Author : Ah, ya soal penulisan, maap masih bingung saia keseringan nulis fic humor dan sedang mencoba belajar, terimakasih ralatnya, mungkin belum terbiasa...Akan saia perbaiki sedikit demi sedikit, Itachi memang menyebalkan sama seperti yang dia lakukan didalam anime, meninggalkan adiknya dengan segudang pertanyaan hehehe *ketawa garing*, maaf kalau masih banyak typos. Dan sankyuu atas ide pairingnya ^^.

Warning : T

Pairing : SasukeXSakuraXSai/Slight SaiXIno.

Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto, not mine.


7 Days Under The Moon

Chapter 2

(First meet)

"Apa kabar Sai?" sapa Itachi menghampiri Sai yang kelihatannya memang sedang sibuk persis seperti yang dikatakan Ebisu.

"Itachi? Itachi-nii?" Sai setengah tidak percaya melihat pemuda yang kini berada dihadapannya.

"Iya, ini aku apa kabar?" Itachi segera merangkul Sai dan memainkan rambut hitam pemuda tersebut.

"Hnn..Itachi kau sudah kembali?" tampak sosok wanita sekarang sedang berdiri dibelakang Itachi dan Sai sambil melipat tangan didadanya.

"Hallo, Shizune-san! Bagaimana kabarmu?" tanya Itachi melambaikan tangannya dengan riang ke arah wanita yang dia panggil Shizune tadi.

"Kami semua baik-baik saja disini, dan Itachi berhenti mengganggu Sai! Dia masih banyak pekerjaan disini!" dengus wanita itu yang kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya.

"Cih…Kau masih tidak berubah, Shizune! Masih menyebalkan seperti dulu!" kata Itachi sambil berde-'Cih' kesal.

"Dan kau juga tidak berubah tuan muda Itachi! Sikapmu masih terlalu santai! Apa kau sudah menemui tuan besar Fugaku?" balas Shizune sambil tersenyum licik. Itachi hanya bisa mendelik kesal kepada kepala pelayan mereka yang satu ini.

"Aku pergi dulu ya, Sai, nanti kita ngobrol lagi!" Itachi akhirnya pergi yang dibalas dengan anggukan kecil dari Sai.

"Ayo Sai, kembali bekerja!" kata Shizune yang melihat pemuda itu sedikit terbengong.

"Ah, ma-maaf!" Sai kembali melanjutkan apa yang sedang dia kerjakan.

-Sai introduction-

Hari ini tampak semua pelayan dikeluarga Uchiha sedang sibuk, karena tunangan dari tuan muda Sasuke Uchiha akan tiba hari ini, dia pasti wanita yang sangat cantik dan tentunya dia juga sangat beruntung bisa mendapatkan tuan muda kami. Sampai lupa, namaku Sai dan usiaku sekarang sudah 21 tahun. Aku sebenarnya bukanlah siapa-siapa disini. Hanya saja tuan besar Fugaku Uchiha mengangkatku menjadi bagian dari keluarga Uchiha, beliau sudah menyelamatkanku dari keterpurukan. Aku akan mengabdikan hidupku untuk keluarga ini dan menjaga tuan muda Sasuke, karena tuan muda Sasuke sangat baik kepadaku, begitu juga dengan tuan muda Itachi, meski sikapnya suka seenaknya tapi dia sangat baik dan sudah menganggapku seperti adiknya sendiri.

-end introduction-.

.

.

"Tolong vas bunga ini diletakkan dimeja di sebelah sana ya!" kata Shizune sambil memberikan vas bunga kepada pelayan lainnya.

"Nona Shizune, ada telpon untuk anda dari tuan muda Sasuke!" kata seorang pelayan lainnya.

"Baiklah aku akan segera mengangkatnya! Sai tolong yang lain dikerjakan ya." Shizune bergegas pergi keruangan lain untuk mengangkat telpon dari Sasuke.

~o0o~

.

"Hallo, tuan muda Sasuke ada perlu apa dengan saya?" taya Shizune begitu dia berhasil meraih telpon yang diberikan.

"Ah, Shizune…Aku minta kau menjemput seseorang di bandara. Dia pasti sudah lama menunggu di sana, kau tau kan siapa yang kumaksud?".

"Oh, begitu…Baiklah saya akan segera kesana menjemputnya", jawab Shizune lagi, mengerti dengan apa yang dimaksud Uchiha muda itu.

.

"Kalian yang di sini tolong lanjutkan pekerjaannya!" kata Shizune begitu kembali ke ruang tamu.

"Baik Shizune-san!" balas beberapa pelayan yang ada di sana.

"Sai, sementara aku pergi aku ingin kau yang menggantikan aku mengatur semuanya yang ada di sini".

"Memangnya Shizune-san mau kemana?" tanya Sai yang sekarang sedang repot mengatur posisi makanan di atas meja.

"Aku mau pergi menjemput seseorang di bandara" jawab Shizune cepat.

"Baiklah, aku mengerti".

"Baiklah, kuserahkan semuanya di sini pada mu ya, Sai!" Shizune pun lalu bergegas pergi keluar.


Di bandara...

"Huuuh, lama sekali!" terlihat seorang gadis yang tampaknya sedang kesal, dari tadi gadis itu mengeluh terus. "Sasuke keterlaluan! Masa dia membuat tunangannya menunggu selama hampir satu jam!" sambungnya lagi sambil melihat jam berwarna pink yang dengan manis menghiasi tangannya dan sudah menunjukkan hampir jam 10:00 pagi.

"Nona Sakura jangan berteriak-teriak seperti itu, orang sekitar memperhatikan anda" kata seorang gadis muda dengan rambut berwarna kuning yang dia gulung kedalam dan dihiasi pita berwarna biru. (Itu loh model rambut Ino yang kalo lagi di cepol di belakangnya).

"Tapi aku sudah bosan Inooooo~~~" jawab gadis bernama Sakura kepada gadis tadi yang bernama Ino.

-Sakura and Ino introduction-

Namaku Sakura Haruno, usiaku saat ini sudah menginjak 20 tahun. Dan kalian tau, aku bertunangan dengan Sasuke Uchiha, anak dari seorang pembisnis yang sangat terkenal di Konoha! Aku sangat mencintainya dan aku sangat senang tiga tahun berpacaran akhirnya kami akan segera menikah. Hari ini aku khusus datang untuk mempersiapkan pesta pernikahan kami senin depan, tapi seperti biasa, Sasuke sangat sibuk! Bahkan dia tak ada waktu untuk menjemputku sampai dia harus mengutus orang lain untuk menjemputku, terkadang aku lelah menghadapi sikap dingin dan cueknya itu kepadaku meskipun aku tau dia sangat mencintaiku juga. Pokoknya kalau kami menikah aku tidak ingin Sasuke terlalu sibuk seperti ini, dia harus punya waktu untukku. Dan oh, ya gadis yang ikut bersamaku adalah Ino, dia adalah pelayan kepercayaanku, usianya 21 tahun, dia gadis yang baik dan ramah! Aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri. Aku harap suatu hari nanti dia dapat menemukan pendamping yang cocok untuknya.

-end introduction-.

.

.

30 menit kemudian…

"Maaf, apakah anda nona Sakura Haruno?" tanya Shizune yang baru tiba di bandara dan bertanya pada gadis berambut panjang dengan warna pink yang mencolok.

"Iya, kamu siapa ya?" tanya gadis itu bingung.

"Namaku Shizune, aku utusan dari tuan muda Sasuke Uchiha untuk menjemput anda".

"Benarkah? Huwaaaaa, senangnya!" gadis bernama Sakura itu langsung memeluk Shizune dengan gembira, hampir saja Shizune terjatuh akibat kaget karena dipeluk secara tiba-tiba.

"A-ano nona Sakura, kita harus segera pergi dari sini" kata Shizune berusaha melepaskan pelukan Sakura.

"Baiklah, ayo Ini kita pergi!" kata Sakura dengan semangat, kekesalan yang tadi sempat mampir diwajahnya kini berubah menjadi ceria dan senyuman lebar.


"Jadi…Sasuke sedang pergi ke Iwagakure ya?" dapat terlihat ada sedikit raut kekecewaan di wajah gadis bernama Sakura itu.

"Iya, dia meminta agar nona Sakura sangat memaklumi kondisinya, anda tau kan relasi bisnis Uchiha tersebar dimana-mana, dan kerja sama dengan Iwagakure sangat penting" kata Shizune menjelaskan sambil tetap berkonsentrasi pada jalanan.

"…Aku mengerti kok! Tenang saja, lagipula aku sudah terbiasa dengan sikapnya itu, hehehehe" jawab Sakura yang berusaha menyembunyikan rasa kecewanya, yah biar bagaimanapun hari pernikahan mereka sudah sangat dekat, tapi Sasuke pria yang kelak menjadi suaminya malah semakin sibuk, sebenarnya dia ingin sekali Sasuke menemaninya tapi apa boleh buat kalau cowok itu memang sedang benar-benar sibuk. Sesaat Sakura membayangkan Sasuke datang padanya dan mereka menghabiskan waktu bersama, benar-benar khayalan yang sangat indah.

"Nah, kita sudah sampai nona Sakura!" kata Shizune membuyarkan lamunan indah Sakura.

"SELAMAT DATANG NONA SAKURA!" sapa para pelayan Uchiha yang sudah berbaris rapih menyambut kedatangannya begitu keluar dari mobil hitam Cadillac escalade tersebut.

"Selamat datang dikediaman kami Sakura" sapa Itachi yang langsung meraih tangan gadis itu dan memberikan kecupan, membuat wajah Sakura sedikit merona.

"Itachi, jaga sikapmu!" kata Fugaku seraya sang pemilik rumah sambil menjitak kepala anak tertua miliknya itu.

"Aw, aku hanya memberi salam padanya!" jawab Itachi membela diri sambil memegangi kepalanya yang memanas.

"Hiraukan anak bodoh ini, Sakura. Mari masuk kedalam" kata Fugaku mengajak Sakura masuk, membiarkan Itachi mengumpat-ngumpat kesal dalam hati, Sakura hanya tertawa kecil melihatnya.


"Silahkan masuk dan nikmati sambutan kecil dari kami" kata Fugaku dan begitu pintu rang tamu terbuka, tampak jelas ada beberapa orang yang hadir disana, kelihatannya mereka yang datang merupakan relasi dari Uchiha.

"Tunangan Sasuke memang cantik ya" celetuk seorang gadis berambut pirang dengan kunciran unik dirambutnya.

"Selamat datang Sakura" sapa seorang gadis berwarna rambut indigo, gadis itu sangat manis dengan gaun biru gelapnya.

"Silahkan dinikmati pestamu Sakura" kata Fugaku ramah yang kemudian pergi meninggalkan Sakura bersama pestanya.

.

.

20 menit kemudian…

"Aku bosan…" keluh Sakura sambil duduk disalah satu kursi sambil memain-mainkan makanannya.

"Nona Sakura, anda tidak apa-apa?" tanya Ino khawatir.

"Aku hanya sedikit lelah, ingin istirahat" jawab Sakura dengan suara pelan.

"Shizune-san, bisa aku antar nona Sakura ke kamarnya? Sepertinya dia lelah…" kata Ino yang menghampiri Shizune.

"Oh, baiklah aku akan mengantar kalian" kata Shizune yang kemudian mengantar Sakura dan Ino keluar dari ruangan pesta tersebut.

.

"Ini kamar anda nona Sakura, silahkan" Shizune mengantar Sakura ke salah satu ruangan kamar tidur yang ukurannya lumayan besar.

"Terimakasih Shizune-san" kata Sakura sambil tersenyum. "Kalau boleh…Aku mau istirahat sekarang" sambungnya lagi berpamitan mau segera istirahat.

"Baiklah nona Sakura, silahkan nikmati istirahat anda. Ino, saya akan mengantarmu juga ke kamar yang lain", dengan pelan Shizune menutup pintu kamar dan pergi bersama Ino.

~o0o~

.

Di dalam kamar Sakura mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tak lama gadis itu mulai memeluk dirinya sendiri dan tetesan air mata mulai jatuh dari kedua bola matanya yang indah.

"Sasuke bodoh…" gumamnya sambil terisak.

Tak lama Sakura memutuskan untuk menelpon Sasuke, dengan sedikit harapan Sakura berdoa agar Sasuke mengangkat telpon darinya.

'Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau diluar jangkauan, silahkan hubungi beberapa saat lagi', Tut….

Begitulah kira-kira yang terdengar, Sakura lagi-lagi harus kecewa.

"Kau kemana Sasuke…Aku sangat ingin bertemu…" gumam Sakura menggenggam erat handphone miliknya. Akhirnya gadis yang sedang kecewa itu tertidur.


"Ngghh…" Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya sambil sesekali menguap, hingga akhirnya dia sadar kalau perutnya terasa sangat lapar.

"Aku baru ingat dari tadi siang aku belum makan…" gumam Sakura yang sekarang mencoba bangun dari tempat tidurnya.

"ASTAGA SUDAH PUKUL 10 MALAM!" jerit Sakura shock begitu melihat jam di dinding kamar itu, "Pantas saja aku merasa sangat lapar" sambungnya lagi dan kali ini dia mengecilkan suaranya.

"Semoga saja aku bisa menemukan makanan di dapur!" kata Sakura yang kemudian bergegas keluar kamar, padahal dia sendiri juga gak tau dimana letak dapurnya.

"Ya, ampun…Ternyata rumah ini lebih luas dari yang kubayangkan…Semoga aku tidak tersasar…" gumam Sakura sambil berjalan berusaha menemukan letak dapur, walaupun sepertinya dia tersesat karena terlalu banyak ruangan dan lorong.

~o0o~

.

Saat sedang menelusuri sebuah lorong, angin mulai berhembus kencang membuat Sakura menggigil kedinginan, sayup-sayup terdengar dentingan suara piano. Alunan yang merdu membuatnya sangat penasaran ingin tau dari mana asal suara piano tersebut. Dalam sekejap Sakura memutuskan untuk mengikuti arah suara tersebut dan untuk sesaat dia lupa akan tujuan utamanya untuk mencari makanan didapur, sepertinya rasa laparnya hilang begitu saja.

Sakura menelusuri satu buah lorong yang agak gelap, meski takut tapi dia memaksakan diri untuk menggerakkan langkah kakinya menuju asal suara yang sepertinya berasal dari ruangan yang ada di depannya. Dan benar saja begitu sampai di dekat ruangan itu suara piano tersebut semakin jelas.

'Siapa yang main piano malam-malam seperti ini?' pikir Sakura penasaran dan mencoba untuk mengintip dari jendela besar yang ada di ruangan tersebut.

Di ruangan itu dapat terlihat seorang pemuda sedang duduk memainkan piano besar yang ada disana, pemuda itu tampak serius memainkan setiap tuts piano yang dia tekan. Sekilas wajahnya agak mirip Sasuke, tapi dia bukan Sasuke. Cahaya rembulan yang terang masuk lewat jendela besar yang ada di sebelah pemuda itu meneranginya, ada satu kata yang sulit Sakura ungkapkan saat melihat pemuda itu.

"Indah sekali…" kata Sakura yang memutuskan untuk masuk ke dalam sekaligus menghilangkan rasa penasarannya. Pemuda itu tampak terkejut dengan kehadiran Sakura dan segera menghentikan permainannya.

"Kenapa berhenti? Aku masih ingin mendengarnya…" kata Sakura meminta pemuda itu untuk tak sungkan kepadanya.

"Anda pasti nona Haruno Sakura" kata pemuda itu yang kemudian berdiri dan membungkuk memberi salam pada Sakura.

"Dari mana kau tau? Kita belum bertemu sebelumnya kan?" tanya Sakura heran, karena dia merasa tidak melihat pemuda ini saat acara perjamuan tadi.

"Sejak pagi semua orang sudah ribut membicarakan tentang tunangan tuan muda Sasuke akan datang kemari, dan tunangannya itu bernama nona Haruno Sakura. Selain itu…Orang-orang diperjamuan mengatakan nona Haruno gadis yang cantik…Dan sepertinya yang dikatakan mereka benar setelah melihat anda langsung" kata Sai sambil tersenyum.

DEG…!

Sakura merasakan jantungnya seperti berhenti sesaat ketika melihat senyuman itu…

"Terima kasih atas pujiannya" jawab Sakura berusaha menutupi wajahnya yang kini merona merah.

Growwwl….

"Hmhp…Hahahahahah…" Sai tertawa begitu menyadari suara tadi berasal dari perut Sakura.

"Ber-berhenti tertawa!" omel Sakura dengan wajah yang benar-benar merah padam.

"Hahaha…Maaf-maaf…" balas Sai berusaha mengontrol diri agar tak tertawa.

"Huh…Sebenarnya aku sedang mencari makanan dan mau pergi ke dapur, tapi sepertinya aku tersesat dan begitu mendengar suara piano aku segera bergegas mencari sumber suaranya!" jelas Sakura yang kini sedang menahan malu.

"Wow…Saya tersanjung karena nona Haruno sampai menahan lapar hanya untuk mendengar suara piano yang saya mainkan" ucap Sai sekali lagi sukses membuat wajah Sakura kembali memerah.

'Kenapa aku bisa gak nyadar!' batin Sakura merutuk kebodohannya sendiri, dia sampai menahan lapar hanya untuk mendengarkan suara piano yang dimainkan.

"Baiklah, sebagai ucapan terimakasih atas sanjungannya saya akan membuatkan nona Haruno makanan" kata Sai yang kemudian mengajak Sakura pergi bersamanya ke dapur.


"Silahkan tunggu dulu di sini, saya akan membuatkan pancake" Sai meminta Sakura untuk menunggunya dan dia mulai membuat pancake.

30 menit kemudian…

"Silahkan dimakan" Sai menghidangkan pancake manis untuk Sakura yang sudah selesai dia buat.

"Wah, enak sekali!" kata Sakura begitu mencicipi makanan tersebut, dan tanpa menunggu lagi dia segera melahap makanan itu sampai habis.

"Terimakasih…Ermm, namamu siapa?" tanya Sakura yang akhirnya baru sadar kalau dia belum tau nama pemuda di depannya ini.

"Panggil saya Sai" jawab Sai singkat sambil kembali merapihkan meja.

"Ah, Sai…Terimakasih Sai!" Sakura mengulanginya lagi dengan tersenyum riang.

"Maaf…" kata Sai secara tiba-tiba sambil membersihkan ujung bibir Sakura dengan lap bersih, untuk sesaat wajah mereka berada sangat dekat, dan kali ini Sakura dapat melihat jelas wajah Sai.

"Ahk, bi-biar aku bersihkan sendiri!" balas Sakura yang segera merebut lap tersebut dari Sai, dia tidak ingin kejanggalan ekspresi diwajahnya sampai terlihat oleh Sai, pemuda itu hanya memandang Sakura dengan ekspresi bingung.

"Mari saya antar anda kembali ke kamar" tawar Sai ramah yang mendapat anggukan kecil dari Sakura.

.

.

"Selamat malam nona Haruno…Selamat malam" ucap Sai begitu sampai di depan kamar Sakura.

"Selamat malam juga, Sai…" balas Sakura yang kemudian menutup pintu kamarnya.

Perasaan Sakura malam itu sangat senang, entah mengapa dia merasa bahagia, seperti sebuah rindu yang sudah lama dia pendam dari baru bisa dia lepas.

"Sasuke cepatlah kembali…" gumam Sakura dan kemudian kembali tertidur.

TBC…


Author : Terimakasih buat ralatnya dan reviewsnya, author baru pertama kali bikin cerita yang seperti ini jadi tolong diingatkan kalau ada kesalahan kata yang kurang pas...Dan meskipun fic ini bodoh, saya tetap ucapkan terimakasih karena sudah mau repot-repot-repot banget baca fic bodoh ini, hahahaha. Saya anggap itu suatu perhatian, meskipun ini fic bodoh tapi anda tetap membacanya juga ya? Hontou ni arigatou gozaimasu ^^. yang mau saran dan kritik diterima dengan senang hati, and I don't like flammers, dan tampaknya ada saja flammers-flammers yang tidak bisa membaca ini, entah karena saia dan flammers sama-sama bodoh? Kalau mau memberi kritik silahkan sampaikan dengan cara yang benar begitu juga dengan saran, kalau (maaf) masih mau ngeflame, tampaknya anda adalah orang bodoh (sama seperti saya) yang tidak bisa membaca.

Maaf bila kata-kata saya tidak berkenan, dan HAPPY READ AND ENJOY IT!.