Mengubah alur ceritanya karena terlalu mendapat banyak pertentangan. Jadi takut ngelanjutin Fic ini. takut sara *SEREEEM*. Tapi saya benar-benar tidak ingin itu terjadi karena banyak juga teman saya yang memiliki agama berbeda. tapi saya sebenarnya sudah mencari informasi mengenai hukum-hukum agama yang akan saya jadikan dasar Fic ini. termasuk hukum islam yang menyatakan haram hukumnya bagi wanita muslim menikahi pria non muslim. Tapi baca dulu ceritanya baru anda mengerti pernikahan seperti apa yang dimaksud di sini XD. Dan kalau anda merasa fic ini tidak pantas bilang saja. Saya hapus kok *Janji*. Satu lagi, tak ada pernikahan! Sudah dibilang cerita di chapter kedepannya diganti :D
..
Naruto Masashi kishimoto
Romance/Family
Rate T
HinaSai
..
Arisa Blue Aquarie present
PERASAAN SUCI
..
Tuhan Maha besar, Maha adil dan Maha tau
Kala tasbih dan salib yang merupakan lambang sebuah kepercayaan yang selalu dipegang teguh oleh dua orang insan manusia ini harus goyah karena cinta
Apa yang mereka pilih?
Kepercayaan akan SANG KUASA yang merupakan pegangan hidup dan mati mereka
Atau cinta yang merupakan bumbu pemanis di dunia yang fana?
Karena sesungguhnya cinta adalah pemberian dari tuhan
Dan cintailah seorang manusia karena Tuhan yang menciptakannya dan Tuhan yang menciptakan perasaan cinta itu
..
"Atas nama Tuhan kupersunting kau dalam gereja dan sekali lagi kupersunting kau dengan nama tuhanmu. kubaca ayat-ayat yang selalu kau wiritkan dalam tempat yang kau sucikan itu"
-Sai-
"Aku merasakan cinta karena ALLAH dan cinta itu tak akan pernah menggoyahkan iman dan cintaku pada-NYA"
-Hinata-
...
Malam inilah waktunya bagi Sai untuk menemui wanita yang akan dijodohkan dengannya, Sai bersama keluarga besarnya telah berada dalam sebuah restoran yang khusus dipesan untuk acara perjodohan ini
Sudah cukup lama menunggu akhirnya suara mobil-mobil yang berdatangan mulai terdengar, memang perjodohan ini baru sampai pada tahap pengenalan antar keluarga, jadi pasti cukup banyak orang yang datang
Seorang pria gagah berambut hitam memasuki ruangan diikuti beberapa orang lain yang mayoritas para pria
"Selamat datang Tuan besar Hyuuga" Uchiha Fugaku yang merupakan kepala keluarga Uchiha membungkuk 90 pada kepala keluarga Hyuuga, Hyuuga Hiashi
"Terima kasih atas sambutan yang sangat baik ini" Hyuuga Hiashi tersenyum hangat pada Fugaku lalu Fugaku memeluknya dan mencairkan suasana
"Sudah lama tidak bertemu, Sahabatku" Fugaku memeluk erat Hiashi yang ternyata adalah sahabatnya sejak masih menuntut ilmu di sekolah dasar
Mereka berdua melepaskan pelukan, "Jadi dimana putramu yang selalu kau banggakan itu, eh? Apa yang itu?" Hiashi berkata dengan setengah bercanda seraya menunjuk Itachi
"Hahaha.." Fugaku tertawa, "Dia Itachi. Sudah pasti bukan dia teman. Hahaha! Dia itu sudah menikah. Dan di sebelahnya Putraku yang satu lagi bernama Sasuke. Tapi ia juga masih Sma"
Fugaku mengisyaratkan agar Sai mendekat, "Yang ini baru benar. Namanya Sai, usianya sudah cukup matang untuk menikah, tapi ia masih belum memilik kekasih. Hahaha"
Hiashi tampak memperhatikan Sai yang menunduk dari kaki hingga kepalanya, "Wah.. ia benar-benar tampan" puji Hiashi dengan ekspresi terpukau
Sai membungkuk untuk memperlihatkan kesopanan, "Senang bertemu dengan anda"
"Biar kuperkenalkan padamu putra-putriku" Hiashi tersenyum bangga, "Dia Putra sulungku yang bernama Neji. Sebelahnya adalah adiknya Hanabi. Mereka satu ibu" Hiashi memperkenalkan putra-putrinya dengan nada bercanda pada kalimat akhir yang membuat Fugaku tertawa
"Dan anak bungsuku yang bercadar di belakang adalah Hinata. Ia memiliki ibu yang berbeda dari Hanabi dan Neji" Sai kaget bukan main. Sementara Hinata terlihat menunduk
"Bisa kita bicara antar pria?" Hiashi kembali berujar manis
..oOo..
"Maaf sebelumnya. Tapi aku belum memberi tahu kedua putriku tentang perjodohan ini. aku berharap putramu yang memilih sendiri antara kedua putriku itu" Hiashi berbicara serius pada Fugaku dan ketiga anaknya
"Bagaimana Sai? Kau tentu tau Hinata berbeda agama dengan kita, kan? Jadi siapa yang kau pilih?" Itachi bertanya dengan memberi isyarat bahwa Sai tak boleh memilih Hinata yang adalah putri bungsu Hiashi dengan mantan isterinya yang beragama islam
"Aku mengenal Hinata. Maksudku aku sudah pernah bertemu dengannya. jadi kurasa akan lebih baik kalau ia yang akan menjadi calonku" Sai menjawab dengan perasaan senang bercampur takut. Sementara Itachi dan Fugaku tampak kecewa
"Kau yakin? Sebenarnya aku lebih ingin menjodohkanmu dengan Hanabi karena umurnya yang lebih matang dan agamanya sama denganmu" Hiashi menghela nafas panjang, "Tapi aku akan mengusahakannya"
...oOo...
"APA? a.. ayah tidak bisa lakukan itu. usiaku masih terlalu muda, ayah" Hinata benar-benar panik saat setelah pulang dari acara makan malam dengan keluarga Uchiha ayahnya tiba-tiba mengajaknya membicarakan hal yang menurutnya konyol
"Tenang saja. Kau sudah cukup dewasa Hinata. Lagipula Sai mengizinkanmu untuk terus bersekolah"
"Tapi dia memiliki agama yang berbeda denganku, Ayah! Bagi kami hukumnya haram untuk menikahi pria yang berbeda agama. bagi kaum muslimin dan muslimah, alasan pernikahan beda agama dengan alasan cinta, kesamaan hak, kebersamaan, toleransi atau apapun alasannya tidak dapat dibenarkan ayah!" Hinata menangis di balik cadarnya. Ia tau kalau ayahnya memang berbeda agama dan tentu tak akan mengerti bagaimana resiko jika ia menikah dengan orang dari agama lain
"Sai adalah pria yang sangat baik. Kau akan sangat bahagia bila bersamanya" Hiashi memandang Hinata dengan tatapan sendu, "Tapi kalau kau tidak bahagia. Ayah janji akan membiarkanmu berpisah dengannya"
"Tapi tetap saja kalau pernikahan itu tidak sah" sekarang Hinata mulai putus asa
"Kalau begitu pernikahan itu tak akan didaftarkan ke kementrian agama. Kau tidak perlu bersentuhan dengannya. Pada saat kau sudah merasa nyaman dengan pernikahanmu, barulah ayah akan mendaftarkannya agar sah secara hukum" Hiashi kini beranjak pergi menjauhi Hinata
"Tapi tetap saja semua itu tidak sah secara agama!" Hinata benar-benar putus asa karena ayahnya tampak tak perduli
"Kalau begitu kalian jangan menikah dulu. Bertunangan dan tinggal satu rumah saja"
"AYAH! Semua itu malah lebih buruk!"
..
..
Minji-black jack: trims. Saya masih Author baru jadi kalau ada kesalahan mohon maaf ya?
Freeya lawliet: saya awalnya juga takut. Tapi karena saya sama sekali tidak punya niatan untuk mengucilkan suatu kalangan atau agama saya beranikan diri. Lagipula kalau ada yang merasa tersinggung saya mungkin akan menghapus fic ini XD. Masalah hukum agama islam tentang pernikahan lain agama itu sudah jelas di chapter ini kan? Hinata tidak akan menikah dng Sai. Trims atas reviewnya ya..
Ai-kuromu:Trims. Memang fic ini cukup beresiko. Tapi selama saya tidak punya niatan untuk menyinggung orang lain, saya rasa tidak akan ada masalah :D
Phouthrye mitarashi15: saya sangat senang kalau anda menyukainya :D. Kalau masalah orang yang akan tersinggung saya harap tidak ada karena saya usahakan fic ini netral diantara dua agama (walau saya tidak bisa janji :D). Dan saya juga berharap bahwa fic ini tidak memberi pengaruh buruk karena saya tidak ingin itu terjadi. Trims untuk reviewnya ya?
Erva sabaku: Trims, entahlah apa fic ini akan berlanjut?
Bagi semua yang merasa tema ini terlalu berbahaya karena menyangkut agama. Sebaiknya anda membacanya dulu hingga beberapa chapter. Baru anda bisa menilai apakah fic ini memang membawa pengaruh buruk (?) n kalau anda melihat unsur SARA di fic ini saya akan bertanggung jawab dengan menghapus fic ini *Janji*
