"Astaga ! Chanyeol ! Baekhyun ! Kalian ngapain ? Masuk rumah dulu ayo." Pekik mama Byun saat melihat dua sejoli yang sedang berpelukan melepas rindu.
Mereka mendengarnya, namun tetap enggan melepas pelukan pada tubuh masing-masing. Si kecil mendongakkan kepala ke pada yang lebih tinggi.
"Apa perlu pelukan ini Baekhyun lepas ? aku takut nanti kak Chan kabur kalo Baekhyun lepas sekarang."
Baekhyun semakin mengusakkan kepala nya ke dada Chanyeol dan mengeratkan pelukannya.
"Hey, liat kakak. Bener kata mama kita masuk dulu oke ? udara nya dingin Baek. Kamu nggak suka dingin kan ? nanti sakit loh"
Tangan Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun untuk menatap kedalam mata nya setelah itu mengusap pelan rambut Baekhyun untuk membuat yang lebih kecil merasa tenang.
Kemudian Baekhyun mengangguk sambil memperlihatkan muka puppy nya.
Chanyeol terkekeh.
"Ayo" Dia menggenggam tangan Baekhyun dan melangkah menuju kearah mama Byun yang masih menunggu di depan pintu masuk sambil melipat tangannya.
Oh, anak muda dengan kisah cinta nya yang manis. Dia tersenyum kecil melihat pemandangan yang sangat manis dari Chanyeol dan Baekhyun tadi.
Dia menyadari semuanya. Ia tahu tujuan Chanyeol yang sebenarnya kenapa ke rumah pada saat pagi buta. Ia tahu Chanyeol sudah mendapat tandanya tadi malam. Ia juga pernah merasakan saat-saat itu jadi Ia sangat maklum.
"Ma, Kak Chan tidur disini aja ya ? kasian udah pagi besok kan sekolah kalo balik ke apartemen nya nanti dia nggak bisa tidur Ma." Pinta Baekhyun saat mereka sedang berada di depan tangga menuju ke lantai dua. Kamar Baekhyun dan kamar Chanyeol yang dulu memang berada dilantai dua.
Rumah Baekhyun hanya memiliki dua lantai namun sangat luas dan memiliki banyak ruang, entah itu gudang atau kamar bahkan ada satu ruang game yang dibuat khusus untuk Baekhyun.
"Iya. Lagian mama mana tega sih nyuruh Chanyeol pulang sekarang. Dia kan masih kangen sama kamu"
Baekhyun bersemu merah mendengar perkataan sang mama. Ia merasa sangat malu mengingat saat ia berpelukan dengan Chanyeol dihadapan mama nya.
"Tapi kamar Chanyeol yang dulu belom diberesin loh Baek, banyak debu. Tidur sama kamu nggak papa ?"
"Di kamar Baekhyun ?" Ia melihat ke arah Chanyeol. "Kak Chan mau nggak tidur dikamar Baekhyun ?" tanya nya lengkap dengan muka polosnya.
Chanyeol terkekeh pelan kemudian mengangguk.
Baekhyin tersenyum senang sampai menampilkan gigi putihnya. Dengan segera ia menarik tangan Chanyeol untuk naik ke lantai dua.
"Chanyeol ?" interupsi mama Byun membuat mereka menghentikan langkahnya. Mereka melihat mama Byun yang masih di bawah tangga.
"Nggak mau cerita sesuatu dulu sama mama ?" mama Byun mengeluarkan smirk nya.
Chanyeol kikuk, dengan pelan dia melepaskan genggaman tangannya pada Baekhyun dan kedua tangannya memegang pundak Baekhyun.
"Kamu tidur duluan ya ? nanti kakak nyusul. Mau cerita dulu sama mama sebentar"
"Baekhyun ikut boleh ? aku juga mau denger cerita kak Chan"
"Kamu tidur dulu aja. Kalo besok bangun telat gimana ? mau kesiangan sekolah terus dihukum guru kamu ?"
"kak Chan juga besok sekolah!" kekeh Baekhyun.
"Kakak kan udah gede jadi dihukum nggak papa kalo kamu dihukum entar nangis lagi" ledek Chanyeol dengan senyum jenakanya.
"ih kak Chan nyebelin!"
Baekhyun melepas tangan Chanyeol dan segera melangkahkan kaki menuju kamarnya kemudian menidurkan diri di kasur empuk miliknya. Ia tidak menutup pintu kamarnya, walaupun dia kesal dengan Chanyeol tapi dia masih sangat rindu jadi dia akan membiarkan Chanyeol tidur dikamarnya malam ini. Ya, hanya malam ini. Itu pun kalau sekarang masih bisa dikatanya malam.
Sementara di ruang tamu, Chanyeol duduk disebelah mama Byun dengan tangan kanan dan kirinya yang saling meremat dalam gugup.
Walau udara saat ini dingin, entah mengapa ia merasa keringat mengalir dari keningnya.
Chanyeol tidak berani memulai jadi hanya keheningan yang ada diruang tamu hanya suara jam yang konstan berdetak.
Mama Byun tersenyum geli melihat tingkah Chanyeol.
Mama Byun yang tidak sabar menunggu Chanyeol akhirnya bersuara.
"Jadi, udah ketemu mate nya ?"
Chanyeol menelan ludahnya gugup. Tenggorokan nya terasa sangat kering.
"Gimana rasanya Chan ? seneng nggak ketemu Baekhyun ?" senyum keibuan mama Byun muncul. Seketika Chanyeol ikut tersenyum kecil.
Ternyata mama Byun sudah tau. Ia lega berarti mama Byun tidak mempermasalahkan bahwa mate Baekhyun adalah dirinya.
"Bahagia ma, rasanya seperti melihat air di gurun pasir. Melegakan" senyumnya bertambah lebar saat membayangkan hidupnya akan dipenuhi senyum Baekhyun.
.
.
.
Chanyeol melangkahkan kakinya menuju ke ranjang tepat dimana Baekhyun tidur.
Ia merebahkan tubuhnya di sebelah Baekhyun yang memunggunginya.
Ia memeluk tubuh mungilnya dari belakang dan meletakan dagunya di cerukan leher si mungil.
Ia menghirup feromon yang menguar banyak dari leher Baekhyun. Sebelum dia mengetahui bahwa Baekhyun adalah Omeganya, aroma Baekhyun tidak secandu ini. Wangi Baekhyun berubah saat iya sudah mengetahui semuanya. Rasanya seperti aroma manis yang keluar dari nektar bunga dan lembut seperti bunga di musim semi.
"Kak Chan lama"
Baekhyun memutar tubuhnya menghadap ke arah Chanyeol dan mempoutkan bibirnya. Dia melihat ke arah mata Chanyeol yang masih terpejam menikmati aromanya.
Chanyeol membuka mata dan lansung bertatapan dengan mata bening milik Baekhyun. Mata Baekhyun sangat indah juga memiliki proporsi wajah yang pas dengan hidung mungil serta bibir tipisnya membuat Chanyeol menghela nafas.
Chanyeol mendekatkan wajahnya kepada Baekhyun dan mengecup ringan kening si kecil yang sedikit terkejut dengan tindakan Chanyeol.
Ia merona parah tidak menyangka bahwa Chanyeol akan berbuat seperti itu.
Chanyeol menjauhkan sedikit wajahnya dan menempelkan hidungnya pada hidung Baekhyun. Tangannya yang semula memeluk Baekhyun perlahan naik untuk memegang kepala Baekhyun dan sedikit mengusapnya pelan.
"Maaf Baek. Kakak nggak bisa nahan lagi sekarang"
Kemudian Chanyeol mulai menempelkan bibir tebal ke bibir tipis milik Baekhyun. Hanya menempel dan Chanyeol rasa dia akan terbang. Rasa bibir Baekhyun sangat manis seperti permen stoberi kesukaan si kecil. Selain aromanya, ternyata bibirnya juga tidak kalah candu. Dia rasa semua yang ada pada Baekhyun akan menjadi kesukaannya, candunya yang baru selain susu pisangnya.
Baekhyun merasa perutnya penuh dengan bunga yang bermekaran sekarang. Dia suka bibir hangat Chanyeol. Ciuman pertamannya diambil oleh Chanyeol. Anehnya ia tidak merasa marah malah ia mulai menutup matanya menikmati bibir Chanyeol yang mulai melumat pelan bibirnya dan melingkarkan tangannya di leher Chanyeol.
Chanyeol melumat bibir tipis Baekhyun dengan pelan. Ia menggeram tertahan, merasa kurang puas. Ia mulai melumat kasar dan mengeluarkan lidahnya membasahi bibir si mungil dan sesekali menyesapnya.
Baekhyun melenguh sambil menarik pelan kepala Chanyeol untuk sedikit menjauh. Ia butuh nafas sekarang, pasokan oksigen dalam paru-parunya sudah sangat menipis.
Chanyeol yang merasa tarikan itu segera melepaskan tautan bibirnya membentuk benang saliva di antara bibisnya. Ia tersenyum melihat Baekhyun yang terengah mengambil nafas banyak-banyak masih dengan menutup matanya. Ia mengecup singkat bibir Baekhyun lagi kemudian meletakan kepala yang kecil kedalam dadanya dan mengikat nya dengan pelukan yang erat.
Baekhyun membalas pelukan Chanyeol dan mengusakan kepalanya semakin dalam. Rona merahnya belum juga padam namun hatinya senang. Sangat senang sampai bibirnya masih terus tertarik keatas.
"Baekhyun" Panggil Chanyeol memecah keheningan yang ada.
"Jangan deket-deket sama Alpha lain ya ? bahaya kamu tau." suara bass Chanyeol masuk ke telinga Baekhyun.
"Kak Chan kan Alpha juga. Berarti Baekhyun nggak boleh deket sama kak Chan ?" Lirih Baekhyun.
"Pengecualian untuk kakak Baek. Hanya Kakak" ucap Chanyeol yang lebih seperti perintah mutlak untuk Baekhyun.
"Bahkan Sehun juga ?"
"Ya, Sehun dan yang lain juga. Mereka bahaya Baek"
"Tapi Sehun baik kak. Dia baik sama Luhan sama Baekhyun kok"
"Baiklah" Sahut Chanyeol.
"Kecuali sama kakak kamu nggak boleh deket Alpha lain" lanjut Chanyeol.
"Tapi..."
"Nggak ada tapi-tapi an. Ini perintah Baek bukan diskusi jadi dengerin kakak oke?"
Baekhyun mendengus. "Tapi kak Chan juga nggak boleh deket-deket sama Omega lain. Biar adil"
Chanyeol meletakan kepalanya di atas kepala Baekhyun.
"Iya"
"Sekarang kita tidur ya, nanti kamu beneran kesiangan lagi"
"Em"
"Tidur yang nyenyak kak Chan" lirih Baekhyun karena matanya sudah sangat berat sekarang.
Chanyeol mengelus punggung Baekhyun pelan.
"Tidur nyenyak ya Baek"
Setelah nya ia menyusul Baekhyun ke alam mimpi.
.
.
.
Setelah hari itu, Chanyeol jadi sering berkunjung ke rumah Baekhyun.
Entah hanya sekedar berkunjung atau mengajak Baekhyun untuk jalan-jalan. Tergantung si kecil, jika dia hanya mengajak bermain maka mereka hanya akan berada dalam kamar game nya seharian. Jika sedang berada dalam mood yang buruk ( yang biasanya karena bertengkar dengan Luhan ) maka ia akan mengajak nya berkeliling dengan motor hitamnya atau mengajaknya ke taman Kota.
Ngomong-ngomong Baekhyun sangat suka dengan tanda mate milik Chanyeol. Dia bilang tandanya cantik, sangat menggambarkan sifat Chanyeol yang pemberani. Dia juga suka memainkan telinga peri Chanyeol untuk melihat tanda itu.
Seperti sekarang, dia tiduran di sofa dengan Chanyeol duduk dilantai di depan sofanya. Chanyeol tengah sibuk dengan game balapnya menjadi tidak fokus karena Baekhyun terus menarik-narik telinganya kemudian terkikik geli saat melihat tulisan game over di layar tv membuat Chanyeol berdecak.
"Katanya mau main game ? Kok jadi kakak yang main sendirian" kata Chanyeol sambil meletakan stick game dan menhadap ke arah Baekhyun yang tidur menyamping.
Baekhyun tertawa. "Sebenernya cuma mau berdua sama kak Chan aja. Soalnya kalo nggak bilang mau main kak Chan pulangnya cepet"
Sekarang giliran Chanyeol yang tertawa gemas melihat sikap Baekhyun. ia mencubit pipi mochi nya kemudian mencubit hidungnya dengan gemas.
"Ihhh... Kak! sakit tau"
Baekhyun bangun dan mengelus pipi serta hidungnya bekas cubitan Chanyeol.
Chanyeol terkekeh dan ikut duduk disebelah Baekhyun. Melihat Baekhyun yang terus memegang pipinya dengan mata berkaca-kaca membuat Chanyeol merasa bersalah.
Ia kemudian menarik Baekhyun kedalam pelukannya.
"Apa bener sakit banget ?"
Baekhyun mengangguk.
"Maaf ya, abis kamu gemesin banget si kakak kan jadi pengen nyubit. Maaf ya"
"Cium dulu" kata Baekhyun sambil mengangkat kepalanya.
Chanyeol memalingkan kepala sambil tertawa. Baekhyun nya mulai bisa merayu ternyata.
"Aish" Baekhyun yang melihat Chanyeol tertawa berniat melepaskan pelukannya sebelum Chanyeol bergerak dan mencium pipinya.
Baekhyun tersenyum. "Hidung?"
Cup
Chanyeol juga mencium hidungnya.
"Bibir?" Baekhyun menunjuk bibirnya dan memajukan benerala senti bibirnya untuk Chanyeol cium.
Cup
Chanyeol menuruti perkataan Baekhyun.
"Lagi?"
Kali ini dia terkekeh lagi sebelum membawa dalam ciuman yang panjang. Bukan hanya ciuman sebenarnya karna dia juga memberi lumatan-lumatan pada bibir tipis Baekhyun.
Setelah merasa puas ia memisahkan bibir keduanya kemudian saling memandang. Baekhyun tertawa yang langsung menular kepada Chanyeol juga.
Jika tidak ingat pembicaraannya dengan mama Byun pada malam itu, mungkin Baekhyun sudah habis ditangannya. Dalam artian dia tidak harus manahan-nahan hormon Alpha nya.
Flashback
Setelah menceritakan perasaannya setelah bertemu Baekhyun dan langsung mengenali bahwa dia mate nya, dia pun pamit untuk tidur dikamar Baekhyun.
"Iya, tidur sana. Tapi ingat Chan, Baekhyun masih 14 tahun."
Chanyeol terlihat tertarik dengan arah pembicaraan mama Byun.
"Iya, Chanyeol tau ma. Terus?"
"Bisa nggak kamu janji sama mama, kalo kamu bisa jaga Baekhyun sampai umurnya 17 ?"
Dia paham maksud dari 'menjaga' disini. Dia sudah cukup dewasa kawan.
"Untuk mating mama maksud ?"
Mama Byun tersenyum kemudian mengangguk.
"Em, biar Baekhyun bisa melepasnya saat heat pertamanya datang Chan. Dan pastikan kamu disisinya nanti"
"Masih 3 tahun lagi kan ma ? Aku rasa itu sebentar" senyum Chanyeol mengembang untuk meyakinkan sang mama.
Chanyeol kemudian mulai melangkah naik ke lantai dua. Kemudian dia teringat sesuatu dan berbalik menghadap mama Byun kembali.
"Ma" Chanyeol memanggil.
Mama Byun yang masih duduk di sofa menoleh.
"Hanya mating kan ?"
Tawa mama Byun terdengar lepas kemudian berkata, "Ya, hanya mating Chan"
Mama Byun gemas ketika melihat Chanyeol yang segera berlari menuju kekamar Baekhyun kemudian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
.
.
.
TBC
Maap yaa nggak lebih panjang dari kemaren deh kayaknya wkwkwk. ternyata kemampuan gw tiap chap cuma segini doang.
oiya, sekadar info aja gaes. gw kalo up sering ya tengah malem hehehe
ada saran yang mau disampein ? jamah kotak review yaw
