Ishida Family

"Hanako Ishida." panggil wali kelas Hanako. Soi Fong.

Terdengar panggilan wali kelas Hanako, Soi Fong. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya nama Hanako dipanggil juga. Ishida Orihime segera menuju ke meja dimana Soi Fong berada. Apakah rapor Hanako memuaskan?

"Ibu Soi Fong, bagaimana perkembangan Hanako di sekolah?" tanya Orihime dengan sangat ramah.

"Oh, Hanako sebenarnya murid yang pandai.. Tapi, Hanako suka terlibat dalam banyak masalah.." jawab Soi Fong dengan nada yang serius sekali. Orihime terbelalak mendengar perkataan Soi Fong.

"Ah yang benar bu?" tanya Ibu dari Hanako Ishida itu dengan nada yang sedikit terkejut.

Soi Fong sang wali kelas mengangguk lalu menjawab, "Iya. Sudah beberapa kali Hanako dipanggil ke ruang BK karena melabrak salah satu dari temannya,"

"Me- melabrak?"

"Betul bu Ishida. Hanako sudah melabrak temannya sebanyak 5 kali, dan yang paling ia sering labrak adalah Michan," jawab Soi Fong.

"Michan?" ulang Orihime sedikit ragu.

"Iya. Michan adalah putri satu-satunya dari Gin-san dan Rangiku-san. Pemilik sekolah TK ini," jawab sang wali kelas berambut biru tua itu.

"Putri pemilik sekolah???" Orihime benar-benar kaget.

"Benar bu, oleh sebab itu di rapor nilai kelakuan Hanako akan dikurangi. Maaf Bu, rangking Hanako pun menjadi turun akibat perilakunya yang kurang baik. Ia rangking ke-5 terakhir di kelas ini," kata Soi Fong.

Orihime tak bisa berkata-kata. Ia tak percaya Hanako yang terlihat lucu dan lembut dari luar sering melabrak anak orang bernama Michan terlebih lagi anak pemilik sekolah.. Bagaimana ini?

"Bu Soi Fong, kalau boleh tanya.. kira-kira apa alasan Hanako melabrak Michan? Setahu saya, Hanako itu anak yang baik.." Orihime memberanikan diri mengungkapkan pendapatnya.

"Ah itu.. saya juga kurang mengerti bu. Pesan saya, Hanako lebih diperhatikan dan diperbaiki sikapnya. Sekian bu.." Soi Fong mengakhiri pertemuannya dengan ibunya Hanako.

***

Saat keluar ruangan, Orihime bertemu dengan Uryuu yang sedang menggendong Hanako yang berusia 4 tahun.. Orihime tak bisa memarahi Hanako. Itu hanya mustahil, seorang ibu yang lembut seperti Orihime menghukum Hanako. Hal itu tak akan pernah terjadi.

"IBUU!! Raporku bagus kan??" tanya Hanako ceria. Terdapat sedikit celemotan es krim coklat di sekitar mulut Hanako.

"Ah— ah iya Hanako.. rapormu bagus.." jawab Orihime, berbohong sambil tersenyum ramah tetapi palsu.

"Wah, anak ayah memang hebat.." puji Uryuu sambil menaikkan kacamatanya yang turun. Hanako tersenyum ceria.

"Tentu saja ayah!!" ujar si kecil Hanako.

Kebahagiaan keluarga Ishida itu tiba-tiba saja memudar ketika seorang anak kecil berambut silver pendek sebahu, berponi rata, dengan mata sipit memakai kaca mata datang ke arah keluarga bahagia itu.

"Mom! Dad! Ini dia yang namanya Hanako!!" ujar si bocah sipit yang sedang menyeringai saat ini. Bocah itu adalah Michan.

To Be Contiuned..

Penasaran dengan apa yang akan dilakukan Michan dan orang tuanya kepada keluarga Ishida? Review dan baca chapter selanjutnya!

Arigatou all..

Dan makasih banget yang udah review chapter kemarin XD