Summary : Kalian pernah berpikir, kenapa orang tua kita seperti tidak mengerti dengan apa yang kita rasakan? Kalian pernah berpikir, kenapa orang tua kita selalu melarang kita? Mereka tidak memberi kita kebebasan. Kenapa mereka melakukan hal itu?

Disclamer : Meitantei Conan is belong to Aoyama Gosho-sensei.

Rating : T

Genre : Family, Romance, Drama

Pairing : Haibara Ai/Miyano Shiho dan Edogawa Conan/Shinichi Kudo

Warning : OOC, OC (Author), gaje, imajinasi liar, typo

~ Meitantei Conan ~

The Mystery of Labyrinth Underground : Balas Review

Author : "Selamat datang! Selamat menikmati acara reality show untuk membalas review di fanfic saya yang berujudul 'The Mystery of Labyrinth Underground'. Dengan saya sebagai pembawa acara. Mari kita mulai acaranya."

Author tabur bunga.

Author : "Pertama-tama, sebelum memulai acara intinya, kita sambut bintang tamu istimewa kita hari ini. Silahkan masuk, Edogawa Conan-san!"

Tirai terbuka dan Conan ada di belakang tirai tersebut. Setelah tirai sepenuhnya terbuka, Conan melambaikan tangannya.

Author : (Menyalami Conan) "Selamat datang di acara saya. Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir."

Conan : "Suatu kehormatan bisa mengikuti acara konferensi pers untuk membalas review di fanfic yang telah saya bintangi. Apa bintang tamunya hanya saya?"

Author : (Tertawa) "Tenang saja, agar tidak menimbulkan gosip, saya sudah mengundang bintang tamu lain agar kita tidak berduaan. Ya, semuanya! Mari kita sambut bintang tamu kedua kita, Haibara Ai-san!"

Tirai terbuka memperlihatkan Haibara yang hanya tersenyum kecil dan dia melambai pelan.

Author : (Menyalami Haibara) "Suatu kehormatan bisa satu panggung dengan Haibara-san. Saya penggemar berat Anda."

Haibara : "Suatu kehormatan juga untuk saya. Karena banyak pihak yang mengaku saya lebih pantas menjadi pemain figuran, meskipun saya menjadi aktris utama pada suatu cerita, saya tidak pernah diajak untuk konferensi pers secara resmi seperti sekarang."

Conan : "Memangnya kau belum pernah melakukan konferensi pers untuk drama yang kau bintangi?"

Haibara : "Tentu saja, meitantei-san. Meskipun lawan mainku adalah kamu, tapi hanya kamu yang selalu diajak untuk konferensi pers."

Author : "Wah, kita baru saja mendengarkan sedikit curahan hati dari pemain utama kita, Haibara-san. Meskipun banyak yang bilang Anda lebih pantas menjadi pemain figuran, saya akan tetap menjadi fans nomer satu yang paling mendukung Anda."

Conan : "Lihat, Haibara. Setidaknya kau punya fans setia."

Haibara : "Terima kasih, Author. Akan saya ingat nama Anda."

Author : "Bahagianya saya hari ini. Baiklah, tidak mengulur waktu lagi, saya akan segera membacakan persyaratan untuk acara membalas review dari para pembaca."

Conan dan Haibara : "Eh? Ada persyaratannya juga?"

Author : "Tenang-tenang, persyaratannya tidak akan sulit. Jadi, karena saya sebagai pembawa acara, maka untuk pembacaan reviewnya akan menjadi tanggung jawab saya. Selanjutnya, yang akan menanggapi review tersebut adalah Edogawa-san dan Haibara-san."

Haibara : "Kami berdua harus menanggapi semuanya? Atau dibagi beberapa part?"

Author : "Lebih menyenangkan jika kami bisa mendengarkan pendapat kedua pemain utama. Jika diperlukan, saya juga akan menambahi tanggapannya."

Conan : "Baiklah, tidak masalah."

Author : "Kita akan mulai membacakan review pertama. Dari uyab4869-san, 'ok akhrinya nemu juga, terima kasih infonya :D'."

Haibara : "Nemu? Info?"

Author : "Ah, untuk review dari Uyab-san, sepertinya saya yang akan menanggapinya."

Conan : "Kamu mengatakan sesuatu pada Uyab-san sebelum ini?"

Author : "Sebenarnya ketika Uyab-san me-review cerita saya yang lain, saya meminta agar Uyab-san membaca cerita 'The Mystery of Labyrinth Underground'. Jadi, ketika dia sudah menemukannya, Uyab-san memberitahu saya dari review-nya."

Haibara : "Jangan bilang, Anda telah memaksanya untuk me-review?" (Tertawa)

Conan : "Author, jangan sampai penilaianku padamu jadi berubah gara-gara ini."

Author : "Saya tidak memaksa, saya hanya sekedar memberi info. Jadi, disini saya akan berterima kasih kepada Uyab-san atas reviewnya. Selamat juga Anda sudah menjadi pe-review pertama saya!"

Conan dan Haibara tepuk tangan.

Author : "Selanjutnya, review kedua. Dari aishanara87-san, 'Haibara kayak aku, sampe anak-anakku pada nempel ma papanaya karena takut ma emaknya, wekawekaweka'."

Haibara : "Author detail sekali ya ketika membaca. Ehem, jadi saya juga tertarik ketika ditawari untuk menjadi karakter seperti yang ada di 'The Mystery of Labyrinth Underground'. Selain karakter saya cocok, dan mungkin ekspresi saya juga sudah seperti ibu-ibu pemarah sejak awal."

Conan : "Ah, kau menyadarinya? Ku pikir memang ketika kau melakukan akting itu, kau tidak perlu berusaha lebih keras lagi karena memang sejak awal kau sudah seperti itu."

Haibara : "Iya, benar. Itu sebabnya aku menyetujui kontraknya. Tidak ada salahnya kan mendapat uang tanpa harus berjuang keras?"

Author dan Conan bertepuk tangan.

Author : "Memang sejatinya Haibara-san seperti itu. Baik, terima kasih untuk Aishanara-san. Review berikutnya dari Angel-Chan234-san, 'Hei, tolong terjemakan cerita ini, saya penggemar berat dari pasangan ini tapi tidak mengerti bahasa Indonesia, jadi tolong tuliskan versi bahasa Inggris dari cerita ini, saya akan sangat menghargainya'."

Conan : "Wah, Anda mendapatkan review dari orang luar negeri. Hebat juga hebat juga."

Author : "Memang, saya sendiri sedikit terkejut ketika membacanya. Ini baru pertama kalinya juga saya mendapat request agar men-translate-kan cerita saya ke bahasa Inggris."

Haibara : "Anda sudah memulainya? Untuk men-translate-nya ke bahasa Inggris."

Author : "Nah, itu masalahnya. Meskipun memang saya bisa berbicara beberapa bahasa asing, tapi untuk bahasa Inggris saya masih jauh dari kata bagus. So, for Angel-Chan-san, I'll try but forgive me if my English is rather strange. Just wait for my update."

Haibara : "Anda bisa meminta bantuan saya, Author-san."

Author : "Bagaimana caranya?" (Nangis bombay) "Baiklah, review keempat dari ara surara-san, 'Adegan Haibara pura-pura sakit, bikin daku ikutan mewek'."

Conan : "Yang dimaksud itu, adegan terakhir waktu Haibara baru saja kembali ke wujud aslinya, kan? Setelah menjadi anak kecil dan menyamarkan namanya menjadi Shiha."

Haibara : "Sebenarnya agak sulit juga ketika melakukan itu, karena sudah lama aku tidak merasakan sensasi ketika tubuhku balik ke tubuh awal."

Author : "Tapi, memang ketika saya membaca naskahnya ulang, saya juga sedikit berdebar ketika membaca part itu."

Conan : "Kenapa aku tidak sekalian terbaring kesakitan ketika tubuhku kembali ke tubuh semula? Jika dilakukan, ku pikir bakal lebih mendebarkan lagi."

Author : "Karena saya seorang wanita, saya hanya ingin membela wanita. Karena meskipun di depan anak-anak kami terkesan jahat, pada dasarnya kami lebih menyayangi mereka dibanding siapapun."

Haibara : "Kata-kata yang bijak, Author. Saya setuju dengan Anda."

Conan : "Oke, aku laki-laki sendiri disini."

Kami bertiga tertawa bersama.

Author : "Review selanjutnya dari Guest-1, 'Ceritanya antimainstream. Apiiiiikkkkk'."

Haibara : "Memang benar ceritanya anti-mainstream. Baru kali ini juga saya mendapatkan drama yang sedikit realistis. Meskipun begitu, saya benar-benar menikmati ketika menjadi karakter ibu di cerita 'The Mystery of Labyrinth Underground'."

Conan : "Aku juga sedikit terkejut ketika membaca naskahnya. Awalnya aku ingin sedikit menolak beberapa tawaran kerja, tapi karena melihat naskahnya yang menarik, aku jadi menerima kontraknya."

Author : "Ide untuk cerita itu tiba-tiba datang ketika saya melihat kejadian langsung di dunia nyata saya. Sedikit ingin mengingatkan para anak yang suka membuat ibunya marah—bahkan menangis. Ibu itu tak semuanya marah karena emosi, dia marah juga karena dia terlalu sayang sama anaknya."

Haibara : "Perjuangan seorang ibu, ya? Karena anak-anak juga menjadi tanggung jawabnya."

Author dan Haibara melirik Conan.

Conan : "Tentu saja tanggung jawab laki-laki sebagai seorang suami dan ayah hanya mencari nafkah. Bukankah itu sudah hukum alam? Untuk urusan anak dan rumah adalah tanggung jawab ibu. Masalah pencarian nafkah dan biaya hidup adalah tanggung jawab ayah."

Haibara : "Memang tidak salah. Semoga kau tidak lupa dengan ucapanmu sendiri, Kudo-kun. Kadang laki-laki itu suka sengaja lupa."

Author : "Terima kasih. Selanjutnya, dari yuka odaguri-san, 'Rasanya aneh kalo ai con pake nick name Shinko dan Shiha'."

Conan : "Ku pikir Author melakukan itu untuk penyamaran yang kami lakukan. Tentu saja tidak mungkin juga kami memperkenalkan diri dengan nama Edogawa Conan dan Haibara Ai di depan anak-anak kami sendiri. Sedangkan umur kami sama dengan mereka."

Haibara : "Saya membuat obat rahasia, agak beda dari APTX-4869, tetapi memiliki khasiat yang sama. Hanya saja obat yang kami minum di 'The Mystery of Labyrinth Underground' memiliki efek dalam waktu 24 jam saja. Dalam arti obatnya tidak permanen."

Conan : "Sama halnya dengan kasus di cerita Meitantei Conan yang asli. Tidak mungkin aku memperkenalkan diri sebagai Kudo Shinichi di depan Ran, sedangkan di cerita itu umurku sekitar 7 tahun."

Author : "Tanggapan yang bagus. Terima kasih untuk Yuka-san. Review berikutnya dari nojaki-san, 'Ramaikan fandom ini dong Author san'."

Haibara : "Sepertinya review itu khusus untuk Author."

Author : "Oke, saya yang akan menaggapi. Jadi, sebisa mungkin saya akan tetap update cerita di fandom DCI (Detective Conan Indonesia). Tapi, untuk masalah meramaikan, jika update-an Author yang rata-rata setengah tahun sekali bisa dianggap sebagai meraimaikan, mungkin saya bisa janji."

Conan : "Sedang sibuk di dunia nyata?"

Author : "Saya anak kuliah semester 6 jurusan matematika."

Haibara : "Kenapa anak eksak mempunyai hobi anak sastra?"

Author : "Hobi ini sudah ada sejak lama sebelum saya menjadi anak eksak."

Conan : "Jadi, Anda mau meramaikan fandom DCI?"

Author : "Akan saya usahakan, tenang saja. Yang terpenting, jangan lupa untuk tetap review agar Author bisa semangat."

Haibara : "Sungguh tragis sekali, sebelum melakukan tanggung jawab sudah meminta lebih."

Author : "Bagi yang mau review!" (Melotot ke Haibara) "Sekarang review dari Rukia-san, 'Aduh terima kasih thor atas asupan shinshinya. Setelah lama nggak ada yang coba genre ini (family) akhirnya dibuatkan hehehe... nama anak keluarga shinshi terinspirasi dari mana thor? Namanya ada manis-manisnya gitu hehe... btw terima kasih ya thor udah up cerita ini, ditunggu karya-karya shinshi lainnya. Peluk cium authornya #Plakk',"

Conan : "Review yang cukup panjang juga ya."

Haibara : "Dan juga, Rukia itu kan karakter di anime Bleach. Kenapa bisa sampai di fandom Meintantei Conan?"

Conan : "Nick name di fanfiction itu bebas, Haibara. Tidak mungkin juga kan kita membuat nick name dengan nama semua karakter yang kita suka."

Haibara : "Oke-oke, saya bisa menerima logika itu. Jadi, kenapa anak-anak kami diberi nama Noya dan Nana. Alasan adalah..." (Haibara menoleh ke Conan)

Conan : "Karena nama asliku dan Haibara adalah Kudo Shinichi dan Miyano Shiho. Nama kecil kami mempunyai alfabet yang sama, yaitu S. Kemudian, Author teringat nama orangtuaku, Kudo Yusaku dan Kudo Yukiko. Mereka juga mempunyai alfabet sama pada nama kecil mereka, yaitu Y."

Haibara : "Kudo Yusaku dan Kudo Yukiko, mempunyai anak bernama Kudo Shinichi. Bisa disederhanakan menjadi Y dan Y mempunyai anak S. Jarak antara alfabet S dan Y adalah 6 huruf."

Conan : "Jadi, jika Kudo Shinichi dan Miyano Shiho menikah, dengan kata lain jika S dan S menikah, kira-kira huruf apa yang mendahului S dan berjarak 6 huruf darinya?"

Haibara : "Harusnya jawabannya adalah M."

Conan : "Benar! Tetapi karena anak kami adalah turunan kedua, anggap saja aku adalah turunan pertama. Pada pelajaran matematika, ketika turunan pertama y' = x6,diturunkan lagi akan menjadi turunan kedua y" = 6x5. Pangkat dari jawaban tersebut merupakan jarak antar huruf induk dengan anaknya. Maka, alfabet nama anak kami yang menjadi turunan kedua adalah huruf yang mempunyai jarak 5 huruf dari huruf S."

Haibara : "Ternyata begitu. Sekarang aku mengerti. Dengan kata lain, jika disamakan dengan orangtuamu menamai dirimu, huruf yang mendahului dan mempunyai jarak 6 dari Y adalah S. Jadi, huruf yang mendahului dan mempunyai jarak 5 dari S adalah N."

Conan : "Anak pertama dinamai Noya karena Author adalah penggemar berat dari Nishinoya Yuu, salah satu karakter di anime Haikyuu! yang mempunyai sifat pemberani dan mempunyai kelebihan khusus. Di anime itu, Nishinoya menjadi seorang libero—dengan kata lain, dewa penyelamat di klub voli. Author mungkin ingin Noya di cerita 'The Mystery of Labyrinth Underground' juga menjadi dewa penyelamat bagi teman-temannya."

Haibara : "Rumit juga pemikiran Author, ku pikir dia adalah orang yang simpel."

Author hanya cengengesan.

Conan : "Anak kedua dinamai Nana. Karena aku sudah melihat list nama anak yang ada di buku catatan Author, aku jadi tahu. Nana, diambil dari kata Naftalena."

Haibara : "Naftalena? Senyawa hidrokarbon polisiklik aromatik sederhana. Merupakan salah satu wangi-wangian yang berbentuk kristal padat berwana putih."

Conan : "Ah, tentu saja kau tahu, kau kan scientist. Jadi, Author ingin menjadikan karakter Nana sebagai anak yang bisa menyegarkan suasana namun tetap menjadi anak yang polos bersih. Selain itu, Nana dalam bahasa jepang juga bisa diartikan sebagai angka 7. Angka 7 sendiri memiliki mitos tentang keberuntungan, 7 adalah angka keberuntungan di Jepang. Kebetulan sepertinya Author juga menjadikan angka 7 sebagai angka favoritnya."

Haibara : (Menoleh ke Author) "Apa semua itu benar, Author-san?"

Author : (Bawa papan gede) "Daisekai—benar sekali!"

Haibara : "Penjelasannya cukup panjang juga. Kalau begitu, mari lanjutkan untuk membaca review berikutnya"

Author : "Berikutnya, review dari Guest-2, 'Asyik ada aicon'."

Haibara : "Sepertinya memang banyak yang menginginkan seseorang untuk membuat cerita di DCI dengan pair Haibara Ai dan Edogawa Conan, ya?"

Conan : "Banyak Author yang sudah tidak aktif lagi, bahkan di fandom-fandom yang lain. Semoga saja fanfiction masih terus ada untuk menghibur banyak orang."

Author : "Tentu saja, semua akan terus berusaha untuk tetap meramaikan fanfiction. Selanjutnya dari mei mei-san, 'Saya suka saya suka'."

Haibara : "Memperingatkanku pada kartun dari Malaysia yang berjudul *pin dan *pin."

Conan : "Eh, Haibara? Kau melihat kartun itu?"

Haibara : "Hanya pernah beberapa kali ketika aku tidak ada kerjaan. Aku butuh hiburan setelah keluar dari laboratorium."

Conan : (Menatap Haibara dengan pandangan horor).

Author : "Tenang saja, bukan Haibara-san saja yang nonton. Saya juga kadang-kadang nonton waktu keponakan saya lihat itu di TV. Baiklah, untuk review selanjutnya dari yumi miyuki-san, 'Anak-anak mereka kelihatan banget mewarisi bakat detektif ayahnya'."

Haibara : "Pada dasarnya, anak perempuan sifatnya akan dominan seperti sifat ayah dan anak laki-laki sifatnya akan dominan seperti sifat ibu."

Conan : "Seharusnya sifat ibu yang banyak di sel-sel anaknya. Pada dasarnya, seorang laki-laki hanya menyumbangkan 25% kromosomnya dari keseluruhan kromosom."

Haibara : "Memang benar, tapi pada kenyataannya, anak perempuan memang lebih condong ke ayah dan anak laki-laki lebih condong ke ibu."

Conan : "Noya dan Nana, mereka sama-sama mempunyai sifat detektif sama seperti aku. Tapi, karena sudah hukum alam, harusnya Nana yang lebih pintar analisisnya. Author juga sudah memikirkannya, karena di dalam cerita yang menemukan pintu masuknya ke dalam labirin adalah Nana."

Haibara : "Ah, iya. Tentu saja Noya juga masih mempunyai darah analisis di dalam darahnya. Lagipula, aku juga bisa melakukan analisis, tapi mungkin tidak sedetail dirimu."

Conan : "Tentu saja, ketika di anime Meitantei Conan, kau kan selalu menjadi partner-ku yang berharga, Haibara."

Haibara : "Suautu kehormatan mendapat gelar itu, meitantei-san. Tapi, sejujurnya aku kadang sebal kepadamu karena kau sering melakukan sesuatu seenaknya sendiri."

Conan : "Ayolah, kau kan partner-ku. Dan aku sudah berjanji akan melindungimu."

Haibara : (Mengalihkan pandangan).

Author : "Sudah cukup! Saya tidak mau menjadi obat nyamuk di antara kalian. Kalau begitu akan saya lanjutkan. Dari HimekaChuu21-san, 'Manis, bikin lagi dong cerita mereka yang memiliki anak.. I like itu'."

Conan : "Hm, sebenarnya aku sudah dikontrak lagi oleh Author. Tapi, aku masih belum tahu cerita apa yang akan dibuat Author untuk fandom DCI."

Haibara : "Yang pastinya, melihat dari kebiasaan Author, dia akan membuat fanfic yang ber-genre romance."

Conan : "Kau juga berpikiran sama, Haibara?"

Haibara : "Author kan mudah ditebak."

Author : "Oke, lama-lama kalian berdua menjadi menjengkelkan ya. Author memang mempunyai keinginan untuk membuat fanfic lagi. Jadi, ditunggu saja. Meskipun mungkian next ceritanya berbeda jauh dengan cerita ini."

Conan : "Konsisten, dong. Biar para pembaca tidak bingung."

Author : "Aktor tidak berhak mengkritik cerita yang saya buat. Selanjutnya dari i'm here-san, 'Kayaknya dimana-mana menurut anak, si ibu lebih galak dari bapaknya, hahaha'."

Conan : "Tentu saja! Aku juga setuju dengan I'm here."

Haibara : "Bahasamu aneh, Kudo-kun."

Conan : "Jangan tersinggung, Haibara. Dibandingkan dengan ayahku, ibu memang lebih menakutkan. Apalagi jika dia marah karena ku panggil 'obaa-san'."

Haibara : "Wanita hanya ingin diperlakukan dengan spesial, Kudo-kun. Jangan salah sangka. Lagipula, jika dibandingkan dengan ayah, ibu adalah satu-satunya orang yang paling mengerti tentang anak tersebut."

Conan : "Iya-iya, aku tahu. Karena pada dasarnya ibu lah yang telah merawat dan mendidik anak."

Haibara : "Meskipun dalam beberapa kasus, ayah memang bisa lebih dekat dengan anak perempuannya dibandingkan dengan anak laki-lakinya."

Conan : "Seorang bayi, apalagi jika bayi tersebut perempuan, dia memang sangat lucu sekali. Aku belum pernah menjadi ayah di dunia nyata (dunia anime di Meitantei Conan), tetapi aku bisa mengerti hal itu."

Haibara : "Ah, kali ini aku setuju denganmu. Memang biasanya, seorang laki-laki akan lebih protektif ke perempuan dibandingkan sesama jenisnya. Kadang ada laki-laki yang paham bahwa perempuan itu orang yang rapuh."

Author : "Sama halnya dengan saya. Ayah saya juga lebih membela saya dibandingkan membela ibu saya. Mungkin untuk seorang ayah, anak perempuannya adalah seorang malaikat kecil yang dititipkan oleh tuhan."

Haibara : "Tentu saja, meskipun anak perempuannya sudah besar, para orangtua cenderung lupa bahwa anaknya sendiri sudah tumbuh dewasa. Dan kadang sering memperlakukannya sama seperti dia masih kanak-kanak."

Author : "Lagipula, bagi seorang anak perempuan, ayah adalah cinta pertama mereka. Kalau saya sih berpikiran seperti itu."

Conan : "Kebanyakan memang, iya. Tapi, aku tidak yakin dengan Haibara."

Haibara : "Oke, aku saja tidak tahu bagaimana wajah kedua orangtuaku."

Author : (Memukul Conan) "Sudah-sudah. Saya pikir sudah cukup panjang tanggapannya. Sekarang, review terakhir dari Guest-3, 'Bikin shinshi lagi dunkkk'."

Conan dan Haibara : "Tentu saja Author akan membuat cerita tentang kami lagi. Silahkan tunggu sampai Author update ya!"

Author : "Mohon bersabar. Karena jika sudah ada waktu, saya selalu menyempatkan untuk menulis cerita."

Conan : "Itu sudah review terakhir?"

Author : (Menaganggukan kepala) "Yaps."

Haibara : "Dengan demikian, acara ini juga akan berakhir, kan?"

Author : "Tentu! Karena acara reality show ini sudah memakan banyak waktu, maka dengan pembacaan review terakhir dan para bintang tamu juga sudah menanggapi semuanya. Dengan ini saya akan menutup acara reality show untuk membalas review cerita saya yang berjudul 'The Mystery of Labyrinth Underground'."

Haibara dan Conan bertepuk tangan.

Author : "Terima kasih untuk Edogawa Conan-san dan Haibara Ai-san atas waktunya. Suatu kehormatan bisa berbincang lama dengan Anda berdua. Dan tentunya, kita akan bertemu lagi setelah saya update cerita di fandom DCI. Silahkan menunggu dan terima kasih!"

~ Owari ~