[CHAPTER 1] : Bad Days
Sebelumnya maafin ya, di prolog kemarin aku pake 'V' tapi sekarang aku pake 'Taehyung' maaf ya hahaha. J-hope juga jadi Hoseok aja ya hahaha.
Chapter 1
Taehyung terbangun dari tidurnya setelah merasakan sesuatu yang perih di bagian bawahnya, dengan perlahan ia membuka mata, sial, ini terlalu silau.
Taehyung memilih memejamkan matanya sejenak untuk menghindari silau lalu menyibakkan selimut. Matanya melotot kaget dan wajahnya bingung, dia tidak ingat jika ia hanya memakai kaos dan celana dalam untuk tidur, ia segera merubah posisinya menjadi duduk.
"Sshh.."
Taehyung mendesis pelan, sangat perih, lagi-lagi Taehyung tidak ingat, sejak kapan dia punya luka bakar panjang di paha bagian kanannya? Taehyung menyentuh luka itu, masih baru.
Cklek
"A-a-ah hyung maafkan aku."
Blam
Taehyung langsung menutupi pinggang ke bawahnya dengan selimut, ck kenapa bocah itu tidak ketuk pintu dulu sih. "Jungkook? Kau boleh masuk!" teriak Taehyung,
Krieet
Jungkook membuka pintu pelan-pelan, "Aku disuruh Jin hyung memberikan ini." Jungkook masuk lebih dalam untuk memberinya sebuah salep, "Memangnya aku kenapa?" tanya Taehyung sambil mengambil salep di tangan Jungkook. "Tadi malam kau terkena obeng panas." Jawab Jungkook melihat Taehyung aneh, dan dingin.
"Obeng panas?"
"Kemarin kau memanaskan obeng, kau bilang kau mau membuat celengan dari kaleng kue bekas, untuk melubangi tempat uang masuknya kau memakai obeng. Lalu kau menempelkan obeng itu ke pahamu sendiri untuk memastikan itu sudah panas atau belum. Kau bodohkan? Iya hyung, memang."
Taehyung hanya melongo dengan penjelasan Jungkook barusan. Ini aneh, dia tidak ingat apa-apa, sungguh. Dia tau kalau dirinya bodoh, tapi di dalam cerita Jungkook, itu bodohnya sudah keterlaluan, dia mana mungkin menempelkan obeng panas ke paha sendiri, ke paha Jimin sih masih mungkin.
Jungkook menghela nafas pelan, "Jujur hyung, aku masih sedikit marah padamu, tapi kau terlalu bodoh, aku tidak bisa menyimpannya berlama-lama." Jungkook menatap Taehyung iba, terpancar jelas sorot kasih sayang di sana. Kapan kau sadar hyung.
Ada apa lagi ini, kemarin hal aneh terjadi, sekarang ada lagi, kenapa Taehyung jadi pihak yang tidak tahu padahal hal itu menimpanya, kenapa ia tidak sadar. Ibuu..aku ingin menangis saja rasanya. Pikir Taehyung ironi.
"Jangan hanya diliat saja brengsek, kau mau lukanya makin parah? Kita ada latihan 6 jam nonstop hari ini."
Jungkook kembali ke mode kasarnya, tidak semudah itu memaafkan Taehyungie.
"Jaga bicaramu, keluar sana!" usir Taehyung ikut nyolot, "Dengan senang hati!"
Sambil berjalan ke ruang latihan Taehyung berfikir, untuk berjalan saja pahanya sangat perih, apalagi untuk latihan habis-habisan nanti, lagi-lagi Taehyung teringat kepada ibunya. halah cengeng!
"Tae kenapa memakai jeans? Itu malah akan membuat lukamu susah kering dan perih." Hoseok sepertinya satu-satunya member yang menyadari wajah kesakitan Taehyung. "Semua trainingku kan dilaundry." Jawab Taehyung seadanya, padahal dia mati-matian menahan perih!
Manager hyung ikut bersama mereka, dia yang menentukan mereka akan berlatih apa saja. "Taehyung-ah! Bersemangatlah sedikit jangan ogah-ogahan seperti itu!" teriak manager hyung, Taehyung hanya tersenyum sambil meminta maaf. "Kita mulai!" manager hyung menyetel lagu RUN keras-keras, semua member melakukan yang terbaik, kecuali Taehyung.
"Berhenti! Gerakanmu tidak sesuai ketukan dan ritme Taehyung!"
Peringatan pertama.
"Iya maafkan aku hyung!"
"Taehyung jangan lamban!"
"Taehyung jangan melamun!"
"Taehyung yang serius!"
"Hyung liat-liat!"
"Taehyung kau tidak becus!"
Sudah banyak peringatan, gawat, semuanya sudah emosi, bahkan ini sudah 5 jam tapi mereka masih menetap di lagu RUN.
"Brengsek!" Rapmon yang sudah emosi menghampiri Taehyung dan meninjunya, Taehyung jatuh tersungkur. Yang lain hanya diam, mereka juga emosi, tapi apa boleh buat.
"Pahaku sakit hyung!" teriak Taehyung sambil beringsut menjauhi Rapmon. "Lalu kau kenapa pakai jeans ketat begitu!" Rapmon berjalan ke arah Taehyung lalu duduk diatas pahanya, sengaja menekan luka itu.
Taehyung meringis kesakitan, Jimin di sisi sana melihat Taehyung sambil mengepalkan tangannya, apa-apaan ini.
Taehyung tidak menjawab perkataan Rapmon, kalau dia terus menjawab, ini tidak akan selesai. Rapmon menghempaskan Taehyung ke lantai sampai kepala itu membentur dengan keras lalu beranjak dari tubuh Taehyung.
Semua yang ada disana kaget, Suga tidak bisa tinggal diam, dia berjalan dengan cepat ke arah Rapmon lalu menendang punggungnya dari belakang, Rapmon jatuh tersungkur ke depannya. "Jangan egois!"
Rapmon melihat ke belakang, siapa gerangan yang menendangnya, lalu tersenyum kecut. "Dia seperti itu karna ulahnya sendiri, kebodohannya sendiri, dia pria tolol!"
"Jaga ucapanmu itu, keparat!" Suga menendang perutnya dengan lebih keras, managernya hyung dengan wajah lelahnya menghampiri Taehyung.
"Buka celanamu!"
Perhatian pun beralih ke Taehyung kembali, "a-apa hyung?"
"Apa perlu aku buka kan?" tanya manager hyung sinis. Taehyung bingung, apa dia sedang dikerjai?
"Aku tidak memakai boxer hyung!"
"Lalu? Buka sekarang atau kau aku hukum tidak pulang?"
Sekarang bukan hanya Jimin yang mengepalkan tangannya, Jungkook juga. Ini sedikit keterlaluan sebenernya. Hah? Sedikit? Yang benar saja! Itu sangat keterlaluan!
Taehyung membuka jeansnya terpaksa, manager hyung melemparkannya ke sisi ruangan, "Nah kau bisa leluasa kan?" tanya manager hyung sambil beranjak menjauhi Taehyung, "tenang saja taetae, ini tidak dishoot, kau aman." Lanjutnya lagi. "Ayo ambil posisi!"
Lagu dengan volume keras mengisi ruangan kembali, tapi semuanya hambar, biarkanlah seperti itu sejenak.
Jimin menutup pintu kamar lalu menghampiri Taehyung, "Kau oke?" yang ditanya tidak mau menjawab, dia berbaring di kasur sambil menyembunyikan wajahnya dengan bantal.
Jimin yang baru saja habis mandi berjalan menuju lemari, "lupakan kejadian tadi, tidak apa-apa." Ucap Jimin sambil memakai kaos oblong dan boxer. "Lupakan bagaimana? Aku dipermalukan habis-habisan begitu bagaimana bisa lupa." Desis Taehyung tidak jelas.
Jimin menghela nafas lalu berjalan menuju kasur mereka, "Aku minta maaf soal kemarin, aku terlalu emosi padamu, harusnya aku tahu belakangan ini kau tertekan dengan hatersnya yang terus menyerangmu, harusnya aku tahu kau pasti frustasi dengan ucapan omong kosong mereka, maafkan aku Tae." Jimin membaringkan badannya di sebelah Taehyung, menjadikan tangannya sebagai bantal, "Kau bicara apa sih?"
Taehyung menyingkap bantal yang menutupi wajahnya, Jimin melirik Taehyung sebentar lalu kembali menatap langit-langit, "tidak, sana tidur besok kita ada fanmeeting."
Jimin memejamkan matanya mencoba untuk tidur, Taehyung yang melihatnya ikut menutup matanya, beberapa menit kemuadian keduanya sudah tertidur pulas, jika diamati baik-baik mereka berdua sungguh menggemaskan.
Cklek
Seseorang masuk tanpa diketahui sambil membawa bantal gulingnya sendiri lalu menutup pintunya kembali, ia berjalan menuju kasur yang dihuni dongsaeng-dongsaengnya itu lalu menyelinap ke tengah mereka.
Dia berbalik ke arah kanan sambil memeluk Taehyung, "jangan aneh-aneh lagi, hyung khawatir." mengecup bibir Taehyung sedikit lama, lalu melepaskannya dan ikut tidur bersama dua dongsaengnya.
Jimin yang beberapa saat lalu terganggu dengan guncangan kecil kasurnya menjadi terjaga, dia hanya bisa menajamkan pendengarannya dan mengintip, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari matanya sebelum ia tertidur kembali.
Suga selalu satu langkah lebih maju diantara yang lainnya.
"Hyung pakai celanaku saja nih, sepertinya akan longgar, jika kepanjangan lipat saja bawahnya." Kata Jungkook sambil menyodongkan celananya tepat setelah Taehyung keluar dari kamar mandi, Taehyung dengan wajah terkejutnya menerima celana itu begitu saja, "Oke trima kasih adik manis." ucap Taehyung sambil mengedipkan matanya genit, Jungkook memutar bola matanya malas lalu meninju lengan Taehyung, "Awas ah minggir aku mau mandi."
"Aduh galak sekali, hahahaha"
Taehyung masuk ke kamarnya lalu memakai kilat baju yang telah dipersiapkannya tadi, "Taehyung! Kau lihat celana dalam hitamku tidak?" "heh? Kukira tidak ada siapa-siapa barusan,"
Jimin tersenyum iseng, "punyamu boleh juga Tae." Taehyung yang melihatnya menatap datar Jimin, "Jorok, iya kau boleh pakai punyaku." Ucap Taehyung sambil berjalan menuju pintu untuk keluar, "Bukan itu maksudku," Interupsi Jimin sebelum Taehyung keluar, "maksudnya, adik kecilmu boleh juga HAHAHAAHA."
"JIMIN SIALAN!"
Ketika di fanmeeting semuanya baik-baik saja, seperti tidak terjadi apa-apa, hanya saja wajah sang leader terlihat asam, dia masih badmood sepertinya. Taehyung sengaja duduk di sebelah sang leader, harap-harap bisa berbaikan dengan hyungnya yang satu ini.
"Masam sekali, perlu aku ambilkan gula hyung?"
"Hmm"
Hanya dibalas dengan gumaman, oke Taehyung kita kuat.
Sambil berinteraksi dengan fans yang bergilir mendapat tanda tangan, Taehyung mencoba melibatkan interaksinya dengan Rapmon.
"Oppa kau terlihat kurus, apa kau makan dengan baik belakangan ini?"
Seorang fans bertanya sambil menyerahkan album untuk ditanda tangani, Taehyung tersenyum ramah sambil menggoreskan tanda tangannya disana sambil menuliskan beberapa pesan, "Tentu saja aku makan banyak dan baik, apalagi jika Rapmon hyung yang memasak, wah rasanya tidak mau berhenti makan." Ucap Taehyung asal, Rapmon yang mendengarnya hanya memasang wajah datar, "Sejak kapan aku masak, bodoh.."
Ucap Rapmon sambil menyerahkan album pada salah satu fans, sedangkan fans yang barusan bertanya hanya terkikik geli. "Pokoknya oppa harus makan lebih banyak lagi!" ucapnya sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Omooo, kau ingin oppa gendut ya? Haha ini albumnya."
"Iya aku ingin melihat oppa gendut sedikit kkk, gomawo oppa~"
Sudah dua jam berlalu tapi fans sepertinya tidak habis-habis, sampai tiba lah seorang gadis dengan wajah pucat sampai di depan Taehyung.
"Annyeong, ini Taehyung oppa kan?"
Taehyung mengernyit sebentar lalu mengangguk semangat, new army pikirnya. "Ne! Mana sini biar kutandatangani albumnya." Ucap Taehyung ceria, gadis tadi tersenyum kecil sambil memberikan album itu ke tangan Taehyung. "Adikku sangat menyukaimu loh oppa, sayang dia tidak bisa datang kesini." Ucapnya sedih sambil memperhatikan tangan Taehyung yang menuliskan sesuatu disana. "Jinjja? Apakah dia datang kesini sekarang?" tanya Taehyung sambil menulis.
"Tidak, dia tidak ikut."
Taehyung tersenyum sambil memberikan album itu ke pemiliknya, "Aaah sayang sekali, sampaikan salamku untuknya yaa.."
Gadis itu terlihat sedih, "ada apa? Ada yang salah kah?" Taehyung bertanya heran, gadis itu menggeleng, "Iya aku akan menyampaikan salammu langsung kepadanya oppa hehe dia pasti senang, Oh iya dia menitipkan ini, disimpan ya... dadah oppa~"
Rapmon yang melihat itu hanya tersenyum maklum, "Waaa trima kasih ne!"
Mereka pulang sedikit larut malam ini dengan badan yang basah kuyup, diluar hujan, semuanya berkumpul di ruang istirahat, ada yang tiduran di karpet, duduk di sofa, tengkurap di lantai, tapi semuanya tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya.
"Fanmeeting tadi banyak sekali yang datang ya, aku bangga hahaha." Celetuk Jimin sambil terlentang di karpet, "Iya hahaha aku mencintaimu ARMYYYYYY~" teriak Jungkook dengan mata tertutup.
"Oh iya Tae kau diberi apa tadi oleh fans?" tanya Rapmon sambil tiduran di sofa, Taehyung mengambil sesuatu dari sakunya, "apa itu? Kok menyeramkan begitu."
Tanya Hoseok sambil mendekat ke arah Taehyung dan meneliti sebuah boneka kecil dari kayu berbentuk seorang wanita dengan rambut hitam acak-acakan.
"Masa? Mana liat!" Jimin ikut-ikutan meneliti, "Woah jinjja, fans dan bias sama-sama aneh."
Ucap Hoseok sambil tertawa, "kau mau menyimpannya hyung?" tanya Jungkook yang ternyata memperhatikan. Taehyung berfikir sebentar, "Iya sepertinya, tidak terlalu besar juga kan jadi tidak akan menghabiskan tempat."
"Kau tau? Ketimbang hadiah dari fans, itu lebih terlihat seperti souvenir dari dukun." Celetuk Suga yang sialnya benar, Jin melempar remot ke perut Suga sambil bergumam tidak jelas. Diam-diam Taehyung berdoa, entah berdoa untuk apa.
Pletarr
Dan suara petir yang semakin keras sepertinya memperingati mereka untuk segera tidur.
Hujan semakin deras, angin kencang, dan sesekali ada petir raksasa, tentu saja Taehyung tidak bisa tidur. "Jimin, kau belum tidur?" tanya Taehyung, Jimin hanya menghembuskan nafasnya kasar. "Bagaimana bisa tidur kalau kau bergerak gelisah seperti itu terus Taehyung!"
Taehyung yang mendengarnya langsung diam, "Sana tidur, aku sudah diam nih." Jimin hanya mengiyakan perkataan Taehyung lalu pura-pura tidur, mana bisa dia meninggalkan Taehyung tidur dalam keadaan seperti ini, tapi Jimin gengsi.
Taehyung melirik Jimin, lalu menghembuskan nafasnya pelan. Sudah tidur ya?
Jimin yang terlalu lama pura-pura memejamkan mata akhirnya tertidur juga, walaupun niat awalnya tidak begitu tapi apa boleh buat.
Taehyung bergerak ke arah Jimin sedikit, udara semakin dingin, Taehyung menarik selimut lebih tinggi untuk menetupi badan mereka sampai leher lalu mencoba untuk bisa tertidur, mengabaikan rasa takutnya pada petir.
Wushh
Taehyung membelitkan kakinya pada milik Jimin, angin seperti masuk ke ruangan, berlari-lari di dalamnya. Menyebalkan.
Wushhh
Slashh
Dengan mata terpejam Taehyung mulai was-was, angin bagai mempermainkannya, bergerak-gerak diatas kepalanya nakal. Taehyung menggenggam erat tangan Jimin, memejamkan matanya makin erat.
Oppa
Taehyung menelan ludahnya sendiri, dia semakin kedinginan. Atau merinding?
Oppa
Tae oppa
"AARGH!"
Taehyung mencubit tangan Jimin keras sehingga Jimin berteriak, "apa-apaan sih kau Tae? Belum tidur juga?" marah Jimin, Taehyung menatap penuh prihatin, kasian Jimin pasti cape. "Aku tidak sengaja."
Grep
Jimin menarik Taehyung kepelukannya, Taehyung harus menahan sakit karna wajahnya membentur dada Jimin begitu keras. "Cepat tidur Tae, mimpi indah."
Ini lebih baik daripada tadi.
Tanpa mereka sadari sesosok makhluk berdiri di samping mereka dengan tatapan marah.
TBC
Spesial thanks to : , Jung Jisun, , lollipunch, Lee Shikuni, Zahraania, TaeKai, kimwookmi36, baby VJ, hyena lee, JungYongWoo99, Kayshone, Ordinary Girl, MyNameX, Nichan Park, blanktaez, 1, Taetae, Oh Deer Han, thiefhanie fha, Ryuu Sakamaki, SJMK95, Jell-ssi, guest, army97, UkeV
Dan semua yang udah fav&follow storynya. Kalau ada saran atau apa-apa silahkan review atau pm ya XD bye bye see you
