BOOTAE

.

JUNGKOOKxTAEHYUNGxJIMIN

.

Jungkook—si murid pindahan yang kurang beruntung karena mendapat roommate yang bernama Taehyung—yang menurut asumsinya sekarang, adalah preman.

.

BOYS LOVE, YAOI, AU

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

Chapter 2

Jungkook dan Jimin berjalan berdua sambil berbincang-bincang dengan santai, dan Jimin menarik koper milik Jungkook yang menurutnya sangat ringan.

Keduanya sampai di lantai dua gedung asrama, dan mereka kembali berjalan sambil tertawa.

"Hey, bisakah kau jelaskan padaku kenapa ada tiga gedung asrama di sekolah ini dan kelihatannya siswa yang dimasukkan itu berbeda-beda—ah kau mengertikan maksudku?" tanya Jungkook penasaran.

"Baiklah, aku cukup sulit untuk menjelaskan hal-hal yang semacam ini dan aku rasa kau tidak mau mendengarnya dariku," kata Jimin, dan Jungkook langsung menatapnya dengan kesal. Mereka berdua kembali berjalan dan kali ini sampai di kamar yang di tuju. Jimin meletakkan koper Jungkook yang Ia bawa sedari tadi di dekat pintu kamar sementara Jungkook mengeluarkan kunci kamar dari ranselnya. Butuh waktu beberapa lama bagi Jungkook untuk mengaduk-ngaduk isi ranselnya untuk mencari sebuah kunci kamarnya, dan setelah mendapatkannya Ia langsung menancapkan kunci itu ke lubang kunci.

Di kunci yang Jungkook pegang, ada nomor 361 di sana.

Jimin tiba-tiba terkesiap, "Oh—aku pikir sebaiknya aku pergi sekarang, dan aku rasa kau harus melihat siapa nama roommate mu sekarang Kook." dengan cepat Jimin berjalan menuju kamarnya yang berjarak beberapa pintu saja dan pria bertubuh agak kecil itu segera melesat masuk ke dalamnya.

Yang membuat Jungkook heran adalah, mengapa Jimin tiba-tiba terkesiap dan tampaknya pria itu sangat kaget setelah melihat sesuatu. Jungkook mengedikkan bahu dan beralih menatap ke pintu dan membaca nama roommatenya.

Kali ini Jungkook tahu mengapa Jimin terkesiap begitu

.

Jungkook melangkah masuk ke dalam kamar, sambil berjingkat—takut jika ada sang roommate di dalam. Dan Jungkook langsung menghembuskan napas lega, pasalnya orang itu tidak ada di dalam kamarnya saat ini.

Jungkook menutup pintu kamarnya perlahan dan menarik kopernya menuju tempat tidur yang menurutnya kosong.

Well, jika dilihat-lihat. Kamar ini cukup berantakan juga, beberapa pakaian kotor berserakan di lantai, di atas lemari pakaian, di pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat, di tong sampah—ini yang paling mengejutkan menurut Jungkook, dan yang paling banyak adalah di kasur. Jungkook melihat lagi ke sekitar, sampah cemilan-cemilan berserakan di mana-mana, sampah pocky, kantung plastik, dan banyak lagi sampai membuat gelombang mual di perut Jungkook.

Jungkook merasa tak ada pilihan lagi, selain membersihkan kamar yang luar biasa berantakan ini.

Jungkook mulai dengan membersihkan pakaian-pakaian yang berserakan. Awalnya Jungkook hanya ingin meletakkan pakaian itu di keranjang baju kotor, tetapi tempat itu sudah cukup penuh dan tidak akan muat jika di tambahkan pakaian lagi. Dan terpaksa Jungkook membawa pakaian itu ke laundry asrama.

Jungkook keluar masuk kamar dengan cepat, perlahan kamar yang tadinya masuk dalam kategori bukan kamar yang bersih, sekarang sudah tidak lagi.

Jungkook merasa pekerjaannya sudah hampir selesai, Jungkook sudah membersihkan kamar ini dan merapikan serta mencuci baju-baju si pemilik kamar. Kini Jungkook hanya perlu mencari lemari kosong untuk meletakkan pakaian dan barang-barang yang Ia bawa dari rumah.

Sudah cukup lama Jungkook membersihkan kamar dan meletakkan pakaian serta barangnya, Jungkook melirik jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore. Tidak ada jadwal lagi setelah ini, jadi Jungkook bisa beristirahat setelah membersihkan kamar. Setelah dirasa semuanya selesai, Jungkook menutup kopernya dan meletakkannya di bawah kasur miliknya, lalu meraih handuk dan mandi.

.

Setelah mandi Jungkook langsung terlelap di kasurnya dengan selimut tebal menutupi tubuhnya, sekarang masih musim dingin di Korea Selatan.

Sementara Jungkook terlelap, pintu kamar perlahan terbuka dan menampakkan sosok pria yang tadinya menggebrak meja seseorang di kantin. Awalnya pria itu—Taehyung tidak tahu siapa itu Jungkook, dia belum berkenalan dengannya. Roommatenya. Tetapi setelah melihat tubuh yang bergelung selimut di kasur, membuatnya kaget.

Ternyata pria imut—eh, yang dia gebrak mejanya tadi di kantin.

Sejujurnya Taehyung tidak suka dengan keberadaan makhluk lain di kamarnya, tapi apa boleh buat, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Ya paling tidak dia akan dihukum jika protes mengenai hal ini. Taehyung melonggarkan dasi yang dipakainya, lalu berjalan ke kasur yang lain dan tiduran di sana sambil memainkan ponselnya.

Taehyung langsung menoleh ke samping begitu dia merasakan adanya pergerakan dari orang yang sedang tidur di kasur yang satunya, orang itu duduk dan menguap. Taehyung masih menatapnya, tidak berniat mengatakan 'kau sudah bangun?' atau sejenisnya.

Jungkook menggaruk pipinya pelan dan menoleh ke samping, di sana ada Taehyung yang menatapnya, Jungkook langsung membungkukkan setengah tubuhnya ke Taehyung, "Halo," kata Jungkook, yang di balas anggukan malas oleh Taehyung. Astaga canggung sekali—batin Jungkook. Taehyung kembali memainkan ponselnya, dan itu membuat Jungkook bisa bernafas lega karena dia tidak perlu bingung harus berbicara apa lagi ke Taehyung.

Dari luar kamar, seseorang mengetuk pintu kamar Taehyung dan Jungkook, "Waktunya makan malam, kuberi waktu lima menit untuk turun!". Oh, ternyata hanya guru.

Jungkook segera turun dari kasur dan merapikan selimutnya, setelah itu berjalan ke lemari dan mengambil baju. Jungkook segera melesat ke kamar mandi untuk mengganti bajunya, meninggalkan Taehyung yang masih memakai seragam sekolah dan bersantai di kasurnya. Taehyung akhirnya beranjak dari kasur sambil mengerang, dia malas untuk turun dan makan malam.

Taehyung berjalan ke lemari dan melepaskan seragam sekolahnya, lalu melempar seragamnya ke sembarang tempat. Taehyung meraih sweater dan celana panjangnya, lalu memakainya dengan cepat. Taehyung sudah selesai, namun bukannya langsung pergi, dia malah berjalan ke kasur dan duduk di sana.

Jungkook keluar dari kamar mandi, dan melihat Taehyung yang sedang membelakanginya. Jungkook memainkan ujung sweaternya, "Eh, T-Taehyung-ssi…" panggilnya, Taehyung menoleh dan mendapati Jungkook sedang berdiri beberapa meter darinya. Taehyung hanya diam saja sebagai jawaban, Jungkook segera menghela nafas, "Mau pergi ke bawah, b-bersama?" tanya Jungkook pelan.

Astaga, bahkan Jungkook tidak tahu mengapa tiba-tiba dia menjadi gugup begitu saat sedang berbicara dengan Taehyung. Taehyung memasang tampang datarnya dan mengangguk, dia langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu, dan di ikuti Jungkook di belakangnya. Mereka berdua berjalan beriringan, setelah percakapan di dalam kamar tadi, tidak ada seorang pun dari mereka berdua yang mengeluarkan suaranya.

Mereka berdua sudah sampai di bawah, dan langsung mengambil nampan dan mengisinya dengan makanan.

Dan kali ini, mereka duduk berdua. Orang-orang di sekitar mereka mulai berbisik-bisik, mengapa Jungkook bisa berduaan dengan Taehyung yang dicap orang-paling-dingin itu? Jungkook yang mendengar beberapa dari bisikan itu hanya menelan ludahnya, lalu meraih sumpit dan memakan makanannya. Hening lagi.

"Hey, Kook!"

Seseorang menyahutkan namanya, Jungkook segera mengedarkan pandangannya mencari asal suara tadi, dan dia merasa familiar dengan suara ini. Setelah mencari berkali-kali asal suara itu, akhirnya Jungkook dapat melihat Jimin yang berdiri dari kejauhan, pria itu segera berjalan ke arahnya dan merangkulnya. Tanpa menyadari kalau ada makhluk lain di hadapannya. "Hai, Jungkook. Kau makin imut saja, padahal aku baru melihatmu sore tadi!" kata Jimin dengan suara menggoda yang dibuat-buat.

"Hentikan itu," Jungkook mendengus, dia tidak suka diperlakukan seperti itu, apalagi ada Kim Taehyung di hadapannya—dia sedang menatap Jungkook dan Jimin dengan tatapan tidak suka.

Taehyung tiba-tiba berdiri, kali ini Jimin sudah menyadari keberadaannya dan menatapnya takut, "Haruskah aku pergi? Sepertinya aku mengganggu kesenangan kalian." Katanya. Jungkook segera menggeleng cepat.

"Tidak! Duduk saja, kau tidak mengganggu sama sekali. Sungguh," Jungkook mengacungkan kedua jari kanannya dan nyegir canggung. Taehyung yang melihat itu menghembuskan nafas kasar dan kembali duduk. Kecanggungan kembali melanda, Jimin menatap kedua makhluk itu bergantian. Setelah itu memusatkan perhatiannya kepada Taehyung. "Kau sudah tahu namanya?" tanya Jimin sambil menunjuk wajah Jungkook.

Taehyung hanya mengangguk malas dan melanjutkan makannya, Jimin mencibirnya diam-diam.

Tak lama waktu makan malam sudah selesai, kali ini Jungkook dan Taehyung kembali berjalan berdua—lagi. Jimin bilang dia ingin ke kamar duluan, katanya sih dia sudah sangat mengantuk—padahal alasan sebenarnya dia itu takut akan menganggu Taehyung dan Jungkook. Taehyung tidak mengeluarkan suara apa-apa, sama dengan Jungkook.

Mereka berdua menaiki tangga, saat mencapai tangga ke lima, Jungkook hilang keseimbangan. Jungkook pasti akan jatuh berguling kebawah,

—kalau saja Taehyung tidak menahan pinggangnya.

TBC

.

Thanks for review, review again please?

-bootae-