Disclamer –Vocaloid © Crypton Media Future, Power FX, Yamaha Corporation, ZOLA Project – etc.

– Utauloid © Pencipta dan pengembang masing-masing.

Other Disclaimer –Semua label barang atau produk, iklan, perusahaan, judul lagu, buku, acara dan film yang terlibat dalam fanfiction ini bukanlah milik saya. Seluruhnya mutlak milik pembuat dan pengembang masing-masing.

Warning – Ide rata-rata dan biasa, awas bahasa random nan labil, alur cerita bubar, typo(s), hiperbola merangkap lebay, humor hambar.

ByParakeet Headmaster


Hated or––

2 –


"Telur gajah besar atau kecil?"

"Gajah nggak bertelur."

"Satu juta dikali seratus ribu, di –"

"Diam dan jawab saja soalmu!"

Kontan seluruh mata tertuju pada Yohio. Pagi ini Yohio sudah dibuat naik pitam oleh teman sebangkunya, Kyo. Kiyoteru memandang lurus-lurus pada manusia yang sudah ia anggap menginterupsi waktunya dengan sangat tidak sopan.

"Pikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan. Tolong jangan berbuat sesuatu yang tidak perlu."

Yohio ingin sekali menggantung Kyo diatas tiang bendera. Sekarang Kiyoteru pasti sudah menjebloskan nama Yohio kedalam blacklist saktinya. Oh, mama ... Yohio salah apa sih tadi pagi? apa ini karma karena menyisihkan paprika saat sarapan tadi?

Serius, Yohio jadi bego sendiri.

"Lagian, kau kenapa sih? sungguh, tadi pagi kantung matamu itu ngeri banget diliatnya."

Ah, ya ... berbicara soal kantung mata, jika anak perempuan tidak bisa tidur karena memikirkan keesokan harinya ia akan pergi kencan bersama pacarnya di Odaiba, maka Yohio tidak bisa tidur karena memikirkan e-mail 'sayang' dari kakaknya – Yuuma.

"Homo sapiens merah jambu itu akan pulang. Wajar nggak sih, kalau isengnya nggak kadaluwarsa?"

Kyo bergeming. Untuk catatan saja sih, sedikit banyak Kyo tahu masa lalu Yohio dengan Yuuma. Kyo itu teman Yohio sejak kecil, sekaligus mama Kyo merupakan rekan bisnis Ann – mama Yohio dan Yuuma.

Dalam hati, Kyo turut bersedih akan tekanan Yohio dalam menghadapi kakaknya yang 'agak-agak'. Disisi lain, Kyo tidak sabar Yuuma membawakannya rare print artis-artis Amerika yang bikin kokoro loncat-loncat – Kyo itu kadang lawan, kadang teman. Sungguh kamvret memang.

Mungkin banyak yang tidak tahu apa yang dilakukan Yuuma diluar Jepang. Pria bersurai merah jambu itu merupakan salah satu mahasiswa cerdas yang berkesempatan untuk melanjutkan study-nya di Amerika.

Yuuma dianggap berkompeten untuk melanjutkan penanganan konstruksi perangkat lunak baru disebuah perusahaan yang kini namanya sudah melambung. Kesimpulannya; Yuuma sudah memiliki kontrak dengan perusahaan tersebut dan menjamin masa depannya.

Lalu, saat Ann menunjukkan sebuah koran yang mencantumkan nama Yuuma sang kakak, pada Yohio sang adik tercinta–

"Dia bukan kakakku! kakakku nggak mungkin sehebat itu! mama bercandanya nggak lucu!"

Yuuma ingin menelan racun saja sampai mampus.

Adiknya sendiri sampai horror begitu dan tidak percaya bahwa manusia berprestasi dalam koran itu adalah Yuuma sendiri. Kakak kandungnya, saudara! Yuuma berasumsi bahwa ia sudah gagal sebagai kakak. Well, asal Yuuma tahu saja, Yohio memang menganggap Yuuma gagal sebagai kakak sejak awal.


12 missed calls.

Yohio menelan ludah. Pasti Yuu sudah ngamuk karena panggilannya tak kunjung diangkat oleh Yohio. Hari ini Yohio bolos latihan. Jika minggu selanjutnya Yohio absen, dijamin, Yuu akan meneror kelas Yohio. Jika seluruh kelas ikut ambil bagian dalam menyembunyikan keberadaan Yohio, maka tamatlah kalian anak kelas 3 - 1.

Biarpun Yuu mendapat gelar 'cowok cute' bukan berarti Yuu tidak bisa membelah bata dengan tendangannya. Yuu itu jago taekwondo. Pernah terbesit dipikiran Yohio mengapa Yuu tidak masuk klub taekwondo saja?

Hanya Yuu dan Tuhan yang tahu. Sebaiknya kita skip istilah kepo untuk Yuu dan beralih pada Yohio yang sedang galau.

"Serius nih, mau pulang? ketua klub kamu gimana?" Kyo ngeri sendiri karena Yohio bolos. Kyo dan Yohio berada dihalaman dan hendak pulang. Yohio angkat bicara.

"Latihan juga nggak akan konsen, yang ada aku dilempar stick drum sama Luki."

"..."

Kyo mulai beranggapan kalau dulunya Yohio itu punya dendam kesumat sama manusia berambut merah jambu.

Sekarang Yohio sibuk memikirkan 'tampang' seperti apa yang akan dipasangnya ketika bertemu Yuuma. Penuh haru karena jarang bertemu atau dongkol sendiri? lalu, umpatan atau salam kah yang akan keluar dari mulutnya? ingat, mulutmu harimaumu. Bukan 'harimau pagi.'

Oke, garing.

Sudahlah, semboyan 'keep calm and be a real cool' akan selalu menyertai Yohio. Namun, Yuuma tidak mengirim e-mail akhir-akhir ini. Apa yang sedang dilakukan orang itu? apa dia sedang dalam perjalanan?

Semoga pesawatnya mogok selagi di bandara.

Yohio ingin ke Ikebukuro saja. Mendistraksi pikiran dengan main di game center, atau sekedar karaoke-an mungkin akan mengubah segala pikirannya. Ya, pikiran tentang bagaimana jika Yuuma tepat berada dihadapannya.

"Kau lihat? cowok itu ganteng banget!"

"Mau apa dia kemari? jangan-jangan di sekolah ini ada pacarnya? ah ... iri deh!"

Secara tak sengaja, Yohio dan Kyo mendengar percakapan dua gadis yang baru saja melintas disamping mereka. Yohio dan Kyo saling menatap. Hanya satu pertanyaan. Siapa?

Keduanya mengesampingkan hal itu lalu bergegas menuju gerbang sekolah. Tak lama, suara yang terdengar begitu familiar memanggil nama –

"YOHIO–!"

Yohio membatu. Manusia yang memanggil namanya dan tepat dihadapannya itu ... adalah sang kakak.

"Yohio! aku sudah menunggumu!" pria itu melambaikan tangan.

Yuuma berjalan menuju Yohio yang bergeming.

"Yohioo – aku kangen ka – "

"JANGAN MENDEKAT MERAH JAMBU KUTUKAN TUKANG NGIBUL – !"

Merah jambu. Kutukan. Tukang ngibul. Kata-kata awesome yang sukses membuat seisi sekolah geger.

.

.

Mama ... lain kali Yohio akan menghabiskan paprika jika sarapan.


Hated or–

To be Continued –


A/N

Jadi, chapter dua berakhir pada teriakan nista Yohio (kibasin rambut). Makasih banyak untuk yang sudah baca, juga untuk yang sudah membaca dari chapter satu dan me-review, makasih banyak! saya senang sekali (aaaaaaaaa) jadi disini saya masukin Kyo dari ZOLA Project, yeah. Yuu juga sedikit disinggung. Kepuasan pribadi memang (jdesh) mungkin Wil nggak saya masukin disini (untuk beberapa alasan) tapi kalau ada waktu yang tepat, kenapa nggak? terus, planning awal saya, Hated or – cuma jadi fic two shot, tapi karena banyak scene yang ingin saya masukkan, akhirnya rencana awal saya ubah lagi, sudahlah – orz.

Sekian dari saya, ada yang berkenan review untuk krisarnya? (wink-wonk)