Choronos Time

A Kingdom Hearts Fanfic

Kingdom Hearts Owned by Square enix – Disney

Saya masih baru, dan Fic saya juga ga bagus bagus amat, jadi ya… saya belum bisa ngomong apa apa,

Yaudahlah jangan banyak omong

Yuk Langsung :3


Chapter 1: The Time that Unite Us

"Namine… Ayah telah menemukan mu jodoh"

"APA?!"

Namine's Chamber-

-Normal POV-

Namine menangis di sudut kamarnya yang luas, dia sakit hati oleh ayahnya, tentu dia sangat tersakiti, ia menyukai Roxas namun ayahnya telah menjodohkan dia dengan seorang Pangeran.

"Hiks…." Namine Terisak

KRIIET!

"Namine….?" Seseorang di pintu memanggil namanya, dan orang tersebut mendekatinya

"Namine….. Kenapa?"

Namine membalik badan nya sedikit demi sedikit, dan terkejut. Dengan segera dia menghapus air matanya

"Ro…Roxas?!" Jerit Namine

"Kamu kenapa Namine?" Tanya Roxas

"aku.. tidak apa-apa kok… aku hanya kelilipa…" GYUT! Kata-kata namine terhenti, matanya terbelalak karena Roxas memeluknya.

"Roxas….." Kali ini Muka Namine merah bukan karena malu, Mata namine tidak kuat menahan air mata nya.

"Namine… kalau kamu tidak mau cerita, menangislah semaumu.." Pinta Roxas

"ungh…" Namine tidak bisa berkata

Semalaman Namine menangis di pelukan Roxas, membuat namine merasa tenang hingga ia tertidur pulas

Esok harinya seorang pria mengetuk pintu kamar Namine. Tok tok tok

"ungh.." Roxas mengusap matanya "Yaaa…" ia langsung terbangun, meletakkan Namine ke ranjang nya dan membuka pintu

"Permisi.." Roxas menunduk dan langsung berjalan ke arah tangga, tanpa melihat siapa yang ia temui di depan pintu

"…"

"Namine….. akhirnya ku temukan kamu… siapa yang tau ternyata kamu akan dijodohkan dengan ku?"Seorang pemuda yang berada di kamar Namine menggumam

"Fu..hu..hu..hu… Namine…"

"ngh…" Namine terbangun dan kaget, "VANITAS?!" Mata Namine terbelalak , ia tidak tahu harus bicara apa

"Hai… Long Time no see, ya? I hope you okay to see me here"

"VANITAS! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!"

"hei.. kamu tidak ingat yang dikatakan ayahmu kemarin?" Kata vanitas meyakinkan

"aa….apaa….?" Langkah Namine tidak terkendali, dengan cepat dia langsung bangun dan pergi ke tempat ayahnya.

BRAK!

"ayah!" Namine menjerit

"Namine? Apa yang kau lakukan disini?" Baginda lagi main kartu ternyata! #ha?

"Ayah.. kenapa a…" sebelum Namine menyelesaikan kata-katanya, Namine melihat seseorang yang sangat ia benci, bukan sangat, tapi luar biasa ia benci.

"Xem….XEMNAS?!" jerit Namine sekali lagi # tenggorokan nya hebat sekali ya#

"apa kabar Namine? Setelah pertempuran antar Vampire dan Demon selesai, aku tidak pernah melihat wajah mu yang manis itu, Namine….." Xemnas mendekati Namine dan memegang dagu Namine

"uh!" dengan reflek Namine langsung menapik tangan Xemnas yang sedang memgang dagunya dan langsung menuju keluar

"NAMINE! MAU KEMANA KAMU?!" Teriak Baginda ke Namine

"Ayah… aku muak denganmu,,, aku pergi dari sini… itukan keinginan mu?"

"NAMINE! Penjaga! tangkap namine!" perintah baginda kepada prajuritnya

"hahh…hahh…." Namine berlari sekuat tenaga menghindari para prajuritnya yang banyak #untung Namine jago silat jadi larinya kenceng *eh?

Namine teus berlari, ke tengah hutan, sampai…

"Lu…lubang?" Namine menemukan sebuah lubang, seperti lubang dimensi, tapi tidak ada yang tahu soal itu.

"lubang apa ini?" Namine mencoba memegang lubang tersebut, tapi ia malah tersedot kedalam nya

"AAAAAAAAAAAH…..!"


Kairi POV-

"Sora! Apa yang kamu sembunyikan dariku?!"

"eheheheehe…. Ini!"

"Waaaaah….." Sora memperlihatkan suatu barang yang berkilau padaku

"apa ini?"

"hm…. Mungkin seperti berlian atau semacam nya?"

"hm…." mataku terpaku oleh benda itu

"Yasudah ayo Kairi, kita pulang!" Sora mengajak ku pulang! hehehe

"Ya!"

Hai! Nama ku Kairi, aku anak seorang tukang air di Twilight Town, tiap hari penuuh dengan lelah, letih, tidak pernah ada kata istirahat dalam kehidupan ku, aku mempunyai seorang teman yang penuh ceria, namanya Sora! Sora selalu membantuku disaat aku susah, kegigihan dan kebaikan nya membuatku jatuh hati pada sora! Aku bersyukur hidup disini….

-Makan malam-

"Kairi! Makan malam" mama menjerit pada ku

"Yaaa" aku bangun dari tempat tidurku, menyisir rambutku dan turun ke ruang makan

Seperti biasa disitu ada ayah ku, ibuku, dan tentu saja Sora, sejak ayah ibu sora meninggal, ia tinggal dsini bersama keluargaku

"Kairi! Ayo makan"

"ya!"


Roxas Side-

Normal POV-

TOK TOK TOK!

"Namine? Aku bawakan makan malam" seperti biasa, Roxas mengantar makan malam namine kekamarnya

"…" namun hanya hening yang di dengar roxas, bukan jawaban

Roxas merasa aneh, karena tidak ada jawaban sama sekali, namun kamar namine terkunci, dengan gelisah Roxas langsung mendobrak kamar Namine, BRAK! "NAMINE?!" betapa terkejutnya Roxas pada saat melihat, namine tidak ada di kamarnya saat itu, mata roxas terbelalak

"Namine…. Kemana kamu?!"
Seketika Roxas berlari ke ruang Baginda dan langsung mendobrak pintunya tanpa mengetuk

BRAK!

"Baginda, lapo.." kata-kata Roxas terhenti ketika melihat Xemnas dan Vanitas, yang keduanya adalah Raja dan Pangeran dari Kerajaan Demon Hallowen Town.

'Sedang apa mereka disini…?' Sesaat Pikiran Roxas melayang dan ingin sekali bertanya,

"ada apa Roxas?" Jawab Baginda dengan wibawa

"aa..Baginda! Namine hilang!" Jerit Roxas terhadap Baginda

"ya.. Hari ini Namine melarikan diri tepat di depan mataku….."

'APA? Namine melarikan diri?' Pikiran Roxas sepertinya kacau saat ini

"Kemana Namine melarikan diri, Baginda?! Aku akan mencari Namine segera!" Roxas menundukkan kepala dan menghadap kebelakang, seketika ingin berlari

"TUNGGU!" Sela Baginda kepada Roxas, " Namine…. Kita perkirakan dia memasuki Choronos Time Hole…"

'APA? Choronos Time Hole? Sebuah lubang? ' Roxas semakin bingung

"apa itu…..Choronos Time Hole….Baginda?" Tanya Roxas

"sebuah dimensi waktu, yang memungkinkan orang masuk dan tidak bisa selamat lagi…" Kata Baginda dengan wibawa.

"Kalau begitu, saya harus mengejarnya sekarang!" Roxas berbalik badan

"Tak usah! Namine hanya akan menyusahkan saja! Lagipula dia tidak akan selamat!"

Tiba tiba…

BUUAK! Roxas memukul wajah Baginda yang tampan #eh?

"Baginda! Saya tidak percaya Baginda! Apa baginda yakin Namine masuk ke lubang tersebut?! Saya yang akan membuktikan nya dengan mata kepala saya sendiri! " Roxas langsung melepas genggaman tanganya yang sedang menarik kerah baju Baginda dengan kuat dan lari ke luar kastil, ke tengah hutan, mencari keberadaan Choronos Time Hole…..


Namine Side-

"Aku….dimana?...Gelap…" Namine melayang di sebuah tempat yang gelap gulita

Namine mencoba mencari jalan keluar, tapi kanan kirinya sama saja, HITAM

"ayah…. Kenapa kau melakukan itu…." Namine Menggumam sendirian

Namine terus berjalan ditempat yang gelap tersebut. Ke depan, belakang, kanan, kiri, kemanapun ia bisa berjalan, sampai ia tidak kuat lagi berjalan, sampai… Namine tidak sadarkan diri

"Roxas… Tolong aku… Siapapun…." Namine pingsan dan mengapung


Kairi Side-

Normal POV-

"Sora~" Panggil Kairi lembut kepada Sora

"ya? Ada apa kairi?" jawab sora

"ini! Aku menemukan nya di pantai" menyodorkan sebuah kulit kerang yang indah

"wah! Bagus sekali!" sora mengangkat benda tersebut dengan girang

TOK TOK TOK!

"..?" Sora dan kairi langsung menghampiri pintu

KLEK!

"Soraaaa~ " ternyata seorang gadis dengan nada yang agak manja,

"XION? Ngapain ke sini?!" Tanya Kairi bingung

"suka suka dong, aku kan mau menghampiri Sora,bweeek" Xion langsung memeluk mesra Sora dan menjulurkan lidahnya ke Kairi,

"uh…Xion… ini sudah malam, lebih baik kamu pulang, tidak enak kalo dilihat tentangga" Sora kebingungan mau ngomong apa

"uuh…. Apaan sih sora….. rumah kamu kan di pedalaman hutan!" Bantah Xion

"eh.. iya juga.. tapi, bahaya perempuan bahaya pergi ke hutan sendirian" Sora tetep nyangkal

Muka kairi udah gerem liatnya

"Cukup! Xion silahkan pulang!" omong kairi ke Xion

"Kenapa Kairi? Cemburu? Bweek" sekali lagi Xion menjulurkan lidahnya ke Kairi

"ugh! Xion ! cukup! Jangan membuat keributan dirumah orang malam-malam!" Kairi makin kesal sama Xion

"Suka-suka dong, kan bukan kamu yang mau aku temuin, tapi aku temuin Sora, jadi terserah dong" Xion makin mengompori Kairi, yang wajahnya uda merah bukan main

"ar…Xion… maaf, tapi ini memang sudah malam, besok kan mau sekolah" #hah? Sekolah? *digampar Inori *

Let's we Repeat

"ar… Xion… maaf, tapi ini memang sudah malam, bagaimana kalau besok kamu kesini lagi?" Sekali lagi sora ngomong

"yaudah deh…. Dah Sora, selamat malam!" Chu~ Sora dan Kairi kaget, ternyata Xion berani cium pipi sora

"hehe…. Bye~" Muka sora Melongo, muka Kairi Cengo #terinspirasi oleh Inori

-Kairi's Chamber-

Kairi POV

Ugh…. Xion… dasar… tapi sebenarnya aku iri sama Xion, dia bisa begitu jelas menampilkan expresinya…. Sedangkan aku.. hanya bisa tersipu malu sendirian tanpa melakukan apapun…

Aku … jadi benci diriku sendiri….(bangun dan ke meja riasnya)

"Hei, batu! Kamu kan barang dari sora… kamu tau, kenapa kamu di kasih ke aku? Ga tau ya?"

Kenapa aku jadi begini…. Aah….

(sebuah Cahaya menyinari wajah Kairi)

"eh? Eh?" CRIIIIING!

PYAAAASH!

"huwaaaah" ap..cahaya...apa itu…. "eh?"

(tampak Namine)

Seorang gadis? Eh tunggu! BRUK! Gadis… yang cantik…. Tapi, siapa gadis ini?

"hei..hei" kenapa gadis ini disini? Siapa dia? dan apa sebenarnya batu ini, dan…

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

...

...

...

...

To Be Continued

Read and Review please! untuk cerita saya yang ancur =.=a