Disclaimer : Bleach belongs to Tite Kubo-sensei! I just own the Fic

-Many pairing-

Warning : Gaje, mbulet, garing, n blablabla.

R&R but if you Dont like Dont read!


~Chapter 2~

The Meeting


Jam 4 pagi, matahari masih bersembunyi tapi tidak untuk dua gadis kecil di sebuah kamar.

"Rukia... ayo bangun" ajak seorang gadis kecil sambil mencepol satu rambutnya

"Mmh~ iya..." sementara yang diajak cuma ngulet-ngulet gaje di futonnya.

"Kau biasa bangun sepagi ini, Momo?" tanya gadis bermata violet sambil mengumpulkan nyawa untuk bangun.

"Ya, ini sudah kewajiban kita selama belum jadi geisha"

"Kewajiban apa itu?"

"Gimana ya... Singkatnya kayak jadi pembantu gitu deh" Jawab Momo kemudian tersenyum

"Begitu..." Rukia pasrah saja 'Setidaknya ini lebih baik daripada jadi pelac*r, untung saja aku dan Nee-san bisa kabur' batinnya.

'Nee-san...' gumamnya "AAH!"

"K-kamu kenapa Rukia?" Momo shocked ngeliat teman sekamarnya teriak

Rukia sadar, bisa gawat kalo identitasnya terbongkar "Ee-nggak apa-apa kok, Mo"

"Benar nggak ada apa-apa?" Sahut wanita berambut ikal + berdada besar

"Lho? Rangiku-nee sudah bangun?"

"Aku habis dari toilet sih, terus aku dengar Rukia teriak"

"Ooh, saya tidak apa-apa kok, Ran-san" jawab Rukia meyakinkan

"Ya sudah, kalian mulailah bekerja"

"Siap!" seru dua gadis kecil itu bersamaan, lalu mereka beranjak menuruni tangga

"Hampir lupa, Rukia nanti sekitar jam 8 ikut aku ya!"

"Ke mana Ran-san?"

"Ke sekolah geisha terus ke dokter Unohana... Lalu, Momo!"

"Ii, iya Rangiku-nee?" kata Momo takut-takut

"Jemur futonmu! Pesing tau, Rukia nggak nyium bau itu?" , "Nyium sih, Ran-san..." Rukia lalu melirik Momo "Jangan-jangan kau...?"

"Rangiku-nee! Rahasia itu!" Momo langsung blushing, sementara Rukia jawdrop dan Rangiku tertawa jahil "Hihi, sekarang Rukia tau kenapa kau bangun pagi-pagi sekali"

^w^

"Mo, kimono ini kujemur di sini ya!" , "Aku berangkat dulu Ruk" seru Momo lalu menyambar tasnya

"Ke mana?" "Sekolah, sudah mau telat nih~ Daah Rukia" "Hati-hati di jalan, Mo" "OK!"

"Matte, Momo!" "Ada apa, Rangiku-nee?" "Aku mau ke daftarin Rukia... Kita barengan ya! Rukia ganti baju sana"

"Ok!" nggak pake lama, Rukia melesat ke kamar dan ganti baju secepat kilat

Rukia's POV

Aku harus kabur dari okiya ini, lalu mencari nee-san... Ini kesempatan! "YOSH!"

"Wah, semangat sekali ya Rukia?" "He-eh, Ran-san!" ...untuk kabur dan pulang ke desa bersama Nee-san, yippie!

Rangiku's POV

Rukia, anak yang mungil tapi misterius... Sepertinya ada rahasia besar di balik mata violet indahnya itu... Masa bodoh, yang penting aku menyukainya!

^v^

Ketiga gadis itu berhenti di depan gedung yang cukup besar

"Nah kita sudah sampai~ Kita ke ruang kepsek. Belajar yang rajin, Mo!"

"Tentu saja Rangiku-nee! Jaa Rukia" Momo lalu bergegas masuk kelas.

"Jaa... Ran-san, kepseknya seperti apa?"

"Beliau sangat cantiiik! Mantan geisha legendaris lho" "Mantan?"

"Yup! Beliau berhenti magang setelah menikah. Julukannya Sode no Shirayuki"

"Kok bisa?" "Kecantikan dan tariannya bisa membekukan setiap lelaki yang melihatnya. Pokoknya hebat, deh!"

"Ooh~"

Rukia cuma ber-oh ria sementara Rangiku masih excited. Mereka lalu dipersilahkan masuk ruang kepsek. Seorang wanita berambut putih berkimono warna senada tampak menunggu mereka.

"Ohayo Koyuki Zangetsu-sama" Rangiku membungkuk dengan sopan, disusul Rukia "Ohayo gozaimasu"

"Ohayo" wanita itu lalu tersenyum "Jadi ini anak baru itu, Matsumoto?"

"Benar sekali Koyuki-sama, tidak apa-apa kan daftar sekarang?"

"Hihi, tidak masalah kok. Isi formulir data dirinya ya"

"Baiklah~"

Rukia bertemu pandang dengan kepsek menawan itu "Cantik sekali... Seperti Yuki onna"

"Rukia lahir tanggal berapa?"

"Tanggal 14 Januari... Saya lupa tahunnya, pokoknya 10 tahun"

"Begitu. Lalu nama belakangmu?"

DEG! 'Nama belakang?' Rukia yang dibuang keluarganya hanya bisa diam saja "..."

"Kuisi nama belakang Kaa-san saja ya. Jadi Rukia Shihouin, mau kan?"

"Mau. Arigato Ran-san" Senyum Rukia membuat Rangiku berpikir 'Anak ini memang misterius...'

"Sudah kuisi semua Koyuki-sama, dan ini uang pendaftarannya"

"Bagus, Rukia boleh mulai masuk sekolah setelah luka-lukanya sembuh"

"Arigato gozaimasu!"

"Ara, douita Matsumoto-san. Tolong sampaikan salamku untuk Yoruichi"

"Pasti saya sampaikan! Kami permisi dulu" "Ya, hati-hati di jalan"

Mereka lalu menuju klinik dokter Unohana

Rukia celingukan di jalan besar tempat dia berjanji menjemput nee-sannya, kebetulan klinik dokter Unohana ada di tepi jalan itu.

"Nah, ayo masuk Rukia" Rukia masih celingukan melihat kios-kios di sepanjang jalan itu. "Kenapa Rukia?"

Rukia langsung menggandeng tangan Rangiku, takut kalau dia ditanyai lagi.

"Ee iya, ayo masuk Ran-san" Rangiku cengok, tapi ekspresi itu langsung pudar saat dia memasuki klinik

"Gin?"

O_O

"Kenapa... Kau ada di sini?"

"Rangiku...?" ujar pria sipit berambut putih. Seringai di wajahnya berbalik ke bawah, tak percaya pada wanita di hadapannya sekarang.

"Sejak kapan kau kemba..." "Sudahlah Ran, kumohon jangan dibahas di sini" pria itu buru-buru memotong perkataan Rangiku sembari meletakkan jari telunjuknya di bibir panas Rangiku.

Seorang anak kecil berambut sama dengan Gin menggenggam mantel kulitnya dari belakang "...siapa wanita itu Tou-san?"

"Uukh... Tangan saya sakit Ran-san..." Rintihan Rukia tidak digubrisnya. Ia hanya ingin membunuh anak itu.

Sekarang juga.


Rio : Ini fic tambah gaje aja ya

Rukia : Yee, buat sendiri ngomel sendiri. Oy Ichigo, sampe kapan mojok gitu?

Renji : Sebel dia gak muncul juga di chap ini.

Rio : Oh, iya loe ultah kan? Slamet ya

Rukia : Eh sori gue lupa Nji! Met ultah deh *jabat tangan*

Renji : *Blushing* Mana hadiahnya?

Ri&Ru : Traktirannya dulu gan!

Ichi&Bya : Ru, sejak kapan kamu kenal Kask*s?

Rio : Lah, Byakun juga tau dari mana?

Renji : Halah! Debat gak mutu! Nih, traktirannya pisang satu sisir plus balesan Ripiu~

SoraHinase Wah~ Liat aja nanti, masih lama kok jadi geishanya :)

Jee-Ya Zettyra Hehe, makasih atas sambutannya :D Rio dapet ide ini abis liat cover novel film-nya itu... Mungkin ada yg sama, tapi Rio akan berusaha membelokkannya sekuat pikiran saya.

Cecania Kuroshiyu Salam kenal juga. Gomen, Ichi gak kebagian peran di chap ini *Ichi : siap2 bankai* tapi di chap depan pasti! *Rio : menghela napas krn terbebas dari maut*

chappythesmartrabbit makasih chappy~ gomen ya kalo update-nya lama *Rukia : dasar author males!*

Kurochi Agitohana Hoho, emangnya acara yg kayak di RCT* itu~ Ichi muncul di chap depan kok... (kayaknya) *Ichi : Deathglare* *Rio : pasang cermin* *Ichi : Blingsatan gara2 deathglare-nya sendiri*

Ruki Yagami Yap! :) Thanks ya~ Udah di update nih

Rio : Begitulah...

Met ultah buat Renji, gomen ya saya tlat baboon... Moga2 gak tambah merah tuh rambut

Arigato buat para senpai yg menyempatkan waktu utk me-ripiu fic nista ini *terharu*

Saran, kritikan n flame saya terima jika para readers tidak puas dgn tulisan saya~ Yah, puas nggak puas tetep R&R! *maksa*

All : See ya in the next chap!