PUZZLE
Pair : HanChul, WonKyu, HaeBum
Genre : Romance, family
Disclaimer : All is belong to God, Super Junior belong to Elf except Yesung for me #plak
Warning : miss typos, YAOI (Except Heechul female), fast chennel, bad language, etc.
.
.
::[]::
PUZZLE
By JojoHye
::[]::
.
.
"Kyunnie... ini umma dan kakak-mu..."
'Umma...' Seolah tiba-tiba tangga besar jatuh di atas tubuhnya, Kyuhyun merasa sangat lemas. Orang yang dikenalkan oleh appa-nya sebagai umma yang baru, adalah...
.
.
Orang yang dulu meninggalkannya, meninggalkan Kyuhyun kecil yang rapuh dan mencampakannya selama 11 tahun, Kim Heechul.
.
.
"Annyeong...," sapa yeoja itu ramah, sedikit membungkukan badannya.
"Chullie-ah, tak perlu bersikap seformal itu... Ah Kyu, kenalkan ini Kibum, kakakmu..." Hangeng merangkul bahu namja yang berdiri di samping sang istri, namja itu tersenyum memberi hormat.
.
.
Kibum?
Kakak yang dulu sangat menyayangi Kyuhyun, sosok yang benar-benar Kyuhyun rindukan. Jadi dia Kibum? Ingin sekali Kyuhyun memeluk erat kakaknya itu, namun rasa dendam yang begitu kuat membuat tangannya seolah sulit digerakan hanya untuk meraup tubuh Kibum dalam pelukannya.
.
.
"Kyu..." Hangeng menatap anaknya cemas. Ia berpikir anaknya itu tidak menyukai sang umma dan kakak baru yang telah ia pilih. "Kyu, kau kecewa dengan pilihan appa?"
"Aaa..." Kyuhyun menggeleng kuat. Matanya mulai merah dan berair. "Aho hiha hahuk..." ( Ayo kita masuk ). Kaki panjang Kyuhyun melangkah melewati dua orang di depan pintu yang tadi menyambutnya. Dia bawa kopernya menuju lantai atas tempat dimana ia memilih kamar yang akan ditempatinya, ia tinggalkan wajah bingung sang appa, 'umma, dan kakak tirinya'.
.
.
Seorang namja manis bernama Kibum tengah duduk di tepi ranjang kamarnya, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Kyunnie... ini umma dan kakak-mu..." Kembali ia teringat kalimat appa tirinya siang tadi.
"Kyunnie? Nama itu..." Ia memutar memorinya kembali. Kyunnie, nama 'adik tirinya', nama itu mengingatkannya pada dongsaeng kandungnya yang ia tinggalkan 11 tahun yang lalu. Entah mengapa ia merasa namja yang dipanggil Kyunnie itu adalah benar dongsaengnya. Hatinya merasakan hal yang aneh saat pertama kali melihat namja itu. Namja dengan postur tinggi dan tubuh kurusnya, memiliki mata berbinar, kulit putih pucat dan rambut ikal kecoklatan, sangat mirip dengan yang dimiliki sang adik dulu. Kibum menemukan sosok Kyuhyun adiknya di dalam diri 'adik tirinya'.
.
.
Bunyi pertarungan antara sendok, garpu, dan piring, sedari tadi menemani prosesi makan malam keluarga baru Tan. Sang appa Tan Hangeng, duduk di kursi utama. Di sebelah kanan duduk sang istri, di sebelah kiri duduk kedua anaknya.
Sajian-sajian nikmat buatan sang istri membuat Hangeng tak bisa berhenti mengunyah dan terus memuji masakan Heechul, istrinya, membuat yeoja cantik itu tersenyum lebar meski suasana canggung masih melingkupi acara first dinner itu.
"Kyunnie, kenapa makan sedikit sekali...?"
"A... ahu ihak hahar aa..." ( Ah, aku tidak lapar appa ). Sedikit kaget dengan kalimat tiba-tiba dari sang appa, Kyuhyun hanya tersenyum dan seperti biasa tangannya membentuk simbol-simbol untuk merespon pertanyaan sang appa.
"Chagi... dia..." Heechul menatap suaminya, meminta penjelasan tentang kondisi sang 'anak tiri'.
"Ne, Kyuhyun... adalah seorang tuna wicara," jawab Hangeng.
DEG
Tuna wicara? Kyuhyun?
Heechul dan Kibum saling bertatapan. Nama namja itu, Kyuhyun? Tuna wicara?
'Kyu... apa dia Kyunnie-ku dulu?' batin Kibum angkat bicara.
'Kyuhyun? Apa dia anakku yang dulu aku tinggalkan di panti?' Heechul harap apa yang ada dipikirannya salah. Itu mustahil.
Suasana makan malam itu berubah hening. Empat orang yang ada di meja makan kini hanya berkutat dengan pikirannya masing-masing.
"Ahu huhah hehehai aa." ( Aku sudah selesai appa... ). Suara bass seorang namja tiba-tiba memecah keheningan, ia berdiri dan berpamitan pada sang appa dan mulai berjalan menuju kamarnya. Tak sedikitpun ia menatap sang umma dan kakaknya, hanya berjalan dengan kepala tertunduk lesu.
.
.
:: Kyuhyun POV
Ya Tuhan, kenapa Kau mentakdirkan kehidupan ini padaku? Seolah dunia ini sangat kecil sampai Kau mempertemukan aku lagi dengan orang-orang yang paling aku benci juga aku rindukan itu. Umma dan Kbum hyung, kenapa mereka bisa hadir kembali dalam hidupku? Sudah cukup dengan pedih yang aku rasa saat aku dibuang di panti dan umma tiriku yang Kau ambil tiga tahun lalu. Itu sudah cukup. Aku sudah sangat bahagia hanya hidup dengan appa yang menyayangiku sepenuhnya walau fisikku cacat. Jangan Kau tambah dengan cobaan seperti ini lagi, Tuhan.
Umma, kenapa baru sekarang kau muncul? Dimana kau 11 tahun yang lalu? Pergi meninggalkanku dan bersenang-senang dengan Kibum hyung 'kah? Kau tak tahu aku yang waktu itu sangat merindukanmu dan berharap kau kembali dan menjemputku dalam waktu beberapa hari terus menangis mencari keberadaanmu, kau tak tahu betapa sakitnya ditinggalkan saat kau masih sekecil aku waktu itu. Sungguh menyakitkan.
Kau mencampakan aku hanya karena aku bisu umma. Sikapmu mulai berubah saat dokter memvonis aku akan mengalami cacat permanen karena kecelakaan waktu itu. Kau menangis saat itu. Kau menganggap kehidupan sangat kejam padamu. Tanpa kau tahu bahwa akulah yang sebenarnya paling terluka. Aku sangat membenci kodisiku yang cacat seperti ini. Jika aku bisa memilih, aku juga tak ingin mengalaminya umma, aku juga ingin hidup dan tumbuh menjadi namja normal, tapi inilah takdir yang telah ditentukan untukku. Aku benci namja kecil yang telah mebuatku hingga jadi seperti ini. Aku benci Kibum hyung yang lebih kau sayangi daripada aku. Aku benci kau umma. Aku benci Tuhan...
:: Kyuhyun POV End
Hangeng, sedari tadi ia berdiri di depan kamar Kyuhyun. Hatinya merasa sakit jika ia mendengar anak kesayangannya itu menangis, dan itu sedang terjadi sekarang. Rintihan-rintihan pilu yang disuarakan Kyuhyun seolah mencabik-cabik hatinya. Ia mengkhawatirkan Kyuhyun. Ada apa sebenarnya hingga membuat Kyuhyun menangis? Kyuhyun bilang senang dengan pilihannya, tapi kenapa seperti ini?
.
.
::[]::
.
.
Pagi datang, aktifitas Tan-family pun dimulai. Hangeng yang bersiap pergi ke kantor, sedang mengenakan jas dan dasinya. Heechul sedang menyiapkan sarapan. Kibum dan Kyuhyun yang sedang merapikan tasnya bersiap pergi ke sekolah baru mereka, SM Senior High School.
"Appa sudah menyiapkan mobil dan supir untuk kalian berdua..." Hangeng membuka percakapan pagi ini saat makan pagi. Kibum dan Kyuhyun mengangguk.
Beberapa menit sampai acara breakfast selesai, Hangeng berpamitan dengan sang istri dilengkapi morning kiss yang jujur membuat Kyuhyun muak. Kibum juga melakukan hal yang sama pada umma dan appanya, tapi tidak dengan Kyuhyun yang hanya berpamitan pada sang appa tanpa sedikitpun melirik Heechul. Kebencian sudah menguasainya, dendam tak akan mampu ia kendalikan lagi. Hangeng, Heechul dan Kibum saling bertatapan melihat tingkah Kyuhyun, mereka hanya mampu menghela napas.
'Sebenarnya ada apa denganmu Kyunnie? Kau tak menyukai umma-mu? Atau Kibum? Kenapa sifatmu berubah sejak kau melihat Heechul dan Kibum? Padahal kau bilang sangat senang dengan pernikahan appa... Appa sedih melihatmu begini Kyu...'
.
.
Sampai di gerbang sekolah mewah dan elit, SM Senior High School, Kibum dan Kyuhyun pun turun dari mobil hitam glamor milik sang appa. Sedari tadi di dalam mobil, tak ada komunikasi sama sekali diantara mereka hingga membuat sang driver bingung dengan apa yang terjadi dengan kedua 'saudara tiri' tersebut.
Kyuhyun dan Kibum berjalan beriringan meski tak satu kalimatpun terlontar dari mulut mereka. Sejuta tatapan heran, penasaran, kagum dari siswa-siswa SM Senior High School menemani mereka sampai di ruang kepala sekolah dimana mereka akan menunggu sampai bel sekolah berbunyi. Heran dan penasaran, siapa dua namja asing ini? Kagum dengan ketampanan dua namja manis ini.
Di tempat kepala sekolah, mereka disambut oleh tatapan dari wajah penjilat Lee Soo Man, sang kepsek. Mengingat betapa kaya raya-nya seorang Tuan Tan, orang tua Kyuhyun dan Kibum, seorang penjilat mata duitan sekelas Lee Soo Man tentu saja akan bersikap semunafik mungkin pada dua anak dingin di depannya ini.
"A..annyeong...," sapa Lee Soo Man –sok- ramah.
"Annyeong." Hanya itu respon dingin yang terucap dari bibir Kibum. Sikap dingin dan juteknya membuat Lee Soo Man menelan ludah dan mencoba mengelus dadanya sabar. Sedangkan Kyuhyun membungkuk sebentar dan tersenyum, ya walau sama saja wajahnya berkesan datar. Ia tak berniat mengeluarkan suara sedikitpun, tak mau ia memamerkan suara anehnya yang hanya bisa ber-haheho ria.
Hening. Tak ada lagi percakapan di antara tiga orang itu sampai akhirnya bel sekolah berbunyi, dan Soo Man memanggil Jang songsae dan Hwang songsae untuk mengantarkan Kibum dan Kyuhyun ke kelas masing-masing.
.
.
"Tan Kyuhyun-ssi, ini kelasmu... Akan aku perkenalkan kau." Hwang songsae-pun masuk ke dalam kelas X.9, kelas pilihan Kyuhyun, beruntung ia tak menyuruh Kyuhyun untuk memperkenalkan dirinya sendiri. Tidak tahu kenapa seorang genius seperti Kyuhyun bisa memilih kelas di urutan terakhir itu, hanya karena alasan 'seru' katanya.
"Annyeong... anak-anak, saya akan memperkenalkan teman baru kalian." Hwang songsae berdiri di depan kelas, di sebelahnya berdiri Kyuhyun. "Ini, namanya Tan Kyuhyun," suara sang songsae mampu membuat seluruh isi kelas gempar, baru mereka dengar nama dengan marga Tan, itu sangat jarang. "Dia pindahan dari Gangwondo Senior High School."
"Kenapa dia tidak memperkenalkan dirinya sendiri?" celetuk seorang namja yang duduk di deretan ketiga pada barisan tengah, yang membuat Kyuhyun langsung menatapnya tajam. Panik dan gelisah karena pertanyaan namja tadi, ia takut kalau teman-temannya akan menertawakannya karena cacat yang ia miliki, ia takut dijauhi karena ia adalah seorang namja tuna wicara.
"A..ah... songsae aku tarik kembali pertanyaanku tadi." Namja itu buru-buru menyembunyikan wajahnya setelah Kyuhyun menatapnya dengan tatapan membunuh. Tak ada hal lain yang bisa ia lakukan, tak mungkin ia akan bersuara, sudah kubilang tadi Kyuhyun tak ingin teman-temannya mengetahui kalau ia BISU.
"Kyuhyun-ssi, silahkan duduk di sebelah Donghae... di sebelah sana." Hwang songsae menunjukan sebuah kursi kosong di sebelah seorang namja, namja menyebalkan tadi. Segera raut wajah Kyuhyun berubah, menampakan wajah yang... sangat tidak bisa dijelaskan, matanya seolah berbicara –AKU TIDAK MAU!- Dilihatnya sekarang namja itu yang sekarang sudah kembali ceria, menatap Kyuhyun dengan tatapan imut yang dibuat-buat, tangannya melambai ke arah Kyuhyun seolah memberi sambutan, benar-benar menyebalkan.
"Baiklah, aku pergi dulu Kyuhyun-ssi." Langkah Hwang songsae terhenti saat tangan Kyuhyun menggenggam pergelangan tangannya. "Gwaenchana, kelas ini akan sangat ramah padamu." Sedikit memberi seulas senyum, lalu meninggalkan Kyuhyun sendiri di tengah tatapan penghuni-penghuni kelas X.9 itu yang terkesan sangat dingin meski tampang pabbo mereka membuat Kyuhyun sedikit terkikik geli. Ia melangkah menuju tempat duduknya.
"Annyeong... LEE DONGHAE IMNIDA...!" Namja menyebalkan tadi mengulurkan tangan panjangnya pada Kyuhyun yang sepertinya tak berminat untuk membalasnya. Ia langsung duduk tak menghiraukan namja bernama Donghae yang kini mengerucutkan bibirnya kesal.
.
.
Kibum dan Jang songsae tiba di depan kelas XII Sains, merekapun berjalan masuk membuat kegaduhan yang terjadi di dalam kelas itu berubah menjadi ketenangan. Jang songsae mempersilahkan Kibum untuk memperkenalkan diri.
"Annyeong haseyo... Kibum imnida..." Dipandangnya semua wajah-wajah teman barunya, Kibum menelusuri satu persatu dan ia menemukan sosok itu. Wajah tampan nan mempesona, yang membuatnya memilih kelas ini sebagai kelas barunya di sekolah yang juga baru Wajah tampan milik sang mantan namjachingu. Sudah lama Kibum ingin pindah ke SM Senior High School hanya untuk kembali bertemu dengan mantan namjachingu smp-nya dulu.
"Kibum-ssi, kau bisa duduk di sebelah Siwon," intruksi Jang songsae. Kibum berjalan ke arah tempat duduk di sebelah namja bernama Siwon yang sepertinya tidak peduli dengan kedatangan murid baru di kelasnya, ia malah asik membaca Al-Kitab.
"Annyeong...," sapa Kibum ramah membuat namja di sebelahnya menengokan kepalanya berniat untuk membalas.
"Kibum?" Bukan senyuman yang tampak di wajah tampan namja itu, malah tatapan heran. "Ke...kenapa kau bisa ada di sini?"
"Aku pindah sekolah di sini hyung...," jawab Kibum tenang, ia terkekeh melihat tampang terkejut Siwon yang benar-benar lucu. Bagaimana Siwon tak terkejut, mantan kekasihnya 3 tahun lalu sekarang ada di hadapannya. Mantan kekasih yang sangat ia rindukan setelah 3 tahun mereka berpisah saat kelulusan smp, sekarang tengah tersenyum menatapnya.
.
.
::[]::
3 months later
::[]::
.
.
Bel pulang sekolah telah berdentang, bel yang sangat dinanti-natikan seluruh siswa SM Senior High School. Sangat lelah menghadapi pelajaran-pelajaran membosankan dengan para pengajar berusia lanjut yang sangat tidak enak dilihat, tak ada yang spesial dari raut wajah guru-guru itu, hanya keriput pada dahi dan bagian bawah matanya.
Tak seperti biasanya, mobil jemputan untuk Kibum dan Kyuhyun belum datang hari ini. Membuat Kibum lama menunggu di depan gerbang sekolah sambil melipat tangan dan kakinya tak lupa menekuk wajahnya karena terlalu lama menunggu. Berbeda dengan Kyuhyun, ia tak mau berpanas-panasan dengan menunggu di depan gerbang, ia lebih memilih menunggu di studio musik favoritnya sedikit menghilangkan rasa bosan dengan memainkan grand piano yang ada di sana.
"Wah, permainan piano-mu bagus Kyu..." Tiba-tiba suara seorang namja mengusik alunan nada-nada yang berasal dari tarian jemari Kyuhyun di atas tuts-tuts piano itu, membuat irama merdu itu mendadak berhenti.
Kyuhyun menoleh, ia mendapati sosok namja ikan menyebalkan di ujung pintu, tersenyum –lebih tepatnya sebuah cengiran- yang membuat Kyuhyun benar-benar ingin memukulnya. Kedatangan namja ikan bernama Donghae itu membuat mood-nya hilang seketika. Berniat untuk pergi, Kyuhyun meraih tasnya dan berjalan keluar sebelum sebuah tangan menghentikannya dan menarik tubuhnya ke dalam sebuah pelukan tiba-tiba dan hangat.
"Kyu, aku menyukaimu, johahae... Saranghae..." Kalimat tembakan langsung membuat Kyuhyun benar-benar terkejut dan membatu seketika setelah sedari tadi ia mencoba berontak dari pelukan Donghae.
DEG
'Menyukaiku? Apa maksudnya ini? Donghae?'
Terselip rasa bahagia tapi juga sedih di hati Kyuhyun. Namja menyebalkan yang diam-diam juga telah merebut hatinya ini telah mengungkapkan perasaannya. Rasa cinta Kyuhyun terbalaskan. Tapi... satu hal yang Kyuhyun takutkan. Ia takut Donghae akan meninggalkannya setelah tahu kondisi yang sebenarnya.
"Kyu..." Donghae benar-benar terkejut saat ia dapati Kyuhyun sekarang menangis sambil menutup wajahnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kyu, uljima... mianhaeyo..."
"Hahu hihak hiha Hae..." ( Aku tidak bisa Hae... ).
DEG
Donghae tercengang, saat Kyuhyun mengangkat wajahnya, jejak air mata jelas sekali terlihat. Tapi bukan itu yang membuat Donghae terkejut. Suara Kyuhyun yang selama ini tidak pernah ia dengar tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah kalimat yang benar-benar tak jelas dan membuat otaknya tak bisa berfungsi sama sekali saat itu.
"Kyu, kau...?"
"He, ahu hihu! Hau hashi hihak hakah hehehihahu haha hehahaah hehehi hihi 'hah?" ( Ne, aku bisu! Kau pasti tidak akan menerimaku dalam keadaan seperti ini kan? ). Setelah berhasil membongkar rahasianya sendiri, Kyuhyun berlari keluar. Ia hempaskan tubuh Donghae dan meninggalkannya dengan sejuta kebingungan yang mungkin sekarang sedang berputar-putar di otaknya.
BISU?
.
.
"Kibum-ah, kau sedang menunggu siapa?" Namja dengan tinggi kira-kira lebih dari 180 menepuk bahu Kibum, membuatnya sedikit tersentak.
"Ah, Siwon hyung, aku sedang menunggu mobil jemputanku," jawab Kibum seadanya. Matanya melirik ke arah kiri terus menerus, siapa tahu mobil itu tiba-tiba datang.
"Kau mau pulang bersamaku?" tawar Siwon.
"Ani, gomawo. Appa sudah menyiapkan mobil itu untukku dan adikku, aku tak mau membuatnya khawatir kalau aku pulang bersamamu lalu supirku tidak menemukanku di sekolah," jawab Kibum panjang lebar menjelaskan alasan yang cukup logis.
"Appa? Adik? Setahuku appa-mu sudah meninggal dan kau tidak punya adik." Heran dengan jawaban mantan namjachingunya, Siwon menautkan alisnya.
"Umma-ku menikah lagi 3 bulan yang lalu dan appa tiriku punya sorang anak," jawab Kibum lagi. Siwon mengangguk, lalu sedetik kemudian tak ada lagi percakapan di antara mereka.
"APPA!" Teriak Kibum tiba-tiba memanggil nama 'APPA!', membuat Siwon agak kaget. Teriakan itu terlontar spontan saja saat manik matanya menemukan sesosok namja yang sangat ia kenali itu, namja dengan body yang agak gemuk yang menghilang 11 tahun lalu.
"APPA!" Kibum mengejar sosok itu, menyeberang jalan tanpa memperhatikan keadaan mobil-mobil yang akhirnya kehilangan kendali karena aksinya itu.
"APPA!"
.
.
::[]::
TBC
::[]::
.
.
Wah chap dua ini kurang memuaskan ya? Author juga ngerasa gitu. Tapi please... KEEP REVIEW, OK? Oh iya di chap pertama itu ada sedikit typo, yg author bilang '18 years later' harusnya '11 years later'. Awalnya mau dibikin Kibum dan Kyuhyun yang usia 20 tahun, tapi kayaknya lebih asik yang usia anak sma.
Gomawo untuk yang sudah review chap satu kemaren... Untuk pertama kalinya author akan sebutin nama-nama readers dan author lain yang udah review.
GOMAWOYO untuk...
Mhiakyu / Min Yeon Rin / Kyukyuku / Fitri MY / Rose / choi jimin / wonniekyu / yolyol / Kim Min Lee / Kyuminjoong / forniakyu / MagnaeGyu / anin wonkyushipper / Kyu-Kyu / lovinkyu / KyuKi Yanagishita / lily biru / aul / WonKyuBi / whyen / FanboyRaka / KyuNa / JAESA / Lady hee hee / wonkyu shipper / Gyurievil / Meong / queen / / han gege / Kyukyukyu / VitaMinnieMin / Princekyu /
Dan untuk flames-ku tercinta yang sekarang malah jadi guru buatku... MIA AZUKI, terima kasih atas pelajaran tentang Tata Bahasa-nya, bener-bener bermanfaat.
Baiklah, sekarang waktunya review chap 2...
Author pamit dulu, I'll comeback...
