Tittle : Saol Aisteach chap 2

Author : KyusungFanfict

Pairing : Kyusung / Yekyu

Genre : Romance , a little bit humor

Rate : K+

PS : This fict absolutely mine! Yaoi fict! Don't like don't read! No Plagiarsm!

.

.

Summary : Yesung sudah melakukan suntik hormon./ "Yasudah, jadi sekarang kau mau menyusuinya atau tidak?" / "Aku mau. Tapi aku malu." / "Kenapa?" / "Geli."

.

.

.

_Kyusung_

.

.

Padat. Ramai. Brisik. Adalah kosa kata yang mampu menggambarkan keadaan dorm saat ini. Dorm, rumah kedua para pemuda tampan –meski ada yang cantik pula- member salah satu penyanyi grup yang terkenal di Korea. Super Junior.

Bukan tanpa sebab adanya kericuhan yang terjadi disana. Sesosok bayi mungil yang tengah dikelilingi oleh para pemuda itulah objek utamanya. Sosok bak boneka teddy bear yang sangat lucu. Sosok itu adalah bayi berjenis kelamin laki-laki dengan paras oriental yang menggemaskan tengah dibuat mainan oleh mereka.

"Bayi ini lucu sekali."

Tangan Eunhyuk mencubit ringan pipi cubby sang bayi. Yang justu menuai tawa lebar tanpa suara dari sosok kecil itu. Dia merespon dengan baik sentuhan fisik dari lawannya. Bayi itu memang pintar, mampu berinteraksi dengan lingkungannya yang baru. Tanpa tangis. Atau kemanjaan pada bayi pada umumnya.

"Kau lihat? Dia selalu tertawa. Astaga, bahkan giginya satu pun belum tumbuh! Haha."

Donghae senang. Terlalu bahagia mendapat bingkisan hadiah besar berupa bayi didalam dormnya. Hadiah yang diberikan Henry beberapa jam menit yang lalu sebelum maknae -sesungguhnya- itu berpamitan kembali ke China untuk urusan pribadinuya. Dia bilang sepupunya kesulitan mengurus anak. Dan menitipkan buah hati mungilnya itu untuk beberapa waktu. Mungkin lama. Mungkin cepat. Bukan maksud Henry untuk bersikap kurang ajar pada member Super Junior lainnya –yang sangat sibuk bekerja- untuk dititipi bayi. Tetapi mengingat teman-teman seperjuangannya itu sudah menginjak masa tua, jadi Henry memutuskan untuk memilih mereka. Sekaligus memberi mereka pelajaran bagaimana menjadi orang tua yang baik dimasa depan nanti.

"Sepertinya dia menyukai kita."

Kali ini suara sang leader menimpali.

Seluruh pasang mata memandang makhluk kecil yang kini tengah tersenyum lebar. Tangannya terangkat keatas seakan meraih udara. Matanya yang bening berbinar-binar polos. Tidak perlu diragukan lagi dengan parasnya. Sangat imut dan menggemaskan. Mungkin jika dia bukanlah manusia, seluruh orang yang ada disana sudah menguyahnya bulat-bulat. Ya, dengan mata bersinar itu tampak seperti gumpalan coklat yang lezat. Pipi gembil berwarna putih kemerahan tampak seperti gulali kapas yang manis. Juga bibir merah muda seperti permen rasa strawberry yang memabukkan. Siapa yang tidak akan berniat untuk melahapnya? Oke, bukan bermaksud untuk berpikiran jorok disini.

"Tapi tunggu dulu, rasanya aku tidak asing dengan wajah bocah ini. Seperti perpaduan antara dua orang."

Seketika hening.

"Maksudmu apa Kangin Hyung?"

Sungmin mengalihkan maniknya ke Kangin. Sementara yang ditanya kini memandang dua orang yang berdiri bersebelahan disisi kanan ranjang bayi. Membuat yang lainnya mengikuti arah pandang Kangin.

"Bayi ini seperti perpaduan antara…. Yesung hyung dan Kyuhyun."

Kangin menjawab.

Seluruh member serempak memandang intens Yesung dan Kyuhyun. Membuat dua insan itu sedikit salah tingkah. Kemudian seluruh pasang mata menjadi bergantian memangdang dua orang itu dan bayi yang tergeletak diranjangnya. Banyak sedikitnya yang diucapkan Kangin cukup benar. Ini kebetulan atau ketidak sengajaan? Oke, itu sama saja.

Tak lama suara Shindong dan Leeteuk menyusul berurutan.

"Bibirnya mirip denganmu Kyu."

"Mata itu sama sipitnya sepertimu Yesung."

Wajah Yesung memerah, sementara pemuda bermarga Cho disampingnya hanya menggaruk tengkuk yang barang sedikitpun tidak gatal sama sekali. Semakin salah tingkah? Entahlah. Lagipula untuk apa mereka salah tingkah? Yang jelas berkat kalimat aneh Kangin tadi, baik Yesung dan Kyuhyun merasa dipojokkan.

"Sudah-sudah. Yang jelas seratus persen bayi ini adalah hasil karya usaha sepupu Henry di Korea. Ye Jin noona dan Hyun Ki hyung. Mereka berdua kan orang tua aslinya, kalian ini."

Si eternal maknae menambahkan. Yang lainnya diam, tapi tak lama mereka semua mengangguk setuju membenarkan ucapan namja bertubuh mungil menggemaskan itu. Kalau bagi Yesung dan Kyuhyun perkataan Ryeowook adalah penyelamat mereka dari dugaan-dugaan aneh para member tadi.

"Kasihan sekali, bayi tiga bulan ini harus rela berjauhan dengan orang tuanya yang sibuk berbisnis."

Sungmin mengusap pucuk kepala si bayi. Sementara si kecil memandang wajah imut Sungmin dengan senyum merekah. Seakan mengucapkan terimakasih atas rasa simpati dari namja yang jauh lebih tua darinya itu.

Sampai tiba-tiba,

"Ya, jika aku jadi ibunya aku tidak akan membiarkan bayi ini jauh dariku barang sesenti pun. Dia kan masih membutuhkan ASI eksklusif. Lagi pula, peran ibu benar-benar sangat berpengaruh sampai ia beranjak kesekolah dasar. Kenangan yang paling kental diingat sampai ia tua nanti." Ujar si sipit.

"Aku setuju. Dan peran ayah juga sama besarnya dengan ibu. Seorang kepala keluarga yang akan melindungi istri dan anak-anaknya. Pasti bayi ini butuh bermain dan tambahan kasih sayang selain dari ibunya yang sibuk mengurus rumah tangga. Dan disaat itulah peran ayah sangat berfungsi."

Kali ini suara si evil menambahkan.

Tanpa sadar Yesung dan Kyuhyun saling berpandangan saat berargumentasi tadi. Saling menautkan genggaman tangan. Seakan mereka tengah merasakan perannya masing-masing. Sebagai orang tua. Orang yang sudah berpengalaman. Dan kelakuan mereka membuat seluruh member disekelilingnya mati-matian menahan tawa. Itu tadi penghayatan?

"Ekhem!"

Donghae menginterupsi.

Yesung yang tersadar langsung menghempaskan tangan Kyuhyun. Keduanya melangkah memberi jarak. Sial! Kenapa suasananya jadi sangat cangung begini?

"Kalian berdua kenapa? Sangat ingin menjadi orang tua, hm?"

Eunhyuk menyeringai disela godaannya. Membuat wajah manis si suara baritone semakin memerah. Dan Kyuhyun pun ikut-ikutan bersemu. Astaga, mereka harus menyiapkan mental secepatnya.

"T-tidak. Itu tadi hanya sekedar pendapatku saja Hyukkie. Kurasa K-Kyuhyun juga begitu."

Yesung menunduk. Lidahnya sedikit kelu mengucapkan nama Kyuhyun barusan. Betapa sosok itu membuat aliran darahnya tiba-tiba mengalir deras dan berkumpul didalam jantungnya. Sesak. Berdebar. Jangan berpikiran jauh dulu. Yesung merasakan hal itu karena sejak tadi seluruh member tengah menggodanya dan objek godaannya adalah Kyuhyun. Jadi siapa yang tidak canggung dengan si muda itu?

"Tapi kalian berdua tadi benar-benar membuat kami terpana. Seperti sepasang suami-istri saja."

Godaan itu berlanjut.

Helaan nafas berat keluar dari bibir Yesung dan Kyuhyun secara bersamaan. Jika sudah main ejek, member Super Juniorlah yang nomor satu. Apalagi mengejek teman satu grupnya. Sangat lihai!

"Baiklah lupakan lelucon ini. Lebih baik pikirkan nasib bayi ini selanjutnya. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Kyuhyun menengahi. Cukup jengkel dan jengah juga diledek seperti tadi. Memang benar, dari pada saling menggoda tidak jelas lebih baik memikirkan bayi itu akan seperti apa mereka merawatnya nanti. Mengingat tidak satupun dari mereka semua memiliki pengalaman mengurus anak. Tentu saja. Mereka semua belum menikah barang satu pun. Dan pastinya akan sangat repot mengurus si kecil yang satu itu.

"Aku punya ide!"

Suara Eunhyuk menggema.

"Apa Hyukjae? Ku harap idemu itu akan masuk akal."

Eunhyuk menekuk wajahnya. Semangatnya yang menggebu langsung meleleh akibat timpalan Kangin barusan. Si kekar memang pandai membuat mood orang rusak.

"Jadi begini, seorang anak pasti membutuhkan orang tua kan? Begitu pula dengan bocah ini. Bagaimana jika kita melakukan sebuah permainan? Yang banyak mendapat suara dialah yang menjadi ayah dan ibu dari si kecil ini. Bagaimana?"

Eunyuk menyeringai. Seperti melakukan telepati dengan seringainya seluruh member pun mengikuti. Minus dengan dua orang yang tengah termenung memikirkan ucapan Eunhyuk tadi. Orang tua? Oh ayolah mereka semua kan laki-laki. Haruskah ada yang rela menjadi seorang ibu?

"Lalu siapa yang akan menjadi ayah dan ibu dari bocah ini?"

Entah bagaimana bisa. Tetapi Kyuhyun dan Yesung melontarkan pertanyaan itu secara bersamaan. Tidak ada yang bisa menghitung berapa perbedaan waktu diantara keduanya yang lebih dulu. Benar-benar tepat dan sama. Dan akhirnya,

"Jelas kalian berdua!"

Kompak. Suara mereka semua berpadu menjadi satu. Oh astaga, rasanya baik Yesung maupun Kyuhyun ingin menceburkan diri kelaut terdekat. Haruskah mereka terus yang menjadi korban? Dan kemana sikap evil yang selama ini dipertahankan oleh Kyuhyun? Bagai meluruh dengan sendirinya.

.

.

_Kyusung_

.

.

Kyuhyun dan Yesung saling terdiam dikamar baru mereka. Larut dalam pikiran masing-masing. Malam ini. Sebuah kenyataan yang begitu menyiksa hadir didalam hidup mereka. Dengan penuh keterpaksaan –jika bukan karena bayi itu- keduanya memutuskan untuk menyanggupi permainan seluruh member. Menjadi orang tua yang akan mengurus bayi ini sampai si kecil dijemput oleh kedua orang tuanya. Entah kapan.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Tanya Yesung frustasi. Ia melirik sekilas kedalam box bayi. Melihat sosok mungil itu tengah bermain senang dengan boneka-boneka kecil yang menggantung diatas boxnya. Terlihat sangat lucu dan bersemangat. Tampaknya bocah itu anak yang aktif. Dan tidak rewel tentunya.

"Aku tidak tahu. Rasanya ini seperti mimpi. Bahkan aku sendiri tidak pernah berniat untuk memimpikan punya anak."

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya keranjang. Matanya menerawang jauh memandang langit-langit kamarnya. Kejadian ini begitu mendadak. Ia tidak siap. Demi apapun itu. Seorang maknae yang biasa bertingkah semaunya kini menjadi seorang ayah yang harus bertanggung jawab. Ditambah lagi ada seseorang yang menjabat sebagai istrinya –tunjukan dari member tadi- yang juga harus ia lindungi. Oh astaga, siapa yang tidak gila jika dipaksa seperti ini?

"Kau pikir aku tidak? Argh! Kenapa aku yang harus menjadi ibu?! Dasar member sialan! Mereka semua mengerjaiku!"

Bibir Yesung maju beberapa senti. Sementara kedua kakinya menghentak-hentak lantai. Seakan tengah merajuk dan tanpa disadari atau tidak, Kyuhyun tersenyum kecil melihat tingkah Yesung.

"Siapa yang akan percaya bila kau yang menjabat sebagai ayah dengan kelakuanmu yang seperti ini? Dan pernahkah kau berpikir sosokku menjadi ibu yang feminim? Dunia akan runtuh seketika kurasa."

Yesung memiringkan kepalanya menatap Kyuhyun. Otaknya sedang memproses bayangan Kyuhyun yang menjadi ibu dan pria itu menjadi lebih feminim. Benar-benar pemandangan yang menyeramkan. Yesung sempat bergidik sendiri. Ya, setidaknya dialah yang memiliki kelembutan lebih ketimbang maknae itu.

"Iya, tapi kenapa member tidak berpikir untuk menyewa wanita saja, huh?"

"Terlalu beresiko jika pihak luar masuk kelingkungan kita. Aku sendiri juga berpikiran seperti itu tadi."

"Ini benar-benar tidak lucu! Aku marah pada mereka semua!"

Yesung mengepalkan tangannya kuat. Sementara Kyuhyun hanya menggeleng-geleng pasrah. Ternyata hyungnya itu bisa seegois ini juga. Dia kira Yesung jauh lebih dewasa ketimbang dirinya.

"Sudahlah tidak ada yang bisa disesali. Selain memikirkan dirimu, kau juga harus memikirkan bayi kecil itu. Dia sekarang anak kita. Kalau kau terus-terus bersikap begini, siapa yang akan merawatnya? Aku? Kau percaya aku bisa merawatnya seorang diri?"

Yesung menggeleng kuat. Cukup seram juga jika si maknae yang merawat bayi itu sendirian. Akan menjadi apa bayi itu nanti? Bisa-bisa saat orang tuanya menjemput bayi itu, si bocah sudah tidak berbentuk manusia lagi. Mengerikan!

"Yasudah, ini sudah tengah malam. Kau harus meniduri Hyunsung, tidak baik anak sekecilnya masih terjaga ditengah malam yang dingin begini. Ajak dia tidur diranjang. Aku akan pergi mandi, nanti aku tidur disofa itu saja."

Kyuhyun melangkah memasuki kamar mandi. Meninggalkan Yesung yang terduduk dengan raut wajah syok karena ulah namja muda itu. Benarkah tadi itu Kyuhyun? Kedatangan Hyunsung benar-benar ajaib sampai membuat otak Kyuhyun mendadak waras dan bersikap dewasa seperti itu.

.

.

_Kyusung_

.

.

"Hik…hik..hoee..hik."

"Astaga, Hyusung menangis!"

Suara mungil itu menginterupsi. Memaksa Kyuhyun untuk bangun dari tidurnya. Dengan kesadaran yang dipaksa pulih, Kyuhyun beranjak dari sofa dan menghampiri ranjang didepannya. Matanya menangkap sosok mungil yang terjaga dengan lelehan air mata dimana-mana. Bayi itu menangis. Kyuhyun tahu itu. Tapi kenapa? Dan ada yang aneh disini, tidak biasanya telinga Yesung tidak sensitif. Biasanya namja manis itu selalu merespon suara apa saja. Bahkan dulu kamar Kyuhyun yang berjauhan dengannya pun bisa ia respon saat alarmnya berdering dipagi hari. Sementara sekarang? Jelas-jelas bayi itu tidur tepat disamping Yesung dengan tubuh yang menempel sempurna. Kenapa namja itu tidak peka? Kenapa justru Kyuhyun yang bisa terusik?

Kyuhyun duduk disamping bayi itu. Memperhatikan wajah merah si kecil yang tengah meraung-raung. Kemudian matanya beralih pada Yesung yang masih tertidur pulas.

"Apakah seperti ini rasanya berkeluarga? Aku seperti menjadi ayah sungguhan." Gumamnya entah pada siapa.

Namun tak lama Kyuhyun tersadar. Sadar betul bahwa bayinya butuh perhatian sekarang. Dengan tangan yang kaku Kyuhyun meraih bayi itu dan menggendongnya. Tangannya meraba popok si kecil, siapa tahu bayi itu menangis karena mengompol. Tapi rupanya tidak. Popoknya kering. Lalu kenapa dia menangis?

"Sstt.. kau kenapa, hm? Kau butuh sesuatu?"

Kyuhyun mengusap punggung kecil itu. Mencoba meredakan tangisnya. Namun bukannya tambah reda tangis bayi itu justru bertambah keras. Sepertinya ia harus ekstra bersabar.

Sadar kalau usahanya sia-sia, Kyuhyun pun berniat untuk membangunkan Yesung.

Tangan kekar itu terjulur ke bahu Yesung. Menggoyang-goyangkannya dengan gerakan perlahan. Tak ingin membuat Yesung terkejut.

"Yesung bangun…bangunlah sebentar."

"Eungh~"

Berhasil. Tubuh ramping namja itu menggeliat kecil. Seketika matanya mengerjap perlahan dan membuka. Maniknya terlihat sangat memerah, ternyata Yesung memang tertidur sangat pulas tadi.

"Ada apa Kyu?"

Suara itu terdengar serak. Dengan terpaksa tubuhnya bangkit mensejajarkan dengan Kyuhyun yang sedang duduk. Namun matanya langsung membelalak ketika mendengar isakan kecil dari bayi yang ada didalam gendongan Kyuhyun.

"Hyunsung kenapa?"

Tanyanya khawatir.

"Aku tidak tahu, tadi saat aku terbangun ia sudah menangis. Ku periksa popoknya ia tidak mengompol sama sekali. Aku benar-benar bingung."

Kyuhyun masih berusaha untuk menenangkan bocah itu. Sementara Yesung berpikir keras. Bayi menangis ditengah malam. Apa yang mengganggunya? Apa bayi itu merindukan orang tuanya? Tapi Henry bilang, sudah seminggu bayi itu tinggal bersama neneknya. Dan ia tidak rewel sama sekali. Berarti bayi itu kemungkinan bukan terusik oleh kedua orang tuanya. Lalu kenapa?

"Umm, biar ku gendong Kyu. Mungkin ia akan lebih tenang."

Kyuhyun mengangguk dan segera menyerahkan Hyunsung pada Yesung.

Yesung mendekapnya. Tubuh kecil itu langsung meringkuk manja. Membuatnya terpana seketika. Apakah jiwa keibuannya yang membuat bayi itu bersikap seperti ini? Namun tak lama ia sontak terkejut saat wajah Hyunsung menggesek-gesek dadanya. Bayi itu membuka mulutnya. Seakan mencari makanan didada Yesung.

"A-apa yang dia lakukan Kyu?"

Wajah Yesung memerah. Sejenak Kyuhyun berpikir. Perlakuan Hyunsung pada Yesung barusan. Seperti kelakuan anak pada ibunya. Bayi ini sepertinya,

"Dia kelaparan! Bagaimana ini? Pencernaannya masih sangat sensitif. Dia belum bisa makan."

Yesung terdiam. Lapar? Jadi bayi ini mencari susunya? Ya, dia mengakui bahwa dadanya memang berisi, tidak seperti Kyuhyun yang bidang. Tapi apa bayi ini menganggap bahwa dirinya mempunyai susu? Bocah ini benar-benar menjatuhkannya!

"Umm, bisa kau buka bajumu sebentar?"

"Apa?"

Yesung mendelik menatap Kyuhyun. Membuat yang ditatap menjadi salah tingkah.

"B-bukan begitu maksudku. Sejauh yang aku tahu. Bayi itu akan berhenti menangis setelah disusui. Mungkin kau bisa menyusuinya.."

"Kau jangan gila! Aku tidak punya payudara! Lagipula aku kan laki-laki, mana mungkin dadaku bisa menghasilkan susu! Berhenti berkhayal Cho Kyuhyun!"

Yesung semakin emosi. Namun tubuhnya juga kegelian karena bayi kecil itu terus bergerak didadanya.

"Sepertinya kau harus suntik hormon untuk merangsang kelenjar susumu. Kau tahu? Dia butuh ASI!"

"Ha?"

"Tidak ada pilihan Yesung. Bayi sekecilnya memang membutuhkan ASI eksklusif. Kau sendiri kan yang tadi siang mengatakannya? Disini peranmu sebagai ibunya. Apa kau tega melihatnya tersiksa seperti ini? Diusianya yang sangat kecil ini ia harus ditinggal pergi jauh oleh orang tuanya. Setidaknya jika kau mau menyusuinya kau sudah mengembalikan kasih sayang seorang ibu untuknya. Kau mengerti itu kan?"

Yesung terdiam sebentar. Dipandangi wajah Hyunsung yang memilukan. Ya, bayi itu memang kurang kasih sayang. Tapi haruskan Yesung melakukan hal ekstrim yang diusulkan Kyuhyun? Konsekuensinya sangat besar, apa ia siap?

"Aku harus menyusuinya?"

Tanyanya meyakinkan. Kyuhyun mengangguk mantap.

"Begitulah."

"Tapi aku namja. Dan kita masih memiliki kesibukan dengan Super Junior. Apa tidak apa jika aku melakukan itu?"

"Kurasa tidak akan ada masalah. Percaya padaku."

"Siapa yang berani menjamin itu? Suntik hormon akan membuat dadaku membesar. Apa yang akan orang lain katakan jika melihat perubahanku itu?"

Kyuhyun menggeser posisinya. Berhadapan dengan Yesung. Diraihnya kedua pundak mungil itu. Matanya menyelami manik Yesung dalam-dalam. Berusaha untuk meyakinkan.

"Tidak akan terlalu mencolok. Bagaimanapun kau adalah namja. Sebesar apapun nanti perubahanmu tidak akan berpengaruh banyak dengan keadaanmu sekarang. Dan aku janji, aku yang akan melindungimu bersama Hyunsung. Kita sama-sama merawatnya. Sama-sama melewatinya. Aku yakin semua itu akan berjalan lancar jika kita sendiri yakin untuk melakukannya. Bagaimana?"

"Aku masih ragu. Tapi aku ingin mencoba."

Yesung menunduk. Jiwanya seakan terbelah dua. Berawal dari member yang memaksanya dan sekarang harus berujung dengan serius merawat bayi itu. Astaga, dosa apa dia sampai takdir ini mempermainkannya.

.

.

_Kyusung_

.

.

Pagi-pagi sekali Kyuhyun dan Yesung keluar dari dorm. Membawa Hyunsung tentu saja. Semalam Kyuhyun menelepon dokter pribadinya. Ia meminta untuk membantu Yesung. Dan dokter itu menyutujuinya walaupun pada awalnya ia sempat terkejut.

"Dia pulas sekali."

Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari jalanan untuk melihat bayi mungil yang tengah tertidur dipangkuan Yesung.

"Iya, dia baru tidur pagi tadi setelah aku memandikannya. Sepertinya dia kelelahan karena menangis semalaman. Kasihan, kau hanya memberikan air mineral semalam."

Yesung mengusap surai hitam ikal milik bayi itu. Sesekali memainkan pipi putih gembilnya.

"Didorm tidak ada susu bayi. Dan hanya air mineral yang bisa dikonsumsi oleh Hyunsung. Tidak mungkin kan aku memberikannya kopi?"

"Dasar bodoh! Iya, tapi tetap saja. Air mineral tidak bisa membuatnya kenyang."

"Makanya kau juga jangan ragu untuk suntik hormon nanti, setelah ini kan Hyunsung bisa mendapat asupan gizi darimu."

Wajah Yesung memanas mendengarnya. Sebentar lagi hal yang paling tidak pernah terduga terjadi dalam hidupnya. Ia akan menyusui bayi. Kodratnya sebagai laki-laki menjadi sedikit melenceng. Tapi tidak apa, demi bayi malang ini. Ia akan melakukannya.

"Oke, sudah sampai."

Kata Kyuhyun seraya mematikan mesin mobilnya. Yesung langsung membenarkan gedongannya pada Hyunsung. Takut bayi itu terusik tidurnya. Kasihan jika bayi itu akan menangis lagi. Sudah cukup tersiksa ia menahan lapar sejak semalam.

Mereka bertiga memasuki sebuah rumah sakit. Terlihat beberapa spesialis masih tampak sepi. Ya, karena mereka memang pergi dipagi-pagi buta. Tak ingin ada seorang pun yang curiga dengan kedatangan mereka dirumah sakit seperti ini. Apalagi mereka membawa seorang bayi. Apa yang akan orang katakan?

Ketika melewati lorong mereka berpapasan dengan seorang dokter. Dokter pribadi Kyuhyun.

"Jadi ini namja yang kau ceritakan padaku semalam?"

Dokter muda itu menatap kagum pada Yesung. Sempat terbesit dihatinya rasa aneh ketika Kyuhyun menceritakan tentang masalah mereka. Namun setelah melihat seperti apa paras Yesung, ia merasa tidak akan terjadi kendala yang berarti karena Yesung namja yang manis. Jika ia memiliki dada seperti wanita tidak akan tampak aneh pastinya.

"Ya, sebaiknya kau harus bekerja sekarang, kami tidak memiliki waktu banyak. Sebelum pasien-pasien dirumah sakit ini berdatangan. Aku tidak ingin Yesung dan bayiku terganggu." Ucapnya posesif. Menuai gelak tawa dari dokter muda itu. Sementara Yesung hanya memandang aneh pada sikap Kyuhyun. Sejak kapan maknae itu punya sikap peduli?

"Iya, iya. Ayo keruanganku sekarang."

.

.

"Setelah melakukan rekam medis. Kurasa tubuh Yesung bisa memetabolisme obat ini untuk berefek sempurna. Ditunjang dari dada istrimu yang berisi dengan kelenjar penuh. Semoga saja percobaanku ini akan berhasil."

Ujarnya santai. Namun tidak bagi Yesung, wajahnya sedikit memerah. Bagaimanapun kalimat dokter itu cukup vulgar juga ditelinganya. Sementara Kyuhyun hanya mengangguk. Sembari menggendong Hyunsung. Namja itu sepertinya tidak terpengaruh sama sekali.

"Bagaimana jika kita melakukannya sekarang?"

Tawar dokter itu.

"Benar. Lebih baik sekarang."

Kyuhyun menatap Yesung sembari tersenyum lembut. Mencoba untuk memberi semangat. Ia masih melihat ada keraguan dimata sipit namja itu. Tahu kalau Yesung dan Kyuhyun butuh privasi, dokter itu lebih dahulu keruang prakteknya. Meninggalkan mereka bertiga. Jangan lupakan keberadaan Hyunsung disini.

"Kau pasti bisa. Sebentar lagi Hyunsung pasti akan bangun dan kembali merengek karena lapar. Kau tega melihatnya menangis?"

Yesung menggeleng. Kemudian menatap Hyunsung.

"Seaindainya bisa digantikan, aku pasti akan membayar orang semahal apapun."

"Sayangnya itu tidak mungkin. Aku tidak akan membiarkan anakku diurus oleh sembarangan orang."

Yesung terkejut. Apa yang Kyuhyun katakan barusan? Apa maksud dari namja itu ia sangat mempercayakan dirinya untuk menjaga Hyunsung? Tapi kenapa? Mereka bukan siapa-siapa. Hanya orang yang dipaksa menjadi pasangan dan orang tua pura-pura. Apa Kyuhyun sudah menikmati perannya sebagai kepala keluarga?

"B-baiklah. Jaga Hyunsung sebentar, ne?"

Kyuhyun tersenyum. Akhirnya Yesung pasrah juga.

Yesung segera beranjak namun langkahnya terhenti saat merasakan tangannya digenggam oleh Kyuhyun. Ia berbalik. Menatap kembali namja tampan yang tengah menggendong bayi -pura-pura- nya. Sekali lagi ia mendapatkan senyum manis dari Kyuhyun. Mau tak mau bibirnya menyunggingkan senyum juga. Ada perasaan hangat yang memenuhi lubuknya. Apa ini kehangatan dari Kyuhyun? Entahlah.

Setelah itu ia memasuki ruang praktek dokter muda itu. Bersiap menjadi bahan percobaan baru. Semoga saja setelah ini akan ada hasil yang memuaskan. Setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan untuk bayi malang itu.

"Kau susah siap?"

Tanya dokter itu seraya menyiapkan alat-alatnya. Ditemani oleh seorang perawat cantik disisinya. Yesung mengangguk lemah, ia langsung berbaring diranjang berlapis kain putih itu.

"Siap tidak siap aku harus siap. Ada Hyunsung yang menantikan aku diluar sana."

Dokter itu tersenyum.

"Baiklah, bisa kau buka sebentar pakaian atasmu? Aku akan mulai menyuntikkan hormonnya."

Yesung kembali mengangguk. Meski hatinya cukup diliputi rasa cemas, tapi akhirnya ia menurut juga. Demi Hyunsung.

.

.

Kyuhyun terus melangkah hilir mudik didepan ruang praktek dokter pribadinya itu sembari mengeratkan gendongannya pada Hyunsung. Entah mengapa tubuhnya begitu tegang menanti Yesung didalam sana. Padahal namja manis itu tidak sedang melakukan operasi atau pengobatan penyakit akut lainnya. Tapi rasa cemasnya ini benar-benar diluar batas.

"Doakan umma agar berhasil, ne?"

Kyuhyun mencium pipi bayi itu. Membuatnya menggeliat kecil kemudian kembali tertidur lelap. Didalam benaknya ia bertanya-tanya. Apa seperti ini rasanya menjadi ayah? Dan sebegitu sulitnyakah menjadi seorang ibu, melihat bagaimana keadaan Yesung saat ini. Setelah ini ia berjanji akan lebih berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sekitar lima belas menit berlalu dan pintu ruang praktek itu terbuka. Menampilkan sosok cantik sang perawat dari baliknya.

"Tuan Cho Kyuhyun ditunggu didalam. Silahkan masuk."

Suruhnya dengan sopan.

"Apa sudah selesai?"

"Ne, susah selesai. Sekarang anda ditunggu didalam."

Kyuhyun langsung melesat masuk. Terlihat seorang dokter yang sudah sangat dikenalnya tengah terduduk dimeja kerjanya dan Yesung yang berada diseberangnya. Kyuhyun dengan segera duduk disamping Yesung.

"Bagaimana?"

Tanyanya khawatir melihat wajah Yesung yang tampak pucat.

"Penyuntikannya berhasil. Kita hanya tinggal melihat apakah kelenjarnya bisa terbuka dan mengeluarkan ASI. Sebaiknya Yesung~ssi beristirahat dulu dikamar rawat untuk beberapa saat. Karena efek pembengkakannya akan sedikit sakit. Jadi aku bisa memantaunya."

"Yasudah lakukan apa saja."

.

.

Mereka bertiga terdiam didalam sebuah ruangan serba putih. Ruang perawatan pasien. Yesung terbaring disana bersama Hyunsung yang tertidur disampingnya. Sementara Kyuhyun dengan sabar menunggunya. Duduk disamping ranjang Yesung.

"Bagaimana tadi? Apa menyakitkan?"

Tanyanya penasaran. Yesung menoleh menatap Kyuhyun kemudian mengangguk.

"Lebih sakit ketimbang kau disutik untuk donor darah."

"Maaf ya. Kau jadi seperti ini."

"Tidak apa-apa. Aku rela demi Hyunsung."

Keduanya tersenyum sembari menatap makhluk kecil yang sedari tadi hanyut dalam alam mimpinya. Tidak tahu bahwa orang tua –angkat- nya tengah menghadapi masa-masa sulit demi dirinya.

"Apa yang kau rasakan sekarang? Apa sudah terasa reaksinya?"

"Iya, aku merasakan dadaku pegal. Seperti ada yang mengganjal didalam sana. Dan..umm…sudahlah, biar aku saja yang merasakannya. Lagipula, kau juga tidak mungkin ingin tahu sedetail itu kan apa yang terjadi dengan dadaku."

Wajah Kyuhyun memanas. Benar juga. Kenapa ia jadi penasaran seperti ini? Astaga, sejak kapan otaknya jadi lebih dewasa begini.

"Shh.."

Yesung mendesis. Ada rasa yang aneh sekarang. Rasanya bagian tubuhnya itu terasa semakin membengkak. Dan benar-benar menyiksanya.

"K-kau kena.. Astaga, baju bagian depanmu basah!"

Kyuhyun mengalihkan tatapannya. Wajahnya semakin memanas. Ini gila! Darahnya seakan berdesir hebat menyaksikan keadaan Yesung didepan matanya. Baju bagian dada namja manis itu basah entah karena apa. Dan Kyuhyun benar-benar merutuki dirinya yang jadi bersikap aneh seperti ini.

CKLEK!

Pintu kamar rawat itu terbuka. Menampakkan wajah dokter muda. Seketika wajahnya langsung terlihat sumringah ketika menangkap sosok Yesung.

"Sepertinya percobaanku berhasil."

Dokter itu melangkah mendekati Yesung.

"Lihat, kau sudah bisa menyusui. Seperti pada ibu kebanyakan, dadanya akan membengkak dan air susunya akan otomatis mengalir jika sang anak tidak meminumnya. Kurasa setelah Hyunsung bangun kau bisa mulai mencoba menyusuinya Yesung~ssi."

Yesung menunduk. Wajahnya bersemu. Ini benar-benar pengalaman paling gila seumur hidupnya!

"I-iya. T-terimakasih. Aku akan melakukannya nanti."

Jawabnya malu-malu.

"Yasudah, aku rasa tugasku sudah selesai. Dan kalian bisa pulang."

"Ne, Jeongmal Gumawo."

Kyuhyun membungkuk. Dokter itu hanya membalas dengan senyuman kemudian beranjak pergi dari kamar mereka. Meninggalkan kecanggungan pada kedua makhluk yang tengah sama-sama membeku dalam diam.

"K-kita pulang sekarang?"

Kyuhyun mencoba memecah keheningan.

"Iya."

.

.

_Kyusung_

.

.

Mobil sport hitam itu melaju dengan kecepatan sedang. Sesekali Kyuhyun melirik Yesung yang terus menggendong Hyunsung yang masih tertidur tanpa meletakkan diatas pangkuannya seperti tadi saat berangkat. Dan ketika ditanya kenapa, namja manis itu menjawab dengan ketus kalau dia malu bajunya basah oleh air susu karena Hyunsung belum meminumnya. Bayi itu masih asik dengan tidur panjangnya.

"Apa tanganmu tidak pegal menggendong terus seperti itu?"

Kyuhyun mencoba bertanya lagi. Yesung menoleh dengan raut ditekuk.

"Kau pasti akan tertawa melihat keadaanku sekarang."

"Keadaan seperti apa? Itu adalah hal yang wajar kan bagi seorang ibu? Jadi untuk apa aku menertawaimu? Mungkin jika member lain akan melakukan itu. Tapi tidak dengan aku."

Yesung terperangah. Ia masih bisa menghitung berapa lama keberadaan Hyunsung bersama mereka. Tidak lebih dari dua puluh empat jam. Dan pemuda tampan itu sudah berhasil mengubah dirinya dalam waktu sesingkat itu. Benar-benar drastis! Kyuhyun jadi semakin dewasa.

"Tapi disini berbeda! Aku kan bukan ibu sungguhan."

"Iya, tapi sama saja kan sekarang?"

Yesung diam. Tak lama ia merasakan pergerakan dari makhluk yang tengah didekapnya.

"Hik..hik.."

Isakan kecil itu lolos terdengar oleh Yesung dan Kyuhyun. Isakan khas milik Hyunsung ketika menangis. Dan secara spontan membuat Kyuhyun langsung menepikan mobilnya.

"Dia menangis lagi?"

Yesung mengangguk. Digigit bibir bawahnya gugup. Apa sekarang adalah waktunya?

"Kenapa? Ragu?"

Lagi. Namja itu mengangguk.

"Kalau ragu kenapa kau tadi mau menjalani penyuntikan hormon? Tahu begitu lebih baik aku memberikan Hyunsung makanan untuk asupannya disaat lapar. Tanpa perlu bersusah-susah mengajakmu kerumah sakit."

Terdengar nada dingin dari suara Kyuhyun. Yesung semakin menunduk. Apa yang akan terjadi jika bayi yang baru beranjak tiga bulan diberikan makanan yang tidak sesuai? Tidak, bayi itu pasti akan jatuh sakit. Dan Yesung tidak ingin itu terjadi.

"Maaf."

Lirihnya. Kyuhyun menghela nafas. Kemudian mendekatkan dirinya pada Yesung.

"Aku tahu ini berat. Dan karena ulah member-member sialan itu kau dan aku jadi terjebak begini. Tapi semuanya sudah terjadi. Jujur aku menikmati peranku disini. Aku tahu ini terlalu cepat, tapi entah mengapa aku senang. Apa kau merasakan itu juga?"

"Aku tidak tahu. Tapi aku senang saat bisa merawat Hyunsung."

Kyuhyun tersenyum.

"Yasudah, jadi sekarang kau mau menyusuinya atau tidak?"

"Aku mau. Tapi aku malu."

"Malu pada siapa? Hanya ada aku disini."

"Padamu juga aku malu."

Yesung memalingkan wajahnya. Semburat merah muda memoles jelas pipi cubbynya. Membuat Kyuhyun sedikit terkekeh dibuatnya. Lucu sekali. Dengan gerakan cepat Kyuhyun langsung melepas jaketnya. Membuat Yesung cukup kebingungan. Kemudian pemuda Cho itu langsung menyampirkan jaketnya ketubuh depan Yesung.

"Kau bisa leluasa membuka bajumu dan menyusui Hyunsung. Aku tidak akan mengintip. Aku akan menahan jaketku agar tidak terjatuh."

Yesung mengangguk canggung. Biarpun tubuhnya tertutupi tetapi tidak dipungkiri, jarak tubuh Kyuhyun dan dia terlampau cukup dekat. Dan itu membuat desiran aneh didadanya.

Perlahan Yesung memangku Hyunsung dan mengangkat pakaiannya keatas dada, kemudian mengarahkan dadanya pada bayi mungil itu. Dengan lahap Hyunsung meminum air susunya. Bayi itu benar-benar kelaparan. Sebagai pengalaman perdana, Yesung cukup risih tubuhnya disentuh. Dengan refleks tangannya yang bebas meremas bahu Kyuhyun. Mengigit bibirnya merasakan getaran aneh saat Hyunsung merasai dirinya. Apa seperti ini rasanya menjadi ibu? Pikirnya.

"Kenapa?"

Yesung menatap nanar manik Kyuhyun.

"Geli." Lirihnya. Kyuhyun tersenyum.

"Itu baru bayi. Kau ini, bagaimana jika suamimu sendiri yang nanti melakukannya." Tawanya kecil. Mendapatkan tatapan tajam dari Yesung. Astaga, Yesung tidak pernah membayangkan akan seperti apa jadinya. Suami? Membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik. Apalagi jika suaminya itu…. Kyuhyun?

Oh tidak!

.

.

_Kyusung_

.

.

Mereka bertiga kembali ke dorm saat jam makan malam telah selesai. Mereka sengaja menghindari para member karena -kembali ketopik awal- mereka benar-benar marah atas perlakuan para member yang seenaknya. Membuat Yesung maupun Kyuhyun harus kesusahan menanggung Hyunsung. Apalagi Yesung yang harus rela bertransformasi menjadi namja menyusui. Astaga, dunia seakan runtuh.

"Kalian darimana saja?"

Sang Leader menghampiri ketiga orang itu yang masih berada diambang pintu, didampingi Kangin yang selalu setia disampingnya.

"Bukan urusanmu Hyung."

Suara ketus Kyuhyun membuat Leeteuk bergidik. Maknae itu terlihat menyeramkan semenjak kejadian semalam. Lain Leeteuk, lain juga dengan Kangin. Tahu kalau kekasihnya diketusi seperti itu ia segera mengepalkan tangannya. Menahan amarah pada Kyuhyun.

"Yesungie, kalian darimana saja? Kenapa sudah menghilang sejak pagi dan baru kembali larut seperti ini? Apa kalian sudah makan?"

Tahu kalau percuma saja berbicara pada Kyuhyun, Leeteuk pun akhinya memilih untuk mengajak Yesung bicara. Namja manis itu kan selalu bersikap baik pada siapapun.

"Kami sudah makan Hyung. Hyung tidak perlu tahu kemana kami hari ini. Ini kan yang Hyung harapkan? Membuat aku dan Kyuhyun kerepotan menjadi orang tua pura-pura? Tenang saja, Hyunsung kami rawat dengan baik."

Sadar atau tidak Kyuhyun melingkarkan tangannya kepinggang Yesung. Sementara tangan satunya masih erat menggendong Hyunsung. Kedua namja itu menguarkan aura hitam yang menakutkan hari ini. Membuat Leeteuk dengan susah menelan ludahnya. Belum penah sekalipun Yesung berkata sedingin itu. Apa memang mereka sudah kelewatan mengerjai kedua pasangan abnormal itu? Evil lord dan evil maknae ternyata bisa mengerikan juga.

"Sudah Hyung kami sangat lelah hati ini. Selamat malam! Ayo Yesung."

Yesung mengangguk singkat membalas ajakan Kyuhyun. Mereka berdua langsung menghilang dibalik pintu. Meninggalkan pasangan Leeteuk dan Kangin yang membeku ditempat.

"Mereka berdua kesurupan? Kenapa menyeramkan seperti itu?"

Ujar namja kekar disamping Leeteuk.

.

.

_Kyusung_

.

.

Sesampainya dikamar Kyuhyun langsung meletakkan Hyunsung diranjang. Bayi itu sudah tertidur sebelum mereka sampai didorm. Apalagi kalau bukan karena kekenyangan menyusu pada ibu barunya.

"Kenapa tidak ditidurkan dibox bayi saja?"

Suara Yesung memecah keheningan. Namja manis itu sudah terduduk diranjang lebih dulu sebelum Hyunsung diletakkan Kyuhyun disampingnya. Kyuhyun tersenyum pada Yesung sebelum mengecup kening Hyunsung.

"Kasihan, box itu kurasa sangat kecil. Ia tidak bisa bergerak bebas."

"Untuk ukuran tubuhnya box bayi itu sangat cukup. Lagipula kau kan jadi bisa tidur diranjang."

Kyuhyun terdiam sejenak sebelum mencerna kalimat Yesung, namun hanya beberapa detik kekehan kecil keluar dari bibir tebalnya. Membuat Yesung mengernyitkan keningnya bingung.

"Kenapa?"

Yesung menyuarakan hatinya.

"Kau ingin aku tidur bersamamu, hm?"

"B-bukan begitu. Hanya saja aku kasihan padamu jika kau harus tidur disofa terus. Aku tahu pasti rasanya tidak salah jika aku memberi pengertian sedikit?"

Wajah Yesung memerah. Rasanya kata-kata yang keluar dari mulutnya itu salah semua. Kyuhyun pasti berpikiran macam-macam sekarang. Astaga, betapa malunya dia sekarang. Mau ditaruh dimana wajahnya? Mengingat sepanjang malam ia pasti akan terus satu kamar dengan Kyuhyun.

"Tenang saja. Cukup satu kamar dengan istri dan anakku rasanya sudah sangat nyaman dan hangat." Kekehnya lagi. Bagus! Yesung tahu Kyuhyun tengah meledeknya sekarang. "Lagipula jika aku tidur satu ranjang denganmu aku takut besok Hyunsung akan punya adik baru. Hahahaha!"

Kyuhyun langsung melesat kedalam kamar mandi sebelum sebuah teriakan keras memekakkan telinganya.

"YAK! SEJAK KAPAN KAU JADI PRIA MESUM CHO KYUHYUN!"

"Hahaha!"

Tampak seperti keluarga bahagia ya?

.

.

Sepuluh menit sudah berlalu. Tubuh Hyunsung disamping Yesung bergerak gusar. Dan seketika isakannya lolos. Yesung yang awalnya sibuk membaca buku kini mengalihkan perhatiannya pada bayi mungil itu.

"Kenapa sayang? Haus lagi?"

Yesung menghela nafas. Baru sadar betapa rakusnya anak –pura-pura- nya itu.

Dengan hati-hati mata sipit itu memandang kesekeliling. Mencoba memantau apa keadaan saat ini aman. Ia dan Kyuhyun tadi saling sepakat bahwa tidak ada yang boleh tahu jika dirinya bisa menyusui Hyunsung. Cukup Kyuhyun saja yang tahu. Ya, karena pemuda tampan itu menjabat sebagai suaminya sekarang.

Kamar itu cukup aman. Tidak akan ada yang mengganggunya. Tapi pikirannya masih cemas, ia takut Kyuhyun akan melihatnya sedang menyusui Hyunsung. Meskipun pemuda itu tahu tapi Yesung masih belum terbiasa memperlihatkan tontonan vulgar tubuhnya didepan Kyuhyun. Yesung mencoba untuk menimbang-nimbang sebentar tapi rengekan bayi sisinya seakan memaksanya. Ia menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu, dan suara air mengucur juga masih jelas terdengar. Sepertinya Kyuhyun masih akan lama didalam sana.

Dengan ragu Yesung membuka kancing piyamanya.

Satu…Dua…Tiga…

Disibaknya piyama putih itu kesamping. Memperlihatkan tubuh sebelah kanannya dan lengan piyama itu sedikit merosot memperlihatkan bahu kanan Yesung. Dan dengan hati-hati ia mulai memberi asupan pada bayinya. Bayi itu dengan setengah sadar meminum susu sang ibu. Lahap. Meski kesadarannya berada diawang-awang.

"Dasar nakal. Tidur saja masih ingin makan. Kau ini rakus sekali."

Yesung tertawa kecil. Diusapnya pipi cubby makhluk mungil itu. Ternyata peran sebagai ibu tidak buruk juga. Dan sama seperti Kyuhyun, sepertinya ia juga menikmati situasi ini. Sampai tiba-tiba,

CKLEK!

Pintu kamar mandi itu terbuka. Mata Kyuhyun membelalak melihat pemandangan didepannya. Yesung terlonjak. Tidak mungkin ia tiba-tiba bangkit dan kabur, bisa-bisa Hyunsung akan menangis dan meraung. Dengan cepat ia meraih selimut disampingnya dan menutupi seluruh tubuhnya juga Hyunsung yang hanya menyisakan kepalanya saja sementara bayi itu sudah menghilang didalam sana. Bodoh, eknapa tidak sejak tadi saja ia menggunakan selimut? Dengan begitu Kyuhyun pasti tidak akan melihatnya kan? Nasi sudah menjadi bubur!

Kyuhyun memalingkan wajahnya. Berjalan perlahan kearah lemari mencari handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Mendadak dirinya menjadi canggung. Keadaan dimana Yesung sedang menyusui dan tubuhnya terekspose setengah itu benar-benar terlihat…. Seksi?

Astaga, dirinya masih waras! Tenang Kyu… tenang.

"Hik..hik.."

Isakan Hyunsung menginterupsi. Kyuhyun langsung membalik badannya. Melihat gumpalan tubuh Hyunsung didalam selimut menggeliat tak nyaman. Ia berjalan dengan hati bergemuruh. Memandang selimut. Tidak berani menatap wajah Yesung. Begitupula dengan Yesung. Hatinya berdebar disaat Kyuhyun menghampirinya begini. Ia meremas selimutnya.

Sampai akhirnya Kyuhyun menaiki ranjang. Duduk disamping tubuh Hyunsung yang tertutupi selimut.

SRETT!

"Yak!"

Yesung menjerit. Kyuhyun memalingkan wajahnya.

"H-Hyunsung kesulitan bernafas. Kau tidak dengar ia menangis?"

Perlahan ditatapnya onyx milik Yesung. Jangan… jangan menatap kebawah. Kau akan dapat masalah besar Kyu. Batinnya mengingatkan.

Yesung menunduk memandang Hyunsung yang kini lebih tenang. Benar, karena ulahnya tadi bayi itu jadi kesulitan bernafas. Tapi malu juga jika sampai Kyuhyun melihat keadaannya seperti ini. Astaga, ia sudah tertangkap basah!

"Sepertinya kau harus membiasakan diri."

"Ne?"

"Hanya didepanku saja. Tidak perlu sekaku itu."

Kyuhyun menatap lebih dalam manik Yesung. Mencoba memberi pengertian pada namja manis itu. Yesung mengerti betul apa maksud Kyuhyun. Tapi apa bisa ia terbiasa dengan Kyuhyun? Ah mana mungkin, ini tubuhnya, Kyuhyun tidak memiliki hubungan khusus dengannya. Mana mungkin ia harus membiasakan diri mempertontonkan tubuhnya dengan gratis, enak saja pemuda Cho itu!

Tapi, entahlah.

"Aku tidak tahu Kyu."

Yesung mengeratkan tubuh Hyunsung. Mendekapnya bayi itu dengan sayang. Sementara tanpa ia duga Kyuhyun justru membaringkan tubuhnya disamping si kecil. Mengusap punggung serta kepala mungil itu dengan lembut.

Yesung semakin kaku. Dengan begini ia tahu betul Kyuhyun bisa melihat tubuhnya lebih jelas. Apa sih maunya namja Cho itu?!

"Kenapa? Malu?"

Baiklah, ia memang harus selalu jujur jika didepan Kyuhyun agar pemuda itu mengerti apa isi hatinya.

"Iya, dan kenapa kau justru berada disitu?"

"Memang tidak boleh tidur dengan anak sendiri? Kejam sekali kau."

"Bukan begitu, tapi kan aku sedang m-menyusui."

Wajah Yesung memerah menahan malu saat menggumamkan kata terakhirnya. Astaga, Kyuhyun benar-benar membuat mukanya memanas!

"Aku sudah terbiasa melihat seluruh member bertelanjang dada. Kau juga tahu itu kan? Lalu kenapa dengan keadaanmu sekarang? Bukankah sama saja?"

"Ini berbeda! Kau tidak lihat seperti apa fisikku sekarang?"

"Iya, aku lihat. Dadamu membesar seperti payudara kan? Lalu kenapa? Kau kan tetap namja."

Yesung mendengus. Lelah juga mengajak namja didepannya ini berbicara.

"Terserah padamu saja."

Pasrahnya. Tak lama Hyunsung tertidur pulas. Mulutnya melepas dada Yesung membuat Yesung lega. Ia dengan cepat mengancingkan piyamanya. Mengantisipasi agar Kyuhyun tidak mencuri pandang dan menangkap tubuhnya yang semakin berbentuk saja. Sekali lagi, ini tidak gratis!

Hening menyelimuti kamar itu.

Pandangan keduanya sibuk menatap makhluk kecil yang tengah terlelap tenggelam dialam mimpinya. Benar-benar tenang. Hidup bayi itu tidak memiliki masalah sama sekali. Begitu bebas dan bahagia. Ya, meskipun memang keadaannya sangat malang, mengingat kedua orang tuanya yang tega menitipkannya demi mengejar pundi-pundi uang.

"Mmm."

Bayi itu mengigau dalam tidurnya. Membuat Kyuhyun dan Yesung tertawa kecil serempak.

"Dia lucu sekali ya."

Gumam Kyuhyun.

"Iya."

"Benar-benar menggemaskan."

Kyuhyun mengecup pipi kanannya. Mengelusnya penuh kelembutan dan kasih sayang. Sementara Yesung tak bosan-bosannya memandang wajah damai bocah kecil itu.

"Aku menyayanginya, Kyu."

"Aku juga."

"Aku tidak sanggup jika ia harus diambil kembali oleh kedua orang tuanya. Pengorbananku cukup besar demi Hyunsung. Meski baru hari ini aku menjadi ibunya, tapi rasanya sudah sangat lama."

"Tapi bagaimanapun Hyunsung punya orang tua kandung kan?"

Mendadak raut Yesung berubah mendung. Digeser tubuhnya lebih menempel pada bayi itu. Ia menyatukan hidung mancungnya dengan pipi kiri Hyunsung. Mencium aroma lembut bayi yang menguar dan menenangkan. Mencoba merekamnya.

"Hunsung milikku!"

Jemari Yesung menyusuri wajah bayi itu. Kyuhyun terkekeh. Pasangan pura-puranya itu mendadak jadi posesif seperti ini. Ya, ia tahu hati Yesung mulai menyatu dengan bayi itu. Tidak jauh berbeda dengannya.

"Milik kita Sungie. Milik Kyuhyun dan Yesung."

Mantapnya.

Gerakan Yesung terhenti. Jantungnya berdetak dengan tempo sedikit cepat. Kyuhyun tadi bilang apa? Milik kita? Milik mereka? Kenapa kata-kata itu terdengar…. Manis?

Tapi tidak. Dia dan Kyuhyun hanya pura-pura dan tahu betul kalau namja didepannya itu pandai mengelabui dan menjahilinya. Mana mungkin Kyuhyun bersikap seserius itu hanya dalam jangka waktu dua puluh empat jam setelah mereka dinobatkan sebagai pasangan pura-pura.

"Apa yang kau katakan tadi?"

Yesung memandang tajam manik Kyuhyun.

"Hyunsung milik kita. Benarkan?"

Senyum mengembang lebar dibibir maknae itu.

"Memang kau siapaku?!"

Seketika senyumnya pudar. Perkataan Yesung barusan menghujamnya telak. Ada yang tiba-tiba menghantam dadanya. Begitu sesak.

Kyuhyun bangkit dan duduk. Memandang dalam kedua bola bening Yesung. Membuat namja manis itu menelan ludahnya dengan susah. Apa yang dikatakannya tadi salah? Kenapa Kyuhyun menjadi begini?

"Jangan pernah mengatakan hal itu lagi."

Suaranya begitu dingin. Dan tatapan namja itu benar-benar mematikan membuat tubuh Yesung bergetar. Setelah itu Kyuhyun beranjak dari ranjang dan berbaring disofanya. Meninggalkan Yesung yang masih mematung dan memandangnya nanar. Benarkah itu tadi Kyuhyun? Yesung belum pernah melihat wajah Kyuhyun semarah itu. Kenapa? Apa yang salah?

.

.

TBC

.

.

Fiuh~ selesai juga chapter pertama ini.

Bagaimana? Kalian suka?

Sebenanya FF ini agak mature ga sih? Cocok ga kalau aku kasih dia sebagai rate K+? Atau M aja? Abis kayaknya agak vulgar sih.

Jujur ini FF aku yang paling panjang. Ga tahu deh menurut kalian panjang atau engga.

Ya kalian lihat sendiri, dari sekian FF yang aku publish semuanya pendek kan?

Aku itu lebih suka to the point. Kkkkkkkk~

Ya, ini juga untuk kalian para reader-nim yang pada protes minta FF ku panjang.

Dan lagi, kalau ada typo mohon dimaklumi, aku ga baca ulang. Bener-bener pening baca tulisan banyak begini. Kkkkk~ *ketahuan malesnya*

Aku butuh review. Ayo beri komentar bagaimana FF ini. Buat reviewku jadi 100+ untuk chapter pertama ini ya, kalau engga aku bakal update lama. Atau justru ga akan update lagi. *ngancem*

Kkkkkkkk~

For you info aja nih reader-nim. Dari kehidupan medisku, obat untuk merangsang keluarnya air susu itu memang ada. Hanya saja digunakan untuk ibu melahirkan yang sulit untuk menyusui maksudnya air susunya hanya keluar sedikit. Dan kalau digunakan sama pasien biasa aku rasa ga mungkin. Apalagi dalam FF ini kasusnya adalah seorang pria (re: Yesung) itu lebih ga mungkin lagi. Jadi kalau ada kalian yang merasa FF ini agak weird mohon dimaklumi aja. Namanya juga FF apapun bisa terjadi. Iya kan?

Oh iya buat yang nanya FB aku punya tapi sudah lama ga main disana. Aku yang aktif sekarang di twitter baru KyusungFanfict

Yosh!

Silahkan review!

Ingat ya reviewnya sampe 100+

Kkkkkkkkkkkkkkkk~

Pai pai

Kamsahamnida ^^

*Deep bow*