DISCLAIMER:

SNK punya Hajime Isayama.

Saya Cuma numpang nistain charanya aja. MWaHAHAhAha!

WARNING:
Al-Sekoting AU, Muslim Chara, Bahasa Gahoel, Gaje, EYD hancur, OOC, dll.

Chp 2: Santri dan Sarung (part 1)

Matahari mulai menampakkan embun terlihat membasahi dedaunan. Burung-burungpun bernyanyi, bunga pun tersenyum,melihat kau hibur hatiku… (Reader:"Plis Thor jangan nyanyi"-_-)

Sungguh pagi yang damai di Pesantren Al-Sekoting.

"HYAAAAAAAAAAAAA!"

Salah!

"ILANG!"

"APANYA REN YANG ILANG?"

"BENDA KERAMAT GUE."

Ternyata oh ternyata. Dalang dari perusakan suasana damai di pesantren kita tercinta tak lain tak bukan adalah Eren Jaeger. Bukan Eren Jeger, Eren Joker, Fernando, apalagi Andik* Kangen Band.

"YA APA?"

"SARUNG!"

"HAH? KARUNG"

"SARUNG, KUDA!"

"APA LO BILANG? KARUNG MUDA? APAAN TUH?"

"SARUNG, JOK! SARUNG!"

"GAYUNG? LO NGOMONG YANG BENER DONG!"

"ELU YANG BUDEG KUDA!" (Author:"Capslock-ku" (T_T) )

"ELU BERDUA DIEM!"

Eren plus Joko mingkem seketika. The power of Armin's Scream!

Ada yang bingung dengan situasinya? Ok Author jelaskan. Jadi… Eren kehilangan sarungnya, karena panik, dia teriak-teriak kayak orang kesetanan. Sampe kedengeran ke kamarnya Joko yang notabene ada pas disamping kamarnya Eren sama Armin. Mengira ada maling Joko buru-buru lari ke kamarnya Eren. Dan dimulailah perang Eren-menggila-versus-kuda-budeg.

"Ya elah, Cuma gegara sarung aja lebay amat lu Ren."

"Cuma? Cuma kata lo? Jok, sarung itu benda paling berharga bagi gue, yang menemani gue dikala senang dan susah, gembira dan galau."

"Kan bisa ganti yang lain." Saran Armin

"Itu masalahnya Min… Ntu sarung, sarung gue satu-satunya"

.

Krik.. krik… krik

.

Armin facepalm

Joko facepalm

Jangkrik facepalm

Author juga facepalm

Reader kalo mau ikutan boleh…#plak

"Apa? Satu-satunya? Seriusan?"

"Iya Jok. Duarius malahan"

"Kismin amat lu."

"Yaelah temen lagi susah malah dikatain. Jahat amat sih lu. Udah gih, lu bantuin cari tu sarung!"

"Lah? Kenapa jadi gue? Kenapa bukan Armin?" Yang dimaksud Cuma diem.

"Karna lo penyebab kekacauan ini. " Jawab Eren dengan Absurdnya.

"Kenapa jadi gue?" Joko ngeluh tapi manut aja

Walhasil, Joko beserta Eren memulai pengembaraan mereka mencari Kitab su… maksudnya mencari sarung Eren. Akankah mereka berhasil mendapatkan sarung Eren kembali? Kita lihat saja di TeKaPe!

Joko lagi khusyuk-khusyuknya mencari sarung di semak-semak. Tiba-tiba Connie muncul secara ajaib di dekat Joko yang lagi nungging ga jelas.

"Jok? Lu ngapain nungging-nungging gitu? Nyari kodok?"

"Lagi goyang dumang!"

"Oooooo… kirain."

Joko facepalm part 2

"Percaya ajelu Con." Batin Joko.

"Oi Jok , udah lu temuin belum sarung gue?"

"Belum."

"Duh. Kemana sih tu sarung? gua butuh nih."

"Gimana kalo tanya Ustadz Rifai?

Datang tak diundang pulang tak diantar. Rustam ama Budi tahu-tahu main nimbrung aja. Inget mas nikung itu ga baik. Sakitnya tuh disini (apa hubungannya -_-)

"Hai. Lagi pada nyari apa?"

"E TITAN TITAN TITAN." Latahnya Eren kambuh.

"Ngagetin aja lu Bud."

"Hehehe" Doi Cuma nyengir.

"BTW lu tadi bilang suruh tanya Ustadz Rifai? Emangnya Ustadz Rifai tau dimana sarung gue?"

"Mungkin. Secara Ustadz Rifai juga merangkap jadi pengurus TU (tata usaha)"

"Ok bisa dicoba. Cus!"

Mereka semua pun berjalan beriringan bak paskibra (gagal) menuju kantor Ustadz Rifai.

Sampai di depan pintu kantor Ustadz Rifai….

"Con, lu aja gih yang ketuk!"

"Kenapa gue?" Connie protes, tak terima dirinya dijadikan tumbal.

"Karena elu yang gue cepetan!"

"Alasan macam apa itu?! Ogah gua!"

"Ayolah Con.."

"Ogah! Kenapa gak si Budi? Kan dia yang ngusulin kemari."

"Eeeh!?"

"Udah lu aja Ren! Kan yang punya masalah elu."

"Ogah! Gue masih trauma."

Flashback on

Seminggu yang lalu, Eren datang ke kantor Utadz Rifai untuk ngumpulin tugas tajwid hari itu. Karena dia yang terakhir selesai, jadilah ia ditumbalkan untuk mengantarkan tugas-tugas tersebut ke kantor Ustadz Rifai.

Sampai di Depan Pintu…

"Assalamu'alaikum Pak Ustadz!"

Tak ada jawaban, Eren mengulang sekali lagi salamya. Kali ini nekad sambil buka pintu.

"Assalamu'alaikum Pak Usta…."

Eren tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena terlalu shock. Terlihat di depannya pemandangan horor yang ngalahin horornya SnK chapter 77. Yaitu, Ustadz Rifai yang sedang berjoget dangdut ria! Saya Ulangi , "Ustadz Rifai yang sedang berjoget dangdut ria ". Sudah di Italic, bold, plus underline. Biar lebih mengena.

Begadang jangan begadang…. Kalau tiada artinyaa…,

Begadang boleh saja…. Kalau ada artinya… *backsound dr Radio

Eren yang masih shock cuma bisa membatu menyaksikan pemandangan di depannya. Dan sepertinya yang bersangkutan belum menyadari kehadiran Eren di ambang pintu.

Lama kelamaan, alih-alih hanya berjoget, Ustadz Rifai mulai berjoget sambil menyanyi mengikuti lagu dari Radio. Silahkan dibayangkan sendiri gimana jadinya.

Eren yang baru selesai loading langsung menutup pintu kantor secepat kilat.

"Inicumamimpi inicumamimpi inicumamimpi….." gumam Eren berulang kali.

"Ga! GA mungkin! GA MUNGKIN!" *batin Eren menjerit.

"Demi apa Ustadz Rifai joget dangdut! Ini pasti Cuma halusinasi gue!"

Perlu kau ketahui nak Eren, kejadian barusan itu 100% asli, tanpa rekayasa.

Sejak saat itulah Eren jadi Trauma dan selalu berpikir 10 kali dahulu sebelum mengetuk pintu kantor Ustadz Rifai.

Flashback off

"Yaelah demi sarung lu juga."

"Ogah pokoknya gue ogah!"

"Ehem, Assalamu'alaikum. Ada apa kalian bekumpul di depan kantor saya?"

DEG

Jantung mereka semua terasa mau keluar saat suara sang Ustadz uhuk-Cebol-uhuk menyapa telinga mereka dengan sangat "lembut"nya. Ada yang merasa Dejavu dengan adegan ini?

"W Waalaikumsalam pak. Ini anu..itu…ah! Eren mau tanya sesuatu!" Seru Joko, spontan mendorong Eren ke depan.

"Eh eh kok gue?"

"Karena ini semua urusan lo" kira-kira begitulah percakapan telepati antara Eren dan Teman-temannya.

"Ada apa bocah?"

"Eh anu itu, Pak Ustadz liat sarung saya ga?"

"Hmm? Yang seperti apa?"

"Yang warna coklat,garis hijau, udah agak lusuh, Ada sekitar 6 lubang kalo tidak salah, 2 lubang belum ditambal."

"What? itu masih bisa disebut sarung ya?" batin semua yang ada disana minus Eren.

"Oh, itu sarungmu? Kukira itu lap pel."

Hati Eren tertohok mendengar komentar pedas bak sambalado dari Ustadz Rifai. Tapi berhubung Eren adalah anak yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, doi Cuma bisa pasang wajah kalem. Walaupun dalam hati udah nangis bombay. #Sakitnya Tuh Disini! #Cowok Harus Kalem #Ini Baru Cowok E mild #Eren ga takut Teroris #Eren Cuma takut kehilangan Sarung. Oke abaikan.

"Ustadz tahu dimana sarung saya? Dimana?" tanya Eren penuh harap

"Gak. Saya tempe."

PRET!

"Wanjay! ni ustadz perlu di Rukyah kayaknya."

"Gue harus rajin-rajin ibadah mulai sekarang, kiamat udah deket."

"Ebuset! kerasukan jin model apa ni ustadz."

"Ya Allah, kuatkan hamba Ya Allah.."

Begitulah kira-kira sekilas info tentang catatan hati para santri yang (tidak sengaja)terdzalimi.

"Bercanda. Udah saya kasih ke Ustadzah Hanji."

Ya, kata bercanda barusan ga bercanda. Berhubung ini Cuma ff, anything is possible :v. BTW tadi Rifai bilang sesuatu tentang Ustadzah Hanji?

"Lho kok dikasih ke Ustadzah Hanji Tad? Kalo sarung saya diapa-apain gimana?" Oke Eren jadi Paranoid.

"Alah sarung buluk juga. Buruan sono ambil!" Eren tertohok season 2, kali ini pelakunya si muka kuda alias Joko.

"YA udah, kalo gitu kita permisi dulu Pak Ustadz. Wassalamu'alaikum." Ucap Armin memohon pamit. Contoh ni anak baik ga kayak Author :v.

"Wa'alaikumsalam." Jawab Ustadz Rifai.

Dengan begitu dimulailah perjalanan panjang mereka mencari Sarung Eren yang hilang.

"Lalalalala… aku sayang sekali, sama Ti..tan."

"Nah ntu dia Bu Hanji."

Pucuk dicinta, Titan lovers-pun tiba.

"Assalamu'alaikum Ustadzah Hanji." Koor para GGS (Ganteng Ganteng Santri) serempak.

"Wa'alaikumsalam. Tumben nyari saya. Ada urusan apa?"

"Eren sarungnya hilang. Kata Ustadz Rifai, sarungnya ada di Bu Hanji sekarang." Jelas Rustam padat tapi gajelas. (akhirnya kebagian dialog juga ni anak :v)

"Oh itu sebentar ya. Saya cari dulu. Kalian tunggu sini saja." Dengan kalimat tersebut, bu Hanji melenggang pergi meninggalkan anak-anak didiknya. Merekapun menunggu kehadiran Bu Hanji dengan (sangat tidak ) sabar.

Mereka menunggu selama 1menit, bu Hanji belum kembali juga,

3 menit,

5 menit,

10 menit,

1 jam,

1 tahun (PLAK!. Iya bercanda doang kok -3-)

Sepuluh menit kemudian. Bu Hanji kembali kepada para GGS kita. Tapi raut wajah sang guru maniak titan ini terlihat sedikit….masam?

"Perasaan gue ga enak." Batin Eren

"Mmmmm…. Eren."

"Ya bu, ada apa?" *perasaan gue makin ga enak, batin Eren.

"Mmm, sarung kamu.."

"Ya. Sarung saya kenapa bu? Tanya Eren panik bak seorang pasien penyakit kronis menunggu vonis dokter.

"S..Sa…sarung kamu ada di bawa sama…."

"Iya bu sama siapa?"

"Sama…..

..

M..Mbah Kenny Ackerman."

10 %

.

50%

.

80%

.

95%

.

Loading Complete!

"HUAPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!"

TBC to part 2.

FANFIC MACAM APA INIIIIIII! :V . Terlalu gaje bin garing :""".

#Author butuh pelukan

#Author Stress Gegara UN :"v

#UN membunuhku

#SnK season 2 kapan muncul?

#SnK chp 77 bikin Author Menggila

#Autho..(PLAK! Cukup Thor!)

Ohonhonhonhon, that cliff hanger ;v, (#dibantai reader). Sebenarnya ini mau dibikin 1 chapter, tapi karena kebanyakan jadi 2 chapter. MAAF BARU BISA APDET SEKARANG! AUTHOR SIBUK SAMA PLACEMENT TEST, PERSIAPAN UJIAN DAN ANTEK-ANTEKNYA :v. (Dusta! Padahal dia pindah ke fandom lain.)

Semangat ya Untuk teman-teman yang mau UN terutama kelas 9 ;). Tinggal kurang 5 bulan lagi hiks :". Semoga kita lulus dengan nilai terbaik dan masuk kesekolah yang diinginkan, Aamiin.

Udah segini dulu bacotan nista Author! Ciaoh (=3=)~.

N.B: Author bakalan berterimakasih banget kalo ada yg review

N.B lagi: Makasih banyak yg udah ripiuw Author love you deh :*