Paginya Soonyoung bangun lebih pagi dari alarm Jihoon yang berbunyi. Ketika dia sudah selesai memakai seragam, alarm Jihoon berbunyi. Sudah berdering lama, tapi pemiliknya tidak bangun juga. Soonyoung berdiri disisi kasur Jihoon berkacak pinggang.
"Jihoon?"
Jihoon tidak terusik. Soonyoung memutuskan mendekat dan menggoyangkan tangannya, dan Jihoon tidak bangun juga. Soonyoung terkekeh, Jihoon tertidur seperti orang mati. Mau diapain juga tidak akan bangun. Dimeja nakas disebelah Jihoon, Soonyoung menemukan segelas air, Soonyoung akhirnya sedikit sekali menuangkan airnya ke tangannya lalu mengusapkan ke seluruh wajah Jihoon.
Jihoon menggelengkan kepalanya beberapa kali. Lalu dia mengusap wajahnya, dan mengerjapkan matanya. Soalnya, Soonyoung menyipratkan airnya ke wajah Jihoon juga.
Soonyoung yang sudah duduk dikasur Jihoon terkekeh geli. Jihoon sangat lucu. Akhirnya Jihoon bangun, dan ketika sadar sepenuhnya ada laki-laki didekatnya, Jihoon berteriak, sambil mengangkat selimut menutupi tubuhnya dan memundurkan tubuhnya juga.
"Hey, ini Soonyoung okay. Teman sekamar-mu." Soonyoung tersenyum. Jihoon tidak bereaksi, tapi dia membuka selimutnya dan langsung duduk. Jihoon tersenyum bersalah, "astaga, aku lupa Soonyoung-ssi. Maafkan aku." Jihoon menatap Soonyoung yang juga menatapnya.
Soonyoung tertawa. Dia bangun lalu mengacak poni Jihoon. "It's okay. Bangunlah, mandi lalu bersiap. Yoongi sunbae bilang, disini ada kebiasaan sarapan bersama. 10 menit lagi, Jihoon-ssi. Kka!" Jihoon mengangguk lalu merapihkan kasurnya dan menyiapkan peralatan yang akan dipakai baru masuk kamar mandi.
Sementara Soonyoung memasukkan buku mata pelajaran yang akan dipelajari hari ini. Soonyoung melihat jadwal mata pelajaran di meja belajar Jihoon. Karena tidak ada kerjaan, Soonyoung memutuskan memeriksa tas Jihoon dan melihat perempuan itu belum merapihkan segalanya. Akhirnya Soonyoung juga merapihkan bukunya Jihoon agar lebih cepat.
Soonyoung memutuskan bermain ponsel sembari menunggu Jihoon. Beberapa menit kemudian, Jihoon keluar dan sudah rapih. Soonyoung tersenyum.
"Aku sudah merapihkan bukumu dengan jadwal hari ini. Maaf ya memeriksa tasmu. Tapi aku tidak ngapain-ngapain selain mengeluarkan bukumu." Jihoon mengangguk. Dia berada didepan kaca yang ada dipintu lemari.
"Kukira kau sudah berangkat, Soonyoung-ssi." Jihoon sudah selesai sepertinya. Dia mengambil tas dan sepatunya lalu memakainya. Diikuti Soonyoung juga.
"Aku menunggumu, akan canggung rasanya kalau aku kesana sendiri." Jihoon tertawa. "Benar juga."
Mereka selesai lalu keluar dari kamar setelah yakin tidak ada yang tertinggal. Berjalan bersebelahan dengan diam. Ketika sampai, mereka disambut riuh orang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jihoon duduk disamping Yoongi dan menyuruh Soonyoung duduk disebelahnya.
"Eonni." Jihoon menyapa Yoongi. Yoongi menoleh karena dia sibuk dengan ponsel tadinya. "Hei, Jihoon." Yoongi mengelus kepala Jihoon sambil tersenyum.
Yoongi yang sadar kalau dia lupa memperkenalkan Soonyoung akhirnya bertepuk tangan meminta perhatian semuanya. Meja makan yang luas ini akhirnya diam setelah Yoongi bertepuk tangan. Kalau mereka tidak segera diam, Yoongi akan mengamuk, guys. Dia mengerikan okay?
"Jadi disini, ada anggota baru. Pasti kalian sudah tau karena ternyata berita tentang ada anak baru disekolah sangat populer. Disebelah adikku, itu anak barunya. Kwon Soonyoung. Anak kelas sebelas, sekelas dengan Jihoon, Seungkwan, Jungkook, Jimin dan lainnya. Karena aku tidak hafal. Jadi, berbaurlah bersama dia." Yoongi memperkenalkan Soonyoung. Soonyoung membungkukkan kepalanya sedikit.
"Hyung! Kau sekamar dengan siapa? Jisoo noona?" Itu Chan, anak kelas sepuluh. Dia yang berada dihadapan Soonyoung. "Bukan, aku bersama Jihoon."
Chan terkejut. Dia menatap yang lain yang sama kagetnya. Chan menatap Jihoon. "Noona?" meminta penjelasan. "Iya, Chan. Dia teman sekamarku." Jihoon tersenyum. Chan walaupun masih merasa aneh tapi tetap mengangguk.
"Chef-nim, makan apa kita hari ini?" tanya Kepala Suku. Namjoon. Dia sekelas dengan Yoongi dan Hoseok. Walaupun Yoongi ketua asrama. Namjoon adalah Ketu Osis. Mereka berdua, adalah orang yang berpengaruh bagi mereka semua. Jajaran Chef-nim itu adalah para siswa dan siswi yang bisa memasak.
Di Asrama Kedua ini, sekolah ini punya tiga asrama. Asrama yang di Pertama itu Asrama khusus anak atletik, alat olahraga ada dimana-mana kalau kalian ingin tau isinya. Asrama ketiga, asrama khusus anak Pengetahuan, mereka yang ingin pintar, ikut olimpiade berbagai bidang ada diasrama ini. Kalau asrama yang berisi anak-anak good-looking cari di Asrama Kedua karena ini tempatnya mereka. Yang suka seni, tempatnya disini. Asrama Kedua adalah asrama favorite semua murid. Karena tempatnya begitu Bagus, penuh dengan seni.
Biasanya setiap siswa atau siswi yang masuk, akan ditest lalu ditanya mau jadi apa selanjutnya. Soonyoung juga begitu, ketika dia diberikan brosur sekolah-sekolah mahal yang berkualitas di Korea. Soonyoung langsung tertarik pada sekolah ini dan ternyata sesuai bayangannya. Soonyoung nyaman disini, sekamar dengan perempuan itu sebenarnya hanya bonus. Karena dia tidak mengharapkan itu.
Mingyu, Jeonghan, Chanyeol, Jongdae, Joonmyun, Seokjin, Kyungsoo, Seulgi, Soojung, Eunbi, Yerin dan Ibu Park adalah orang dibalik semua makanan yang tersedia. Mereka memang hanya makan dilobby utama Asrama Kedua itu saat sarapan dan makan malam. Siang tidak wajib karena masih ada banyak yang disekolah. Ibu Park adalah sosok pengganti Ibu dirumah. Solusi terbaiknya adalah Ibu Park yang sangat lemah lembut baik sekali. Pokoknya asrama Kedua itu hangat sekali seperti rumah sendiri.
"Kka! Makanlah yang banyak, anak-anak pintar! Jihoon-ah, makanlah yang banyak, Baekhyun, berhenti mengambil makanan Chanyeol! Seokmin, berhenti menggoda Jisoo! JONGIIIN BERHENTI BERBUAT MESUUUM!"
Soonyoung meringis mendengar Ibu Park mengomel panjang. Jihoon yang memperhatikan Soonyoung tertawa kecil. Ekspresi Soonyoung menurutnya lucu sekali.
"Memang begini suasana saat pagi apalagi malam nanti. Kau harus tau Asrama Kedua adalah langganan telat karena kita semua malas datang terlalu pagi ke sekolah. Lebih baik berkumpul disini walaupun harus mendengar Ibu mengomel begini. Jongin oppa itu sangat mesum, dia selalu berbuat mesum kepada Kyungsoo eonni. Kasian eonni." Jelas Jihoon. Soonyoung mengangguk-angguk mendengar itu. Dia tertawa ketika melihat Jongin langsung terdiam mengkerut mendengar Ibu Park mengomel.
"Kau nyaman disini?" tanya Jihoon. Soonyoung yang tadinya memusatkan perhatiannya kepada yang lain untuk menghafal wajah-wajah mereka menoleh kearah Jihoon dan mengangguk. "Aku nyaman disini. Tidak seperti di Jepang yang lebih mementingkan diri sendiri." Soonyoung menjawab.
"Asrama Pertama dan Ketiga sama seperti di Jepang sepertinya. Mereka semua berlomba bukan merangkul seperti ini. Sarapan bersama saja tidak pernah, yang dipentingkan adalah Kompetisi saja. Padahal kami juga memikirkan kompetisi, tapi tidak berlebihan seperti mereka."
"Jihoon, Soonyoung, jangan mengobrol!" Jihoon dan Soonyoung meringis mendengar suara Ibu Park dibelakang mereka. Mereka berdua langsung fokus untuk makan. Jihoon mendelik ketika sadar beberapa orang temannya menertawakannya.
"Seungkwan! Tidak ada bermain ponsel saat makan!" Seungkwan yang diam-diam bermain ponsel dibawah meja langsung menyimpan ponselnya dan fokus makan. Padahal dia hanya ingin membalas pesan Hansol saja. Hansol tidak ada disini karena kemarin ternyata Seungkwan mengantar Hansol kebandara karena Hansol harus berada di Amerika selama seminggu untuk urusan keluarga. Tentu saja, Seungkwan kesepian. Makanya dia diam hari ini.
"Yang pulang pada saat jam makan siang, sebelum makan siang kalian harus mencuci piring dulu. Selesai makan pagi ini, langsung ke kelas. Tidak ada jajan atau apapun!"
"Iya, ibuuu!" koor semuanya tidak terkecuali Soonyoung.
Beberapa menit kemudian mereka semua selesai dengan makan mereka. Mereka merapihkan sebentar sebelum akhirnya berangkat. Ibu Park memberikan keringanan untuk tidak mencuci piring setelah makan karena itu bisa menyebabkan mereka lebih telat lagi.
Soonyoung, Jihoon, Seungkwan, Jungkook, Yerim dan Eunbi berjalan bersama karena mereka sekelas. Yerim dan Eunbi menyemangati Seungkwan yang terlihat tidak bersemangat hari ini. "Hansol tidak akan pindah, Seungkwan. Hanya seminggu, semangatlah!" Itu Eunbi. Jihoon mengangguk membenarkan.
"Tapi-tapi.. Hansol~~" Seungkwan akhirnya menangis. Mereka terpaksa berhenti untuk menenangkan bayi besar Boo Seungkwan. Seungkwan memeluk Jihoon.
"Nanti pas istirahat, video call ya." Jungkook memberi saran. Lelaki dengan gigi seperti kelinci pacarnya Park Jimin ini ikut memeluk kedua temannya. Setelah itu Yerim, Eunbi akhirnya ikut memeluk juga. Soonyoung menepuk bahu Seungkwan. Dia hanya merasa canggung. Jihoon tersenyum memandang Soonyoung.
Melihat senyum Jihoon, entah kenapa Soonyoung merasa..senang dan perasaan ingin terus melihat senyum Jihoon. Aneh.
/
Seungkwan disuruh pulang ke Asrama karena wajahnya yang pucat dan dia yang mengeluh pusing pada Soonyoung beberapa kali. Jihoon merasa kasian pada Seungkwan, apalagi diasrama tidak ada siapa-siapa. Seungkwan pasti menangis lagi.
Anak itu baru ditinggal Hansol sehari sudah seperti ini, entah bagaimana seminggu kedepan? Jihoon tidak yakin, Seungkwan yang menyusul Hansol atau Hansol yang dipaksa kesini. Jihoon menghela nafas dan lanjut mendengarkan penjelasan guru didepan. Tanpa sadar kalau seseorang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya.
Saat pulang, Soonyoung dan yang lainnya berpisah karena dia harus mengurus sesuatu. Itu hanya klub yang akan Soonyoung ikuti, sudah jelas Soonyoung akan masuk mana. Bersama Chan, Hoseok, Jongin, Eunbi, Jimin, Jungkook, Jun dan Minghao dia akan masuk klub dance.
Hoseok yang saat ini ketua klub dance langsung merekrut Soonyoung agar masuk ke-timnya. Hari ini mereka hanya sebentar saja karena cuaca mendung dan Ibu Park tidak mengizinkan siapapun ada disekolah setelah pulang sekolah, apalagi Seungkwan sakit kan. Tapi karena Soonyoung baru masuk jadi mereka yang berada di klub Dance harus latihan sebentar.
"Ya, semua. Kupikir kita harus bekerja sama dengan Klub Musik dan Rap. Kita bisa minta Yoongi dan Namjoon untuk membuatkan kita lagu lalu kita akan membuat koreografinya." kata Hoseok saat istirahat.
"Jihoon?" gumam Soonyoung pelan.
"Eh, kau bicara sesuatu oppa?" Eunbi yang ada disebelahnya bertanya. Dia sedikit mendengar gumaman Soonyoung. Soonyoung langsung sadar dan menggeleng. "Ah tidak, Eunbi-ya."
"Boleh tuh, hyung. Ini pasti akan hebat!" Chan dengan semangat bertepuk tangan. Jongin yang disebelahnya gemas setengah mati dan memeluk anak itu. Chan adalah maknae di Asrama Kedua.
"Namjoon oppa akan membuatkan Rap dong ya? Seungcheol oppa, Chanyeol oppa, Mingyu dan Wonwoo eonni?" itu Minghao.
"Iya, Minghao." Hoseok tersenyum. Minghao walaupun perempuan begitu, dia punya skill dance yang hebat. Jun dan Minghao atau Jongin dan Minghao sering dipasangkan untuk kompetisi dance, dan mereka selalu menang. Eunbi hanya sama sekali belum berani, padahal dia juga bagus.
"Yuk pulang, sudah hampir mau hujan. Ibu ngomel-ngomel." ajak Hoseok. Dia sudah merapihkan segalanya dan tinggal menunggu yang lain. Soonyoung berjalan bersama Hoseok dibelakang yang lain.
"Hey, bagaimana sekamar dengan Jihoon?" tanya Hoseok. Soonyoung menoleh kearah Hoseok yang menanti jawabannya. "Jihoon? Jihoon baik. Dia membantuku banyak hal. Setimpal dengan aku yang juga membantunya."
"Yoongi khawatir sekali. Takut kau melakukan sesuatu yang membahayakan Jihoon." Soonyoung terkekeh. "Aku tidak berani melakukan apapun, hyung. Ayahku akan memenggal kepalaku kalau aku membuatnya malu." Hoseok tertawa mendengarnya. "Jihoon menurutmu bagaimana?"
Soonyoung tidak langsung menjawab. Dia berpikir lama sekali, Soonyoung kan baru kenal Jihoon dua hari. Jadi belum bisa menyimpulkan Jihoon bagaimana. "Aku belum terlalu kenal dengannya. Kami bahkan masih sering menggunakan banmal." Hoseok kaget mendengarnya. "Ya! Kau bagaimana?! Jihoon memang canggung, tapi tidak perlu seperti itu juga. Aku lihat kalian sering berdiskusi sesuatu. Masa masih menggunakan banmal?"
Soonyoung meringis. Hoseok kalau teriak berisik sekali. "Cuma Jihoon, hyung. Aku tergantung dianya saja. Baik-baik, lain kali tidak." Hoseok tertawa puas mendengar itu.
Tanpa terasa, Mereka semua sudah sampai di gedung asrama mereka. Mereka masuk dan disambut beberapa orang di lobi asrama. Lantai bawah ini memang tempat untuk santai. Sementara lantai dua dan tiga, itu hanya untuk kamar saja ada dapur dan beberapa sofa beserta televisi sih. Tapi tidak seluas disini makanya mereka jarang ngumpul dilantai dua dan tiga. Lebih baik di lantai satu.
Ada Mingyu, Seokmin, Jungkook, Seungcheol, Baekhyun dan Wendy disana. Yang baru datang langsung keatas. Soonyoung sempat istirahat sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk kekamarnya.
Ketika membuka pintu kamar dan menguncinya, Soonyoung malah disambut Jihoon yang sedang membuka pakaiannya. Jihoon langsung teriak dan Soonyoung buru-buru berbalik, Jihoon merapihkan pakaiannya.
"Maaf, Ji. Yaampun kukira kau tidur atau ngapain." Soonyoung menepuk kedua pipinya untuk menetralisir rasa panas yang menjalar ke pipi. Yatuhan apa yang Soonyoung lihat tadi. Lupakan, Soonyoung. Itu tidak baik.
"A-aku selesai, Soonyoung-ssi." Jihoon dengan gugup langsung kekasurnya. Soonyoung berbalik, meletakkan tas lalu kekamar mandi. Sementara Jihoon memukul kepalanya, dia meringis. Rasanya ingin teriak saja. Jihoon lupa kalau dia sekarang sekamar dengan lelaki yang bisa saja pulang kapan saja. Apalagi Soonyoung juga memegang kunci kamar kan. Bodoh, kenapa bisa lupa sih?
Jihoon ingin mati saja rasanya.
Jihoon menghubungi Yoongi dan menceritakan apa yang barusan terjadi. Jihoon kira Yoongi akan marah, tapi Yoongi malah tertawa. Dia bilang itu wajar karena dulu Yoongi pernah mengalaminya. Memang canggung awalnya tapi akan biasa saja ketika kau ganti pakaian di depan teman sekamar. Jihoon pikir Yoongi gila, kakaknya itu seenak jidatnya mengatakan akan biasa saja. Dia bilang begitu karena Hoseok itu akhirnya menjadi pacarnya!
Lalu dia akan merasa biasa saja ketika Soonyoung menjadi pacarnya?! Jihoon langsung mematikan sambungannya dengan kakaknya, Jihoon cemberut. Kakaknya malah begitu, tidak bisa diajak kerjasama. Aduuuh!
Pintu kamar mandi terbuka dan Jihoon langsung memainkan ponselnya. Jihoon harus bisa mengendalikan rasa malunya karena astaga- Jihoon tidak kuat, serius.
"Jihoon, bisakah kita tidak menggunakan banmal? Maksudku kita akan menjadi..teman sekamar selama satu tahun kedepan. Jadi kuharap, berhentilah menggunakan surfik -ssi." Soonyoung yang sedang duduk di pinggiran kasur. Entah sedang apa dia, Jihoon tidak tau.
"Y-ya, Soonyoung."
"Soonyoung, kau ikut klub dance?" tanya Jihoon, berusaha memecah keheningan. Soonyoung berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaiannya. "Ya." menjawab singkat. "Tadi latihan, ya?"
"Iya, Hoon."
"Yoongi eonni bilang, klub dance dan musik akan mengadakan projek. Kau tau?" Jihoon baru saja diberitahu Yoongi mengenai itu. Jihoon pikir Hoseok yang merencanakan ini.
"Ya, klub musik yang membuat lagunya, lalu kami akan membuat koreo untuk itu." Jihoon mengangguk mengerti.
Soonyoung berjalan menuju pintu membuat Jihoon langsung bertanya padanya. "Soonyoung mau kemana?" Soonyoung yang sudah membuka pintu, berhenti. "Ke lantai bawah, mau ikut?" Jihoon yang ditawari langsung bangun dan ikut Soonyoung kelantai bawah.
Ketika dilantai bawah. Jihoon dan Soonyoung duduk disofa yang dibawahnya ada Chan, Mingyu dan Jisoo. Mereka bertiga sedang bermain playstation. Jihoon memutuskan mengambil cemilan didapur.
"Ya! Kau curang Jisoo noona! Kau mencium pipiku! Dimarahi Wonwoo noona tau rasa." Mingyu mengusap pipi kanannya yang dicium Jisoo. Jihoon yang baru datang habis mengambil cemilan mengusak rambut Mingyu dan duduk disofa, disamping Soonyoung. Mingyu berteriak tidak terima.
"NOONAAA! Kenapa kalian genit sekali kepadaku?! Astaga, aku sungguh tidak tertarik pada kalian! Aku punya Wonwoo noona!" Jisoo dan Jihoon langsung kompak memukul kepala Mingyu. Mingyu dan Wonwoo itu pacaran, mereka juga pacaran karena sekamar. Sementara Jisoo sendiri, Chan bersama Seokmin. Entah kenapa Chan dan Seokmin sekamar padahal mereka sama-sama lelaki. Yoongi belum sadar sepertinya atau mungkin karena Chan masih kecil jadi butuh pengawasan. Tidak ada yang tau alasan Yoongi tidak memindahkan Seokmin ke kamar yang lain.
"Kau percaya diri sekali, Kim Mingyu!" Jihoon berkata begitu. Mingyu tertawa. "Memang benar, kalian menggangguku daritadi!"
Tiba-tiba seseorang datang dari atas dan membentak Mingyu. Oh itu Wonwoo. Kekasih Mingyu.
"KIM MINGYU! KENAPA KAU BERISIK SEKALI HAH? MATI SAJA KAU TIANG JELEK!" Wonwoo berteriak marah. Mingyu langsung mengkeret mendengarnya sementara yang lain menahan tawa agar tidak ikut juga kena marah. Sepertinya Wonwoo terganggu tidurnya. Setelah itu suasana terkendali, dia pergi lagi keatas.
"Wonwoo kenapa?" Jihoon dan yang lain menoleh kearah pintu masuk. Ada Jongin disana. Soonyoung mengernyit. "Loh, kita kan pulang bareng hyung? Kok hyung diluar lagi?" tanya Soonyoung tanpa menjawab pertanyaan Jongin. "Mencari Kyungsoo, dia ada di lab sekarang, aku tidak tau dia disana, aku pikir dia disini sebelumnya." Jawab Jongin. Soonyoung mengangguk.
"Ya, Wonwoo kenapa?" Jongin bertanya lagi. "Mingyu terlalu berisik. Jadi, Wonwoo yang sedang tertidur, terbangun. Lalu memarahi Mingyu." jelas Jisoo. Jongin mengangguk mengerti. Jongin tidak langsung keatas. Dia duduk disebelah Jihoon, memperhatikan yang bermain ps.
Sesekali tangannya mengambil cemilan ditangan Jihoon. Mata Jongin tidak lagi fokus pada televisi yang menampilkan adegan bertengkar dua karakter yang dimainkan Jisoo dan Mingyu. Kedua mata Jongin fokus pada paha mulus Jihoon yang tidak tertutupi apapun karena dia memakai hotpants. Jongin memandang Jihoon yang terlihat agak...seksi kali ini.
Tapi, tangan Jongin tiba-tiba mencolek paha Jihoon. Jihoon langsung menoleh kearah Jongin yang menyengir. Jihoon acuh saja. Dia sibuk menyemangati Jisoo yang sepertinya akan menang lagi.
Jongin yang gemas. Mencolek paha Jihoon lagi. Jihoon memandang kesal Jongin. Dia menoleh kearah Soonyoung dan memeluk lengannya. "Soonyoung, Jongin oppa tuh! Dia mencolek pahaku terus!" Adunya. Soonyoung yang sedari tadi fokus bermain ponsel memandang Jihoon dan Jongin. Akhirnya Soonyoung menyuruh Jihoon bertukar tempat duduk dengannya. Jadi, Jihoon-Soonyoung-Jongin.
Tapi gemasnya Jongin belum hilang juga. Jihoon yang memakai kemeja kebesaran dengan kancing teratas terbuka dan bahu yang terlihat, Jihoon terlihat menggemaskan dan seksi. Jongin teringat Kyungsoo jadinya. Tapi Kyungsoo ada di lab kan, jadi dia tidak bisa menyentuh Kyungsoo.
Jongin memandang Jihoon dari belakang. Lalu tangannya kebelakang melewati kepala Soonyoung dan mengerjai Jihoon. Tangan Jongin masuk ke kemeja Jihoon dan menarik tali bra Jihoon dan melepaskannya menimbulkan erangan sakit Jihoon. Jongin buru-buru mengeluarkan tangannya dan diam.
"Jongin oppa mesum! Soonyoung!" Entah kenapa Jihoon menjadi semanja ini. Jongin memang mesum kepada siapa saja walaupun dia hanya iseng saja. Jihoon sebelumnya pernah diisengin juga dan dia marah besar pada Jongin dan mengadukan Jongin ke Kyungsoo dan Yoongi. Jongin langsung dihukum saat itu juga.
"Ya! Jongin hyung! Kenapa kau mesum sekali?! Kuadukan pada Kyungsoo noona!" Soonyoung mengancam tapi Jongin terlihat biasa saja. "Abis aku gemas sekali pada Jihoon. Jihoon sayaaang~" Jihoon menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau seperti pedophile, hyung." celetukan nyelekit dari Chan menusuk tepat ke jantung Jongin disambut tertawaan yang lain.
"Aku mau keatas saja! Mengerikan disini ada Jongin oppa! Soonyoung, ayo." Jihoon berdiri dan menarik Soonyoung untuk pergi. "Aku keatas ya semua." pamit Jihoon.
"Ya! Jihoon! Kau punya paha yang Bagus!"
Jihoon berhenti sebentar sebelum akhirnya meraih benda di dekatnya dan melempar pada Jongin. Dan yeah! Kena kepala Jongin. Jihoon tertawa setelahnya dan langsung keatas bersama Soonyoung juga.
/
"Kyungsoo eonni!"
Suara lengkingan Jihoon yang baru sampai lantai bawah langsung membuat yang lain menutup telinganya karena Jihoon berisik sekali. Kyungsoo yang sedang menyiapkan alat-alat makan menoleh pada Jihoon dan berhenti sejenak. Jihoon memeluk pinggang Kyungsoo dan memasang ekspresi cemberut yang membuat Kyungsoo gemas kuadrat dengan adiknya Min Yoongi.
"Apa Jihoon?"
"Jongin oppa mesum! Dia mencolek pahaku dan menarik...tali braku." Di kata terakhirnya, Jihoon berbisik pada Kyungsoo.
Jongin tiba-tiba datang dan menyapa semuanya. "Eh, dua istriku akur sekali. Senang melihatnya sayang-sayangku." Jongin tersenyum dramatis menimbulkan decihan tidak suka dari yang lain. "Jongin? Kau mesum sekali! Minta maaf sama Jihoon!" suruh Kyungsoo. Jongin meringis menatap Kyungsoo yang menatapnya galak.
"Makanya Ji, lain kali jangan memancing birahi laki-laki. Soonyoung bisa saja menerkam-mu nanti." Jongin bukannya meminta maaf malah melewati Kyungsoo dan Jihoon lalu duduk di sebelah Seungkwan yang sudah seperti biasa saja, membuat kehebohan. Kyungsoo menggelengkan kepalanya, Kyungsoo menatap Jihoon dengan perasaan bersalah.
"Nanti aku beri Jongin hukuman. Aku minta maaf ya, Ji." Kyungsoo yang akhirnya meminta maaf. Jihoon jadi merasa bersalah, dia merasa kekanakan saja. Tapi Jihoon hanya merasa Jongin itu keterlaluan. Jihoon meringis ketika sadar Kyungsoo berteriak sampai akhirnya dia menjadi pusat perhatian.
"Tidak apa-apa, eonni. Kau tidak perlu melakukan itu. Aku bantu boleh, eonni?" Akhirnya dia memilih mengganti topik. Kyungsoo mengelus kepala Jihoon sebentar sebelum memberikan Jihoon tugas.
Makan malam hari ini di traktir para anak kelas tiga! Jadi para Chef-nim tidak perlu repot-repot masak dalam porsi besar.
Setelah selesai, Jihoon berjalan ketempat duduknya dengan kepala menunduk. Pipinya merona parah karena ingat kejadian tadi sore. Kali ini Jihoon duduk di dekat Jeonghan. Soonyoung belum turun, dia masih mengurus sesuatu makanya menyuruh Jihoon duluan.
"Jongin, jangan bicara seperti itu." Kyungsoo yang saat ini sudah duduk disebelah Jongin memukul lengan pacarnya. "Jihoon kan belum terbiasa mempunyai teman sekamar. Nanti dia ketakutan lalu menjauhi Soonyoung." lanjut Kyungsoo. Jongin hanya tersenyum.
"Yoongi noona?! Ayamnya manaaa?! Aku lapaaaar!" Chan yang lucu dan imut itu sudah mengeluh karena lapar yang menderanya.
"Itu sudah didepan, Chan. Para lelaki tolong ya." Yoongi meminta bantuan para lelaki agar membawa paket ayam yang banyak dan dibagikan oleh para perempuan yang punya aura keibuan.
"Seungkwan, jangan serakah." Yoongi yang melihat Seungkwan menyembunyikan satu ayam padahal sudah dikasih dua. Seungkwan terkekeh malu, dia meletakkan lagi ayam yang disembunyikannya.
Jihoon melihat kearah tangga terus. Yoongi yang memberikan ayam ke Jihoon tapi tidak diambil juga, bingung. Yoongi ikut memperhatikan apa yang Jihoon perhatikan. Sadar kalau roommate adiknya tidak ada, Yoongi terkekeh. "Soonyoung kemana, Ji?" tanya Yoongi sambil meletakkan ayam dipiring adiknya.
"Dia bilang ada yang harus diselesaikan. Aku nggak tau."
Baru Yoongi ingin bicara lagi, tiba-tiba dari arah tangga ada suara gaduh. Semuanya menoleh kearah sana dan melihat Soonyoung berlari, bukan kearah meja makan tapi keluar asrama. Hoseok berteriak memanggilnya,
Setelah itu ada suara berteriak yang saling bersautan, saling memaki. Ada suara Soonyoung juga. Yoongi sudah ingin pergi melihat tapi Hoseok menghalanginya, akhirnya Jihoon yang berlari kesana. Tidak ikut keluar, hanya mengintip dari pintu.
"Soonyoung! Ikut ibu, nak. Kita ke Jepang! Kita bisa hidup bahagia bersama disana!"
"Jangan! Ibumu akan menikah dengan pria lain dan kau akan diterlantarkan!"
Mendengar hal itu, kedua mata sipit Jihoon melebar. Berarti orangtua Soonyoung sudah bercerai bukan? Pikir Jihoon. Jihoon ingin kesana, ingin menarik Soonyoung masuk karena sekarang Ayah Soonyoung sudah melakukan hal yang kasar pada ibu Soonyoung. Sementara Soonyoung diam saja, dia tidak berkutik disana.
Seseorang menarik tangannya menjauh darisana. Ketika Jihoon melihat, itu kakaknya dan Jeonghan. Jihoon ingin berontak tapi Yoongi bilang, ada Hoseok dan Seungcheol yang kesana untuk menarik Soonyoung. Yoongi menyuruhnya untuk melanjutkan makan, tapi dia tidak berselera, jadi Jihoon memilih naik keatas, menunggu Soonyoung.
Tapi sayang, semalaman menunggu Soonyoung. Soonyoung tidak kekamar mereka. Soonyoung tidak ada.
/
To be Continue
((emot love))
/
halo para pembaca sekalian /asik asik/
Ini chapter keduanya ya. Jadi gimana nih chapter ini? Konfliknya ringan insyaallah. Tapi aku suka bagian Yoongi dan ya kalau gimana-gimana. Nanti kutulis, FF SVT with BTS&EXO. Takutnya salah paham, ada banyak yang disebut disini. Walaupun fokusnya sama SoonHoon. Aku suka grup ketiga itu soalnya wahahaha. Walaupun ini GS aku suka lupa nulis mereka yang uke untuk bagian manggil semenya itu pake hyung. Hahaha
Aku udah mulai PKL yawlaa. Aku pending FF Bertahap yaa! Maaf semuanya. Aku udah nulis untuk awalnya sih tapi masih bingung, masih apus-tulis gitu.
Caught in a Lie~ I'm sorry, i'm sorry my sister~ Nae pi ttam nunmul~ Jadi beberapa minggu kemarin aku dapet konflik sama semua temenku, itu sempet ngebuat aku ngeblank karena masalahnya lumayan serius bikin beban juga. Maaf ya jadi curhat. Ada yang mau curhat? Silahkan/?
Eum, sebelumnya terimakasih untuk semuanya dichapter kemarin yang udah review, fav sama follow!
Sampai jumpa dichapter depan!
