Who is your love?

Naruto Mashashi Kisimoto

Warning! : Geje, abal, aneh, chap ini lebih dari dll

Pair : SasuSaku, SasuHina

.

.

.

Summary :

Sakura yang memang telah lama memendam rasa pada sang Uchiha, bahkan tak menutupi rasa sukanya sama sekali-sama seperti para fans Sasuke yang lainnya- terkaget saat Sasuke 'menembak'nya. "Yang benar saja? Tak mungkin! Aku yakin ini hanya mimpi!"

.

.

.

Cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela kecil. Menyapa ruangan yang terasa sunyi dikarenakan sang pemiliknya yang belum jua bangun. Menggeliat kecil, sang pemilik ruangan itupun akhirnya terbangnun dari tidurnya, sedikit mengerjapkan matanya dan sedetik kemudian ia sudah terduduk di tepi kasur.

Tiba-tiba, raut wajahnya berubah saat mengingat keadian kemarin pagi.

Flashback

"A-apa?" tidak mungkin! Bagaimana mungkin Sasuke menyukai Hinata sedangkan Hinata menyukai Naruto yang notabene merupakan sahabat Sasuke? Ini gila!

Keheningan melanda diantara mereka berdua, Hinata menundukan wajahnya dalam, tak berani menatap sang onyx yang sekarang memerhatikan awan-setidaknya itulah yang berada dalam penglihatannya.

Braaaak

Tiba-tiba pintu terjerembab terbuka, memunculkan seorang gadis bersurai merah muda yang ngos-ngosan berjalan menuju mereka berdua-Sasuke dan Hinata.

'Apa yang sedang dia lakukan disini? Mengganggu!' iner Sasuke kesal.

Hinata mendongakan wajahnya untuk melihat seorang gadis yang telah mengganggu 'kegiatan' mereka ini. Berbeda dengan Sasuke, Hinata diam-diam menghembuskan nafas lega dengan datangnya Sakura-sang gadis- yang secara otomatis mengeluarkannya dari suasana tadi yang menurutnya terasa mencekam. Sakura berkacak pinggang didepan mereka..

"Sasuke-kun! Aku itu dari tadi mencarimu, ternyata kau disini bersama…" Sakura menghentikan ucapannya saat melihat sosok Hinata yang baru ia sadari berada duduk disebelah Sasuke.

"Hinata-chan? Kau sedang apa, eh? Aku juga dari tadi mencarimu!Tunggu, kalian sedang err…bersamakah?" tanya Sakura terheran-heran.

"A-ah, t-tidak Sakura-chan. A-aku sedang mencari udara segar, dan a-aku tak menyadari d-disini ada Sasuke-san. M-maaf Sakura-chan" jawab Hinata sambil kembali menunduk.

"Oh, begitu. Iya iya, lain kali kau jangan ngilang senaknya lagi yah Hinata-chan, kupingku lama-lama bias pecah bila harus medengarkan oceh Ino setiap kau tak ada. Ah iya, dan kau, Sasuke-kun!" Sakura sepertinya tak kehabisan nafas untuk terus berbicara (baca : mengoceh) kepada dua orang yang berada dihadapannya ini.

"Mengapa kau tak membalas smsku? Padahalkan aku begitu khawatir, untung saja aku bertemu denganmu disini!" ucap Sakura sambil menunjuk-nunjuk Sasuke, haaah sekarang sifat Sakura sudah seperti ibu yang kehilangan anaknya pada Sasuke.

"Siapa kau mengaturku? Smsmu tak penting, untuk apa kubalas?" bukannya menjawab, Sasuke malah berbalik bertanya pada Sakura dengan cueknya.

Bukannya jera Sakura malah kembali berkata,

"Haaah, kau ini Sasuke-kun~" sambil duduk disebelah Sasuke dan bergelayut 'mesra' dilengan Sasuke.

"Lepaskan, berisik" kata Sasuke dengan nada dinginnya, namun yah Sakura sudah terbiasa.

"Umm, a-aku pergi d-duluan yah." Hinata yang daritadi tak bersuara mulai berdiri dan bersiap pergi.

"Eh? Hinata-chan? Kau mau kemana?" tanya Sakura pada Hinata.

"A-aku akan kembali ke kelas." jawab Hinata seadanya.

"Yah, kalau begitu, kitabareng saja Hinata-chan! Aku juga masalahnya ada beberapa soal yang belum aku kerjakan, mungkin kau bias membantuku. Ayo!" ajak Sakura, ia sudah beranjak dari tempatnya, namun ia kembali berbalik.

"Sasuke-kun, kau mau ikut?"

"Tidak." jawab Sasuke singkat, entah mengapa suaranya lebih dingin daripada tadi.

"yasudah, dadah Sasuke-kun." Ucap Sakura sambil berjalan bersama Hinata sementara tangannya melambai kearah Sasuke.

Sedangkan Sasuke hanya memandang datar namun dengan gurat jengkel pada kedua sosok gadis yang sekarang telah menghilang dibalik pintu, sebenarnya dia hanya menatap Sakuranya saja sih.

'Haah, gara-gara dia aku tak jadi mensapatkan Hinata! Dasar pengganggu." iner Sasuke kesal.

Heh, yakin sekali kau bahwa Hinata akan menerimamu, Uchiha?

End of flashback

Sasuke beranjak dari ranjangnya, mengambil anduk lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada diruangannya itu.

Setelah ia selesai bersiap-siap ke sekolah, Sasuke turun menuju ruang makan, disana telah ada keluarga yang telah menantinya. Dengan santai, Sasuke menarik kursi yang berada disebelah Anikinya yakni Itachi Uchiha. Dia ambil roti tawar yang berada ditengah meja makan dan dibubuhinya beberapa irisan tomat, lalu segera ia makan.

Keluarga Uchiha yang memang merupakan keluarga terpandang memang sudah biasa sarapan bersama dalam diam seperti ini, merekamhanya membicarakan hal-hal yang penting saja.

Sasuke mengambil susu putih yang memang tersedia untuknya dan langsung menenggaknya sampai habis dalam hitungan detik.

"Aku berangkat." ucap Sasuke kalem.

"Hati-hati dijalan Sasuke-kun" kata Mikoto pada anak bungsunya itu.

"Hn" jawab Sasuke singkat sebelum akhirnya keluar dari rumah dan memasuk ferari hitamnya.

Xxxxx

"Kyaaaaa, Sasuke-kun!"

"Sasuke-samaaaaaaaaa"

"Sasu-koi, hadap kemari"

Setidaknya begitulah yang terdengar dari teriakan histeris fans-fans Sasuke setiap harinya. Dan seperti biasanya Sasuke sama sekali tak menanggapi semua itu.

Sekarang ini, Sasuke sedang berjalan dengan santai menuju ke kelasnya. Tangannya ia masukan pada saku celananya, menambahkan kesan keren untuk orang-orang yang melihatnya.

"Hoy, Teme!" terdengar suara cempreng dari seorang pemuda berkulit tan.

Yah siapa lagi kalau bukan Naruto? Dibelakangnya terdapat tiga orang teman lainnya yakni, Shikamaru, Neji, dan Gaara.

"Berisik, Dobe! Pengganggu." ucap Sasuke sambil member deathglare pada Naruto.

"Haaah, aku tuh aneh sama kalian berempat. Memang apasih enaknya ngomong sesingkat itu? Kalau kalian bisu, baru tahu rasa ruh!" kata Naruto yang terlihat sebal karena semua teman-temannya memiliki penyakit jarang ngomong yang dideritanya.

"Yang aneh tuh kau Naruto, sangat berisik!" ucap Shikamaru sebelum akhirnya ia menguap lebar.

"Ah, tahu deh! Kalian semua memang tak ada bedanya! Ngomong-ngomong Teme, mana Sakura-chan yah? Biasanya kan dia ada dibarisan paling depan diantara fans-fansmu itu bersama Karin, kok sekarang hanya ada Karin dan gengnya yah?" tanya sekaligus cerocos Naruto pada Sasuke.

"Mana kutahu, bukan urusanku." Jawab Sasuke cuek.

"Haaah, kau ini Teme! Sakura-chan kan termasuk fans setiamu! Masa kau begitu sih, lagipula dia kan baik, cantik pula." Kata Naruto mencoba membela Sakura.

"Dan dia berisik. Lebih baik dia tak ada, jadi orang berisik berkurang dari kehidupanku." Jawab Sasuke lagi sarkastik.

"Kau itu! Kena karma baru tahu rasa kau!" kata Naruto yang sudah terlihat lelah berbicara deng sahabatnya yang memang keras kepala itu.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hai minna, maaf yah buat chap kemaren karena mengecewakan. Chap sekarang Sakura baru nongol walau dikit, chap besok SasuSaku mulai bermunculan. Sabar yah minna, buat yang ga login aku balesin di chap besok yah? Mksih minna! :D

RRC please?

04-06-2012 (Jian Jiun)