KyuMin Inside ^^
Cast :
-Kyuhyun as namja
-Sungmin as namja
-Anggota Suju lainnya
-Anggota SHINEe
Genre : Romance/Fantasi/Drama/Humor Krenyes(?)
Disclaimer : Kyu cuma cinta Min dan Min Cuma cinta Kyu. Kyu dan Min saling mencintai semalam, sekarang, esok dan selamanya. Ga ada yang boleh ganggu gugat! XD
Warning : YAOI, (EMAKNYA KYU a.k.a EUNHYUK as YEOJA), abal, typo, OOC, gaje dan menyesatkan. Tapi baik untuk kesehatan dan kekencangan kulit *dilempar* R&R ^^ Don't like don't read! NO BASH! NO FLAME! NO COPPAS!
...
"HUAAAA... UMMAAAA... MANUSIA INI JAHAT PADA MINNIE~" Kyuhyun lagi-lagi berdecak kesal sambil menutup kedua telinganya sudah yang hampir sobek. Hantu di depannya ini kelewat manja, cengeng dan sungguh menyebalkan. Demi apapun, Kyuhyun sangat menyesal sudah mau memberikan tumpangan untuk hantu ini.
"Aish kau ini! Cepat tutup mulutmu sebelum keluarga ku—"
Cklek
"Kenapa berisik sekali Kyu? Umma tidak bisa tid—MWO? Siapa itu?"
...
xXx
Oh My Ghosh!
xXx
Deg
Glek
Mampus dia kali ini! Yang bisa Kyuhyun lakukan saat ini hanyalah menegang di tempat dengan keringat sebesar butir jagung yang mulai bercucuran di sudut-sudut pelipisnya. Ditatapinya telunjuk ummanya yang mengarah ke arah Sungmin melalui sudut matanya. Sedang yang ditunjung hanya bisa memasang tampang bodoh.
"Kyuhyun, siapa dia?" masih dengan wajah kelewat shock, Eunhyuk menunjuk ke arah Sungmin gusar, meminta jawaban dari anaknya yang pucat pasi.
"Itu.. em... anu umma, eh.." Kyuhyun memutar matanya gelisah.
"Bicaramu lama!"
Oh, Tuhan! Matilah Kyuhyun kali ini. Melihat ummanya yang mulai ambil langkah untuk mendekat pada Sungmin membuat hatinya berguncang gugup tak karuan. Apa kata ummanya nanti kalau ia ketahuan menyimpan hantu sok imut yang kelewat cengeng di dalam kamarnya? Beruntung baginya ketika sang umma memaklumi ketidaknormalannya yang membenci yeoja. Sekarang, mau membuat ummanya berpikir yang tidak-tidak dengan ketahuan menyimpan hantu di kamarnya? Bisa-bisa dia dianggap menyukai hantu. Gila! Ummanya pasti langsung menendang pantatnya dari rumah ini.
"Kyuhyunnie~"
Glek
Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Seperti ada tulang mi ayam spesialnya Onew yang menyangkut di tenggorokannya saat melihat ummanya sudah berdiri tepat di hadapan Sungmin. Bodohnya, Sungmin hanya menatapi ummanya dengan tatapan polos sambil memiringkan kepalanya. Rasanya Kyuhyun ingin memecahkan kepala hantu itu sekarang juga.
"Umma aku bisa jelask—"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Kyu! Kenapa kau menaruh foto yeoja sebesar babon di sini?"
MWO?
Apa yang terjadi? Foto? Yeoja? Babon? Bukankah harusnya ummanya mengatakan kata 'hantu'?
"Ck, anak bodoh! Lihat foto di dinding kamar mu ini, bodoh!" Kyuhyun tersentak, ummanya tiba-tiba mengangkat tangan ke depan, dimana Sungmin berdiri masih dengan wajah bloonnya.
Syuwww
Ngik? Tembus? Dengan mulut menganga lebar Kyuhyun menatap bodoh tangan ummanya yang menembus kepala Sungmin. Bodohnya ia baru menyadari kalau Sungmin hanya bisa terlihat ketika ia menampakkan wujudnya saja. Oh, Tuhan! Hantu sialan ini benar-benar merepotkan, kenapa ia tidak mengatakannya dari tadi?
"Kyunnie!"
"Ia umma," masih dengan desah nafas gugup Kyuhyun memutar kepalanya, menghadap dinding yang ditunjuk ummanya.
"MWO? Ap- apa-apaan ini?" mata melotot, rahang terbuka lebar, nafas yang bagai tercekat, hidung kembang kempis serta ingus keluar masuk. Pemandangan bak orang yang terserang stroke mendadak melekat pada Kyuhyun. Bayangkan saja jika tiba-tiba kau melihat lukisan yeoja yang terbentang luas hampir memenuhi satu sisi dari dinding kamar mu. Lumayan kalau yang di dalam lukisan adalah seorang yeoja cantik bertubuh sexy. Nah, kalau yang dimaksud lukisan yeoja mirip babon seperti di depan matanya sekarang ini, bagaimana bisa Kyuhyun tidak stroke mendadak dibuatnya?
Kyuhyun ingat! Kalau tidak salah yeoja di depannya ini bernama Lee Hongki, wanita lebai yang selalu membuntutinya kemana pun. Ah, bukankah ia telah mengakhiri hubungan mereka 1 jam setelah ia memulai hubungan? Lantas kenapa bisa?
"Apapun itu terserahmu saja. Umma sudah pusing tiap kali mantan-mantan pacarmu itu datang dan membuat onar. Lain kali carilah pacar yang lebih wajar! Bisa gila aku lama-lama. Aaaa..." Kyuhyun memandang iba ummanya yang keluar dengan tampang frustasi sambil sesekali menjambak rambutnya. Maafkan Kyuhyun umma... Bukan salahnya terlahir tampan.
"Satu lagi!" Kyuhyun tersentak, menatap punggung ummanya yang seperti bergetar menahan sesuatu.
"Jangan berisik! Kau mengganggu rutinitas malam umma dan appa. Kekeke... Ya~ha~"
Blam
Ngik? Sungguh entah sudah kali keberapa kyuhyun memasang tampang bodoh seperti itu. Apa-apaan ummanya itu? Bisa-bisanya mengatakan hal frontal begitu di depan anaknya. Sepertinya kita sudah bisa menyimpulkan bersama, teman. Bahwa kemesuman seorang Kyuhyun adalah warisan berharga yang diturunkan oleh umanya tercinta.
Kyuhyun menghela nafas kembali. Cukup, ia lelah dan ingin beristirahat. Tapi lagi-lagi Kyuhyun harus mendengus kesal ketika dilihatnya Sungmin sudah berbaring memunggunginya. Shit! Ingin rasanya Kyuhyun melempar tubuh itu. Tapi kalian tahu sendiri kan? Sungmin itu bisa ditembus, bagaimana ia bisa melempar tubuh kelinci buntal itu?
Trink
Kekeke, aku yakin kalian tahu kalau otak setan Kyuhyun sedang berjalan saat ini.
"Ehm, Sungmin,"
"Hn?"
"Kau bilang kau bisa terlihat kalau kau menampakkan wujud mu kan?" Sungmin berbalik menghadap Kyuhyun dengan kedua alis bertaut.
"Ada yang salah?"
"Ah tidak. Aku hanya heran, aku bisa melihat mu tetapi tidak dengan Onew dan umma," Kyuhyun tersenyum, memasang tampang manis yang bagi Sungmin terlihat lebih menyeramkan dari setan. Haha, 45 persen dari rencana sudah berhasil, terlihat dari Sungmin yang mulai tertarik dengan pertanyaannya.
"Seharusnya aku memang tidak bisa terlihat oleh siapapun kecuali aku mau menampakkan diriku. Tapi kau adalah pengecualian! Karena kau yang membuat ku jatuh ke tempat ini, jadi hanya kau yang bisa melihat ku dalam wujud apapun," Kyuhyun mengernyitkan alisnya heran. Jujur, sedikit banyak ia mulai sedikit penasaran dengan dunia Sungmin.
"Wujud? Apa kau bisa menampilkan wujud seperti manusia?"
"Manusia? Maksud mu wujud nyata yang bisa dipegang seperti mu?" Kyuhyun mengangguk. Dari dalam hatinya telah terbaca doa keramat agar Sungmin mau mengiyakan tebakannya.
"Tentu saja! Tapi itu akan menguras banyak tenaga. Aku bisa merubah wujudku menjadi 3. Tidak terlihat, terlihat tapi dalam bentuk bayangan, dan terakhir nyata seperti manusia,"
Bingo! Tertarik sudah bibir Kyuhyun dari kuping ke kuping. 80 persen dari rencana sudah terpenuhi.
"Bisa perlihatkan bagaimana ketika kau dalam wujud nyata? Aku penasaran," Sungmin mengernyitkan alisnya heran. Sejak kapan Kyuhyun mau peduli dengan dunianya?
"Tidak mau, aku lelah. Lain kali saja." Sungmin kembali memunggungi Kyuhyun, memilih untuk tidur dari pada harus melayani permintaan aneh Kyuhyun. Perasaannya tak enak.
"Ayolah Sungmin! Hanya sebentar. Aku begitu penasaran," nihil, bujukan Kyuhyun sama sekali tidak membuat Sungmin bergeming dari posisinya. Sabar kawan! Bukan Kyuhyun namanya kalau tidak memiliki seribu peluru di dalam sarungnya(?).
"Aku berjanji akan membantu mu pulang," berbisik kecil, memberikan nada-nada penuh harapan yang dapat memancing Sungmin berbalik menatapnya. Mencari kebenaran dari mata Kyuhyun yang bagitu meragukan walau senyumnya saat ini terlihat begitu tampan.
"B-benarkah?" merona sesaat ketika Kyuhyun mengangguk yakin masih dengan senyum menawannya. Dari luar sih boleh dibilang menawan, tapi kalau kalian lihat inner Kyuhyun yang sedang tertawa laknat sambil memegang pisang di kedua tangannya, kalian pasti ilfeel mendadak.
"Baiklah, tapi hanya sebentar ne?"
"Tentu Sungmin-ssi," ah, senyumnya manis sekali. Sepertinya mampu membuat hantu kita yang satu ini merona kembali. Dengan konsentrasi penuh Sungmin mengernyitkan alisnya. Mengeraskan tubuhnya yang sedang duduk di ranjang dengan susah payah. Sebuah sinar putih melingkupi tubuhnya perlahan. Perlahan pula tubuh Sungmin mulai tampak nyata. Mulai dari kaki, pinggang, tangan hingga kepalanya. Kini Sungmin tampak seperti manusia biasa yang begitu memukau. Sungguh Kyuhyun pun tidak bisa memungkiri kalau Sungmin yang seperti ini terlihat jauh lebih manusiawi dibanding sosok hantu berupa bayangan tembus pandang.
"Bagaimana? Kau sudah lihat kan?" Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Bisa-bisanya ia lupa pada rencana awalnya. Sambil memasang senyum yang lagi-lagi terlihat manis sekaligus menjijikkan di waktu yang bersamaan ia mendekati Sungmin. 90 persen dari misi sudah terpenuhi.
"Boleh aku memegangnya?"
"Eh?" rona merah menyembul di pipi chubbynya.
"Aku hanya ingin buktikan. Boleh ya?" Sungmin mengangguk kecil. Agaknya ia merasa sedikit grogi ketika Kyuhyun menatapnya intens. Diulurkannya tangannya, memberikan pada Kyuhyun untuk disentuh olehnya. Sekedar membuktikan bahwa dirinya bisa di pegang walau bukan dalam waktu yang lama.
Nyehaha~ 99 persen telah terpenuhi. Dengan senyum laknat Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin perlahan.
"Wah, ternyata bisa disentuh ya..." Hanya menyentuhnya sedikit, sebelum senyumnya berubah menjadi seringaian setan dan menggenggam pergelangan tangan Sungmin. Membuat Sungmin kaget dan mendongak menatap Kyuhyun yang masih menyeringai menatapnya.
"...tapi pasti juga bisa dipegang dan..." seringaiannya makin lebar ketika Sungmin menatapnya masam.
"...DILEMPAR!"
Bruakk
Bravo! Mission has totaly completed! Inner setan Kyuhyun keluar sambil menarikan tarian pisang, ah tarian kemenangan atas jerih payahnya barusan. Buru-buru Kyuhyun naik ke atas ranjang, berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tak mau ambil pusing lagi rintihan Sungmin yang mengaduh kesakitan. Bahkan ia tak mau tahu bagaimana wujud hantu naas itu sekarang. Malang sekali kamu Sungmin.
"Hiks, Kyunnie jahat! Kenapa Minnie dilempar? Sakit tahu!" tak digubris sama sekali. Bahkan Kyuhyun sudah terlelap dalam dunia mimpinya yang penuh dengan cuplikan film porno. Dasar setan mesum jahat! Lihat, Sungmin yang sudah kembali ke wujud aslinya saja masih merintih mengelus tulang pantatnya yang serasa remuk.
"Kyuhyun tega! HUAA... UMMAAAA... MINNIE MAU PULANG..."
Oh, bahkan entah sejak kapan Kyuhyun sudah menyumpal telinganya dengan kulit pisang. Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang untuk Sungmin.
.
.
.
Huah, pagi hari segar bukan? Sungguh tenang dan tentram ketika wangi tetes embun menyapa hangat penciuman mu. Sungguh segar dan tentram. Pagi yang indah untuk memulai hari. Tentu saja indah kalau kalian menikmatinya. Tapi akan beda halnya jika kalian lihat namja yang tengah berjalan gusar keluar dari rumahnya itu, pasti pagi tersegar dan tertentram sekalipun bisa menjadi bencana untuknya.
"Umma aku pergi!"
Blam
Pagar rumah mewah itu terbanting dengan indahnya. Kyuhyun dengan langkah kesal keluar menggunakan pakaian kasual. Man! Kau tahu sudah jam berapa sekarang? Yang jelas ia akan terlambat jika dalam kurun waktu 10 menit tak juga sampai di sekolahnya. Dan bisa kita pastikan bersama kalau seorang atau mungkin sehantu yang membuat Kyuhyun menderita hal ini adalah Sungmin. Sosok hantu yang masih setia melayang mengikutinya. Dan kalian pasti tahu kalau Kyuhyun benci hal itu.
"Bisakah kau berhenti mengikuti ku?" Kyuhyun berbalik garang. Matanya merah dan nafasnya tersengal-sengal, tanda emosi sedang merasuki tubuhnya. Ah, andai hidupnya bisa tenang sekali saja. Lihat saja hantu itu! Alih-alih pergi dari hadapannya, Sungmin malah terdiam di tempat dengan mata berkaca-kaca. Oh, bisa Kyuhyun tebak sebentar lagi hantu itu akan melancarkan aksinya. Ckck, dasar The Ghost of Tears!
"Hiks hiks.. Minnie kan takut sendirian di rumah. Nanti kalau Minnie kenapa-kenapa bagaimana? Hiks.." See? Tebakan Kyuhyun selalu benar! Diremas Kyuhyun rambutnya frustasi.
"Terserah apa katamu!" Well, mengurusi hantu ini sekarang tidak ada gunanya. Lebih baik ia bergegas pergi ke kampus sebelum Pak Ujang, satpam gendut berkepala botak dan bertampang angker penjaga pintu neraka kampusnya menyuruhnya untuk pulang.
.
.
"Kyu~" Sungmin berbisik pelan, matanya menatap takut keadaan sekelilingnya. Sedang Kyuhyun hanya berjalan dengan cool seperti biasa, bersikap acuh akan setiap pasang mata yang menatapnya kagum di sepanjang koridor sekolah. Kelasnya sudah selesai untuk hari ini dan sekarang saatnya menemui 3 bocah yang lebih tua darinya di taman belakang kampus.
"Kyunnie!"
"..." masih belum mendapat jawaban, Sungmin menggerutu kesal. Dengan tampang cemberut ia mendekati kuping Kyuhyun yang masih berjalan dengan tenangnya.
"Aish.. YA! KYUHYUNNIE!"
"Aish.. Kau bisa diam tidak?" memegangi kupingnya dan berbisik perlahan, Kyuhyun tak mau image coolnya runtuh begitu saja. Bisa-bisa gelar Playboy Cap Ayam Jago Kukuruyuk yang sudah ia peroleh dengan susah payah menghilang begitu saja. Dan semua hanya karena hantu bantet di sampingnya. Cukup sudah ia hampir terlambat masuk kelas hari ini, dan hantu ini tak ada hentinya sedikit pun mengikuti langkahnya sejak tadi. Membuatnya makin jengah saja!
"Kyunnie, Minnie lapar~" menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik menatap Sungmin kesal. Tak menghiraukan pandangan sekeliling yang menatapnya heran. Masa bodoh dengan gelar beserta kawan-kawannya! Kesabarannya sudah lewat batas. Baru saja ia akan menyembur Sungmin ketika...
Kruyuuk~
"Aku lapar Kyu~" Ow.. Lihatlah bagaimana pose Sungmin yang menatap perutnya sendiri dengan tampang memelas. Bagaimana bisa Kyuhyun tidak kasihan dengan hantu imut ini?
"Kau ini benar-benar ya!" Sungmin menunduk ketika Kyuhyun membentak, tak peduli orang-orang sudah menatap aneh dirinya yang gusar sendiri. Apa Playboy itu sudah gila? Itu tidak penting! Lihat betapa kasihannya Sungmin yang kini memegangi perutnya memelas, airmata sudah menggenang di kedua pelupuk matanya. Umma, apa dia harus menderita begini?
"Aku kan belum makan dari semalam Kyu, hiks.. Hantu kan... Hantu kan juga butuh tenaga. Lapar Kyu~ huaa..." finish! Kyuhyun lagi-lagi harus menerima kekalahan dengan lapang hati. Ia akui pernyataan Sungmin benar adanya. Hantu itu memang belum makan apa-apa sejak semalam, terlebih bukankah ia menyuruh Sungmin untuk berubah wujud tadi malam? Apa dirinya sudah keterlaluan? Ya adalah jawabannya kalau Kyuhyun tidak egois.
"Grrr... Dasar hantu gila! Ikuti aku!"
Pada akhirnya Kyuhyun melangkah ke kantin. Huh, baru kali ini ia mau mengalah oleh rengekan seseorang. Pacar-pacarnya saja langsung ia putuskan jika sudah merengek. Sekarang? Ia malah kalah dengan namja? Hantu pula! Ah, Kyuhyun tahu ini masihlah awal dari permulaan.
"Kau mau makan apa?" tanyanya pelan ketika mereka sampai di kantin yang terbilang sepi sambil mengambil sepotong ayam goreng dari baki yang tersedia. Bicara soal ayam, wajah adiknya yang chiken holic itu langsung terbayang di otaknya, membuat Kyuhyun sempat mendengus geli sesaat.
"Kenapa tertawa Kyu?" sadar akan tindakan konyolnya, Kyuhyun kembali memasang tampang coolnya sambil menyodorkan sepotong ayam goreng ke arah Sungmin.
"Itu apa?"
"Kau tak tahu ini apa? Ini ayam, bodoh!"
"Ayam? Bukankah itu hewan?" Sungmin bertanya dengan wajah polosnya, membuat Kyuhyun lagi-lagi menahan tangannya untuk tidak melayang. Dasar hantu bodoh!
"Bukan! Ini bukan ayam!"
"Jadi itu apa?"
"Ini adikku!"
"Eh?"
Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi sebelum menyodorkan ayam itu kembali pada Sungmin.
"Sudah makan saja! Katanya kau lapar, kenapa tingkahnya banyak sekali." Sungmin diam, tak berniat sama sekali untuk menyentuh ayam Kyuhyun. Matanya menatap ayam itu dengan takut sambil sesekali memasang tampang memelas. Kyuhyun mengintip, Sungmin yang tak kunjung mengambil ayamnya membuatnya penasaran dan mendengus kesal di saat bersamaan.
"Kenapa tidak mengambilnya?"
"Er.. Aku tidak bisa makan itu Kyu. Aku hanya memakan buah-buahan dan makanan manis," Kyuhyun mengerutkan alisnya.
"Aku baru tahu untuk makan saja para hantu harus serepot itu." masih dengan setengah hati Kyuhyun mengembalikan ayam goreng pada tempatnya dan mengambil beberapa coklat dan permen. Ah, andai Onew bersamanya sekarang ia yakin kalau ayam di kantin ini habis dalam sekejap.
"Kenapa kau makan yang beginian? Bukankah lebih enak daging?" Kyuhyun menyodorkan coklat dan permen pada Sungmin.
"Tentu saja karena aku manis."
Ngik? Dengan mulut ternganga lebar Kyuhyun menatap Sungmin yang meraup semua makanan manis itu ke dalam tangannya. Kyuhyun hanya menggeleng kepala sejenak sebelum ia membayar belanjaannya. Hantu gila ini sanggup membuatnya menjadi ikutan gila.
.
.
.
"Kenapa lama sekali datangnya? Yeoja lagi eoh?" Yesung tersenyum remeh menatap Kyuhyun yang mendekat canggung. Berdiri kaku dan duduk di rumput dengan gelisah, menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya yang pasti akan menuai keterkejutan dari hyung-hyungnya.
Kalian pasti tahu kan? Tentu saja perihal mengenai Sungmin. Mana Kyuhyun mau para hyungnya itu terkejut oleh permen dan coklat yang melayang di tangan Sungmin. Alasan apa lagi yang mau Kyuhyun buat nanti?
"Kenapa gelisah Kyu?" Wookie mulai mencurigai gelagatnya.
Gleg
Kyuhyun seketika menegakkan punggungnya. Suara Wookie yang terdengar mengintimidasi membuat bulu kuduknya berdiri seketika. Sementara Sungmin masih asik berkutat dengan segala macam makanan manis di balik punggungnya.
"Tidak ada apa-apa hyung. Sungguh!" Wookie menaikkan alisnya sebelah. Tidak percaya, begitulah singkatnya.
"Jangan berbohong Kyu. Tuhan akan memotong mulutmu jika kau terus-terusan berbohong."
Tamatlah sudah! Berkat Siwon, Kyuhyun tak sanggup lagi jika harus berkelit lebih dari ini. Ah, rasanya jika memberitahukan hal ini pada hyung-hyungnya ini tak masalah juga. semoga kali ni mereka mau mengerti Kyuhyun dan membantunya keluar dari masalah.
"Hyung, kalian percaya hantu?"
"Mwo?" ketiganya menatap Kyuhyun tak percaya. Bahkan Sungmin yang asik dengan coklat dan permen-permennya membeku seketika. Menyadari arah pembicaraan pemuda itu membuatnya kaget setengah mati. Menatap punggung Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Apa namja itu akan memberi tahukan keberadaannya? Andwae! Sungmin takut manusia. Pegangannya pada coklat dan permen mengendur seketika. Isak tangis mulai keluar dari bibirnya.
"Hiks.. Jangan katakan keberadaan Minnie, Kyu~ Minnie takut manusia.."
Srakk
"Suara apa itu?" Wookie mengintip ke balik punggung Kyuhyun. Aneh, tidak ada apa-apa selain beberapa bungkus makanan manis yang berserakan. Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan hantu yang baru saja Kyuhyun bicarakan?
"Jangan! Jangan bilang kalau kau diikuti oleh hantu, Kyu!" Wookie mulai beranjak mendekati Yesung ketika Kyuhyun mengangguk, memancing tangis Sungmin makin keras.
"Aish, Min bisa diam sebentar?" membentak ke belakang punggungnya. Membuat tiga orang lain mulai bergidik ngeri menatap kelakuan aneh Kyuhyun. Membuat Sungmin bungkam sedikit demi sedikit walau isak tangis belum berhenti sepenuhnya.
"Ini yang mau kukatakan, hyung. Kemarin aku berurusan dengan hantu merepotkan, hyung. dan sekarang ia terus merengek pada ku minta dipulangkan," menatap memelas hyungnya yang terperangah kaget mendengar celotehnya. Sungguh, sampai sekarang pun Kyuhyun masih ragu dengan yang namanya hantu.
"Kau bercanda, Kyu?"
"Tidak hyung! Mana mungkin aku memasang tampang seserius ini kalau aku tidak serius!" ketiga hyungnya terdiam, kehabisan kata-kata atas pengakuan Kyuhyun barusan. Muka mesum begitu tidak pantas dibilang serius.
"Ah, jangan bercanda! Mana ada hantu di dunia!" Siwon menggeser letak duduknya sambil membenarkan novel yang ia baca.
"Tidak hyung! Ini nyata! Mana mungkin aku berbohong pada kalian. Aku kan tidak pernah membohongi kali—" Kyuhyun menghentikan perkataannya mendadak saat ketiga hyungnya menatap horor ke arahnya. Menyengir pelan sambil melambaikan kecil tangannya.
"Aku hanya bercanda, hehe.. Setidaknya kali ini percaya pada ku, hyung!" Kyuhyun memelas menatap ketiga hyungnya.
Yesung menghela nafas sejenak, mengelus kepala Wookie yang berada dalam dekapannya. Ah, namjachingunya ini memang langsung kembut jika mendengar perihal tentang hantu.
"Setidaknya beri kami satu bukti Kyu," Kyuhyun menepuk jidatnya. Kenapa tidak dari tadi perkataan Yesung itu terpikirkan olehnya. Ditolehkan kepalanya ke belakang, dimana Sungmin menatapnya takut sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayolah Min! Mereka tidak akan berbuat jahat pada mu,"
"Tidak mau! Minnie takut manusia, Kyu~" menggeram kesal sambil terus membujuk Sungmin yang merengek. Menghiraukan tatapan cemas dan bingung dari para hyungnya. Sementara Wookie makin memegang erat jaket Yesung dalam pelukannya. Umma... Wookie takut hantu~
"Min, ayolah! Perlihatkan wujudmu dalam bentuk bayangan saja. Bukankah itu tidak banyak menguras tenaga mu?"
"Tetap tidak Kyu! Manusia itu pasti akan memburuku jika aku memperlihatkan diri,"
"Lalu apa aku memburu mu?"
"Kau yang membuatku terdampar di dunia, tidak ada alasan untukmu memburuku!"
"Min ayolah... Mereka bisa membantumu pulang!" Sungmin terdiam, menatap Kyuhyun memelas dan penuh harap.
"Benarkah?" bisakah ia mempercayai ucapan namja itu? Sudah cukup kejadian tadi malam membuat Sungmin meragukan kata-kata Kyuhyun.
"Kali ini aku tidak berbohong." memikirkan perkataan Kyuhyun sesaat sebelum mengangguk penuh pasrah.
"Baiklah," dengan enggan Sungmin mulai memejamkan matanya. Berkonsentrasi untuk membuat bayangannya bisa terlihat oleh 3 orang yang menatap ke arahnya dan Kyuhyun dengan penasaran. Ah, wajah-wajah itu... Bisakah Sungmin mempercayainya? Seberkas sinar putih mulai membungkus tubuhnya perlahan, membuat Wookie yang menyaksikan hal tersebut menyembunyikan kepalanya dalam dada bidang Yesung. "Hyung, takut~" ucapnya bergetar.
Sring
Hilang semua cahaya yang tadi melingkupi tubuhnya. Tinggallah kini hantu Sungmin yang terlihat tembus pandang. Masih sama seperti wujud yang Kyuhyun lihat seperti biasa, hanya saja sekarang Sungmin juga bisa dilihat oleh hyung-hyungnya yang sedang menganga lebar itu.
"Baby, buka matamu. Hantunya tidak seseram yang kau bayangkan," Yesung mengguncang bahu Wookie perlahan. Membuat namja mungil itu mengangkat kepalanya perlahan dan membuka matanya sedikit demi sedikit. Mengintip dengan sebelah mata ke arah Sungmin sebelum kedua mata itu membuka lebar seperti bakso mi ayam spesial(?).
"Kyuhyunnie!" suara Wookie yang terdengar horor membuat Kyuhyun menelan ludahnya sejenak. Ayolah! Semburan macam apalagi yang akan ditrimanya dari hyungnya yang paling cerewet ini? Sungmin saja sampai bergetar ketakutan ketika melihat Wookie mulai mendekat ke arahnya. Apa ia akan berakhir sampai di sini?
"Cho Kyuhyun! Kenapa?"
"K-kenapa apanya hyung?"
"Kenapa tidak memberitahu kami dari awal kalau ada hantu seimut ini? Kyaaa~ Keyopta~" Wookie memekik girang, merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Sungmin. Tapi tentu saja kalian tahu apa yang terjadi.
Syuwww
"Eh? Tidak bisa dipeluk?" Wookie menatap tangannya dan tubuh Sungmin bergantian. Wajah itu menatap Wookie dengan tatapan polosnya. Ah.. membuat Wookie makin gemas dibuatnya.
"Tidak bisa dipegang hyung. Dia masih dalam wujud bayangan,"
"Benarkah?" menatap Sungmin yang masih menatapnya polos, kadang raut ketakutan dapat Wookie tangkap dari pancaran matanya. Sejenak Wookie tersenyum, manatap langsung mata Sungmin dengan lembut. Pancaran mata bersahabat yang mencoba meyakinkan.
"Panggil aku Wookie ne. Boleh aku tahu siapa namamu?"
"Eh?" Sungmin menatap Wookie salah tingkah. Aura bersahabat yang Wookie pancarkan tentu tak bisa Sungmin tolak begitu saja. Perlahan senyumnya merekah, menampilkan dua gigi kelinci putihnya yang begitu menawan. Neomu yepeo~
"Aku Lee Sungmin. Tapi bisa dipanggil Minnie,"
"Wah wah Kyu. Sepertinya kau banyak kemajuan ya," menoleh ke arah Siwon yang tersenyum menatap Sungmin.
"Bahkan yang ini jauh lebih manis dari yeoja-yeoja yang selama ini kau bawa, Kyu." Kyuhyun mendecih menatap Siwon. Apa hebatnya hantu cengeng yang bisanya cuma merengek manja ini? Kyuhyun saja hampir mati karena perkataan Siwon barusan.
"Tidak penting hyung! Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah bantu aku untuk memulangkan Sungmin kembali ke alamnya,"
"Mwo?"
.
.
Tubikondangan(?)
.
Yihaa~ *goyang gayung* Apa kabar Readerdeul? *teriak pake selang(?)* eike rindu yei yei pada, umuuacchhh :* *readers mati di tempat*
Hahaha, mian lama banget apdetnya yak. Sedikit curcol boleh kan? Boleh dong ya *colek2 readers#plak
Sebenernya kmaren ini chap uda setengah jadi, cuma gara-gara sikap kepatriotismean(?) si author, ga sengaja filenya terdelete, pas mau ngerestore ulang dengan bodohnya malah tombol delete yang tertekan dan yang paling bodohnya lagi author ngenter semuanya. Gatau entah kerasukan apa saya *gigitin kutang umin* Dan pas saya ketik ulang dengan ingatan pas2an, dengan yang paling totol sayan klik no pas exit, jadilah semuanya lenyap gitu aja :"( *pinjem popok Shindong buat ngelap air mata* Akhirnya setelah sempat putus asa, semangat saya bangkit pas baca fic OnKey NC dari temen saya. Behahahahaahah XD *ketawa laknat*
Jadi mian kalo ceritanya di chap ini rada gimana gitu ya readerdeul. Mian juga buat ketelatannya. Ah, makasih buat yang uda doain author ujian kemarin. Doa kalian nyelamatin author~ *kecupbecek*
Makasih yang uda mau nungguin OMG, yang uda riview kemarin *ga nyangka saya banyak yang respon*
Makasi juga buat Silent Reader yang diam-diam nungguin cerita saya. Saya cinta kalian semua *nabur paku payung*
Ok, tolong bangkitkan semangat author ya. Yak dibantu yak dibantu.. #plak
Riview PLEASEEEE XD
