Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Hwang Zi Tao, Kim Minseok,Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon, and other
Pair : LuMin
Genre : Romance, Drama
Rating : T
Disclaimer: Cerita murni milik saya, dan Yesung juga milik saya #LOL
Summary : (Sekuel LuMin) Kisah cinta Luhan yang rumit dan terkesan gila. Mencintai idolanya dan hampir gila karena idolanya yang Jelita berpacaran dengan beruang gendut berpipi bakpao-. BL/Sho-ai, LuMin, SeKai!Twinshood. RnR
Warning : Sho-ai, BL,BoyXBoy, Mpreg,Cerita aneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alur ga jelas dan masih dalam pembelajaran, miss Typos. Cerita ini berlangsung ketika Jongin masih jomblo dan belum ketemu Chanyeol lho ya.
**Keys13th**
Sehun menatap kearah cermin di tanggannya. Matanya menatap lurus kearah mulutnya yang membentuk A-I-U-E-O berulang kali sebelum mendesis dengan logat cadelnya dan berujung erangan frustasi, "Mama dulu ngidam apa sih?", melempar kacanya ke meja, "Haisshhhh, bagaimana Taolol mau mengalah dan tunduk jadi ukeku kalau lidahku saja masih cadel", bocah itu menggerutu dengan tangan yang meremas rambutnya.
Jongin yang kebetulan duduk di sampingnya menoleh, memperhatikan ekspresi saudara beberapa menitnya yang kini tampak semengenaskan tikus lupa daratan, "Kau mau Hyung ajari mengucapkan 'S' dengan benar?".
Sehun merengut jijik, "Hyung?", menoyor jidat Jongin, "Kalau kau mau jadi hyungku, putihkan dulu kulitmu. Cih", ucapnya sadis.
Jongin merengutkan bibirnya sambil mengelus jidatnya yang kena toyor jari nista Sehun, "Aku tidak hitam, pucat"
"TIDAKKKKKKK", sebuah teriakan menggema pilu membuat Sehun mendesah pasrah. Salah satu teriakan abnormal dari ribuan teriakan absurd di dunia ini yang pernah Sehun kenal, teriakan fansboy patah hati, cihh.
"Bagaimana bocah gila yang tidak ada manly-manlynya itu bisa jadi satu-satunya seme diantara kita bertiga?", Jongin berucap sangsi, sementara Sehun langsung melayangkan tatapan sinis kepadanya.
"Kita?", bocah zombie itu lalu tertawa meremehkan, "Nguke aja sana sendiri. Sorry Jong harus mengatakan ini, tapi aku ini Seme. S-E-M-E!", Sehun berucap dengan mata melotot nyaris loncat dari tempatnya.
Jongin mengerjab polos, "Aku tak yakin ada seme cadel yang frustasi karena tidak bisa menyebut namanya sendiri dengan benar", menyeringai, "Se-hun".
Sehun mendengus, "Bangsat kau Brengsek", dan Jongin hanya tertawa konyol kemudian.
**Keys13th**
"TIDAKKKKKK"
Kim Luhan, putera sulung dari pasangan Kim Jongwoon dan Kim Kyuhyun. Bocah berwajah cantik tapi berjiwa seme setengah sejati. Fans berat Ahn Sohee wonder girls dan seorang fans fanatic artis yang sama. Bocah gila yang sedang menggila karena Anh Sohee tertangkap basah berkencan degan Kim Minseok. Model yang tidak terlalu terkenal sebenarnya, tapi entah bagaimana Sohee mau dengan bocah berpipi bulat itu.
"Bumi gonjang ganjing. Pantat panci keparat. Jamban error sialan. COBAAN APA LAGI INI TUHAAAANNNNNNNNN!", oke bayangkan saja yang tanpa capslock tersebut tanpa sepasi dan dalam satu tarikan nafas. Tapi kalau mau membayangkan semuanya juga tidak apa-apa.
Mata bocah itu menatap nanar gambar pujaan hatinya yang tengah merengkuh seseorang yang wajahnya bahkan di blur, "Oh God! Oh God! Oh God! Beruang dari mana itu yang merebut calon istriku! Gyahhhhhh!", tatapannya berubah bengis, "Aku harus mendapatkanmu heoh?", menyeringai, "Kubuat kau menyesal seumur hidupmu karena telah merebut Soheeku yang jelita", aura dalam ruangan 5X7 meter itu tiba-tiba menggelap. Petir imajiner menyambar di atas kepala Luhan membuat Kyuhyun yang kebetulan lewat di depan kamar bocah itu langsung bergidig.
"Luhan rapunzel mama, kau baik-baik saja kan sayang?"
Luhan melunturkan seringaiannya. Matanya menatap malas ke arah pintu kamarnya yang sudah pasti ada Kyuhyun di baliknya. Mamanya itu ya, udah setan, nyebelin pula. Ngga liat apa kalau dia lagi dalam mode raja iblis. Aisshhhh luntur sudah moodnya untuk balik ke mode bengis, "Rapunzelmu baik-baik saja mama!", teriaknya sebal, "Dan bisakah mama mengurus Shrek mama saja dan tinggalkan aku sendiri?", teriaknya yang langsung sampai di telinga lebar tukang ngupingnya Kyuhyun.
"Papamu sedang keluar kota sayang! Sepertinya kepalamu baru saja terbentur closet sampai kau melupakannya. Apa perlu mama panggilkan HyukJae Ahjussimu untuk memeriksamu, Deer?"
Luhan memutar bola matanya malas setengah sebal, "Hyukjae Ahjussi itu dokter jiwa mama, aku tidak gila!", teriaknya dongkol.
"Oh, baiklah kalau begitu, mungkin kau bisa konsultasi lain kali kalau Sohee sudah menikah saja. Panggil mama kalau kau sudah berniat bunuh diri, Mama pergi dulu".
"Ya! Pergi saja sana!", menghela nafas panjang meredakan emosinya yang sudah hampir pecah dari ubun-ubunnya, "Dasar menyebalkan", mendengus.
Mata bocah itu lalu bergulir menatap kembali layar laptopnya. Seringaian yang sempat luntur kembali terpasang bengis di wajah ayunya, "Baiklah kita mulai dari mana?".
Tanpa buang-buang waktu lagi, jemari bocah itu mulai bermain dengan lincah di keyboard laptopnya. Membuka beberapa aplikasi yang sering di gunakannya untuk meng-stalk dan mencari informasi-informasi tersembunyi idolanya dari jauh. Oke, dia memang bukan tipe fans fanatic yang akan membuntuti idolanya secara langsung seperti lalat bau kurang kerjaan. Dia lebih suka bekerja dengan otak jenius turunan mamanya, mencari informasi-informasi dari jauh dan itu mungkin lebih efektif untuknya yang secara punya papa yanga agak aneh dan nyentrik yang sebenarnya memiliki sifat disiplin dan menyeramkan kalau sudah marah. Percaya atau tidak, bocah itu bahkan sudah memasang penyadap dan pelacak di handphone Sohee. Luhan memang gila dan sialnya Sohee adalah korbannya.
Tak lama kemudian sebuah data keluar dari layar laptopnya, "I Got U, Kim Minseok", seringaian lebih jauh lebih bengis dari kata bengis itu sendiri tersemat di bibir tipisnya, "Ouh, sepertinya kali ini aku perlu sedikit mengotori tanganku dan olahraga ringan", terkekeh ala psycho, "Mumpung si Shrek tidak ada di rumah untuk lima hari kedepan, hehehehe, hahahaha, HUAHAHAHAHAHAHA―UOHOK", lupakan yang terakhir.
Keturunan iblis telah bangkit. Berdoa saja agar kematian Minseok bisa diundur.
**Keys13th**
"Oke, 1 2 3 pose"
Ckrekk
"Sekali lagi, kali ini lebih mesra ya. Ya! Seperti itu! 1 2 3"
Ckrekk
"Minseok-ssi, bisa kalungkan tanganmu di leher Sohee-ssi. Ya! Ya! Benar, seperti itu. Tahan sebentar dan―Ya!"
Ckrekk
"Sempurnaaaa! Anda memang berbakat―", sang photographer menghampiri Sohee dan Minseok sebelum memeluk Ahn Sohee, "―Sohee-ssi", senyum om-om jelalatan mengembang di bibir tebalnya.
"Terima kasih", Sohee menyelipkan rambut depanya ke belakang telinga malu-malu.
Kali ini mata sang photographer beralih ke Minseok, "Dan kau pipi bulat―", menatap si pria di sampingnya dengan ekspresi bengis, "―Lain kali tak akan ku maafkan jika kau masih berekspresi seperti rakun yang lupa di beri makan selama seminggu", mendecih, "Mentang-mentang pacar dari artis terkenal―", tersenyum menjijikkan dengan ekspresi penjilat ke arah Sohee, "―Kau bisa semena-mena eoh?"
Minseok cemberut, 'Terus mentang-mentang aku junior, bisa di bully seenak lubang pusarmu apa?', batin Minseok super dongkol. Untung dia sedang baik, coba kalau jiwa jawara taekwondo-nya lagi kambuh, 'Ku banting juga kau'.
Senyum palsu terlukis di bibir tipis Minseok, walau ujung matanya sudah berkedut beberapa kali tapi ia masih berusaha sabar, "Maafkan atas kesalahan saya hari ini Sunbae", membungkuk 90 derajad dengan tampang datar di ujungnya.
"APA KAU BILANG!", Minseok berhasil terjingkat dari acara membungkuk setengah hatinya saat pekikan cempreng sang photographer masuk ke gendang telinganya, "Hari ini kau bilang?", pria tua botak biadab tak tau diri semi banci sok manly itu menatap nyalang ke arah Minseok, "Selama aku hidup aku baru pertama kali menemukan model se-tidak-berbakat kau, lalu dengan mudahnya kau bilang 'kesalahan hari ini'? Tidak kah kau sadar kalau kau sudah mengulanginya ratusan kali dan mulutku hampir berbusa untuk sekedar mengomeli bocah macam kau, HAH!".
Minseok hampir mengelus dadanya menahan emosi, "Maafkan atas semua kesalahan saya, Subae", membungkuk lagi. Andai saja karirnya sudah melejit, akan dia penggal kepala botak itu lalu ia lempar ke kawanan herder kelaparan.
"Bagus, lakukan dengan baik lain kali atau tidak ada kata lain kali yang selanjutnya", setelah mengatakan itu sang photographer akhirnya pergi meninggalkan Minseok dengan muka suramnya dan Ahn Sohee yang cekikikan di sebelahnya.
"Apa ketawa-ketawa", men-deathglare Sohee, "Suka liat oppa sengsara heoh? Puas?".
"Hahahahahaha, mukamu oppa", mencoba menahan rasa geli ingin tertawanya, "Mukamu sudah mirip muka mama yang kena ancam tidak dapat jatah belanja selama setahun", dan kembali tertawa.
"Jidatmu minta diketekin! Ku cium juga kau", Minseok nyinyir.
"Oh Tuhan! Oppa mulai mencintaiku?", membulatkan matanya sok terkejut, "Ku adukan mama kalau oppa sekarang incest dan berniat memperkosaku!", teriak bocah perempuan itu hiperbola dengan kedua tangan ia silangkan di depan dadanya mendramatisir.
"Cih, dasar bocah. Mana nafsu oppa sama dada ratamu itu? It's not my style", songong.
Sohee mencibir, "Iya iya, dadamu yang montok dan berisi. Aku tau oppa diam-diam suka mencuri braku dan memakainya kalau lagi badmood"
Perempatan kecil mampir di jidat dan tinju Minseok yang terkepal ke arah Sohee, "Palamu somplakk!", dan mengosek kepala Sohee kemudian.
"AMPUUUNNNNNNNNN OPPAAAAA!"
Tak jauh dari sana, beberapa orang hanya bisa sweatdrop menatap kelakuan sepasang manusia beda jenis kelamin itu, "Mereka sungguh mesra", ucap seorang noona-noona menatap nanar MinHee.
"Ya, sangat mesra", saut wanita yang berdiri di sampingnya dengan pandangan tak kalah nanarnya.
**Keys13th**
"Giring ke kiri, Bego!", Luhan berteriak mengumpati Kris yang malah mengumpankan bolanya ke arah lawan, "Bisa main bola tidak sihh! Matamu itu kau taruh mana heoh?", teriaknya lagi setelah sempat menoyor kepala Kris sebelum pergi mengejar bola dari kaki lawan.
Kris sendiri hanya bisa bersungut. Dosa apa coba ia satu tim dengan bocah maniak bola macam Luhan. Dan bola dada milik wanita juga termasuk,oke lupakan yang terakhir. Tapi setidaknya hargai dong, pemula sepertinya. Memang dasar rusa kampret.
JDUAAKKK
Gerutuan Kris terhenti ketika sebuah suara ribut terdengar kuping tukang ngupingnya. Dapat dilihatnya beberapa orang ―Oh! Tepatnya Luhan yang berlari ke arah seseorang yang terkapar di jalan pinggir lapangan dengan hidung mimisan. Bocah itu lalu mengerjab pelan sebelum memilih berlari menghampiri kedua bocah yang sekarang sudah dikerumuni beberapa orang, "Ada apa?", tanyanya pada bocah yang berdiri paling dekat dengannya.
"Luhan menendang bola ke luar lapangan dan mengenai bocah itu", saut bocah di samping Kris sambil menunjuk ke arah korban keganasan Luhan .
Kris sendiri mengerutkan dahinya sebelum benar-benar menghapiri Luhan dan menggeplak kepala bocah itu, "Kampret Bego! Kau apain anak orang hah! Matamu itu kau taruh mana sihh? Kalau Kyuhyun ahjussi sampai tau, bisa di telan bulat-bulat kau", umpatnya yang secara tidak sadar malah melampiaskan rasa dendamnya atas yang di lakukan Luhan beberapa menit lalu.
Luhan bersungut sebelum mengelus belakang kepalanya yang merupakan tempat pendaratan tangan sadis Kris, "Ya mana ku tau kalau bocah ini tiba-tiba lewat! Aku kan tidak sengaja"
"Tidak sengaja gundulmu, dan kenapa kau tidak membawa dia ke ruang kesehatan? Aisshhhh", Kris mencak-mencak membuat beberapa orang yang melihat aksinya yang sudah kayak mak-mak ribut melongo heran. Itu Kris kan? Bocah yang katanya ngga punya kotak tertawa bahkan suara itu kan?
"Arraseo Arraseo, crewet!", Cibir Luhan sebelum mengangkat korbannya dengan Bridal Style. Ganti Kris yang sekarang melongo. Tidak menyangka Luhan akan sekuat itu untuk bisa mengangkat seorang pria dengan gaya yang seperti itu.
Bruukkk
Dan tatapannya mendatar tepat sedetik setelah Luhan terjungkal dengan korbannya yang terjatuh dua kali di tangan Luhan, 'Aku tidak mengenalnya'.
**Keys13th**
Luhan meghela nafas bosan. Sudah tigapuluh menit lebih ia duduk dan menunggu bocah di depannya bangun. Idihh, tapi boro-boro bangun, tampangnya aja udah kayak orang mimpi indah gitu. Diperhatikannya lamat-lamat wajah orang yang sepertinya agak familiar di penglihatannya. Matanya memicing aneh sebelum merogoh ponselnya. Bisa dilihatnya foto seorang pria berpipi cubi yang wajahnya sudah diberi garis menyilang merah sebagai wallpaper ponselnya, "Oh My God Sun! Bumi gonjang ganjing, pantat panci keparat, Jamban error sialan!", sepertinya itu sudah jadi umpatan khas Luhan, "Bagaimana aku baru menyadarinya. Oh Sialan! Lihatlah wajah sial yang begitu sialan itu!", dan sepertinya kata 'sialan' sedang trend di dunia milik otak Luhan.
"Euungggg"
Luhan mengalihkan tatapannya kearah korbannya yang ternyata Minseok yang kini berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri, "Aishhh, kepalaku sakit sekali", bisa Luhan dengar gerutuan yang berasal dari bibir pulm itu masuk dengan lembut di telinganya, "Aku dimana?"
Luhan memutar bola matanya malas, kenapa coba orang yang baru bangun dari pingsan selalu bertanya seperti itu? Oke, mari kita kecualikan Jongin, salah satu adiknya yang pernah pingsan dan sekalinya bangun malah menanyakan keberadaan ayam gorengnya. Luhan anggap itu kecelakaan karena adiknya memang tidak ada yang normal.
"Ruang kesehatan", saut Luhan ketus, sedikit dendam mengingat bocah di depannya merupakan orang yang merebut calon istrinya, "Memangnya kau kira dimana? Di kamar Sohee dengan Sohee yang menungguimu seperti tuan putri jelita yang tiba-tiba putrinya berubah menjadi Viona lalu menjadi makhluk jelek layaknya papa―Ah! Maksudku Shrek, lalu lalu lalu kalian menikah dan aku ngejomblo seumur hidup? Hyaiks! Itu tidak boleh terjadi. Mungkin ketika kau menikahi putri Vionaku, aku akan memanggil mama dan mulai aksi bunuh diriku yang begitu dramatis! Tapi sebelum itu mama akan mencegahku lalu aku gagal bunuh diri dan berakhir ditangan Hyukjae Ahjussi? Oh Kejam", Minseok menatap aneh Luhan yang sekarang munutup matanya dengan punggung tangan kanannya, jangan lupakan gesture berlebihan dan cenderung Lebaynya. Ngomong-ngomong, sebenarnya dia gagal mencerna kejadian yang sedang dialaminya. Terlebih dengan kalimat random Luhan. Err.. Viona? Kau bercanda?
"Kau itu ngomong apa sih?"
Luhan mengerjab. Sadar baru saja mengeluarkan kata-kata yang hanya biasa di pahami olehnya sendiri, "Tidak ada, lupakan", lalu cemberut.
"Kau fansnya Sohee?", Minseok lalu mendudukkan dirinya dan menyandarkan separuh badannya ke tembok.
"Ya. Aku tau kau kekasihnya", Luhan memutar bola matanya malas.
Sedang Minseok sendiri malah terkekeh pelan, "Dan kau percaya?"
Sebelah alis Luhan naik beberapa mili, "Tentu saja!"
Minseok mendecih, "Kau payah!", bocah berpipi bulat itu kemudian bangkit berdiri sebelum berbisik pelan di telinga Luhan lalu pergi.
Luhan mengerutkan ujung alisnya, "Apa maksudnya?" memutar tubuhnya dan menatap punggung Minseok yang hilang di tikungan.
'Coba perhatikan wajahku baik-baik dan kau akan tau jawabannya'
**Keys13th**
"Shit", Minseok mengumpat pelan. Tangan kanannya mengurut pangkal hidungnya yang nyeri. Apa hidungnya patah? Dasar bocah gila. Atau jangan-jangan bocah tadi sengaja ya, mengingat statusnya yang merupakan kekasih Sohee di muka umum. Tau begini dia bakal nolak ide gila adik tunggal ibunya itu. Sial sial sial.
"Hey Minseok-ssi!", Minseok memutar tubuhnya dan terlihatlah Luhan yang mengejarnya. Sepertinya bocah itu mengikutinya tadi.
"Apa?", jawab Minseok ketus.
"Jadi―", jeda menimbang untuk benar-benar menanyakannya atu tidak, "―kau siapanya Sohee?"
Minseok menatap Luhan datar, "Menurutmu?".
"Sebentar", dengan tampang konyolnya Luhan memperhatikan Minseok sedetile-detilenya
"Oh!―", memekik dengan mata membulat membuat Minseok langsung menaikkan sebelah alisnya penasaran, "―Jadi kau mau mengatakan bahwa wajahmu mirip dengannya dan jangan katakana kalau kau adalah―", Luhan mengantung kalimatnya membuat Minseok merasa tak sabar walaupun tidak dia ekpresikan secara terang-terangan, "―Jodohnya?"
GUBRAAKK
Minseok mendesis sebal. Pria itu berjalan mendekati Luhan sebelum mengunci tubuh bocah itu dengan posisi yang menyakitkan.
"Yakk! Apa yang kau lakukan. Ini sakit, bego!"
"Siapa yang kau katai bego, BEGO!", Minseok mengeratkan kunciannya membuat Luhan memekik semakin pilu, "Kenapa Sohee bisa mendapatkan fans indiot macam kau, heoo? Dasar menyebalkan! HIYAAAAAAAA!"
"ARRRGGGGGGG! MAMAAAAAAAAAAA!"
#Other Side
"―Huahahahahahahahahahahaha UOHOCK", Kyuhyun yang kebetulan sedang nonton Strong Heart tersedak keripik kentang, "Ya Tuhan! Rapunzel―Hock", lalu pingsan kehabisan nafas.
**TBC**
A/N: Hiyaaaaa! Maap Maap Maap! Udah berapa tahun gue ngilang TT_TT
Tiba-tiba Mood nulis gue ilang trus trus trus, tiap gue mau nulis, gue Cuma bisa bengong di depan laptop coba TT_TT
Buat yang nunggu OCR, ntar dulu yee
Gue udah dapat critanya gimana, tapi gue masih bingung gimana mulainya
Heheheheheheheh
Ini masih ada lanjutannya, tapi gue pikirin dulu, soalnya gue rasa bakal panjang banget kalo bikin oneshoot, trus otak gue kepikiran trus malah bikin otak gue ngadat ngiri nganan.
Akhir kata, Review Please
Sign
Ghazy
