sepinggang berwarna merah muda masuk dengan anggun. Wajahnya datar tak berekspresi. Namun, gadis itu sangat cantik hingga membuat seisi kelas teralih dari kegiatannya.

"Baiklah, siapa namamu, nona?" tanya Kakashi dengan lembut.

Tanpa bersuara ia menulis di papan tulis

...Sakura Haruno...


Naruto POV's

Entah mengapa ada seberkas rasa aneh di benakku saat gadis itu memperkenalkan dirinya.

"Dengan siapa kau tinggal?" Tanya Kakashi-sensei kembali.

Gadis itu kembali menulis dipapan tulis

..Bibiku..

Aku semakin merasa ada keanehan dari gadis itu, sepertinya bukan hanya aku yang merasa demikian, raut wajah beberapa temanku juga berubah..

"Kemana orang tuamu?" tanya Kakashi-sensei yang sepertinya juga terlihat bingung.

Tanpa merubah raut wajahnya, gadis itu menulis

...Aku membiarkan mereka mati...

Aku bergidik ngeri, seketika aku merasakan ada aura aneh yang menyelimuti gadis itu. Aku tak mengerti, bagaimana ia dapat menulis hal itu tanpa mengubah raut wajahnya. Sungguh gadis yang aneh.

Bel istirahat berbunyi, kulihat tak ada seorangpun yang mendekati Sakura. Bahkan anak-anak yang awalnya terlihat tertarik padanyapun tidak mau mendekatinya. Akupun mengurungkan niatku untuk mengenalnya. Gadis itu sungguh aneh.


Keesokkan harinya..

Aku berjalan menelusuri koridor menuju lantai paling atas gedung ini, disanalah tempatku menghabiskan waktu istirahat bersama teman-temanku. Saat hendak melewati anak tangga menuju lantai paling atas yang sepi, aku mendengar suara beberapa gadis sedang berbicara. Tanpa sadar aku mencari sumber suara tersebut dan menemukan 4 orang gadis sedang berbicara, atau mungkin lebih tepatnya ke 3 gadis di sana sedang mengancam gadis yang satu lagi. Mereka adalah Karin, Tayuya, Kin, dan.. SAKURA? Kepalaku dipenuhi oleh ribuan tanda tanya

"apa yang Sakura lakukan?" batinku.

"Apa maksudmu?" teriak gadis bernama kin itu.

"Iya, berani sekali kau mengancamku seperti itu." Sambung Tayuya seraya mendorong tubuh Sakura.

Namun, gadis bernama Sakura itu tak terlihat takut sedikitpun.

"Apa? Sakura mengancam? Itu tak mungkin, berbicara saja tak pernah." Batinku, tapi aku sedikit kagum dengannya, Sakura tampak begitu tenang bahkan ia tak terlihat sedang berhadapan dengan siapapun.

"Aku tak peduli kau mengartikannya apa. Tapi, sebaiknya kau mendengarkanku atau kau akan bernasib sama dengan mereka. Kau tidak akan menyadarinya hingga kau benar-benar dekat dengannya." Sakura berkata dengan suara yang datar dan sangat pelan, bahkan nyaris tak terdengar. Namun, itu cukup jelas di telingaku.

End Naruto POV


"Hey, Naruto, kemana saja kau? Dari tadi kami menunggumu." Teriak Kiba.

"ah, maaf-maaf. Tadi aku hanya sedang melihat sesuatu yang menarik." Kata Naruto seraya mengambil posisi untuk duduk.

"Sesuatu yang menarik? Apa itu?" tanya gadis dengan rambut yang di cepol dua.

"Jangan terlalu berharap padanya, Ten. Paling hanya cerita biasa yang diheboh kan oleh dia." Ujar Neji dengan dingin.

"Tidak, tidak. Kali ini tidak seperti itu. Ini tentang Anak baru yang kemarin aku dan Kiba ceritakan."

Seketika suasana disekitar mereka berubah, mereka tampak tertarik dengan cerita dari Naruto. Namun, tidak dengan Sasuke, ia tetap melahap makanannya tanpa mempedulikan perkataan Naruto.

"Hey, Sasuke, kau dengar, tidak?" teriak Naruto.

"iya, tapi aku sama sekali tidak tertarik."

"Hah. Terserah kau, tapi dengarkan dulu. Apa kalian ingat seperti apa anak baru itu?" Naruto memulai ceritanya.

"Menuru ceritamu, dia itu gadis cantik berambut panjang berwarna pink dan bermata emerald..." Ucap Hinata.

"Gadis aneh yang sejak perkenalan membuat kau bergidik dan ia mengeluarkan aura aneh.." Sambung Ino seraya memutar bola matanya.

"Dan Sangat pendiam dan tak pernah berbicara maupun menunjukan ekspresi..." Sai ikut ambil berbicara.

"Dan intinya dia gadis yang sangat aneh." Dan di akhiri oleh Sasuke.


Akhirnya Naruto menceritakan kejadian tadi itu dan berhasil membuat teman-temannya sangat heran dan terkejut, bahkan Sasuke yang awalnya tak tertarikpun jadi ikut mendengarkan.

"Waw, dia benar-benar gadis yang unik. Namun, aku tak mau terlibat dengannya karena pasti akan sangat merepotkan." Kata Shikamaru akhirnya.

"Mungkin dia memang memiliki kelainan. Psikopad" ujar Ino lirih.

Sasuke POV's

"Huh, ternyata gadis itu benar-benar aneh." batinku. "Tapi aku tak dapat mengatakan kalau aku sungguh-sungguh tak mau tahu mengenainya, karena sebenarnya aku cukup penasaran dengan gadis itu"


flashback...

Hari ini aku datang lebih awal ke sekolah, berharap tak ada yang menggangguku. Gadis-gadis di sekolah ini rata-rata menyebalkan dan menganggu. Aku tak mengerti mengapa mereka suka berkumpul didekatku. Sungguh menyebalkan. Beruntung pagi ini sekolah masih sepi, tak ada murid-murid perempuan yang mengejar-ngejar. Aku dapat berjalan bebas menelusuri koridor menuju kelasku. Tiba-tiba saja, aku melihat seorang gadis datang menuju arahku, kukira ia akan menghampiriku seperti gadis lainnya. Namun, dugaanku salah, gadis itu berjalan terus melewatiku dengan ekspresi yang datar. Bahkan ia tak melirikku sama sekali. Akhirnya, aku baru sadar bahwa dia adalah gadis yang Naruto ceritakan kemarin. Dia memang berbeda dengan gadis-gadis lainnya.

End flashback


"Tapi apa maksud dari perkataannya pada Tayuya tadi?" tanyaku dalam hati

"Tapi aku belum pernah melihat gadis itu, Naruto." Gadis bernama Temari mulai membuka suara.

"Iya, ya.. Aku juga tak pernah melihatnya saat istirahat." Kiba tampak berpikir.


Di sebuah Minimarket..

Aku sedang melayani para pembeli di meja kasir ini. Aku berasama kiba dan Naruto bekerja sambilan di minimarket ini. Kami sudah beberapa bulan bekerja di sini. Pemiliknya sangat baik walaupun terkadang ia cepat naik darah.

Jam sudah menunjukkan pukul 5.50, tak lama lagi kami akan berganti shift.

Tiba-tiba kami di kejutkan oleh sesuatu, gadis aneh bernama Sakura datang ke minimarket ini.

Ia berpakaian serba hitam, dia menggunakan gaun berlengan berwarna hitam dengan renda-renda berwarna putih. Penampilannya seperti boneka-boneka dari Inggris dengan gaun yang indah. Panjang gaun itu diatas lututnya, ia menggunakan kaos kaki selutut dengan sepatu berwarna hitam, di pergelangan tangan kanannya terdapat pita berwarna hitam.

Kesan pertama saat melihatnya adalah aneh, semua yang ia kenakan berwarna hitam dan terkesan gothic. Harus ku akui, ia memang cantik, tetapi ia juga sangat aneh. Kedua temankupun sepertinya berpikiran sama denganku. Mata kami bertiga mengikuti setiap gerak-gerik gadis itu hingga ia menuju kasir tempat Naruto berada. Setelah membayar, gadis itu berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tak berapa lama setelahnya, sosoknya sudah tak terlihat lagi tertutup oleh kabut.

End Sasuke POV


"Woah, dia benar-benar gadis mengerikan." Teriak naruto saat kami berada di ruang karyawan.

"Aku benar-benar terkejut saat ia datang dengan pakaian serba hitam begitu." Kiba melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Apa saudaranya ada yang meninggal hingga ia berpakaian seperti itu?" tanya Sasuke yang tak kalah heran dari ke dua temannya.

"Entahlah, tapi kurasa tidak. Kemarin secara kebetulan aku melihatnya di jalan dan ia juga mengenakan pakaian serba berwarna hitam, mungkin itu warna kesukaannya" Naruto berkata seraya berusaha mengingat-ngingat kejadian kemarin.


Matahari telah masuk ke peraduannya, ketiga pemuda itu berjalan di tengah kegelapan malam dengan di terangi oleh lampu jalan. Mereka melewati pusat kota yang dihiasi gemerlapan lampu-lampu yang indah.

"Sasuke-kun, Naruto-kun, Kiba-kun"

merasa namanya dipanggil mereka mencari sumber suara tersebut. Rupanya mereka adalah Kin, Tayuya, dan Karin. Gadis yang sangat di benci oleh mereka bertiga.

"Hah" Sasuke menghela nafas seraya memutar bola matanya.

"Apa yang sedang kalian bertiga lakukan?" Tanya Karin seraya mendekati Sasuke.

"Kami sedang berjalan pulang" jawab naruto ketus.

"Bagaimana jika kalian menemani kami saja?" Tanya Kin.

"Tidak, terimakasih. Sasuke, Naruto, ayo kita pergi!" Ujar Kiba akhirnya.

Mereka meninggalkan ketiga gadis yang terlihat kesal itu, tetapi ketiga pemuda itu tak mempedulikannya. Sebenarnya, mereka merasa ada sesuatu yang ganjil

"Tak biasanya Tayuya sependiam itu." Batin mereka.

Namun, mereka tetap berjalan hingga berjarak beberapa meter dari gadis-gadis itu...

BRUAKK!

Suara keras itu, di sambut oleh teriakkan histeris beberapa orang. Ketiga pemuda itu secara spontan membalik badan mereka. Wajah mereka berubah menjadi pucat, mereka terbelalak melihat kejadian di depan matanya itu..

Sasuke POV's

Ini mengerikan! !

Lampu besar di atas gedung itu jatuh, dan yang lebih mengejutkan, lampu itu menimpa

Tayuya? !

Darah Tayuya berceceran di sekitar tempat itu. Kami semua syok melihat peristiwa tragis itu. Aku bahkan merasa mual melihat darah-darah itu.

Eh? !

Ekor mataku menangkap sosok seseorang dari seberang jalan.

"Siapa itu?" batinku.

Aku menyipitkan mataku agar dapat melihat lebih jelas.

SAKURA ? ?


-TBC-

Terimakasih banyak karena sudah baca fic ku ini..

Maaf karena masih banyak kekurangan..

Tolong di review y?

Jujur, berkat review dari kalian, ak jadi lebih semangat..

Aku akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan..

Thx ^^