The Dream

Maaf jika ini sangat membosankan .

Cast:

Park Chanyeol, Byun BaekHyun, and others member EXO..

Summary: apakah kalian percaya dengan mimpi? Mungkin sebagian orang hanya menganggap itu bunga tidur. Tapi, bagaimana jika itu menyangkut dengan jodoh masa depan kalian? Apakah kalian percaya itu benar? Jika tidak, apakah ChanYeol entah begitu bodoh, sampai mempercayai mimpi tentang siapa istri- ralat, maksudku suaminya nanti. Ia percaya dengan mimpi yang beberapa kali hinggap kealam bawah sadarnya, menampilkan bagaimana ia yang telah memiliki keluarga dengan sesosok namja mungil. Dan ternayata, namja itu adalah seorang ketua dari club Hapkido di sekolahnya.

.

.

.

.

Baekhyun terlihat memasuki kelasnya bersama JongDae setelah berpisah dengan KyungSoo karena kelas mereka berbeda. Dan mulai sibuk dengan pekerjaannya hingga tak menyadari seseorang tengah memperhatikannya sejak tadi dari luar kelas. Baekhyun tertawa saat jongdae membicarakan hal lucu, hingga membuat orang yang menguntitnya ikut tersenyum kecil. Lelah dengan kegiatan menguntit baekhyun, Chanyeol kembali kekelasnya untuk beristirahat. Ia makin terlihat seperti orang gila saat tersenyum atau tertawa sendiri. Ia mulai berpikir, merencanakan sesuatu untuk bisa dekat dengan baekhyun.

"apa aku jatuh cinta?" ujarnya pada dirinya sendiri.

.

.

.

Kringggggggg

Bunyi bel panjang menandakan jam terakhir telah selesai, suara ricuh siswa pun terdengar saat guru keluar dari kelas mereka.

"baek" tepukan kecil diberikan luhan di bahu baekhyun, baekhyun bergumam kecil untuk menanggapinya.

"ada yang ingin bertemu dengan mu" bisik luhan sedikit heboh. Baekhyun menoleh kearahnya, mengangkat sebelah alis menandakan ia tengah kebingungan.

"dia menunggumu di taman belakang, cepatlah" desak Luhan.

"baiklah, baiklah" respon baekhyun malas. Ia tahu Luhan akan sangat berisik jika ada hal-hal seperti ini.

Chanyeol sedikit keheranan saat kooridor menuju kekelasnya banyak terdengar bisikan-bisikan aneh dan menyebut-nyebut nama Baekhyun. ia tak ingin ambil pusing namun percakapan beberapa sisiwi itu menarik perhatiannnya

"sepertinya Baekhyun oppa akan mengakhiri kesendiriannya" ujar salah satu dari mereka

"tapi banyak ku dengar desas desus sebelumnya, bahwa Taeyeon itu psikopat. Bagaimanapun, dia cukup lama terobsesi pada Baekhyun. bisa-bisa dia jadi bahan percobaan baekhyun" canda yang lain, setelahnya mereka tertawa.

Chanyeol bergegas pergi mengambil tasnya dan pergi mencari Baekhyun.

Setibanya di halaman belakang sekolah, Baekhyun bertemu dengan Taeyeon, anak kelas C yang setahunya bahwa wanita itu yang sering mengiriminya beberapa surat dulu.

"mm, Baekhyun-ssi" panggil TaeYeon pelan

"ya? Ada apa kau mengajakku bertemu disini?" tanya Baekhyun, sedikit tidak sabaran.

"maukah,, m-maukah kau menjadi kekasihku?" ia meremas sedikit bagian ujung kemejanya, pertanda gugup.

Dengan helaan napas pelan, baekhyun menjawab "maaf, aku tidak bisa" dan pergi begitu saja. Ia sedikit takut terhadap wanita tersebut, bukan apa-apa hanya ia tak ingin karena belum mengenal betul bagaimana Taeyeon sebenarnya.

Sedangkan Taeyeon hanya tertegun di tempatnya beberapa saat sebelum berlalu.

.

.

.

.

.

#Rumah baekhyun

"kau itu sangat kejam tuan Byun" desis Luhan. Baekhyun yang duduk bersandar di atas ranjangnya hanya memutar bola matanya malas. Sedangkan Kyungsoo hanya tertawa kecil dengan tingkah kedua orang ini.

"lalu? Aku harus menerimanya? Kau bercanda rusa jelek" Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"yakkk! Dasarr"

"kalian ini, seperti anak kecil" lerai KyungSoo. Ia duduk diantara Baekhyun dan Luhan seraya mengeluarkan ponselnya dari saku.

"daripada kalian bertengkar terus, lebih baik ikut denganku. Hmm, bagaimana?" ujar Kyungsoo.

"dia akan mentraktir kami? Yeyy" Luhan tampak semangat,

"tumben, tapi baiklah" Baekhyun segera melompat dari kasurnya. Dan seperti biasa, kedua sahabatnya akan memakai baju yang mereka tinggalkan di rumah baekhyun untuk digunakan pada waktu tak terduga seperti ini

JongIn, Sehun dan Chanyeol telah berada di tempat yang mereka tetapkan. ChanYeol agak gugup, Baekhyun akan datang sebentar lagi dan ia masih belum mendapat rencana apapun untuk mendekati Baekhyun.

"Hyung? Kau baik?" tanya JongIn dengan nada menggoda. ChanYeol memelototinya dengan kesal. Dan kedua magknae tertawa terbahak-bahak.

"hey," sapa seseorang pada mereka, Chanyeol membalikan tubuhnya dengan kaku, dan ia kembali terpesona dengan Baekhyun. simple tapi manis, itulah yang ada di pikirannya.

"duduklah, jangan malu malu" canda jongin, ketiganya duduk berjejer.

"aku sudah memesan menu special café ini tadi, ohh itu dia datang" ujar jongin.

"oh ya, Baek kenalkan ini Chanyeol."

Kedua nya saling mengulur dan menjabat tangan dan menyebut nama masing-masing. Ada sedikit getaran yang ChanYeol rasakan saat bersentuhan dengan Baekhyun. halus dan lembut.

#Skip

BaekHyun dan Chanyeol terlihat cepat sekali akrab satu sama lain, Baekhyun yang mudah bergaul dan Chanyeol yang banyak melucu membuat mereka lebih cepat akrab. Membuat JongIn tersenyum misterius.

"oh ya hyung, kau bilang ingin belajar main skateboard? Mungkin Chanyeol bisa mengajarimu" ujar Jongin tiba-tiba. Baekhyun menatap Chanyeol berbinar.

"benarkaH? Bisa kau ajari aku?" pinta Baekhyun, menggunakan puppy eyes miliknya tentu Chanyeol tidak bisa menolah permintaan Baekhyun. Chanyeol mengangguk, mengiyakan permintaan Baekhyun.

Baekhyun berdiri kaku di atas papan skate dan Chanyeol memegang kedua tangannya yang berdiri tepat dihadapan Baekhyun, berada di atas papan skate yang lain. Chanyeol tahu, baekhyun belum terbiasa dan mulai menggerakan papan skate perlahan.

"jangan kaku seperti balok Baek," canda Chanyeol, dan Baekhyun hanya menggerutu pelan. Sedikit demi sedikit Baekhyun mulai menikmatinya dan Chanyeol melepas salah satu genggamannya di tangan Baekhyun. Baekhyun tertawa saat angin malam menerpa wajah dan tubuhnya saat meluncur di jalanan yang sepi.

Chanyeol semakin mengagumi keindahan yang berada di hadapannya, Baekhyun yang tertawa lepas.

TBC…