Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

Original version, "Chers auteurs de fanfictions" © Naelye

Indonesian version © Shinigami-sama13


.

.

.

A/N:

Err… karena author lagi bosen dan ga tau mesti ngapain —dan kebetulan juga ini udah ditranslate— jadi author kepikiran buat update ini. Semoga chap ini gak mengecewakan kalian!

Reviews reply:

KurAcha Hing: Dat grepe-grepe XD Kok pikiranku jadi kemana-mana ya? /hoi

Harukaze Kagura: JLEB! Straight to the kokoro. Rasanya sakit, tapi tak berdarah /apaan

Tabok aja, silahkan. Daku rela kok— /dibunuh

Harizuka Lee: Terima kasih sudah menyemangati author pemula ini :v

Lovely Orihime: Tapi aku lebih setuju dia dipasangin dengan Kagami /meteor jam/

Iya, genderuwo remang mesum. Kamu ga salah denger, kok.

suira seans: AoKaga juga OTPku :v Sama-sama, senang kamu suka cerita ini.

Nameless pierrot: Berarti kamu itu peka, ga kayak dia :" /hush

Senang liat kamu suka ceritanya :)

AMEUMA: Terima kasih kembali. Meski terjemahannya rada bobrok, tapi biarlah :v

Miss Chocofee: Karena dia itu ultimate seme yang ga mau dibilang humu /apaan

.

.

I didn't own this fanfiction, I just translating it. Hope you like, DLDR!


.

.

.

.

.

Untuk para author dengan berbagai ide yang menyimpang,

Aku bahkan tak tahu kenapa aku membuang waktuku untuk ini. Jujur, aku yakin kalau kegilaan ini akan segera berakhir. Ternyata, tidak.

Mari mulai dengan nama yang kau gunakan untuk mendeskripsikanku. "Penggila horoskop", "si hijau", "tsundere", dan sebagainya… Aku cukup tahu.

Menghakimi, mengelompokkan atau menamai seseorang berdasarkan warna rambutnya itu jelas sangat tidak dewasa dan tidak sopan. Bukan aku yang memilih warna rambut ini. Maupun saat aku memilih memakai jersey berwarna oranye. Jadi tolong, berhenti membandingkanku dengan wortel atau apapun, tidak lucu. Satu hal lagi: aku tidak terlalu sering menaikkan kacamataku. Berhenti membuatku melakukan hal ini di ceritamu, itu menjijikan. Hal seperti ini bukan gayaku, tapi lebih seperti beberapa idiot di sekitarku yang tak ingin kusebutkan namanya.

Juga, ramalan horoskop terlalu diambil serius. Aku mungkin si 'penggila', seperti yang kau bilang, tapi aku hanya berusaha mencegah kesialanku, nanodayo.

Dan sekarang yang paling menyebalkan. Satu nama: Takao.

Aku tak tahu harus bilang apa. Aku tanya padamu, darimana kau melihat aku menyembunyikan perasaanku padanya atau semacamnya, nanodayo? Dia tidak memanggilku Shin-chan karena aku ingin, tapi karena dia itu sangat mengganggu. Kami bersama karena basket. Dia menjemputku saat pagi karena kami satu kelas. Aku mulai percaya padanya karena waktu yang kami jalani oleh pertemanan, bukan karena "hari-hari mulai berlalu, perasaan si surai hijau tumbuh lebih kuat". Takao itu temanku. Dan aku yakin ini pertama kali aku mengakuinya. Ini melenceng dari topik kalau dia diberitahu, nanodayo.

Juga Murasakibara. Keabsurdanmu tak pernah gagal membuatku terkesan. Dia dan aku itu tidak cocok. Baik dalam horoskop, karakter, dan sebagainya. Aku tak mengerti ketahananmu untuk membuat karya tentang aku dan dia tanpa dibuat-buat. Satu lagi, aku menolak bicara tentang Kise, Kuroko, Akashi, Aomine, bahkan Kagami.

Tertanda seseorang yang tembakannya tak pernah meleset,

Midorima.

.

.

.

.

.


A/N (2) :

Ketika sesosok/? Midorima Shintarou curhat:

Apa ini artinya OTPku ga akan pernah canon? /lirikMidoTaka/

Entah kenapa translatenya terasa ancur :"v

Nantikan surat dari chara yang lainnya!

Shin akan menerima apapun pendapat reader kecuali flame! ;)