Desclaimer : Naruto Bukan Kepunyaan saya tapi milik Mr. Masashi Kishimoto

Author : Einstein Namikaze Anarchy

Black no Kitsune

Rate : R

Pair : Naruto x...?

Summary : Disaat sebuah Rahasia besar terungkap, sebuah Rahasia yang dapat mengubah pandangan seseorang, sebuah Rahasia yang dapat mengubah kepribadian seseorang, mengubah cita-cita menjadi sebuah AMBISI...

Warning : geje, abal, typo bertebaran, semi-Dark!naru, strong!naru, author newbie,

.:Einstein Namikaze Anarchy:.

.:Log In:.

Selamat membaca

.

.

.

.

.

Chapter 2 : Training Dan Kemunculan Anbu NE

Naruto POV

Namaku Uzumaki Naruto, aku adalah seorang jinchuriki kyuubi yang pernah menyerang konoha 8 tahun yang lalu. Aku sering dihina oleh penduduk desa bahkan aku tak jarang di pukuli oleh mereka yang katanya aku adalah penyebab terbunuhnya keluarga mereka yang tewas saat insiden kyuubi.

Aku adalah anak dari mendiang pahlawan konoha yondaime hokage, awalnya aku tidak percaya atas kenyataan itu yang aku dapatkan dari kyuubi,

Tapi saat mencari fakta tentang itu, memang aku mempunyai fisik ang hampir mirip dengan yondaime dengan rambut surai pirang, mata biru shappire, minus whisker.

Awalnya aku sempat membenci ayahku karena telah menyegel kyuubi didalam tubuhku dan juga meninggalkanku saat aku lahir.

Tapi aku tahu bagaimana kewajiban seorang hokage yang harus mengorbankan apapun demi desa, oleh karena itu aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan ayahku untuk melindungi konoha dengan nyawaku sendiri meskipun dari luar desa.

Naruto POV END

Normal POV

Saat ini Naruto berdiri di patung ayahnya memandang keindahan desa, tapi pikirannya sedang memikirkan pembicaraannya dengan kyuubi tentang si pria bertopeng yang telah mengendalikan kyuubi untuk menyerang konoha.

' Pria bertopeng itu mampu mengendalikan bijuu sekuat kyuubi hanya dengan matanya, dari fakta itu aku menyimpulkan bahwa dia mempunyai kekuatan yang besar.' Pikirnya

'Dan juga dia mempunyai kekuatan yang mampu membuat dirinya tertembus' batin naruto mengobservi kemampuan pria bertopeng.

"Sudah dipastikan dia bukanlah orang sembarang..." Gumam naruto berhenti sejenak

"Tapi bagaimanapun juga aku harus membunuhnya karena dia telah membuat hidupku hancur" lanjut gumam naruto dengan dingin dengan ekspresi wajah penuh dendam dan kebencian.

"Tapi sebelum aku datang mencarinya, aku harus menjadi kuat dari yang terkuat agar dapat membunuhnya," ucap naruto dengan raut wajah dingin

"Dan aku membutuhkan guru untuk melatihku, tapi siapa yaang mau melatihku,...?" Ucap berhenti sejenak naruto

"Ahh lebih baik aku meminta hokage jiji untuk melatihku" ucap lanjut naruto lalu melangkat menuju kantor hokage

[Hokage Office]

.

.

Saat ini naruto telah berada didepan pintu hokage, lalu mengetuknya

Tok.. Tok...

"Masuk"

suara terdengar dari dalam ruangan yang memerintahkannya untuk masuk.

Naruto yang mendengar suara itu, lalu membuka pintu dan masuk keruangan.

Didalam ruangan terdapat sandaime hokage yang sedang mengerjakan paperworknya.

Naruto lalu berjalan menuju meja kerja sandaime dan berdiri tepat didepan meja.

"Ohayou hokage-jiji" sapa naruto

"Ohayou naruto-kun" balas sandaime, " ada apa kau kemari naruto-kun?" Balas sandaime sembari bertanya kepada naruto atas kedatangannya.

"Tidak ada jiji, aku hanya ingin agar jiji melatihku untuk menjadi shinobi yang kuat" ucap naruto serius naruto

"Kenapa kau ingin menjadi shinobi naruto-kun?" Ucap sandaime

"Karna aku ingin menjaga jiji, dan agar para penduduk mengakui keberadaanku" balas naruto sembari tersenyum

' Dan juga agar aku dapat membunuhnya' batin lanjut naruto dengan nada dingin

"Baiklah naruto-kun, aku akan melatihmu agar menjadi shinobi yang kuat" ucap sandaime sambil menatap naruto

"Arigatou jiji" ucap tulus naruto.

"Baiklah naruto-kun sekarang kita ke training groud 23, akan kumulai pelatihanmu dari sekarang" ucap sandaime

"Baik jiji" ucap tegas naruto

.

.

.

[Time Skip]

Training groud 23

.

.

Saat ini naruto berada disebuah tanah lapang yang luas, yang disekitar training groud terdapat banyak pohon.

Karna letaknya berada dipinggir hutan konoha.

Naruto dan sandaime saat ini saling berhadapan dengan jarak dua meter membatasi mereka.

"Baiklah naruto-kun, apakah selama ini kau pernah berlatih sendiri?" Ucap sandaime menatap naruto

"Iya jiji" balas naruto.

"Lalu sampai mana latihan yang kau jalani selama ini?" Ucap sandaime.

"Sekarang ini aku hanya melatih fisikku, melempar shuriken, kawarimi, dan kontrol cakra" ucap naruto

Sandaime yang mendengar jawaban naruto terkejut, karena naruto yang belum memasuki akademi telah bisa dasar dasar menjadi ninja.

"K-kau sudah bisa sampai sejauh itu, aku tidak menyangka naruto-kun..."Ucap sejenak sandaime.

"Lalu kau belajar dari mana semua itu naruto-kun"lanjut sandaime dengan nada penasaran.

" Kalau soal itu, Aku belajar dari buku yang ada diperpustakaan konoha jiji, dan aku belajar dasar dasar teknik ninja" balas naruto.

Sandaime yang mendengar jawaban anak itu hanya tersenyum kagum atas apa yang dilakukannya.

"Baiklah latihannya kita akan mulai, sekarang aku ingin kau melakukan pemanasan dulu dengan memutari training groud ini sebanyak 100 kali, push up 100 kali, sit up 10 kali" ucap tegas sandaime memeulai pelatihanya.

"Ha'I jiji" ucap patuh naruto atas perintah sandaime karena pelatihan seperti itu sudah biasa untuk naruto.

Skip

Setelah naruto melakukan semua pemanasannya, naruto saat ini berdiri dihadapan sandaime dengan terengah engah karena baru selesai melakukan pemanasan.

"Baiklah naruto-kun sekarang aku ingin kau salurkan cakramu ke kertas ini" ucap sandaime sambil menyerahkan sebuah kertas yang ternyata sebuah kertas cakra.

"Kertas cakra..." Ucap naruto sembari mengambil kertas cakra itu dari tangan sandaime

"Ya, ini kertas cakra naruto-kun, kegunaannya untuk mengetahui jenis elemenmu" ucap sandaime.

"Baiklah sekarang salurkan cakramu ke kertas itu, jika terbelah fuuton, terbakar katon, mengkerut raiton, basah suiton, hancur doton" ucap perintah sandaime mengintrupsikan naruto.

"Ha'i jiji"

Naruto lalu mengalirkan cakranya dan hal mengejutkan terjadi, kertas itu terbelah lalu bagian kiri mengkerut lalu terbakar, dan bagian kanan basah.

Sandaime yang melihat kejadian itu, menganga lebar terkejut atas ap yang terjadi pada kertas itu. Setelah pulih dari rasa terkejutnya, sandaime tersenyum kagum atas apa yang dimiliki naruto.

"Selamat ya naruto-kun kau memiliki 4 elemen dasar, fuuton, raiton, katon, dan suiton" ucap bangga sandaime.

Naruto yang mendengar ucapan sandaime terkejut lalu memandang berbinar atas elemen yang dikuasainya.

"Benarkkah jiji, kalau aku mempunyai 4 elemen?" tanya naruto, sandaime yang mendengar ucapan naruto hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

"Yatta, dengan begini aku akan menjadi shinobi terkuat, dattebayo" ucap girang naruto.

"Tapi ingat naruto-kun perjalananmu masih panjang, jika kau ingin menjadi shinobi yang kuat kau harus bisa menguasai keempat elemenmu itu dengan sempurna, paham?!." Ucap tegas sandaime.

"Ha'I jiji" ucap patuh naruto.

"Baiklah naruto-kun, sebelum aku melatih kemampuan elemenmu..." Ucap sejenak sandaime.

"Aku ingin mengetes sampai mana kemampuan taijutsumu" ucap lanjut sandaime

"Baik jiji"

"Baiklah kalu begitu kita mulai." Ucap sandaime.

"Siapppp..." Ucap gantung sandaime

Saat sandaime mengatakan itu naruto melompat kebelakang menjaga jarak dengan sandaime.

"HAJIME" ucap keras sandaime.

Naruto yang mendengar peringatan lalu berlari menuju ke sandaime dengan kecepatan genin. Setelah berada dihadapan sandaime naruto mencoba memukul kepala sandaime dengan tangan kanannya tapi dengan mudah sandaime menepis pukulan itu dengan tangan kirinya.

Tidak berhenti sampai disitu naruto terus mencoba dengan mengunakan kaki kanannya tapi dengan mudah diblock dengan mudah oleh sandaime, naruto terus menyerang dengan seluruh kemampuannya tapi masih dapat dihindari juga diblock oleh sandaime.

Naruto yang sudah kesal karena semua serangannya diblock, melopat kebelakang lalu membuat bunshin.

Bunshin no jutsu

Setelah itu muncullah satu bunshin naruto di sampingnya, lalu menyuruh bunshinnya untuk menyerang.

"Ha'I boss"

Setelah itu naruto dan bunshinnya berlari menuju sandaime dengan gaya zig zag sampai sandaime bingung menentukan naruto yang asli.

Setelah tiba di hadapan sandaime bunshin naruto mencoba memukul sandaime dengan beruntun tapi dapat dengan mudah dihindari oleh sandaime.

Saat sandaime sibuk dengan bunshin, naruto yang asli tiba tiba tepat berada di belakangnya mencoba menendang kepala sandaime. Sandaime yang tau ada bahaya di belakangnya lalu menundukkan kepalanya untuk menghindari tendangan itu.

Sandaime lalu melompat ke samping menjaga jarak dengan naruto dan bunshinnya.

"Pemikiran yang hebat naruto-kun, menggunakan bunshin untuk pancingan agar musuhmu lengah, tapi kau harus lebih keras lagi agar bisa menyentuhku" puji sandaime dan mencoba memancing emosi naruto.

Naruto yang mendengar ejekan sandaime hanya mendecih tidak suka karena semua serangannya gagal. Lalu naruto menyuruh bunshinnya menyerang sandaime dengan shuriken.

Sang bunshin yang mendengar perintah dari 'bossnya' lalu mengambil beberapa shuriken dari kantong ninjanya lalu melemparkan kearah sandaime.

Sandaime yang melihat beberapa shuriken yang meluncur kearahnya hanya tersenyum lalu mengambil kunai dari kantong dibalik jubah hokagenya dan menangkis semua shuriken.

'caranya melempar shuriken sudah sangat baik, aku yakin kau akan menjadi ninja yang hebat naruto-kun' batin sandaime sembari menangkis shuriken itu.

Saat sandaime sibuk menangkis serangan shuriken bunshin naruto, lagi lagi naruto telah berada di belangkangnya memegang kunai dan menusukkan kunainya ke punggung sandaime.

Naruto yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan, Tapi tiba-tiba tubuh sandaime telah berganti menjadi sebatang kayu. Naruto yang melihat itu mendecih tidak suka.

"Cih, sial kawarimi"gumam naruto kesal

Naruto yang sedang menengokkan kepalanya kesegala penjuru mencari sandaime, tiba tiba di merasakan sensasi dingin di lehernya, saat di menengokkan kepalanya di melihat sandaime yang sedang menodongkan kunai ke lehernya.

Naruto yang melihat itu terkejut saat tiba tiba sandaime telahberada dibelakangnya.

"Sepertinya kau kalah naruto-kun" ucap sandaime

"Haaah sepertinya begitu jiji" ucap lemas naruto.

"Jangan lemas gitu naruto-kun, kau sudah sangat baik untuk anak seusiamu bahkan bisa dibilang luar biasa" ucap sandaime menyemangati naruto.

"Benarkah jiji" ucap naruto

"Hm, bahkan kau sudah bisa memojokkanku sampai aku harus menggunakan kawarimi, cara berpikrmu sudah sangat hebat, aku bangga padamu naruto-kun" puji sandaime sambil mengelus kepala naruto.

Naruto yang dipuji begitu hanya memerah malu sambil menundukkan wajahnya.

"Baiklah, pelatihan ninjutsu akan kita mulai naruto-kun. Untuk melakukan ninjutsu kau harus bisa mengontrol cakramu naruto-kun,..." Ucap sejenak sandaime

"Lalu, sampai mana sekarang kontrol cakramu naruto-kun?" ucap lanjut sandaime

"Untuk saat ini aku sudah sampai pada berjalan diatas air jiji" balas naruto

Sandaime yang mendengar jawaban naruto terkejut bukan main, anak yang baru menginjak umur 8 tahun sudah bisa mengontrol cakranya sampai berjalan di atas air.

Biasanya control cakra akan diajarkan pada saat sudah menjadi genin, tapi tdak untuk naruto yang sudah dapat melakukannya dengan sempurna.

"A-apa kau sudah sampai sejauh itu naruto-kun, aku tidak percaya anak seusiamu sudah bisa melakukan control cakra sampai sejauh itu." Ucap bangga sandaime.

"Hehehehe"

Naruto hanya nyengir gak jelas membalas perkataan sandaime.

"Baiklah, aku berikan kau gulungan jutsu agar kau bisa mempelajarinya dengan mudah, jika kau membutuhkan bantuan, kau tinggal datang ke kantorku" ucap sandaime menyerahkan beberapa gulungan jutsu elemen dari, elemen angin, petir,api, dan air Rank-D samapi Rank C.

"Ha'I jiji" ucap patuh naruto

Lalu naruto mengambil gulungan itu dari tangan sandaime.

"Kalau begitu aku akan pergi ke kantor dulu naruto-kun, masih banyak tugas yang harus aku selesaikan" pamit sandaime kepada naruto.

"Baiklah jiji," balas naruto.

Setelah itu sandaime pergi menuju kantor hokage dengan sunshinnya.

Saat ini naruto berdiri sendiri memandang kearah scrol pemberian sandaime lalu mencoba membukanya.

"Kita lihat, gulungan apa yang di berikan oleh jiji" ucap naruto lalu mengalirkan cakranya pada gulungan itu untuk membuka gulungan.

Poooft

Keluarlah 4 gulungan yang berisi jutsu 4 elemen, naruto yang melihat memandang berbinar kearah gulungan.

"Yosh, dengan begini latihanku untuk menjadi kuat akan dimulai" ucap naruto.

.

.

~[Time Skip]~

~Tiga tahun kemudian.~

Malam yang indah di konoha dimana langit gelap ditaburi indahnya bintang, diatas sebuah patung yondaime ada seorang anak laki-laki berusia sekitar 11 tahun sedang duduk memandang indahnya malam dengan senyum diwajahnya.

Dialah naruto, tiga tahun setelah latihan yang dia lakukan, kemampuannya sekarang bisa dikatakan telah sampai high chunnin.

Bisa saja dilevel jounin tapi karena kurang pengalaman dia hanya sampai high chuunin.

Tiga tahun juga dia telah menguasai ke 4 elemennya dengan kuat, dia sudah bisa menggunakan jutsu jutsu rank A dengan mudah, tapi untuk jutsu rank-S nya dia sangat sulit penyebabnya tidak lain adalah kontrol cakra dan stamina tubuhnya.

Dia juga telah menguasai kagebunshin no jutsu versi selanjutnya dari bunshin no jutsu dimana pemiliknya dapat membuat bunshin yang banyak, kagebunshin no jutsu yang merupakan kinjutsu yang diciptakan oleh nidaime hokage, dan juga dia telah mengetahui rahasia dibalik jutsu kege bunshin, yaitu ingatan bunshin akan masuk ke diri yang asli.

Dengan jurus itu naruto berhasil menyingkat waktunya berlatih dengan cepat sehingga dia berhasil menguasai beberapa jutsu elemen dengan singkat.

Dimana juga dia telah menguasai rasengan dan chidori dengan sangat baik, hanya tinggal memvariasikan jurusnya.

Satu tahun terakhir ini naruto memfokuskan latihannya pada kontrol cakra dan stamina tubuh.

Naruto berlatih selama 15 jam perhari dengan 9 jam istirahat dan juga untuk meditasi.

Untuk kontrol cakra dia telah sampai pada titik dimana dia berjalan diair terjun meskipun hanya bertahan 10 detik.

Dan juga dia memfokuskan latihannya pada fuinjutsu, dimana untuk fuinjutsu dia sangat mudah mempelajarinya dengan mudah bagaikan air yang mengalir dengan tenangnya.

Untuk fuinjutsu dia telah mencapai level 6, 2 level lagi agar dapat bisa menggunakan hiraisin.

Kembali ke tokoh utama ini dimana sedang memandang indahnya malam, diatas patung yondaime.

"Untuk sekarang kekuatanku sudah mencapai high chunnin, hanya tinggal pengalaman saja..."Ucap naruto berhenti sejenak.

"Tapi, untuk sekarang aku tidak bisa mendatangiNYA, dimana ayahku sangat kesusahan olehnya"gumam lanjut naruto.

Naruto lalu merebahkan tubuhnya dengan kedua tangannya di belakang kepalanya.

"Hah, tou-san apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa kau meninggalkanku, aku tidak tau harus bagaimana lagi sekarang" ucap lirih naruto mengingat tou-sannya.

Saat keedaan hening itu suara terdengar dari arah belakang naruto.

"Ternyata itu kau naruto" ucap orang itu.

Naruto lalu duduk dari dari acara berbaringnya dan menengokkan kepalanya melihat sekilas orang itu lalu menoleh kembali menatap kedepan.

"Oh, kau sasuke, ada apa kau disini sasuke" ucap naruto yang ternya sosok yang menyapanya itu adalah uchiha sasuke, uchiha satu-satunya yang selamat dihari pembantaian.

"Hm, tidak ada hanya ingin jalan jalan.." Ucap cuek sasuke

"Lalu kau.. Untuk apa kau kesini naruto" ucap sasuke lalu duduk di samping naruto.

"Ini tempat biasa yang aku kunjungi setelah aku berlatih" balas naruto lalu merebahkan kembali tubuhnya.

Bagaimana naruto bisa mengenal sasuke, bahkan berteman baik dengannya, jawabannya adalah pertemuannya 1 bulan yang lalu.

Flashback 1 bulan yang lalu.

Saat ini naruto sedang berjalan di sekitar danau disore hari untuk sekedar merilekskan tubuhnya karena telah seharian berlatih.

Saat melalui danau itu dia melihat seorang anak laki laki rambut emo sedang berlatih dengan sungguh mencoba mengeluarkan elemen apinya.

~With sasuke~

'Hah hah jika hanya ini aku tidak akan bisa membunuhnya, aku harus bertambah kuat' batin sasuke dengan ngos ngosan karena telah letih.

Lalu sasuke merapal handseal dengan cepat

Katon goukakyu no jutsu

Sasuke menyemburkan api berdiameter 5 meter kearah danau.

"Hah hah kurasa itu sudah cukup" ucap ngos ngosan sasuke karena kelelahan telah mengeluarkan banyak jurus.

Saat keadaan sasuke yang kelelahan memandang kearah danau, suara masuk ke gendang telinganya.

"Heh kau berlatih sangat keras ya, sasuke" ucap naruto

"Hn"

"Haa apa tidak ada kata kata lagi selain itu hah" ucap naruto kesal atas jawaban teman akademinya itu.

"Hm"

"Hah, terserah kaulah" ucap naruto sambil menghela nafas berat atas kelakuan temannya itu.

Lalu keadaan menjadi hening, naruto berdiri disamping sasuke menatap indahnya matahari saat akan tenggelam.

" Ohya sasuke, sebenarnya ada apa denganmu.. Kau selalu bersifat dingin kepada orang lain?" Tanya naruto mencairkan keadaan yang sempat hening

"Bukan urusanmu" ucap dingin sasuke membalas pertanyaan sasuke.

"Hah, aku tau rasanya kesepian sasuke..." Ucap naruto sejenak.

Sasuke yang mendengar perkataan naruto terkejut lalu memandang tajam ke arah naruto.

"Apa maksudmu." Ucap dingin sasuke

" Ya, aku tau penyebab pembantaian klanmu itu, kau pasti ingin membunuh orang yang membantai klanmu itu 'kan" jawab sarkas naruto.

"Bukan urusanmu" ucap dingin sasuke

"Sebenarnya aku tidak tega melihat keadaanmu seperti itu, kau jangan selalu bersifat dingin kepada orang lain..." Ucap bijak naruto.

"Cobalah bersifat ramah pada orang lain" ucap lanjut naruto

"Lebih baik kau diam saja naruto, kau tidak tau namanya kesepian, kau tidak tau rasanya ditinggalkan orang tua, kau..." Ucapan sasuke terpotong saat tangan mencengkram erat kerah bajunya.

"Aku tau sasuke, kau masih beruntung bisah menikmati rasanya kasih sayang keluarga, bahkan aku saat lahirpun tidak pernah tau namanya kasih sayang orang tua, karena orang tuaku mati saat aku lahir" ucap dingin naruto dengan masih mencengkram kerah leher sasuke

Sasuke yang mendengar pernyataan naruto membulatkan matanya terperangah atas apa yang dialami temannya itu.

Lalu naruto pun melepaskan genggaman tangannya dari kerah sasuke dan meminta maaf.

"Maaf... Aku terbawa emosi" ucap naruto.

Sasuke hanya diam tidak membalas perkataan naruto.

"Kau tau sasuke, aku ingin menasehatime agar tidak membalaskan dendanmu itu..." Ucap naruto berhenti sejenak.

Sasuke yang mendengar ucapan naruto langsung menatap tajam ke arah naruto.

"Tapi... Aku juga mempunyai dendam kepada seseorang yang telah membuat hidupku hancur" ucap naruto dengan nada dinginnya.

Sasuke terkejut mendengar ucapan naruto yang menurutnya naruto orang aneh yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.

"Tapi, aku tidak menutup diri dari orang lain karena aku ingin mengenal namanya kasih sayang" ucap naruto tersenyum mengingat wajah sandaime.

"Oleh karena itu cobalah berteman mungkin dengan itu kau akan menjadi kuat dengan bantuan temanmu" ucap bijak naruto kepada sasuke sambil mengulurkan tangannya.

Sasuke yang terdiam mencerna kata kata naruto lalu memandang naruto dengan senyum tipis dan menerima uluran tangan naruto.

"Aku akan mencobanya naruto" ucap sasuke dengan senyum tipis dan tulus. Lalu mereka melepaskan acara salaman mereka.

"Baiklah sasuke, aku pergi dulu, jika kau memang butuh teman sparring datanglah ke training groud 23 aku akan bersedia menjadi teman sparringmu, ok?!" Ucap naruto lalu melangkah menjauhi tempat sasuke.

"Ya..." ucap sasuke.

"Terima kasih naruto" gumam sasuke dengan tulus saat naruto sudah hilang dari pandangannya.

Flashback End

With Naruto

"Ohya, bagaimana dengan latihanmu..."

"Apakah kau sudah menguasai elemen katonmu?" Tanya naruto.

"Yah seperti itulah aku hanya bisa menggunakan beberapa jutsu rank-C saja" balas sasuke

"Seperti itukah... mengecewakan sekali" ejek naruto memandang remeh sasuke.

Sasuke yang mendengar ejekan naruto lalu memandang dingin kearah naruto dengan sharingan 2 tomoe.

"Hahaha, tenanglah sasuke, aku 'kan hanya bercanda..." Ucap naruto sembari tertawa.

"Bagaimana kalau aku mengajarimu beberapa teknik katon kuat he.." Tawar naruto kepada sasuke yang merupakan teman nya.

Sasuke yang mendengar tawaran naruto lalu memandang naruto dengan tatapan meremehkan.

"Heh memangnya kau bisa elemen katon, heh" ucap remeh sasuke.

Naruto yang mendengar ucapan sasuke hanya menghela nafas menghadapi sikap temannya itu.

"Hah, terserah kau lah, jika kau ingin aku latih datanglah ke tempat biasa kita latihan, jika tidak yasudahlah" ucap naruto lalu bangkit dari acara berbaringnya lalu berdiri hendak meninggalkan tempat itu.

"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu sasuke, sampai ketemu besok di tempat biasa" ucap naruto lalu melenggang pergi meninggalkan sasuke sendirian diatas patung hokage.

"Hn" balas sasuke

Saat naruto telah pergi, sasuke terpikiran perkataan naruto dan bergumam

"Apa benar naruto mempunyai elemen api satauku naruto mempunyai elemen angin, tapi... Yasudahlah lebih baik aku menemuinya besok di tempat latihan" guman sasuke lalu beranjak dari patung hokage menuju ke rumahnya, uchiha coumpond (betul gak)

With Naruto

Saat ini naruto sedang berjalan menuju training groud 23 yang kebetulan melewati pinggiran hutan desa.

Tapi tiba tiba dia dihadang oleh 4 anbu bertopeng polos, yang berdiri sejajar menghadap naruto.

'Anbu.. Tapi aku tidak pernah melihat anbu topeng seperti itu' batin naruto memperhatikan topeng anbu itu.

"Naruto Uzumaki, aku diperintahkan oleh tuanku untuk membawamu ketempatnya" ucap salah satu anbu yang berada paling depan.

"Siapa kau, aku tidak pernah melihat anbu bertopeng polos seperti itu dikonoha" ucap naruto menatap tajam ke anbu itu, mengabaikan perkataan anbu yang berada paling depan

Anbu yang didepan menjawab dengan cepat.

"Kami adalah...

Pasukan ANBU ROOT"

T.B.C

.

.

.

Hai minna san aku kembali lagi dengan fanfic gak jelas ini heheheh.

Semoga saja anda terhibur dengan chapter ini.

Sekarang aku berikan beberapa pengenalan beberapa karakter naruto.

A/N : penampilan naruto disini sama seperti dicanon. Tapi akan berubah saat telah resmi menjadi genin.

A/N : sifat naruto di sini tidak OOC, tapi kalem, dan juga sifat naruto bisa berubah menjadi dingin jika mengingat pria bertopeng.

A/N : Naruto dan Sasuke akan menjadi teman sejati.

Jika ada yang ingin ditanyakan anda tinggal riview jangan sungkan sungkan, dan aku terima flame jika itu masih dibawah kata WAJAR.

Oh ya untuk update akan telat karena saya lagi mengikuti MOS di sekolah saya hehehehehe

Maaf minna san

Saatnya balas riview

Takiyatamao200 : ok akan saya cek lagi,

Iseng-Iseng : untuk sifat naruto sudah dijelaskan diatas, naruto akan jadi sangat dingin saat membicarakan pria bertopeng.

Vira-hime : ok ini dah lanjut.

Jangan lupa follow, favorit serta riview minna san

See you in the next chapter

.:Einstein Namikaze Anarchy:.

.:Log Out:.