Ninja Shadow
Summary : "Merasa dirinya terlalu lemah,
membuatnya bertekad untuk menjadi lebih kuat
dan untuk melindungi orang-orang yang
disayanginya."
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto.
Genre : Adventure, Action, Romance (Maybe)
Rate : M (Berjaga-jaga)
Warning : MissTypo, OOC, StrongNaru (Step by step), SemiCannon, FuinTaijutsuNaru, Kesalahan dimana-mana, SmartNaru.
Chapter 2
Naruto saat ini sedang menunggu Iruka-sensei di Training Ground Akademi. Karena tadi Iruka-sensei menyuruh dirinya untuk tidak pulang terlebih dahulu. Naruto berpikir ada yang ingin Iruka-sensei katakan padanya.
Tak perlu menunggu lama, karena sekarang orang yang di tunggunya sudah datang.
"Jadi ada apa Iruka-sensei menyuruhku untuk tinggal ?" Tanya Naruto setelah Iruka-sensei datang.
"Tidak ada apa-apa. Hanya ingin bicara sedikit denganmu." Jawab Iruka
"Terus apa yang ingin Iruka-sensei bicarakan denganku ?" tanya Naruto lagi.
"Hahaha... Tidak usah terburu-buru. Bagaimana kalau kita ke Ichiraku. Kita bisa bicara disana." ajak Iruka.
"Baiklah. Tapi sensei yang harus bayar." kata Naruto
"Oke. Sensei yang akan bayar." jawab Iruka.
"Kalau begitu apa yang kita tunggu ttebayo. Ayo... Berangkat." ajak Naruto semangat.
"Hahaha..." Iruka hanya tertawa melihat reaksi Naruto yang langsung semangat saat di ajak ke Ichiraku.
Ichiraku Ramen.
"Paman, pesan miso ramen jumbo." ucap seseorang.
"Segera di siapkan. Ooh... Ternyata Naruto dan Iruka-sensei." jawab paman penjual ramen saat mengetahui siapa yang memesan. "Dan Iruka-sensei pesan apa ?" lanjutnya.
"Aku pesan ramen miso biasa" jawab Iruka.
"Baiklah. Mohon tunggu sebentar."
"Jadi... Apa yang mau Iruka-sensei bicarakan denganku ?" tanya Naruto.
"Aku hanya ingin bertanya sedikit padamu." jawab Iruka.
"Apa yang ingin Iruka-sensei tanyakan ?"
"Naruto, siapa yang mengajarimu tentang fuinjutsu ?" tanya Iruka serius. "Dan bagaimana kamu bisa mendapatkan jurus tadi ?"
"Oohh... Aku belajar sendiri. Dan tadi itu adalah jurus ciptaan aku sendiri." jawab Naruto santai.
"Membuatnya sendiri ?" batin Iruka kaget. Karena setahu dia, menggunakan Fuinjutsu sesuatu yang terbilang susah. Apalagi sekarang, orang di depannya ini bisa menggunakan dan membuatnya sendiri. Dan dia masih umur 10 tahun.
"Kau membuatnya sendiri ?" tanya Iruka setelah sadar dari pikirannya sendiri.
"Yap. Aku membuatnya sendiri." jawab Naruto mantab.
"Terus apa yang membuatmu memilih menggunakan Fuinjutsu bukan Ninjutsu ?" tanya Iruka penasaran. Karena Fuinjutsu adalah teknik yang rumit penggunaannya, bahkan lebih rumit dari Ninjutsu.
"Kalau itu, aku ingin menjadi Hokage yang terkenal akan Fuinjutsunya. hehehe." jawab Naruto santai, tak lupa dengan cengiran khasnya.
"Hee... Maksudmu ?" tanya Iruka belum mengerti maksud dari perkataan Naruto.
"Hah..." Naruto menghela nafas mendengar pertanyaan Iruka-sensei yang sepertinya belum mengerti dari perkataannya tadi. "Begini... Shodaime terkenal dengan Ninjutsu element kayunya, Nidaime dengan manipulasi element airnya, Sandaime dengan pengetahuannya tentang ninjutsu sehingga orang-orang mengenalnya sebagai Profesor, dan Yondaime terkenal akan kecepatannya yang di takuti sehingga membuatnya terkenal dengan sebutan Yellow Flash dari Konoha. Jadi nanti saat aku menjadi Hokage nanti, orang-orang akan mengenalku sebagai Master Fuinjutsu." terang Naruto.
Iruka yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Tidak terfikirkan olehnya, bahwa orang yang sering bolos dan membuat onar ini, sudah memikirkan masa depan sampai kesitu.
"Tapi bukankah menggunakan Fuinjutsu dalam pertarungan akan... menyusahkanmu. Apalagi saat pertarungan jarak jauh?" Iruka bertanya yang menjadi pemikirannya sejak tadi.
"Maka dari itu aku akan membuktikan pada orang-orang bahwa Fuinjutsu bisa di gunakan dalam pertarungan. Dan masalah jarak, aku sudah membuat beberapa Fuinjutsu yang efektif dalam pertarungan jarak dekat sampai menengah. Kalau jarak jauh, aku masih memikirkannya." jawab Naruto. "Jadi Iruka-sensei tenang saja. Karena dengan Fuinjutsi ini, aku akan kembali membesarkannya sama seperti klan Uzumaki." lanjut Naruto semangat dan mantab.
'Hebat. Dia seperti bukan Naruto yang aku kenal selama ini. Bahkan dia juga sudah memikirkan kelemahan dalam menggunakan Fuinjutsu. Aku jadi tidak sabar melihat jejak dalam dunia shinobi nanti.' batin Iruka kagum.
"Baiklah. Kita sudahi pembicaraan ini. Karena pesanan kita sudah datang." tepat setelah Iruka mengatakan itu, paman Teuchi datang dengan pesanan mereka.
Time Skip besoknya.
Saat ini suasana kelas ribut seperti biasa. Tapi kali mereka meributkan apakah mereka akan lulus atau tidak. Dan keributan itu tak berlangsung lama saat terdengar suara pintu di buka. Dan masuklah Iruka-sensei.
"Selamat pagi, minna." Sapa Iruka-sensei.
"Selamat pagi, sensei." jawab semuanya serempak.
"Kalian pasti tidak sabar menunggu hasil dari test kemarin." ucapa Iruka.
"Ha'i sensei."
"Baiklah. Akan sensei umumkan sekarang. Tapi sebelum itu, sensei akan memberikan sedikit tambahan. Bahwa setelah pengumuman nanti, akan di teruskan dengan pembagian tim." terang Iruka.
Semua yang mendengarkan semakin tegang menunggu pengumuman yang akan di sampaikan sensei mereka. Dan Iruka yang melihat anak-anaknya tegang hanya bisa tersenyum simpul. Kemudian penglihatannya berganti ke arah Naruto uang saat ini sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Dan itu membuatnya tersenyum.
"Baiklah. Sekarang semua dengarkan."
"Untuk yang berhasil lulus test kemarin adalah..." Iruka berhenti sejenak untuk melihat ekspresi murid-muridnya. Setelah puas melihat ekspresi anak-anaknya yang menurutnya lucu. "Kalian semua LULUS." Teriak Iruka.
Hening.
Belum ada yang mengeluarkan suara sedikit pun saking kagetnya mereka mendengar pengumuman yang di sampaikan sensei mereka.
"Horeeeee... Aku lulus ttebayo." Naruto adalah orang pertama yang sadar dari kekagetannya. 'Ini adalah awalan yang bagus untukku. Untuk meraih mimpiku menjadi Hokage.' batin Naruto.
"Yeay... " dan banyak ekspresi bahagia lainnya. Bahkan ada cuek dan tertidur.
Tersenyum. Iruka hanya nisa melihat semua murid-muridnya lulus. Senyumnya semakin mengembang setelah melihat orang yang di sayanginya ikut lulus. Uzumaki Naruto. Padahal dirinya mengira, Naruto akan gagal. Bukan tanpa alasan dia berfikir seperti itu, itu karena Naruto sempat gagal saat tes membuat bunshin dan henge. 'Mungkin itu karena Fuinjutsu yang Naruto tunjukkan kemarin. Tapi, syukurlah kalau begitu. Semoga saja kau terus berkembang. Dan menjadi ninja yang hebat, Naruto.' Batin Iruka.
"Baiklah. Sekarang waktunya pembagian tim kalian." terang Iruka.
Time skip aja sampai ke tes Survival tim 7. Karena timnya masih sama di cannon.
Training Ground 7.
Saat ini semua orang dari tim 7 sudah berkumpul. Dan saat ini mereka sedang menunggu sensei mereka. Padahal sekarang sudah jam 9. Dan mereka sudah menunggu lebih dari 2 jam, sensei mereka belum juga datang.
Dan tiba-tiba 'poof' muncullah Kakashi di
belakang mereka bertiga.
"Maaf aku terlambat, tadi aku habis membantu
nenek-nenek membawakan belanjaan" katanya
dengan innocent.
"ALASAN MACAM APA ITUUUU" teriak Naruto dan Sakura
"hn" Sasuke melengkapi
"Baiklah langsung saja, sekarang aku akan
memberikan tes pada kalian bertiga, kalian lihat
kedua lonceng ini 'sambil mengeluarkan lonceng
dari sakunya', kalian harus merebut kedua
lonceng ini dariku dan kalian bisa menyerangku seolah-olah kalian berniat membunuhku." ujar Kakashi
menjelaskan. "Dan bagi yang gagal, akan aku kembalikan ke akademi." lanjutnya.
"Sekarang, kita akan mulai tesnya!" Kakashi
menambahkan.
Kini Sasuke, Sakura, dan Naruto sedang bersiap-
siap untuk merebut lonceng tersebut.
"Aku yakin Sasuke-kun bisa merebut lonceng,
karena Sasuke-kun memang hebat" Ujar Sakura.
"..."
Naruto hanya terdiam saat Sakura mengatakan itu. 'Kalau begitu aku harus berusaha, agar aku tidak merepotkan teman se-timku.' ucap Naruto dalam hati.
"Baiklah. Ujian... kita MULAI." teriak Kakashi.
Setelah itu semuanya langsung pergi sembunyi, hanya menyisakan Kakashi seorang. Kakashi yang melihat itu hanya tersenyum dari maskernya. 'Ternyata mereka cukup pintar juga' batinnya.
Tiba-tiba ada beberapa shuriken dari arah belakangnya. Karena tubuhnya sudah terlatih, dengan mudahnya dia menangkis semua shuriken datang. Tapi itu hanyalah sebuah pengalihan, dan dari belakangnya muncul seseorang dengan sebuah tendangan yang di arah ke kepala Kakashi. Tapi itu masih terlalu mudah untuk Kakashi, buktinya dia bisa menahan tendangan itu. Tak sampai di situ, orang itu kembali melancarkan pukulan Backhand sambil berputar. Tapi itu masih bisa di pukulannya di hindari, orang itu langsung melompat ke belakang dengan berputar. Tak lupa membuat beberapa Handseal. Mendarat dengan sempurna dan sudah menyelesaikan Handsealnya.
Fuinjutsu : Bakuhatsu
Ucapanya pelan. Yap. Yang bertarung dengan Kakashi adalah Naruto. Dan saat ini Naruto akan bertarung dengan Kakashi menggunakan salah satu Fuinjutsu-nya.
Kakashi yang melihat Naruto seperti sudah selesai membuat Handseal hanya mengangkat alisnya heran. Karena dia tidak tahu jurus yang akan di keluarkan salah satu muridnya ini. 'Aku tidak tahu jurus apa yang akan di keluarkannya. Tapi aku harus tetap waspada.' batin di tunggu-tunggu tidak ada yang terjadi, itu semakin membuat penasaran jurus apa yang akan di keluarkan muridnya.
"Jurus apa yang mau kau keluarkan, Naruto ?" tanya Kakashi.
"Heh... Jika aku mengatakan jurus yang akan aku keluarkan pada musuh. Itu sama saja aku menyerahkan nyawaku pada musuh, Kakashi-sensei." jawab Naruto dengan cengirannya.
'Hebat. Dia seperti orang yang sudah berpengalaman saja.' batin Kakashi.
'Sok pintar.' batin seseorang yang mendengar percakapan Naruto dan Kakashi.
' hn ' pasti tau siapa jawab.l
"Tapi jika sensei ingin mengetahuinya... coba rasakan sendiri." ucap Naruto sambil berlari kearah Kakashi.
Setelah dekat, Naruto langsung melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah Kakashi. Seperti yang sudah di perkirakannya, pukulannya dengan mudah di tangkis Kakashi. Tapi ini lah yang di cari, dengan ini dia bisa melakukan tendangan berputar dengan menggunakan tangannya sebagai tumpuan. Dan langsung mengeluarkan jurus yang tadi dia keluarkan di atas tanah tanpa sepengetahuan Kakashi. Setelah itu dia langsung melompat ke belakang lagi, tak lupa melemparkan tiga buah shuriken ke arah Kakashi. Tapi dengan mudah Kakashi hindari.
Naruto yang melihat shurikennya dengan mudah di hindari Kakashi, mengeluarkan sebuah kunai yang di tangkainya sudah di tempeli sebuah Fuin. Dan langsung melemparnya ke arah Kakashi.
Kakashi yang melihat Naruto melempar sebuah kunai yang tidak biasa, karena di tangkai seperti ada sesuatu hanya bisa menghindarinya. Karena dia tidak ingin mengambil resiko, karena belum tahu kunai yang di lemparkan muridnya barusan.
"Apa yang ka... Booommmm" pertanyaannya terpotong oleh sebuah ledakan yang berasal dari belakangnya.
'Apa yang terjadi ?' batin Kakashi heran, karena tempat ledakan itu adalah tempat menancapnya kunai Naruto tadi. 'Kunai apa itu sebenarnya ?' Kakashi semakin semakin di heran muridnya ini. Karena setahunya tadi, di kunai yang di lempar Naruto tidak ada sebuah kertas... peledak. 'Jangan-jangan kertas itu...?' Shock Kakashi setelah mengetahui penyebab ledakan tadi.
Setelah sadar dari shocknya, Kakashi langsung di kagetkan dengan sebuah pukulan yang mengarah ke kepalanya. Untung dirinya masih bisa menghindar dengan mundur kebelakang. Dan lagi-lagi dia harus menghindari sebuah tendangan berputar.
Naruto yang merasa tendangannya lagi-lagi gagal, kembali menanamkan sebuah Fuinjutsunya di tanah. Setelah itu dia kembali mundur.
Setelah merasa muridnya sudah berhenti menyerangnya Kakashi langsung bertanya kepada muridnya.
"Naruto, kunai apa yang kau gunakan tadi ? Sehingga bisa menyebabkan sebuah ledakan."
Tak hanya Kakashi yang penasaran, kedua muridnya yang lain pun juga penasaran dengan kunai yang Naruto gunakan.
Naruto yang di beri pertanyaan seperti itu hanya tersenyum dan menjawab "Oh. Itu hanya kunai biasa. Dengan sedikit modifikasi dariku." dengan kalimat yang terakhir di ucapkan dengan lirih.
Kakashi dan kedua muridnya yang mendapatkan jawaban seperti itu dari Naruto semakin penasaran dengan kunai yang Naruto gunakan. Karena jika dirinya menggunakan kunai itu untuk melawan musuh, pasti akan sangat berguna. Karena musuh tidak tahu bahwa kunia itu akan meledak saat berbenturan.
"Jadi kau tak ingin memberitahuku, Naruto ?" tanya Kakashi.
"Bukan begitu, Kakashi-sensei. Tapi aku cuma tidak mau musuhku tahu teknikku. Bukankah saat ini kita sedang bertarung. Jadi saat ini kau adalah musuhku. Dan aku tak akan mengungkapkan rahasiaku kepada... MUSUH." terang Naruto sambil berlari ke arah Kakashi. Dan berniat bertarung Taijutsu dengan Kakashi.
Naruto terus melakukan serangan sama yaitu di awali sebuah pukulan ke kepala,terus tendangan berputar dengan tangan sebagai tumpuan, dan kembali ke belakang. Naruto melakukan itu selama 5 kali. Dan itu membuat Kakashi penasaran lagi dengan rencana yang akan di lakukan Naruto.
"Sekarang apalagi yang kau rencanakan, Naruto ?" tanya Kakashi menyelidik.
"Tidak ada." jawab Naruto santai sambil mengangkat kedua bahunya.
Kakashi yang tidak percaya denga jawaban Naruto kembali bertanya. "Terus apa yang kau lakukan tadi ? Menyerangku dengan pola yang sama terus menerus."
"Oh... Itu karena aku tidak begitu pandai dalam Taijutsu. Dan hanya itu serangan yang aku bisa gunakan." jawab Naruto bohong. Sebenarnya Naruto lumayan jago dalam Taijutsu. Tapi Naruto tidak ingin menggunakannya, karna Taijutsunya memerlukan kecepatan yang tinggi. Dan sekarang Naruto masih dalam proses untuk memperoleh kemampuan itu dengan memaksakan dirinya menanamkan Fuinjutsu pemberat ke tubuhnya.
"Tapi jika kau hanya bisa menggunakan Taijutsu seperti itu di pertarungan sebenarnya, kau akan cepat kalah." nasehat Kakashi.
"Maka dari itu, setelah ak - kami lulus dari tes ini. Tolong ajari aku Taijutsu, Kakashi-sensei." kata Naruto.
' Kami...?' pikir Kakashi. 'Apa dia sudah tahu arti dari test ini ?' 'Tapi jika dia tahu, kenapa dia meyerangku sendirian ?' pikir Kakashi.
'Apa sich yang di pikirkan Naruto-baka itu ?' inner Sakura 'kenapa aku dan Sasuke-kun di sebut-sebut ?'
'Apa yang kau rencanakan, dobe.' batin Sasuke juga penasaran.
"Kau sepertinya yakin sekali bakal lulus yang aku berikan ini, Naruto." ucap Kakashi.
"Tidak begitu yakin kok. Cuma kalau belum di coba, kita tidak akan tau bukan." terang Naruto. "Sebaiknya kita lanjutkan pertarungan ini, Kakashi-sensei. Waktu makan tinggal sebentar lagi." lanjutnya.
"Oke." jawab Kakashi yang sudah siap menghadang serang Naruto yang akan datang.
Tapi...
To be Continue
Yap. Cukup segini terlalu pendek. Karena udah lama gx nulis, mungkin tulisanku jdi tambah amburadul dan ceritanya jelek.
Aku sempat-sempatin nulis ni cerita padahal aku udah 2 hari lagi gx enak badan. Dan semoga kalian yang membaca menyukainya.
Untuk yang udah review dan fav ni ff, aku ucapin terima kasih yan ngasih kritik dan saran, aku juga ucapin terima kasih.
keterengan senjata Naruto.
Kunai Peledak : kunai biasa yang sudah Naruto beri kertas fuin di tangkainya (sama seperti kunai Hiraishin letaknya.) yg arti tulisannya "Meledak". Jadi saat kunai Naruto terbentur sesuatu, entah itu di tangkis atau menabrak sesuatu akan langsung meledak.
oh iya. dri chapter 2 kantong kunai Naruto ada 2. (kanan kiri). kanan untuk kunai peledak dan kiri senjata biasa. agar Naruto tidak salah ambil kunai saat terjadi pertarungan jarak dekat dengan menggunakan kunai.
untuk pertanyaan.
apakah di cerita ini Naruto lebih di tonjolin dalam Fuinjutsu? jawabnya sudah terjawab di atas.
untuk pair ? hmm.. itu masih lama sekali.
Naruto disini tidak akan aku doujutsu. krna aku pengen Naruto master dalam Naruto tetep akan belajar sama jiraiya.
oke itu aj yg bisa aku jawab. pertanyaan yg blum trjawab munhkin lain kali aja z.
See you next chapter...
