Okaaay~! Rating go up to M! Sekaligus fanfic pertama saya yang rate M, dengan kata lain pertama bagi saya melakukan ini *halah*. Kalo kurang greget maaf banget yaa *ngumpet di kolong meja*
Thanks to anonymous reviewer named Moeyuki, yap saya setuju Mune dan Yuki memang pasangan yang cocok~! *dikeroyok fans pairing lain*
And thanks to signed reviewer named costae, ini dia lanjutannyah! M rated! Ho, hope you like it…*gemeteran gaje*
Na..nah! Si, silakan dibaca. Enjoy…
Dragon's Tiger
Chapter 2
Malam dengan sinar bulan yang lembut menemani dua orang yang sedang memadu kasih. Ditengah malam buta, kamar Sanada Yukimura menjadi lebih 'bersuara'.
"Mm…aah…" pemuda berambut panjang itu mendesah saat Date Masamune menciumnya, ia berusaha mengambil udara. Mereka telah bermain mulut selama beberapa menit.
Meskipun tanpa teh hangat dan dango yang lezat, namun keberadaan Masamune di pelukan Yukimura sudah lebih dari cukup. Dan inilah 'perbincangan' yang mereka lakukan, meski diluar dari yang semula direncanakan.
Date mengeksplorasi Yukimura. Selagi ia sedang bertarung lidah, tangannya menyusup kebawah yukata yang dipakai pemuda polos itu. Sentuhan itu membuat Yukimura mendesah lebih panjang.
"Ini imbalanku, Yukimura." Ucap Date ditengah ciuman mereka,"Kau akan suka." Semburat senyum penuh nafsu terpasang di wajahnya. Dengan sekali gerakan ia berhasil menurunkan yukata mangsanya. Dihadapan Masamune, terekspos tubuh bagian atas yang menggoda. Kulit yang putih dan halus. Date menurunkan wajahnya, kini menyerang leher Sanada dengan agresif. Ia mencium dan menjilat bagian itu, terus turun kebawah hingga ke bagian dada.
"Hn…aah! Ma…Masamune-dono…uuhh…" erangan Yukimura menambah suasana hot di ruangan itu. Yang punya nama melanjutkan aktifitasnya, semakin ganas karena desahan Yukimura yang benar-benar mengundang seleranya.
Sambil membasahi kulit yang lembut itu dengan saliva-nya, Masamune menggerakan tangannya turun ke area bawah. Dengan cepat ia menyentuh milik Yukimura hingga sang uke terlonjak kaget.
"A…aaah! Masamune-dono, pelan-pelan." Date segera melonggarkan genggamannya, tidak mau membuat orang yang dicintainya itu kesakitan. "Maaf, Yukimura." Sahut Masamune pelan sambil mencium dahinya.
Sesaat suasana panas di kamar itu menurun. Masamune berada di atas Yukimura, terhenti. Hanya diam, menatap wajah partnernya dengan pandangan yang sulit Yukimura gambarkan. "Masamune-dono. Doushite?" tatapan puppy-dog itu seakan menghujami Date. Yang ditanya menyentuh wajah imut itu dan dengan suara serius ia berkata,
"Yukimura…maafkan aku."
"Eh?"
"Maafkan aku, Yukimura. Aku…"
"Apa…maksudmu, Masamune-dono?"
Masamune menyatukan seluruh keberanian yang ia punya dan menjawab,"Waktu itu, saat mengejar Ishida Mitsunari aku nyaris mengambil nyawamu. Aku terlalu mudah terbawa emosi." Yukimura terdiam mendengar kalimatnya,"Aku sangat ingin meminta maaf soal ini, tapi aku terlalu malu…atau mungkin takut melakukannya." Date mengubah posisinya menjadi duduk disamping futon.
Yukimura ingat kejadian itu. Ia menatap rivalnya agak lama, dan lalu ikut menegakkan badannya hingga mata mereka bisa saling bertemu.
"Aku sudah melupakan itu dari dulu, Masamune-dono. Aku tidak menyangka kau akan merasa bersalah hingga seperti ini," Yukimura mengusap lembut wajah Date dengan tangan kanannya,"tidak apa-apa. Lagipula aku sudah hafal dengan sifatmu kok." Ucapnya lagi sambil tersenyum. Atau lebih tepatnya, menyeringai saat mengucapkan kalimat yang terakhir.
Masamune menatap pemuda itu. ia tertawa kecil dan lalu menyentuh telapak tangan hangat Yukimura di wajahnya. Pemuda yang identik dengan warna merah itu memang masih polos. Penuh semangat, ditambah kedua matanya yang besar dan bersinar,rambutnya yang panjang dan halus meski berantakan di bagian atasnya. Yukata-nya yang kini mengekspos dadanya dan bagian kaki yang tersingkap jelas. Menyadari bahwa ia sedang diperhatikan Masamune dengan tatapan seperti akan menyerangnya lagi, Yukimura tidak dapat menahan blushing-nya. Date terpana sesaat dan berkata,"Kau tahu, Yukimura?"
"Apa itu?"
"Kau terlihat sangat manis sekarang." Date tersenyum. Sesaat kemudian, Yukimura sudah ditindih Masamune dan bibirnya kembali dikecup. Ia mendesah, kali ini permainan Date lebih cepat dari sebelumnya.
"Mm…Masa…mune-dono…"
"Yes, my darling?" jawab Date ditengah ciuman ganas mereka.
"Aku…tidak bisa bernafas…mmh…" Yukimura berusaha, namun kata-katanya segera dipotong oleh serangan berikutnya. Masamune mencium, menghisap dan menggigit kecil leher partnernya hingga meninggalkan tanda kemerahan. Tanda yang berarti bahwa Sanada adalah miliknya seorang. Setelah pemanasan itu, Masamune membuka kedua kaki Yukimura lebar.
"Aah…kau mau apa, Masamune-dono?" erang Yukimura. Benar-benar polos, pikir Date, namun ia hanya melanjutkan aksinya.
"Rasakan saja." Masamune memasukkan telunjuknya ke bagian belakang Yukimura, membuat pemuda itu terlonjak. Desahan dan erangan yang keluar dari Sanada membuat Date semakin bergairah. Setelah terbiasa, baru sang Dokuganryu memasukkan jarinya yang kedua dan ketiga. Yukimura semakin mendesah tidak karuan, antara menahan rasa sakit dan nikmat. Tapi itulah yang dinikmati Masamune. Yukimura terengah-engah karena mulai merasa lelah, namun ia juga tidak dapat menolak sentuhan Masamune. Ia ingin menyudahi ini segera, namun juga ingin membuatnya lebih lama. Kini ia sudah lebih dapat mengikuti permainan Masamune dan perlahan ia bisa menikmatinya.
Setelah beberapa menit, akhirnya Masamune melepas yukata-nya sendiri dan membuka kaki Yukimura lagi lebih lebar dan memasukkan miliknya ke Yukimura. Pemuda berambut panjang itu sedikit kaget, ia menutup mulutnya untuk menahan jeritan yang ingin ia keluarkan sesaat tadi."Hn…a…Masa…mune…dono…hhh…" erangnya sambil merasakan sensasi Date yang tengah terus berusaha masuk. Diepeluknya erat leher Dokuganryu sambil terus mendesah hebat.
Masamune pun tidak menghentikan gerakannya, bahkan justru semakin cepat begitu mengetahui Yukimura sudah makin terbiasa. Ia permainkan telinganya sembari memasuki pemuda imut dibawahnya."Suck this." Ucap Masamune menyerahkan jari-jari tangan kirinya untuk dihisap. Dengan wajah yang memerah, Yukimura melakukan itu dengan gaya yang sangat mengundang gairah. "Feel me, Yukimura…"
Yukimura mendesah pelan,"Uah…uh…percepat…aah…Masamune…dono…"
Date tidak mungkin menolak permintaan rivalnya yang manis itu dan mempercepat gerakannya. Lebih dalam, hingga mencapai suatu titik yang membuat Yukimura mendesah lebih keras. Tak lama, ia melepaskan tangannya dari mulut Sanada dan menggantinya dengan ciuman. Ia memasuki Yukimura sambil bermain lidah, tangan kanannya menopang pinggangnya dan tangan kirinya bermain di rambut halusnya. Dengan perlakuan itu Yukimura sukses terbawa sampai ke langit ketujuh ditambah desahan Masamune,"Oh, yes…Aah...I love you! Aishiteru, Yukimura!" dan bersamaan dengan itu ia keluar didalam Sanada, diiringi dengan erangan penuh kepuasan dari keduanya. Setelah itu mereka terjatuh kelelahan. Keringat membasahi seluruh tubuh mereka, ditambah cairan lain.
Masamune mengusap kepala Yukimura lembut,"Great work," dan lalu mencium dahinya,"aishiteru, Yukimura."
Sanada berusaha mengatur nafasnya lagi. Wajahnya ia tenggelamkan di dada Masamune,"Aishiteru, Masamune-dono."
Date memeluk pemuda kesayangannya itu erat-erat, seakan tidak mau ia lepaskan. Dalam hati ia bersyukur bertemu Yukimura. Sejak awal pertarungan mereka, hanya dia yang selalu menghiasi pikiran Masamune. Meski banyak yang sudah terjadi, namun semua itu hanya membuat hubungan mereka lebih dekat.
Masamune pun, tak lama kemudian menyusul Yukimura tertidur. Mereka terlelap, terbawa jauh ke alam mimpi…
.
.
Pagi harinya di Oushuu, hari keempat Yukimura menginap di rumah Date Masamune. Setelah 'kegiatan' yang mereka lakukan semalam, akhirnya Yukimura kembali down karena kelelahan.
Date memandang rivalnya dengan kecewa sekaligus senang. Kecewa, karena Yukimura lagi-lagi hanya bisa tidir seharian. Dan senang, karena ia masih menginap dirumahnya. Bahkan Masamune berpikir untuk mengambilnya dari Takeda supaya Yukimura bisa selamanya berada disampingnya. Kalau perlu dengan paksa."Ya, aku tidak keberatan…"
"Tidak keberatan apa, Masamune-sama?" Kojurou datang mengagetkan Dokuganryu. Ia menenteng sekeranjang sayuran yang baru dipanennya.
"Kojurou!" bentak Masamune,"bawa apa itu?"
"Sayuran, untuk makan malam nanti. Sudah lama kita tidak makan makanan berkuah kan? Lagipula, Sanada disarankan dokter untuk banyak mengkonsumsi sayuran." Jawab Kojurou panjang lebar dan dengan penekanan intonasi saat mengatakan nama Sanada. Ia memperhatikan perubahan mimik tuannya yang sekilas terlihat sedikit nervous walau cuma sesaat.
Kojurou lalu mengatakan hal yang tidak Date duga,"Masamune-sama, Anda tidak melakukan sesuatu kepada Sanada kan?"
Dan Masamune, pembohong yang masih perlu sedikit latihan apalagi menyangkut Yukimura langsung berujar,"Ti, tidak! Kemarin malam aku biarkan dia tidur. Aku tidak kekamarnya dan melakukan sesuatu yang aneh!"
"Benar juga, Anda bilang mau kekamar Sanada untuk mengobrol."
"Ha! Exactly!"
"Tapi aku tidak mengatakan apapun tentang 'aneh'. Sesuatu itu bisa berarti apa saja kan?" Masamune mulai merasa terdesak dengan perkataan Kojurou.
"Ti, tidak! Apa yang kau maksud, Koju—"
"Oke, saya mau menggurus kuda kita di kandang. Kalau Sanada sudah bangun berikan obatnya, ya."
"Iya, iya!" dan setelah kepergian Kojurou, Masamune langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Yukimura. Sepertinya ia tidak bisa sehari saja tanpa melihat pemuda itu.
Meski begitu, Sanada Yukimura tetap akan menyambut Date Masamune dengan senyuman paling hangat yang ia miliki.
-TBC-
To Be Continued
Maaf pendeeek! Se, semoga kalian suka. Please wait! Next, chapter terakhir saat Yukimura sudah kembali sehat. Ia akan kembali menuju Kai, namun apa yang akan Masamune berikan sebagai tanda perpisahan? Akan berusaha aku update secepatnya sebelum aku akan (mungkin) hiatus total menjelang UN. Doakan aku yaa…
Review please? Please?
