Previous Chapter:

Mulai dari saat ini aku akan fokus dan berusaha untuk mendapatkan tempat di Super Junior, dan aku yakin aku pasti lolos audisi itu sesuai dengan Seohee noona harapkan dan…ahjussi misterius itu, pikirnya dalam hati.

Tapi siapa sebenarnya ahjussi itu?


My Lovely Bandmate

Disclaimer: God, Their parents, S.M Ent.

Character: Donghae, Hyukjae, others.

Length: Chaptered

Rated: T

Genre: Romance, fluff/?, friendship

Warning: Genderswitch!Donghae, typo(s), messy plot.

.

Enjoy! Happy reading!

Chapter II

Perjalanan dari Mokpo menuju Seoul tidak bisa dikatakan dekat apa lagi sebentar. Mereka berdua—Seohee dan Donghae—menghabiskan waktu hampir seharian dijalanan. Mungkin dikarenakan frekuensi mereka berhenti untuk beristirahat terlalu sering hingga memakan waktu cukup lama untuk sampai. Benar-benar mereka berdua ini.

Hingga akhirnya pada 7 jam kemudian mereka telah tiba di Seoul. Matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Mobil Seohee terpakir diparkiran apartemennya. Matanya melirik kearah Donghae.

"Hae, bangun. Kita sudah sampai.."Perlahan Seohee mengguncangkan tubuh Donghae yang saat ini tengah tertidur pulas dengan salah satu jempol berada didalam mulutnya. Seohee terkikik pelan melihat ekspresi Donghae yang terbilang sangat manis itu.

"Yah, Hae~"

Seohee kembali mengguncang badan Donghae hanya saja kali ini sedikit lebih kencang tetapi tetap saja Donghae tidak menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.

'Dasar anak ini...'batinnya. Kening Seohee berkedut pelan.

"YAH! BANGUN LEE DONGHAE!"

Teriakan Seohee tampaknya sukses untuk membangunkan Donghae. Donghae mengerjapkan matanya lucu lalu menggosok kedua matanya pelan.

"Yah noona!"

"Jangan 'noona-noona' padaku! Mengapa kau sulit sekali untuk bangun, sih?"

Donghae memajukan bibirnya kesal, "Aku kan lelah noona,"

"Terserahlah Hae. Ayo sekarang turun dan angkat barang-barangmu." Seohee pun keluar dari mobilnya dan diikuti oleh Donghae—dengan sudah mengangkat barangnya keluar.

"Kita ada dimana noona?"Tanya Donghae sesaat setelah masuk kedalam lift. Seohee menekan tombol yang bertuliskan lantai 21. Seohee kembali melirik Donghae.

"Kau akan tinggal di apartemenku untuk sementara. Setidaknya sampai kau lulus audisi itu neh,"jelas Seohee, Donghae hanya mengangguk pelan.

TING

Mereka berdua pun berjalan keluar sesaat setelah pintu lift itu terbuka. Mereka berdua menuju kamar dengan nomor 210. Seohee dengan cepat memasukkan kode apartemennya lalu membukakan pintu untuk Donghae.

"Ayo masuk, Hae"

Donghae membungkukkan badannya sedikit lalu berjalan memasuki apartemen Seohee.

"Wah, kau punya apartemen yang luas eh, noona?"Donghae pun berjalan mengelilingi apartemen Seohee. Menulusuri setiap sudut dari apartemen Seohee. Seohee hanya bias terkekeh pelan melihat tingkah childish Donghae.

"Sudahlah Hae, besok kau ada audisi. Ingat?"

"Ah iya. Jadi aku harus tidur dimana noona? Tampaknya hanya ada satu kamar disini,"balas Donghae,

"Kau akan tidur bersamaku tentu saja Hae. Kau ini tetap saja yeoja bukan?"ucap Seohee lalu memutar bola matanya.

"Ah, baiklah noona,"balasnya awkward sambil menggaruk pipinya pelan.

...

Meanwhile

"Hyung! Kau sudah bertemu dengan Sooman sonsaengnim?"Tanya seorang namja dengan wajah manis yang menyerupai boneka bunny, eh?

"Neh. Aku sudah menemuinya,"balas orang yang dipanggil hyung itu sambil tersenyum miris/?.

Dahi namja manis itu berkedut. Ada yang tidak beres, pikirnya.

"Ada apa, hyung? Apa yang ahjussi itu katakan padamu?"

Sang hyung mendengus pelan, "orang tua itu akan menambahkan member baru dalam Super Junior. Ia bahkan sudah membuka audisinya tanpa memberitahu seorang pun dari kita,"jelasnya frustasi. Ia mengacak rambut coklatnya kasar.

"Sudah kuduga pasti ada hal yang tidak beres sampai-sampai ia memanggilmu,"namja bunny itu menghela napas.

"Sudahlah, Min. Kita harus kembali ke dorm sekarang dan memberitahu seluruh member. Hubungi member di lantai 11 untuk segera berkumpul dilantai 12, neh?"perintah sang hyung yang diketahui merupakan leader dari grup Super Junior itu.

"Baik, hyung!" Sang leader mengangguk dan kembali tersenyum. Ia melihat kepergian sang dongsaeng dengan tatapan nanar/?.

'Semoga mereka bias menerima kabar ini dengan lapang dada,'pikirnya berlebihan sambil menghela napas. Betapa beratnya menjadi seorang leader, bukan?

...

"Hae? Kau sudah bangun bukan?"ucap Seohee sambil menengok kearah Donghae yang saat ini tengah menyembunyikan kepalanya di balik boneka nemo miliknya itu.

"Mmm.."gumam Donghae malas,

"Hari ini kau ada audisi Hae. Ayo cepat bangun!"bentak Seohee. Kesal dengan respon Donghae yang hanya meng'mmm'kan teriakannya, dengan paksa Seohee menarik tangan Donghae dan membuat sang empunya terjatuh dari tempat tidur yang tak terlalu tinggi itu. Tapi tetap saja sakit bukan kalau terjatuh?

"Sekarang bangun lalu pergi mandi!" Seohee kembali menyeret Donghae dengan ganas(?)kearah kamar mandi.

"Kita akan telat jika kau begini terus dan kau tidak akan lulus audisi lalu tidak bias membantu keluargamu bla bla bla"ceramah Seohee panjang lebar. Donghae hanya bias menguap pelan tanpa mendengar setiap ucapan Seohee. Mengapa ia bias terjebak pada yeoja cerewet seperti ini sih, batinnya kesal.

Skip time

Saat ini Donghae tengah bersiap untuk mengikuti audisi. Sejak tadi ia mondar-mandir diruangan yang memang disediakan oleh SM untuk calon member Super Junior ini nanti.

Keningnya terus saja bercucuran keringat walaupun dalam ruangan ini sudah full AC tapi tetap saja ia merasa panas—mungkin karena terlalu gugup. Ia mengusap keringat di dahinya sesekali.

Ia melihat sekitar. Banyak sekali orang yang mengikuti audisi ini, pikirnya. Semua pesaingnya tampak serius berlatih beberapa step dance ataupun melatih vocal mereka.

PUK

Donghae merasakan bahunya ditepuk seseorang, perlahan ia memutar tubuhnya dan menemukan seorang namja berperawakan cukup tinggi—melebihi tinggi badannya tentu saja, dengan senyum yang terplester di wajahnya yang tampan.

Belum sempat Donghae membuka mulutnya, pria itu memotongya, "Kau akan ikut audisi ini juga, eh?"

Kau pikir untuk apa aku disini, pikirnya dongkol. Donghae hanya membalas pertanyaan pria itu dengan anggukan kecil sambil memaksakan sebuah senyuman.

"Ah, kau tipikal pria yang manis ternyata,"kata namja itu sambil menyeringai, Donghae hanya bisa menggaruk tengkuknya dengan rona pink di kedua pipinya.

"Namaku Kim Jungmyeon, panggil saja Jungmyeon atau kau bias memanggilku hyung—tampaknya kau lebih muda dariku, hmm.."ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya kearah Donghae. Dengan cepat Donghae membalas uluran tangan Jungmyeon.

"A-aku Donghae, Lee Donghae. Aku baru berumur 19 tahun, err—h-hyung?"balasnya agak gugup dan ragu sambil tersenyum manis seperti biasanya.

"Betul dugaanku, aku sudah berumur 21. Jadi panggil aku hyung,"perintahnya pada Donghae. Jungmyeon melirik kearah tag yang dipakai Donghae.

"Wah, tampaknya aku akan masuk dalam ruang audisi duluan baru setelah itu kau, neh?"

"Ah iya, h—hyung,"

Donghae menatap tag yang dipakai Jungmyeon. Nomor 17, pikirnya.

'Nomor peserta 17 silahkan bersiap.'terdengar suara yang berasal dari 2 stereo yang berada disudut ruangan itu memanggil peserta selanjutnya. Semua orang yang berada di ruangan itu spontan menatap keatas—entah mengapa. Jungmyeon menarik napasnya pelan lalu menghembuskannya kembali.

"Ah, tampaknya aku sudah dipanggil. Doakan aku berhasil, neh? Hwaiting, Hae-ah,"ucap Jungmyeon lalu mengedipkan sebelah matanya dan menepuk bahu Donghae pelan lalu masuk ke dalam ruang audisi. Donghae menatap punggung Jungmyeon yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Donghae kembali duduk. Ia mengeluarkan ponsel dari tas punggung yang sedari tadi ia bawa. Ia melihat ada satu pesan dari Seohee yang berisi kata-kata penyemangat untuknya. Donghae tersenyum, ia merasa kepercayaan dirinya meningkat.

Hampir 20 menit Donghae menunggu namanya dipanggil untuk masuk dan melakukan audisi. Tapi dia tidak melihat tanda-tanda Jungmyeon—orang yang baru dikenalnya tadi itu—keluar dari ruangan. Hingga akhirnya ia mendengar nomor gilirannya dipanggil.

Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang audisi. Ia berhenti tepat ditengah-tengah dan berhadapan dengan 3 juri dengan pulpen yang diketiga tangan mereka.

"A-annyeong, naneun Lee Donghae imnida,"sapanya sambil membungkukkan badannya 90 derajat sekedar memberi kesan hormat pada ketiga juri yang akan menilai dia.

"Langsung saja,"kata salah satu juri itu datar, Donghae menelan ludahnya perlahan. Ia kembali menarik napasnya pelan dan mulai membuka mulutnya, lalu bernyanyi.

...

Other side

"MWOYA!?"Teriakan memenuhi dorm Super Junior yang berada di lantai 12 itu.

Sang leader memijit keningnya pelan mencoba agar pusing dikepalanya menghilang. "Aku tau ini ide yang sangat buruk,"desahnya pelan.

"Yah! Tidak usah berteriak seperti itu! Ini dorm bukan pasar!"Bentak sang diva—panggil saja seperti itu karena memang ia terlihat seperti itu/?—itu pedas. Semua member tampak diam sambil tetap berbisik satu sama lain. "Yah!"Kembali sang diva itu berteriak.

"Sudahlah, Chullie.."Pria berperawakan chinesse itu menepuk pundak sang diva. Sang diva hanya memberi namja itu death-glare lalu kembali duduk dengan tenang.

"Jadi bagaimana ini, hyung?"Tanya salah satu member pada sang leader. Sang leader hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu. Lalu berkata,"terima saja apa mau orang tua itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi."Semua orang disana mendesah pelan.

"Ah! Katanya mereka sudah menemukan orangnya! Dan ia akan bertemu kita...besok."Seluruh member pun mengerubungi namja bunny itu yang saat ini tengah memegang ponselnya.

"Jinjja?"

"Seperti apa kira-kira ya orang itu?"

"Aku harap ia bisa bermain Starcraft,"semua member pun melihat kearah sang maknae dengan tatapan aneh.

"Apa? Aku kan hanya bercanda"balasnya sambil membela diri. Yang lain hanya memutar bola mata mereka.

...

"Bagaimana audisimu, Hae?"Tanya Seohee setelah Donghae sudah benar-benar masuk ke dalam mobilnya. Ia melihat wajah Donghae yang berbinar-binar, Seohee tertawa pelan.

"Kau percaya itu kan noona? Aku lulus! Noona aku lulus! Kyaaa~"ia berteriak kegirangan, rasanya seperti mimpi. "Kita harus merayakan kelulusanmu Hae!"

Donghae mengangguk antusias. Ia tidak pernah merasa sesenang ini dalam hidupnya—atau mungkin setelah kehilangan sang ayah, ia tidak pernah merasa sesenang dulu.

"Ah iya, apa mereka memberitahumu kapan kau bisa masuk, hm?"

"Ne! Mereka mengatakan besok aku akan bisa segera bertemu dengan member lainnya."balas Donghae dengan nada riang. Seohee mengacak rambut Donghae pelan.

"Hm, tampaknya kita harus berbelanja pakaian namja untukmu. Aku yang traktir, neh?"tawar Seohee pada Donghae.

Donghae membulatkan matanya, "Jinjja, noona? Wah! Kau baik sekali~!"Spontan ia memeluk lengan Seohee yang jelas-jelas saat itu sedang memegang kemudi mobilnya. Mobil mereka sedikit berbelok kearah kiri, Seohee memberikan death-glarenya pada Donghae sementara Donghae hanya bisa memberikan Seohee cengiran khasnya.

...

"Nah Hae, pilihlah baju sesukamu."ujar Seohee.

Saat ini mereka tengah berada di salah satu toko kecil yang menyediakan baju-baju namja. Harga yang di patok juga tak terlalu mahal sehingga toko itu cukup ramai dikunjungi.

Donghae melihat sekitar toko itu dan mulai mengambil beberapa kaos beserta jeans dan sweatpants. Ia berpikir ia akan mendapat baju lagi di dorm barunya nanti maka dari itu ia tidak mengambil banyak baju untuknya.

Setelah selesai memilih ia menghampiri Seohee yang sedari tadi menunggunya, lalu mereka berdua pun menuju kearah kasir dan membayarnya—dengan uang Seohee tentunya.

"Wah, kalian pasangan yang sangat manis, eoh~"goda sang penjaga kasir pada Donghae dan Seohee.

"M-mw—"

"Ah, begitukah? Gomawo,"balas Seohee cepat sebelum Donghae bisa memprotes ucapan penjaga kasir itu. Sang penjaga kasir hanya membungkukkan badannya sambil memberikan belanjaan mereka—Donghae saja tepatnya. Mereka berdua pun keluar dari toko itu.

"Yah, aku kan bukan namja chingumu, noona."rengeknya pada Seohee dengan pout yang tertera dibibirnya.

"Aish, sudahlah Hae."balasnya malas.

...

Keesokan harinya

At SMe's building.

"Silahkan masuk" Ke 12 orang itu pun membungkuk hormat lalu masuk dan mengambil tempat kosong untuk duduk melingkar dengan meja bundar didepan mereka.

"Kalian sudah tahu bukan maksud kedatangan kalian kesini?"Tanya sang CEO—Lee Sooman—pada ke 12 anak didiknya itu. Mereka semua mengangguk, Sooman tersenyum.

"Bagus. Ku harap dengan bertambahnya satu member dalam tubuh Super Junior, Super Junior akan tenar dan mendunia, neh?"lanjutnya sambil mengulas sebuah senyum. Ke 12 orang itu hanya mengamini ucapan sang sonsaengnim.

"Lalu dimana member baru itu?"ucap sang diva Super Junior itu agak tak sopan. Sang leader menginjak kakinya pelan. Sang diva meringis pelan dan menatap sang leader tajam.

Lalu terdengarlah suara ketokan dari luar dan mereka mengansumsikan bahwa itu lah sang member baru. "Silahkan masuk."perintah Sooman.

Pintu ruangan itu pun terbuka, Donghae masuk setelah sebelumnya ia membungkukkan badannya.

"An-annyeong, mian saya terlambat."

Sooman pun bangkit berdiri dari kursinya dan menghampiri Donghae. "Ne, ne. Tak apa. Sekarang perkenalkan dirimu pada mereka."

Donghae mendongak dan menatap satu per satu calon bandmatenya. "Naneun Lee Donghae imnida, mohon bantuannya."ujarnya sambil kembali membungkukkan badannya.

"Nah aku akan meninggalkan kalian disini, silahkan berkenalan dengan Donghae lebih lanjut."ucapnya lalu menghilang dibalik pintu. Suasana mendadak sunyi sampai sang leader maju dan mendekati sang member baru.

"Naneun Park Jung Soo imnida, panggil saja aku Leeteuk-hyung atau Teukie-hyung. Aku leader dari Super Junior sekaligus member tertua disini,"kata Leeteuk memperkenalkan diri sambil tersenyum dan menampilkan dimplenya. Donghae mengangguk gugup.

"Lalu yang diujung sana ada Kim Heechul, Hankyung—yang merupakan satu-satunya member dari China—Kim Jong Woon atau Yesung, Kim Young Woon atau Kangin, Shindong, Sungmin, Hyukjae atau Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan yang terkahir Kyuhyun,"jelas Leeteuk sambil memperkenalkan dan menunjuk setiap member pada Donghae. Donghae mengangguk lagi.

Sungmin menghampiri Leeteuk dan Donghae. Ia berdiri tepat di depan Donghae sambil tersenyum manis.

"Umurmu berapa, Donghae-ssi?"

"19 tahun, err.."

"Minnie hyung, panggil saja begitu neh? Ah! Kau sangat manis, Hae!"ucap Sungmin gemas lalu mencubit kedua pipi Donghae. Donghae merona dan meringis pelan akibat cubitan Sungmin yang bisa dikatakan cukup keras.

Lalu seluruh member pun menghampiri Donghae sambil memperkenalkan diri mereka lebih rinci. Donghae tertawa pelan dan lega—ia tak menyangka sambutannya di Super Junior akan seperti ini.

Perlahan ia mulai mempelajari satu-satu tentang masing-masing member. Misalnya seperti Kangin yang dianggap sebagai Appa dan Leeteuk sebagai Umma. Yesung yang terobsesi dengan kura-kura, Siwon yang bisa dibilang member paling taat beribadah, Kyuhyun sang game-freak, Ryeowook dan Hankyung yang merupakan koki Super Junior, dan lain-lain.

Duo Minwook yang merupakan member paling manis—menurut Donghae—terus saja menyuguhkan Donghae berbagai macam pertanyaan seperti dari mana asalnya, dimana ia tinggal, keluarganya, sampai bertanya dari mana ia mendapatkan wajahnya yang seperti anak berumur 5 tahun itu.

Dengan sabar Donghae menjawab tiap pertanyaan yang diberikan sambil tetap memberikan senyuman manis andalannya—hingga membuat Sungmin dan Ryeowook berteriak-teriak gemas. Benar-benar tak ingat umur mereka ini.

Sang diva pun ikut ambil bagian. Ia bahkan mengatakan agar Donghae memanggilnya dengan namanya saja dan membuat semua member terkejut.

Jarang sekali Heechul membolehkan orang yang lebih muda darinya memanggil dengan namanya saja tanpa embel-embel hyung. Bahkan dongsaeng-dongsaeng di Super Junior saja harus memanggil mereka dengan sebutan hyung—tanpa terkecuali, begitu aturannya.

Tapi Donghae menolak dan akan tetap memanggil Heechul dengan sebutan hyung. Heechul hanya mengangguk dan merangkul tubuh Donghae yang terbilang lebih kecil dari member-member lainnya—bahkan lebih kecil dari sang eternal maknae, Kim Ryeowook.

Lalu pandangan Heechul beralih kepada satu-satunya member yang masih duduk sambil bertumpu dagu. Heechul memutar bola matanya.

"Yah, Hyukjae kemari! Untuk apa kau berada disana, eoh?"

Semua member mengalihkan pandangannya pada Hyukjae yang tengah duduk diam itu. Donghae mengintip Hyukjae dibalik tubuh tegap Siwon.

'Aku tak ingat ia ada disini tadi..'gumam Donghae pelan,

"Aish,"umpat Hyukjae pelan. Hyukjae pun bangkit berdiri dan berjalan kearah Donghae.

"Lee Hyukjae imnida, terserah panggil aku apa,"ujarnya ketus tanpa memandang Donghae sedikit pun.

"Err ne, H-hyukjae hyung?"balas Donghae takut. Yah, pasalnya ia baru pertama kali bertemu dengan orang yang secuek Hyukjae, padahal semua orang yang pernah ia temui kebanyakan menyukai dirinya.

Semua member termasuk Donghae dan Hyukjae diam. Dalam hati mereka bertanya, mengapa Hyukjae bisa sedingin itu, padahal ia adalah tipe orang yang ramah dan suka berinteraksi dengan orang lain. Suasana kembali hening. Sampai tiba-tiba Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka dan berkata, "Kau bisa bermain Starcraft, bukan?"

"Eh?"Donghae memiringkan kepalanya bingung. Bukannya dijelaskan, seluruh member hanya tertawa dan menggumamkan 'kau lucu sekali Donghae'. Donghae yang masih berada dalam rangkulan Heechul hanya bisa ikut tertawa.

.

To Be Continued.

A/n: new chapter holla~!/timpuk/ another short chapter i guess xD

saatnya balesin ripiu dulu ne xD

BabyAlien93: neh! betul haha xD /tebar bunga/ begitukah?/siapin tissue/ gomawo sudah ripiu~

Elfishy: yaps, betul~n_n coffee prince?wah saya belum nonton drama itu xD ini sudah lanjut~ gomawo sudah ripiu~

Hima Sakusa-chan: ini sudah bertemu kok~xD ne, jadi bayangkan hae seperti yeoja ne!/maksa/ gomawo sudah ripiu~

auhaehae: ini sudah lanjut~ gomawo sudah ripiu~~

Cutefish: ah betulkaah~keke. semoga bisa memuaskan keinginanmu yaa xD gomawo sudah ripiu~~

pink: iya dong, kaya yang bikin ne:3 kyakya~gomawo sudah ripiu~

Cho Kyura: i glad to see you review mine~thankyou dear/kisses/haha xD ini sudah lanjut~gomawo sudah ripiuu~

babyAngelTeuk: iya~doakan saja yaa~keke. gomawo sudah ripiu~~

wonnie: gomawo sudah ripiu~~

Fishii: sudah lanjut~gomawo sudah ripiuu~

JejeKyu Red Saphire: mari kita lestarikan ff eunhae huhu;; gomawo sudah ripiu~

sekian!

Mind to Review?~^^