THIS NIGHT
.
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
.
Rated : M
.
GS/Typo(s)/Membosankan/Pasaran/Tidak sesuai EYD/OOC
.
Semua Cast milik diri mereka masing-masing, orang tua, dan Tuhan YME.
Saya hanya meminjam nama mereka saja.
.
Don't Like Don't Read
^Happy Reading^
.
.
.
.
Hhh~
Sungmin menghela nafasnya. Kembali menengok jam yang melilit dipergelangan tangannya. Sudah lebih dari lima belas menit ia berdiri di pinggir taman yang tampak ramai mengingat cuaca yang sangat bersahabat sore ini.
Sungmin yang sudah rapih dengan kemeja soft pink dan rok sepan pendek itu bukan tanpa alasan berdiri seorang diri disana. Yeoja itu sudah memiliki janji dengan suaminya, Kyuhyun. namun sampai matahari makin mengarah ke ufuk barat namja itu belum juga muncul dihadapannya. Bahkan namja itu tak memberinya kabar jika akan datang terlambat.
Chu~
Berani bersumpah demi apapun Sungmin akan memukul siapapun yang berani mencuri kecupan dipipi nya jika itu bukan Kyuhyun. yeoja itu mendengus kesal. memukul kecil bahu suaminya kala namja itu terbahak melihat ekspresi terkejut Sungmin.
"Maaf". Kyuhyun menampakan cengirannya. Meraih tangan Sungmin, dan mendaratkan bibir tebalnya disana. "Jangan merajuk seperti itu, kau terlihat jelek sayang". Kali ini bibir tebal itu mengecup hidung mancung Sungmin, menyentilnya membuat bibir Sungmin makin mengerucut kesal.
"Kau terlambat. Dan sekarang malah mengerjaiku". Sungmin menarik tangannya sebelum Kyuhyun mengecup punggung tangannya kembali.
Kyuhyun tersenyum. Meraih lembut tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. Mengusap punggung tangan itu dengan ibu jarinya.
"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu, agar pak tua itu tak mengganggu kencan kita". Ucap Kyuhyun, jarinya masih setia mengusap punggung tangan Sungmin.
Sungmin berdecih, sebelah tangannya mencubit kecil pinggang Kyuhyun. "Yang kau sebut pak tua itu appa mu bodoh!".
Kyuhyun meringis mengusap bekas cubitan istrinya. Walau tak begitu keras, tetap saja terasa nyeri. "Cho Sungmin sudah berani mengatai suaminya 'bodoh'?".
"Memang kau bodoh". Bibir Sungmin mengerucut kesal. melipat kedua tangannya yang tak lagi di genggam Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, mengetuk bibir Sungmin dengan telunjuknya. "Ingin ku cium?".
Mata Sungmin melotot horror. Kembali mencubit pinggang Kyuhyun, dan kali ini cukup keras. Membuat namja dengan balutan kemeja berwarna biru muda itu mengaduh sakit.
"Ini di tempat umum. Dasar mes-". Ucapan Sungmin terhenti saat tiba-tiba bibir Kyuhyun menabrak bibirnya. Hanya menempel, dan itu pun tak lebih dari tiga detik. Namun cukup membuat wajah Sungmin merona merah. Kyuhyun selalu seperti ini, gemar mencuri ciumannya.
"Menyebalkan".
Kyuhyun terkekeh geli kala Sungmin menggerutu kesal. tangannya kembali menggenggam erat tangan Sungmin. "Kita pergi sekarang nyonya Cho?".
.
.
.
.
.
Sudah terlambat untuk Kyuhyun dan Sungmin menikmati Sunset di sekitar pantai Eurwangni. Padahal pantai inilah yang berjarak paling dekat dengan kota Seoul. Salahkan saja cuaca cerah yang membuat banyak orang memilih mengahabiskan waktu diluar rumah. Membuat jalanan mejadi sangat padat. dan tentu saja memakan waku lama untuk sampai disana.
Pantai itu cukup ramai walau hari sudah berubah gelap. Dan mereka lebih memilih menikmati deru ombak jauh dari tempat wisata itu. hanya ada beberapa lampu yang menyala disana, dan juga beberapa perahu kecil yang berdiam dibibir pantai itu.
Kyuhyun melingkarkan tangannya dipinggang Sungmin. Memeluk yeoja itu mesra dan sesekali mengecup pipi berisi Sungmin.
"Aku tak menyangka jika sudah lebih dari delapan bulan kita menikah". Kyuhyun membuka obrolan. Membiarkan angin pantai menerpa kulit keduanya yang tengah duduk dihamparan pasir menghadap laut luas.
Sungmin mengangguk. Menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun. "Aku juga tak menyangka. Kita adalah korban perjodohan, tapi aku sangat bahagia".
Kyuhyun tersenyum, makin mengeratkan pelukannya dipinggang Sungmin, dan mencium pucuk kepala istrinya.
"Kyu~".
"Hm?".
"Apa aku sudah menjadi istri yang baik untukmu?". Sungmin mengangkat kepalanya. Menatap wajah Kyuhyun dalam dalam.
"Tentu saja. Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu". Jawab Kyuhyun tulus. "Kau adalah istri idaman dalam mimpiku . dan sekarang Tuhan sudah mengabulkan mimpiku". Lanjutnya manatap Sungmin tak kalah dalam. Hanya ingin yeoja itu tau jika ia tak main-main dengan apa yang diucapkannya. "Aku bahkan tak bisa menjawab jika kau menanyakan mengapa aku mencintaimu. Itu terlalu sulit untuk aku jelaskan".
Sungmin tertegun mendengar jawaban Kyuhyun. jawaban yang membuat hatinya terasa sejuk. Jawaban yang sama persis dengan apa yang ia rasakan. Kyuhyun adalah sosok suami yang selalu ia impikan. Dan ia tak tau mengapa begitu mencintai Kyuhyun. padahal pertemuan mereka terbilang sangat singkat.
Wajah Sungmin berubah sendu. Mendadak mengingat sesuatu yang sedari kemarin mengganjal hatinya.
"Lebih dari delapan bulan kita menikah. Tapi aku belum juga hamil. Kau pasti kecewa".
Kyuhyun terdiam. Namun seketika ia tersenyum lembut. Menarik dagu Sungmin perlahan membuat manik mata mereka bertemu. "Kau belum hamil itu bukan salahmu. Tuhan hanya ingin kita sedikit lebih lama menikmati waktu berdua sayang. Kita berkenalan, dan satu bulan kemudian menikah". Kyuhyun memberi jeda, mencium dahi Sungmin sekilas.
"Bukankah itu terbilang sangat cepat. Dan kurasa Tuhan punya rencana indah mengapa belum ada baby Cho disini.". tangan Kyuhyun terulur menyentuh perut Sungmin yang terlapisi kemeja yeoja itu.
Sungmin tersenyum tipis. Mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun.
"Aku mencintaimu Kyu".
"Maaf, tapi aku lebih mencintaimu Min".
Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin, membuang jarak diantara mereka. Sungmin yang tau maksud Kyuhyun perlahan memejamkan matanya. Pelan namun pasti kedua belah bibir itu sudah bertemu. Menempel dan saling mengecup lembut.
Kyuhyun yang sudah menyusul Sungmin memejamkan matanya, mulai melumat bibir bawah Sungmin, menekan tengkuk yeoja itu agar lebih memperdalam ciuman mereka.
Kyuhyun patut berterima kasih pada suasana yang jauh dari kata ramai, dan mungkin hanya mereka berdua disana. Dengan lembut Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin. Membiarkan punggung yeoja itu mendarat diatas pasir pantai.
Namja itu sudah berada persis diatas Sungmin. Membuatnya lebih leluasa memainkan bibirnya di permukaan bibir Sungmin.
"Emmh~". Sungmin mendesah lirih saat lidah nakal Kyuhyun menerobos masuk. Membelit lidah yeoja itu dan sesekali menghisapnya.
Ciuman itu berlangsung cukup lama. Jika paru-paru Sungmin tak meronta sesak mungkin ciuman itu masih berlangsung. Mereka tak akan pernah bosan menyatukan kedua bibir mereka.
Tak lama setelah tautan bibir itu terpisah. Bibir Kyuhyun kini berpindah di leher Sungmin setelah menyibak rambut yeoja itu.
"Kyuh~". Sungmin memeluk leher Kyuhyun erat. Kepalanya mendongak, membebaskan Kyuhyun berbuat lebih dileher mulusnya.
Dahi Sungmin mengernyit, menggigit kecil bibir bawahnya saat gigi Kyuhyun mengapit kulit lehernya dan menghisapnya kuat kemudian. Kyuhyun menjauhkan wajahnya. tersenyum melihat hasil karya pertamanya malam ini.
Tak cukup sampai disitu. Tangan Kyuhyun terulur melepas kancing atas kemeja Sungmin.
"Kyu".
Kyuhyun menghentikan aktifitasnya. Mendongak menatap wajah Sungmin. "Ada apa?".
Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun. menghalangi tangan namja itu sebelum berpindah pada kancing kedua.
"Jangan disini".
"Kenapa? Tak ada siapapun kecuali kita Min. kau tenang saja".
Sungmin menggelengkan kepalanya. "Ini tak nyaman Kyu".
Kyuhyun tersenyum. Mengecup bibir Sungmin cepat. "Jadi?".
"Kita bisa melanjutkannya dirumah Kyu".
"Tak bisa Min. itu terlalu lama".
Bibir Sungmin mengerucut. Menusuk pundak Kyuhyun dengan telunjuknya berkali-kali. "Apa kau tak punya uang untuk menyewa kamar hotel didekat sini?". Tanya Sungmin sedikit menggoda.
Yeoja itu menelan salivanya susah melihat seringaian Kyuhyun. senyum miring namja itu membuatnya bergidik ngeri. Dan Sungmin yakin, suaminya itu tak akan berhenti sebelum dirinya tumbang nanti.
.
.
.
.
.
Derit ranjang itu terdengar lebih lirih dari sebelumnya setelah mereka saling melepaskan cairan cinta mereka untuk pertama kalinya malam ini. Kyuhyun sedikit memperlambat gerakannya diatas Sungmin. Mencium bibir tipis itu yang sudah tampak membengkak akibat ulah nakalnya.
Fasilitas lengkap hotel berbintang lima itu tampaknya tak begitu penting bagi Kyuhyun. namja itu hanya memerlukan ranjang tempatnya menyatukan tubuh dengan Sungmin.
Tanpa menduakan pergerakannya dibawah sana. Kyuhyun menjauhkan bibirnya, menatap wajah sayu Sungmin yang terkesan sangat sexy dimatanya.
"Min".
"Hm?".
"Sebentar lagi ulang tahunmu. Kau menginginkan kado apa dariku hm?".
"Kau menanyakan ini saat kita bercin- enghhh". Ucapan Sungmin terputus oleh desahannya sendiri. Kyuhyun mempercepat temponya, dan berhasil menyentuh titik tersensitiv yeoja itu.
"Tak masalah bukan?".
Sungmin meremas pundak Kyuhyun. namja itu mulai serius mengerjai tubuhnya lagi. "Tapi itu masih lama Kyuhh emmpph". Kyuhyun tersenyum saat Sungmin kembali mendesah nikmat.
"Tak apa? kau ingin apa? Katakan saja".
"Buat aku hamil Kyu". jawab Sungmin cepat. "Aku ingin baby Cho ada sebagai kado ulang tahunku".
Kyuhyun tersenyum, mencium lembut bibir Sungmin. "Tanpa kau mintapun aku akan melakukannya Min".
Sungmin balas tersenyum. Tangannya melingkar bebas di leher Kyuhyun. "Eum. Jika perlu kita harus bekerja lebih agar baby Cho cepat ada diantara kita Kyu".
"Baiklah. sepertinya aku akan meminta cuti beberapa minggu pada appa". Ucapnya seraya menyeringai tipis. "Dan sepertinya aku juga akan terus mengurungmu didalam kamar".
"Tak apa. aku suka".
Mereka saling melempar senyum. Kembali menempelkan bibir mereka setelahnya. melanjutkan sesi percintaan mereka yang mungkin baru akan berakhir menjelang pagi. membiarkan desahan Sungmin terdengar memenuhi kamar hotel itu disertai peluh keringat yang menyatu akibat tubuh mereka yang saling bersentuhan tanpa sehelai benang pun.
.
.
.
.
T.B.C
Anyeonghaseyo~
Apa kabar? Rasanya lama banget saya ngga nulis. (perasaan saya aja). Dan akhirnya saya bisa ngelanjut nulis. Ini sequel saya persembahin buat chingudeul semua.
Makasih banyak atas RnR nya di chapter sebelumnya. *bow
Itu ada TBC loh. Jadi kemungkinan bakal dilanjut. Ngga banyak kok. Cuma 2 chapter.
Sengaja buat persembahan ultahnya Uri Sungminie sama Uri Kyuhyunie. Jadi bisa ditebak kapan saya update nya. Kekeke~
Maaf membosankan akibat ngga ada konflik. Masih pemanasan(?). Mungkin chapter depan saya kasih sedikit konflik. Ngga banyak, kan buat kado ultahnya Uri Sungminie~, jadi ngga mau yang belibet. Yang happy happy aja. Hehehe
OK. Karena sudah dibaca. Boleh dong di Review.
GOMAWO~ SARANGHAE
Review?
