Makasih buat yang sudah membaca dan yang mereviews. Maaf kalau updatenya lama.
Dan inilah chapter 2-nya. Jangan lupa mereview ya…
---------------------------
Naruto by Masashi Kishimoto
&
Fairy's Landing by Hyun Yoo
Author : Stellar Alerion
Rating : T
Warning : OOC, OC, AU
---------------------------
Perkenalkan namaku Uchiha Sasuke. Umur 18 tahun. Kelas 1 SMA. Walaupun aku masih kelas 1 SMA jangan anggap aku anak bodoh yang tidak naik kelas, aku masih di kelas 1 SMA karena aku mengambil cuti selama setahun. Aku mempunyai rambut yang mencuat ke atas seperti pantat ayam, aku juga selalu menggunakan ikat kepala supaya terlihat keren, aku mempunyai wajah yang tampan dan tubuh yang atletis sehingga banyak gadis-gadis yang menyukaiku. Sempurna. Hanya itu kata yang cocok untukku, walaupun banyak yang bilang aku ini siswa yang tidak naik kelas tapi pada kenyataannya aku ini cukup pintar kok. Kehidupanku sungguh sempurna, tapi langsung berubah semenjak aku bertemu dengan seorang gadis yang bernama Naruto, tanpa nama depan. Dan yang paling penting Naruto ini adalah seorang bidadari dari Kayangan.
---------------------------
2. Karma Bidadari Part 2
Kayangan.
"APA!?" teriak seorang pemuda berambut orange yang suaranya sangat keras juga cempreng. Sementara dua orang bidadari yang dihadapannya ketakutan.
"Jadi, sekarang Naruto ada di dunia manusia?" lanjut pemuda berambur orange itu lagi.
"I… iya perdana mentri(1)," kata seorang bidadari yang bernama Tenten.
"Ma… maaf, maafkan kami. Tapi begitulah kenyataannya," kata seorang lagi yang bernama Sakura.
"Aduh, Naruto kenapa kamu selalu buat masalah sih?" kata perdana mentri dengan suara yang agak pelan.
"Lalu. Ada hal lain yang ingin kami sampaikan…," kata Tenten dangan nada ketakutan.
"APA!!" terdengar suara keras yang mungkin jauh lebih keras dari yang tadi tapi tetap saja suara itu cempreng.
"Pakkun… kabur lagi…" kata perdana mentri dengan suara yang penuh dendam dan amarah.
"I… iya," kata kedua bidadari, kali ini mereka benar-benar ketakutan.
"Cepat, suruh pengawal untuk menangkap Pakkun!" perintah perdana mentri pada salah satu pengawal yang ada di dekatnya.
"Baik," kata pengawal itu.
"Dan masukkan pelayan itu ke penjara!" lanjut perdana mentri. Sementara itu ada sesosok orang yang ada di belik layar tempat perdana mentri berada hanya diam dan mendengarkan saja. Dan di belakang orang itu terdapat seorang wanita yang terlihat cemas mendengakan pembicaraan tersebut.
"Naruto… akhirnya kamu…," pikir wanita itu.
Dunia Manusia.
"Aku yakin, saat ini di kayangan pasti sedang heboh karena aku tinggal di dunia manusia," kata Naruto, sementara itu Sasuke yang ada di belakang Naruto sednag panik, kebingungan, gugup, bahkan sikapnya seperti orang stress karena dia memegang kepalanya lalu menggeleng-gelengkan dan di tambah dengan keringat yang mengucur.
Naruto yang sadar dengan apa yang dilakukan Sasuke segera ke arahnya dan berkata dengan wajah memelas, "Apa aku merepotkan, tuan muda?
"Ten, tentu saja," kata Sasuke sambil membalikan badannya. Begitu mendengar perkataan Sasuke, terdapat beberapa urat yang berkedut di kepala Naruto.
"Aku akan memberikan ini untuk tuan muda…" kata Naruto sambil menyerahkan berbagai perhiasan yang berupa emas murni, giok, permata, mutiara, dan yang lainnya, "Ini semua benda berharga dari kayangan."
"Ah, nona Naruto sama sekali tidak merepotkan kok," kata Sasuke dengan mata yang berbinar-binar setelah melihat benda yang ditunjukan Naruto.
-
-
"Nah, kalau begini aku terlihat seperti manusia biasa, kan?" kata Naruto yang sudah berganti pakaiaan dengan seragam milik Sasuke dan celana olahraganya, walaupun pakaian itu agak kebesaran di pakai Naruto dan ada beberapa kancing seragam itu yang tidak dikancingkan dan menampakan belahan dada milik Naruto. Sementara Sasuke memakai kaos berwarna putih yang sejak awal ada di dalam baju seragamnya dan celana seragamnya.
"Iya," jawab Sasuke. Sementara yang ada dipikiran Sasuke, dia tidak rela pakaiannya dipakai oleh Naruto.
"Sekarang, aku harus berkata apa ke orang di rumah?" kata Sasuke cemas dan tentu saja sambil memikirkan alasan yang tepat.
"Tenang saja tuan muda, kan ada ini," kata Naruto sambil menunjukkan sebuah amplop yang bertuliskan huruf kanji Cina.
"Pengharum Hipnotis! Orang yang mencium pengharum ini maka orang itu akan langsung terhipnotis," lanjut Naruto.
"Eh?" kata Sasuke tak percaya.
"Iya. Selain itu ada buah persik yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ada alat pembaca pikiran, terus ini adalah arak yang bisa membuat orang berkata jujur, lalu ada juga teh kesukaan para dewa…" kata Naruto sambil memperlihatkan berbagai macam benda dari Kayangan yang dikeluarkannya dari sebuah kantong kecil.
"Sepertinya kamu sudah mempersiapkan semuanya. Mencurigakan!" kata Sasuke curiga.
"Aih…. Inikan cuman perlengkapan sehari-hari," kata Naruto mengelak.
"-sigh- Ya sudah. Kita pergi yuk!"
"Ya."
Sayangnya baru beberapa langkah saja Sasuke bertemu dengan orang yang tidak dia harapkan.
"Mau kemana bocah cilik?" kata orang yang tidak diharapkan kedatangannya oleh Sasuke.
"Tadi kamu bisa kabur dariku. Sekarang, tidak lagi!" kata orang itu yang ternyata adalah salah satu dari penjaga keamanan yang mengincar Sasuke.
"Ah, anu, itu, aku…" kata Sasuke sambil mundur ke belakang, sayangnya di belakang Sasuke sudah ada petugas keamanan yang satunya lagi.
"Kamu berani mempermainkan kami, HAH!" kata petugas keamanan yang ada di belakang Sasuke setelah ia bertatap muka dengan Sasuke.
"Eh, ah…"
"Nona baik-baik saja kan? Soalnya orang itu bersekongkol dengan irang abnormal," kata petugas keamanan yang berada di belakang Sasuke.
"Itu benar, tuan muda?" tanya Naruto.
"Itu tidak benar. Semua itu gara-gara manusia bertanduk sialan itu. Awas kalau aku bertemu dengan dia nanti," kata Sasuke dengan penuh kemarahan. Sementara Naruto terkejut mendengar ucapan Sasuke.
"Maksud tuan muda Pakkun? Manusia dengan tanduk rusa?" tanya Naruto.
"IYA!!!" jawab Sasuke.
"Hehehe. Rupanya begitu," pikir Naruto.
"Hei, tuan abnormal," panggil Naruto.
"Namaku Sasuke, Uchiha Sasuke!" jawab atau lebih tepatnya teriak Sasuke.
"Oh, jadi namamu Uchiha Sasuke ya. Nah, anak baik sekarang beritahu alamat rumahmu ya," kata petugas keamanan yang ada di depan Sasuke.
"KAU!" kata Sasuke ke Naruto sambil memberi death glare andalannya.
"Aih, maaf. Kalau aku menolong tuan muda. Apa tuan muda mau mengabulkan satu permintaanku," kata Naruto.
"Tidak!" jawab Sasuke dengan singkat, padat dan jelas.
"Gara-gara kamu nama baikku jadi jatuh. Jadi menolongku itu adalah suadtu KE-HA-RU-SAN!!" lanjut Sasuke.
"Tunggu sebentar. Kamu kan sudah merobek pakaianku!" bantah Naruto.
"Enak saja! Semua itu gara-gara si tanduk aneh itu dan bidadari berdada rata itu. Kok aku yang disalahkan?" kata Sasuke tidak mau kalah.
"Ap…. Eh, tunggu bidadari berdada rata. Jeli juga mata tuan muda," kata Naruto senang.
"Eh, itu, cuman kelihatannya seperti itu kok," jawab Sasuke membela diri.
"Hah. Baiklah permohonanku kutunda dulu, sekarang aku akan menyelesaikan yang ini dulu," kata Naruto sambil mengepalkan kedua tangannya lalu diangkat ke atas.
"Kamu ingin melawan kami?" kata salah satu dari petugas keamanan.
"Tidak. Coba lihat tanganku sebentar saja," kata Naruto lalu membuka telapak tangan kirinya. Saat telapak tangan kiri Naruto terbuka ada sebuah tulisan kanji Cina di telapak tangan kiri Naruto dan telapak tangan kiri Naruto tiba-tiba bersinar.
Sinar itu menyala begitu terang sehingga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya menutup matanya walau hanya sebentar. Begitu orang-orang di sekitar Naruto membuka mata, mereka tidak bisa bergerak. Lalu ada beberapa helai benang tipis dan mengkilap yang menghubungkan mereka satu sama lain.
"Maaf ya, kalau kalian tidak bisa bergerak tapi ini hanya sebentar saja," kata Naruto.
"Benang apa ini?" tanya Sasuke sambil menyentuh salah satu dari benang tersebut yang melekat pada dirinya.
"Benang ini adalah menghubungkan seseorang dengan seseorang lainnya. Tuan muda berhubungan dengan kedua orang ini karena Pakkun. Jika hubungan kedua orang ini dengan Pakkun diputus maka hubungan tuan muda dengan kedua orang inipun juga akan terputus," kata Naruto sambil mengambil dua buah helai benang lalu digigit dengan mulutnya.
"Sebenarnya hubungan antara manusia tidak boleh diputuskan. Tapi…" kata Naruto sambil mengeluarkan sebuah pisau yang entah darimana dari sarungnya.
"… hubungan antara manusia dan makhluk Kayangan harus diputuskan!" Selesai berkata seperti itu Naruto langsung memutuskan dua helai benang yang digigitnya. Lalu sekali lagi sebuah cahaya terang menerangi mereka semua dan terdengan suara dari Naruto, "Ya! Pergilah! Hilanglah hubungan kalian!"
Setelah itu, cahaya terang yang menyelimuti mereka berepat menghilang. Sementara salah tiga dari keempat orang itu masih kebingungan apa yang barusan terjadi.
"Izumo san, kenapa kita ada di sini?" tanya salah satu petugas keamanan kepada rekannya, Izumo.
"Kau benar Kotetsu san. Ini bukan wilayah patroli kita," kata petugas keamanan yang bernama Izumo.
"Kalian berdua, cepat pulang ke rumah kalian!" perintah Kotetsu begitu menyadari kalau mereka tidak berdua saja.
"Baik!" kata Naruto gembira.
"Gimana?" tanya Naruto setelah mengantar kepergian kedua petugas keamanan tersebut.
"He… Hebat!" kata Sasuke terkagum-kagum.
"Benar kan? Pujiannya ditambah dong!" pinta Naruto dengan semangat.
"Iya, iya. Bagus," kata Sasuke sambil mengelus kepala Naruto.
"Kamu enak untuk dielus ya," kata Sasuke setelah mengelus beberapa kali kapala Naruto.
"Jangan pegang-pegang!" perintah Naruto begitu mendengar perkataan Sasuke.
"Kok tiba-tiba kamu berubah sih?" kata Sasuke jengkel.
---------------------------
OMAKE
"Enak saja! Semua itu gara-gara si tanduk aneh itu dan bidadari berdada rata itu. Kok aku yang disalahkan?" kata Sasuke tidak mau kalah.
"Ap…. Eh, tunggu bidadari berdada rata. Jeli juga mata tuan muda," kata Naruto senang.
Kayangan.
"Kok tiba-tiba dingin ya?" kata Sakura.
"Iya," jawab Tenten.
---------------------------
2. Karma Bidadari Part 2 End
---------------------------
Next Chapter : 3. 108 Macam Takdir Buruk Part 1
---------------------------
Catatan kaki:
1. Perdana mentri bertugas mengawasi dan mengurus seluruh kegiatan, kedudukannya setingkat di bawah kaisar Kayangan. Di sini, yang menjadi perdana mentri adalah Pein tapi dia tidak menggunakan benda-benda aneh di wajahnya.
