Tittle : Day Dream

Author : Lee Suhae

Main Cast ,

Lee Donghae

Kim Jongwoon

Choi Siwon

Sub Cast,

Member SJ

Main Pair : Yehae

Rated : T

Genre : Romance , yaoi, boy x boy

Summary : Cinta terhalang oleh kerasnya hati orangtua Lee Donghae . Bisakah ia merebut kebahagiannya , walau ia akan dijodohkan dengan orang yang tak dicintainya ?

(Catatan : Putarlah musik ' day dream – Suju ' saat membaca ini . Di jamin , semakin masuk(?) membacanya .. Seperti saya , menulis dan membaca ulang .. menangis#tebartisuue(?) )

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::

Yesung tersenyum saat melihat kekasih yang sangat dicintainya sudah siuman . Dia berjalan menghampiri ranjang miliknya yang terlihat begitu sempit . Ternyata , saat Donghae pingsan dalam pelukannya di toko miliknya , ia segera membawa Donghae untuk pulang ke rumahnya .

Dia mengelus pipi Donghae , lantas memberi kecupan sayang dikening kekasihnya itu . Donghae tersenyum menerimanya .

Yesung lantas mengusap lembut pipi Donghae , "Kau sakit ?", tanya Yesung heran karena memang suhu tubuh Donghae tidaklah panas , hangat seperti biasanya . Namun , kenapa Donghae bisa sampai pingsan begitu ?

Donghae menggelengkan kepalanya , "Tidak, aku tidak merasakan kalau aku sakit Hyungiie", ujar Donghae menjelaskan membuat Yesung tersenyum dan bernafas lega .

Tapi Yesung masih berpikir , kenapa Donghae bisa pingsan tanpa sebab ?

Yesung memperhatikan wajah Donghae , sedikit pucat , "Kau benar-benar tidak sakitkan ?", tanya Yesung memastikan , dan Donghae tersenyum , "Aku sangat baik Hyungiie ", jawab Donghae membuat Yesung mengecup bibirnya .

Yesung melirik jam dinding kamarnya , lalu beralih menatap Donghae , "Kau tidak kuliah hm?",tanya Yesung . Donghae ?

Donghae menundukkan wajahnya , ia meremas jari-jarinya . Membuat kebingungan tersendiri untuk Yesung Yesung mengangkat dagu Donghae, membawa agar mata mereka saling bertemu . Bisa Yesung lihat , kesedihan dan ketakutan terpancar dari sorot mata polo situ . Sorot mata yang mampu membuat hatinya merasa tenang , damai dan menyakini satu hal . Bahwa , dia dan Donghae mampu mempersatukan hubungan terlarang mereka .

Yesung mengusap air mata yang ada disudut mata Donghae , "Ada apa ?",tanyanya dengan senyuman manisnya .

Dia tahu ada yang tidak beres . Dia tahu ! Dia bisa merasakannya . Terlebih, sorot mata Donghae yang mampu membuat hatinya menangis saat ini . Tangisan Donghae yang membuatnya kadang berpikir ulang , 'pantaskah dia untuk bersanding dengan Donghae ?'

Sebuah pemikiran yang wajar , namun Yesung adalah manusia biasa yang ingin merasakan namanya sebuah ' kebahagian ' . Dia tak pernah bahagia sebelumnya , yah sebelum dirinya bertemu dengan Donghae . Yang akhirnya , mampu membawa dirinya masuk kedalam arus cinta .

Arus yang begitu kuat .

Yesung kali ini memilih diam , saat Donghae masih enggan membuka suara dan memilih untuk menangis . Sungguh , Yesung benci jika melihat Donghaenya menangis . Ia tak suka . Ia benci . Namun untuk kali ini , biarlah Yesung membiarkan Donghaenya menangis dihadapannya . Walau membuat hatinya terasa ditusuk ribuan duri tajam .

Donghae menatap Yesung dengan tatapan sedihnya , ia genggam erat tangan Yesung . Lantas ia memeluk tubuh Yesung dengan sangat erat , seakan takut jika pelukan itu dapat dilepaskan oleh orang lain .

Dia tak mau hal itu terjadi . Tak mau dan tak ingin .

Yesung mengusap lembut punggung Donghae , "Sudah sayang , jangan menangis lagi", bukannya mereda , tangis Donghae semakin pecah . Kala ia ingat tentang kejadian tadi pagi .

Perjodohannya .

Appanya tak pernah bercanda dengan hal itu . Tidak pernah , bahkan Appanya pun tak segan-segan untuk membunuh Yesung saat ini juga .

Donghae mengeratkan pelukannya , "Hhikkss, aku sangat mencintaimu Hyung , hhiksss", Donghae memejamkan matanya , membuang pikiran tentang perjodohannya itu .

Perjodohan dengan seseorang yang tidak disukainya . Tidak sama sekali . Karena seseorang yang sangat dicintainya , kini juga tengah memeluk dirinya dengan sangat erat .

Bukan namja itu . Melainkan Yesung , yang mampu memberikan warna merah didalam hatinya yang hanya berwarna hitam dan abu-abu . Bahkan lebih dari itu , lebih dari warna merah itu . Yesung mampu memberikan ribuan bunga mawar, bunga kesukaan Donghae setiap harinya .

Yesung tersenyum , "Ya, akupun sama , aku sangat mencintaimu ", Yesung berpikir kalau Donghaenya sedang menjadi Donghaenya yang selalu memikirkan tentang hubungan mereka .

Tentang pertentangan !

Ketidaksukaan !

Dan Yesung mencoba untuk tidak peduli . Walau ia tahu , kalau dia mempertahankan hubungannya ini akan menyakiti Donghaenya . Yah , siapa dia ? Dia namja miskin yang tidak punya apapun . Namun Donghae selalu berkata , "Buat apa harta banyak , jika tak ada kebahagian didalamnya , kau tahu , kau adalah harta dan kebahagianku ' , itulah yang selalu membuat Yesung optimis ditengah keraguannya yang melanda , kalau dia dan Donghae bisa membuat cinta mereka benar-benar bisa diterima oleh siapapun , termasuk Appa Donghae- Tn Kangin .

Donghae merenggangkan pelukannya , ia memandang mata Yesung dengan mata yang berkaca-kaca . Ia mengusap wajah tampan Yesung dengan lembut , " Jangan menyerah atas diriku Hyungiie ", satu tetes air mata Donghae kembali jatuh .

Yesung tersenyum ,"Tidak akan , tidak akan pernah Hae , walaupun seluruh dunia menentang hubungan kita , aku tak akan pernah melepaskanmu , walau itu hanya sedetik ", Yesung mengecup bibir Donghae sekilas . Mencoba menyalurkan rasa sayang , cinta , dan segalanya melalui ciuman ringan itu .

Yesung menatap Donghae dengan tanda tanya besar . Kenapa Donghaenya tak kunjung tersenyum ?

Yesung menangkupkan kedua belah pipi Donghaenya . Meminta Donghae untuk melihat dirinya . Karna Yesung tahu , ada yang disembunyikan dari Donghaenya itu .

Donghae kembali menajtuhkan air matanya . Ia merasaka kalau jantungnya memompa dengan sangat cepat dan keras . Membuat dirinya tak bisa bernafas dengan normal . Hingga semenit berlalu , masih kedalam keadaan yang sama .

Yesung menatap mata Donghae dengan tatapan lembutnya , "Ada apa ? ceritakan padaku ?", pinta Yesung dengan suara yang benar-benar membuat hati Donghae merasa teduh .

Donghae menahan isakannya , "A-aku ", kembali terurai air mata itu . Yesung menghapus air mata itu dengan senyumannya yang mengembang . Seakan mengisyaratkan kepada Donghae untuk melanjutkan perkataannya .

"Aku dijodohkan Hyungiie"

Deg

Yesung menatap mata Donghae dengan mata yang tiba-tiba memerah . Jantungnya berdetak dua kali, oh tidak , lima kali lebih cepat . Hingga tak ada jeda , dari detakan demi detakan .

"Aku takutt"

Yesung diam tak bergeming , perlahan tangannya terjatuh disamping tubuhnya . Satu tetes air matanya jatuh membasahi pipinya yang chubby itu . Ia menatap Donghae yang saat ini menutup wajahnya dengan kedua tangannya .

Begitu susahkan mendapatkan sebuah kata ' bahagia ' ? Hingga harus, berjuta kali dia dan Donghae menjatuhkan air mata ?

Bukan air mata bahagia , melainkan air mata duka yang selalu datang menghampiri mereka !

Sejahat dan seburuk itukah mereka , hingga ribuan cobaan datang pada mereka ?

Yesung menarik Donghae kedalam dekapannya . Mengusap punggung Donghae dengan lembut , lantas ia beri kecupan berkali-kali pada pucuk kepala Donghae .

Donghae menangis sejadi-jadinya . Menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Yesung .

Tak bisa ia bayangkan jika ia harus berpisah dengan Yesung .

Yesung memejamkan matanya , ia renggangkan pelukannya . Lantas ia menatap mata sayu Donghaenya yang saat ini begitu dalam menatapnya . Yesung tersenyum diatas kelukaan hatinya .

"Apapun yang terjadi , aku tak akan membiarkanmu pergi dariku , kau mencintaiku kan ?"

Donghae mengangguk mantap , "Ne Hyungiie , aku sangat mencintaimu ", Yesung membawa Donghae ke dalam pelukannya .

Kali ini , Donghae bisa tersenyum saat Yesung begitu senangnya memeluknya . Donghae sempat ragu dan takut dengan tindakan Yesung saat ia berbicara tentang perjodohan dirinya dengan orang lain .

Dia mengira , Yesung menyerah atas dirinya . Ternyata tidak .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::

Kangin memukulkan kepalan tangannya pada meja kerjanya . Ia menatap beberapa anak buahnya yang kini berada dihadapannya . Mereka baru saja datang dari toko bunga milik Yesung . Namun apa yang dicari mereka dan apa yang diharapkan Kangin , hanyalah harapan semata .

Donghae tidak ada disana !

Kangin mengepalkan tangannya , "Bakar toko bunga milik anak miskin itu , bakar hingga tak bersisa , bahkan jangan sampai ada abu barang sedikitpun ditanah itu !", ujar Kangin tegas dan jangan lupakan raut murkanya .

"Baik Tuan , segera dilaksanakan ", jawab salah satu dari ketiga namja itu .

Kangin mendudukan dirinya dengan kasar di kursi kerjanya , lantas ia merogoh saku celananya saat mendengar ponselnya berdering .

"Yeoboseyo"

Donghae kini tengah duduk selagi menanti Yesung membuatkan mie untuknya . Mungkin Donghae pingsan karena lapar , pikir Yesung .

Donghae tersenyum saat ia melihat setangkai bunga mawar tepat dihadapannya . Ia menarik vase tersebut , lantas ia hirum aroma mawar yang sangat ia suka .

Berbau semerbak nan membuat hatinya terasa nyaman .

Yesung melirik kea rah Donghae, ia tersenyum saat melihat kekasihnya kini tengah tersenyum lebar .

Yesung kembali menatap mie yang kini sudah berada didalam mangkok . Yesung menghampiri Donghae , "Ada apa ?",tanya Yesung saat melihat Donghae tidak henti-hentinya menatap dirinya smabil mengumbar senyum kekanakannya itu .

Donghae menggelengkan kepalanya , "Aniyo ", jawabnya dengan tawa kecil mengiringinya . Yesung sangat gemas melihat kekasihnya seperti itu . Hingga ia cium bibir Donghae secara tiba-tiba , membuat sang empunya bibir terkejut walau tidak menolak .

Yesung mengacak rambut Donghae , "Sekarang makanlah ", Donghae mengangguk , lalu ia segera melahap mie buatan Yesung untuknya .

Donghae begitu senang memakan masakan yang Yesung buat untuknya . Apapun itu , karna menurutnya masakan Yesungnya sangatlah enak .

Yesung memandang Donghae miris . Bisakah dia menghidupi Donghae kelak ?

Donghae mengusap sudut bibirnya , "Mashita !", pekiknya saat melihat mangkok kosong dihadapannya . Kini , ia mengangkat wajahnya , menatap Yesung yang kini menundukkan wajahnya .

Donghae menyentuh jari-jari Yesung yang lebih pendek darinya , membuat Yesung mengangkat wajahnya dan memandang dirinya .

"Kau kenapa Hyungiie?", tanya Donghae cemas saat melihat wajah Yesung yang tadi sudah ceria kembali muram . Donghae menggenggam erat tangan Yesungnya , "Hyungiie, kau kenapa ?", tanya Donghae lagi saat Yesung tak kunjung memberikan jawabannya .

Donghae menghela nafas , "Ya sudah jika Hyungiie tak mau menjawab pertanyaanku ", Donghae hendak beranjak dari duduknya kalau tidak Yesung yang menahan lengannya .

Donghae tersenyum saat melihat Yesung mengecup kedua matanya , hingga ia memejamkan kedua matanya yang indah itu .

Yesung tersenyum , "Mian nae ", ujar Yesung lirih , "Jika nanti , kau harus makan mie instan setiap hari , berbagi makan denganku , apa kau masih mau bersanding denganku ?", tanya Yesung yang membuat Donghae menjatuhkan air matanya .

Donghae memukul kepala Yesung , "Hyungiie Pabbo, tentu saja aku mau , kita akan senang bersama , berarti kita juga susah bersama ", Donghae mengalungkan tangannya pada leher Yesung , lantas ia duduk dipangkuan Yesung .

"Apapun keadaannya , aku akan tetap bersamamu ", Donghae menurunkan tangannya , mengusap dada Yesung , "Disini , selamanya ", senyum Yesung melebar mendengarnya .

Yesungpun memeluk tubuh Donghae , "Gomawo untuk semuanya sayang , gomawo mau menerima kelemahanku dan kekuranganku , dan jangan pernah letih untuk mencintai namja biasa seperti aku ini ", ujar Yesung yang membuat Donghae terharu mendengarnya .

Donghae mengecup kening Yesung , "Aku tak bisa hidup tanpamu , sama halnya dengan ", Donghae membawa matanya untuk menatap bunga mawar , "Aku bukanlah setangkai mawar , jika kau tak disisiku ", ujar Donghae sambil tersenyum .

Yesung juga ikut tersenyum melihatnya , "Ya , kau memang mawarku , dan aku adalah durinya ", Donghae menaikan satu alisnya .

"Duri?"

"Ya, duri yang akan selalu melindungi sekuntum mawar dari pengganggu "

Mereka mendekatkan wajah mereka satu sama lain . Hingga hidung mereka saling bersentuhan , lalu Yesung memiringkan kepalanya .

Donghae memejamkan matanya , menikmati sentuhan diatas bibirnya . Yesung mengecup bibir Donghae , namun bersilih detik berikutnya Yesung membuka mulutnya lantas melumat bibir Donghae yang sangat manis baginya .

Donghae tersenyum sambil mengalungkan lebih erat tangannya dleher Yesungnya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kangin tersenyum saat melihat dua orang masuk kedalam rumahnya yang sangat besar itu . Mereka adalah pasangan suami istri yang tidak lain adala orangtua dari Choi Siwon .

"Bagaimana kabarmu Heechul Hyung ?", tanya Kangin kepada namja cantik – Eomma Siwon . Heechul tersenyum , " Sangat baik ", jawabnya singkat dan terdengar sangat ramah .

"Bagaimana tentang perjodohannya ?",tanya Suami dari Heechul – Hangeng , Kangin tersenyum , "Segera , mungkin dalam beberapa hari kedepan ", jawabnya santai , seakan – akan anaknya menyetujui tentang perjodohan ini .

"Chuliie-ah ", Heechul menolehkan padangannya saat mendengar namanya diserukan cukup akrab . Heechul tersenyum saat melihat namja cantik turun dari tangga , lalu

"Lama sekali tidak melihatmu ", ujar Leeteuk saat pelukan hangat terlepas . Heechul tersenyum , "Ya , aku tahukan kalau suamiku sangat susah untuk diajak kembali ke Seoul ", jawab Heechul yang membuahkan tawa dari yang lainnya .

"Oh iya Teuki Hyung , mana Donghae-ah ? sudah lama sekali aku tidak melihatnya ", ucap Heechul yang membuat Leeteuk terdiam sambil memandang kaku suaminya .

Heechul dan Hangeng bertukar pandang . Mereka tahu kalau ada masalah didalam keluarga ini . Heechul menggaruk kepala belakangnya , "Oh Hyung , ah , mana Sungmin ?", tanya Heechul mengalihkan pertanyaannya sebelumnya .

Leeteuk tersenyum , "Saat ini dia berada di Paris , bersama suaminya ", jawab Leeteuk . Oh, iya , Heechul dan Leeteuk adalah teman satu sekolah semasa SMP dan SMA , wajar saja kalau mereka sangatlah dekat . Lalu , Sungmin , Lee Sungmin adalah kakak kandung dari Donghae yang saat ini tinggal bersama suaminya .

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::

Donghae dan Yesung saat ini tengah berjalan ditengah temaramnya lampu Seoul . Langkah mereka kini tertuju pada toko bunga milik Yesung .

"Hae"

Donghae menolehkan wajahnya , "Ada apa Hyungiie?", tanyanya sambil memandangi wajah tampan Yesung . Sungguh tampan , ucapnya didalam hati .

Yesung mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Donghae , "Aku masih bingung , kenapa kau bisa jatuh cinta denganku ", tanya Yesung yang membuat Donghae tertawa kecil .

"Karna kau aneh ", ujar Donghae diringi dengan tawanya . Yesung menghentikan tawanya , lantas ia pandang Donghaenya dengan tajam .

Donghae berjinjit , mengecup bibir Yesung , "Aku hanya bercanda Hyungiie, alasan aku mencintaimu itu banyak , jadi tak usah bertanya lagi , yang pasti ", Donghae tersenyum manis saat ini .

"Aku mencintaimu , dan kau mencintaiku "

Yesung memeluk tubuh Donghae dengan sangat erat . Tak ada kata yang bisa ia ungkapkan saat ini , selain kata syukur kepada Tuhan .

'Kau menunjukkan ku suatu kebahagian , kau memberiku banyak cinta , cinta yang ku dapat darinya . Terima kasih Tuhan , biarkan aku dan dia selalu bersama , dan aku tak mengapa , selama hidupku aku tak bisa bertemu dengan kedua orangtuaku . Asalkan jangan kau pisahka aku dengannya . Dia adalah hidupku '

Donghae tersenyum sambil bergelayut manja pada lengan milik Yesung . Donghae terus saja memandang wajah tampan Yesung , sesekali ia mendongakkan kepalanya ke atas melihat jutaan bintang terhampar diatas sana .

Langkah mereka terhenti , dan Donghae mengerutkan keningnya saat melihat perubahan raut wajah Yesung .

Donghae mengikuti arah mata Yesung yang jatuh pada sebuah lahan kosong . Lahan yang ia tahu itu adalah toko bunga milik Yesungnya . Tak ada bangunan . Hanya tersisa ribuang bunga yang rusak dhangus terbakar . Bau asap dan juga bensin masih bisa terasa .

Donghae merasakan matanya memanas . Ia melepaskan pelukan pada lenganmilik Yesung . Ia mendongakkan kepalanya , menatap Yesung yang kini ia tahu , tengah menahan amarahnya .

Donghae menundukkan wajahnya , memandang tangan Yesung yang terkepal dengan sangat kuat . Donghae meraih tangan Yesung , perlahan kepalan itu terbuka, hingga Donghae yang menggenggam masuk kedalam tangan Yesung .

"Hikkks, maafkan aku Hyung , karna aku , lagi dan lagi , tokomu hancur "

Yesung tersadar akan lamunannya saat mendengar tangisan Donghae untuk kesekian kalinya hari ini .

Yesung memeluk tubuh Donghae , "Tidak , ini bukan karnamu , jangan menangis lagi ", pinta Yesung walau dirinya pun tak kuasa menahan tangisnya sendiri .

Yesung memejamkan matanya . Hatinya benar-benar sedih .

'Biarlah tokoku untuk kesekian kalinya dia hancurkan . Namun satu, ia tak bisa menghancurkan ketetapan hatiku untuk tetap bersama Donghae '

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::

Heechul kini sedang duduk ditaman belakang kediaman keluarga Lee , ditemani Leetuk yang saat ini tengah menyiapkan teh hangat untuknya .

"Teuki Hyung"

Leeteuk menoleh , mendapati Heechul yang saat ini tersenyum sedih . Leeteuk tahu apa masalahnya , "Sudahlah , kau pasti akan bertemu dengannya ", ucapnya seakan tahu apa yang akan disampaikan oleh Heechul kepadanya .

Heechul mengangguk , "Semoga Hyung , aku merasa sepeti ibu yang jahat kala itu , aku , aku ", Leeteuk segera merangkul pundak sahabatnya itu .

"Tidak , kau tidak jahat , itu bukan kemauanmu bukan ?", Leeteuk tersenyum , "Aku tahu kau ibu yang sangat baik Chuliie-ah , aku tahu kau terpaksa melakukan hal itu karna suamimu yang bajingan itu , sudah , sudah ", tenang Leeteuk sambil mengusap punggung Heechul .

"Ne, setidaknya aku bisa terlepas darinya ", ujar Heechul sambil tersenyum kecil . Leetuk mengangguk , "Dan kau bisa bangkit bersama Hangeng dan anak tirimu , Siwon ", sambung Leeteuk .

Heechul terseyum , "Aku hanya berdo'a Hyung , semoga aku bisa bertemu dengannya , sudah sangat lama , aku rasa dia sudah tak ingat wajahku ", Leeteuk miris mendengarnya .

'Maafkan Eomma , Eomma melakukan ini bukan karna Eomma tak mencintaimu atau tak menginginkanmu , Eomma sangat takut untuk kehilanganmu '

Tulisan terakhir yang Heechul tuliskan untuk anaknya kala berusia 7 tahun .

'Kim Jongwoon , dimana kamu nak ?'

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::: TBC :::::::::::::::::::::::::::::::::::

Yeay , akhirnya ff ini bisa update diantara ff saya yang terbengkalai(?) .

Gk bisa ngomong apapun , saya hanya bisa mengucapkan terimakasih ^^ , mian , kalau typo (s) betebaran dimana-mana , gk sempet nge'editt ^^

and , kalau ada yang mau baca ff saya berjudul ' Y ' , sudah saya publish di ... ( baca pas malam aja ya , soalnya ada adegan , ehm , heheh )

Mind RnR please ?

YeonHae179 ~ nnaglow ~ Casanova indah ~ arumfishy ~ wonie ~ Kim Haemi ~ anggita'setiani ~ BornFreeHae ~ Fishy Lover ~ Pyromaniacs ~ haelfishy ~ cloud3204 ~ NRL LOVE FISHY ^^ ~ Guest ~ anilistiyani ~ Augesteca ~ Fishiie LopHaeUKE ~ Arum Junie ~ shin min young ~ auhaehae ~ Yulika19343382 ~ shetea'vhateamach ~ MawaddatuleverlastingFriend ~ SiHaeLuv ~

Maaf gk bisa balas review kalian satu" … ^^, gomapda jeongmal gomawo ^^ #pelukhaebersama