CHAPTER 2
.
.
.
"Jae…JANGAN BERCANDA! JAEJOONG!" Jerit Seulgi ketakutan melihat tubuh jaejoong terkapar dilantai
"SEULGI! APA YANG SEDANG TERJADI!" Seru Yunho yang baru saja sampai ke rumah, ia sudah merasakan hal tidak enak akan terjadi sesuatu pada Jaejoong, oleh karna itu memutuskan kembali pulang, dan benar saja, begitu ia sampai, Yunho malah melihat situasi dimana Jaejoongnya pingsan
"Le…lebih…lebih baik..kita bawa Jaejoong ke rumah sakit dulu…"
"Aku tetap akan meminta penjelasan darimu kenapa bisa sampai jaejoong pingsan begini!" desis Yunho yang tidak banyak bicara lagi, langsung saja melarikan Jaejoong ke Rumah Sakit Terdekat
"Bagaimana Dokk? Apakah Istri saya baik-baik saja?"
"Ya…syukurlah kandungan dari tuan jaejoong cukup kuat menghadapi enzim bromelain yang dapat mengganggu perut, dinding rahim, sehinggga mengakibatkan kram yang cukup hebat…"
"Apa? Enzim…Bromelain?" sahut Yunho meminta penjelasan lebih
"Ya, Enzim Bromelain, enzim ini terdapat dalam Buah Nanas yang sepertinya dikonsumsi cukup banyak oleh tuan Jaejoong, karena mengandung enzim itulah buah nanas muda tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh ibu hamil…mungkin bagi tuan jaejoong yang male-pregnancy, tidak terlalu mengerti dan masih awam akan hal ini, tapi bagi yeoja…ini merupakan hal dan pantangan yang sudah sangat umum…."
"Eungh…" Lenguh jaejoong sedikit tertahan, begitu terbangun dari pingsannya
"Sayang…kau sudah bangun?"
"Ini dimana Yun?" ringis jaejoong tertahan menahan rasa sakit yang masih menyerang di perutnya
"Kau mengalami kram, dan kejang perut Boo…itu karna kau memakan banyak nanas…"
"Eungh…Yah…aku meminum Jus Nanas milik Seulgi Noona…"
"SEULGI! JADI KARNA KAU?" seru Yunho tidak percaya dengan apa yang didengar Jaejoong
"Tidak…bukan begitu Yun…kau salah pahamm…justru dia yang…."
"Noona….Kenapa kau memberikanku Jus yang bisa membahayakan kandunganku? Hiks..."
"Yah..Kim Jaejoong! Jangan berkelit! Justru kau yang…..AKHH!" Pekik Seulgi tertahan karna tangannya sudah dicengkeram erat oleh Yunho
"Keluar! Aku tidak ingin melihat wajahmu sekarang!" desis Yunho membuat Seulgi terkejut, membulatkan matanya, tidak percaya dgn apa yang dengarnya
"Hiks..Baik..! Baik! Kau urus saja istri mudamu itu! Hikss…" Desis Seulgi menahan isak tangisnya, dan berlari meninggalkan rumah sakit
"hhahh…maafkan Seulgi, Boo…aku sungguh tidak tahu jika ia berani berbuat hal seperti itu…" desah Yunho seraya membelai rambut Jaejoong
"apa mungkin dia tidak menyukai ku , bear?"
"Jangan bicara seperti itu….ini pasti hanya kelalaian semata" ucap Yunho lembut
"Eung…entahlah…." Sahut Jaejoong pelan memasang mimik sedih di wajah cantiknya, yunho yang tidak tega melihat istri keduanya itu bersedih pun langsung saja memeluk tubuh nya dan menghirup wangi tubuhnya, tapi dibalik pelukan itu…tahukah kalian? Seorang kim Jaejoong menyeringai bahagia melihat Seulgi yang dimarahi oleh yunho.
"perlahan-lahan, akan kubuat kau hanya memandangku seorang, Jung Yunhooo" seperti itulah deklar dan janji seorang kim jaejoong pada dirinya sendiri, untuk dapat memiliki Yunho seutuhnya
"Aku turut senang kau cepat sembuh Jae…" sahut Seulgi yang menyapa jaejoong tiba di rumah , setelah 2 hari harus dirawat inap dirumah sakit, akibat memakan jus Nanas milik seulgi, jaejoong tidak tahu, berapa nanas yang dijus nya hingga menyebabkannya kram dan kejang perut.
"Kau harus banyak beristrirahat, Boo..jangan sampai kau kelelahan, arra?" ucap Yunho lembut, mengantarkan jaejoong ke kamar
"Arraa…." manja jaejoong
"Joongie…ini aku bawakan teh manis hangat untukmu…minumlah…" ucap Seulgi menawarkan minuman
"Gumawo, Seulgi Noona…" balas jaejoong tersenyum manis, tapi palsu , "Eumm Noona…boleh aku minta tolong?" tanya jaejoong lagi
"Ya? Apa itu?"
"Bisakah kau membelikanku Makanan Indonesia?"
"Hah?" Yunho dan Seulgi menatap bingung
"Eum…aku mengidam beberapa masakan Indonesia, seperti Masakan Padang,dan Gado-gado…tolong kau carikan Noona…" jelas jaejoong memelas
"Tapi…dimana aku mencarinya, jae?"
"Sudah…biar aku suruh bawahanku saja mencarikan makanan yang kau inginkan, boo…tunggu saja.." ucap Yunho member solusi, tapi aku menggeleng dengan cepat, pertanda tidak setuju
"ANI! Aku mau Seulgi Noonaa yang mencarikan! Aku mau Seulgi Noonaa!"
"Tapi Boo…"
"TIDAK ADA TAPI-TAPIAN! Hiks…Noona…tolong aku…anakku ingin kau yang mencarikan makanan Indonesia untuknya…hiks…"
"Eng…baiklah…biar aku yang mencarikan…kau tunggu saja…"
"Kalau begitu, aku pergi ke kantor dulu, ne? masih ada yang harus kukerjakan…Boo…jaga dirimu, ne? dan kau seulgi…jaga boojae baik-baik…aku tidak ingin kejadian kemarin terulang! Arra? Kalau ada keperluan, dan ada masalah, hubungi saja aku…" ucap Yunho tegas seraya mengecup bibir jaejoong sejenak dan juga seulgi, lalu pergi meninggalkan mereka berdua, dalam rumah sebesar ini
"Lalu kenapa kau masih diam saja disini? Ayo cepat pergi dan carikan yang aku minta!" kesa jaejoong melihat Seulgi yang masih terdiam dikamarku
"Apa kau sedang mengerjaiku? Kenapa harus aku?" sahut Seulgi
"Apa kau tidak ingin berusaha untuk mendapatkan maaf dariku? Lakukan saja apa yang kuminta"
"itu bukan kesalahanku! Kau yang berbohong! Kau membuatku seolah-olah bersalah dihadapan Yunho"
"Ya…aku memang ingin kau terlihat bersalah di hadapan yunho sehingga kau dimarahinya…"
"Kau benar-benar kejam…"
"apa kau fikir ada yang percaya dengan kata-katamu? Lebih baik kau turutin saja apa yang kumau, atau…kau mau tidak akan kukasih jatah untuk makan siang?" seringai jaejoong
"Baiklah…akan kuturutin kemauanmu…maaf kalau kau tidak berkenan padaku…" sahut Seulgi yang kemudian berlalu pergi meninggalkanku dikamar, dan aku pun tersenyum puas telah membuatnya kesusahan, hah! Wanita itu berlagak seperti malaikat…lihat saja, apa dia mampu bertahan dirumah ini?
"aku pulang…Jaejoong aahh! Ini pesananmu…eh..? Yunho?" sahut seulgi tertahan melihat suaminya yang ternyata balik lagi kerumah dan sedang menemani Jaejoong yang melahap beberapa makanan Indonesia yang ternyata sudah dibelikan oleh Yunho
"Ng..Joongie..bukankah kau ingin aku membelikan aku makanan? Ini sudah kubelikan.."
"Eum..tapi Noona kelamaan membelinya untuk Joongie, jadi joongie menyuruh yunnie untuk segera membelikan, soalnya little yunnie yang didalam perut joongie sudah tidak sabaran…" ucap Jaejoong seakan tidak merasa bersalah
"ah…arasseo…"
"Ngh..Yunnie… ayo suapin joongie lagi…"
"Aigo….dasar my boojae, manja sekali…"
"Kenapa? Tidak suka?"
"Aniya…siapa yang tidak suka dengan joongie? Sini, mari Yunnie suapin"
"Kalau begitu…aku masuk kamar dulu…"
beberapa bulan kemudian
"Hey Seulgi…" sinis Jaejoong yang berada didepan kamar Seulgi yang berada tepat disamping kamarnya, di lantai 2
"Hem…Ada apa Joongie?" ucap seulgi datar, tetap asyik merias dirinya sehabis mandi di meja rias
"Kenapa kau masih betah dirumah ini?"
"Karna ini rumahku…"
"Ini rumah Yunnie…"
"Yang berarti itu juga rumahku.."
"Hah…Lucu…"
"Tidak ada yang lucu menurutku…"
"Lucu….kau bisa bertahan dirumah , dimana ada aku, istri kedua dari Yunho mu yang tersayang itu…apa kau tidak merasa tersiksa dengan semua itu?"
"Tentu saja aku bisa bertahan…aku masih menjadi istrinya.."
"Dan sebaiknya kau lepas saja statusmu itu…kau tahu, kini hanya ada aku yang dihatinya…Cuma aku…sadarlah…kau sudah bukan siapa-siapa lagi…"
"Hem…begitukah?
"Ya…Kau tahu….kau itu menyebalkan! Relakan saja Yunnie itu hidup hanya bersamaku…"
"Kau tahu…kau benar-benar terlewat batas…ingat…kau hanya orang perebut suami orang…" ucap Seulgi datar, tapi dapat membuat Jaejoong kalap saat itu juga
"AKHH!" pekik Seulgi terkejut karna Jaejoong menjambak rambutnya dengan kuat
"Bukankah sudah kubilang, jaga mulut mu itu Noona? Aku bisa berbuat lebih kejam diluar perkiraanmu!" desis Jaejoong yang kemudian menjedukkan kepala Seulgi ke meja rias
"JAE! HIKS! BERHENTI!" teriak Seulgi menahan rasa sakit yang menjalar di kepalanya begitu Jaejoong menjedukkan kepalanya berkali-kali ke meja
"CIH! Makanya kau jangan bertingkah! Kau benar-benar keras kepala!" desis Jaejoong yang kemudian mendorong tubuh Seulgi hingga terjatuh dan tersungkur di lantai
"Sekarang aku ingin pergi ke Apotik, jaga rumah baik-baik…arra?"
"Hiks…arra…" isak Seulgi tertahan, Jaejoong pun kemudian melengos pergi dan membiarkan Seulgi menangis didalam kamarnya
"Hiks…Hiks…Hiks…Wae…? Apakah aku harus menyerah? Membiarkan Yunho bahagia dengannya? aku capek seperti ini…hiks…"
"KYYYAAA!"
JDAK
Seulgi tersentak kaget mendengar teriakan Jaejoong, dan suara terjatuh yang cukup kuat, ia pun bergegas berlari keluar kamar, melihat apa yang terjadi
"JOONGIIIEEE!" Pekik Seulgi begitu melihat Jaejoong yang kini tergeletak tak berdaya di lantai dasar akibat terjatuh dari tangga
BRAKK!
"Yunho~ahh…" sahut Seulgi tercekat tidak percaya, Yunho datang disaat yang tidak tepat baginya, dan bisa menyebabkan kesalahpahaman kembali terjadi
"BOOOOO!" pekik Yunho tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, melihat istri keduanya itu terjatuh tidak berdaya dengan darah yang tidak berhenti mengalir dari selangkangannya. Yunho tadi berniat kembali ke rumah dikarenakan ada beberapa dokumen penting yang dikerjakannya ketinggalan, tapi begitu ia melihat keadaan boojaenya dirumah, membuat Yunho melupakan segala urusan pekerjaannnya
"Yun.." sahut Seulgi berusaha memecah ketegangan yang ada "Sebaiknya kita cepat membawa Jaejoong ke rumah sakit…"
"Seulgi…." Sahut Yunho tercekat, menyadari Seulgi yang turun dari tangga atas
"APAA YANG SEDANG TERJADII?! KENAPA BOOJAE BISA SEPERRTI INI, EOH?! KATAKANN!" Jerit Yunho sembari mencengkeram kuat pundaknya, dan membuat kuku-kuku yunho-nya itu menancap di kulitnya
'Hiks…molla…aku tidak tahu Yun…"
"DAMN!" Teriak Yunho kemudian mendorong Seulgi kuat hingga tersungkur ke lantai, tapi seakan tidak memperdulikan Seulgi, Yunho dengan sigap membawa tubuh Jaejoognya yang semakin pucat dan dingin, membuat Yunho gemetar, takut akan keehilangan boojae-nya. "Hiks…Boo..bertahanlah..hiks..jangan tinggalkan aku…hiks.." isak Yunho tertahan didalam mobilnya dan membawanya dalam kcepatan maximum
"Maaf tuan Jung, sepertinya Tuan jaejoong harus segera dioperasi ceasar sekarang….komplikasi dan benturan yang terjadi membuat tuan jaejoong harus segera dioperasi, walau belum memasuki masa-nya melahirkan.."
"Lakukan apapun yang terbaik dok! LAKUKANN!
"Ya…kami akan berusaha sebaik mungkin Tuan..." sahut Dokter muda ini kemudian melenggang pergi untuk segera melakukan tindakan pada Jung Jaejoong
"Hiks…" isak Yunho tertahan di ruang tunggu, hatinya tidak keruan, fikirannya kacau, dan khawatir pada Boojae-nya…kenapa Boojaenya bisa terjatuh dari tangga? Dan kenapa Seulgi ada di lantai atas tepat di atas tangga? Itu membuat fikiran Yunho semakin berburuk sangka, ia berfikir, seulgi-nya itu ceroboh hingga membuat jaejoong jatuh
"Yun…." Sahut Seulgi gemetar, ia sedari tadi sudah berada di samping Yunho-nya, tapi saking Yunho-nya itu seakan frustrasi dan 'kacau', membuat Seulgi segan untuk menghiburnya, bahkan menyapanya
"Hiks…Aku takut Seulgi-ah…aku takut hal buruk terjadi dengan anakku dan boojae…hiks.." isak Yunho pada Seulgi.
"Tenanglah…semua akan baik-baik saja" balas Seulgi ikut merasakan kecemasan yang dirasakan Yunho
"Hiks…Boo…berjuanglah..hiks…"
"Eungh…" Jaejoong mengerjap-ngerjapkan kedua matanya,mentari pagi yang hangat menyapa dirinya, Tetapi namja cantik ini masih saja termenung dan memandangi ruang rawat inap tempat ia berada sekarang
"Boo! Hiks…Kau sudah sadar, sayang?" seru Yunho terisak bahagia, melihat belahan jiwanya ini akhirnya terbangun dari komanya 2 hari ini pasca ia menjalani operasi ceasarnya-nya yang berjalan lancar
"Yunn…Ini dimana?" tanya Jaejoong merasa asing dengan ruangan yang ditempatinya
"Ini dirumah sakit…tenanglah Boo!" terang Yunho menenangkan.
"Yunn…kenapa … perutku rata? Wae Yun?" seru Jaejoong terkejut mendapati perutnya rata sehabis dioperasi, tidak lagi membuncit, berisi baby-nya
"Ne…iitu karna aegya kita sudah lahir didunia boo…anak kita laki-laki, hiks…gumawooo…"
"Benarkah itu Yun? Aku ingin menemuinya…jebal..hiks.."
"Tidak sekarang boo…bayi kita lahir premature, sehingga dimasukkan ke dalam incubator…ia belum boleh kita temui…" desah Yunho membuat Jaejoong bersedih
"Hiks…Yunniiee…" isak Jaejoong sedih mendengarnya
"Tenanglah Boo…sabar…ah yah…aku akan memanggilkan Dokter untuk memeriksamu sehabis tersadar dari koma-mu….chakkaman…"
"Keadaan tuan Jaejoong sudah lebih baik….aku akan memberikan beberapa vitamin untuk meningkatkan stamina tubuhnya…" kata dokter yang memeriksa Jaejoong tersenyum senang melihat perkembangan Jaejoong
"Terima kasih dok…"
"kalau begitu, aku permisi dahulu, tuan…"
"Ne…"
Dokter muda ini pun segera keluar dari ruang inap jaejoong, membiarkan YunJae berduaan didalamnya
"Yun…"
"Apa Baby Jae?"
"Kenapa aku melahirkan lebih cepat? Ini belum masanya? Kandunganku masih berumur 8 bulan, bukan?"
"Itu karna Insiden kau terjatuh dari tangga, membuatmu harus dioperasi ceaser untuk menyelamatkan dirimu dan baby kita jae…makanya….kau jangan Ceroboh baby…kenapa bisa terjatuh seperti itu, heum? Apa kau tahu? Aku seperti gila saat para dokter itu menanganimu.."
"Ng...itu…"
KRIEET..
Bunyi derit pintu membuat YunJae terdiam sejenak, melihat sesosok Seulgi yang datang menghampiri
"Ng….Anyyeong Yun…Jae…aku turut bersyukur begitu mendengar kabar kau telah sadar dari komamu Jae…" sahut Seulgi kikuk
"Hiks….Hiks…Hiks…" Jaejoong tiba-tiba saja terisak begitu melihat kehadiran Seulgi, membuat Yunho dan Seulgi bingung dan terheran.
"Waeyoo Booo?" seru Yunho terkejut, dan bingung melihat Boojaenya
"Noona…Noona yang membuatku jatuh dari tangga bear…Hiks…Hiks…." Isak Jaejoong yang sebenarnya hanyalah akal bulusnya
"HEH? Apa yang kau bicarakan Joongie?" Seulgi terkejut bukan main mendengar tuduhan Jaejoong yang tidak beralasan itu
PLAK!
"DIAM KAU BAE SEULGI! AKU TIDAK MENYANGKA KAU LAGI-LAGI MENCELAKAKAN JAEJOONG! SETELAH KAU CEROBOH MEMBERIKAN JUICE PADANYA, SEKARANG, KAU MEMBUATNYA TERJATUH DARI TANGGA, EOH? AKU TIDAK MENGERTI DENGAN SIKAPMU! KAU BENAR-BENAR TEGA!"desis Yunho penuh amarah, dan membuat jaejoong tertawa penuh kemenangan dalam hatinya, tentu saja.
"Tidak…Hiks…Bukan begitu Yun….Hiks…Semua ini salah paham…Hiks..kumohon percayalah padaku Yun..Hiks…Joongie..hentikan semua ini..kumohon…jelaskan…"
"Hiks…wae noona? Apa salahku padamu, hingga kau membenciku selama ini? Hiks…" kata Jaejoong penuh kebohongan
"Seulgi…Aku benar-benar kecewa padamu! Aku menyesal menikah denganmu!" Desis Yunho penuh kebencian di setiap penekanan katanya
"Yun…Yunhoo…hiks…"
"DIAM!" Seru Yunho muak
Hiks…araasseoo…kau benar…semua ini salahku…hiks….tidak seharusnya aku tetap bertahan denganmu…aku tahu, hatimu kini telah seutuhnya milik jaejoong…kau…tidak mencintai diriku lagi…anyyeong.." sahut Seulgi terbata dan langsung melangkah meninggalkan Yunho yang kini sibuk mencerna setiap ucapan dari Seulgi…Mungkin benar apa yang diucapkannya, hatinya kini seutuhnya milik jaejoong-nya, tidak ada lagi getaran-getaran cinta begitu ia didekat Seulgi, ia terlalu takut untuk memutuskan hubungan pernikahannya dengan Seulgi dan menyakiti hatinya, tapi…bukankah dengan keadaan yang seperti sekarang, semakin membuat Seulgi "tersakiti"?
"Eung…Lihatlah Bear…Baby kita mirip sekali denganmu…matanya, bibirnya…mirip sekali denganmu…aku yakin ia akan tumbuh menjadi lelaki yang tampan melebihimu, bear…" sahut Jaejoong riang, menimang-nimang aegya mereka yang akhirnya sudah diperbolehkan untuk mereka lihat
"Ne…tentu saja dia mirip denganku boo…bukankah dia anakku, heum? Gumawo sudah memberikanku keturunan.." sahut Yunho lalu memeluk jaejoong dan aegya mereka dengan penuh kasih sayang
"berikan nama untuk aegya kita, bear…bukankah kita belum menamainya?"
"Eum..Ne…aku sudah memikirkan nama ini jauh sebelumnya Boo, bagaimana kalau namanya Moonbin? Jung Moonbin?"
"Jung…Moonbin?"
"Ne…kedengarannya bagus, bukan?"
"Aku menyukai nama itu Yun…Eum…biinnie…itu panggilan kesayanganku untuk moonbin…kau dengar itu nak? Sekarang namamu moonbin, moonbinnie…"
Howeee~~ Howeee….~~~
"Aigoo…waeyo uri biiniieee?" ujar Yunho bingung melihat moonbin mereka menggeliat gelisah resah dalam dekapan jaejoong
"Sepertinya dia ingin tidur yun….sebaiknya kita istirahatkan biinnnie diruang-nya…"
"Eum…biar aku yang istrahatkan…"
Seminggu telah berlalu , selama itu pula,Yunho terus berada disisi Jaejoong, menemani istri tercintanya di rumah sakit tempat ia dirawat inap. Membiarkan segala urusan kantor tertunda, untuk beradaa disisi jaejoong, dan tidak kembali ke rumah. Yunho bahkan tidak memperdulikan dan tidak mau tahu akan keadaan Seulgi, istri pertamanya pasca pertengkaran mereka beberapa waktu lalu
"Eum…yunnie…apa hari ini joongie sudah boleh pulang? Joongie dan binnie sudah bosan berada di rumah sakit…" sahut jaejoong memelas sembari menimang-nimang moonbin dalam dekapannya
"Kalau begitu yunnie akan meminta persetujuan dari dokter terlebih dahulu….joongie tunggu, ne?"
"ya.."
Yunho menyusuri lorong-lorong rumah sakit Toho Hospital, ia bersenandung kecil menuju ruangan dokter yang menangani Jaejoong. Tapi langkah riang Yunho itu terhenti, ia menatap bingung akan seorang dokter dan beberapa suster perawat yang melangkah cepat dan terburu- buru ke ruangan yang berada berada persis di samping ia berdiri
"Permisi Tuan.." ucap dokter itu teburu-buru untuk aku tidak menghalanginya masuk kedalam ruangan tersebut, aku pun mengangguk mengerti dan memberikan jalan
"Hei, sus…kalau boleh tahu…apa yang terjadi didalam?" tanya yunho penasaran
"Ah…begini, pasien kecelakaan seminggu lalu, yang tidak kami ketahui identitasnya ini mengalami gegar otak dan terus mengalami pendarahan..."
"Ah…begitu…" gumam Yunho
"Kalau begitu, permisi, saya harus segera membantu dokter…" ujar perawat itu meminta izin, yunho pun mengangguk mengerti, dan memberi jalan. "Malang sekali nasib pasien itu…kecelakaan yah?" gumam Yunho kemudian melirik sekilas ke dalam kamar pasien
DEG!
Yunho tersentak kaget, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya…sesosok pasien yang malang tersebut….merupakan sesosok orang yang sangat dikenalnya, sesosok wanita yang tellah menemani hidupnya selama hampir 3tahun ini, ya…korban kecelakaan tersebut ialah Bae Seulgi, istri pertamanya
Ngiiiiiiiiiiiiiiingggggggggggggggggggg –
Bunyi kardiogram dan segaris panjang pada grafik yang terlihat, membuat Yunho bergetar hebat…tidak sanggup akan kenyataan, bahwa detak jantung Seulgi telah tidak ada, dengan kata ia telah Meninggal -
"Seulgi…hiks…seulgi….SEULGIIII!"
"Eung….Yunnie kenapa lama sekali?" gumam Jaejoong cemas dan melihat jam terus-menerus. "aku akan mencarinya…"lanjut jaejoong lagi, kemudian melangkah pergi, menyusuri-lorong-lorong rumah sakit
"SEULGI! SEULGI! SEULGIIIIIIIIII!"
DEG
Jaejoong tersentak kaget mendengar suara jeritan seorang yang ia kenal pasti. YUNHO-nya. Ia pun melangkah masuk ke kamar yang dimana sumber suara suaminya itu berasal
"YUN…"
DEG…
"Seulgi…" ketir jaejoong tidak percaya dengan apa yang dilihatnya…sesosok mayat dari wanita yang katanya amat sangat dibenci – nya. "Yun…kenapa…? Kenapa dengan noona? Kenapa dia….hiks…" lanjut jaejoong tidak dapat berkata-kata lagi…bayang-bayang dimana dia memperlakukan Seulgi secara tidak layak, seakan berkelebat di kepalanya
"Hiks…Hiks….Hiks… …" isak jaejoong ketir…tidak…ini bukan air mata palsu…ini bukan kepura-puaraan seperti yang selama ini ia lakukan
"Seulgi…sudah meninggalkan kita…hiks…ini salahku boo…aku bahkan tidak pernah kepikiran dengannya selama seminggu ini…hiks…aku telah menelantarkannya…aku suami yang buruk.." isak Yunho menyalahkan dirinya
"TIDAK! Hiks…ini bukan salahmu…ini salahku! NOONAA! AYOO BANGUN! BANGUNN! JANGAN BEGINI…! AKU TAHU KAU SEDANG MARAH PADAKU! AKU AKUI KAU TIDAK BERSALAH! AKU YANG CEROBOH! AKU TERPELESET DARI TANGGA! AKU YANG MEMINUM JUS-MU! SEMUA BUKAN SALAHMU! APA KAU PUAS?! BANGUNLAH NOONA! BANGUN! HIKSS! Jeball…maafkan aku~" jerit jaejoong menangis semakin histeris
"Apa…apa maksudnmu Boo?"
"Hiks..Yun…aku yang jahat sama Seulgi Noona! Hiks…Yunnieee….aku yang salah…aku boleh memarahiku sepuasnya!" jerit jaejoong lagi
"Ani Boo…aku senang kau sudah mengakui kesalahanmu sekarang didepan seulgi…ini sepenuhnya bukan salahmu…ini juga merupakan kesalahanku, aku juga jahat…hiks…" seru Yunho ikut terisak, meratapi kesalahan mereka
"Seulgii~ Seulgi…. SEULGGIIIIIIIIIIIIIIIII!" Isak mereka semakin tidak tertahan, seandainya waktu bisa diulang kembali, mereka ingin sekali menebus kesalahan mereka pada Seulgi, setidaknya, tidak membuatnya tersiksa lahir-dan batin. Tapi…bukankah penyesalan itu memang terletak di awal? Inilah kehidupan…
Suasana pemakaman telah kembali sepi, setelah beberapa jam lalu pemakaman Seulgi berlangsung. Kini hanya tersisa Yun – jae yang berada dipemakaman..menatap sendu batu nisan yang bertuliskan nama Seulgi
"Hiks…Hiks…Noona…noona.." isak jaejoong kembali menangis
"Boo..sudahlah…kita harus segera pulang…kita sudah terlalu lama meninggalkan moonbin dirumah…kka...kita harus segera merelakan seulgi bahagia di alam sana…"
"Hiks…ne…kalau begitu…yunnie tunggu saja joongie di mobil…masih ada hal yang mau joongie omongin ke seulgi noona…"
"baiklah…aku menunggu boo…jangan terlalu lama…"
"Emh…ne…"
Yunho pun segera meninggalkan jaejoong sendiri di nisan Seulgi
"Hiks…Yah! Bae Seulgi! Apa kau bahagia di alam sana, eoh?! Kenapa kau pergi secepatnya ini? Apa kau merasa tersiksa dengan kehadiranku, huh? Hiks…hiks…" seru jaejoong kembali menangis dan memukul-mukul pelan batu nisan itu
"Aku memang tidak menyukaimu…aku memang pernah menyurumu untuk meninggalkan yunnie…hiks..tapi tidak begini caranya…aku tidak menyuruhmu untuk mati! Hiks…..maafkan aku…maafkan aku…maafkan aku…maafkan aku…" isak jaejoong lagi
"hiks….Noona…."
Wush!
Tiba-tiba angin berhembus cukup kencang, dan sesosok halus wanita mendekati jaejoong
"Noona? Seulgi Noona?" pekik jaejoong tertahan melihat sesosok yang dilihatnya itu mirip dengan Seulgi –
"Ya…Ini aku Jongie….kenapa kau bersedih sekarang? Harusnya kau bahagia?
"ANIA! ANIA! AKU TIDAK MEMINTAMU MATI! AKU MASIH PUNYA PERASAAN!" Jerit Jaejoong
"Pshht…sudahlah…ini semua memang salahku…mianhae…"
"bicara apa, kau?! Ini salahku! Ayo! Marahlah! Marah!"
"Ani Jae…Kau tahu? Memang seharusnya aku melepaskan Yunho bersamamu, meraih kebahagiannya bersamamu….sejak awal pernikahan kami, aku tahu yunho tidak bahagia bersamaku, kami menikah berdasar perjodohan orangtua kami…walau Yunho menurut, dan menjadi suami yang baik bagiku, aku tahu, hatinya tidak sepenuhnya mencintaiku…Aku baru sadar akan hal itu begitu kau masuk dalam kehidupan kami, kau telah memberi warna tersendiri dalam hidup Yunho….kalian saling mencintai…aku tahu itu…aku hanya takut menerima kenyataan itu..jadi…maafkan aku…"
"Hiks…hiks…maaff…maaf…" hanya kata maaf yang terucap di bibir cherry jaejoong
"Bahagiakan Yunho…hiduplah dengan damai dan penuh cinta…hanya itu yang membuatku tenang dialam sana…arra?"
"Arra…aku akan selalu menjaga Yunnie…kau tidak perlu cemas…hiks…kau juga, berbahagialah dialam sana"
"Tentu saja….aku akan berbahagia dialam sana…lalu…segeralah kau hapus air matamu itu,wajahmu jadi begitu jelek, joongie!"
"Hhahaha…ternyata kau benar-benar menyebalkan Noona!"
"tertawa begitu lebih baik! Sudah ya jooongie! Aku akan kembali ke tempat dimana seharusnya aku berada, berjanjilah padaku akan hal tadi!"
"Eum! Joongie berjanji! Percayalah!" ucap jaejoong tegas, Seulgi tersenyum mendengarnya. Lega. Semilir angin kembali berhembus disekitar Jaejoong, menghilangkan sesosok arwah seulgi
"terima kasih noona…dan..maafkan aku…" sahut jaejoong dalam hati
Angin kembali berhembus secara perlahan, menghilangkan sesosok Seulgi yang kini sudah sudah tenang di alam sana. Jaejoong bahagia. Setidaknya, ia kini tidak menyimpan perasaan bersalah itu seumur hidupnya. Walau ia egois, walau ia ceroboh, Jauh dalam dasar hati Jaejoong tersimpan sesosok malaikat yang melekat dalam dirinya. Dan jaejoong berjanji, ia kan berusaha menjadi sesosok istri yang baik untuk Yunhonya
END
