Unforgiven Hero

Remake Story

Disclaimer: Cerita milik Santhy Agatha, aku hanya mengubah nama tokohnya dengan KyuHyuk

Pair: KyuHyuk

Warning: Genderswitch

Note: ku kasih rating M duluan, sebenarnya adegan rating M nya masih lama. Heheh

Happy Reading

Dia memang tampan. Sangat. Sayang terlalu tampan. Bukan tipeku. Eunhyuk langsung memutuskan tatapan pertama mereka. Namja berdarah China dengan kulit putih pucat dan rambut ikal yang hitam lebam serta mata yang dalam tampak terlalu berbahaya untuk dijadikan tipenya.

Sementara itu, bos barunya itu hanya menatapnya dengan tatapan menilai-nilai, menimbang-nimbang. Sehingga hening cukup lama dan Eunhyuk tak juga di persilahkan duduk.

"Duduklah." Kyuhyun tampak tersenyum kecil. Seperti puas karena telah memutuskan sesuatu. "Kau tahu siapa saya?"

Pertanyaan apa itu? Batin Eunhyuk, tanpa sadar ia mengernyit. Tentu saja dia tahu.

Kyuhyun tersenyum lagi, seperti menyadari retorika dalam pertanyaannya.

"Ah, maaf. Saya sedikit gugup."

Sekali lagi Eunhyuk mengernyit. Gugup? Karena bertemu dengannya? Tidak mungkin. Pasti bossnya ini sedang gugup karena sesuatu yang lain.

"Kita belum berkenalan." Lelaki itu lalu mengulurkan jemarinya yang ramping ke arah Eunhyuk dan mau tak mau Eunhyuk menyambut uluran tangan itu.

"Kita langsung bersikap informal saja, ya. Mengingat aku dan kau akan sering sekali berhubungan. Apalagi saat Yesung memulai periode cuti hamilnya. Kau bisa panggil saya dengan GuiXian sajangnim saja." Gumam namja itu setelah melepaskan genggaman tangannya yang kuat.

"Saja."

Eunhyuk merasa geli dengan ketajamannya menganalisa setiap kata-perkata. Tetapi itu memang tidak bisa ditahannya. Kenapa GuiXian sajangnim menggunakan kata 'saja' di akhir kalimatnya? Seolah-olah dia memiliki nama lain. Bukankah namanya memang GuiXian?

Namja itu berdehem.

"Mungkin kau bertanya-tanya mengapa kau dipanggil untuk masuk ke perusahaan ini. Saya mempunyai referensi dari Universitasmu bahwa kau adalah lulusan terbaik disana. Dan saya sangat senang memberikan pengalaman dan ruang untuk lulusan-lulusan baru sepertimu agar bisa mengeksploitasi kecerdasan dan kemampuan kalian. Saya senang mempekerjakan lulusan-lulusan baru." Kyuhyun tampak tersenyum. Dan Eunhyuk sedikit bergetar menyadari senyuman lelaki itu tampak luar biasa tampan. "Karena lulusan baru biasanya tampak lebih mudah diajari cara-cara modern. Mereka mudah menyerap ilmu dan yang pasti mereka sangat bersemangat."

Kyuhyun berhenti sejenak untuk melihat apakah Eunhyuk mendengarkan kata-katanya, lalu melanjutkan.

"Itu juga yang saya harapkan darimu. Kemampuan untuk menyerap ilmu baru dengan cepat dan semangat yang luar biasa tinggi, bisa?"

"Ya, saya bisa." Eunhyuk menjawab dengan cepat. Dia yakin bisa, dia sangat bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru disini. Dunia kerja adalah hal baru baginya dan dia yakin dia memiliki kemampuan untuk belajar secara cepat.

"Bagus." Kyuhyun mengangguk puas. "Melihat dari bagusnya nilai akademismu, saya yakin kau juga akan bagus pada praktiknya. Kalau begitu, selamat datang di perusahaan ini, Lee Eunhyuk. Semoga kerjasama kita baik sampai kedepannya." Lelaki itu mengulurkan tangannya lagi, dan tersenyum sangat manis. "Saya sangat mengharapkanmu, Lee Eunhyuk."

"Baik, saya akan berusaha sebaik mungkin." Kemudian ia berdiri dan berpamitan kembali ke ruangannya.

"Oh ya Eunhyuk?"

Eunhyuk yang sudah di depan pintu dan bersiap membukanya, menoleh ke arah Kyuhyun yang masih duduk tegak di kursinya.

"Saya dengar, kau menggunakan transportasi umum kemari?"

Eunhyuk mengangguk.

"Benar, saya menggunakan Bus." Jawabnya mengernyit, dan bertanya-tanya. Bukankah informasi seperti ini tidak terlalu penting untuk diketahui seorang big boss?

"Dan saya tahu lokasi rumahmu cukup jauh." Kyuhyun tampak merenung, berfikir, lalu menatap Eunhyuk dengan tegas. "Saya akan mengusahakan kendaraan operasional untukmu. Kami memiliki fasilitas antar jemput karyawan khusus untuk karyawan yang lokasi tempat tinggalnya jauh. Mungkin kau bisa bertanya kepada Yesung untuk mendaftar."

"Itu bagus sekali." Mata Eunhyuk berbinar tanpa bisa ditahan. Fasilitas antar jemput karyawan ini akan sangat membantunya. Eunhyuk bisa mengirit biaya pulang pergi ke kantor. Dia akan bisa menabung. "Terimakasih, sajangnim. Saya akan bertanya kepada Yesung-ssi."

Kyuhyun mengangguk dan Eunhyuk melangkah keluar dari ruangan itu.

-oOo-

Dia tidak mengenaliku. Tanpa sadar Kyuhyun menarik nafas panjang, merasa lega. Dengan pelan diusapnya wajahnya. Bersyukur bahwa Eunhyuk tidak menyadari betapa gugupnya dia tadi, betapa dia berjuang menampilkan sosok tegas yang berwibawa. Karena sosok seperti itulah yang bisa menutupinya dari kecurigaan Eunhyuk.

Aku bukan lagi manusia yang tak punya harga diri seperti dulu, Eunhyuk-ah. Kau pernah mengatakan padaku untuk datang ketika aku sudah punya harga diri lagi. Sekarang aku punya, harga diri beserta atributnya. Kedewasaan, kebijaksanaan, kebaikan hati. Tapi entah kenapa, aku masih merasa tak pantas menemuimu. Aku ini... Manusia yang tak termaafkan.

Kyuhyun mendesah pelan dan menyandarkan kepalanya di kursinya.

Sampai kapan dia harus begini? Tidak bisa mengakui dirinya yang sebenarnya di depan yeoja satu-satunya yang menjadi tujuan hidupnya? Sampai kapan dia harus begini? Bersembunyi? Malu mengakui diri? Kyuhyun tidak punya jawaban. Dia hanya merasa saat ini lebih baik dia memilih jalan pengecut. Bersembunyi dibalik bayang-bayang sosok GuiXian.

Bukankah dengan begini kau bisa lebih bebas menjaganya? Suara hatinya berbisik dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanpa sadar.

Ya. Keputusannya tepat. Akan lebih baik jika Eunhyuk tidak pernah mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya. Luka hati yeoja itu sudah sembuh. Sangat tidak tepat kalau dia merusaknya dengan pertemuan masa lalu yang pasti akan membuka luka lama itu.

-oOo-

"GuiXian Sajangnim." Panggilan itu membuat Kyuhyun yang sedang menekuni perjanjian kontrak terbaru mereka, mengangkat kepalanya. Kyuhyun sebenarnya tidak terlalu suka dengan nama panggilan itu. Tetapi di perusahaan ini dia harus dipanggil dengan nama Chinanya, Chao GuiXian. Karena ia ingin Eunhyuk bekerja dulu disini. Jika Eunhyuk ingat nama Cho Kyuhyun dan curiga, maka tamat sudah semuanya.

Sekertaris Kyuhyun muncul di depan pintu, tampak gugup. "Itu.. Tuan Tan Hankyung ingin bertemu."

Kyuhyun mengernyitkan kening. Tan Hankyung adalah CEO untuk perwakilan Korea Selatan dari perusahaan asing yang menjalin kerjasama dan menanamkan modal di perusahaan ini. Mengingat betapa dingin dan sinisnya penampilan Hankyung, pantaslah kalau sekertarisnya tampak begitu gugup.

"Persilahkan beliau masuk."

"Aku sudah masuk tanpa kau persilahkan." Hankyung melangkah masuk tanpa peduli, dan mengangguk kepada sekertaris Kyuhyun untuk membuatnya pergi dan langsung duduk di sofa ruang tamu Kyuhyun.

"Kau membuatnya takut hyung." Gumam Kyuhyun sambil melirik pintu yang di tutup pelan oleh sekertarisnya. Dia melangkah ke arah bar pribadi di pojok ruangannya dan menuangkan teh untuk Hankyung, dan kopi untuk dirinya sendiri.

Hankyung melirik pintu dan mengangkat bahu, sambil menerima segelas teh dari tangan Kyuhyun.

"Kau harus sedikit lebih keras kepada bawahanmu kalau ingin dihormati." Hankyung menatap Kyuhyun tajam, berubah serius. "Aku ada dua undangan pesta makan malam di rumah Choi Siwon. Dan aku mengira kau mungkin bisa datang kesana juga berkenalan dengannya."

Kopi yang ditelan Kyuhyun tersedak ditenggorokannya.

"Apa?" Kyuhyun butuh mendengar ulang lagi, merasa tak percaya dengan indra pendengarannya. "Choi Siwon?"

"Ya. Berkenalan dengan Choi Siwon." Hankyung tersenyum tipis melihat ketidak percayaan di mata Kyuhyun. "Kenapa kau tampak begitu terkejut? Kau tahu, kan, aku menjalin hubungan bisnis dengannya?"

"Aku tahu kau menjalin hubungan bisnis dengannya. Tapi aku tidak menyangka kau berteman dengannya sampai-sampai menghadiri pesta diluar urusan bisnismu." Kyuhyun bersungut-sungut, lalu duduk di sofa, di depan Hankyung.

Hankyung menggeleng, masih tersenyum. Dan menurut Kyuhyun, lelaki itu sudah banyak tersenyum dari yang biasa di tampilkannya. Sepertinya pernikahannya dengan Heechul noona telah membuatnya menjadi orang yang murah senyum.

"Aku tahu kau tidak menyukai Choi Siwon." Itu pernyataan, bukan pertanyaan.

"Ya. Aku tidak suka padanya hyung. Aku memang tidak berhak menghakimi seseorang dari gosip yang kudengar. Tetapi reputasi watak Choi Siwon memang sangat menakutkan. Aku bahkan dengar bahwa dia dijuluki 'Sang iblis' dan aku tidak suka tipikal pengusaha kejam semacam itu."

"Mereka berlebihan, ia tidak sejahat itu." Hankyung terkekeh. "Lagipula, istriku bersahabat dengan istri Choi Siwon."

"Istri Choi Siwon?" Kyuhyun membelalakkan matanya. "Ah, ya. Yeoja yang menimbulkan gosip heboh beberapa waktu lalu karena Siwon menculiknya, ya? Mungkin yeoja itu bisa menaklukkan Siwon. Aku dengar, Siwon menjadi jinak setelah istrinya itu melahirkan seorang putra untuknya."

Hankyung terkekeh.

"Siwon sudah menemukan keberuntungannya. Dia jatuh cinta kepada istrinya."

"Ya, Hyung dari senyummu yang aneh itu, pasti kau hendak mengatakan kalau Siwon bernasib sama sepertimu. Sama-sama takluk karena cinta kepada istri masing-masing."

"Memang." Tak ada bantahan dari Hankyung, lelaki itu tampak bangga mengakuinya. Dia lalu meletakkan amplop undangan berwarna keemasan itu di meja kopi. "Ini, undangannya. Dan datanglah dengan membawa pasanganmu." Mata Hankyung berkilat geli. "Entah kau pandai merahasiakan pasanganmu atau memang kau tidak tertarik, kau tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan siapapun. Dan itu membuat kami bertanya-tanya tentang orientasi seksualmu.

Kyuhyun langsung terbahak. "Aku menunggu yang terbaik hyung."

Hankyung menganggukkan kepalanya.

"Menurut pengalamanku, kita memang akan menyerah pada yang terbaik. Semoga yang terbaikmu itu segera datang."

Kyuhyun segera merenung. Lalu membayangkan Eunhyuk. 'yang tebaiknya' memang sudah datang.

-oOo-

Kyuhyun memarkir mobilnya di tempat biasa, di sudut, tertutup bayang-bayang pohon besar yang teduh. Matanya menatap ke arah sebuah bangunan asrama panti asuhan yang terlihat tua. Tempat yang sangat di hafalnya. Dan mungkin merupakan satu-satunya tempat yang paling sering di kunjunginya secara berkala.

Eunhyuk melangkah keluar dari sana. Kyuhyun melihat jam nya. Selalu tepat jam sembilan di hari Minggu, Eunhyuk akan berbelanja kebutuhan asrama ke pasar. Gadis itu tampak sehat dan ceria. Syukurlah. Kyuhyun mendesah dalam hati.

Matanya mengikuti Eunhyuk dengan waspada. Ketika yeoja itu berdiri di pinggir jalan menunggu bus untuk mengantarnya, dan Kyuhyun mengernyit saat bus penuh sesak berhenti di depan Eunhyuk dan yeoja itu masuk ke dalamnya.

Dia tidak boleh naik bus lagi. Putusnya dalam hati. Kyuhyun harus mengusahakan sesuatu. Setelah yakin bahwa Eunhyuk sudah benar-benar pergi, Kyuhyun mengangkat ponselnya.

"Saya sudah menunggu disini." Gumamnya tenang.

Tak lama kemudian, sosok Kim Ahjumma keluar dengan hati-hati dari asmara. Dan melangkah ke tempat parkir Kyuhyun.

Dengan sopan Kyuhyun membukakan pintu dan Ibu asrama melangkah masuk.

"Dia sangat senang karena diterima di perusahaan itu." Kim Ahjumma memulai percakapan sambil tersenyum.

Mau tak mau, Kyuhyun ikut tersenyum. Membayangkan Eunhyuk bahagia sudah cukup membuatnya tak bisa menahan senyum lebarnya.

"Saya senang. Apa dia merasa curiga? Apa dia membicarakannya?" Kyuhyun menatap Kim Ahjumma dengan sopan. Wanita didepannya ini adalah mantan asisten eommanya yang sudah pensiun dan kemudian karena tidak mempunyai sanak keluarga, mengajukan diri untuk mengurus asrama panti asuhan ini.

Sebenarnya, panti asuhan ini adalah salah satu asrama milik Eomma Kyuhyun. Dan ketika Eomma Kyuhyun menceritakan semua rencana Kyuhyun, Kim Ahjumma menawarkan diri dengan senang hati untuk membantu. Dan Kyuhyun sangat menghormati wanita ini. Hampir sama seperti ia menghormati ibunya sendiri.

"Dia sempat curiga." Kim Ahjumma tersenyum melihat raut cemas Kyuhyun. "Tapi saya sudah berusaha menghilangkan keraguannya. Lagipula, nilai-nilai ijazahnya memang sangat bagus, jadi tidak menutup kemungkinan perusahaan besar bersaing memperebutkannya."

Kyuhyun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran dibawah pohon besar itu dengan tenang. Mengarahkan mobilnya menuju rumahnya. Karena setiap minggu, Kim Ahjumma akan berkunjung ke rumahnya untuk bertemu Eommanya. Setiap minggu itulah Kyuhyun akan memanfaatkan waktu untuk mengevaluasi dan memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang Eunhyuk dari Kim Ahjumma.

"Mungkin memang aku terlalu berlebihan. Seharusnya aku menempatkanya sebagai staff biasa dulu, tapi aku tidak tahan, aku lelah melihatnya secara bersembunyi-bersembunyi seperti ini. Aku ingin berinteraksi langsung dengannya."

"Aku mengerti." Kim Ahjumma tersenyum penuh kelembutan. "Tetapi, tidak adakah ketakutan di hati anda ketika Eunhyuk menyadari siapa anda sebenarnya?"

Pandangan Kyuhyun menerawang ke depan.

"Aku.. Tidak tahu. Aku menganggap semua ini seperti pertaruhan yang melibatkan hidup dan matiku. Anda tahu, kan, betapa aku sangat menginginkan pertemuan ini. Bisa bertatapan langsung dengan Eunhyuk, bisa berbicara langsung, aku sangat menginginkan pertemuan ini. Sekaligus... Takut. Sebab jika Eunhyuk mengenaliku, maka selesailah sudah semuanya."

Dengan penuh rasa ke-ibu-an, Kim Ahjumma mengamati sosok di sampingnya itu. Kyuhyun sedang berkonsentrasi menyetir. Pandangannya lurus kedepan, sehingga tak sadar jika sedang diamati. Kim Ahjumma sudah mengenal Kyuhyun sejak lama. Karena dia menjadi asisten Eomma Kyuhyun sejak Kyuhyun masih kecil.

Dia sendiri yang menjadi saksi betapa nakal dan pemberontaknya Kyuhyun di masa mudanya. Dia juga yang menjadi saksi saat kecelakaan itu telah mengubah Kyuhyun 180 derajat. Dari seorang pemuda ugal-ugalan yang sombong dan hanya mengandalkan nama Appanya, menjadi pengusaha yang berjuang dengan kekuatannya sendiri seperti sekarang.

Tidak. Kim Ahjumma memutuskan, Eunhyuk tidak akan mengenali Kyuhyun yang sekarang. Kyuhyun yang sekarang jauh berbeda dengan Kyuhyun yang dulu. Kenakalan masa remajanya sudah berubah menjadi sikap dewasa yang penuh wibawa, fisiknya sudah berubah menjadi lebih dewasa pula, dan aura kesombongan dan keangkuhannya telah berubah menjadi kebijaksanaan yang tenang. Kim Ahjumma yakin, Eunhyuk tidak akan bisa mengenali Kyuhyun, pemuda kaya yang dulu merenggut nyawa Ayahnya.

"Saya sangat tahu perasaan anda. Dan saya akan mendoakan yang terbaik. Untuk anda juga untuk Eunhyuk. Dia gadis yang baik, luar dan dalam. Hatinya sangat lembut. Dan saya yakin, suatu saat akan datang dimana Eunhyuk akhirnya akan memaafkan anda."

Kyuhyun tersenyum sedih mendengar kata-kata Kim Ahjumma. Dimaafkan? Itu terdengar terlalu mewah baginya. Dia tidak pernah sedikit pun berani memohon agar dimaafkan. Karena dia tahu, permohonan itu akan terlalu muluk untuknya. Dia bersalah, dan dia tak termaafkan. Sesederhana itu. Yang dia butuhkan sekarang hanyalah kebahagiaan Eunhyuk. Kebahagiaan Eunhyuk, yang entah sejak kapan telah menjadi obsesi kehidupannya.

-oOo-

Eunhyuk memasuki lift dengan tergesa-gesa sambil membawa map berisi berkas-berkas yang kemarin diserahkan Yesung kepadanya. Malangnya, karena kurang hati-hati, map itu terlepas dari tangan Eunhyuk dan berhamburan di lantai lift. Dengan cepat Eunhyuk memunguti kertas-kertas itu dilantai. Sampai kemudian ia sadar ada sepasang kaki dengan sepatu mahal dan terbungkus celana panjang hitam dari bahan kashmir yang mahal.

Eunhyuk mendongakkan kepalanya dan bertatapan langsung dengan Kyuhyun, bos barunya. Lelaki itu berdiri dengan elegan dan menatap Eunhyuk yang berjongkok dibawahnya dengan sinar geli di matanya.

"Butuh bantuan?"

Eunhyuk langsung memungut seluruh kertas-kertas yang berhamburan di lantai itu secepatnya.

"T-tidak, sajangnim. M-mianhae. Saya ceroboh."

Tiba-tiba Kyuhyun sudah berjongkok di depannya. Tangannya yang kuat tetapi berjari ramping itu membantu Eunhyuk memungut kertas-kertas yang berserakan. Lalu tanpa kata menyerahkannya ke Eunhyuk.

"K-kamsahamnida." Gumam Eunhyuk gugup sambil memasukkan kertas-kertas itu kembali kedalam map.

"Lain kali tidak perlu terburu-buru. Tidak akan ada yang memarahimu." Kyuhyun meluncur berdiri dengan anggun bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. Lelaki itu melangkah pergi, meninggalkan Eunhyuk yang masih berjongkok didalam lift.

TBC

Dhanny, KHyukHaexx: Dangerous Boy, iya sih memang seru & keren tuh cerita ;;.;;. kmrn sempat minta ijin sama yg punya ff buat ku remake. Tapi nggak di ijinin. Dari pada nanti ketahuan n gue kena sembur sama author n readersnya yah dengan terpaksa ku hapus ffnya. Sorry sorry mianhae. Kalo mau baca ff aslinya silahkan ngacir ke blognya .com