Author: Choi Bora aka MiNamGirls
Title: My Guardian
Main Cast:
Ahn Daniel
Bang Minsoo
And other TEEN TOP Member
Part: 2 of ?
Rated: T
Genre: Romance, Yaoi, Angst
Summary: Aku rasa aku adalah manusia paling kotor di dunia sebelum dia datang di kehidupanku dan memberikan apa yang belum pernah aku rasakan.
A/N: Akhirnya saya bawain lagi nih lanjutannya. Ada yang masih berminat membacanya? Hehe okelah kalo gitu silakan baca dan jangan lupa reviewnya^^. Fic ini tiap partnya cuma pake author POV loh :D
Author POV
Matahari sudah menampakkan wajahnya. Membuat semua orang yang tadinya sedang terlelap di alam mimpi mereka kembali bangun untuk menjalani aktivitas mereka sehari-hari.
Tak terkecuali dengan namja cantik bernama Niel ini. Dia terbangun dari mimpinya. Ia merenggangkan tangannya ke atas.
Ia memandang ke seluruh sudut kamar apartemen yang merupakan kamar milik namja tampan yang kemarin menolongnya.
Niel segera bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Ia mencari sosok namja yang kemarin menolongnya dan menemukannya di dapur.
"Kau sudah bangun ternyata. Mau sarapan? Aku sudah membuatkanmu nasi goreng" namja tampan itu segera mengambil piring lagi dan mengambilkan Niel nasi goreng untuk dimakan oleh Niel.
Niel duduk di kursi meja makan tersebut lalu mengambil nasi goreng yang sudah disediakan oleh namja tampan itu.
"Gomawo" ucap Niel tiba-tiba.
"Untuk apa?" tanya namja itu.
"Untuk semuanya. Kau sudah memberikan aku tumpangan di rumahmu dan memberiku makan. Aku tak tahu harus membalasnya dengan apa" ucap Niel sembari memakan nasi gorengnya.
"Sudah. Masalah itu tidak usah aku pikirkan. Dan satu lagi, kau tidak perlu membalas apapun kepadaku. Aku tulus menolongmu. Oh ya siapa namamu?" tanya namja itu.
"Namaku Ahn Daniel tapi kau dapat memanggilku Niel," ucap Niel. "Kau sendiri siapa namamu?"
"Namaku Bang Minsoo. Aku sih terserah kau saja ingin memanggilku apa. Hehe" namja tampan bernama Minsoo itu tersenyum pada Niel.
Setelah itu ruangan tersebut kembali menjadi hening. Hanya suara piring dan sendok yang beradu.
"Aku sudah selesai. Ehm, Niel-ah karena bajumu robek kau dapat memakai bajuku terlebih dahulu. Besok kau ikut denganku untuk membeli baju yang pas untukmu, ya. Kebetulan besok aku sudah gajian" ucap Minsoo yang dibalas anggukan oleh Niel.
Niel yang sudah selesai makan langsung mengambil piringnya dan Minsoo lalu melangkah menuju tempat pencuci piring.
"Sudahlah. Kau istirahat saja. Biar aku saja yang mencuci piringnya" ujar Minsoo. Niel menggeleng. "Aku sudah merepotkanmu. Biarkan aku saja yang mencuci piringnya. Anggap saja ini balas budiku" balas Niel.
"Aku tadi kan sudah bilang. Kau tidak usah membalas budi padaku. Jadi biarkan aku yang mencuci piringnya, ne?" Minsoo membujuk Niel agar membiarkan ia yang mencuci piringnya.
"Kalau kau tetap memaksaku untuk tidak mencuci piring maka aku akan menangis lagi" ancam Niel pada Minsoo.
"Huh, baiklah. Kau boleh mencuci piring. Tapi aku harap kau tidak menangis lagi. Jangan kotori wajahmu itu dengan airmatamu, ne. Kalau begitu aku pergi kerja dulu. Annyeong" Minsoo segera berlari kea rah pintu apartemennya.
"Kalau ada yang mencariku bilang saja aku pergi. Ok?" ucap Minsoo. Niel mengangguk. Minsoo pun meninggalkan Niel di apartemennya yang sedang mencuci piring.
"Ternyata persepsiku selama ini salah. Aku kira tidak ada lagi orang yang baik denganku. Ternyata ada" ucap Niel smabil tersenyum.
Tiba-tiba ia merasakan handphonenya bergetar. Niel mengambil handphonenya yang ia letakkan di saku celana jeansnya.
Sms dari adiknya. Niel segera membuka pesan dari adiknya.
From: Ricky Changhyunnie
Hyung, kau dimana? Mengapa tadi tidak pulang? Kau tahu aku mengkhawatirkanmu. Cepatlah pulang, hyung.
Niel segera membalas sms Ricky, adiknya.
To: Ricky Changhyunnie
Mianhae, Changhyunnie. Hyung tidak bisa pulang sekarang. Kalau kau butuh apa-apa kau tinggal hubungi hyung saja. Jangan tanyakan kenapa hyung tidak bias pulang ke rumah lagi. Hyung tidak bisa menjelaskannya. Jaga dirimu baik-baik, ne.
PS: Salam untuk namjachingumu, Changjo ^o^
Niel menekan tombol kirim dan tak berapa lama smsnya dibalas oleh Ricky.
From: Ricky Changhyunnie
Baiklah kalau hyung memang belum mau mengatakannya. Aish, hyung kau membuatku malu =3= ^/^ . ya sudah, hyung. Aku mau berangkat sekolah dulu, ne. Nanti aku hubungi lagi. Bye!
Niel tersenyum membaca sms dari adiknya yang paling ia sayang itu.
Niel kembali meletakkan handphonenya di saku celana jeansnya. Lalu masuk ke kamar Minsoo setelah menyelesaikan pekerjaan mencuci piringnya. Ia membuka lemari Minsoo dan mencari pakaian milik Minsoo yang agak kecil. Setelah menemukannya ia langsung membawanya ke kamar mandi.
Setelah mandi, ia merasakan tubuhnya jauh lebih segar dari sebelum ia mandi. Kini ia telah memakai pakaian milik Minsoo yang menurutnya cukup besar di tubuhnya.
"Astaga, aku baru menyadari apartemen ini kotor sekali. Pasti Minsoo tidak pernah membersihkannya. Ckckck" gumam Niel.
Ia mulai mengambil sapu yang terletak di balkon lalu mulai membersihkan apartemen milik Minsoo itu. Sesekali ia menyanyikan lagu sambil menari.
Tak terasa pekerjaan membersihkan apartemen itu sudah selesai. Ruangan apartemen yang tadinya tampak seperti kapal pecah kini sudah lebih baik.
"Huh, lelah juga. Jam berapa ini, ya?" Niel melirik jam di dinding dekat ruang tamu apartemen itu.
"Astaga baru jam 1 siang? Cukup lama juga aku beres-beres" ucap Niel.
Tiba-tiba perutnya berbunyi. "Lapar sekali. Kira-kira ada makanan tidak ya?" gumam Niel sambil membuka lemari tempat bahan makanan.
"Huh, untung saja ada ramen instan. Ya sudahlah makan ini saja" Niel segera menyalakan kompor untuk memasak ramen instan itu.
"Ah, sebentar lagi matang" ujar Niel senang. Ia segera mematikan kompor lalu mengangkat panci kecil lalu menaruhnya di meja makan.
"Sepertinya nikmat. Ah, aku sudah tak sabar ingin menyantapnya!" Niel segera mengambil sumpitnya. Saat ia akan memakan ramennya tiba-tiba handphonenya berbunyi.
Ia segera mengambil handphonenya yang berada di saku celananya.
Matanya terbelalak melihat nama yang tertera di layar handphonenya.
L. Joe hyung calling…
'apa yang harus aku katakan padanya?' batin Niel. Ia segera mengangkat panggilan dari L. Joe.
"A-Annyeong hyung" ucap Niel gugup.
"Niel-ah, kau dimana? Aku dengar dari appamu dari kemarin kau belum pulang, ne?" tanya L. Joe
"A-Aku di rumah temanku, hyung"
"Kau sudah makan?"
"Ini sedang mau makan, hyung"
"Oh baguslah. Nanti malam kau datang ke hotel yang kemarin, ne? Aku akan menunggumu. Bye Niel" L. Joe memutuskan sambungan teleponnya.
Niel terdiam. 'Apa aku harus ke hotel itu?' batin Niel.
"Ah, masa bodoh! Yang penting aku makan dulu sekarang!"
Niel segera melahap ramennya seperti orang yang sudah 3 hari tidak makan. Tiba-tiba handphonenya berbunyi lagi. Niel segera menghentikan maknnya dengan perasaan kesal karena waktu makannya diganggu lagi.
"Eh, Ricky!" serunya senang saat melihat nama yang tertera di handphonenya.
"Halo, Ricky!" seru Niel saat ia mengangkat panggilan dari sang adik.
"Ish, hyung. Kau bisa tidak mengecilkan volume suaramu sedikit? Kau ingin telinga adik kesayanganmu ini rusak, eoh?" sungut Ricky.
Niel tertawa kecil mendengarnya. "Hehe, mianhae Changhyunnie. Ada apa menghubungi hyung?"
"Tidak ada apa-apa, hyung. Aku hanya merindukanmu saja. Kira-kora kapan hyung akan pulang?" tanya Ricky.
"Mianhae, Changhyunnie. Mungkin hyung tidak akan kembali lagi ke rumah" ucap Niel dengan penuh rasa penyesalan karena harus meninggalkan adiknya bersama sang ayah yang bejat.
"Jadi, hyung nggak akan pulang lagi ke rumah? Kenapa hyung? Nanti aku di rumah sama siapa? Kau kan tahu hyung appa seperti apa? Dia sama sekali tidak peduli denganku. Cuma hyung yang selalu jadi temanku di rumah" Niel dapat mendengar suara sang adik yang mulai bergetar menahan tangis.
"Tenang saja. Nanti kau bisa main ke tempat hyung kok" ucap Niel sambil tersenyum tipis walau ia tahu sang adik pasti tak akan melihatnya.
"Memang hyung tinggal dengan siapa disana?" tanya Ricky.
"Hyung tinggal dengan seseorang disini"
"Apa ia baik? Atau dia jahat seperti appa?"
"Dia baik. Jadi kau tenang saja. Hyungmu ini pasti baik-baik saja. Lagipula kalau kau tak ada teman kana da namjachingumu" ujar Niel sambil menggoda adiknya yang kini wajahnya sudah memerah"
"Ish, hyung. Sudah kubilang. Aku dan Changjo tidak ada hubungan apa-apa. Kami baru pendekatan saja. Daripada hyung, sama sekali belum punya namjachingu. Weeeeek" ejek Ricky.
"Biar saja. Yang penting aku bahagia hidup sendiri tanpa pasangan. Nanti juga aku menemukannya. Hmm, Changhyunnie sudah dulu, ne. hyung mau makan dulu. Nanti hyung telpon lagi jika ada waktu. Bye Changhyunnie"
"Bye, hyung!" lalu sambungan telepon tersebut diputus oleh Niel.
"Akhirnya aku bisa makan ramenku dengan tenang kembali. Benar-benar merepotkan saja. Apa mereka tidak tahu aku sudah kelaparan, eoh?" Niel menggerutu lalu mengambil kembali sumpitnya dan memakan ramennya lagi.
Beberapa menit kemudian Niel sudah menyelesaikan makannya. Ia pun membereskan peralatan makannya lalu mencucinya kembali.
"Huh, Minsoo kapan pulang ya? Lama sekali dia pulang" ujar Niel sambil mencuci peralatan makannya tadi.
Setelah mencuci piringnya, Niel berjalan kea rah ruang tamu. Ia menyalakan televisi dan mencari channel yang memiliki acara yang bagus hari ini.
"Huh. Sepertinya tak ada acara yang bagus. Hoahm. Kenapa tiba-tiba aku mengantuk, ya?" Niel segera memejamkan matanya tanpa mematikan televisi yang menyala.
Pukul 21.30 KST, Minsoo baru pulang dari pekerjaannya. Selama ini Minsoo bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan.
Minsoo membuka pintu apartemennya. Ia mendengar suara televisi yang menyala tapi saat ia lihat, tak ada satupun yang menonton acara yang sedang ditayangkan di televisi tersebut.
"Niel. Niel. Kau dimana?" panggil Minsoo. Tak ada yang menyahut. Ia berjalan ke arah sofa untuk mengambil remote yang terletak di bawah sofa.
"Astaga, kenapa dia bisa tidur disini?" seru Minsoo saat melihat Niel sedang meringkuk di sofa. Ia tertidur dengan pulasnya di sofa tersebut.
Minsoo menatap wajah polos Niel yang sedang tertidur. Ia tersenyum tipis.
Ia mendekati Niel lalu mengangkatnya ke tempat tidur dan menyelimutinya. Mengecup dahi Niel sebentar lalu pergi ke ruang tamu untuk tidur di sofa dimana Niel tadi tidur.
Lagi-lagi matahari mulai menginterupsi tidur semua orang di dunia.
Minsoo yang sudah bangun masuk kamarnya yang kini ditempati oleh Niel. Ia membuka gorden yang menutupi jendela kamarnya agar cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya.
Minsoo berjalan ke arah Niel. Ia mebuka selimut yang menyelimuti tubuh mungil Niel.
"Niel-ah ireona. Kau ingin ikut aku membeli pakaian untukmu kan? Ayo cepat bangun" Minsoo membangunkan Niel sambil mengelus rambut coklat milik Niel.
"Eungh, 5 menit lagi jebal" mohon Niel pada Minsoo sementara matanya tetap tertutup. Minsoo tersenyum tipis.
"Baiklah hanya 5 menit, ne? aku akan membuatkan sarapan untukmu dulu" ucap Minsoo lalu meninggalkan Niel yang masih mengarungi alam mimpinya lalu pergi ke dapur untuk memasakkan sarapan untuk Niel.
Lima menit kemudian Minsoo selesai membuat sarapan untuk dia dan Niel. Dia segera membawa sarapan yang hanya berupa kimbap ke kamarnya dimana Niel sedang tertidur di kamarnya.
"Niel ireona aku sudah buatkan kau sarapan. Ayo makan" Minsoo menggoyangkan tubuh Niel berharap namja yang sedang tertidur lelap ini dapat bangun. Tapi sepertinya usaha Minsoo gagal karena Niel masih tetap melanjutkan tidurnya.
"Apa aku pakai cara itu saja, ya? Sekali-kali jahilin orang gak apa-apalah" Minsoo tersenyum jahil.
Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Niel, "Niel-ah kalau kau tak mau bangun aku akan menciummu" bisik Minsoo. Tiba-tiba Niel terbangun dengan kaget lalu segera bangun dan mengambil kimbap yang ada di meja dan segera memakannya.
"Astaga Niel kau sampai segitunya. Hahahaha" Minsoo tertawa melihat tingkah Niel yang sedang makan kimbap buatannya dengan terburu-buru dan wajah panik.
"Ish, hyung. Ini semua gara-gara kau. Aku jadi terburu-buru makan dan belum mencuci muka, kan" ujar Niel ketus sementara wajahnya memerah.
"Hyung? Kau memanggilku 'hyung'?" tanya Minsoo
"Emm, ne. Apa aku boleh memanggilmu 'hyung'?" tanya Niel balik pada Minsoo.
Minsoo mengusap surai coklat itu dengan lembut. "Tentu saja. Kan sudah kubilang kemarin. Kau boleh memanggilku apa saja" Minsoo tersenyum pada Niel yang kini wajahnya mulai memerah.
"Hey, Niel. Wajahmu memerah, tuh. Kau sakit, ya? Apa aku panggilkan dokter saja?" ucap Minsoo dengan nada khawatir. Niel menggelengkan kepalanya.
"Nggak usah, hyung. Aku baik-baik saja. Kau mau, hyung?" Niel mengambil satu kimbap dan menyodorkannya kepada Minsoo.
"Suapin~" ucap Minsoo manja hingga membuat Niel tertawa.
"Hahahaha. Ya ampun, hyung kau nggak cocok dengan suara manjamu itu. Baiklah ini kimbapnya, hyung" Niel menyuapi Minsoo sambil tetap tertawa. Sementara Minsoo hanya tersenyum tipis saat melihat Niel tertawa bahagia.
'Kau lebih cantik saat tertawa, Niel' batin Minsoo.
"Ehm, Niel. Setelah ini kau langsung mandi, ne? kita akan segera pergi jalan-jalan" ucap Minsoo. Ia dapat melihat mata Niel yang berbinar senang.
"Jinjja? Kita akan jalan-jalan? Yeay!" Niel berseru gembira dan segera memeluk Minsoo. "Ne, tentu saja. Makanya cepat makan lalu mandi" suruh Minsoo.
"Baiklah. Kau mau lagi, hyung?" tawar Niel.
"Tidak usah" tolak Minsoo halus. Niel hanya menganggukan kepalanya.
-SKIP THE TIME-
Kini Niel dan Minsoo sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul. Niel terpaksa memakai pakaian Minsoo lagi. Untung saja ukurannya masih pas dengannya.
"Bagaimana dengan yang ini, hyung? Bagus tidak?" ucap Niel sambil menunjukkan sebuah kemeja kotak-kotak*yang di MV NMPOY*
Minsoo mengguk setuju. "Baju ini cocok untukmu" ucap Minsoo singkat.
Niel mencari baju lagi yang cocok dengannya. Ia menemukan sekitar 15 stel pakaian yang cocok dengannya.
Minsoo dan Niel segera meninggalkan pusat perbelanjaan itu setelah membayar semua pakaian yang dibeli oleh Niel.
"Aku lapar, hyung. Kita makan, yuk" ajak Niel sambil menarik-narik kaus Minsoo.
"Ehm, baiklah. Lagipula ini sudah jam makan siang, kan? Ayo kita ke restoran itu" ajak Minsoo.
"Oke hyung" Niel menggenggam tangan Minsoo yang kini sudah menariknya ke sebuah restoran masakan Jepang di dekat pusat perbelanjaan itu.
Mereka memasuki restoran itu dan memilih tempat duduk yang di ujung. Minsoo memanggil salah seorang pelayan yang kebetulan sedang berada di dekatnya.
"Kau mau pesan apa, Niel?" tanya Minsoo pada Niel.
"Aku pesan onigiri satu porsi dan sushi hirame satu porsi" ucap Niel.
"Baiklah kami pesan onigiri dua porsi dan sushi hirame satu porsi" ucap Minsoo pada pelayan itu.
"Minumannya, Tuan?" tanya pelayan itu.
"Aku orange juice. Dan kau Niel kau mau minum apa?"
"Aku green tea saja, hyung"
"Minumannya orange juice dan green tea"
"Baiklah. Silakan menunggu pesanan anda" ucap pelayan itu lalu pergi dari hadapan Minsoo dan Niel.
"Hyung aku ke toilet sebentar, ne?" Niel bangkit dari tempat duduknya.
"Mau ngapain?" tanya Minsoo. Niel mempoutkan bibirnya.
"Memang kalau menurutmu orang ke toilet itu mau apa, hyung? Sudahlah aku mau ke toilet dulu. Sudah kebelet" Niel segera meninggal Minsoo.
"Hati-hati, Niel-ah!" seru Minsoo.
Sementara itu, Niel yang sudah sampai di toilet tersebut segera membuka pintu dan menuju salah satu bilik di toilet tersebut dan segera masuk ke bilik tersebut.
"Ah, lega" ucap Niel setelah selesai. Ia berjalan ke wastafel dan mencuci tangannya.
"Kita bertemu lagi Niel-ah" tiba-tiba terdengar suara seorang namja yang Niel kenal. Niel mengarahkan pandangannya ke arah suara tersebut.
Niel membelalakan matanya saat melihat orang yang kini sedang berdiri di pintu masuk toilet tersebut. Niel menutup mulutnya dengan tangannya. Matanya sudah mulai memerah menahan tangis.
"K-kau…"
TBC
Akhirnya saya bisa update juga. Gimana ini panjang apa nggak? Apa ceritanya mulai ngebosenin? Mianhae, ne. Saya bikinnya kilat.
Okelah kalo gitu ada yang mau kasih saya review?
