Absolute
Pemuda bersurai coklat itu kini tengah asyik menonton pertandingan basket bersama teman-temnanya di lapangan basket Seoul OF Performance High School(SOPA), sebut saja pemuda itu Luhan ia memiliki postur tubuh mungil, bahu sempit, memiliki paras cantik layaknya wanita bahkan mungkin wanitapun kalah dengan kecantikanya yang kini tengah fokus menonton pertandingan basket atara Xiumin dan Kyungsoo. Bahkan Luhan pun sampai tidak menyadari, jika pemuda bersurai blonde dengan manik heterecome menatap nya dengan tatapan mengintimidasi telah berada di sampingnya. Jika saja baekhyun tidak menyikut lengannya dipastikan Luhan tidak menoleh sama sekali.
"Luhan." suara baritone yang dingin dan tegas menyapa pendengarannya. Membuat pemilik bersurai coklat itu menoleh ke arah sumber suara, seketika saja, udara di sekitar mereka terasa menipis. Luhan sulit untuk bernapas, dan mata dengan manik rusa yang lucu itu seketika membulat dengan sempurna saat menatap orang disampingnya yang tak lain adalah seorang Oh Sehun kapten tim Basket dari SIHS.
"E-eh, Sehun-ssi, Ada apa ?"suara Luhan tercekat ketika menatap Sehun. Sudah tiga bulan semenjak pertandinagan basket tim SOPA dan tim SIHS, Luhan tidak melihat nya lagi.
"Ikut aku." ucapanya yang terdengar mutlak bagi Luhan. Kemudian ia bisa melihat Sehun berbalik dan mengisyaratkan agar Luhan ikut dengan nya. Sementara itu Luhan masih diam ditempatnya mencerna situasi yang ada di antara mereka berdua. Untuk apa Sehun menemuinya ?.
"Luhan tidak akan ikut dengan mu." suara baekhyun memecahkan keheningan di sekitar mereka, membuat sang kapten dari SIHS itu menatap baekhyun dengan tatapan membunuh andalannya.
"Luhan-ssi, cepatlah." suara dingin dari sehun membuat luhan kembali sadar. Ia tau perkataan pemuda itu tidak bisa di tolak. Tentu saja tidak bisa karena perkataan Sehun itu sesuatu yang mutlak atau ABSOLUT!. Karena tak ingin terjadi hal yang tidak-tidak dengan baekhyun pada akhirnya Luhan pun mengikuti Sehun dan mengabaikan tatapan aneh dari teman-temannya yang melihat interaksi mereka berdua.
"Luhanie kau tidak boleh pergi dengan nya."
"Aku tidak akan lama Baek."Luhan tersenyum lembut, setelah itu ia mulai berbalik dan mengikuti Sehun yang berjalan terlebih dahulu di depannya. Jujur saja sebenarnya Luhan sangat gugup dan takut secara bersamaan saat Sehun menyuruh dirinya mengikuti pemuda itu.
O)(O
Kini mereka berdua sudah sampai di belakang stadium olahraga. Luhan masih saja terdiam dan menatap heran Sehun yang menatap dirinya dengan intens. Pasalnya Luhan risih di tatapi orang dengan tatapan seperti ingin menelanjangi dirinya.
"Sehun-ssi sebenarnya ada apa kau mengajak ku kemari." Luhan memiringkan kepalanya sedikit saat bertanya kepada Sehun dan sialnya itu adalah permandangan yang sanagat cute bagi pemuda yang berada di hadapannya. Saat itu Sehun menyunggingkan sedikit senyumnya-ah bukan melaikan menyunggikan seringaianya sambil mendekat kearahnya. Membuat luhan dengan refleks memundurkan tubuhnya sehingga ia menabrak tembok dan membuat dirinya terkukung di antara lengan Sehun. Jangan lupa tatapan mengintimidasi ala pemuda itu membuat nyalinya menciut untuk mendorong atau pun melawan orang di depannya itu.
"Luhan-ah masuklah ke SIHS, pindah dan tinggal lah di apartemen ku."
"E-eh?."Luhanpun tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Sehun.
"Aku bilang pindah lah ke SIHS, apa kau tuli?" suara dingi dari Sehun membuat Luhan menatapnya, tatapan Sehun seakan menghipnotisnya untuk mengangguk dengan cepat. Tetapi Luhan masih ingat dengan teman-temannya, dia tidak akan mudah menuruti kemaun pemuda yang ada di depannya itu.
"Maaf aku tak bisa Sehun-ah."rahang sehun pun mengeras saat mendengar penolakan yang keluar dari mulut Luhan. Tangan nya kini bergerak untuk mencengkram dagu pemuda mungil tersebut agar tatapan pemuda itu fokus ke arahnya.
"Kau tau?, perkataan ku itu adalah mutlak dan aku tidak menerima penolakan." Sehun mendekatkan wajah nya ke arah luhan sehingga ia bisa merasakah hembusan nafas Luhan yang menggelitiki permukaan kulit wajahnya.
"Maaf Sehun-ah aku tidak bisa, aku tidak mau meninggalkan SOFA dan teman-teman ku sekarang kita sudah berjalan dengan impian kita masing-masing dan aku bukan lagi bagian dari tim basket yang di pimpin oleh mu." Luhan mengucapkan itu dengan lancar walau pun terdengar lirih dan sebenarnya jantungnya berdebar dua kali lipat seperti biasanya. Ia benar-benar tak suka perasaan aneh ini yang mengglitik hatinya saat ia bersama dengan pemuda itu. Apalagi dengan jarak sedekat ini, sehingga dia bisa mecium aroma citrus bercampur mint milik Sehun.
Sehun terdiam ketika kembali mendengar penolakan yang keluar dari mulut Luhan. Seringaian menakutkan kembali menghiasi wajah tampannya, membuat Luhan bergidik ngeri menatap Sehun yang seperti ini, orang yang di depan nya ini bukan lah Oh sehun yang baik yang pernah ia kenal dulu. Pemuda berambut blonde di depannya adalah bagian gelap dari seorang Oh Sehun.
"Apa kau menyukai cara kasar agar kau menuruti apa yang aku perintahkan." Suara baritone itu terdengar mengancam di telinga Luhan.
"Aku bisa saja menghancurkan mu detik ini juga jika kau tidak menuruti ku."
Tubuh luhan menegang ketika mendengarnya. Ia tak suka dengan Sehun yang ada di hadapanya ini, ia takut dengan pemuda itu. Dengan tangan gemeternya Luhan mencoba mendorong Sehun agar menjauh dan melepaskan kukungannya. Tapi nihil, usaha itu sia-sia karena tenaga Sehun lebih basar dari nya bahkan pemuda di depanya tak bergeming sedikitpun dari posisi awal.
"S-sehun-ah, lepaskan aku." Sehun kembali menyeringai mendengar permintaan pemuda munggil itu. Kini ia semakin menundukan wajahnya agar bisa sejajar dengan wajah Luhan. Sehun memiringkan kepalanya, dan dalam hitungan detik semuanya pun terjadi.
CUP
Sehun mengecup pelan bibir Luhan yang kini membelalakan manik rusa miliknya yang masih mencerna apa yang tengah terjadi. Tubuh Luhan menegang ketika Sehun menarik kembali tubuhnya sehingga pemuda bersurai blonde itu memeluknya tanpa melepaskan ciuman sepihak yang membuat Luhan tidak bisa melalukan apa-apa. Seolah terhipnotis, Luhan hanya diam dan menatap Sehun yang kini sudah melepaskan ciumannya. Tanpa berniat untuk melepaskan pelukannya pada tubuh si mungil.
"Turuti perintahku Luhan-ah." Suara Sehun seakan menyadarkan kembali Luhan dari keterkejutan atas apa yang telah terjadi beberapa saat lalu. Wajah Luhan memerah sempurna, ketika menyadari Sehun masih memeluknya dengan erat. Ah- ini salah!
"K-kau gila S-ehun-ah." Dengan terbata dan kegugupan yang melanda dirinya Luhan kembali mencoba mendorong tubuh Sehun dengan kekuatan yang ia punya. Well, dan usahanya berhasil, Sehun terdorong beberapa senti sehingga ia terpaksa harus melepaskan pelukannya pada Luhan.
"Cih." Sehun mendecih tak suka, kemudian ia menarik Luhan kembali, sehingga pemuda bermanik rusa itu mendekat kearahnya.
"Kau tidak bisa menolakku Lu. Jika kau kembali menolakku, kau akan tahu apa akibatnya nanti." Ucap Sehun dengan nada datar dan mengintimidasi miliknya. Tangannya kini bergerak untuk mengelus pipi Luhan yang terasa sangat lembut di tanganya. Sementara itu Luhan masih tak mengerti dengan apa yang terjadi pada tubuhnya yang tak merespon untuk segera mendorong kembali tubuh Sehun dan segera berlari menjauh. Sungguh, Luhan ingin segera pergi menjauh dan tak mau lagi berurusan dengan Sehun yang membuat perasaannya tak karuan.
"Jika kau jawab ya, maka aku akan melepaskanmu. Jika kau kembali menolakku, kau tak akan tau apa yang terjadi di masa depan. Aku akan menghancurkanmu."
Luhan kembali sadar, dengan sisa usahanya untuk menolak apa yang di inginkan Sehun. Luhan kembali mendorong tubuh Sehun dan menatap pemuda itu dengan marah yang sialnya bagi Sehun tidak menakutkan sama sekali melaikan Luhan bertambah berkali-kali lipat sangat imut.
"Aku tak akan pernah menurutimu lagi Sehun-ssi." Dan Luhan berhasil lepas dari kukungan Sehun, lalu segera pergi menjauh dari pemuda bersurai blonde itu dengan jantung yang kini berdetak tak normal.
"Kau akan menyesal Luhan."
TBC or End
Wkwkwkwk aing balik nih bawa kelanjutanya
Pasti ada yang bingung ma cerita ini.
disini aku bakalan jelasin detailnya dulunya hunhan itu satu sekolahan satu tim dan entah apa masalahnya tiba tiba luhan pindah sekolah dan meninggaklan tim ia bersama sehun, ternya si sehun menyukai luhan saat pertama kali berbica dengan pemuda itu dengan tekad yg kuat sehun bakalan buktiin kalau dia bisa memiliki luhan.
Sekian terimakasih, mohon maaf kalau ada kata yg salah atau kekurangan angka saat penulisan dan typo yg berterbaran mohon kritik dan sarannya juga biar aing bisa perbaaiki kesalahan aing
SALAM HUNHAN MUAACCHH
HUNHAN IS REAL MORE THAN REAL
