Yosshh... Ini chapter keduanya.. Sekali lagi, aku minta maaf atas summary dan judul cerita yang aneh dan nggak jelas ini karena ya.. aku tidak ada ide dalam hal summary + judul (-3-).
Chapter 02 : "Seorang gadis kecil yang menghancurkan skenario"
...
...
...
"Uuugghh..." ucap Yume sambil memegang kepalanya. Dia tersadar bahwa ia berada di dunia lain yang ia tidak ketahui. "Haah? Dimana aku...?" tanya Yume dalam hatinya saat melirik di sekelilingnya yang hanya ada pohon dan pohon yang sangat lebat.
"Hutan kah..?" tebak Yume, ia pun berdiri dan mulai menjelajahi hutan tersebut, berharap adanya jalan keluar ataupun sebuah petunjuk tentang tempat ini.
Hingga akhirnya Yume melihat sebuah cahaya berada di ujung hutan tersebut, ia pun mempercepat langkahnya dan saat tiba disana, ia melihat sebuah desa yang dipenuhi oleh teriakan dan kobaran api yang dengan ganas melahap hampir seluruh rumah penduduk.
Yume hanya bisa tercengang dengan pemandangan yang ia lihat. Banyak orang-orang berlarian kesana kemari berusaha menyelamatkan keluarga mereka. Tapi setelah Yume melihatnya dengan teliti, orang-orang itu bukanlah manusia melainkan setengah hewan karena mereka memiliki ekor dan telinga.
Di balik keramaian tersebut, Yume melihat dua orang pemuda berusia sekitar belasan tahun yang memakai pakaian mewah seperti pakaian kerajaan. Ditambah lagi, mereka mempunyai ekor dan telinga yang terlihat mirip seperti kucing yang berwarna coklat muda. Dua orang pemuda tersebut terlihat seperti ingin membakar sebuah rumah yang cukup besar dan sama sekali belum tersentuh oleh kobaran api.
Tanpa pikir panjang, Yume langsung berlari menghampiri dua orang pemuda tersebut, bermaksud untuk menghentikan kejadian yang buruk.
"HENTIKAAAAAN!" teriak Yume sambil memegang tangan salah satu pemuda tersebut yang sedang memegang sebuah benda.
Kedua pemuda tersebut terkejut dengan aksinya Yume dan dari ekspresi mereka mengatakan kalau mereka tidak menduga dengan kehadiran Yume.
"Nani~? Ada seorang pengganggu~?" ucap pemuda tersebut lalu ia menghempaskan tangannya Yume hingga Yume terpental ke belakang.
Yume meringis kesakitan dan melihat pemuda tersebut berjalan menghampirinya namun...
"Berhenti Auger. Dia bisa kita urus nanti, biar sekarang fokus terhadap misi kita yang sebenarnya" cetus pemuda disampingnya. "Haaa~i Nii~san..!" balas pemuda yang dipanggil 'Auger' itu kemudian ia berbalik dan terlihat ingin melanjutkan kegiatan yang sempat diganggu oleh Yume.
Yume yang sudah kehabisan ide hanya bisa menutup matanya sambil berkata, "Kalian yang berada di dalam rumah cepatlah pergi sebelum kejadian buruk terjadi". Dan setelah itu, terdengar suara ribut dari dalam rumah, rupanya orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut berhasil meloloskan diri dan kedua pemuda ini terkejut, terutama pemuda disamping Auger, "CHU CHU KNIGHT! CEPAT TANGKAP MEREKA!" perintahnya. "Baik! Mejojo-sama!" balas sekumpulan prajurit yang ternyata hanya sekumpulan para tikus yang memakai pakaian prajurit.
Yume terkejut melihat ekspresi pemuda tersebut yang berubah 180 derajat, pemuda tersebut berbalik menatap dingin Yume lalu berjalan kearahnya perlahan tapi pasti, dia juga bersiap mengambil sebuah pedang rapier yang berada di pinggulnya. "ITU PASTI KARENA KAMU!" teriak pemuda itu, Yume bisa merasakan aura bahaya yang akan menimpanya. Karena perasaan takut yang melebihi rasa ingin melarikan dirinya, Yume berjalan mundur dengan kedua kaki yang terlihat gemetaran.
"SIAPA KAU?! BERANINYA KAMU MENGHANCURKAN RENCANA KERAJAAN WEBLIN!?" tanya pemuda tersebut dengan nada bentak, kelakuannya sudah seperti hewan buas. Yume hanya memasang muka seperti melihat kumpulan hewan buas, walau kenyataannya hanya ada dua hewan buas. "Nii~san! Memang harusnya dari tadi kita habisi dia saja~" kata Auger yang ternyata sudah berada di belakangnya Yume tanpa Yume sadari.
Yume terkejut dan cepat-cepat berbalik ke arah lain bermaksud untuk melarikan diri, namun dengan cepat Auger sudah menangkap Yume. Yume yang berusaha melepaskan diri dari Auger berkata, "Lepaskan aku!". "Oi~! Oi~! Melepaskanmu setelah apa yang kau telah perbuat? Hah, Lebih baik kau diam dengan tenang disini sementara Nii-san yang akan menghabisimu~" balas Auger sambil mempererat pegangan tangannya yang membuat Yume meringis kesakitan.
Walau Auger berada dibelakang Yume tapi Yume bisa merasakan kalau saat ini Auger sedang tersenyum. Karena Yume terlalu fokus dengan belakangnya, ia baru menyadari kalau pedang tersebut sudah berada di atas kepalanya. Yume memejamkan matanya sambil berkata, "BERHENTI!". Karena Yume tidak merasakan perihnya sabetan pedang tersebut, Yume pun perlahan-lahan membuka matanya. Dia melihat sekitarnya yang berhenti, atau lebih tepatnya tidak bergerak sama sekali. "Aagh! Ada apa ini?! Kenapa.. Aku tidak bisa bergerak?!" erang pemuda tersebut yang terlihat seperti memaksakan dirinya untuk bergerak. "Aku... juga Nii-san!" ucap Auger.
Yume juga tidak mengerti dengan situasi ini ditambah hanya dia yang bisa bergerak tapi Yume tahu satu hal yang pasti, jika dia ingin tetap hidup maka saat itu juga dia harus melarikan diri. Tanpa pikir panjang, Yume berusaha melepaskan diri sambil berkata, "LEPASKAN AKU!". Auger pun melepaskan pegangannya yang membuat Yume hampir jatuh namun Yume berhasil menopang tubuhnya dan langsung berlari menjauhi tempat yang menyeramkan itu.
Auger dan pemuda tersebut hanya bisa melihat kepergian Yume dengan tatapan bingung akan kejadian tersebut.
Yeay~ Selesai juga chapter 2 ini hehehe.. Oh iya, hanya untuk memastikan kalian tidak bingung.. Si Yume itu sebenarnya punya kekuatan yaitu bisa membaca pikiran disaat ia berada di dunia aslinya (Yaah spoiler deh) namun saat ia berada di dunia baru itu, kekuatannya berubah menjadi bisa mewujudkan apa saja atau lebih tepatnya bisa memerintah apa saja dengan kata-katanya, tapi saat ini Yume tidak menyadarinya (Spoiler lagi deh).
Makanya pada saat chapter pertama, pada bagian "... lalu muncul sebuah suara di kepalanya Yume... " itu menandakan kekuatan Yume yang bisa membaca pikiran itu..
Dan ketika kata-kata Yume ditebalkan, itu artinya secara tidak sengaja Yume memakai kekuatannya.
Kemudian, alasanku menebalkan kata-katanya si pemuda kucing (selain auger) itu karena pada saat itu dia MARAH BESAR dan bagi yang sudah main game bws pasti tahu kayak gimana 'MARAH BESAR'nya si pemuda itu, seperti terjadi perang dunia yang ke-3 #lebay.
Ok, sampai di situ penjelasan panjang lebarku. Untuk chapter ketiga, masih dalam proses pembuatan :D, ok.
~Kamus Kecil~
Nani : Apa
