"Kris hyung." Seseorang memanggil Kris, dan dengan berat hati ia harus melepas pandangan dari seseorang di depannya dan membungkuk lalu pergi.
"Ada apa sih?" Tanya Kris sewot. Sebel soalnya acara pandang-pandangannya diganggu.
"Lihat Baekhyun hyung sama Kyungsoo nuna duet yuk. Pasti bagus." Jongin langsung menarik tangan Kris menuju lebih dekat ke panggung kecil yang sudah disiapkan.
Saat yang lainnya sedang terpana akan keromantisan yang diciptakan oleh pasangan BaekSoo lewat nyanyian mereka, Kris sama sekali tidak tertarik dengan hal itu. Ia lebih memilih menyendiri dan mencari makanan. Matanya tertuju pada sebuah makanan yang tampak lezat, dan mengambil segelas minuman.
.
Love at The Hospital
.
Di sebuah kamar VVIP di rumah sakit milik Yixing, terbaring seorang namja yang merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Aduuh perutku…" Kris yang kesakitan meremas perutnya karena tidak kuat akan rasa sakit yang ditimbulkan.
"Memangnya apa yang kau makan tadi saat di pesta, hyung?" Setelah selesai memeriksa Kris, Yixing menanyakan apa yang dimakan oleh Kris saat di pesta tadi.
"Aku memakan kue-kue."
"Bukan. Yang terakhir kali kau makan sebelum perutmu terasa sakit?"
"Aku memakan daging dan minum kola." Jawab Kris enteng.
"Daging dan kola? Apa hyung memakannya dalam waktu yang dekat?" Tanya Yixing, terkejut dengan jawaban Kris.
"Hmm, aku makan daging, lalu meminum kola."
"Hyung, daging dan kola itu tidak boleh dimakan dalam waktu yang hampir bersamaan. Daging itu sangat rentan beroksidasi menjadi zat berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan minuman bersoda. Efeknya pun tidak kecil, ini dapat mengakibatkan kematian, hyung." Jelas Yixing sebagai dokter yang tau akan hal tersebut. Yang lainnya hanya dapat mendengarkan dengan hikmat apa yang dijelaskan oleh Yixing.
"Kematian? Aku tidak mau mati dulu. Aku saja belum menikah."
"Punya pacar saja belum." Semua yang ada di ruangan itu menambahkan dengan serempak, dan akhirnya mereka tertawa melihat Kris yang terpojok. Jarang-jarang kan liat Kris Wu terpojokan.
"Ngomong-ngomong, Minseok dan Luhan mana? Kenapa mereka tidak datang?" Tanya Kris tanpa memperdulikan pada siapa dia bertanya.
"Mereka tidak bisa datang karena harus mengurus tamu yang datang, hyung." Jawab Jongin memberikan alasan kenapa kakak dan kakak iparnya itu tidak datang.
Kris hanya mengangguk merasa puas atas jawaban yang diberikan Jongin.
"Hyung, apa perutmu masih sakit?" Tao sebagai sepupu yang baik -dan juga yang sering memanasi Kris- merasa iba karena Kris yang kesakitan.
"Sudah lumayan, karena obat yang Yixing berikan."
"Calon suamiku kan memang dokter yang hebat." Ucap Joonmyeon membanggakan Yixing.
"Yang mengobatiku kan obatnya, bukan Yixing." Timpal Kris sewot.
"Tapi kalau bukan karena Yixing yang pintar, kau pasti sudah dipilihkan obat yang salah dan malah membuat sakit perutmu tambah parah dan kau akan meninggal penasaran karena kau belum punya pacar apalagi istri sebagai pendampingmu. Kalau kau sudah punya istri atau minimalnya pacar, kau baru boleh meninggal, jadi nanti ada yang akan menangisimu saat kau sudah tidak ada nanti." Elak Joonmyeon seperti kereta Expres yang remnya blong.
"Jadi kau menyumpahiku cepat mati eoh? Geez."
"Hah, begitulah ya kalau Joonmyeon eonni sudah protes. Seharusnya eonni ikut demo kenaikan sembako, aku yakin pemerintah akan lelah mendengarkan protesan eonni dan akhirnya kembali menurunkan harga sembako." Sehun bermaksud mengejek joonmyeon tapi…
"Aku rasa itu ide bagus. Ya, harus ku coba." Ucap Joonmyeon dengan semangatnya yang membara sambil mengepalkan tangan kanannya./Ganbatte Joonmyeon.
(-_-")
Gitu deh tampang mereka sekarang. Sehun yang membuat lelucon hanya dapat tersenyum canggung pada kakaknya itu. Susah kalau ngomong sama ibu-ibu yang merhatiin banget harga sembako.
"Ah, Kris hyung sebaiknya menginap di sini dulu sampai besok. Kalau perutmu besok sudah baikan, kau bisa pulang." Yixing mencairkan suasana canggung di dalam ruangan itu dengan menyuruh Kris menginap.
"Baiklah. Aku harap besok sudah baikan, aku sangat tidak suka berada di tempat bernama rumah sakit ini."
"Terserah kau hyung, kami harus pulang. Bye hyung." Yixing pamit pulang dan diikuti oleh yang lainnya.
"Hati-hati kalau di sini hyung, kau tau kan rumah sakit itu terkenal angker dan menakutkan. Apalagi saat malam." Baekhyun si biang kerok menakut-nakuti Kris.
"Aku tidak takut. Sudah kau pergi sana." Kris yang sebal mengusir dan menendang bokong Baekhyun.
"Aku pulang hyung. Kau hati-hati di sini sendiri, ne."
"Bukankah kau harus menemaniku di sini?"
"Untuk apa? Lebih baik aku menemani Jongdae dari pada menemanimu. Menemanimu tidak ada untungnya bagiku. Berbahagialah malam ini dengan sesamamu hyung. Bye…"
"YA, HUANG ZITAO. APA MAKSUDMU HAH? KEMBALI KAU KE SINI CEPA… akh perutku,,, sialan anak itu."
.
Sekarang hanya tinggal Kris sendiri, di ruangan yang besar, sendiri, ALONE, ALone, alone… #hiiihiiihiiihiii.
.
Love at The Hospital
.
PRANG,
.
Pagi harinya Kris dibangunkan oleh suara seperti benda logam yang jatuh. Mata yang belum terbuka sempurna mengharuskannya menerima cahaya yang masuk melalui jendela besar yang berada di samping ranjang Kris.
Setelah matanya terbuka sempurna, Kris melihat ke bawah, dan ternyata yang jatuh adalah nampan logam rumah sakit yang dijatuhkan oleh seorang perawat yang,,,
"Bukankah kau yang semalam?" Tanya Kris pada perawat tersebut.
"Hmmm… Maaf, apa kita pernah bertemu?" Tanya perawat itu heran karena Kris yang sok kenal.
"Aku namja yang akan mengambil minum di gelas yang sama denganmu semalam di pesta. Apa kau ingat?" Kris meyakinkan perawat itu. Perawat itu tampak berpikir keras.
"Ah ya aku ingat. Kau waiter itu kan?" Perawat itu menjawab apa yang diingatnya, yang membuat Kris harus menepuk jidat lebarnya dan mengeluh dalam hati, /Cantik sih cantik, tapi pikun./
"Bukan itu. Aku Kris, namja yang kemarin malam akan mengambil gelas minuman yang sama denganmu, tapi akhirnya tidak jadi ku ambil karena temanku memanggilku. Kau ingat kan?" Kris kembali mencoba membuat perawat cantik itu untuk mengingatnya dengan memberi keterangan yang detail soal pertemuan mereka kemarin malam. Dan sepertinya usaha Kris tidak sia-sia karena perawat itu akhirnya mengingatnya.
"Aku baru ingat. Aku minta maaf karena tadi salah sangka padamu."
"Ya, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong apa kau yang akan merawatku di sini?" Tanya Kris yang berharap jawabannya 'iya'.
"Ya. Aku yang akan merawatmu sampai kau sembuh." Jawab sang perawat dengan polosnya.
"Yes." Kris tanpa sadar berucap.
"Tapi dokter Yixing bilang, kalau kau sudah sembuh hari ini, kau sudah bisa pulang." Tambah perawat cantik itu, yang membuat air muka kris berubah. Dari girang, jadi buram arang.
"Kau kenapa?" Perawat tersebut heran melihat Kris yang tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya.
"Aahhhh… Perutku sakit lagi. Sepertinya aku harus dirawat lebih lama di sini… Aduuuh perutku." Kris mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Aku panggil dokter Yixing dulu, kau tunggulah sebentar." Saat perawat itu akan pergi untuk memanggil dokter Yixing, tiba-tiba Kris menarik tangan perawat itu.
"Tidak usah, mungkin karena sudah waktunya aku untuk minum obat. Dan juga, sepertinya aku akan tinggal di rumah sakit ini lebih lama, karena sakit perutku datang lagi."
"Oh, begitu. Aku ke sini memang untuk mengantarkanmu makanan, dan juga mengingatkanmu untuk minum obatmu." Jawab sang perawat, percaya akan kata-kata yang diucapkan Kris.
/Dia percaya. Baguslah. Ternyata rumah sakit tidak seburuk yang ku duga./ Batin Kris.
Ooohhh… Jadi Tuan Wu berbohong, agar bisa tinggal lebih lama di rumah sakit ini untuk bertemu dan dirawat oleh si perawat cantik./Modus.
"Oh ya, tadi aku tidak sengaja menjatuhkan nampan ini. Tapi untung makanannya sudah ku letakan, jadi tidak ikut terjatuh. Kau tidak terkejut kan?" Lamunan Kris tentang hari-harinya dengan si perawat harus hilang karena suara indah sang perawat menginterupsi.
"Aku tidak terkejut sama sekali. Kau tidak usah khawatir." Bohong Kris -lagi-.
"Aku tidak khawatir."
.
Twewwew.
.
Jawaban polos, bahkan teramat polos dari sang perawat, membuat Kris menghembuskan nafasnya kasar. /Untung aku menyukainya./ Kris membatin.
"Kau makanlah, aku harus ke ruangan yang lain dulu. Permisi." Perawat tersebut pamit dan membungkuk dengan sopan. Saat si perawat sampai di pintu dan akan membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba Kris memanggilnya kembali.
"Tunggu."
"Ya?" Perawat itu berbalik.
"Boleh… Aku tau namamu?" Tanya Kris sedikit gugup.
Perawat cantik itu tersenyum, dan akhirnya menjawab,
"Chanyeol. Namaku Park Chanyeol."
.
tbc
CHAPTER 2 UPDATE...
buat yang udah nunggu, makasiih ya... /mang ada yang nungguin?
semua tebakannya pada betul,
ya iyalah, udah bisa ditebak kali, kuis gampangan gtu..
hehehe, maklum ya.
.
buat yang review lewat PM, dh dini bales,
sekarang dini mw bales review temen2 :
Guest : iya, nih dah dilanjut kok...
sweetyYeollie : KYAAA,,, mkasih dh di review, ni dh lanjut kok..
Lulu Auren : jawabannya udh kejawab di atas.. iya nih, tao adek durhaka ya, masa ngatain kris gk laku, ini gk lama kan?
.
sampai jumpa di chap selanjutnya...
bye..
:Dini
