Tittle : JUST WAIT! ONLY YOU

Author : Hunnae Oh

Cast : Do Kyung Soo (y)

Kim Jong In (n)

Lu Han (y)

Oh Sehun as Do sehun (n)

Wu Yi Fan as Do Yi Fan (n)

Byun Baek hyun (y)

Park Chan Yeol (n)

The other cast find them by yourself ^^

Genre : Romance, School life, Family, and it's GS

length : 1/?

Rated : T

.

.

Present

.

.

Cahaya senja sore hari menyinari celah-celah koridor sebuah high school ternama. Seorang gadis mungil terlihat menelusuri koridor tersebut dengan membawa beberapa buku ditangannya. Ini sudah hampir petang, tapi gadis bermata bulat tersebut masih harus berada di sekolahnya untuk beberapa urusan. Angin yang berhembus menyapu lembut wajahnya yang putih dan menerbangkan sebagian rambut light brown-nya. Nampak gurat kelelahan dalam raut wajahnya.

'huhff' ini ketiga kalinya gadis itu menghelas nafas berat. Menjadi salah satu anggota pengurus perpustakaan bukanlah sesuatu yang mudah, setiap akhir pekan semua anggota pengurus perpustakaan harus menata ulang buku-buku yang tidak ada pada tempatnya. Sebernarnya ia dan sahabatnya ikut dalam anggota pengurus perpustakaan, tetapi tadi ia izin pulang lebih awal karena harus menemani eommanya,sehingga gadis bermata bulat tersebut harus pulang sendirian. Tinggal di komplek perumahan yang sama membuat mereka selalu pulang bersama bahkan semenjak mereka elementary school telah sekolah ditempat yang sama.

Kyung Soo POV

Ahhh lelahnya, menata buku beberapa rak membuat tubuhku remuk semua, aku ingin segera sampai dirumah dan bertemu dengan kasurku. Hari ini aku pulang sendiri karena si Bakkie harus menamini Byun ahjuma ke rumah sakit untuk mengunjungi saudaranya. Baekkie atau Byun Baekhyun adalah sahabatku sejak aku di sekolah dasar. Apakah diatas aku sudah memperkenalkan diriku? Kelihatannya belum. Perkenalkan namaku Do Kyungsoo, satu-satunya putri dari keluarga Do. Keluarga Do terdiri dari appaku, eommaku, oppaku dan uri namdongsaengi. Keluargaku termasuk keluarga yang kebutuhannya tercukupi bahkan lebih dari cukup, keluargaku cukup harmonis walaupun terdapat beberapa pertengkaran diantara aku dan oppaku atu dengan namdongsaengku, itu merupakan cara untuk mendekatkan kami sebagai saudara yang saling menyayangi. Aku selalu mengulas senyum ketika mengingat kekacauan yang Do saudara perbuat, Ahh rasanya aku ingin cepat sampai dirumah.

'Ck, seharusnya tadi aku minta dijemput kalau tau akan pulang sendirian' rutukku dalam hati. Sebenarnya setiap hari aku pulang pergi ke sekolah bersama dongsaengku, karena hari jum'at aku harus piket aku lebih memilih naik bus bersama Baekhyun dan menyuruh dongsaengku pulang duluan.

Dan sampainya di halte bus aku segera memasuki bus yang menuju ke arah komplek ruamhku, untungnya aku datang tepat waktu, kalau tidak pasti tadi aku sudah ketinggalan bus. Di dalam bus, aku lebih memilih duduk paling belakang dekat dengan jendela, karena menurutku tempat tersebut sangat nyaman.

Akhirnya sampai dirumah juga, setelah menempuh perjalan dari halte bus menuju rumahku yang membutuhkan jarak yang lumayan jauh. Dengan segera kubuka pintu rumah dan menutupnya kembali tak lupa kubuka sepatuku dan menaruhnya di rak yang tersedia. Aku melihat namdongsaengku ada didepan tv, aku akan mengerjaimu namdongsaeng evil. Kekeke. Aku berjalan mengendap-endap untuk sampai di ruang tv, setelah sampai dibelakang tempat duduknya aku menarik nafas sedalam mungkin lalu—

" AKU PULAAAAAANG!" teriakku dengan suara yang lumayan keras tepat disebelah telinganya.

"YAK! Noona, tidak bisakah kau tidak berteriak!" kagetnya sambil membulatkan matanya yang sipit. Aigoo dia lucu sekali jika sedang kesal karena kujahili.

"Aaa, kyeopta, uri Sehunnie jika sedang marah imut sekali" Kataku sambil menarik kedua pipinya berlawanan arah. Kurasakan Sehun memberontak sehingga tanganku terlepas dari kedua tangannya. Kulihat dia meringis sambil memegang pipinya. Dia masih membulatkan matanya yang sipit secara dramatis. Aigoo dia mendapatkan mata sipit eomma dengan sempurnya.

"Aish noona, sakit tau" Katanya sambil meringis. Aku hanya menanggapinya dengan senyumanku dan v sigh kearahnya. Dia Do Sehun dongsaeng yang lebih muda setahun dariku. Dia memili kulit putih yang nyaris albino. Dia memiliki badan yang tinggi sama seperti appa dan oppa, sedangkan aku huhff, aku memili tubuh yang mungil mirip eommaku.

"Sehunnie kenapa rumah sepi sekali? Dimana appa, eomma, dan oppa?" tanyaku sambil mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan.

"Appa dan omma sedang mengunjungi Bibi jung di Busan, sedangkan hyu—" perkataan Sehun terpotong dengan kedatangan sebuah tiang listrik -coret- seorang laki-laki jangkung dari arah dapur. Satu lagi yang memiliki tubuh tinggi dirumah ini dan tingginya sangat keterlaluan.

"Kau sedang mencari oppamu yang tampan ini KyungKyung?" dia berkata sambil berpose seperti model, Sehun yang berada di sebelahku bergaya layaknya orang muntah melihat kelakuan putra tertua keluargaku.

"Oppa terlalu percaya diri" kataku sambil menahan tawa.

" ne KyungKyung noona memang benar, aku yang paling tampan dirumah ini hyung" Sehun menambahai dengan percaya diri dan melayangkan tatapan angkuhnya kearah oppa yang ada di depan ruang dapur.

"Ne Sehunnie lebih tampan darimu Kris oppa" Aku dan Sehun semakin gencar memojokkan Do Yi Fan atau lebih sering dipanggil Kris. Aku dan Sehun memang sering bersekongkol untuk mengerjai Kris oppa. Kris oppa sangat sensitif apabila menyangkut dengan ketampanannya -narsis memang- dan akan badmood bila ada yang mengatakan Sehun lebih tampan dari dia.

Kulihat Kris oppa mulai merubah ekspresi wajahnya, jika di komik manga mungkin sekarang sudah muncul simpangan di dahinya. Aku memberi aba-aba Ke Sehun melalui tatapanku seakan berkata ayo-kita-lari-dari-sini. Setelah Sehun mengangguk mengerti kita segera kabur secepatnya menuju kamar kita masing.

" DO KYUNGSOO, DO SEHUN AWAS KALIAN!" aku bisa mendengar teriakan Kris oppa dari dapur, dan mendengar suara gelak tawa dari Sehun yang kamarnya berlawanan arah dengan kamarku. Kamarku dan kamar sehun memang berada di lantai dua sedangkan kamar orang tuaku dan Kris oppa ada di lantai satu.

Sampai dikamar aku segera mengunci pintu dan memutuskan untuk mandi, mengerjai Sehun dan Kris oppa memang bisa menaikkan level moodku lagi.

Author POV

Di waktu yang sama di lain tempat, terdapat sesosok namja sedang merebahkan tubuhnya diatas sofa mahal rumahnya dengan jari-jari tangan yangbergerak lincah diatas benda yang dipegangnya. Matanya yang tajam tak pernah lepas dari benda -psp- yang dimainkannya.

"YA, kkamjong-ah, tidakkah kau bosan dengan benda itu?" teriak seseorang bersuara bass dari arah dapur rumah mewah milik namja tersebut. Namja yang diteriaki tidak bergeming dari kegiatannya. Dengan kesal namja yang datang dari dapur tersebut merebut psp yang dimainkan namja tan yang disebut kkamjong tadi.

"Aish hyung, kenapa kau merebutnya? Aku hampir mengalahkan rekor Sehun dalam permainan itu, Aish" laki-laki yang dipanggil kkamjong tersebut hanya bisa menggerutu dan mengumpat dalam hati atas kelakuan hyungnya itu.

'Awasss kau Park Chanyeol, demi bubble tea yang digilai Sehun aku mengutukmu jadi kodok. Hahaha' kkamjong a.k.a Kim Jongin tersenyum sadis membayangkan chanyeol berubah menjadi kodok.

Park Chanyeol adalah kakak sepupu Jongin yang tinggal dirumahnya. Dengan wajah yang dibuat semendihkan mungkin ia mengadu kepada paman dan bibi Kimnya agar diizinkan tinggal dirunah merekakarena ia kesepian dirumah semenjak orang tuanya sibuk mengurusi bisnisnya diluar negeri. Ayah dan Ibu Jongin yang kasihan akhirnya mau menampung Chanyeol setelah mendapat izin dari orang tua Chanyeol. Akhirnya mulai saat itu Chanyeol resmi tingal dirumah besar keluarga Kim.

Chanyeol bergidik ngeri melihat senyuman Jongin yang seperti seorang psikopat, di pikirannya sudah muncul hal-hal negatif melihat senyuman Jongin.

" Yak! Kkamjong, kenapa kau senyum seperti itu? Apa jangan-jangan kau sedang merencanakan sesuatu untuk membunuhku dan memasukkan tubuhku kedalam koper lalu membuangnya ke sungai. Atau kau akan menculikku memasukkantubuhku ke akuarium raksasa yang penuh dengan ikan hiu? ANDWEEE!" Chanyeol seketika berteriak nyaring karena ucapannya yang sedikit konyol.

Jongin hanya bisa sweatdrop mendengar pikiran kakak sepupunya. 'bagaimana mungkin aku bisa membunuhnya, bisa-bisa aku bernasip sama sepertinya karena di cincang oleh appa dan Park samchon' pikir Jongin. Jongin jadi teringat acara reality show yang sering ditontonnya, Running Man, dimana ada Lee Kwangsoo yang konyolnya sama dengan Chanyeol dan sering meneriakkan kata 'ANDWEE'.

"Aish, kau sangat idiot Park Chanyeol, berhentilah berfikir yang konyol seperti itu. Aku heran dengan Baekhyun noona, kenapa dia bisa menjadi kekasih namja idiot sepertimu itu hyung"

Seketika persimpangan muncul di kepala Chanyeol, 'sudah jelas bagaimana Baekyun bisa jatuh cinta padaku yaitu karena ketampananku' pikir Chanyeol.

"Ya, Kkamjong-ah, kuberi tahu ya, Baekhyun itu sudah jatuh cinta setengah mati pada ketampananku yang bak pangeran ini."

Jongin sudah siap melempar bantal sofa kewajah Chanyeol yang sudah tersenyum lima jari, sebelum niat Jongin terlaksana muncul seorang yeoja manis yang wajahnya mirip dengan Jongin tetapi memiliki warna kulit yang lebih putih.

"Annyeong yeorobun, apa kabar kalian?" sapa yeoja tersebut dengan ceria.

"Taem noona kapan kau pulang?" tanya Jongin dengan wajah gembira yang tak bisa ia sembunyikan melihat kedatangan noona yang paling disayanginya. Kim Taemin yang sering Jongin panggil Taem noona adalah kakak kandung Jongin yang lama tinggal di Amerika. Taemin sudah di Amerika sejak ia masih tingkat dua di middle school, itu berarti sudah lima tahun Jongin tidak bertemu dengan noonanya.

"Taemin-ah, lama tidak bertemu. Kau semakin cantik saja, kalau kau bukan adikku mungkin aku sudah jatuh cinta padamu." Chanyeol menyambut kedatangan Taemin dengan rayuannya, Jongin memasang ekspresi jijik mendengar gombalan Chanyeol untuk noona.

"YAK! Hyung, jangan pernah kau merayu noonaku dengan kata-kata gombalmu itu" Taemin hanya tersenyum melihat pertengkaran Jongin dengan kakak sepupunya.

"Chan oppa, apa kau sering menggombali yeoja-yeoja yang bertemu denganmu dengan kata-katamu tadi? Aigoo oppa, aku tak mempan dengan rayuanmu." Taemin membuat v sigh dengan tangannya sambil berjalan menghampiri jongin yang masih duduk di sofa.

Jongin segera memeluk noonanya dengan erat dan dibalas tak kalah erat oleh noonanya.

"noona bogosipoyo, kenapa baru pulang sekarang?," Jongin mencurahkan isi hatinya kepada sang noona. Selama ini Jongin sering sekali menghubungi noonanya lewat chat ataupun video call, tapi bagi Jongin itu masih kurang karena tidak bisa memeluk noonanya ketika dia ingin mencurahkan perasaannya. Ya selama ini Jongin hanya mau mencurahkan semua masalahnya kepada noonanya walaupun terkadang ia bisa cerita kepada eommanya bahkan pada Chanyeol, tapi Jongin merasa ia lebih nyaman bercerita kepada Taemin.

"Aigoo, apakah disini aku tidak dianggap? Ckck, appa eomma aku merindukanmu, kapan kalian akan pulang? tidak ada yang mau memelukku disini" setelah berkata yang seperti itu Chanyeol kemudian memeluk dirinya sendiri tidak lupa wajahnya dibuat semenyedihkan mungkin dan mempoutkan bibirnya. Park Chanyeol kelakuanmu tidak cocok dengan wajah dan suaramu.

"oppa kau adalah oppaku, kemarilah aku akan memelukmu." Taemin kemudian merentangkan tangan sebelah kirinya dan sebelah tangannya masih setia memeluk Jongin. Jongin juga merentangkan salah satu tangannya untuk menyambut tubuh tinggi Chanyeol. Inilah yang membuat Chanyeol sangat menyayangi kedua sepupunya. Chanyeol merupakan anak tunggal, orang tuanya yang sibuk membuat rumah mewahnya menjadi sepi sehingga Chanyeol memutuskan untuk tinggal dirumah sepupunya. Walaupun Jongin dan Chanyeol sering bertengkar tapi semua orang tau bahwa mereka berdua saling menyayangi.

Chanyeol menyambut uluran tangan Taemin dan Jongin dengan senyum lima jarinya, kemudian mendekap mereka dengan seerat mungkin.

"Kalian adalah saudaraku yang paling aku sayangi, aku sayang kalian uri dongsaengi."

"Aku tidak sayang padamu hyung, aku hanya kasihan padamu karena tidak ada yang mau memelukmu." Jongin berkata dengan menahan kekehannya.

Chanyeol melebarkan matanya tak percaya, dan segera melepaskan pelukannya.

"YAK! MWORAGO? Aish jjinja, dasar dongsaeng kurang ajar kau Kim Jongin."

Akhirnya terjadilah kejar-kejaran antara Chanyeol dan Jongin diselingi dengan gelak tawa dari jongin dan teriakan-teriakan tak jelas dari seorang Chanyeol. Taemin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan oppa dan dongsaengnya.

Pagi hari di kediaman keluarga Kim, dalam kamar di lantai dua rumah mewah tersebut terdengar suara lembut wanita baruh baya. Wanita tersebut tidak salah lagi kalau bukan nyonya Kim yang sedang berusaha untuk membangunkan putra bungsunya Kim Jongin, yang memiliki kebiasaan susah untuk dibangunkan.

"Jongin-ah, ireona! bukankah kau harus sekolah eoh, palli ireona" nyonya Kim mengguncang lembut tubuh Jongin . Jongin hanya merespon dengan sedikit menggerakkan tangannya untuk membungkus tubuhnya dengan selimut tebal miliknya. Nyonya Kim tak kehabisan akal, beliau menarik selimut putranya, mengambil nafas dan –

"KIM JONGIN, PALLI IREONA, SEKARANG SUDAH PUKUL TUJUH LEBIH , TIDAKKAH KAU MAU PERGI KE SEKOLAH!" eomma Jongin berteriak dengan kencang dikamar Jongin, untung kamar Jongin kedap suara sehingga suara teriakan eommanya yang beberapa oktaf itu tidak mengganggu kegiatan penghuni rumah yang lainnya.

Mendengar teriakan eomanya Jongin tiba-tiba terjaga dan menutupi telinganya. Eomma Jongin tersenyum melihat hasil kerjanya.

"EOMMA!, aku tahu eomma memiliki suara bernada tinggi, tapi eomma juga harus tau tempat dan situasi, kenapa eomma berteriak di dekat telingaku?" Jongin memprotes tindakan eommanya.

"Jongin chagi, kalau eomma tak berteriak didekat telingamu, eomma pastikan kau tak akan bangun sampai nanti siang" skak mat kau Kim Jongin.

Tersadar akan keadaan Jongin segera melesat kedalam kamar mandi, nyonya Kim kemudian memutuskan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Jong In POV

Saat aku keluar dari kamar, aku melihat Chanyeol hyung juga keluar dari kamarnya. Aku dan Chanyeol hyung memakai seragam yang sama karena kita memang satu sekolah di Seoul Internasional High School, Chanyeol hyung berada satu tingkat diatasku.

Sampai didapur aku melihat Taem noona juga memakai seragam yang sama denganku. Seketika aku menengok kearah Chanyeol Hyung, menyadari tatapanku Chanyeol hyung bertanya lewat tatapan matanya. Aku mengisyaratkat dia untuk melihat kearah dapur, saat menengok kearah dapur Chan hyung ber—

"MWOYA! YAK Kim Taemin apakah kau akan bersekolah di SIHS?"

—riak.

Aish Park Dobi tidak bisakah ia tidak teriak-teriak. Bisa-bisa aku cepat tuli setiap berdekatan dengannya.

"Annyeong Chan oppa, Jongin-ah. Waeyo? Apakah aku tidak cocok dengan seragam SHIS ini?" kulihat Taem noona mempoutkan bibirnya sambil meneliti penampilannya.

"Bukan begitu noona, tapi karena ad—"

"Sudahlah makan dulu sarapan kalian, dan eomma tidak menyukai ada pertengkaran di meja makan eomma, arraji?"

—'a Luhan noona'. Jongin hanya bisa meneruskan kalimatnya didalam hati, karena diinterupsi perkataan eommanya.

Ahh eotteokhae? Eomma kenapa memotong perkataanku. Aku melirik Chanyeol hyung yang juga sedang melirikku, lirikannya berkata seolah bagaimana-ini?, aku hanya bisa mengedikkan bahuku dan segera duduk di kursi sebelum mendapatkan rap LTE dari eomma. Oops! mian eomma, maafkan anakmu yang tampan ini.

.

.

TBC

Chapter 1 is coming..

aku seneng banget ada yang minat dengan cerita abal ini. Aku tau ini ceritanya mainstream banget nget nget, tapi aku mencoba untuk membuat cerita ini rada berbeda dengan cerita yang lainnya.

Aku baru pertama kali nulis cerita, so maaf banget kalo kalimatanya hancur ataupun berantakan, apalagi typo yang bertebaran, aigoo!

yang udah mau review, fav, follow, gomawoyoo^^

untuk chapter selanjutnya masih dalam proses. so, wait pleasee

kritik dan saran selalu terbukaa

gamsahamnida~