Chapter 2 – Will you?

"Aku dengar kau punya hubungan khusus dengan Bomber." Ucap Chefo saat mereka tengah menikmati jatah makan siang masing-masing.

"Well.. She's my ex-girlfriend." jawab 2Dads menikmati makan siangnya.

"EX?!" RO menekan perkataan 2Dads.

"Yeah.. Ex." Jawab 2Dads lagi.

"Really? Talking about that now?" ucap Bomber kesal.

"Why you mad?" Tanya Charge bingung.

"Oo.. Kalau kamu mau kata ex itu dihapus juga bisa." goda 2Dads.

"In your dream cute boy." Ucap Bomber mencubit pipi 2Dads dan berlalu pergi.

"Where are you going?" Tanya RO menghentikan Bomber.

"Back to work. Why?" Tanya Bomber menarik tangannya yang ditahan RO.

"Well.. Why don't you go back to work to RO.. Look's like you already finished your lunch." ucap XO menyadarkan RO.

"A.. Ye.. Yes ma'am." Ucap RO tergopoh-gopoh pergi dari ruangan itu. Sedangkan XO berlalu pergi ke cabinnya.

"What the.. 'sup with him?" Tanya 2Dads yang juga sudaha selesai dan kembali keposisinya.

"Hey wait! Kau masih berhutang sesuatu padaku." ucap Chefo menghentikan langkah 2Dads.

"Apa?" tanya 2Dads yang tidak ingat punya hutang apapun.

"Buka bajumu." ucap Chefo tiba-tiba.

"What?"

"Bukankah kau sudah berjanji akan menunjukkan tubuhmu itubersih tanpa luka." ucap Chefo lagi.

"Okay. Fine.. Happy?" tanya 2Dads saat membuka bajunya, memperlihatkan dada bidangnya.

"Wow.. Mulus seperti pantat bayi." sindir Buffer.

"What?" ucap 2Dads kesal.

"2Dads pakai bajumu!" hardik Bomber.

"Okay.. Relax girl." ucap 2Dads yang memakai bajunya sambil berjalan ke Bridge.

"Kalian berani taruhan berapa?" tanya Chefo tiba-tiba.

"Taruhan?"

"Ya.. Aku berani bertaruh 10 dolar kalau Bomber masih suka 2Dads." ucap Chefo.

"Hmmm.. Nah.. Perasaan seseorang bukan untuk barang taruhan." ucap Spider pergi.

-Bridge-

"Hmm? Bomber kamu kenapa? Wajahmu memerah? Kamu sakit?" tanya Nav menatap Bomber yang baru saja memasuki Bridge.

"Aa.. Tidak.. Aku baru saja dari luar.. Ini karna sinar matahari." jawab Bomber menghindar.

"Dari luar? Bukannya kau baru saja makan siang?" ucap 2Dads bingung.

"Owh.. Seperti seseorang terpesona melihat sesuatu." goda Chefo menahan tawanya.

"Melihat apa?" tanya CO penasaran.

"Well.. Tadi 2Dads.."

"RO!" hardik Bomber.

"Tell me.." ucap CO yang lebih terdengar seperti perintah.

"So 2.."

"Sir.. There's a vessel.." ucap Nav menghentikan pembicaraan singkat itu.

"Hmm.. X.. Let's go take a look." perintah CO.

"Hands to boarding station.. Hands to boarding station.. Hands to boarding station.." ucap XO membuat semuanya bergerak sesuai dengan tugas masing-masing.

"2Dads can you take over my position?"

"Yes sir."

"2Dads have the ship."

"Don't make any joke." Ucap Nav dingin.

"What's the vessel name?" tanya E.T. menatap Nav.

"The Sun." baca Nav.

"WHAT?!" ucap 2Dads mengagetkan seisi bridge.

"What's wrong 2Dads? You know this vessel?" tanya E.T. menatap 2Dads yang berubah serius.

"RHIB 2! Help RHIB 1! Pastikan kalian bersenjata lengkap!" perintah 2Dads kali ini membuat bingung seisi bridge.

"What's wrong 2Dads?" tanya E.T lagi.

"The Sun tidak pernah bergerak sendiri.. Seharusnya ada The Moon." ucap 2Dads memantau lewat terapong.

"The Moon?"

"Hammersley to CO, can you hear me?" ucap 2Dads menghubungi CO.

"Yes, what is it 2Dads? Why you send another RHIB?"

"Sir.. The Sun tidak pernah bergerak sendiri. Seharusnya ada The Moon di dekatnya. Waspadalah sir."

"Apa maksudnya?"

"They're.. Drug smuggler. "

"SIR!"

"Hammersley to CO can you hear me?"

BZZZZZ

"Hammersley to CO can you hear me?"

BZZZZ

-Skip Time-

"Well.. That was fun." ucap Charge saat datang ke Bridge.

"Yeah.. Mereka pikir mereka bisa bebas begitu saja." ucap Buffer tertawa.

"Good job 2Dads.. So. How you know about them?" tanya XO menatap 2Dads yang masih memegang kendali kapal.

"Well.. We search them ma'am." bisik 2Dads berharap hanya dia dan XO yang tau pembicaraan itu.

"2Dads.. Good job there.. I'll have the ship."

"Yes sir.. CO have the ship." ucap 2Dadas turun dari kursinya.

"2Dads."

"Yes sir?"

"I think I agree and I'll send 'that' to NAVCOM."

"Thanks sir.." ucap 2Dads memberi hormatnya pada CO dan undur diri.

"Wait! 2Dads!" panggil XO menghentikan langkah 2Dads.

"Yes ma'am?"

"Surat untukmu." ucap XO memberikan sebuah amplop. "NAVCOM mengirimnya khusus."

"?!"

"Wow.. Kau dapat surat dari Princess?!" ucap Charge yang sempat melihat lambang diamplop.

"I'll go to my cabin . Thanks for the letter ma'am." ucap 2Dads langsung berlari pergi.

"WOW.. He's something." ucap Charge diikuti anggukan kepala dari yang lain.

"Hey.. Jangan lupa jaga malam nanti." ucap Bomber yang bersellisih jalan dengan 2Dads.

"Owh.. Okay.." ucap 2Dads yang tidak terlalu mendengarkan Bomber.

"What's wrong with him?" tanya Spider menatap 2Dads.

"Don't know.." jawab Bomber berlalu pergi.

-Jaga Malam-

"Soo.. Tadi itu surat apa?" tanya Bomber mengganggu konsentrasi 2Dads yang bertugas mengendalikan kapal menggantikan CO.

"Owh.. Hanya surat biasa." jawab 2Dads sibuk dengan teropongnya.

"Surat biasa? Apa mungkn surat dari seorang putri raja hanyalah surat biasa?" tanya Bomber.

"Owh.. Kamu cemburu? Dengar.. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan putri raja." ucap 2Dads tersenyum.

"What?! Aku tidak cemburu! Aku hanya penasaran." ucap Bomber kesal kemudian keluar dari bridge.

"Go.. Minta maaf padanya." ucap Buffer melihat 2Dads.

"Okay.. Buffer have the ship." ucap 2Dads berganti posisi.

"Go get her hero." goda Charge.

"Yeah.. It's not like that." ucap 2Dads pergi.

"Hahaha.. Nice on Charge."

"Just don't break anyrules!" ingat Charge.

"He.. Hey.. I'm totally sorry about that.." ucap 2Dads saat menghampiri Bomber.

"Yeah right.. Why you here?! Kamu seharusnya mengendalikan kapal!" ucap Bomber ingat akan posisi yang ditanggung 2Dads.

"Well.. Buffer menanganinya sekarang. Lagipula aku butuh udara segar." ucap 2Dads menutup matanya dan menikmati angina yang berhembus.

"So.. That princess your girlfriend now?" ucap Bomber tiba-tiba.

"Wh.. What? No.. I don't have any girlfriend.." elak 2Dads.

"Liar.. A playboy like you don't have a girlfriend that's totally liar."

"Hey.. I'm not a liar. And… Playboy is my past.. Now I'm not a playboy." ucap 2Dads berbangga diri.

"Yeah right."

"You still mad about that?"

"That what?"

"About that break up." ucap 2Dads kembali memejamkan matanya menikmati angina.

"What?! No!"

"Hmm.."

"Let's not talk about that."

"Well.. Why don't we talk about your next rank there?" tawar 2Dads menunjuk bagian belakang kapal.

"What? You wanna be my 'parent'?"

"Well.. If you want I can help you get Leading Seaman rank." tawar 2Dads.

"Well.. I don't think I need it.. A stupid guy like you can pass so a smart girl like me can pass that easily."

"Owh.. I'm smart to you know! I got a perfect skor there!"

"Owh really..

"You think I'm a liar.. Here.. See this." ucap 2Dads mengeluarkan hpnya dan menunjukkan foto dirinya dengan selembar kertas berangka sempurna.

"Bisa saja itu kertas orang lain."

"Bukankah kau bilang kau itu pintar.. Mana mungkin aku bisa meminjam kertas orang lain. Lagipula baca namanya.. Disitu tertulis LEO KOSOV MEYER bukan?" ucap 2Dads lagi.

"Okay.. Okay.. Smart guy."

"You okay?"

"Yeah.. I'm totally okay. Why you ask?"

"Don't lie."

"…."

"See.. You cry. Now tell me the truth." ucap 2Dads mengusap pelan punggung Bomber.

"…"

"Don't tell me that guy do something bad to you."

"I'm scared.. He said the he'll never let go off me.. He.. He.."

"It's okay.. Try to talk with him again.. I'll help you.."

"Thanks.." Bomber hug 2Dads.

"There there.." ucap 2Dads mengusap pelan kepala Bomber. Berusaha menenangkannya.

-Morning watch-

"Bomber.. Hey.. Wake up.."

"Hmm? RO?"

"It's already morning.. You should make a breakfast."

"Owh.. Okay."

"Why you two sleep here anyway?"

"Two?"

"Well.. You and 2Dads."

"Look's like someone break a rules.."

"No we're not! Why don't you shut up and get back to your position Spider?!"

"2Dads! Wake up!" RO mengguncang tubuh 2Dads berharap ia akan sadar.

"Owh.. I'll wake him up.. You guys can go back to your position. Thanks." ucap Bomber mengusir RO dan Spider.

"Yeah.."

"Hey.. 2Dads.. Wake up!" Bomber berusaha membangunkan 2Dads yang masih belum berkutik.

"Ungh… I didn't do something bad.."

"2DADS! WAKE UP!" toa Bomber membuat 2Dads tersentak kaget.

"Aiii… You don't have to scream Bomber."

"Just wake up and get ready to breakfast."

"Okay ma'am." 2Dadspun bangkit dan berlalu pergi ke cabinnya untuk membersikan dirinya.

"Bomber?"

"Yes ma'am?"

"Why you wearing 2Dads uniform?" tana XO menatap Bomber.

"No I'm not." elak Bomber bingung.

"Did something happened at night watch?" tanya CO saat Bomber menerahkan kopi untuknya.

"No sir."

"Hey Bombey." sapa 2Dads saat memasuki bridge.

"Good morning to you too 2Dads." balas Bomber.

"Have you take a shower this morning?" tanya 2Dads.

"Aku selalu mandi pagi 2Dads!" hardik Bomber.

"Well then.. If you really love my uniform you can have it." ucap 2Dads tersenyum.

"What uniform? This is my uniform."

"No.. That's mine.. Don't you remember?"

"Remember what?"

"At night watch your not wearing your uniform.."

"So…"

"Yep.. That's my uniform.. I gave it when we talk that night. Remember?" Bomberpun langsung melihat uniform yang ia gunakan. Memang uniform itu kebesaran untuknya dan bau uniform itu bukan bau parfum yang biasa ia pakai, melainkan bau 2Dads yang sangat dikenalnya.

"Pffftt.." semua orang di bridge mati-matian menahan tawanya melihat tingkat konyol Leading Seaman dan Able Seaman itu.

"So.. You want to keep it or what?"

"Akan aku kembalikan setelah aku cuci." ucap Bomber kembali membagikan kopi kesemua orang di bridge.

"Sir.. A Mayday." ucap RO menghentikan tawa semuanya.

"This's Australian battle ship Hammersley.. What's your position? Over."

BZZZZ

"No respon sir."

"Look's like someone take care that one."

"Sir.. There's a command from NAVCOM. They said we must go to Karamba Island."

"Karamba didepan kita sekarang." ucap Nav.

"Untuk apa kita kesana RO?"

"Helikopter berisikan 2 penumpang dan satu orang pilot jatuh dipulau itu."

"Well.. Let's go there then.."

"But sir."

"I know.. Di pulau itu ada radio aktiv. Oleh karena itu aku hanya akan mengizinkan kalian berada disana selama 2 jam. Tidak kurang tidak lebih." ucap CO memberi perintah.

"Hands to boarding station.. Hands to boarding station.. Hands to boarding station.."

"X.. You have the ship.. I'll join the steam party. Buffer, 2Dads, Bomber. Let's roll."

"Yes sir.."

"Becareful okay. Remember your Leading Seaman." ingat Charge saat 2Dads akan pergi.

"Yes.. Thanks."

"Wow.. You guys look's like father and son." sindir Buffer.

"Well we're best buddy.. We watch each other back." ucap 2Dads.

"We?"

"Yes.. Me, Chefo, Spider, RO, and Charge." jawab 2Dads.

"Wow.. You guys…"

"Come on 2Dads!"

"Coming sir! Save it for later Nav." ucap 2Dads berlari pergi.

-Island-

"There!" ucap Bomber saat melihat sebuah helicopter dengan asap mengepul.

"Bomber periksa penumpang! 2Dads siapkan tandu! Buffer follow me. Kita cari beberapa barang bukti." perintah CO.

"Yes sir."

"He's neck broke but he's okay, but we need to get him out from here." ucap Bomber selesai memeriksa penumpang itu.

"Good.. I'll take care of him.. You check the pilot." ucap2Dads

"2Dads.. Careful!"

"I know.. Buffer.. Little help here." ucap 2Dads memanggil Buffer.

"What's that annoying sound?" tanya Buffer yang terganggu dengan suara bising itu.

"Here.. Ini alat pendeteksi tingkat radiasi." ucap 2Dads yang mengambil kotak kuningyang merupakan sumber suara ribut itu.

"No! Come on!"

"Bomber.. Hey!"

"What's wrong?" tanya 2Dads begitu berhasil mengeluarkan penumpang itu.

"NO! Come on!"

"Bomber.. Stop it! He's bleeding so bad.."

"No! We must do something!"

"Bomber! Bomber! He's gone!" ucap CO berusaha menarik Bomber menjauh dari mayat pilot itu.

"Sir.. Let me…"

"Okay.."

"Bomber… Hey.. Listen to me.. It's not your fault okay.. He can't make it even if you can stop the bleed.."

"But.. But.."

"It's okay.. Calm down.."

"It's all my fault.." ucap Bomber memeluk tubuh 2Dads mencari ketenangan.

"Hey.. It's not your fault.. Trust me.. Okay.. Now.. We must help that guy and get out from here fast.. Okay?"

"Okay.. Thanks 2Dads.."

"No problem."

"X.. Get Swain ready.. We on our way back to Hammersley." icap CO menghubungi Hammersley saat mereka telah berada di RHIB.

"Here.."

"Huh? What's that for?"

"Pipimu lecet.. Mungkin karna ranting pohon." ucap Bomber.

"Thanks.."

"That's good thing what you said to Bomber back there." puji Buffer.

"Well.. Aku cukup mengenalnya." jawab 2Dads.

"Tentu.. Kalian pernah pacaran. Lalu menolong Bomber naik ke RHIB.. You're being gentleman now huh.." ucap Buffer lagi.

"No.. This's just me." elak 2Dads.

-Hammersley-

"How's he, Swain?" tanya CO yang masuk keruang rawat.

"He's okay sir.. Just need a rest." jawab Swain.

"Where's Sarah?"

"Sir..Calm down.. Don't move to much.. And who's Sarah?"

"She's my partner.."

"Maybe she's still in that island sir." ucap Chefo

"There's only one way to find out.." ucap CO berlalu pergi ke brigde.

"So.. Why we back again?" tanya 2Dads memastikan.

"Ada seorang gadis yang kita lupakan." jawab Buffer.

"Spider, Buffer.. With me.. 2Dads, Bomber.. That way. RO.. You stay at RHIB." perintah X.

"Yes ma'am."

"Remember.. Only 2 hour." ingat X sebelum mereka berpencar.

"Got it ma'am."

"Hey.. If I die.. Will you cry for me?" tana 2Dads tiba-tiba saat mereka tengan sibuk mencari.

"What kind of question's that?" tanya Bomber balik.

"Just asking.. So.. Will you cry?" tanya 2Dads lagi.

"First.. I'll just look and I'll say.. You deserve that.. And I'll walk away like nothing happend." jawab Bomber.

"Shisss… You're the most cruel girl I ever know." ucap 2Dads ngeri mendengar jawaban Bomber.

"Hey! Aku akan menangis apabila laki-laki itu seseorang yang aku cintai dari lubuk hatiku yang terdalam. Got it?!"

"Cruel." ucap 2Dads mencibir.

"You're the most playbot and stupid boy I ever date." ucap Bomber.

"2Dads.. Do you read me?"tanya X

"Yes ma'am."

"We found her.. Get here quick!"

"Copy that ma'am."

"Let's go."

"HELP!"

"What's that sound?"

"Maybe just your imagination.. After all we must go to X position.. Forget about that stupid sound. Come on!" 2Dads menarik tangan Bomber menjauh.

"So.. Where's RO?" tanya Bomber saat tidak menemukan RO yang seharusnya menjaga RHIB mereka.

"Great.. That stupid the he thinking at leave the RHIB." ucap 2Dads kesal.

"HELP!"

"That voice again.. Come let's take a look." ucap Bomber menarik 2Dads yang membawa tas pengobatan ditanganny.

"Can we stop now?" ucap 2Dads yang kewalahan ditarik-tarik Bomber.

"Ro?! What the hell are you doing?!" ucap Bomber menemukan RO yang tergantung terbalik.

"Hahahahahaha.. Good job braniac!" puji 2Dads tertawa lepas.

"Yeah funny.. No put me down!" perintah RO.

"Got it." ucap 2Dads menghampiri sebuah tali.

"Nonono! DON'T! ARGH! Thanks a lot 2Dads!" ucap RO mengusap lehernya.

"Your very welcome." jawab 2Dads tersenyum puas.

"Come on."

"So. What take you guys so long?" tanya X saat melihat ketiganya mengmapirinya.

"Sorry X.. This braniac RO do something stupid. So we must help him first." jawab 2Dads menyalahkan RO.

"Help me.. I can move my leg.." ucap Sarah merintih kesakitan.

"Bomber?"

"She broke her leg..We must go back to Hammersley." ucap Bomber selesai memeriksa Sarah.

"2Dads tandu." perintah X.

"Got it."

"Now.. Nice and gentel guys.. Don't do any… KYAAAA!"

"BOMBER!"

"Got you!"

"2Dads don't let go."

"I'll never let you go Bomber.."

"I can't.. hold.. it much longer.."

"RO! Help 2Dads!" perintah X.

"Nonononono!"

"2Dads! Bomber!"

"Oh god.." RO yang melihat itu hanya biasa terdiam dan tidak sempat meraih tangan 2Dads.

"Mereka berdua tidak bergerak." ucap Spider panic.

"Calm down boy!" perintah Buffer.

"RO! Spider! Get back to Hammersley with that girl!" perintah X kalut.

"Bu.. But.."

"There's nothing you guys can do here! You better go back to Hammersley and help Sarah! Back up team on their way so get out from here!" ucap Buffer tegas.

"Let's go." ajak RO.

"Ang… What.."

"Bomber?! You okay?!" teriak Buffer.

"Yes.. But.. How.." ucap Bomber bingung.

"Bisakah kamu check keadaan 2Dads?" tanya X.

"2Dads?"

"Yes.."

"Oh no.. 2DADS!" melihat 2Dads yang tidak sadarkan diri Bomberpun menangis, menggenggam tangan laki-laki itu erat.

"Don't panic.." pinta Buffer.

"It's all my fault!" ucap Bomber menyalahi dirinya sendiri.

"X?"

"Yes sir.. Bomber baik-baik saja. 2Dads masih belum menunjukkan tanda-tanda sadar sir." jawab X.

"What's that annoying sound?!" ucap Buffer kesal.

"I don't know." jawab X yang juga mencari asal suara.

"He's need help!" teriak Bomber saat mengecek keadaan 2Dads.

"I'm here." ucap Swain yang datang dengan tas berisi obat-obatan yang lebih lengkap.

"Okay Buffer.. Help me build this thing. Swain help them!" perintah X yang dituruti keduanya.

"Bomber!"

"Swain!"

"Calm down.. Okay.."

"Okay.."

"Angh.."

"2Dads!" Bomber hug 2Dads.

"Hey.. You okay?" tanya 2Dads tersenyum memamerkan giginya yang rapi.

"What the hell did you thinik you're doing?! What if you die?!" hardik Bomber kesal bercampur khawatir, air matanya terus mengalir menyesali kebodohannya yang tidak berhati-hati saat melangkah.

"You know what? I'm to cool to die. Don't cry.." ucap 2Dads tersenyum.

"Good job Bomber.. Here.. I'll send you medic bag."

"Angh…"

"Hey.. Hey.. You okay?"

"No.. My chest hurt so bad.."

"Let me check.…"

"Ow ow ow ow.."

"Bomber!"

"Okay.."

"Hey wait.. What about you?" tanya 2Dads yang dipasangkan tali pengaman.

"I'm okay.. You go first okay.. X.. Good to go!"

"Okay.. PULL!"

"Argh! I… I can't.. It hurt so bad.." rintih 2Dads saat sudah setengah jalan.

"STOP! STOP!"

"Stop!" perintah X saat mendengar teriakan Bomber dari bawah.

"Turunkan dia.. Kita tidak bisa pakai cara ini.. Turunkan dia agar aku bisa memeriksanya lagi."

"Ugh.. "

"2Dads.. Hey.. Hey! Stay with me!"

"Can't breath.."

"2DADS! Come on! Stay with me! No no no! Just focus on me!" pinta Bomber.

"So..rry.."

"He.. He's not breathing… NO!"

PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII III

"What's that sound?" tanya Swain kesal.

"Ini alat mengukur radiasi.. Shut up!" ucap Bomber memukul alat itu menghentikan bunyi bising yang ditimbulkannya.

"Bomber! You okay?!"

"Yes but 2Dads not breathing!"

"CPR.." ucap Swain.

"Owh yeah.." Bomber melakukan CPR sesuai standard yang ia pelajari.

"Ah?! Uhuk uhuk.."

"2Dads!"

"Okay you guys! Come on!"

"We good to go now." ucap Bomber kali ini ia naik bersamaan dengan 2Dads.

"Come on guys! pull!"

"NO!" saat akan sampai tiba-tiba tali penarik putus dan menyebabkan keduanya jatuh kedalam air.

"Owh god.. Come on!" ucap XO berlari mendekato danau itu.

"2Dads! Bomber!"

"Bomber! Swain!" panggil XO menemukan Bomber tidak jauh dari bibir danau.

"Uhuk uhuk.."

"You okay?" tanya Swain.

"Yes.. Where's 2Dads?"

"We found him!" jawab Buffer.

"Uhuk.."

"You okay buddy?" tanya Buffer.

"Yes.."

"Okay let's move move!"

"Wait X.. I see someone!" ucap Buffer saat mereka akan menaiki RHIB.

"Wait! He run away!" ucap 2Dads yang tanpa pikir panjang langsung mengejar laki-laki itu.

"2DADS! Come back!"

"X.. Apa yang terjadi disana?"tanya CO memantau dari Hammersley.

"Sorry sir.. 2Dads melihat seseorang dan berlari mengejarnya. Dan sesuai moto kita.. Kita tidak akan meninggalkan keluarga kita begitu saja." ucap X.

"Yeah.." jawab CO.

-Hammersley-

"So.. What happened there 2Dads?" tanya E.T. saat mereka tengah menikmati makan siang mereka.

"Owh.. That… Ask Bomber.. I've something to do." ucap 2Dads tersenyum.

"And what's that?"

"Can't tell ya.. Where's Sarah?" tanya 2Dads sebelum pergi.

"In her cabin." jawab RO.

"Thanks.."

"Dude! Jangan berlari di lorong atau kau bisa menabrak seseorang dan…" teriak Charge.

"KYAAAA!"

"Melukai seseorang." sambung Charge.

"Bomber.. I'm so sorry.. You okay?"

"NO!" hardik Bomber yang kesal.

"I'm so sorry.. Doble sorry.. Here.. I'll carry you to nurse room so Swain can check you." ucap 2Dads menggendong Bomber bridal style.

"2.. 2Dads! Put me down!" ucap Bomber yang mukanya sudah semerah tomat busuk.

"Wow.. What happend here?" tanya Swain melihat 2Dads yang mendobrak masuk.

"Help me Swain.. Tadi aku tidak sengaja menabraknya. Coba periksa dia.. Nanti aku kembali lagi." ucap 2Dads kemudian berlari pergi.

"Well Bomber.."

"I don't know.. Dia tiba-tiba saja menggendongku kesini." ucap Bomber membela diri.

"Well.. Untuk jaga-jaga kita lakukan pemeriksaan singkat." ucap Swain mengambil stetoskopnya.

-Sarah Cabin-

"Sarah.."

"Owh hey Leo." sapa Sarah tersenyum.

"Here.. Aku menemukannya dipulau itu. Aku rasa ini milik kakekmu." ucap 2Dads memberikan dog tag ada Sarah.

"So.. You found him?"

"Yes.. Tapi tidak dalam kondisi yang baik.."

"Hm…"

"Kamu bisa mengambil tengkoraknya setiba nanti. A.. Maksudku jasadnya." ucap 2Dads memperbaiki kata-katanya.

"Hahahaha.. You're so funny.. Thanks Leo." hug 2Dads.

"Your welcome." jawab 2Dads balik memeluk Sarah.

"Here.. I want you to have this.." ucap Sarah memberikan sebuah jam tangan.

"Wow.. Aku tidak bisa menerima ini."

"Terimalah.. Ini hadiah pertemanan kita." ucap Sarah memakaikan jam tangan itu dan melepas jam tangan NAVY yang dipakai 2Dads.

"Thanks.. Akan aku jaga." ucap 2Dads menerima jam tangan NAVY yang dibuka Sarah dan memandang jam tangan barunya.

"Hmm.. Thanks.."

"Well.. I've to go.. Tadi aku menabrak Bomber.. Aku harus melihat keadaannya dulu." ucap 2Dads pamit.

"Okay.." sebelum 2Dads keluar, Sarah mencium pipi 2Dads membuat 2Dads terdiam. "Go!"

"Owh yeah.."

"Playboy." ucap Chefo menatap 2Dads.

"What the.. Whatever." ucap 2Dads gak mau ambil pusing segera pergi keruang rawat.

"Hahahaha… Playboy!" tawa Chefo.

"So.. How's she?" tanya 2Dads menatap Swain.

"Just ask her okay.. Aku hars melakukan tugasku." ucap Swain berlalu pergi.

"You okay?"

"No.." jawab Bomber menunduk.

"Oh god.. I'm so sorry.. Ugh! Why I'm so stupid!" ucap 2Dads kesal.

"2Dads.."

"Bomber look.. I'll do anything for you.. anything!" ucap 2Dads menggenggam tangan Bomber.

"Anything?"

"Yes.."

"Then.. Promise me that you'll never put your self in danger and you'll always be on my side."

"Okay.. That's easy.." jawab 2Dads menautkan kelingkingnya dikelingking Bomber.

"Okay.. That's a promise.. And 2Dads.."

"Yes?"

"I'm not broke or anything.. I'm just want to give you something that you'll never forget if you run in Hammersley alley so you'll never run at alley again." ucap Bomber menjulurkan lidahnya.

"What… You trape me!"

"Yes.. But you promise me okay.."

"Okay.. Hey.. If you love me just say okay.. I'm open." ucap 2Dads tertawa.

"Wha… What?!"

"Well.. Bukannya kamu bilang kalau kamu hanya akan menangisi laki-laki yang kamu cintai dari dasar hatimu. Well.. You know.. Back there you cry for me.." Bomber yang mendengar itu mukanya langsung berubah semerah tomat busuk.

"Wh.. What.."

"Hahahaha.. Swain menceritakan semanya." ucap 2Dads berlalu pergi.

"No I'm not!"

"Yes you are.."

"IN YOUR DREAM!" hardik Bomber mengelak

"Bomber! Don't move!" ucap 2Dads menatap Bomber serius.

"What?"

"There's a spider at your soulder." ucap 2Dads mendekati Bomber.

"Wh.. Ambil! Kyaaa!"

"Here." 2Dadspun merangkul Bomber membuat Bomber bingung.

"2.. 2Dads?!"

"2Dads away!" ucap 2Dads berpose layaknya super hero.

"Dewasalah!" ucap Bomber yang kemudian tertawa juga melihat tingkah laki-laki itu.

TBC