PERHATIAN!
Saya mau buat perubahan setelah berpikir panjang. Sistem ranking seperti Gold dsb akan saya hapuskan. Gak akan ada rangking kayak gitu. Kalau soal Monster masih ada Ranknya. Terdiri atas yang paling lemah H sampai pada yang terkuat World Enemy.
Dan soal Realm dalam Kultivasi.
Soul Realm. Alam dimana pembentukan jalun Dantian serta penmbahan lebar jalur Dantian dalam menampung Qi. Ini juga fase dimana kultivator membentuk kultivasi tubuh untuk di integrasikan saat fase berikutnya yaitu ;
Transformation Realm. Alam dimana Kultivator menyelaraskan fisiknya sesuai teknik kultivasi tubuh saat pada alam roh. Seperti saat seseorang memiliki kultivasi tubuh raksasa dan monster, itu akan meningkatkan kekuatan mereka secara signifikan namun masih memberi efek perubahan pada tubuh seperti menjadi besar dsb.
Tapi setelah melewati alam transformasi, kekuatan itu akan dapat di gunakan dalam bentuk manusia biasa. Bisa di bilang kau bisa memiliki kekuatan raksasa dalam bentuk manusia. Kelemahannya adalah butuh energi dan waktu yang banyak hanya untuk menembus fase ini menuju fase selanjutnya.
True Realm. Alam dimana seorang kultivator benar – benar menjadi kultivator. Tak seperti 2 alam yang sebelumnya. Setiap naik level, energi dan kekuatan tubuh akan meningkat sedikit, tentu dengan kelemahan sama seperti fase transformasi.
Immortal Realm...
Immortal Earth Realm...
Immortal Sovereign...
Immortal King...
Immortal Emperor...
Immortal Impyrian...
Dan semua Realm iru di susun atas 10 level. Hmm aku rasa sampai di sini saja. Btw gak ada yang nanya kenapa tubuh Naruto gak punya jalur mana ya? Padahal itu ada penjelesannya lho.
THANKS BUAT Vixc YANG UDAH KOREKSI SOAL Dantian.
Legend of Cultivator
By
Kamikaze Ryuu
Disclaimer
Masashi Kishimoto and other Senpai in Earth.
Summary: Namanya adalah Nero, manusia yang menggeluti jalan bela diri dan di anggap salah satu penguasa puncak di dunia. Tapi pada suatu waktu, Nero terbunuh atas pengkhianatan teman dan adiknya sendiri. Tak cukup di sana, Nero berinkarnasi di dunia lain di bawah naungan keluarga terkenal Namikaze di dunia sihir.
...
Swuusshhhh
Blarrr
Batu raksasa tempat duduk Naruto hancur berkeping – keping dihantam tinju Big Daddy yang lengannya penuh otot setebal 20 cm. Kepulan asap menerobos udara hingga sanggup membuat seseorang terbatuk.
"Hmm monster Rank G+ tipe spesialis fisik memang luar biasa. Dunia ini memang tak lebih lemah dari duniaku dulu."
Naruto meloncat keluar dari kepulan asap dan mendarat diatas dahan pohon. Kemampuan fisiknya saat ini sangat tangguh akibat kultivasi tubuh miliknya sangatlah mengerikan. Paduan dari tubuh binatang iblis, Golden Buddha, Raksasa, dsb sudah membuat kemampuan Naruto mengerikan.
Overpower?
Bah, ini bahkan belum cukup dianggap kuat. Masih banyak orang di luar sana yang lebih kuat dari Naruto saat ini. Ada klan dengan kemampuan pembesaran, pengendali gravitasi, pengendali element, proyeksi pedang, dan masih banyak lagi.
Mereka adalah monster sesungguhnya dari dunia ini, Naruto bahkan tak punya syarat untuk menantang mereka setidaknya jika Naruto hanya menggunakan kekuatan belaka.
"Grrr Manusia."
Naruto menatap ringan makhluk di depannya. Setiap monster Rank G+ ke atas memiliki Demonic Core, semacam kelereng energi yang berguna menempa senjata sihir. Tapi bagi Naruto, energi ini bisa dia serap untuk memperkuat tubuhnya.
Kecepatan kultivasi miliknya akan meningkat pesat jika dia mendapatkan Demonic Core.
Swushh
Tanah pijakan Big Daddy retak seketika saat Big Daddy melompat menuju Naruto. Tapi sebelum tinjunya mengenai muka Naruto, rantai cahaya muncul dari tempat pijakan Big Daddy tadi berada dan mengikat kaki Big Daddy, menghentikan tinjunya 2 cm sebelum mengenai hidung Naruto.
"Matilah!"
Naruto tersenyum dingin dan menggerakan jarinya sedikit. Prasasti Divine peringkat 3 yang mengikat Big Daddy segera merespon dengan menghampaskan Big Daddy kesegala arah hingga menghancurkan tubuh Zombie itu menjadi berkeping-keping.
"Kemampuanku memang lebih rendah dari kalian, tapi dalam hal prasasti divine akulah yang terbaik. Level 3 sudah cukup untuk menghabisi kalian tanpa sisa."
Naruto tersenyum sinis melihat berbagai mayat Demonic Beast di bawahnya. Memang dia telah mengalahkan mereka tanpa tenaga karena prasasti divine yang dia buat telah membereskannya. Naruto tidaklah konyol ingin melawan para Demonic Spirit sendirian.
Demonic Spirit memiliki kemampuan abnormal dan stamina tak terbatas. Walau kemampuan pukulan Naruto sudah menyentuh angka 3000 Kg akibat gabungan setiap kultivasi tubuh yang brlum sempurna, itu masih agak kurang menghadapi Demonic Beast Rank G berjumlah ratusan seperti ini.
Hap
Naruto dengan ringan melompat kedepan dan mengambil keelereng yang melayang diatas mayat Big Daddy. Naruto melompat kembali untuk kembali keluar dari Dungeon [Mountaint Beast] lantai 2. Jika saja Naruto bisa menulis prasasti level 4 dengan Realmnya saat ini,,,,,,,
Para Demonic Beast lantai 3 dan 4 akan menjadi mayat.
...
Pinggir Dungeon
"Yosh! Langsung naik 1 level lagi. Demonic Core memang F*cking Awesome terhadap kultivasi tubuhku."
Naruto kegirangan ketika sekali lagi naik 1 tingkat. Demonic Core yang dia serap memiliki resonansi sempurna dengan tubuh miliknya yang memiliki kultivasi Demonic dan Golden Buddha. Dengan begitu penyatuan teknik kultivasi tubuh semakin mendekati sempurna.
Sayang sekali efek Demonic Core hanya pada saat Ream Transformasi saja.
Dzzttt
Naruto yang baru saja menyingkap semak belukar untuk keluar Dungeon mengerutkan dahinya. Pasalnya tepat di depan, ada kereta mewah yang melaju cepat di pacu oleh Wyver berwarna merah. Penjagaan ksatria kuat yang mengenakal armor full plate terlihat di sekelilingnya.
Naruto yang awalnya ingin berjalan kaki untuk menuju kastil tempat tinggalnya langsung membatalkannya. Naruto menjentikkan tangan kirinya dan seketika cahaya runic bersinar disetiap inci lengannya yang memunculkan sebuah gulungan kecil sepanjang 4 cm.
Naruto tanpa basa – basi membanting gulungan itu kebawah hingga terjadi ledakan spasial yang menelannya. Kejadian yang tak terduga adalah pohon berukuran normal serta semak disekitarnya juga ikut menghilang.
Kedatangan Putri
Saitama.
Monster manusia dengan kemampuan fisik mengerikan itu terlihat menatap cemas pada kamar tuan mudanya. Masalahnya bukan karena tuan mudanya belum keluar selama 1 minggu ini, tapi karena adanya kunjungan bangsawan besar.
Tak tanggung – tanggung, bangsawan itu adalah bangsawan yang memiliki pengaruh tak kalah dengan Namikaze, bahkan lebih. Kedatangan mereka juga mendadak hingga Saitama hanya bisa mengetahuinya setelah mendengar kabar dari salah satu Knight kastil yang keluar membeli bahan pangan di kota.
Jika bukan karena peringatan itu, Saitama tak akan tahu kedatangan mereka.
Saitama saat ini ingin memanggil Naruto dari ruangannya untuk menemui tamu, tapi sepertinya Naruto tak akan keluar dalam waktu dekat. Bisa saja Saitama membuka pintu, tapi terakhir kali dia melakukannya. Naruto mengamuk menghancurkan taman!
Stap stap stap
"Saitama-sma! Hah hah hah kereta Pendragon sudah datang kemari. Mereka hampir sampai di depan gerbang!"
"Sial!"
Saitama menggeram ketika mendengar perkatan pelayan yang berlari datang kearahnya. Pelayan itu terlihat ketakutan saat melihat ekpresi Saitama. Perlu di ketahui, Saitama merupakan pelayan Namikaze yang memiliki kemampuan menandingi Minato!
Gubrak!
"Huh?"
2 orang itu langsung menoleh kearah ruangan yang di gunakan Naruto. Terdengar jelas suara benda besar jatuh di sertai umpatan – umpatan kasar dari sana.
"Bajingan! Apa-apaan pohon ini. Ikutan teleportasi segala."
Dan setelah umpatan itu.
Bang bang bang brak buaght
Krieetttt
Pintu terbuka dengan ringan dan menunjukan Naruto yang berpakaian rapi. Wajahnya masih terlihat kesal dan tanpa bicara apapun, Naruto melangkah melewati 2 orang yang belum ngeh tentang kejadian barusan.
"Ap-apa yang terjadi?"
Pelayan yang di tanya Saitama hanya menggelengkan kepalanya dengan bodoh, dia juga tak mengerti apa yang terjadi. Sampai akhirnya pelayan itu membuka pintu ruangan bekas tempat Naruto menyendiri dan melihat apa di dalamnya.
Di dalam, terdapat meja yang sudah rusak beserta daun yang berserakan. Tapi hal yang aneh adalah potongan balok kayu di sudut ruangan. Potongannya rapi seolah dilakukan penebang profesional.
"Err sebaiknya aku tak memikirkan apa yang terjadi."
Saitama bergegas menyusul Naruto yang sudah pergi meninggalkan pelayan yang masih kebingungan tentang apa yang terjadi sebenarnya.
"Astagah! Cerita ini semakin membingungkan."
Kepalanya menggeleng pelan dan segera pergi untuk meluruskan kepalanya. Satu hal yang membuat Author bingung...
Sebenarnya mereka bingung karena apa? Apakah karena ini humor? Author rasa tidak. Ini tidak lucu sama sekali.
... ...
Sejak pertama menyadari dia berinkarnasi, tepat saat umurnya 7 tahun, Naruto mengalami kebingungan ekstrim tentang asal – usul tubuhnya ini. Terlihat jelas bahwa setiap makhluk di dunia ini memiliki mana walau sedikit, tapi kenapa dia tidak?
Itu pertanyaannya 6 tahun yang lalu. Tapi setelah umurnya 10 tahun atau 3 tahun yang lalu, Naruto di beritahu ayahnya sebuah fakta mengejutkan tentang silsilah nenek moyang klan Namikaze yang hanya di ketahui kepala klan di setiap generasi.
Faktanya, nenek moyang klan Namikaze adalah Dao Kultivator, yang memiliki Kultivasi tubuh Golden Buddha. Alasan inilah kenapa Naruto bisa mendapat kultivasi seni kuat serta tubuhnya sejak lahir tak memiliki mana.
Sebuah keberuntungan bahwa hal itu terjadi. Tapi ada hal mengganjal tentang keberadaan kultivator. Naruto harap tak ada kultivator selain dirinya karena itu hanya akan merepotkan dirinya.
Naruto berjalan dengan penuh kebanggaan menuju gerbang utama kastil tempatnya tinggal. Dia harus melihat siapa tamu yang datang, ini adalah kejadian pertama kalinya seseorang datang ke sini terlebih ini dari klan Pendragon.
'Semoga bukan masalah. Kekuatanku masih belum cukup untuk membela diri. Kalau saja aku bisa mengaktifkan prasasti divine sialan ini.'
Naruto telah meneliti kastil ini dan menemukan hal mengejudkan. Banyak ruang tersembunyi yang di tutup [Samsara] prasasti divine tingkat 4 sampai tingkat 7! Juga, setiap lantai dan dinding kastil dilindungi prasasti divine tingkat 3 yang saling tumpang tindih membentuk prasasti divine tingkat empat.
Pusat prasasti divine pelindung kastil adalah ruangan tahta yang sayangnya tak bisa dia gunakan akibat Realm miliknya masihlah rendah. Setelah mencapai True Realm, baru Naruto mampu mengaktifkan prasasti divine di seleruh kastil.
Juga Naruto dapat membuka beberapa ruangan yang dilindungi prasasti divine tingkat empat.
Stap stap stap
"Apa kau tahu siapa yang berkunjung, Pak Tua Saitama?"
Naruto bertanya tanpa menoleh saat mendengar suara langkah kaki di belakang samping kanannya. Saitama yang dipanggil dengan tidak sopan tak menunjukan ekspresi berlebih, dia terbiasa dengan panggilan kasih sayang Tuan Mudanya.
Ada saatnya dimana Saitama bisa merasa puas. Lagipula 1 minggu lagi ulang tahun ke 14 Naruto. Hadiah dari Minato-sama pasti akan membuat Tuan Muda Bahagia. Yah bahagia untuk Saitama lebih tepatnya.
"Mohon maaf, Tuan Muda. Saya tidak tahu siapa tamunya. Saya bahkan hanya tahu kedatangan mereka lewat salah satu Knight yang bertugas membeli bahan pangan di kota."
Naruto berkerut sejenak sebelum ekspresinya menjadi tenang kembali, alasannya adalah Naruto sudah melihat kereta Pendragon yang sudah turun. Ekspresi Naruto tak berubah bahkan saat melihat salah seorang Knight memarahi pelayan miliknya yang datang menyambut.
Jelas dia marah karena Naruto sendiri yang datang menyambut. Ekspresi Saitama menggelap melihat hal ini, ingin rasanya dia menghancurkan kepala serangga kecil tak tahu diri itu. Tapi sepertinya itu hanya akan menimbulkan masalah kecuali jika Naruto memerintahkannya.
"Wah wah wah! Menarik sekali. Ada yang ingin berbuat macam – macam di sini."
Naruto bertepuk tangan 3 kali sebelum akhirnya melesat kedepan dengan keceoatan penuh. Knight yang tak siap langsung terkena tendangan Naruto sebelum akhirnya terbang 5 meter seperti layang – layang rusak.
Pelayan yang di marahi terlihat menghela nafas lega akan kedatangan tuan mudanya. Tak peduli apapun, jika Tuan Muda datang, situasi akan datang menguntungkan mereka.
Para Knight terlihat terkejut dan ingin menjabut pedang sebelum akhirnya terpaksa berhenti akibat lonjakan intens niat membunuh. Para Knight melihat kearah asal niat membunuh dan wajah mereka langsung kehilangan rona sehatnya.
"Jangan terlalu berlebihan, Pak Tua."
Aura membunuh Saitama langsung menghilang saat suara dengan nada tenang menderu pendengaran setiap orang. Mereka melihat kearah Naruto yang mencengkram kepala Knight yang terlihat sudah pingsan itu.
Lagipula mereka hanya Knight tingkat rendah. Naruto penasaran kenapa Knight selemah ini menjaga kereta bangsawan Pendragon. Apakah kualifikasi perekrutan mereka menurun sampai dasar bumi?
"Sebenarnya siapa kau? Jika kau hanya menyamar untuk menakutiku, jangan harap kau akan hidup 5 menit lagi."
...
Namanya adalah Mordred Pendragon.
Dia merupakan anak bangsawan Pendragon dan juga kembaran dari Arthuria Pendragon. Mereka yang memiliki kekuatan kuno Noble Phantasm ini sedang berada di hadapan Naruto yang sedang duduk di sofa mewah.
Wajah Naruto masihlah acuh tak acuh walau di tatap tajam oleh Mordred. Jika tak ada Saitama di sampingnya, sudah akan ada pertempuran yang meletus di tempat ini. Jelas pemenangnya adalah Naruto!
Tempat ini di penuhi rangkaian prasasti Divine tingkat tiga yang bisa Naruto aktifkan satu persatu. Walau kekuatan Mordred ada di atasnya, Naruto masih yakin menang bahkan jika para Knight Pendragon lemah itu ikut campur.
Tentu jika itu di dalam kastil, jika di luar mah, kabur aja.
"Jadi apa yang terjadi dengan kalian? Apakah ada konflik internal hingga kau serta Arthuria sampai seperti ini?"
"Ini bukan urusanmu!"
Naruto tak bereaksi walau di jawab dengan nada kurang ajar seperti itu. Tapi jika memang ada masalah internal dan Arthuria dalam bahaya, dia juga harus turun tangan. Bagaimanapun juga Arthuria adalah temannya sejak umur 8 tahun.
Stap
"Naruto-sama!"
Naruto dan Mordred mengalihkan pandangannya kearah pelayan yang datang membawa kabar. Naruto sedikit menarik bibirnya melihat ekspresi pelayan yang terlihat senang. Bisa di pastikan bahwa hasilnya memuaskan.
"Ramuan yang anda berikan telah mengilangkan racun di tubuh Arthuria-sama. Arthuria-sama saat ini sedang mencari anda dan Mordred-sama."
Naruto tersenyum dan membawa suaranya keluar. "Pergi dan beritahu para Knight untuk bersiaga penuh. Aku rasa para Tuan Putri ini dikejar seseorang. Dan untuk Pak Tua Saitama,,,, kau tetap jaga Arthuria. Aku harus mengurus sesuatu di sini."
Naruto berdiri dan meregangkan jari-jarinya hingga menimbulkan suara nyaring. Saitama membungkuk singkat sebelum menghilang tanpa jejak untuk melakukan tugasnya, sedangkan Mordred langsung berlari keluar.
Para Knight Pendragon yang berjumlah 10 terlihat ingin bergerak mengikuti Mordred. Namun sebelum melangkah kedepan, puluhan bayangan telapak tangan meluncur berniat menjasikan mereka bubur daging.
Kabommm
Hmmm apa itu? Ah aku tahu. Itu adalah penghalang prasasti divine yang di aktifkan Naruto untuk menahan adanya suara keluar dari ruangan.
"Para Knight lemah yang sebenarnya adalah Assassint spesialis racun dan penyamaran. Betapa tak beruntungnya kalian bertemu denganku."
Kretek Kretek(Suara leher yang dilemaskan)
"Ka-kau,,,, bagaimana kau..."
Brakk
"Tanda kalajengking terlihat jelas di leher teman kalian yang aku pukul tadi dasar Zashu!"
...
"Aku tak menyangka akan ada konflik semacam ini."
Naruto mengusap darah yang menyiprat di wajahnya sambil menatap mayat 10 Knight di depannya. Kondisi mereka terlihat termutilasi secara kejam dan mengerikan. Ini akibat dari penyiksaan yang Naruto lakukan agar m3ndapat informasi.
"Mereka memang Assassin. Sangat sulit memaksa mereka berbicara."
Secara kebetulan, Naruto melihat tanda Kalajengking hitam di leher Knight yang kepalanya dia cengkram di gerbang tadi. Tanda itu sudah Naruto kenali sebagai salah satu organisasi Assassin besar yang memiliki spesialis Racun dan Penyusupan.
Meh, pemimpin mereka bahkan di kabarkan memiliki tubuh beracun hingga tahap dimana seseorang dapat mati hanya dengan sentuhannya saja. Sayangnya mereka lemah dalam bidang pertempuran dan sedikit tidak tahan rasa sakit.
Naruto dapat memperoleh informasi tentang tragedi yang menimpa Arthuria dan Mordred.
Arthuria dan Mordred sebenarnya sedang di asingkan akibat adanya konflik internal keluarga Prndragon. Konflik yang di akibatkan Morgan yang ingin mengambil alih kekuasaan Pendragon dari Uther selaku ayah Arthuria dan Mordred.
Arthuria dan Mordred rencananya akan di pindahkan ke tempat aman, atau setidaknya begitulah awalnya. Pada malam saat Arthuria dan Modred ingin pergi, terjadi serangan tiba – tiba hingga memaksa mereka bertempur.
Para Knight yang melindungi Arthuria serta Mordred melawan lawan tangguh hingga harus pergi ketempat lain agar 2 putri tak terkena dampak pertarungan. Singkat cerita, keadaan menjadi tidak menguntungkan hingga rencana pergi diam-diam gagal.
Arthuria dan Mordred menaiki kereta bangsawan Pendragon yang cepat agar menghindari pengejaran. Mereka juga di kawal 10 Knight yang sebenarnya adalah para Assassin yang menyamar.
Mereka kemudian pergi ketempat bangsawan kecil, Gatou. Bangsawan yang seharusnya berada di pihaknya. Tapi nyatanya Arthuria malah di racun dan terpaksa mereka mundur. Arthuria mengatakan untuk datang ketempat Naruto untuk berlindung mengingat tempatnya tak jauh.
Rencana awal Assassin setelah tiba di sini adalah membunuh Arthuria dan Mordred di sini. Tapi sepertinya mereka gagal akibat mereka tak menduga adanya Saitama di sisi Naruto. Mereka kemudian berniat menjalankan rencana lagi dengan meracuni udara menggunakan racun spesial malam ini, tapi tak jadi karena Naruto menghabisi mereka saat ini.
"Harus aku akui kabar ini cukup mengejutkanku. Jika Pendragon dalam posisi ini, kekuatan mereka menurun dan Namikaze akan menjadi yang terkuat menggeser Pendragon. Jika aku memberitahu klan,,,,"
Naruto terdiam sebentar akan pikirannya sebelum akhirnya mendengus.
"Apa peduliku tentang klan. Mengurus masalah ini lebih penting."
Naruto berjalan keluar ruangan dan melambaikan tangan kanannya pelan. Tak lama, beberapa orang berjubah dan mengenakan topeng hewan muncul dan membereskan kekacauan yang ada di dalam ruangan.
"Rai-san."
Swush
Naruto yang berhenti melangkah di depan pintu ruangan tadi langsung mengeluarkan panggilan. Segera, sosok berjubah dengan topeng bergambar petir biru yang bersilangan muncul di depannya sambil menunduk.
Ini adalah pasukan terkuat dan rahasial klan Namikaze, Anbu. Mereka di tugaskan untuk melindungi Naruto dari balik bayangan dan mereka juga mengetahui bahwa Naruto bukanlah pencundang. Artinya mereka tahu bahwa Naruto adalah Kultivator.
"Pergilah ke [Mountain Beast] dan dapatkan Demonic Core kualitas terbaik. Aku sebenarnya masih ingin bersenang-senang, tapi mau bagaimana lagi. Aku mohon bantuanmu, Rai-san."
"Hai!"
Anbu bernama Rai itu segera menghilang membawa bersama 1 temannya menuju [Mountain Beast]. Sebenarnya Naruto ingin berjuang sendiri menaikan level kultivasinya, tapi keadaannya sudah seperti ini, jadi mau bagaimana lagi?
Naruto harus mencapai tahap True Realm minimal agar mampu menulis prasasti divine tingkat empat. Sekaligus agar Naruto bisa mengaktifkan seluruh formasi tingkat 3 di kastil ini.
"Orang keren sepertiku memang selalu memiliki maasalah."
Stap stap stap
...
"Lalola~ apakah kau sudah baikan?"
Naruto membuka pintu kamar tempat Arthuria berada dan langsung disambut panggilan Arthuria serta pelukannya. Sontak kejadian ini menggangu Mordred, namun Mordred tak mampu protes terhadap Naruto yang dekat pada kakaknya.
Mordred pikir, Kakaknya yang seperti Phoenix hanya pantas dengan Dragon seperti Uchiha Sasuke. Naruto bukanlah makhluk yang pantas untuk kakaknya. Manusia yang tak punya kekuatan mana sepertinya bahkan lebih baik mati saja.
"Naruto! Aku senang bertemu denganmu. Aku dan adikku kemari karena-."
"Tak perlu bicara."
Naruto nelepaskan pelukan Arthuria dan memotong ucapannya. Naruto menatap kearah Saitama dan dengan segera Saitama mengangguk mengerti. Saitama keluar dari ruangan dan dengan segera Naruto menatap Arthuria yang memasang wajah terkejud.
"Kau sudah tahu semuanya?"
"Memang. Bahkan aku tahu para Assassin itu. Apakah kau keberatan tentang itu?"
Arthuria terdiam mendengarnya sedangkan Mordred menatap Naruto dengan terkejud. Bagaimana bisa Naruto mengetahui masalah mereka? Apakah dia ingin berbicara omong kosong agar terlihat keren.
"Kudeta yang di lakukan Pak tua Morgan akan membuat gempar jika diketahui publik kau tahu."
Mordred terdiam.
"Apakah kau bisa merahasiakannya? Jika kau menyebarkannya,,,,"
Arthuria terlihat menatap mata sahabatnya itu dengan pandangan memohon dan Naruto hanya mengangguk mengerti. Naruto berbalik menuju keluar dan sebelum membuka pintu, Naruto menoleh kearah Arthuria.
"Ajari adikmu agar tidak salah paham."
Arthuria mengangguk mendengar ucapan ambigu dari Naruto yang dia pahami. Sementara itu Mordred hanya menatap bingung intraksi keduanya. Apa yang mereka maksud dengan sallah paham?
"Nee-sama! Apa maksudnya tadi?"
"10 Knight yang mengantar kita sebenarnya adalah Assassin. Mereka menyamar untuk membunuh kita pada saat yang tepat tapi mereka sudah di bunuh oleh Naruto. Itulah kenapa dia mengetahui semuanya."
...
TBC
Aku rasa banyak yan bingung tentang gaya bahasa dan penyampaian yang aku gambarkan. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah gayaku. Dan ada yang tanya soal inspirasi fic ini. Hmm aku terinspirasi dari Martial God Ashura, Returning To Immortal World, sama Stellar Kultivator atau apalah itu saya lupa.
Saya kemudian kepikiran buat kayak gini. Kalu di pikir, saya juga terinspirasi dari fic Author Enyong yang sudah di hapus dulu. Tentang Undead apalah itu.
Sampai di sini aja ocehan saja. Terimakasih sudah mau review dan jangan lupa tanya jika ada yang gak ngerti tentang apapun di chapter ini.
Semoga puasa kalian lancar.
