~ Journey ~
"DDDRRRT…"
"DDDDRRRT…"
"5 menit lagi…" aku sedang ingin bangun agak siang jadi aku matikan alarm itu, lagipula, kemarin, halah… Bodoh! Misaki Takahashi, 21 tahun, menjalani hidup yang… er… bagaimana harus mengatakannya… ya seperti itulah…
"Misaki…" seseorang memanggilku, bukan, bukan seseorang, tapi Usami Akihiko, seorang novelis terkenal dari negeri jauh, hihi, lucu sekali mendengernya.
"Sebentar… Usagi-san…" keluhku, sambil memeluk Suzuki-san yang masih ada di atas kasur, bersamaku.
"Ayo, kita akan berangkat… Misaki…" kata Usagi-san yang terus berdiri di samping kasur, menungguku bangun dari tempat tidur.
"Sebentar… Sebentar.. Usagi-san…" keluhku lagi yang tidak terlalu terdengar jelas.
"Misaki…" kata Usagi-san lagi, berusaha membangunkanku lagi.
"Hmm…?" tanyaku, apa sih yang sebenarnya dia inginkan, aku itu su… "HUAAAAAAAAAA!" Usagi-san menggendongku emmm… Bridal style.
"Kalau tidak begini, kau tidak akan bangun…" katanya santai.
"HADUH! KAU ITU MAU APA SIK? LEPASKAN! USAGI-SAN!" teriakku yang langsung berusaha turun, tapi… percuma, tidak bisa.
"Kan sudah kubilang kemarin, kita akan pergi, dan pesawatnya lepas landas jam 8… Jadi, sekarang kita cuma punya waktu 1 setengah jam… Kau mengerti?" jelasnya dengan tidak sejelas – jelasnya.
"HADUH! Jangan melantur begitu dong, turunkan aku Usagi-san! Aku harus pergi ke kampus!" Usagi-san seakan tidak mendengarkan keluhanku dan terus menggendongku [bukan bridal style lagi, karena terus meronta, jadi hanya digendong biasa]
"Sudah… Nanti aku yang mengurusnya… Sekarang mau tidak mau kita akan pergi…" kata Usagi-san dengan santai.
"TIDAAAAAAKKK! Aku tidak mau!" aku terus meronta tapi aku tidak bisa turun. "Ayolah… Usagi-san… Lepaskan… Ini tidak serius kan?" tanyaku yang mulai pasrah dan Usagi-san terus berjalan mengambil jasnya yang tergantung di sofa ruang tamu dan berjalan keluar apartemennya mengunci apartemennya dan berjalan ke lift. "USAGI-SAAAN! LEPASKAN! Aku masih memakai piyama!"
"Kau lebih lucu bila hanya memakai piyama, tak usah khawatir Misaki… dan… makannya nanti saja ya di bandara…" katanya sangat sangat santai dan masuk ke lift.
"Usagi-san… JANGAN BERCANDAAA!" berusaha turun, tapi, tetap saja, tidak bisa.
"Sudahlah…" kata Usagi-san dan kami sudah sampai di depan mobil, dan tentu saja, semua orang [termasuk tetanggaku] melihatnya. Usagi-san membawaku masuk ke mobil.
"USAGI-SAN! BAKAAAAAAAA!" teriakkanku di dalam mobil. "SESEORANG! TOLONG AKUUUU!" tapi sudah terlamabat. Nii-chan… Andai kita tinggal [masih] bersama, pasti… tidak akan bertemu orang ini…
0o0
"…saki…"
"Misaki…".
"Misaki…" seseorang memanggil, tapi siapa?
"Hmm…?" tanyaku, yang tersadar dari tidurku.
"Misaki… Bangun, jangan tidur terus di pesawat, atau kau mabuk?" tanya seseorang, bukan, tapi, Usagi-san.
"Hmm…? Tidak…" aku hanya kesal, ingin berkata seperti itu, tapi, grrrr… Usagi-san!
"Kau yakin?" katanya sambil meminum secangkir kopi yang aromanya bisa kucium dengan jelas.
"Sudahlah…" kataku bangun dan duduk tegak. "Apa kurang? First class suite sudah kau berikan! Apa masih kurang menurutmu?" aku tidak dapat menahan kekesalan yang sudah mulai tumpah.
"Tidak bagimu, juga tidak bagiku…" katanya santai sambil menonton sesuatu yang tidak dapat kulihat. "Misaki…" Panggilnya pelan.
"Hmm…?" Kembali merebahkan diri.
"Apa kau tidak suka?"
"Tidak suka apa?"
"Ya, tidak suka kalau aku mengajakmu pergi…"
"Ya, sangat tidak suka! Tidak suka! Tidak suka!"
"Tapi aku suka…" Usagi-san membelai rambutku. "Jadi…" katanya tiba – tiba.
"Jadi?" tanyaku yang berbalik ke arahnya.
"Walaupun kau berkata tidak suka, tapi aku menyukainya, jadi kau harus suka…" katanya menyeringai.
"Ti-" sebelum aku berkata apa – apa, Usagi-san menciumku, "MMmph… Henti… Mmmph… Usa-" aku berusaha melepaskan ciuman si Pervert Usagi-san, baka baka baka!
"Misaki…" kata Usagi-san pelan melepas ciumannya dari bibirku. "Aku suka…" menciumku lagi, ah! Bodoh! Bodoh! Aku tidak bisa melepas ciumannya.
"Tidak! Jangan di sini!" rontaku yang hampir berbisik.
"Kenapa?" tanya Usagi-san yang mulai mencium leherku.
"Tidak! Hentikan…" Usagi-san melepas kancing piyamaku. Tidak sadar, dengan cepat semuanya sudah dilepas. "Hentikan!" perintahku lagi tapi tetap saja Usagi-san tidak mendengar. SHIT! Tidak bisa! Tidak bisa! Aku ini? Sebenarnya tidak bisa atau tidak mau…
"Misaki…" bisik Usagi-san saat dia mulai memegang tubuhku dan menciuminya, "Makanya ayo kita buat 'bulan madu' kita semakin romantis."
"NANIII? BAKA USAGI-SAN!"
0o0
"For the Passengers, We almost arrive at Paris, France. So, please tight up your sit belts and hold your sit positions to normal. Thank you for flying with us."
"Mmm? Ada apa sih, Usagi-san?" tanyaku yang sudah bangun sedari tadi, karna, ya dia…
"Kita sudah mau sampai, Dasar kau ini! Belum mengerti bahasa Inggris dengan baik! Belajar…" kata Usagi-san sambil mengelus kasar kepalaku. Aku jadi malu.
"Ya! Ya! Baiklah…" kataku malas, bercampur malu dan marah karena dia lagi – lagi mengejekku. Memang sih itu bukan ejekan, tapi, aku menganggapnya ejekan. "Oiya, Usagi-san!"
"Hmm?"
"Di… Entah di mana ini, sekarang jam berapa?"
"Hmmm… Jam 6 pagi waktu Paris…"
"Oh…" berarti sehabis turun langsung jalan – jalan, eh, "Di Paris? Grrrr…. Apa yang kau rencanakan, Usagi-san?"
"Tentu saja… Jalan bersamamu. Mencari pengalaman baru BERSAMAmu." katanya lagi tenang, dia gila.
Apa yang dia pikirkan ,sih? Memangnya kita ini apa ,sih? Tunggu. Apa? Kita ini… seperti… HUAAAAAAAAAAAAAA! Usagi-san gila. Aku tak percaya aku memikirkan hal – hal semacam ini. Aku makin merunduk. Aku malu. Kenapa aku jadi begini ,sih?
"Ada apa, Misaki? Mukamu merah begitu… lucu," kata Usagi-san yang aku tak tahu bagaimana ekspresinya karna aku tak mau melihatnya, lalu dia mengelus pelan dahiku, "Tidak panas… Atau, hihi… Kau sudah tak sabar ya BERSAMA denganku…"
"Apa ,sih? Panas tahu di dalam pesawat ini!" aku mencoba membela diriku. Sudahlah… Aku lelah dengan kata-katanya yang menusuk itu. Apalagi dengan kata BERSAMA itu… Maksudnya apa ,sih?
Chap 2 update huahahahaha
Maaf, sempet WB, dan ada UAS, jadi telat,
Chap depan akan ada di Paris… Sebenernya ini pengalamannya author
Keep Reading, reader… Gbu
