Ngidam
By, Keiru/Kiyohara
Desclaimer: punya Kishimoto-sensei
Rating: MA…er, M, uh…mostly T (dari segi bahasa loh)
Legend harap dilihat di chap satu.
ONTO THE STORY
Ngidam : Minato + Fugaku = Kushina + Mikoto BloodLusts~
Siapa sangka, hanya dengan satu teriakan super-aje gile...serem macam genderuwo-dari sang Hokage, Sasuke yang memucat, langsung melesat ke tempat sang istri yang sekarang ternyata berada di dalam rumah sang mertua Naruto, alias rumah orang tuanya Sasuke. Sasuke mengangkat alis sebelah kanannya. "Oke, sebaik apa pun hubungan keluargaku dengan keluarga istriku, aku belum pernah melihat pemandangan paling memalukan dalam hidup...seorang Uchiha...lebih tepat lagi anak FUGAKU." Sasuke melengos.
Naruto memasang muka sebal, dia habis digeret pulang oleh Minato dan Fugaku kembali ke rumah keluaga Uchiha waktu dia sedang asyik belanja keperluan Future Kit-nya itu bersama para 'istri'. Dia mencibir ke arah sang suami.
"Um, Otousan-tachi..." panggil Sasuke pelan, tidak mau tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh para ayah, yang pasti apa yang mereka lakukan itu menurutnya sudah sangat memalukan. "Kalau Okaasan-tachi tahu, Otousan-tachi pasti di bantai..." gumam Sasuke dalam hati.
Apa yang ada dipandangan Sasuke benar-benar membuatnya merona merah. Tapi...setelah melihat muka sang Hokage yang penuh dengan aura pembunuh, dia tak berani berkomentar untuk menyuruh bapak2 itu melanjutkan pidatonya itu. Mau tahu pidatonya apa?
Jadi...
"...Begitulah Naru-chan, jadi kalau Naru-chan ngidam 'itu', Naru-chan bisa melakukannya dengan menggunakan special jutsu yang sudah kukembangkan bersama Minato waktu kita muda dulu!" ucap Fugaku.
Minato mengangguk, "Dengan begitu waktu 'itu' berlangsung, kegiatan Love Making kalian gak akan mengganggu bayi yang dikandung!"
Fugaku meringis. "Kami melakukan jutsu ini tepat ketika Mikoto mengandung Sasuke, dan Kushina mengandungmu!"
Naruto terbelalak. Sasuke tersedak.
Sang Yondaime pun terkekekh. "Hehehe, mereka Nolak, tapi secara kita ini lagi pengen, dan kita berdua harus mendapakan apa yang kita inginkan, jadi kami buat jutsu ini! Yah, walaupun kemungkinannya berhasil hanya 40%."
Alis Naruto berkedut. Sasuke dan Naruto gak nyangka kalau ayah mereka tega melakukan itu pada mereka, seandainya jutsu itu gagal, Naruto atau Sasuke bisa-bisa CACAT dan malah bisa GAK AKAN lahir di dunia ini!
Naruto yang mulai menggrundel langsung menatap marah ke arah Sasuke, takut kalau dia punya ide buruk.
"Iya, tapi jangan bilang ibu mu ya?" ujar mereka berdua sambil menatap ngeles ke Naruto, yang tentu saja dibalas dengan cibiran dan gerundelan pelan. Naruto tiba-tiba terbelalak, Ia memandang sesuatu di belakang punggung Sasuke.
"Umm...'Suke?" ucap Naruto sambil menatap 2 manusia dibalik punggungnya, tidak menghiraukan ucapan2 para ayah.
Sasuke mengangkat alisnya, dia menoleh pelan, dan mendapati....
"Ehem...Fugaku...sayang?"
"Minato...cinta?"
Dua wajah ayu nan caem dari dua orang wanita yang terkenal akan kehebatannya dalam dunia Kunoichi tersenyum menakutkan.
Fugaku dan Minato menoleh. "E-eh? O-oh, ha-hai Koi..." mereka berdua menelan ludah.
Sasuke langsung melesat mengamankan Naruto dari 2 orang istri yang siap membunuh suami mereka. "uh, Okaasan-tachi, Otousan-tachi, kami...mengundurkan diri dulu..."
"Oh, boleh saja...Sasuke-kun," Mikoto tersenyum manis sekali. Terlalu manis malahan.
"Dan jangan coba-coba melaksanakan ide...2 idiot itu, mengerti?" lanjut Kushina yang tersenyum tidak kalah manisnya.
Sasuke mengangguk cepat, Naruto monyong, lalu menggerundel gak jelas. Dan dalam sekejap, mereka menghilang dari tempat itu kembali ke kediaman Uchiha Sasuke-Naruto. Dalam jangka waktu 1 menit, mereka mendengar teriakan sumpah serapah Mikoto dan Kushina dibarengi teriakan pilu dari 2 orang dari salah satu klan terhebat di negara api.
"DASAR BEJAT!"
"Uwaaaaaaaaaa!!!!!! Kushina! Mikoto! Jangan disitu!!" suara tendangan jitu di daerah pribadi terdengan pilu.
"ORANG TUA GAK BECUS! MATI AJE LO KE NERAKA!!!"
"Gyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" suara tebasan terdengar.
"KALAU ADA APA2 SAMA CUCU KITA, LU BERDUA TANGGUNG JAWAB DENGAN DARAH KALIAAAAAAN!!!!!!! "
Tamparan dan ucapan 'katon gokakyuu no jutsu' di barengi 'katon karyuu endan' terdengar. Dan asap pun mengepul.
BAPAK2 BRENGSEEEEEEK!!!!!!! MATA KERANJANG! GAK TAU DIRI!!"
Dan penyiksaan mantan Hokage dan mantan ketua Klan Uchiha itu masih berlanjut sampai ke-esokan harinya, meninggalkan Sasuke dan Naruto ngungsi ke tempat Itachi di Akatsuki-basecamp.
-----Linebreaklinebreaklinebreaklinebreaklinebreaklinebreaklinebreaklinebreak------
Pagi hari begitu indah di taman milik Akagakure, desa baru pengganti whirlpool country yang dipimpin oleh adik Kushina, Pein, alias Uzumaki Nagato. Akagakure dibangun ketika Haku menghidup kan Itachi dkk, Pein yang punya ide 'gila' untuk menjadikan Akatsuki sebagai Akagakure no satou, langsung menjadikan Itachi menjadi pesuruh...err, pembantu, um bukan, maksud saya, jadi seorang ketua klan cabang Akagakure. Sebagai wakil dan penasihatnya.
Kembali ke taman milik Akagakure no satou, di taman utama desa itu, duduklah 3 orang yang lebih dikenal sebagai 'three wicked reds', terdiri dari suami-istri Akasuna, Sasori dan Deidara, dan anggota satunya lagi adalah Tobi. Mereka memperhatikan langit yang cerah dan udara yang sejuk sembari membicarakan tentang 2 orang pengungsi yang sekarang tinggal di rumah wakil Akakage itu.
"Yare-yare, Sepertinya Kehidupan di Konoha sekarang tidak pernah sepi ya, Sasori-danna, un?"
Sasori mengangguk. "Ya, dan kelihatannya kembalinya Sandaime Hokage-sama, Yondaime Hokage-sama, Kushina-Himesama, Fugaku-dono dan Mikoto-dono, and some other good guy like Jiraiya-sama etc, membuat Konoha makin....'ramai'." ia membuat gerakan tanda petik di kata-kata ramai.
"Yah, karena Tobi anak baik..."
"Diam Tobi, kau bukan anak-anak, un!"
"..." Tobi manyun. "Eniwei, Karena Tobi anak baik, Tobi sampai-sampai gak mau tahu apa yang terjadi di sana, tau lah...kalau Kushina-hime itu...erm...bisa mengacaukan kebaikan Tobi!" Tobi loncat-loncat bersemangat. Walaupun dia takut akan Kushina, karena dia bisa membuat sang...Madara...kabur, dia tetap bersemangat.
Semuanya ber-swt ria. "Secara kamu yang melepaskan Kyuubi no Youko, ya eyalah kalau Kushina-hime bakal menguburkan mu hidup-hidup di tanah keramat Konoha! Un!"
Sasori berdehem, melihat Tobi yang melengos sebal. "Omong-omong, aku dengar tadi malam Itachi dan istrinya terpaksa menengkan Naruto...ada yang tahu kenapa?"
Tobi ber 'oohh' ria, Dediara memegang dagunya. "Anoo...kalau Tobi gak salah dengar, itu kaarena Sasuke mau mencoba sesuatu 'save' jutsu atau sesuatu gitu pada Naruto, tapi Naruto-kun gak mau, dan akhirnya dia berusaha memenggal kepala Sasuke dan memutilasinya, untungnya Itachi dan Istrinya langsung datang dan mengamankan Naruto dari Sasuke."
"Hooo!" Sasori dan Deidara manggut-manggut/
"Jadi penasaran, jutsu apa ya? Un!"
"Yang jelas, itu pasti sesuatu yang pervert, secara ngeliat tampang Sasuke waktu datang dari Konoha kemari..." Sang Puppet Mater itu menatap langit. "Quote to Shikamaru, so troublesome..."
Yang lainnya nyengir.
Sementara itu, di rumah Itachi...Haku, istri Itachi (an: jangan tereak) tersenyum ramah menatap Sasuke yang babak belur dan Naruto yang melengos sambil bermain dengan Itaku, anak Itachi dan Haku (AN: Female Haku).
"Maaf kan aku, Naru-chan..." Sasuke menggosokkan tangannya ke pipinya yang masih merah karena tamparan Naruto tadi pagi.
"Humph!"
Sasuke mendesah. "...Ayolah, kumohon..."
Naruto menatap Sasuke. "Fine! Tapi aku mau sesuatu yang HARUS kamu lakukan!"
Sang pimpinan ANBU itu mengangguk cepat, dia mau melakukan apapun, agar dia bisa mencium Naru secepatnya. "Tentu saja, himesama!"
Naruto nyengir lebar. "Bawakan aku lidahnya Orochimaru-chan~"
O.o?!
Semua yang ada di rumah keluarga Uchiha Langsung tersedak. Gimana enggak? Lidah Orochimaru getoh?! Sapa sih yang mau ngidam lidahnya orochimaru kecuali sang author?! (AN: hey, Lidahnya orochan itu seksi tau!). Eniwei, ya, itulah yang diminta oleh Naru-chan kita sodara-sodara. Lidahnya Bakoro. Lidah pinky ungu item macam orang kena racun, yang basah berliur dan berlendir 7 rasa.
"Kalau bisa, sekalian Orochan-nya ya?"
Ok thats it.
Itulah puncak kesadaran yang dapat diterima oleh anggota keluarga Uchiha. Dan mereka pingsan dengan indahnya.
"Hey! Aku kan gak minta yang aneh2?!" Protes Naruto.
---linebreak---
So, here we are! Sasuke, dibantu oleh Itachi dan Haku, bersama Kisame dan ho? Itu Tobi? Umm...orang bertopeng aneh, melonjak-lonjak macam kelinci kepanasan, Yep, deffinately Tobi (sp?). Ehem, kembali ke acara semula. Jadi, mereka sudah disana...dimana? Ya tentu saja di depan 'rumah' Orochimaru. Dihadapan lima orang jagoan kita di chapter ini, berdirilah Kabuto yang terlihat sedikit meringkuk sambil bergetar ketakutan, menjaga 'pintu masuk'. Ceritanya, Kabuto harus balik ke Oto untuk menyelesaikan tugasnya sebagai wakil Orochimaru nih~
"Eh? Eh? Eto...Sasuke-kun, Itachi-kun, Haku-san, Kisame-san, umm Tobi-san...ada perlu apa ya?" Kabuto berusaha untuk tidak menangis ketakutan setelah merasakan hawa-hawa...pembunuh? erm, bukan, hawa gelap, tentu saja, tapi bukan hawa pembunuh. Tau' lah, pokoknya serem!
Sasuke tiba-tiba tersenyum terpaksa. "Kabuto-kun...Bakoro- Maksudku...Orochimaru-te...um, Orochimaru-san ada?"
'Ok, thats scary...´Kabuto menelan ludah 'Great, Sekarang aku dalam dua pilihan, menolak memberi tahu = mati cepat di tempat, atau memenuhi keinginan mereka = mati nanti di tangan Orochimaru-sama...damn it, pilihan yang susah!' Kabuto berdehem sambil membenarkan kacamatanya. "E..eto...ada perlu apa ya?"
Sekarang giliran Itachi yang bicara. "Kami membutuhkan....kehadirannya di kediaman kami di Akagakure no satou..."
Kabuto yang menyadari adanya jedah diantara kata membutuhkan dan kehadirannya mulai merasa gak enak. "Uhm...ano..."
"Kabuto-san, lebih baik anda bekerja sama dengan kami...atau..." Haku melirik kanan kiri, "akan ada seseorang yang mati hari ini..."
'Yep, SCARY, and I'm going to die if I refuse, AND...Shizune-chan going to mutilated me later if I say No...Gomen Orochimaru-sama!!! Gw gak punya pilihan!!' dengan sedikit tangis ketakutan akan keselamatan nyawanya, Kabuto mengangguk pelan dan mengatakan 'baiklah' ke mereka.
Tobi yang sedari lonjak-lonjak sambil bersenandung lagunya YUI langsung bersorak "OFF WE GO TO FETCH THE LIL SNAKE!!" dan Kisame meringis secara sadis, ia benar-benar ingin menguliti sang ular hari ini...nyahnyahnya 'I love Blood~' gumam Kisame.
Dan mereka pun memasuki 'rumah' (Baca: sarang ular) Orochimaru.
Sedikit pikiran dari para Uchiha + Istri Itachi dan Kisame, mereka sendiri bingung, entah kenapa dia mengajak Tobi kemari. Tobi, alias sang Madara, sebenarnya tidak begitu membantu banyak dalam urusan ngidam mengidam ini. Tobi hanya menenangkan Naru ketika Naru melihat 'rejection' di muka para Uchiha waktu ia minta Lidah Orochimaru dengan sebuah permen lolipop, Tobi juga hanya menyingkirkan 'sedikit' pembantu Orochimaru yang berusaha menyingkirkan mereka dari jalan, dan Tobi hanya menebarkan permen bius kepada para orang2 oto yang siap menyerangnya. No big deal!...Ok, mungkin its a big deal, anyway, mereka tetep aja gak tau kenapa mereka membawa Tobi dalam urusan ini!
Dan sang author sendiri juga gak tau kenapa nulis si Tobi dalam cerita ini. Jangan tanya kenapa! Or else! *laughing maniacly*
Eniwei, tadaaa~ kita sudah sampai di depan kamar Orochan! Dan ketika tangan para shinobi dari alam neraka...erm, maksud saya dari klan Uchiha, itu membuka pintu mahogani besar di depannya, mereka mendapati...What the Fu-?
"Orochimaru-sama???" Kabuto berkedip bego melihat tuannya itu.
Bakoro otomatis langsung menoleh kearah Kabuto, dan mendapati orang2 uchiha dan aktsuki menatapnya...Jijay? "Er...."
Ok, Sasuke langsung muntah ditempat, Itachi menutup mata Haku, Kisame langsung berboesa, dan Tobi? Erm, secara kita ini bicara tentang Tobi...maka..., "Oro-chan~!!!"
Maka Tobi pun memeluk sang Hebi-sennin itu. Yap, MELUK! PELUK! HUGS! CUDDLE! U name it. Dan reaksi Orochimaru? "OH! Tobi-kun!!!"
Well, er, U can guess what happen here, right? Right? Right.
Dan setelah event shock dan peluk2 gak penting itu, Orochimaru menatap para shinobi lainnya. "Ooooh~ Sasuke-kun! Tumben kau kemari??? Ada yang bisa dibantu?"
Sasuke yang telah sadar dari state shock nya, langsung berdehem. "Kami membutuh kan...er...bisa tidak kau ganti baju dulu?"
"Dan membereskan.........................hobimu yang.................lebay ini?" tambah Itachi seraya bertopang pada Kisame, sembari menutupi mata Haku.
Orochimaru mengembungkan pipinya. "Puh, fine."
Dan..eh? penasaran? Orochimaru pake baju dan hobi lebay apa? Err..yakin mau tau? SUER???? Well, ok. BEGINI SODARA-SODARA, sesungguhnya, Orochimaru memiliki fetish yang sangat-sangat-sangat-SANGAT membuat mata kita terbakar, apakah itu? Dia hobi crossdressing. Yep crossdressing! Jadi dia tadi sedang make rok frill lambe2 warna pink dengan bando macam milik allice in the wonderland, yang juga pink, sambil meluk boneka teddy dan menuangkan teh di boneka2 yang ditata rapi. Dan yang paling menjijikkan adalah.......seluruh ruangan kamarnya dipenuhi warna PINK! Siapa sih yang bisa nyangka kalo si snake-freak ini bisa menyukai warna pink?! Eh, tunggu bentar, weks! Dia punya bonekanya Sakura-chan!!!! Ok, he's superb freak.
Kembali lagi ke pokok cerita. Setelah Oro berganti baju dan mengajak para tamu dan asistennya ke ruang tamu, yang tentu ssaja dipenuhi dengan kulit ular dan warna ungu, ia mempersilahkan mereka duduk. "Jadi ada apa?"
Sasuke berdehem. "Orochimaru, kami membutuhkan...bantuan anda."
Orochimaru mengangkat alisnya. "Hou?"
Sasuke menatap Itachi. Itachi mendesah. " Begini bakoro, demi keselamatanmu dan kami, kami membutuhkan keberadaanmu di akagakure no satou secepat mungkin."
"Kalau tidak, seluruh Oto, konoha, dan Aka, bakal hancur.." tambah Haku dengan senyum masih terpampang diwajah imutnya.
"Tambah lagi, aku bisa jadi sushi kalau kau tidak membantu kita." Kisame menatap samehadanya, lalu mendesah pelan.
"Dan tobi bakal jadi anak nakal! Tobi anak baik! Tobi gak mau jadi anak nakal!"
Kabuto membetulkan kacamatanya. "Lebih baik anda melakukan apa yang mereka minta, Orochimaru-sama..."
"Kenapa emangnya? Care to explain?"
"Sepertinya, ini ada hubungannya dengan kehamilan Naru-kun." Kabuto berkedip pelan lalu memperhatikan reaksi Orochimaru yang langsung memucat secara otomati.
"Noooohhh.....jangan katakan kalau dia ngidam-"
"Yep." Sasuke mengangguk.
"Well shit." Sang snake sennin itu memegang kepalanya. "Aku tidak bisa menolak sama sekali kan?"
"Nope." Itachi menggeleng.
"Tidak ada jalan keluar?"
"Ada." Kisame meringis kejam sambil mengayunkan samehada-nya.
Orochimaru menelan ludah. "Tobi-kun?"
"Sori, oro-chan, I'm out of it!" dan Tobi meringis.
"Haku-san, kumohon??"
Haku hanya tersenyum penuh maaf.
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK~~~~!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Dan bagaimanakah nasib sang snake sennin kita berikutnya? Akankah ia kabur dari tangan Naruto sang hokage paling menkutkan dalam sejarah, ataukah ia mengikuti instruksinya??? Kita ikuti cerita berikutnya setelah tahun baru~
TBC..
An: sori kalo updetnya ntar lama. Malas. :D
