"Mingyu-ah, Jisoo kenapa?"

"Eomma?"

00oo00

"Bawalah Jisoo ke kamarnya dulu, setelah itu kita bicara," Ucap Ayah Jisoo yang ada di belakang Eomma Mingyu. Mingyu mengangguk sekilas sebelum berjalan ke kamar Jisoo, membaringkan pemuda itu di ranjang bernuansa baby bluenya, menyelimutinya sebatas dada dan menyempatkan menatap wajah damai pemuda manis itu sebelum mengecup dahinya perlahan sambil menggumamkan kata 'Selamat tidur hyung'.

Mingyu keluar dari kamar Jisoo dan langsung menemui Ibunya dan Ayah Jisoo yang berada di dapur.

"Duduklah, nak" Ibu Mingyu menyuruh anaknya itu untuk duduk di sebelahnya berhadapan dengan Ayah Jisoo yang tengah menyeruput kopi hitamnya.

"Kalian dari mana saja semalam?" Tanya Ayah Jisoo sambil meletakan cangkir kopinya, mata teduhnya menatap tajam Mingyu, membuat pemuda itu merasa sedikit terintimidasi namun dengan mengumpulkan sejenak keberaniannya Mingyu balik menatap Ayah Jisoo.

"Jisoo hyung tadi malam pergi ke Sungai Han, lalu aku menyusulnya ke sana," Jawab Mingyu.

"Kenapa tidak langsung pulang, apa yang kalian lakukan di sana?" Tanya Ayah Jisoo lagi.

"Jisoo hyung tidak mau pulang. Dia butuh waktu untuk sendirian tadi malam," Mingy mengamati perubahan raut wajah Ayah Jisoo, dia bisa melihat ekpresi cemas yang terukir di sana.

"Ada apa dengan Jisoo,"

"Dia, Jisoo Hyung, seperti yang kita tahu bahwa Jisoo hyung bukanlah seseorang yang mudah mengekspresikan perasaan buruknya, ia sulit untuk marah, dia bahkan jarang menangis saat sedih ataupun putus asa, itulah yang membuat perasaanya yang terbendung terkadang butuh untuk di keluarkan, ia butuh pelampiasaan, ia butuh tempat bersandar, tapi selama ini ia tidak mendapatkannya, ia tidak tahu kepada siapa ia bisa bersandar, dia tidak berani mengungkapkannya, hingga tadi malam mungkin adalah puncak dari segala resah di hatinya, saat Jisoo hyung melihat Ayah Hong dengan seorang wanita, ia kalut dan tanpa berpikir apapun berlari ke Sungai Han bahkan dia tidak memakai baju hangat ataupun sekadar sandal," Mingyu menatap lelaki paruh baya yang sebentar lagi akan memasuki usia 50 tahun itu, tersirat rasa penyesalan di wajah yang masih tampan itu.

Hening, keheningan melanda dapur keluarga Hong.

"Dan aku kira wanita itu adalah Eomma," Lanjut Mingyu, mengalihkan atensinya pada Ibunya dan mendapati perempuan yang ia sayangi itu membulatkan matanya dengan wajah tidak percaya.

"Ya, benar, sebenarnya itulah yang ingin kami sampaikan padamu dan Jisoo, bahwa kami, aku dan Ibumu akan menikah,"

JDERR!

Seakan ada petir yang menyambarnya Mingyu terdiam kaku, Ok, dia tahu bahwa dia cepat atau lambat akan mendengar hal ini, tapi TAPI KENAPA HARUS SEKARANG?

"Aku," Mingyu terdiam sejenak, " Aku tahu, aku bukan siapa-siapa untuk Jisoo hyung, aku juga tidak punya hak apapun untuk melarang kalian Ayah Hong, Eomma. Aku juga dan Jisoo –aku yakin- ingin kebahagian kalian, tapi, aku berbicara di sini bukan sebagai seorang anak, tapi aku berbicara sebagai orang yang mencintai seorang Hong Jisoo, orang yang ingin kebahagiaanya, aku ingin kalian, terutama Ayah Hong, untuk sekali ini saja, ku mohon, dengarkan keinginan Jisoo hyung, dia sedari kecil tak pernah meminta apapun, selalu menuruti keinginan orang tuanya, keinginan orang yang disayanginya jadi kumohon, biarkan ia bahagia sekali ini, kami saling mencintai, walau aku tak pernah mendengarnya langsung dari Jisoo hyung, bahwa ia mencintaiku," Mingyu menghela nafas sejenak dengan sebeuah senyum tipis yang terukir, "Jisoo hyung tidak akan sefrustasi ini jika dia tidak mencintaiku, aku tidak akan membiarkan kebahagiannya terenggut, aku tanpa atau dengan ijin kalian akan menikahi Jisoo Hyung, aku bahkan rela menukar kebahagian dan nyawaku hanya untuknya,"

00oo00

Suara denting lonceng di sebuah gereja katedral tua berdenting, terlihat banyak burung merpati putih yang berkumpulan di halaman gereja kecil itu, seakan ikut bahagia dengan pernikahan dua insan Tuhan yang menyatukan janji suci mereka.

Satu langkah diambil oleh sosok mempelai yang berjalan dengan gaun putih dengan ekor panjangnya, senyumnya mengalihkan semua orang yang ada di dalam gereja itu, memanah hati seseorang yang menunggunya di depan altar, menunggunya untuk mengucapkan janji suci di hadapan orang-orang yang mereka cintai juga Tuhan.

Satu langkah lagi telah menghapus jarak diantara mereka, kelopak bunga yang digenggam kedua tangan lentik itu mulai berjatuhan seakan ikut mengiringi langkahnya untuk menyongsong masa depan.

Tep.

Dan satu langkah terakhir hingga sosok itu sampai di hadapan Sang mempelai pria, membawa senyuman sang mempelai pria semakin lebar. Saat tangan keduanya telah bertaut, mereka berbalik, menghadap Sang Pastor yang akan membimbing mereka mengucapkan janji suci terhadap Tuhan.

00oo00

"Aku," Jisoo seakan tak bisa berkata apapun lagi saat melihat kedua mempelai yang tengah berdiri berdampingan di sebuah cermin, matanya berkaca-kaca, sungguh ia tak percaya Ayahnya akan melakukan hal ini padanya dan Mingyu.

"Kau masih tidak percaya dengan hal ini? Mulai sekarang kau harus mempercayainya, karena aku benar-benar sudah memperjuangkanmu, dan inilah yang kita dapatkan," Ucap Mingyu sambil mengelus pundak Jisoo dan menghapus air mata yang ada di ujung kedua mata indah 'Istri'nya.

Hah?

Ya kedua mempelai itu adalah Mingyu dan Jisoo, Mingyu yang tampak tampan dan gagah dalam balutan tuxedo hitamnya, juga Jisoo yang terlihat manis dan cantik dalam balutan gaun pengantin putihnya, rambutnya yang berwarna brown honey terlihat berkilauan dan kontras dengan gaun yang ia pakai, tidak lupa juga sebuah mahkota bunga yang bertenggger di atas kepalanya, mempercantik penampilannya.

Hey Jisoo tetaplah Jisoo, seorang pemuda manis, ia memakai gaun di pernikahannya karena paksaaan sang Ibu.

"Aku benar-benar tidak menyangka, Ayah dan Eomma melakukan ini untuk kita, " Bisik Jisoo dengan senyum yang merekah di bibir tipisnya membuat Mingyu tidak tahan untuk memanggut bibir manis itu.

TBC

Haloha, maaf lama, sebenernya ini tuh mau one shoot tapi jadinya 3shoot dan besok ending sekaligus Flashback, ada yang kena troll, btw ane nulis ini sambil senyum2 mikirin prank ini bakal bikin reader gimana hahahaha, ini pendek emang, BTW makasih buat yang udah sempetin review dan baca ff ini, fav dan foll juga LOVE U! jan lupa untuk Review lagi Love U :D