Vampire in Kim Family
Cast : Kim Ki Bum aka kim ki bum
Joong woon aka kim ye sung
Young woon aka kim kang in
Cho kyuhyun akan kim kyuhyun
All member of SUJU
Genre : Gaje,, family , Love/Romance(?) dikit horror
Summary: Kita tercipta untuk bersama, meski kita jauh berbeda. Kau seorang manusia dan aku vampire. Tapi takkan ada yang bisa memisahkan kita. Termasuk dunia, aku akan hancurkan semua jika dia ingin melukaimu untukku. Inilah sebuah kejujuran yang kupersembahkan untuk kerajaan vampire itu!
Disclaimer : Kibum milik author sepenuhnya! #di bakar idup-idup sama snowest
Hahaha.. neh author pengen gila ndiri karena permintaan ayank Kibum… dia kan maunya peran yang agak menarik. Neh.. gue kasih, apa sih yang nggak buat lu…
Okeh.. cerita ini hanya fiktif belaka nama nya FanFiction. Bila ada kesamaan nama/tokoh, cerita dan lain-lain itu memang ada factor kesengajaan maklum aja lah si author Gaje…
Semua tokoh dalam cerita ini, milik Tuhan, ORang Tua mereka dan diri mereka sendiri. Kecuali untuk Kim Ki Bum dan Kim Ryeowook itu punya author!*dibakar ma orangnya langsung*
Mian he karena terlalu lama ngepublish… ini di karenakan, ya.. mungkin beberapa reader sudah tahu bahwa author kehilangan tas yang berisi flasdisk yang di dalamnya berisi semua FF. hiks… T.T padahal udah selesai terpaksa di karang ulang semua! Huweee….. , oke dah.. tanpa basa basi lagi. Kita mulai ajah ya!
%ika. Zordick%
Kyuhyun menatap sosok kibum yang masih terbaring di ranjangnya dengan mata obsidian yang indah. Sementara sosok namja yang diperhatikan itu, masih bergelut senang dengan mimpi-mimpinya yang entah apa. Kyuhyun yang sudah berseragam rapi masih terus saja diam di tempat. Sesekali dia menghela nafas sejenak. Dia tahu, sudah tugasnya untuk setia membangunkan si tukang tidur itu setiap pagi.
"Heh… bummie bangun!" gerutunya kesal karena dia baru saja melakukan ritual pembangunan saudara tirinya itu dengan sangat sempurna. Tapi hal langka baru saja terjadi karena namja itu masih saja tertidur pulas.
Ketakutan melanda lagi di hati kyuhyun. Ketakutan bahwa ia akan kehilangan kibum lagi. Kibum akan melanjutkan tidur panjangnya seperti dulu. Di goncangnya tubuh saudara tirinya itu kencang. "Bummie, jangan membuatku takut! Bangunlah!" bisiknya ditelinga kibum
Tak ada respon sama sekali. Kyuhyun makin sibuk dengan ribuan kemungkinan di dalam otaknya. Bergelut dengan pemikiran positif dan negative yang ia miliki. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendekatkan wajahnya ke wajah kibum. Merasakan apakah paru-paru kibum berfungsi dengan normal. CUP, bibir kibum cepat mengecup pipi kyuhyun sekilas.
Tentu saja kyuhyun melompat kaget. Sambil berteriak histeris seolah ia baru di cium hantu(?). "BWAAAA"
Kibum terkikik geli, dia melakukan atraksi guling-guling gaje di ranjangnya yang empuk sambil memukul-mukul bantalnya. "Kena kau! Hahahahaha…." Kikik kibum
"Apa sih yang kau lakukan bummie?"
Kibum mengeluarkan senyuman killernya. Diusapnya kepala saudaranya itu dengan sayang. Ia menahan tawanya sebelum satu rumah heboh karena tindakan gilanya mencium adiknya sendiri di pagi ini. "Siapa suruh kau menyerangku duluan!" bisiknya di telinga kyuhyun kemudian ngacir berlari ke kamar mandi kamarnya.
Kyuhyun terpaku diam di tempatnya. Di pukulnya keras dadanya yang serasa mulai tak karuan. Jantung berdebar cepat, seolah ingin memburu sesuatu. Dia mencoba menyadarkan dirinya sendiri, perasaan yang datang padanya itu sebuah ketakutan luar biasa. Ia terlalu takut kehilangan keluarga lagi.
%ika. Zordick%
Sebuah mobil limosin berhenti di kediaman rumah mewah keluarga Kim. "Baiklah appa akan pulang beberapa hari lagi, jadi chagi aku titip mereka ya padamu!" Yesung mencium pipi Kangin sambil merapikan dasi namja bertubuh besar itu. "Jangan cari masalah dengan yeoja atau namja lain! Arra?" sambungnya.
Kangin mencium bibir Yesung sekilas, tatapan namja dingin itu berangsur menghangat. Yesung tersenyum, memeluk pasangan hidupnya itu dengan perasaan pasti akan merindukannya. "Aku mengerti, cepatlah pulang chagi!"
"Appa.. aku juga ingin memeluk Yesung appa!" gerutu kibum yang mulai gelisah melihat kemesraan dua appa yang abnormal tersebut.
Yesung dengan cepat melepas pelukan kangin, di sambarnya tubuh anaknya yang kelewat tampan itu secepat kilat. Di kecupnya kening kibum mesra, "Jangan membuat masalah ya! Appa sayang padamu, telpon appa kalau kau sempat"
"Nee… Jangan lupa oleh-oleh kami berdua ya, appa!" kyuhyun menyeringgai nakal
Yesung menarik tubuh kyuhyun dan bergantian memeluk tubuh kedua anaknya itu, menciumi mereka dengan sayang seperti sebuah keluarga pada umumnya. "Jaga hyungmu dengan baik ya, juga laporkan jika kau merasa rumah dan appamu tidak beres"
Kyuhyun mengangguk pasti. "Ok! Appa!"
Yesung kemudian memasuki limosin nya, puluhan pelayan rumah yang berseragam rapi menunduk hormat atas kepergian majikan mereka itu. Sesuai dengan gaya Yesung yang memang tertutup dan dingin, dia tak melambaikan tangan lagi ataupun mengucapkan salam perpisahan untuk yang kesekian kalinya. Dengan suara yang tegas dia menyuruh supirnya untuk segera pergi agar tak membuang waktu berharganya sedikit pun.
Kibum yang memiliki prilaku yang sama, juga sama sekali tidak melihat kepergian appanya untuk yang terakhir kalinya. Ia mencium pipi kangin. "Ok, appa kami pergi dulu ya! Takut telat!"
Kyuhyun yang tak sadar telah terpengaruh adat yang tak tertulis rumah itu Cuma ikut melakukan peraturan itu dengan suka rela. Dia mencium kangin seperti yang dilakukan kibum sebelumnya. "Hujan gerimis, bummie…" kyuhyun mengadahkan tangannya dan air hujan turun membasahinya.
Sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan mereka. Kyuhyun dengan sigap langsung membuka pintu mobil tersebut dan mempersilahkan kibum untuk memasukinya terlebih dahulu. Bukan sebuah basa-basi, hanya saja itu termasuk sebuah peraturan tak tertulis di dalam keluarganya sekarang. Menghormati orang yang lebih tua darinya.
%ika. Zordick%
Sementara di tempat lain, di pinggiran kota seoul. Sebuah rumah besar bak istana terletak terpencil di pedalaman kota. Memasuki gang-gang kecil yang bagaikan labirin yang sulit terpecahkan. Tapi saat menemukannya seolah menemukan kerajaan dongeng yang sangat indah yang di kelilingi oleh ribuan bunga indah di halamannya yang luas.
Hujan rintik-rintik membasahi dedaunan yang ada disekitar rumah tersebut. Menjadikan halamannya terlihat bersinar karena buliran air hujan tersebut. Cantik…. Itulah kesan utama saat melihatnya. Dua orang namja memasuki rumah tersebut. Salah satu diantara mereka bertubuh agak jangkung dan berambut pirang. Ia memayungi temannya yang bertubuh mungil dengan payung hitam yang ia pegang.
Saat mereka berdua berdiri di depan pintu rumah, tanpa aba-aba apapun pintu besar itu terbuka. Beberapa orang namja dan yeoja berpenampilan gothic menyambut mereka dengan hormat. Seolah itu memang hal yang patut mereka terima, dua namja itu berjalan dengan tegap menelurusuri rumah. "Sang raja sudah menunggu kedatangan pangeran di ruangannya" salah satu namja berkata sopan.
Dua namja terhormat itu tak menoleh sedikit pun, mereka berjalan menelusuri ruangan besar tersebut yang hanya di sinari dengan cahaya lampu. Tidak ada sinar matahari sedikitpun yang memasuki rumah. Saat tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu berukiran mewah, namja bertubuh jangkung membukakan pintu untuk namja mungil itu.
"Gommawo hyukkie hyung!" kata namja itu tersenyum ramah memasuki ruangan besar yang di kelilingi oleh jendela besar di sekelilingnya.
Disana sudah berdiri sesosok namja yang sangat tampan menatap hujan dari sebuah jendela. Ia menutup matanya, membiarkan pikirannya tenang mendengar tiap butiran hujan mendarat di setiap benda dan mengeluarkan suara yang sangat merdu baginya. "Ahjussi…" suara tenor milik keponakannya membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Wookie.. kau sudah datang?" matanya kini tertuju pada sosok namja mungil nan imut yang ada di hadapannya.
Namja jangkung bernama eunhyuk yang datang bersama sang pangeran imut itu membungkuk hormat. "Panjang umur untukmu Yang mulia, King Siwon"
"Ternyata kau eunhyuk, kau sudah terlihat jauh lebih jinak dari sebelumnya ya" siwon tersenyum angkuh dan kemudian duduk di singgasananya. Wookie duduk disampingnya, di singgasana yang tak kalah mewahnya.
"Kumohon jangan menyinggung perasaan pelayanku ahjussi. Kau ingin aku pulang?"
"Tentu saja tak begitu pangeran, aku mana berani memerintahmu" siwon kali ini tersenyum sangat indah di depan ryeowook, keponakannya. "Kau menerima permintaanku?"
Wookie menatap siwon dalam, kali ini suasana menjadi hening. Kemudian wookie tersenyum ceria. Dia baru saja membaca pikiran pamannya itu. Jangan terlalu heran, karena itu memang kemampuan khususnya sebagai seorang yang special di dalam kerajaan ini. "Aku bahkan sudah menemuinya sebelum aku datang kemari"
"Maksudmu?"
"Aku sudah bertemu dengan Lord Kibum, dia memang special, dia menolongku kemarin dan sejujurnya aku sama sekali tak bisa membaca pikirannya"
"Dia menolongmu?" siwon menaikkan alisnya sebelah. "Seharusnya dia tak mungkin…"
"Instingnya sebagai vampire memaksanya untuk menolong sebangsanya. Itu wajar, ahjussi. Dia juga punya banyak penangkal di tubuhnya yang membuat Eunhyuk hyung tak bisa mendekatinya dan mengeluarkan aura vampirenya secara cepat. Harus berlahan dan hanya aku yang bisa lakukan itu"
"Satu hal lagi, tolong jangan sampai ahjumma mu mengetahuinya. Aku ingin mempertemukan dia dan anaknya, lord kibum saat ulangtahunnya nanti"
Wookie mengangguk senang. "Sebagai seorang eomma, kurasa itu hal yang wajar jika dia tiba-tiba bermaksud membunuhmu jika kau menculik anaknya dan membawanya secara paksa untuk menghadiri ulangtahunnya" wookie terkikik geli saat melihat wajah siwon memucat "Tapi kurasa dia akan senang saat melihat kibum sebagai seorang vampire yang memanggilnya eomma"
%ika. Zordick%
Sesampainya disekolah kyuhyun memayungi kibum. Melaksanakan tugasnya sebagai saudara yang baik untuk melindungi kibum dari apapun yang bisa mengancam kesehatan hyungnya itu. Meskipun hanya setetes air hujan. Ia tak melakukan itu karena peraturan keluarga ataupun paksaan dari dua appanya. Hanya saja diantara siapapun di dunia ini, hanya dialah yang mengenal kibum seutuhnya, merasakan betapa berbahayanya posisi kibum. Ia sendiri tak pernah tahu, dari apa dia melindungi namja yang bahkan sulit berekspresi itu.
Seorang namja mungil berdiri di bawah pohon. Kyuhyun menatapnya lirih, kibum yang memang familiar dengan sosok imut itu hanya tersenyum simpul. "Kau mengenal dia, kibumssi?" Tanya kyuhyun yang mulai merasa namja itu mengancamnya.
Kau cemburu? Tenang saja, dia hanya teman sekelasku. Dia terlihat sangat imut kan? Apa kau tertarik padanya? Kibum mulai berbicara dengan telepatinya.
Kyuhyun menyeringgai iblis. "Tidak, aku hanya tidak terlalu suka padanya" jawab kyuhyun datar dan jujur.
"Pagi,,, Ryeowook imnida, cukup panggil wookie" wookie membungkukkan badannya pada kibum "Gommawo atas bantuannya kemarin"
Deg.. deg… deg… jantung kibum berdetak cepat. Suara nafasnya memburu. Kyuhyun mulai merasakan gejolak aneh pada tubuh kibum. "Gwechana?" di genggamnya tangan kibum erat.
"Kau memakai parfum apa?" pertanyaan itu begitu saja terlontar dari mulut seorang kim kibum.
"Eh.. aku tidak pakai parfum apapun" jawab wookie innocent
"Kalau begitu pakailah parfum untuk menutupi bau tubuhmu itu. Aku tidak suka baunya, baumu seperti bau yeoja yang kubenci"
Kyuhyun tertawa dalam hati. Gila kau bummie, dia syok banget tuh kayaknya! Tapi aku suka! Bwahahahahaha
Kau tertarik padanya, kyuhyun. Seharusnya kau tahu itu. Jika kau berani mendekatinya, aku takkan mengampunimu
Apa maksudmu? Aku masih suka seorang yeoja
Kau bohong untuk kali ini, kau tak pernah memperhatikan orang lain kecuali aku. Kali ini kau memperhatikannya! Sudahlah… aku ingin ke kelas.
Kibum berlari meninggalkan kyuhyun yang mematung di tempatnya. "Eh.. apa maksudnya itu?" gumam kyuhyun innocent. "Kibum… kau seharusnya memakai payung ini. Dasar! Kalau kau sakit, kan aku yang susah!"
Kyuhyun kini menatap wookie yang masih memasang tampang cengo. "Aku… bau… dia.. benci.. bauku? Yeoja? Andwae!" kali ini wookie pundung sendiri meratapi dirinya yang di benci oleh kibum. Kyuhyun tertawa sadis.
"Terima saja, kibum tak menyukaimu. Lebih baik menyingkir dari hidupnya!"
Berbeda dengan reaksi setiap orang yang berhadapan langsung dengannya. Kali ini wookie sungguh menentang kyuhyun, menunjukkan bahwa dia sama mengerikannya meski secara fisik tak terlihat seperti itu. "Kaulah yang harusnya menyingkir dari hidupnya!"
"Kau kira kau siapa?"
"Seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidupnya. Lalu kau?"
"Hmff… aku…" kyu berpikir sejenak. Benar juga, dia tak punya kepercayaan diri untuk mengatakan sesuatu yang bisa menunjukkan kedekatannya pada kibum. Sebenarnya dia siapa? Seorang adik yang baik? Tapi itu tak bisa di jadikan alasan untuk menjauhkan kibum dari namja imut yang mengerikan ini.
Wookie tersenyum mengerikan. Di tariknya tubuh kyuhyun agar mendekat padanya. Payung yang di pegang kyuhyun terjatuh begitu saja. "Aku tidak mengerti jalan pikiranmu, dia saudaramu kan? Terlalu naïf jika kau menyimpan rasa padanya"
Evil smirk terkembang di bibir manis kyuhyun. Wookie sedikit merinding. "Lalu apa yang akan kau lakukan, jika kau mengetahui itu ha? Namja manis? Kau ingin memberitahunya pada kibum? Dia takkan percaya padamu. Jika aku melakukan ini…"
"Eh?" dengan ganasnya kyuhyun melumat bibir wookie. Meski namja itu meronta keras, kyu semakin buas menciumi bibirnya. Hingga akhirnya wookie menyerah dan mengikuti alur permainan kyuhyun atas dirinya.
%ika. Zordick%
"Lho.. itu bukannya Ryeowook, murid kelas kita kan?" seorang siswa yang nyelutuk melihat adegan mesra yang ia lihat dari kaca jendela kelasnya.
Kibum menatap dua namja yang tengah berciuman di tengah hujan gerimis di perkarangan sekolah. Dia mendengar beberapa komentar soal betapa romantisnya adegan itu, dan ada pula yang merasa itu menjijikkan.
"Bukankah itu Cho Kyuhyun? Siswa berandalan itu kan? Kalau dia sih tidak heran, mungkin saja kita akan melihat adegan NC sebentar lagi"
Kali ini kibum beranjak dari kursinya, menajamkan penglihatannya. Ia sekarang melihat tangan usil kyuhyun mulai merayap nakal di tubuh namja yang terlihat lemah itu. Kibum berdecis kesal. "Singkirkan namja itu atau kau akan menyesal telah hidup di dunia ini kim kyuhyun"
Bummie… aku hanya mengikuti usulmu!
Aku jijik melihatnya, kau menyukainya?
Mungkin… dia sangat mirip yeoja, bukankah begitu? Hahahahahaa… kurasa tidak masalah.
Kalau begitu aku pastikan kau takkan melihatnya besok kalau kau meneruskannya.
Tanpa kata-kata lanjutan lagi, kyuhyun segera melepaskan ciuman dan pelukannya di tubuh wookie. Wookie terduduk lemas di tanah dengan nafas ngos-ngosan, sementara kyuhyun merasakan aura membunuh yang tak asing baginya. Kibum kembali memasang wajah tenangnya, duduk di kursinya seolah dia tak melihat apapun.
Kyuhyun menatap sadis wookie, "Lihat bagaimana kali ini kibum membencimu. Dia bahkan ingin membunuhmu. Hahahahaha…. Oh, iya.. aku sampai lupa! Jangan sampai kau menyukaiku, aku tak tertarik pada namja imut seperti mu" kyuhyun tertawa seperti setan, meninggalkan wookie yang masih menenangkan dirinya yang awut-awutan. Tetes air mata wookie tertutupi oleh hujan membuatnya tak terlihat terlalu tak berdaya.
Tak lama setelah kyuhyun menghilang dari hadapan wookie. Eunhyuk muncul, menaikkan wookie yang lemas ke pundaknya, menggendong namja itu. "Kau baik-baik saja pangeran?"
"Nee.. aku hanya agak syok aja! Baru kali ini kulihat ada manusia yang berani mempermainkanku" wookie mempererat rangkulan lengannya di bahu eunhyuk.
"Aku bisa menghabisinya untuk anda"
"Andwae.. dia punya tangkal yang membuat vampire tak murni sepertimu tak bisa mendekatinya hyukkie hyung. Aku akan merubahnya menjadi vampire yang jinak seperti dirimu, lalu akan kujadikan dia selir yang baik"
Eunhyuk mengecup lengan wookie yang melingkar di lehernya. "Mencintaimu dan mengabdi padamu adalah takdir hidupku lord"
%ika. Zordick%
BRAKKKK…. Kibum baru saja membanting pintu kamarnya dengan keras. Membuat seluruh rumah terkejut dengan ulahnya yang tak biasanya. Semua orang mengenalnya sebagai namja tenang dan dingin. Dia tak pernah menunjukkan emosinya sedikitpun bahkan di dalam rumah seperti halnya Yesung, sang pemilik rumah tersebut.
"Kenapa dengan tuan muda pertama? Apa ada masalah di sekolah ya?" seorang yeoja cantik pengurus rumah menuangkan kopi ke gelas Kangin. "Apa kita perlu memberitahukan pada Master Yesung? Tuan besar Kangin?"
"Kurasa tidak usah, aku tidak ingin pemikirannya bertambah di sana? Ini pasti ada masalah dengan kyuhyun"
"Saya rasa juga begitu, karena tuan muda kedua terus mengetuk pintu kamar tuan muda pertama sejak tadi. Mungkin mereka bertengkar"
"Kalau begitu biarkan saja, bagaimanapun mereka bersaudara, semakin bertengkar berarti semakin akrabkan?"
"Anda benar tuan besar, anda ingin apa untuk cemilan hari ini?" yeoja cantik itu memberikan buku menu pada kangin seolah dia sedang berada di kafe yang menyediakan segala jenis cemilan enak.
Sementara itu, kyuhyun terus mengetuk pintu kamar kibum. "Bummie-ah… apa sih salahku?" teriaknya kesal. "Kau tak merasa keterlaluan terus diam padaku sejak tadi pagi?"
"Don't disturb me! Damn you!" terdengar teriakan gaje kibum dari dalam kamarnya menyuruh agar kyuhyun segera menyingkir dari depan pintu kamarnya.
Bummie.. jika aku memang bersalah maafin aku. Tapi apa salahku, aku juga gak tau.
Kau mau tahu apa salahmu? Mikir aja sendiri! Dasar gak peka!
What? Gak peka dimana? Jangan membuatku bingung, kau itu aneh!
Kau juga aneh!
Lho,, kok malah kau yang mengataiku aneh! Gak lucu tau gak! Cepat keluar dan selesaikan secara jantan! Kalau kau gak senang, pukul aku!
Tiba-tiba kyuhyun terdiam membatu, saat sosok kibum sudah berdiri di depannya secara tiba-tiba. Sungguh mirip Yesung appanya yang aneh, yang selalu muncul tiba-tiba di saat yang tidak seharusnya. "Huwaa… kaget aku!" teriak kyu yang memang terkejut. "Jangan muncul tiba-tiba gitu donk!"
"Kok malah kau yang sewot, kyu!"
"Salahmu kan yang muncul tiba-tiba!"
"Huh… sudah lah aku malas meladeni kekanak-kanakanmu, aku mau tidur!"
"Bukannya kau yang kekanak-kanakan, jangan selalu lari dari kenyataan kibummie."
Kali ini tatapan dingin kibum berubah pilu. Kyuhyun terdiam, dan dia menyadari kalau dia baru saja mengatakan hal yang tak seharusnya. Dia diam mematung, saat air mata kibum mulai menetes. Senyuman mengiris hati menghiasi wajahnya yang sudah terlihat pucat. "Benar juga, aku terlalu pecundang ya? Aku seharusnya gak lari dari kenyataan"
"Bummie, mian he… aku.. gak bermaksud…"
BRAKKK… sekali lagi pintu naas itu di banting secara brutal oleh kibum. Kali ini kyuhyun ikut terkejut karena pintu itu dibanting tepat di depan wajahnya. Bummie.. aku juga sama sekali tak bisa menerima kenyataan yang ada, mungkin kau sudah menutup hatimu untuk mendengarkan ocehanku ini. Tapi ketahuilah, bahwa akulah yang sangat ingin kenyataan ini berubah.
%ika. Zordick%
Sudah seminggu lamanya kibum sama sekali tak berbicara ataupun menatap saudaranya itu. Ia hanya terus menghindar, seolah mengerti dengan keadaan kibum, kyuhyun hanya diam dan mengikuti kemauan kibum saja. Mengikuti dan mengawasinya dari kejauhan adalah hal terbaik. Dia tak ingin sekali lagi melihat air mata jatuh dari pelupuk mata kibum. Membuatnya merasakan sakit hati yang luar biasa.
Seperti saat ini kyuhyun duduk di salah satu atap gedung sekolah. Dari sana ia dapat melihat ke seluruh perkarangan sekolah dan tentu saja dapat mengawasi kibum yang sedang duduk di kelasnya. Meski serasa bosan, ia sama sekali tak bisa bicara dengan kibum tapi dengan melihatnya saja cukup membuat hatinya merasa senang.
Dasar babo, kau tidak bosan dengan duduk diam di kelasmu saja? Tapi jika kau keluar kelas, aku juga cukup kerepotan mengawasimu. Huh.. sudah lama sekali rasanya tak melihat senyumanmu, bummie.
Terlihat wookie mendekati kibum, kyuhyun mempertajam penglihatannya. Rasa gelisah mulai memenuhi hatinya lagi. Entah kenapa, dia merasa tidak enak jika melihat wookie mendekat pada kibum. Ia merasakan firasat tak enak, entah apa itu. Entah takut sesuatu terjadi pada saudaranya itu, entah takut karena wookie bisa saja merebut hati kibum. Dia tidak mengerti, tapi dia tak menyenangi kehadiran namja imut itu di kehidupan mereka.
"Heh… Kim Kyuhyun!" terdengar seseorang berteriak memanggil namanya. Ia tak segera menoleh, ia masih sibuk memperhatikan gelagat kibum yang sepertinya menolak rayuan wookie. Dia akhirnya menyeringgai iblis saat melihat sosok wookie menjauh dari kibum.
"Kim Kyuhyun, kau dengar aku!" teriak orang itu lagi dengan suaranya yang imut.
Kyuhyun menorehkan kepalanya ke arah si yang punya suara. Matanya membulat melihat sosok namja aegyo yang sedang memanggilnya dari bawah. "Berisik akh.. aku mendengarmu kok!"
"Bawa aku keatas!" perintahnya. Kyuhyun menyipitkan matanya, merasa perintah itu tidak benar di tujukan untuknya. Atas dasar apa namja yang sangat tak ia sukai itu memerintahnya dengan sesuka hati. Hanya karena dia sunbae?
"Ogah!" jawab kyuhyun santai
Sungmin memanyunkan bibirnya. Di tatapnya aegyo kyuhyun dengan matanya yang seakan bersinar. Kyuhyun tak terpengaruh sedikit pun. "Dasar namja pelit! Padahal kan aku begitu manis, imut, caem, bla…bla…" celoteh Sungmin makin tak jelas.
Kyuhyun memamerkan seringgai evilnya dengan lebih mantap. Di tatapnya Sungmin yang mengadah melihatnya. Di cekikikan seperti layaknya iblis yang menemukan mangsa baru. Ide jahat terlintas di otak kyuhyun, sungmin merasakan hal itu. Seolah ingin memilih kabur, sungmin sudah bersiap dengan ancang-ancang ngacirnya.
TEP… langkah sungmin terhenti saat kyuhyun sudah berada di hadapannya sambil merangkul pinggangnya. "Kau mau apa?" gelagap sungmin panic.
"Kau mau naik ke atas kan?" kyuhyun melompat dari beberapa tempat sehingga ia seolah menaiki beberapa tangga. Badannya seakan melayang di udara sambil membawa Sungmin dengan ringannya. "Kau berat"
PLAAKK… jitakan mendarat indah di kepala Kyuhyun. Sungmin menunjukkan deathglarenya yang mengerikan. Kyu merinding sejenak, tapi berusaha di tepisnya. "Ada apa?"
"Menurut rapat Osis kemarin, club kita bisa aktif mulai minggu ini. Jadi besok datanglah ke club kita"
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, "Kau tak ingin mengatakan ini pada pada kibumssi?"
"Tentu saja iya, waeyo? Ya, sudah kalau kau tak suka, aku menemui kibumssi, kau saja yang kasih tahu"
"Andwae, kau saja yang kasih tahu. Dan boleh aku minta tolong satu hal. Aku janji akan berikan sesuatu yang menarik untukmu."
"Eh….?"
"Buat kibum menyukaimu dan aku jamin, aku akan bersungguh-sungguh dalam klub. Kau tahu reputasiku kan, kurasa hanya aku yang bisa membasmi para vampire itu dan…" kyuhyun mengeluarkan kalung lambang keluarga Kim yang tergantung dilehernya. "Aku akan memberikan ini untukmu"
Mata sungmin langsung membulat melihat kalung itu. Di rebutnya dari tangan kyuhyun. Diperhatikannya dengan seksama, kalung yang terbuat dari perak murni itu. "Ini sungguhan penangkal vampire! Dari mana kau mendapatkannya?"
Kyuhyun tersenyum evil sekali lagi. Sebenarnya ia juga tidak tahu menahu soal kalung pemberian Yesung itu. Tapi ya, sudah kalau memang berguna, dimanfaatin aja! Masa bodo pikirnya. "Aku akan memberitahukannya kalau kau mengikuti persyaratanku. Bagaimana?"
"Baiklah! Aku setuju!"
Sementara itu sesosok bayangan sedang duduk tenang di atas sebuah pohon yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat Kyuhyun dan Sungmin berdiri. Mendengarkan dan memperhatikan rencana kedua orang itu dengan seksama. Sebuah senyuman dingin terkebang di bibirnya "Sungguhan menarik ya, kaulah yang harus di musnahkan terlebih dahulu Kim Kyuhyun atau lord Ryeowook akan kehilangan segalanya"
TBC
Pendek ya? Pendek ya? Gapapa deh… sekali-sekali yang penting lewat 3000 karakter… hehehehehe… oke check it! Check it!
Reviewannya ya.. reader sayang… cinta dll. Love you… all… buat SR juga dapat hug hangat… balasan reviewnya ika tahan dulu ya.. lagi kena musibah cinta nih #curcol. Saya ketahuan selingkuh ma kwangmin sama suami saya tercinta.. kim kibum….
Nahaa… di sini juga buat kuis ah… sapa yang bisa jawab, requestnya juga mendominasi… (kayak kyuwook terpaksa dibuat karena paksaan dari reader, tapi saya iklas kok. Hahahahha) akan saya kabulin. Boleh random couple boleh juga pairing yang sebenarnya. Beneran nih lho.. gak Cuma iklan.. hahahhaha….
Ini dia kuisnya…
Benarkah coule eunwook beneran ada?
Gak mungkin (kyu said)
Mustahil (Siwon said)
Ada! (Sungmin said)
Imposible is nothing (Kibum said)
Mimpi ah…. Gak rela aku! (Hae said)
Jawab secepatnya ya! Ditambah komen dan juga requestnya
