Rise Stronger Shifter

Ch.02

5 Tahun setelah Kejadian itu

"Hoaam" Nampak sosok dengan berambut kuning itu menguap, sosok itupun mengucek-ucek matanya menjernihkan penglihatannya yang sedikit rabun saat ia baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu

Sosok itupun lalu berjalan menuju wastafel untuk mencuci mukanya agar menghilangkan rasa kantuknya yang tetap saja menghantuinya mencoba untuk membuat dirinya kembali ke ranjang untuk meneruskan tidurnya

Byuur byuur

Kini wajah itu benar-benar fresh sekarang setelah mencuci mukanya, nampak wajah yang semula layu dan tak bersemangat itupun tergantikan oleh wajah tampan dan sebuah tanda lahir yang mirip dengan kumis kucing yang ada di kedua pipinya , wajah itu benar-benar tanpa ada cacat ditambah rambut kuning sosok itupun menambah kesan tampan bagi sosok itu

Naruto Namikaze atau nama aslinya adalah Naruto Reiss itulah nama pemuda itu, seorang pemuda yang ceria dan juga seorang pemuda dengan kekuatan Shifter miliknya yang 5 tahun yang lalu melompati sebuah dinding Rose untuk membawa Eren, Mikasa dan ibu mereka yaitu Carla untuk menyelamatkan mereka dari para titan yang membobol dinding Maria kala itu

Kini Naruto benar-benar berbeda dari 5 tahun yang lalu, dulu dia masih seorang anak kecil dengan wajah yang membuat semua orang yang melihatnya ingin mencubitnya, dan sekarang wajah itu terganti dengan wajah yang membuat semua wanita merona kala melihatnya, bukan hanya itu, perut Naruto benar-benar six pack membuat dirinya benar-benar menjadi pemuda idaman bagi semua wanita

'Well, lihatlah dirimu Naruto, kau benar-benar sangat-sangat cool, aku ingin tau bagaimana reaksi para kadet itu saat melihatku' batin Naruto sambil tersenyum bangga pada dirinya sendiri

"Tcih, Kau mulai lagi, aku sudah muak melihatmu seperti itu Naruto, kita sudah hidup ratusan tahun dan kau sudah bertemu dengan banyak perempuan dan menikahinya lalu membuat anak, dan kau melakukan berkali-kali, setidaknya jangan bangga dengan wajah mu itu, kau nampak muda gara-gara aku tau" Ucap sebuah rubah yang mempunyai 9 ekor yang dijuluki sebagai Kyubbi No Youkou

'Ara...kau iri ya Kurama?, seekor Kyubbi ternyata bisa iri juga ternyata' ucap Naruto lewat telepati menggoda Partnernya yang sudah menemani dirinya selama ratusan tahun dalam kehidupanyannya yang abadi

Ya, Naruto sebenarnya adalah Namikaze Naruto sang pahlawan Shinobi yang berjaya mengalahkan Madara pada masanya itu dan jangan lupa kalau dia adalah Demi God karena dia adalah reinkarnasi dari Ashura, anak dari Rikudou , dan sebab itu kenapa Naruto bisa hidup sangat lama dibandingkan para Sahabatnya itu

Kala Era Shinobi berjaya, istri pertamanya adalah Namikaze Sakura atau Haruno Sakura, mereka mempunyai anak tiga yaitu, Kushina, Shinachiku, Hirumi, mereka dulu hidup dengan penuh keceriaan sampai akhirnya Sakura dan ketiga anaknya juga mati dimakan usia

Setelah Sakura mati Naruto tidak tau harus melakukan apa dengan kehidupan abadinya itu, dirinya benar-benar mengutuk kehidupannya itu, yang dia lakukan adalah mencari kebahagiaan dengan membuat keluarga dan itu ia lakukan hingga sekarang

Salah satu keluarganya yaitu bangsa Reiss yang dulu adalah raja kaum Eldian, tapi sekarang mereka sudah mati dan menjadi Titan karena ulah dari bangsa Marley dulu

Di sepanjang kehidupannya, pengguna Chakra mulai berkurang bahkan sekarang sudah tidak ada lagi pengguna Chakra, oleh sebab itu dirinya juga tidak pernah mengeluarkan kekuatan aslinya yang sangat Over Power atau sekarang dibilang Godlike

"Aku bukan iri, hanya saja kau harusnya menjadikan salah satu perempuan yang kau sayangi menjadi abadi seperti mu" ucap Kurama sambil menutup matanya mencoba untuk merilekskan badannya yang pegal akibat tidak banyak bergerak

'Bagaimana caranya' tanya Naruto dengan wajah Innocent karena dirinya tidak tau bagaimana caranya melakukan itu

Kurama ingin sekali menepuk kepalanya mendengar pertanyaan polos dari Naruto, apakah segitu bodohnya Partnernya hingga tidak tau hal itu, sepertinya dirinya harus mencoba bersabar saat bersama dengan partnernya yang bodoh itu

"Hah...apakah kau sudah lupa dengan jurus Creation All Thing yang kau punya?, kau bisa memakai hal itu untuk menjadikan seseorang mempunyai chakramu yang akan membuat orang itu bisa hidup panjang seperti dirimu, walaupun resikonya Chakramu benar-benar terkuras habis" ucap Kyubbi menjelaskan pada Naruto dengan sabar

Naruto terdiam mendengar penjelasan Kurama, bagaimana dia bisa melupakan kalau dirinya mempunyai jutsu itu, sepertinya otaknya perlu diasah lebih detil lagi agar bisa mengingat kejadian-kejadian yang pernah ia alami

'Hmm kau benar juga Kurama, tapi aku tidak tau siapa yang akan menemaniku, lebih baik kita menatap kedepannya dulu, aku tidak ingin membahas hal itu sekarang waktunya aku berangkat menuju tempat para kadet baru itu berada, ayo Kurama' ucap Naruto dengan senyuman yang mengembang di pipinya

"Huh terserahmu saja, aku ingin tidur, awas kalau kau mengangguku blonde" Naruto hanya Sweatdrop saja mendengar ucapan dari Kurama itu

"Huh dasar rubah pemalas"

RayNaruKushi...

"Selamat bagi kalian yang menjadi anggota ke 104" ucap seseorang dengan jaket hitam wajah menyeramkan mencoba untuk mengimidasi semua orang yang ada di area itu, sepertinya wajah menyeramkan dari orang itu berhasil membuat sebagian dari mereka ketakutan

"Kalian sepertinya tidak mempunyai keberuntungan yang kuat, Namaku Keith Shadis dan kalian akan berada dalam bimbinganku selama 3 bulan, bersiaplah merasakan neraka saat pelatihan ini kadet, aku tidak akan segan menendang bokong kalian" mendengar hal itu para kadet baru itu hanya bisa meneguk ludah mereka dengan kasar, sepertinya mereka akan merasakan hal yang sulit dalam latihan mereka ini

Keith Shadis nama instruktur itu, menatap wajah-wajah yang didepannya itu, nampak sebagian dari mereka menatap dirinya dengan wajah ketakutan, tapi juga ada yang hanya menatap dirinya biasa tanpa ada rasa takut

Shadis lalu mendekati seseorang berambut kuning sedikit kecoklatan dia lalu menatap orang itu dengan pandangan mengimidasi, "Siapa namamu Kadet!" tanya Keith dengan suara seperti membentak

Kadet itu sontak memberikan hormat pada instruktur itu, "Namaku Jein Kirstein dari Trost" ucap kadet itu bernama Jean itu, dia berusaha semampu mungkin untuk tidak kelihatan gugup pada instrukturnya itu

"Jean Kirstein kah, jadi apa yang kau lakukan disini" ucap pelan Shadis tapi tidak mengurangi aura imidasi bagi para kadet baru yang ada didepannya

"Aku ingin bergabung dengan Kepolisian dan tinggal di Sina" ucap Jean keras memberikan alasan kenapa ia berada disini

Duakkh

Jean hanya bisa meringis kesakitan saat kepalanya membentur kepala instruktur itu yang membuat dirinya terjatuh, Jean lalu menatap kearah wajah instruktur mereka, nampak wajah tidak senang terlihat pada wajah menyeramkan itu

"Tidak ada tempat bagi seorang pengecut bagimu kadet" dengan perkataan itu Shadis lau meninggalkan Jean yang masih saja meringis kesakitan sambil memegang dahinya yang terasa sakit akibat ulah Keith Shadis itu

Shadis lalu berjalan kembali, sekarang dia menatap seseorang dengan rambut kuning dan postur tubuhnya sedikit lebih pendek dari yang lainnya, "Siapa namamu Nak" tanya Shadis sambil mencoba membuat takut kadet didepannya

"Ha'i namaku adalah Armin Alert dari Shingashina" ucap Armun tanpa ada rasa gugup sedikit pun pada perkataannya

"Saya bergabung untuk mengabdi pada raja dan menyelamatkan manusia dari para titan" ucap Armin lantang dihadapan Shadis yang membuat instruktur itu terdiam karena alasan Armin bergabung disini

"Menyelamatkan Manusia kah, jangan bercanda nak mungkin kau yang akan dimakan terlebih dahulu daripada yang lain" ucap Shadis dengan komentar yang pedas pada Armin lalu meninggalkan Armin begitu saja tanpa rasa bersalah

Shadis lalu berjalan lagi mengecek para kadet yang berjejer rapi, tanpa sengaja ia melihat seseorang sedang memakan sebuah kentang secara diam-diam, Shadis lalu mendekati perempuan yang sedang memakan kentang itu

"Hei kau.." ucap Shadis dengan glarenya mencoba menarik perhatian dari perempuan itu, tapi sayangnya entah perempuan itu tidak mendengarnya atau terlalu asik memakan kentang yang ada ditangannya membuat dirinya tidak menggubris panggilan dari panggilan Shadis

"KAU YANG DISANA!" barulah saya Shadis berteriak dengan Kencang, perempuan itu berhenti memakan kentang yang ia bawa lalu melihat kearah Shadis dengan hormat

"Namaku Shasha Braus a-" "Kenapa kau memakan kentang di saat seperti ini" belum sempat Shasha menyelesaikan perkataannya Shadis terlebih dahulu menanyainya tentang tindakan yang ia lakukan tadi

Para kadet baru hanya menatap diam-diam Shasha dengan pandangan kasihan, mereka tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, mereka hanya bisa berharap jika teman mereka itu selamat dari instruktur mereka yang menyeramkan itu

Shasha menelan ludahnya dengan kasar melihat wajah Shadis yang bagaikan siap menerkam dirinya, beberapa kali dia mencoba agar tetap berdiri tegak bil menatap Shadis yang menatapnya dengan glare yang cukup membuat nyalinya ciut

"Aku ulangi, kenapa kau memakan kentang itu sekarang?" tanya Shadis pelan tapi setiap kata-katanya membuat para kadet baru itu merinding

"Karena...kentang akan terasa enak saya dimakan waktu kentang itu hangat" ucap Shasha pelan membuat para kadet menatapnya dengan pandangan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Shasha, hanya soal sepele saja perempuan itu melanggar aturan disini, benar-benar perempuan gila batin mereka

Shadis hanya diam saja, dia Benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh kadet didepannya, hanya soal sepele itu saja, kadet itu memakan kentang itu di hadapannya, benar-benar sebuah kejutan bagi dirinya

"Ara...sepertinya kau melakukan tugas itu dengan baik, Shadis" ucap seseorang menginterupsi semua orang tersebut menatap kearah belakang Shadis, nampak wajah tan dengan rambut kuning cerah sedang menatap mereka dengan senyuman hangat

"Naruto?, kukira kau ada tugas hari Ini" ucap Shadis sambil menatap Naruto yang ada dibelakangnya, nampak Naruto tersenyum padanya dan membuat semua perempuan yang disana merona akibat senyuman itu

"Huh...tugas kecil saja, membunuh titan yang ada diluar dinding, tidak lebih" ucap Naruto enteng dengan tugasnya itu membuat para kadet baru yang mendengarnya melebar tak percaya dengan ucapan dari orang tersebut

Terlebih Mikasa yang shok setelah melihat orang itu, bukan karena ucapan dari Naruto tapi melainkan panggilan dari instruktur mereka yang menyebut nama 'Naruto' pada orang tersebut, mungkinkah itu dia

'Apa itu kau Naruto-kun' batin Mikasa sambil mengamati orang tersebut yang nampak sedang berbincang dengan Shadis, yang ia tidak tau apa yang mereka perbincangkan, Mikasa tidak tertarik dengan pembicaraan itu dia hanya tertarik pada pemuda kuning itu

Shadis lalu melihat para anak asuhnya itu, nampak mereka bingung dengan temannya itu, sepertinya dirinya harus memberitahukan siapa orang tersebut, "Perkenalkan dia adalah Kapten Namikaze Naruto dari Divisi Scouting Legion, dia kesini sebagai pembimbing kalian juga" ucap Shadis memperkenalkan temannya itu

Banyak respon yang mereka tampilkan, ada yang senang, terkejut, bahkan ada yang bangga dengan instruktur mereka kali ini, salah satunya adalah Eren Yeager dia benar-benar beruntung dilatih oleh salah satu pasukan Scouting Legion

Sedangkan Naruto hanya merespon para kadet itu dengan senyumannya, matanya lalu melirik satu persatu para kadet baru itu, matanya lalu tak sengaja melihat kearah Miaksa yang menatap dirinya dengan pandangan tak percaya

Naruto lalu mendekati Mikasa membuat semua perhatian menuju kearah Kapten Scouting Legion itu, dia lalu menatap kearah Mikasa yang terkejut dengan apa yang ia lihat, Naruto lalu membisikkan sesuatu pada Mikasa dan hanya mereka berdua yang tau

"Sepertinya kau menemukanku Mikasa-chan" bisik Naruto membuat mata Mikasa melebar dan juga sebuah rona merah berada di kedua pipinya, akhirnya, setelah dirinya mencari pemuda itu akhirnya dirinya sekarang menemukan pemuda yang ia cinta , rasanya dia ingin sekali memeluk tubuh Naruto sekarang tapi pemuda itu mengintrupsinya agar tidak melakukan hal itu sekarang

"Temui aku saat makan malam, Mikasa-chan" bisik Naruto dan diberi jawaban sebuah anggukan oleh Mikasa

Naruto lalu kembali berjalan menuju Shasha yang sekarang juga menatap dirinya, "Jadi namamu Shasha Braus bukan, perkenalkan namaku Namikaze Naruto" ucap Naruto memperkenalkan dirinya sendiri pada Shasha

"Kau tau itu adalah tindakan heroik yang pernah aku temui" ucap Naruto pada Shasha sambil memegang pundak Shasha tak lupa sebuah senyuman yang selalu ia tampilkan saat bertemu dengan seseorang

Para Kadet itu hanya bingung saja dengan penjelasan dari Naruto, tindakan yang melanggar aturan itu disebut heroik?

"Melanggar aturan memang tidak benar, tapi jika itu saat keadaan terdesak maka kau berhak untuk mematahkan aturan itu" ujar Naruto serius pada semua kadet baru yang ada di tempat itu, Naruto bukannya asal bicara dia memang sudah melakukan hal itu berkali-kali bahkan dirinya sudah tidak ingat sudah berapa kali dia melanggar sebuah aturan

Shasha hanya memandang Naruto kagum mendengar kata-kata itu , baru pertama kali dirinya mendengar penjelasan singkat tapi mempunyai bayak makna di dalamnya

"Tapi jika kau melanggar pasti ada sanksinya, sekarang cepat berlari mengelilingi daerah ini sampai jam makan malam" ucap Naruto tanpa rasa kasihan sedikitpun membuat Shasha mengeluarkan Anime Tearsnya sedangkan yang lain hanya memandang instruktur mereka satunya itu dengan sweatdrop

'Kau tidak berubah dari dulu Naruto-kun, selalu tegas pada semua yang kau Lakukan' batin Mikasa sambil tersenyum kearah Naruto yang sekarang sedang mengecek kehadiran para kadet baru yang ada disitu

Naruto lalu menutup buku absen yang ia pegang dari tadi, hmm sama dengan bulan-bulan yang lainnya semua kadet ikut serta dalam pelatihan ini, tapi dirinya pasti yakin ada yang gagal dalam tes kecil-kecilan ini

Naruto lalu menatap kearah langit yang dimana langit hari ini benar-benar indah, hanya beberapa awan saja yang ada di atasnya membuat keindahan itu tidak terlalu banyak di tutupi oleh awan yang bergumpal

'hahh sudah 5 tahun yah aku bergabung dalam Divisi ini' batin Naruto sambil mengingat kejadian oke hadiah saat ia bertemu dengan salah satu pasukan Scouting Legion

Flashback

APA-APAAN INI, APAKAH KAMI TIDAK BISA MENDAPATKAN MAKANAN LEBIH LAYAK

BERILAH KAMI SEDIKIT MAKANAN LAGI UNTUK ANAKKU

KUMOHON TOLONG KAMI

Begitulah teriakan dari para pengungsi yang ada disitu, mereka sudah beberapa hari berada di pos pengungsian untuk bertahan hidup tapi jumlah mereka yang terlalu banyak membuat banyak para pengungsi saling berebut makanan satu sama lain

Ini semua terjadi karena serangan Titan Amored yang membobol dinding Maria setelah berhasil masuk dalam Shinghashina, Titan beramor itu berhasil membobol dinding Maria dengan kecepatannya yang tak terduga dan lebih cepat dari pada titan lain

Hal itu membuat para manusia yang berada dalam dinding harus kehilangan seperlima dari jumlah manusia yang berada di dalam dinding, lebih parahnya sang raja memberikan perintah agar setengah dari jumlah korban yang selamat dari serangan Titan untuk menuju ke dalam dinding Maria yang yang sudah dijebol untuk mempermudah pembagian makanan, dan rupanya rencana itu berhasil membuat jumlah korban yang selamat turun dan raja bisa memberikan makanan pada pengungsi tanpa takut kehabisan bahan makanan untuk mereka sendiri

"Oi apa yang kau lakukan, cepat mengantri jangan main serobot saja" suasana di pengungsian itu nampak semakin memanas saja saat beberapa orang berusaha untuk menerobos antrian untuk lebih cepat mendapat bahan makanan

"Minggir, aku tak peduli! Aku sudah tidak makan dari kemarin, berikan aku jalan agar aku dapat mengambil makanan untuk diriku sendiri, minggir!" Suasana semakin gaduh saja, saat kedua orang itu memulai perkelahian yang tidak ada artinya itu

Orang-orang yang kebetulan ada disitu berusaha melerai mereka tapi mereka tidak berhasil menenangkan kedua belah pihak tersebut, baku hantam pun mulai terjadi pada kedua orang itu mereka tak segan untuk mengerahkan semua tenaganya untuk saling menyerang

Tak

Salah satu orang itu terkejut saat tangannya ditahan oleh sebuah tangan lain yang ikut campur dalam perkelahiannya, dirinya lalu menatap pemilik tangan itu nampak seorang bocah berusia 14 tahun sedang menatap mereka berdua dengan pandangan tajam dan sulit diartikan bagi siapapun yang melihatnya

"Oi bocah, harusnya kau tidak ikut campur dalam masalah kita atau kau tau akibatnya" ujar orang tersebut berusaha membuat bocah itu takut tapi sepertinya itu tidak berhasil saat melihat wajah bocah itu hanya menatap dirinya dengan pandangan datar tanpa ekspresi diwajahnya

Bocah itu terdiam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya, matanya masih senantiasa menatap kedua orang yang sedang berkelahi itu, bocah Itu sama sekali tidak mengarahkan pandangannya kearah lain selain mereka berdua

"Aku tidak mengerti.." ujar bocah itu tanpa mengeluarkan ekspresi apapun dari wajahnya

"Kenapa hanya karena makanan kalian menjadi layaknya hewan seperti ini" kata-kata dari bocah itu Benar-benar sangat menyakitkan bagi kedua orang itu, berani sekali anak berusia lebih muda dari mereka mengejek mereka dengan sebutan 'hewan'

"Oi siapa namamu" tanya salah saru orang itu dengan kesal

"Namaku Namikaze Naruto" ucap Naruto dengan singkat, padat dan jelas pada kedua orang itu

Mendengar itu orang tersebut dengan kesal lalu mengangkat Naruto sambil terus memberinya glare dengan harapan kalau Naruto bisa ketakutan

"Dengarlah nak, sepertinya aku harus memberikan kau-"

Duakkhh

mata semua orang yang ada disitu melebar saat anak itu dengan sukses menendang orang tersebut yang membuat orang tersebut terkapar sambil memegang perutnya yang sakit akibat terkena tendangan dari Naruto

Sementara orang satunya hanya menggeram marah saja saat anak itu bisa mengalahkan lawannya dengan mudah, dirinya lalu berusaha untuk memukul anak itu tapi saking cepatnya anak itu atau dirinya saja yang lambat pukulannya selalu meleset

Kraaakk

Orang tersebut mau tidak mau merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan saat jari-jarinya dipatahkan oleh anak itu, rasanya dirinya ingin menangis saat merasakan rasa sakit yang teramat sangat itu

Duakkh

Dengan cepat Naruto lalu menendang kepala orang tersebut sampai membuat orang itu terkapar ditanah dengan darah yang keluar dari bibir dan hidungnya

Banyak orang lalu kedua orang tersebut untuk mengecek keadaan mereka, nampak kedua orang itu dalam kondisi yang mengenaskan satu orang sedang memegang perutnya yang kesakitan satunya lagi sudah terkapar pingsan

"Minggir!, apa yang terjadi disini" para penduduk sedikit menjauhi tempat itu saat melihat beberapa anggota Kepolisian sedang berjalan menuju kedua orang tersebut, nampak anggota kepolisian itu sedang mengecek kedua orang itu lalu membawa mereka entah kemana

Nampak salah satu dari mereka menanyai apa yang terjadi pada kedua orang yang tadi mau berkelahi itu

Jauh dari situ nampak Naruto yang tadi dalang dibalik kekacauan itu sedang memakan buah apel yang ia pegang sambil menatap kerumunan itu dengan pandangan malas tanpa ada niat untuk memberitahu bahwa dirinya yang melakukan itu

"Pemandangan yang kau benci bukan Naruto" Ucap Kurama sang partner sambil memejamkan matanya membiarkan dirinya rileks sejenak dan juga Merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat tidak pernah ia gunakan kembali sesudah PDS-4 selesai

Naruto hanya mengangguk saja menyutujui perkataan dari Paetnernya itu, dia memang benar-benar sangat benci dengan pemandangan yang ia lihat tadi

Hanya karena sebuah makanan mereka berkelahi?, kaumnya benar-benar sudah melenceng dari sifat aslinya, mereka sekarang arogan dan juga bodoh sangat berbeda saat era Shinobi berlangsung yang pada saat itu semua orang bersikap ramah dan sopan pada semua orang,rasanya saat mengingat itu Naruto kembali teringat dengan dirinya pada masa lalu

"Kau yang melakukan hal itu bukan" Naruto dengan malas melirik kearah sampingnya dimana terlihat seseorang dengan tampang datar yang sama dengan teme temannya itu sedang berdiri tegak menatap dirinya

"Lalu apa yang kau Mau?" tanya Naruto malas sambil memandang kearah lain untuk merilekskan badannya akibat penggunaan Titann Shifter miliknya yang menguras banyak tenaga

Orang tersebut nampak diam sambil melirik Naruto yang kini bersandar di antara bangunan rumah para penduduk dengan pandangan yang belum menampilkan sebuah ekspresi tentang sifat Naruto yang ada didepannya

"Aku ingin kau bergabung dengan Scouting Legion" ucap Orang itu dengan nada serius dan juga dingin pada Naruto

Naruto berhenti memakan apelnya yang kini hampir habis itu, bergabung dengan Scouting Legion yah, itu belum terpikirkan olehnya 'Bagaimana menurutmu Kurama' ucap Naruto lewat telepatinya

"Kurasa itu salah satu pilihan yang menarik, aku tidak sabar untuk merenggangkan otot-ototku ini" ucap Kurama yang menampilkan senyum rubah membuat Naruto Sweatdrop mendengar alasan Kurama

'dasar kukira kau adalah rubah pemalas, mana sikap acuh tak acuhmu Kurama' ucap Naruto mengejek Kurama dan hanya dibalas dengan dengusan oleh Kyubbi No Youkou itu

Naruto lalu menatap kearah pria itu, nampak pria itu masih saja melihatnya dengan tatapan yang membuatnya kesal, "Baiklah aku setuju, apa yang harus kulakukan untuk bergabung dengan Scouting Legion" tanya Naruto sambil melanjutkan memakan apel yang dari tadi belum ia habiskan

"Baiklah ikut denganku, oh aku lupa memperkenalkan diriku, namaku Levi Ackerman kopral dalam divisi Scouting Legion" ucap Levi sambil berjalan menuju markas diikuti oleh Naruto yang ada dibelakangnya

Naruto hanya mengganguk saja mendengarnya, pikirannya sekarang tertuju pada nama Ackerman dibelakang nama pria itu, dia benar-benar dibuat kaget saat melihat ada seorang Ackerman Selain Mikasa yang masih hidup disini, dia kira clan itu punah dan hanya meninggalkan Mikasa yang masih hidup tapi ternyata masih ada Ackerman lain yang masih hidup, benar-benar diluar dugaannya

Naruto lalu menatap kearah Levi yang ada didepannya, pantas saja sifatnya sama dengan sahabatnya, dia sekarang tidak heran lagi, Clan Ackerman dahulu itu bernama Uchiha tapi seiring Chakra itu punah Maka Clan itu berganti nama sebagai Ackerman

Dirinya terus mengikutinya Levi dari belakang hingga mereka sampai di sebuah bangunan dimana semua orang yang ada disitu adalah anggota dari Scouting Legion, inikah markas mereka well lumayan pikir Naruto

"Masuk Kesini Naruto" ujar datar Levi sambil membukakan salah satu pintu disana, Naruto dn Levi lalu memasuki ruangan itu terlihat ruanagb itu seperti kantor komandan mereka

Terlihat seseorang yang sedang duduk di depan mereka nampak melihat kearah mereka berdua, 'apakah itu adalah komandan Erwin' batin Naruto sambil melihat kearah Erein yang sedang duduk melihati dirinya

"Ada apa kau ke sini dengan membawa seorang anak" tanya Erwin sambil menatap Levi dengan pandangan heran

"Aku mendapat seseorang dengan kemampuan spesial, kulihat dia mengalahkan dua orang dewasa, melihat itu dengan cepat aku langsung membawa anak ini kesini dan aku ingin dia bergabung dengan kita disini Erwin" ucap Levi memberikan alasannya kenapa dia membawa seorang anak kecil pada Erwin

Erwin hanya menatap Naruto dalam-dalam, apakah betul dia mengalahkan dua orang dewasa?, itu sangat mustahil dilakukan olehnya mengingat anak didepannya beluk berusia 20 tahun keatas, tapi jika itu benar maka dia tidak mau kehilangannya sebagai anggota dari Scouting Legion

Erwin lalu menunduk menyamakan tinggi anak itu dengan dirinya, dia bisa melihat mata biru shappire dari anak tersebut, mata itu kelam tapi tidak terlalu kelam, apakah anak ini pernah merasakan sesuatu yang membuat matanya begitu kelam?

"Siapa namamu nak?" tanya Erwin sambil terus menatap wajah Naruto

"Namaku Namikaxe Naruto" ucap Naruto memberi tahu namanya pada komandan dari Scouting Legion tersebut dengan nada datar dan dingin

Erwin hanya tersenyum saja mendengarnya, dirinya laku menepuk pundak Naruto, "Selamat datang Namikaze Naruto"

RayNaruKushi...

Skip time 3 Tahun

Bukan deras nampak mengguyur pulau ini sekarang, , nampak kuda-kuda yang mereka tunggangi juga kesulitan untuk berlari di tanah yang becek dan licin tersebut, bahkan banyak kuda-kuda yang mereka tunggangi terperosok yang membuat para pasukan terjatuh

Kali ini Scouting Legion sedang menjalankan tugasnya untuk menyelidiki dan membunuh titan yang ada diluar, nampak mereka sekuat tenaga berusaha untuk memacu kuda mereka dengan cepat, dibelakang mereka nampak titan-titan yang sedang berlari menuju arah mereka

"Kita mundur, kita tidak bisa melawan!,jumlah mereka sangat banyak tidak mungkin bagi kita untuk membunuh semuanya" teriak Erwin mengintrupsi semua anggotanya yang ikut dlam ekspedisi ini untuk mundur

Mereka benar-benar tidak dalam posisi yang Menguntungkan, titan semakin mendekat dan tidak ada pepohonan atau apapun untuk menggunakan 3D Manuever, mereka berusaha mencari seuatu yang bisa membuat alat mereka bekerja tapi sayang, mereka berada di sebuah area luar tanpa ada pohon disekeliling mereka

Erwin sedikit menutup telinganya saat suara kuda berteriak dengan keras, dia lalu menatap kearah belakangnya, nampak Naruto sedang berusaha memutar balik menuju kebelakang, apakah anak itu mau bunuh diri apa?

"Apa yang kau lakukan Naruto, kau mau mati di tangan Titan-titan itu, cepat kembali kesini" terima Erwin pada Naruto yang masih saja memacu kudanya menuju kearah para titan-titan itu

"Kau dahulu Nii-sama, aku akan mengulur waktu, kalian tidak mempunyai banyak waktu cepat pergi" Ucap Naruto yang semakin menjauhi Erwin dan para pasukannya

Erwin hanya menggertakkan giginya saja, dirinya lalu mengikuti Naruto dari belakang, dirinya sudah menganggap Naruto sebagai adiknya, dia tidak mau kehilangan Naruto

"Levi ikut denganku, dan yang lain kalian pergi menuju dalam dining!, biar kami saja yang menahan mereka" teriak Erwin memberikan arahan pada semua pasukannya, Erwin lalu memacu kudanya menyusul Naruto diikuti oleh Levi yang ada dibelakang mereka

"Ck, dasar Blonde merepotkan" gumam Levi sambil menyusul Naruto yang ada didepan, Levi benar-benar tidak tau isi kepala dari si blonde itu, dari dulu bocah itu tetap sama, walaupun dia beberapa tahun dibawahnya tapi pemikirannya melebihi dirinya

Kembali pada Naruto yang kini memacu sekencang mungkin kudanya menuju para titan yang ada didepannya, 'ini akan menjadi pertarungan yang sulit' batin Naruto sambil menghitung jumlah titan yang ada didepannya

Nampak jumlahnya 8 tapi semuanya adalah abnormal, dirinya harus berhati-hati dengan mereka, Naruto lalu melompat dari kudanya tanpa menggunakan 3D Manuever yang biasanya ia gunakan nampak Erwin dan Levi sedikit terkejut dengan yang dilakukan oleh Naruto

Tap Jrassh

Satu Titan berhasil tumbang ditangan Naruto saat mantan Ninja itu berhasil mengenai tengik titan tersebut, Naruto lalu menembakkan 3D Manuevernya pas di dekat leher titan yang tidak jauh darinya

Jrassh Jrassh

Terkejut, begitulah gambaran ekspresi Erwin dan juga Levi saat melihat Naruto menghabisi 2 titan sekaligus hanya dengan satu kali tembakan 3D Manuever, inikah kekuatan Naruto yang sebenarnya?, kenapa dia tidak bilang pada mereka?

Naruto lalu meloncat kearah bawah, tapi sebelum dirinya menyentuh tanah, dirinya kembali menembakkan 3D Manuevernya hingga kaitnya memutari dua titan yang lain, dengan itu Naruto benar-benar meluncur dengan cepat

Berbeda dengan kedua titan tadi, Naruto menebas kaki mereka membuat kedua titan itu tidak bisa menjaga keseimbagannya yang membuat titan-titan itu terjatuh, melihat hal itu Naruto laku melompat menuju atas mereka

Jrassh Jrassh

Naruto lalu melirik kearah belakangnya dengan terkejut, dia lupa kalau masih yang masih bisa berdiri, sialan dia benar-benar terfokus pada titan-titan utu dan membiarkan titan lain mendekati dirinya

Jrassh Jrassh Jrassh

Ketiga yang mendekati Naruto dengan cepatnya tumbang dan pelakunya tidak lain adalah Erwin dan Levi yang sudah ia duga akan mengikuti dirinya

"Oi sudah kubilang!, jangan bertindak seenaknya" ucap Erwin pada Naruto dan hanya dibalas idengan senyuman rubah milik Naruto

"Gomen...gomen tapi tidak ada cara lain selain itu" ucap Naruto sambil tertawa hampar di Hadapan kedua rekannya, Naruto bukan sembarangan melakukan hal itu jika dia tidak mengulur waktu, pasti titan-titan itu dengan mudah membunuh mereka semua

"Tapi..." Erwin hanya bergumam saja sambil melihat titan-titan yang sudah mereka bunuh menjadi uap, dirinya benar-benar terkejut saat melihat kemampuan asli dari Naruto, walaupun Naruto dibantu oleh dia dan Levi tapi Naruto berhasil membunuh 5 titan seorang diri dan tanpa terluka sedikitpun, sungguh mustahil bagi untuk dirinya

Kecepatannya hampir sama dengan Levi dan dia melakukannya saat diusia muda, sepertinya banyak misteri yang ada dalam diri seorang Naruto

"Oi Nii-sama" gumam Naruto pelan pada Erwin yang sudah ia anggap sebagai kakaknya, Erwin hanya diam saja Mendengarkan naruto

"Aku ingin membuat kelompokku sendiri Nii-sama"

Flashback Off

Naruto hanya menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya pelan mengingat hal itu, huh sepertinya dirinya terlalu lama melamun, dirinya harus menyelesaikan laporannya, walaupun rasanya dirinya ingin tetap disini

Naruto lalu menepuk pundak Shadis sambil tersenyum seperti biasa, "aku kembali, terus pantau mereka, aku ingin tau sekuat apa mereka itu karena mungkin tahun ini aku akan memasukkan beberapa dari mereka dalam pasukanku" ucap Naruto sambil berjalan menuju markasnya

Shadis hanya mengganguk saja lalu melanjutkan pengawasannya pada kadet-kadet baru itu walaupun sejujurnya dia heran kenapa Naruto tertarik pada pasukan tahun ini, well itu tidak masalah yang terpenting dia harus melakukan tugasnya sebagai instruktur dalam latihan ini

Skip Time

Terlihat sekarang para kadet baru sedang berkumpul menikmati makan malam, dan disalah satu meja terlihat Mikasa dan Eren serta Armin sedang dikerubungi oleh para kadet, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu

"Kau benar berasal dari situ?, apakah kau melihatnya" tanya salah satu dari mereka dengan wajah antusias saat mendengar bahwa mereka berasal dari Shinghashina

"Ya aku melihatnya, dia sangat tinggi bahkan lebih tinggi daripada dinding itu sendiri, fisiknya seperti tidak mempunyai kulit pada seluruh tubuhnya" ucap Eren menjelaskan sosok Collosal Titan yang dirumorkan titan tertinggi dalam sejarah

Semua orang itu hanya menganga tak percaya dengan cerita milik Eren, lebih besar daripada dinding?, apa jadinya mereka saat melawan titan itu, mungkin mereka akan mati dalam sekejab hanya dengan sebuah tendangan dari Collosal Titan

"Lalu bagaimana dengan Amored Titan?" salah satu dari mereka bertanya lagi

"Secara fisik dirinya layaknya titan biasa, tapi dia bisa berlari dengan cepat dan jangan lupa kulit kerasnya yang tidak bisa ditembus oleh meriam" ucap Naruto sambil mengingat-ingat Amored Titan yang bertarung dengan Titan Lightning Titan

"Lalu apakah dari semua titan, ada yang membuatmu menarik" semua orang menjadi diam saat mendengar pertanyaan itu, mereka sama-sama memikirkan sebuah titan yang mungkin berbeda dari yang lainnya

"Yang menarik yah..." gumam Eren, pikirannya dipaksa kembali saat dirinya melihat titan berzirah biru yang menyelamatkan dirinya serta keluarganya dari serangan para titan yang mengepung mereka kala itu

"Iya ada, dia adalah titan dengan zirah yang menarik bagiku, bewarna biru tidak seperti milik Amored Titan, dia juga mempunyai kecepatan dua kali lebih cepat dari Amorred Titan dia adalah-"

"Yo, apa yang kalian dengar disini" semua orang terkejut saat suara Naruto mengagetkan mereka yang sedang asyik-asyiknya mendengar cerita milik Eren, semua pandangan kini beralih pada Naruto sekarang

Naruto lalu duduk dengan mereka berhadapan dengan Eren dan Mikasa, nampak wajah keduanya tersenyum kearahnya, "Lama tak berjumpa Eren, Mikasa" ucap Naruto sambil memberikan senyum lima jari pada mereka berdua membuat Mikasa langsung blushing

"Ma..aku senang melihatmu kembali Naruto, sudah lima tahun lebih lamanya kita tak bertemu" ucap Eren sambil tersenyum kearah Naruto, mereka sudah tidak salung berjumpa 5 tahun dan sekarang mereka bertemu dengan Naruto yang sudah menjadi Kapten, benar-benar membuatnya terkejut

"Ya...5 tahun waktu yang cukup lama bukan" ucap Naruto sambil tertawa hampar merasakan reuni antara dirinya dan juga kedua temannya

Naruto lalu melihat kearah Mikasa yang diam-diam meliriknya, Naruto hanya tersenyum melihat kelakuan Mikasa itu, Eren benar-benar menjaga janjinya untuk melindungi Mikasa dari semua apapun yang angkatnya itu

"Kau benar-benar menjaganya Eren...aku berterima kasih padamu" ucao lembut Naruto sambil terus melirik Mikasa yang membuat Mikasa malu di tatap oleh pemuda yang ia sukai dan ia cintai itu

Eren hanya mengganguk saja, dirinya lebih memilih makan makanannya yang belum habis tadi daripada menganggu acara kedua pasangan itu

Naruto lalu mendekati wajah Mikasa hingga beberapa inci, banyak orang yang beranggapan kalau instruktur mereka akan mencium Mikasa tapi nyatanya waja itu tidak menciumnya tapi melewati wajah Mikasa hingga berada di samping telinga Mikasa

"Aku menunggu diluar Mikasa-chan" bisik Naruto yang nyaris tidak terdengar oleh semua orang kecuali dirinya san Mikasa, Naruto lalu berdiri dari tempat ia duduk lalu berjalan keluar diikuti oleh Mikasa yang menyusul Naruto dari belakang

Semua orang yang disana hanya mampu terbenging sambil menatap kedua orang tersebut, sampai salah satu orang itu sadar lalu bertanya sesuatu pada Eren, "Apakah dia adalah pacar Mikasa-chan" tanya hang ternyata adalah Jean Kirstein

"Ya bisa dibilang begitu"

RayNaruKushi...

Kini terlihat Naruto dan Mikasa sedang berada di tempat sedikit jauhdari camp itu agar tidak ada yang menggangu mereka berdua, mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa menit

"Kau tidak pernah berubah Mikasa-chan" ucap lembut Naruto pada Mikasa, perempuan Ackerman itu langsung memeluk tubuh Naruto sambil menangis Tersedu-sedu melepaskan rasa rindu yang teramat sangat

"Hiks...Hiks... Hiks.. Kau darimana Naruto-kun, kau tau aku selalu mengkhawatirkan mu Naru-kun" ucap Mikasa disela-sela tangisannya di dada bidang milik menopang tubuhnya agar ia tidak terjatuh

Naruto hanya membelai rambut Mikasa saja dengan lembut menenangkan Mikasa yang sedang menangis tersedu-sedu di hadapannya, "Sssshhh, tenanglah Mikasa-chan aku ada disini, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi"

"Janji" tanya Mikasa dengan berkunang air mata

Naruto hanya tersenyum saja mendengarnya, sepertinya benar dugaannya kalau Mikasa menyukainya, "Janji"

TBC

Fyuuh bagaimana dengan Chapter ini, baguskah atau jelek kah?, well saya menghabiskan 2 hari untuk membuat fic ini dan tadaa inilah hasilnya, gomen kalau berantakan karena saya sedang fokus pada UKK, hadi konsentrasi saya terggangu saat membuat chapter ini

Dan oh iya, banyak yang berkomentar bagaimana wujud titan Naruto nah saya jawab yah

-Julukan: Blue Amor, Lightning Titan dan macam-macam

-Pengguna:Namikaze Naruto/Naruto Reiss

-Wujud: Fisiknya hampir sama dengan Amored Titan tapi lebih kuat dan amornya bisa menghilang saat pengguna ingin menambah keceoatannya

-Abilty:Lightning Strike (membuat serangan berupa petir yang menyambar)

Double Speed (membuat kecepatannya bertambah puluhan kali lebih cepat)

Coming Soon.

Coming Soon

Oh iya saya mengingatkan nak aku disini pairnya harem dan itu adalah Mikasa, Annie, Mina Carolina, Shasha Braus, Petra dan satu pair rahasia

Ya hanya itu saja yang saya sampaikan, tapi sebelum meninggalkan fuck ini, pastikan kalina klik tombol Fav dan Follow agar tau Update selanjutnya oke